cover
Contact Name
Utama Alan Deta
Contact Email
utamadeta@unesa.ac.id
Phone
+62895429851500
Journal Mail Official
reog.mep@gmail.com
Editorial Address
Mitra Edukasi dan Publikasi Griya Taman Asri AB/26 Tawangsari, Taman, Sidoarjo, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education
ISSN : -     EISSN : 30909465     DOI : https://doi.org/10.58706/reog
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education accepts research articles on ecological (environmental) education, ethnoscience education, and their intersection. This journal serves as a platform for teachers, lecturers, and researchers to share innovations, theoretical discussions, and empirical research findings that contribute to the development of sustainable and culturally relevant science education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026" : 5 Documents clear
Ethnophysics Edutainment: Exploring the Potential of Local Wisdom-Based Virtual Reality Media Development in Physics Education Mozza Pinkan Edelweiss; Yuhanes Hari Nugroho; Julianto Julianto; Nina Fajriyah Citra; Utama Alan Deta
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p40-48

Abstract

Physics education is often perceived as abstract and lacking context, leading to low interest and engagement among students. The integration of local wisdom and immersive technologies, such as Virtual Reality (VR), is seen as a promising approach to bridging this gap. This study aims to explore the needs of students in the development of VR-edutainment media based on ethnophysics as an alternative to traditional physics learning, which is more contextual, interactive, and meaningful. The study employs a quantitative descriptive approach using simple random sampling techniques with 30 high school students, comprising grades X and XI. The instrument was an online questionnaire comprising 20 statements grouped into four main aspects: interest in learning physics, integration of local wisdom, science literacy, and technology utilization. The collected data were analyzed using descriptive statistics to identify trends in student responses, supplemented by qualitative interpretations to enhance the understanding of the findings. The results showed that the majority of students responded positively to physics learning linked to local wisdom, while also showing high enthusiasm for the use of interactive technology. More than 80% of respondents stated that digital simulations helped them understand concepts and made learning more enjoyable; however, a small number of students still struggled to explain natural phenomena scientifically. These findings underscore the importance of learning media that integrates local culture with immersive technology, thereby enhancing the learning experience to be more contextual, meaningful, and aligned with the needs of the digital generation. In conclusion, this study successfully mapped the initial needs of students for the development of ethnophysics-based VR edutainment media. The development of ethnophysics-based VR-edutainment media holds significant potential to enhance science literacy while strengthening students’ connection to their cultural heritage, thereby fostering more meaningful and transformative learning experiences.
Literature Review of Slingshot Games and Its Potential Application in Learning Physics Heny Aryani; Nurita Apridiana Lestari; Budi Jatmiko; Alfi Nurlailiyah; Arie Realita; Antomi Saregar; Utama Alan Deta
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p49-58

Abstract

Traditional games are part of local wisdom that preserves cultural values and educational potential. One such game is the slingshot, which is not only known as a hunting tool but also incorporates many concepts of physics such as elasticity, potential energy, kinetic energy, and parabolic motion. This study aims to review the literature on slingshots and their relevance in physics education. Data were collected from Scopus-indexed international publications using the keywords “slingshot OR catapult,” yielding 3,013 articles. After applying inclusion criteria and screening based on title, abstract, and keywords, 1,000 articles were selected for analysis using VOSviewer. The results of the study show five main clusters, namely the use of slingshots in aircraft launch, biomechanics, principles in animals, animal experiments, and fundamental aspects of physics. These findings confirm that catapults can be used as a contextual medium in learning to improve understanding of physics concepts and at the same time preserve local culture. By linking indigenous knowledge with scientific principles, this study contributes to enriching physics learning while encouraging the preservation of cultural heritage within modern education.
Meningkatkan Literasi Sains melalui Integrasi Batik Ghentongan Tanjung Bumi Madura dalam Majalah IPA Wiwin Puspita Hadi; Winda Afrida; Indah Setyo Wardhani; Iin Nuraini
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p59-73

Abstract

Bahan ajar yang inovatif, kontekstual, dan berintegrasi potensi lokal batik Ghentongan Tanjung Bumi Madura diharapkan mampu meningkatkan literasi sains. Tujuan penelitian ini mengembangkan majalah IPA batik Ghentongan Tanjung Bumi Madura pada materi unsur, senyawa, dan campuran kelas VIII SMP/MTs yang valid dan efektif meningkatkan literasi sains siswa. Majalah IPA dikembangkan menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan yaitu Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Uji validitas terdiri dari aspek media dan aspek materi yang dilakukan oleh validator ahli media dan ahli materi menggunakan angket sedangkan literasi sains diukur menggunakan soal literasi sains. Hasil validitas majalah IPA pada aspek materi sebesar 94,79% dan pada aspek materi sebesar 95,14% dengan kategori sangat valid. Hasil literasi sains siswa ditunjukkan dengan nilai N-Gain seluruh indikator literasi sains sebesar 0,63 dengan kriteria sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa majalah IPA yang dikembangkan valid dan efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa. Pengembangan Majalah IPA Batik Ghentongan diharapkan mampu memberikan altenatif media pembelajaran yang menyajikan integrasi konsep sains dengan konteks kearifan lokal khususnya batik Tanjung Bumi Madura.
Pemetaan Tren Penelitian Permainan Lompat Tali sebagai Media Pembelajaran Fisika Berbasis Kearifan Lokal: Analisis Bibliometrik Nayara Janatus Zahra; Mozza Pinkan Edelweiss; Utama Alan Deta; Wirawan Fadly
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p74-87

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari kearifan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Permainan lompat tali tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki relevansi dengan konsep fisika, khususnya gerak vertikal ke atas. Namun, pemetaan perkembangan penelitian terkait topik ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren dan potensi permainan lompat tali dalam pembelajaran gerak vertikal ke atas melalui analisis bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus pada 20 Oktober 2025 menggunakan kata kunci “Jump Rope” atau “Ethnophysics” dengan rentang tahun publikasi 1974–2024. Proses pencarian menghasilkan 176 artikel yang dianalisis menggunakan teknik co-authorship, keyword co-occurrence, dan co-citation. Visualisasi dan pemetaan jaringan pengetahuan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah publikasi terkait permainan lompat tali dalam konteks pembelajaran sains masih relatif terbatas, namun menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pemetaan kata kunci dan klaster tematik mengindikasikan keterkaitan antara permainan tradisional, kearifan lokal, pendidikan berbasis budaya, serta konsep-konsep fisika yang relevan dengan gerak vertikal ke atas. Berdasarkan hasil bibliometrik, kajian mengenai permainan lompat tali menunjukkan tren peningkatan dan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai media pembelajaran gerak vertikal ke atas yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Temuan ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pembelajaran fisika berbasis etnosains serta mendukung integrasi permainan tradisional dalam kurikulum untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna.
Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal dalam Perpektif Filsafat Pendidikan Fatihatun Nikmah; Suyono Suyono; Zainul Arifin Imam Supardi
Reog: Journal of Ecoethnoscience Education Vol. 1 No. 2 (2026): January 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/reog.v1n2.p88-95

Abstract

Pembelajaran sains selama ini cenderung dipahami sebagai proses penyampaian pengetahuan ilmiah yang bersifat universal dan bebas nilai, sehingga sering kali terlepas dari konteks sosial dan budaya peserta didik. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran sains menjadi kurang bermakna dan sulit dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari integrasi kearifan lokal dalam pengajaran sains, khususnya fisika, sebagai landasan pengembangan pembelajaran yang lebih relevan dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi filosofis dengan analisis konseptual dan telaah literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait filsafat pendidikan, filsafat ilmu, serta kajian etnosains dalam rentang 2020–2025. Analisis dilakukan melalui proses reduksi, kategorisasi, dan sintesis argumentatif untuk merumuskan kerangka konseptual integrasi sains dan kearifan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara ontologis, integrasi kearifan lokal menempatkan fenomena ilmiah sebagai realitas yang tidak terlepas dari pengalaman budaya peserta didik, sehingga konsep fisika dapat dipahami secara lebih kontekstual dan aplikatif. Secara epistemologis, dialog antara pengetahuan ilmiah dan pengetahuan lokal mendorong lahirnya strategi pembelajaran yang lebih partisipatif, reflektif, dan konstruktif, memungkinkan peserta didik membangun pemahaman melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Secara aksiologis, integrasi tersebut memperkuat dimensi nilai dalam pendidikan sains dengan menumbuhkan kesadaran budaya, tanggung jawab ekologis, serta pembentukan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa kerangka filosofis integrasi kearifan lokal dalam pengajaran fisika serta implikasi praktis bagi pengembangan desain pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5