cover
Contact Name
ADDIN ZUHROTUL AINI
Contact Email
addinzuhrotul@upms.ac.id
Phone
+6282215081513
Journal Mail Official
lppm@upms.ac.id
Editorial Address
Jl. AR Saleh no 21 Nganjuk
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Dharma Pendidikan
ISSN : 19072813     EISSN : 28290267     DOI : https://doi.org/10.69866/dp.vXXi1.XX
Dharma Pendidikan is a journal contains publications from researches and scientific studies. The publications intended to  contribute understanding and developing scientific theories and concepts, education and their application in education. 
Articles 189 Documents
Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension Henny Roesellaningtias; Rina Puji Utami
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.41

Abstract

Listening comprehension merupakan salah satu bagian ketrampilan penguasaan Bahasa Inggris yang harus dipertimbangkan keberadaanya terutama bagi pembelajaran penguasaan Bahasa Inggris pada prodi pendidikan Bahasa Inggris. Listening comprehension mempunyai peranan yang penting untuk penguasaan Bahasa Inggris. Pada pembelajaran mata kuliah listening comprehension 1 terdapat temuan permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang berasal dari beberapa sekolah lanjutan yang berbeda. Diantara permasalahan tersebut adalah banyak dari mahasiswa yang mempunyai kosa kata yang masih lemah, kurangnya kemampuan untuk memahami cara pengucapan dan aksen kosa kata, serta sulit mengidentifikasi informasi atau pesan utama dan beberapa informasi yang berkaitan dengan topik materi yang mereka dengarkan. Hal tersebut menyebabkan prestasi tes listening comprehension masih rendah. Judul Penelitian ini adalah Implementasi Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Information Transfer Technique pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi listening comprehension. Peneliti memilih tehnik ini karena dalam kegiatan pembelajaran ini adanya bentuk transfer informasi yang mereka dengarkan ke dalam bentuk informasi yang berbeda dan sederhana dalam bentuk tulisan dengan melengkapi beberapa informasi yang tertera dalam tabel. Kegiatan meliputi tiga langkah antara lain pre-listening, whilts-listening dan post-listening Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. PTK tersebut dilaksanakan dalam 3 siklus untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan diberikan perlakuan.Setiap Siklus diadakan refleksi dari hasil observasi implementasi perlakuan tersebut untuk mengetahui kemajuan dan permasalahan yang masih timbul. Selanjutnya perbaikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam siklus sebelumnya sehingga target keberhasilan dapat tercapai. Kriteria untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil, ketika 80% dari jumlah mahasiswa bisa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan nilai rata-rata mahasiswa minmal 80. Pengumpulkan data dilakukan dengan langkah-langkah PTK sebagai berikut : preliminary study, perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi.Subjek penelitian adalah mahasiswa program pendidikan bahasa Inggris (angkatan 2015) STKIP PGRI Nganjuk yang terdiri dari 21 mahasiswa dengan mata kuliah listening comprehension III .Pada langkah pre-listening mengimplementasikan Information Transfer Technique dengan memberi penjelasan tujuan dan memberi tugas, menunjukkan model audio dialog atau monolog, brainstorming tentang topik, membentuk kelompok parner diskusi yang terdiri 2 mahasiswa sebelum diskusi kelas, memberi worksheet tabel Information Transfer Technique. Pada whilst-listening, kegiatannya adalah : memutar audio dialog atau monolog sambil mahasiswa mengisi kata-kata atau frase pilihan sesuai petunjuk di tabel, setelah itu berdiskusi dengar parner dan kemudian berdiskusi kelas tentang kata-kata atau frase yang telah diisikan untuk menentukan ide utama topik materi, kemudian memutar audio lagi sambil mengecek kata-kata atau frase dan kemudian berdiskusi untuk menemukan informasi tertentu dan detail serta menyimpulkan, menanyakan ide mahasiswa dan kemudian mengecek dan mendiskusikan jawaban mereka. Post- listening dilaksanakan dengan mereview pada pengucapan, kosa kata, aksen, jenis kata, aturan tata bahasa dan menanyakan feedback mahasiswa serta menyimpulkan setiap pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Information Transfer Technique dapat meningkatkan listening comprehension mahasiswa.Hal tersebut dapat dilihat dengan bertambahnya nilai listening comprehension dari preliminary study dan nilai setelah implementasi Information Transfer Technique pada pengajaran listening comprehension dalam tiga siklus. Pada preliminary menunjukkan nilai rata-rata yang semula 70 dan 48% mahasiswa memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70, di siklus 1 sebanyak 52 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 74, di siklus 2 sebanyak 71 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 77 dan di siklus 3 sebanyak 86% mahasiswa dengan nilai rata-rata 82. Kenyataan ini ini menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan tercapai. Selain peningkatan nilai mahasiswa dalam listening comprehnesnion, hasil ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai respon positif dan mereka terlibat dalam pembelajaran listening comprehension melalui Information Transfer Technique. Sebagai saran pada pengampu listening comprehension Bahasa Inggris untuk mengimplentasikan Information Transfer Technique. Teknik ini dapat digunakan pada kegiatan intensive dan ekstensive listening comprehension untuk memahami pesan yang mereka dengarkan. Pengampu listening comprehension seharusnya menyiapkan materi sesuai dengan tingkat dan karakteristik pembelajar karena hal tersebut dapat memotivasi dan menambah prestasi listening comprehension.Information Transfer Technique terbukti efektif dengan kelebihan bahwa berdasarkan transfer informasi sederhana sebagai petunjuk pemahaman topik materi pada ide utama, informasi tertentu dan informasi rinci. Dari hasil penelitian dapat membantu mahasiswa mengatasi permasalahan pada listening comprehension dan meningkatkan prestasi listening comprehension mereka dan memberikan bekal pengetahuan teknik tersebut serta melalui jurnal ilmiah sebagai referensi pengayaan model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan yang muncul pada pembelajaran listening comprehension dan menjadi kajian pengembangan model pembelajaran penelitian berikutnya.
Perbaikan Kemampuan Pronounciation Mahasiswa Bahasa Inggris Dengan Metode Turutan Sujono Sujono; Anita Budi Rahayu; Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan target khusus meningkatkan kemampuan pronunciation fonem vokal dan konsonan. Pola pelafalan huruf hijaiyah yang biasa dipakai pada metode turutan diterapkan pada perbaikan pengucapan fonem vokal dan konsonan bahasa Inggris. Pada pelaksanaan penelitian ini ada beberapa penyesuaian terhadap pola yang dipakai, terutama pada perbaikan pelafalan vokal bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan bahasa Arab hanya mengenal 3 vokal (a, i, u) sedangkan bahasa Inggris mempunyai 20 vokal. Untuk memperbaiki kemampuan pronunciation fonem vokal dan konsonan bahasa Inggris, peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini ada beberapa siklus yang dilaksanakan sehingga temuan yang ditargetkan tercapai. Penelitian ini diawali dengan tahap perencanaan dan dilanjutkan dengan tahap tindakan, observasi dan ditutup dengan tahap refleksi. Untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam pronunciation yang sebenarnya, data diambil dari rekaman tugas membaca teks. data tersebut kemudian dijadikan dasar untuk pelaksanaan siklus. Untuk melihat peningkatkan kemampuan pronunciation setelah siklus mahasiswa diuji dengan membaca teks minimal pair. Data rekaman jawaban yang diperoleh kemudian dikoreksi dan dianalisa berdasar teori dan contoh bunyi yang ada pada buku tree or three dan sheep or ship karangan Ann Baker. Nilai dihitung dengan rumus deskriptif statistik sederhana. Siklus berakhir apabila 85% mahasiswa mampu mengucapkan seluruh fonem konsonan dan vokal bahasa Inggris dengan benar. Setelah pelaksanaan siklus 1 dan 2, lebih dari 85% mahasiswa mampu mengucapkan fonem vokal dan konsonan bahasa Inggris dengan benar. Terdapat kenaikan antara 4 sampai 13 mahasiswa dalam pengucapan fonem vokal di banding data preliminary study. Sedangkan untuk kemampuan pengucapan konsonan terdapat penambahan 4-12 mahasiswa.
Efektivitas Pembelajaran Probing-Prompting Terhadap Kemampuan Komunikasi Ipa Pada Mata Kuliah Fluida Mahasiswa pendidikan Ipa Yulia Dewi Puspitasari; Annas Ma’ruf
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.43

Abstract

Pembelajaran IPApada Mata Kuliah fluida masih banyak mahasiswa yang cenderung pasif. Hal tersebut nampak dari aktivitas komunikasi IPAmahasiswa secara lisan maupun tertulis pada saat proses belajar yang masih rendah dan hasil nilai UTS rata-rata lebih rendah dibandingkan mata kuliah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan komunikasi IPA mahasiswa menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) kemampuan komunikasi IPA mahasiswa menggunakan model pembelajaran Probing-Prompting, (3) efektivitas model pembelajaran Probing-Promting dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi IPA pada Mata Kuliah fluida Mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan IPA.Subyek dari penelitian ini adalah mahasiswasemester 4 prodi pendidikan IPA STKIP PGRI Nganjuk. Dengan menggunakan random sampling, maka sampel penelitian ini terdiri dari semester 2 sebagai kelas kontrol dan kelas semester 4 sebagai kelas eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa statistik yaitu t-test dengan menggunakan aplikasi IBM SPSS-20. Hasil penelitian menggunakan model pembelajaran konvensional menunjukkan nilai rata–rata post-test pada kelas kontrol 64,95, sedangkan menggunakan model pembelajaran probing-prompting nilai rata–rata post-test pada kelas eksperimen 74,75. Kemudian disubstitusikan pada rumus t-tes diperoleh thitung = 2,618 dan derajat bebasnya 38 taraf signifikan 5% diperoleh nilai ttable = 2,025. Sehingga didapatkan thitung > ttabel yaitu 2,618> 2,025. Sehingga hipotesis yang diajukan peneliti “Diterima”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran probing-prompting lebih efektif dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi IPA pada Mata Kuliah fluida mahasiswa semester 4 Prodi Pendidikan IPA STKIP PGRI Nganjuk.
Kajian Tingkat Partisipasi (Penggunaan Hak Pilih) Mahasiswa STKIP PGRI Nganjuk Dalam Melaksanakan Pemilihan Umum (PILEG dan PILPRES Tahun 2014) Sebagai Bahan Rekomendasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nganjuk Yudha Harnanto; Hendro Warsito
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.44

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji fakta fakta dan masalah-masalah yang terjadi pada pelaksanaan pemilihan umum Presiden dan wakil Presiden serta pemilihan umum anggota legeslatif tahun 2014 untuk mengukuir tingkat pendidikan politik masyarakat maupun kesadaran politik masyarakat dengan parameter tingkat partisipasi (penggunaan hak pilih) mahasiswa sebagai masyarakat kampus sebagai golongan pemilih pemula dan golongan intelektual. Aspek penting yang menjadi dasar penelitian ini adalah adanya korelasi obyek penelitian dengan beberapa mata kuliah yang ada di program studi PPKn sehingga hasil penelitian ini bias menjadi referensi buku ajar untuk matakuliah di prodi PPKn. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif akan dapat diketemukan deskripsi yang luas dan mendalam mengenai perilaku, sikap mental, perasaan, keyakinan yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungannya. Sampel dan sumber data dipilih dengan mengutamakan perspektif emic,artinya mementingkan pandangan informan/responden, yakni bagaimana mereka memandang sesuatu dari pendiriannya. Teknik analisa yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif, mengikuti konsep yang diberikan oleh Miles and Huberman dan Spradley. Uji keabsahan data atau uji kredibilitas(validitas internal) data dalam penelitian ini dilakukan melalui sejumlah pendekatan yaitu: (1)Dengan perpanjangan pengamatan, (2). Meningkatkan ketekunan, (3). Triangulasi, (4). Diskusi dengan teman sejawat, (5). Member check, dan (6). Analisa kasus negatif. Hasil penelitian pada (1) Tingkat Kehadiran dan Ketidakhadiran mahasiswa di TPS (Voter Turn-Out) dalam Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilihan Presiden/Pilpres dan Pemilihan Legislatif/Pileg) Tahun 2014 pada mahasiswa di STKIP PGRI Nganjuk menunjukkan data 96% responden hadir, dan hanya 4% responden tidak hadir, (2) Faktor yang mempengaruhi tingkat kehadiran yaitu faktor popularitas calon/kandidat, faktor sosial politik, dan faktor sosial ekonomi.
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Dalam Komunikasi Melalui Media Sosial Whatsapp Sebagai Upaya Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Achmad Tantowi Azis
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dalam komunikasi melalui media sosial whatsapp yang dilakukan mahasiswa. Salah satu tanda penggunaan bahasa Indonesia yang baik adalah mahasiswa dapat bertutur secara santun dengan memerhatikan situasi dan kondisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Dalam penelitian ini, ditemukan mahasiswa dapat bertutur santun di dalam media sosial whatsapp kepada dosen. Kesantunan ini ditandai dengan mengucapkan salam atau penggunaan maaf di awal pesan, penggunaan bentuk hormat seperti panggilan Bapak, Pak, dan adanya campur kode berupa penggunaan bentuk bahasa jawa krama.
The Effectiveness Of Scaffolded Writing Strategy On Students’ Writing Skill Viewed From Students’ Critical Thinking Anita Budi Rahayu
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.47

Abstract

This research is aimed at finding out: (1) whether in general Scaffolded Writing Strategy is more effective than conventional writing for teaching writing; (2) which ones students who have highcritical thinking have better writing skill than those having low critical thinking; and (3) whether or not there is an interaction between teaching techniques and students’ critical thinking. The experimental class was taught by using Scaffolded Writing Strategy whereas the control classwas taught by conventional Writing Strategy. Each class was divided into two groups in whicheach consists of students having high critical thinking and those having low criticalthinking. To gain the data, two instruments were used namely writing test and criticalthinking test. The data were analyzed by using Multifactor Analysis of Variance ANOVA 2x2and Tukey test. Before conducting the ANOVA test, pre-requisite test namely normality andhomogeneity test were conducted. The findings of this research are: (1) Scaffolded Writing Strategy is moreeffective than coventional Writing Strategy to teach writing; (2) The students having highcritical thinking have better writing skill than those having low critical thinking; and (3)There is an interaction between teaching strategies and students’ critical thinking inteaching writing. Therefore, it is recommended for English teachers to implement Scaffolded Writing Strategy inteaching writing because this strategy helps the students to improve writing skill andencourages them to be active learners.
On-Going Morphosyntax Supplementary Material Caltira Rosiana
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.48

Abstract

Studying morphosyntax is important in the study of linguistics and the topic of morphosyntax is very often considered as difficult to learn. However, several problems still occur in almost every linguistics class including problems from the students’ characteristics, learning materials, teaching strategies, etc. Therefore, the researchers conducted a preliminary study in a linguistic class. Based on the preliminary study, it was discovered that most of the students involved in the study lacked motivation to study linguistic especially in studying morphosyntax and lacked sources to study morphosyntax. The lecturer also had some difficulties in providing morphosyntax material which could motivate the students to learn morphosyntax with ease and which was suitable for the curriculum standards well as the students’ need. Because of those problems, this research aimed to develop supplementary morphosyntax materials for university students which could help them to cope with their problems in studying morphosyntax through providing the easy-to-understand supplementary material which accommodated the students’ needs. It is expected that this research can inspire the lecturers who teach linguistics to become more creative and innovative in providing materials which match the students’ need and syllabus. However, this supplementary material is only one of the alternatives that can be used to assist the learning process. Thus, it can also be combined with other resources. To achieve the aim of this study, the researcher used research and development design by following Borg and Gall model. The researcher did the preliminary study, designed the problem solving and developed the supplementary material since at the end of November 2016. The researcher also conducted expert validations for the product, revised the product draft, applied the product, revised the product again, conducted the second product implementation, had another product validation, and finally had the final product in the form of morphosyntax module.
Pengembangan Soal Multi Representative Berbasis Contextual Problem Dalam Konsep Geometri Erdyna Dwi Etika
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.49

Abstract

Fakta yang diperoleh penulis pada saat belajar dan mengajar matematika di Perguruan Tinggi menunjukkan bahwa soal-soal matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari masih rendah sehingga tidak dapat menumbuhkembangkan kemampuan berpikir kreatif pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan soal Multi Representative Problem Solving Berbasis Contextual Problem pada konsep geometri yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah development research tipe formative research. Prosedur pengembangan soal dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahapan yaitu : Self Evaluation, Prototyping (validasi, evaluasi dan revisi), Field Test (Uji lapangan). Hasil penelitian ini adalah: (1) pada tahap self evaluating telah dilakukan observasi lapangan dan analisa kebutuhan dengan hasil bahwa sarana di program studi pendidikan matematika STKIP PGRI Nganjuk memadai untuk pengembangan soal multirepresentasi berbasis kontekstual, mahasiswa membutuhkan soal-soal yang menantang untuk mereka selesaikan, dan dosen sangat mendukung adanya pengembangan soal multirepresetasi berbasi kontekstual pada materi geometri; (2) pada tahap prototyping menghasilkan soal hasil validasi ahli yang dinamakan prototype 2; (3) pada tahap field testing, prototype 2 diuji cobakan pada small group yang terdiri dari 6 mahasiswa dengan hasil reliabilitas sebesar 0,82 dan berdasarkan tanggapan mahasiswa bahwa keterbacaan soal sudah baik.
Comic Strips As The Media To Build Writing Skill Of Junior High School Students Puput Zuli Ekorini
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.50

Abstract

This article reports the results of a research dealing with: (1) the students’ writing skill which is taught using picture series, (2) the students’ writing skill which is taught using comic strips, (3) whether comic strips is more effective than picture series in teaching writing to the seventh grade students of a state islamic junior high school in Nganjuk. The research method was experimental method. The subjects of the research were the seventh grade students. There were two classes taken in this research, one as the experimental class and the another one as the control class. Each class consisted of 30 students. The experimental class was taught using comic strips and the control class was taught using picture series. The data were obtained by conducting a test after providing eigth meetings as the treatment for each class. The researcher analyzed the data using t-test to find whether comic strips was more effective than picture series in teaching writing. Based on the data analysis, the research findings are: (1) the students who were taught using picture series had low writing skill, (2) the students who were taught using comic strips had good writing skill, (3) the comic strips is more effective than picture series to teach writing for the seventh grade students of junior high school. It was showed from the computation of the t-test analysis at the significant level of 5% (sig = 0.05). The calculation showed that t value of 5.825 with the significant level of less than 0.05 is 0.000.
Enhancing English Education Program Students’ Skill In Writing Essay Through Clustering Technique Rina Puji Utami
Dharma Pendidikan Vol 13 No 1 (2018): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v13i1.52

Abstract

This study aims to determine the enhancing of students’ writing achievement using clustering technique .The usage of this technique is expected that the students’ achievement in writing skill can increase. The clustering technique used in writing learning of this study uses argumentative essays using various topics in accordance with the focusing understanding and making the essays of writing courses for the fourth semester students, at English Education Program of STKIP PGRI Nganjuk in the academic year of 2017/2018. The total number of students is 18 students . The increasing in students’ achievement can be known by the analysis the result score in this study by using the classroom action research that is intended to find out that the clustering technique can help the students improve and develop their ability in writing skill. The grand of mean score test in preliminary study was 70,5 and cycle I was 75, while the grand mean score in cycle 2 was 87 which showed this present study could be categorized successful because it had exceeded the minimum criteria of writing III.

Page 4 of 19 | Total Record : 189