cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2024): April 2024" : 15 Documents clear
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 5 ACEH BESAR Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa  remaja  merupakan  masa  yang  dianggap  rawan  dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa  yang  penuh  gejolak.  Pemberian  informasi  masalah  seksual  menjadi  penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi sangatlah penting bagi remaja dikarenakan, remaja saat ini masih kurang pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kurangnya keingintahuan remaja tentang bahayanya jika seseorang tidak paham dan tidak peduli dengan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan perilaku negative yaitu perilaku seks bebas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 22 November 2023 dengan jumlah peserta 34 orang siswa/I di MAN 5 Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi membantu remaja dalam membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan tubuh dan kehidupan seksual mereka, serta membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, pengetahuan, perilaku Adolescence is a period that is considered vulnerable in life because it is a transition period from child life to turbulent adult life.  Providing information on sexual problems is important especially considering that adolescents are in an active sexual potential. Education about reproductive health is very important for adolescents because, adolescents today still lack knowledge about the importance of reproductive health and lack of curiosity about the dangers if someone does not understand and does not care about reproductive health. Lack of knowledge can lead to negative behavior, namely free sexual behavior. This activity was held on Wednesday, November 22, 2023 with 34 participants at MAN 5 Aceh Besar. The results of this activity are A comprehensive understanding of reproductive health helps adolescents make healthy and responsible decisions related to their bodies and sexual lives, and helps them prepare for a better future.Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior
EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN BAGI REMAJA DI SMK FARMASI CUT MEUTIA BANDA ACEH Rulia Meilina; Sahbainur Rezeki; Fauziah Andika; Siti Samaniyah; Periskila Dina Kali Kulla; Kesumawati Kesumawati; Syarifah Yanti Astryna; Indah Amelia Putri; Ecie Kesumawati; Nurfatin Nisa Nasri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan bertujuan memberikan edukasi penggunaan kosmetik yang aman bagi remaja kepada siswa-siswi di SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat  berupa sosialisasi edukasi penggunaan kosmetika pada remaja oleh tim pelaksana kegiatan. Hasil kegiatan sosilisasi ini memberikan pengetahuan kepada peserta tentang bahan kosmetika yang berbahaya dan bagaimana penggunaan kosmetika yang aman bagi remaja. Diharapkan melalui kegiatan ini remaja dapat bijak dalam memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat.Kata Kunci: Edukasi, Kosmetika, Remaja.  The community service activities carried out aim to provide training on how to make dishwashing soap using lime to the community in Geudong Village, Delima subdistrict, Pidie Regency. This method of community service activities is a direct demonstration of how to make dishwashing soap from lime extract. As a result of this activity, the community will gain skills in making dishwashing soap using limes and it is hoped that with this skill, the community will be able to produce dishwashing soap and produce dishwashing soap to improve the family economy.Keyword: Education, Cosmetics, Youth.
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI GERAKAN HIDUP SEHAT PADA SISWA DI SMA NEGERI 14 ISKANDAR MUDA KOTA BANDA ACEH Chairanisa Anwar; Finaul Asyura; Uswatun Hasanah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit kronis yang tidak dapat ditularkan dari orang ke orang. Kematian akibat PTM diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar akan terjadi di Negara menengah dan miskin. Penyakit Tidak Menular (PTM) juga penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 5 juta manusia setiap tahunnya. Pendekatan yang digunakan adalah dengan sosialisasi pada siswa SMA karena   remaja lebih mudah menerima apa yang disampaikan dibanding apa yang dicari. Sosialisas merupakan cara yang mudah dan efektif dalam sebuah penyampaian pesan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada siswa SMA Negeri 14 Iskandar Muda Kota Banda Aceh. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi kesehatan, oleh karena itu sosialisasi dan edukasi sangat penting dilakukan mengenai Penyakit Tidak Menular.Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, SosialisasNon-communicable diseases (NCDs) are chronic diseases that cannot be transmitted from person to person. Deaths due to NCDs are expected to continue to increase throughout the world, with the largest increases occurring in middle and poor countries. Non-Communicable Diseases (NCDs) are also diseases that are not contagious and are not transmitted to other people by any form of contact, causing death and killing around 5 million people every year. The approach used is outreach to high school students because teenagers more easily accept what is conveyed than what is sought. Socialization is an easy and effective way of conveying a message. The aim of this community service is to detect risk factors for non-communicable diseases in students at SMA Negeri 14 Iskandar Muda, Banda Aceh City. The type of activity carried out is in the form of health outreach, therefore socialization and education are very important regarding Non-Communicable Diseases.Keywords: Non-Communicable Diseases, Socialization
CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI SMPN 3 MEULABOH, KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN, ACEH BARAT Syarifah Yanti Astryna; Fitra Alvionida; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah; Nur Aida
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkoba adalah masalah yang kompleks di Indonesia, yang ditandai oleh peningkatan jumlah pecandu narkoba dan banyaknya kasus narkoba yang terungkap. Hal ini berdampak buruk pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara di masa depan. Salah satu penyebab meningkatnya konsumsi narkoba pada remaja adalah sikap mereka yang mengabaikan nilai-nilai, norma, dan hukum yang berlaku. Kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meulaboh, Kabupaten Johan Pahlawan, Aceh Barat pada tanggal 15 Agustus 2024. Kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini dikoordinasi oleh pihak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Meulaboh, dilakukan dengan tujuan agar kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan dengan baik dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak yang terlibat didalam kegiatan sosialisasi tersebut. Sosialisasi ini diikuti oleh pelajar dan guru wali. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab penyalahgunaan narkoba pada remaja. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berdasarkan artikel yang dipublikasikan yaitu penyalahgunaan narkoba pada remaja dari berbagai aspek fisik, psikis, pendidikan, sosial dan ekonomi.Kata Kunci: Narkoba, pengetahuan kelompok remaja, penyalahgunaanDrugs are a complex problem in Indonesia, which is characterized by an increase in the number of drug addicts and the number of drug cases that have been exposed. This has a bad impact on the life of society and the state in the future. One of the causes of the increase in drug consumption in adolescents is their attitude of ignoring applicable values, norms, and laws. The socialization of the dangers of drug abuse for the younger generation was carried out at the State Junior High School (SMP) 3 Meulaboh, Johan Pahlawan Regency, West Aceh on August 15, 2024. This socialization activity about the dangers of drug abuse was coordinated by the State Junior High School (SMP) 3 Meulaboh, carried out with the aim that this socialization activity can run well and obtain support from various parties involved in the socialization activity. This socialization was attended by students and guardian teachers. The purpose of the study is to identify the causes of drug abuse in adolescents. The method used is a systematic literature review based on published articles, namely drug abuse in adolescents from various physical, psychological, educational, social and economic aspects.Key words: Drugs, adolescent group knowledge, abuse
PENTINGNYA MENSTRUASI SEHAT DENGAN PENGGUNAAN PEMBALUT KAIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Ulfa Husna Dhirah; Eva Rosdiana; Salisatul Uqrha; Ulfi Mawaddah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi adalah proses fisiologi normal yang terjadi setiap bulannya selama usia produktif wanita. Lama menstruasi merupakan jarak dari hari pertama menstruasi hingga darah berhenti keluar normalnya 3 sampai 7 hari.. Jumlah darah yang keluar selama satu kali haid dikatakan normal apabila tidak melebihi 80 ml. Pembalut merupakan salah satu alternatif untuk menahan rembasan darah haid. Kondisi ini menjadikan pembalut seakan menjadi kebutuhan pokok bagi kaum perempuan. Perilaku pemilihan pembalut merupakan hal sangat penting, dimana produk pembalut wanita harus bersih dan tidak mengandung zat berbahaya karena mempertimbangkan terjadinya kontak langsung antara pembalut dengan area intim perempuan. Muncul  terobosan  untuk  kembali  menggunakan pembalut wanita berbahan kain yang biasa dicuci ulang sehingga  lebih  hemat  dan  mengurangi  pembuangan sampah  pembalut  yang  mengandung  bahan  sulit  diurai oleh alam. Penggunaan kembali pembalut dengan bahan kain  haruslah  memenuhi  aspek  praktis  sehingga  cocok untuk  dipergunakan  oleh  wanita  masa  kini  yang  sibuk dengan   berbagai   aktivitas. Upaya promosi kesehatan yang telah dilaksanakan melalui penyuluhan dengan pemaparan materi melalui media laptop dan LCD serta membagikan poster. Metode promosi kesehatan yang digunakan yaitu penyuluhan dikelas. Materi yang disampaikan yaitu pengertian menstruasi, fase-fase menstruasi, tanda dan gejala menstruasi, manfaat penggunaan pembalut kain dan kekurangan pembalut kain.Kata Kunci: Menstruasi, Pembalut Kain Menstruation is a normal physiological process that occurs every month during a woman's productive age. The duration of menstruation is the distance from the first day of menstruation until the blood stops coming out, normally 3 to 7 days. The amount of blood that comes out during one menstruation is said to be normal if it does not exceed 80 ml. Sanitary napkins are an alternative to prevent menstrual bleeding. This condition makes sanitary napkins seem to be a basic necessity for women. The behavior of selecting sanitary napkins is very important, where women's sanitary napkin products must be clean and do not contain dangerous substances because they take into account the direct contact between the sanitary napkins and women's intimate areas. There has been a breakthrough to return to using cloth sanitary napkins that are usually rewashed so that they are more economical and reduce the disposal of sanitary napkin waste that contains materials that are difficult for nature to decompose. The reuse of cloth sanitary napkins must fulfill practical aspects so that they are suitable for use by today's women who are busy with various activities. Health promotion efforts have been carried out through outreach by presenting material via laptop and LCD media as well as distributing posters. The health promotion method used is classroom counseling. The material presented is the meaning of menstruation, menstrual phases, signs and symptoms of menstruation, the benefits of using cloth sanitary napkins and the disadvantages of cloth sanitary napkins.Keywords: Menstruation, Cloth Sanitary Pad
EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA REMAJA DI SOS CHILDRENS VILLAGE MEULABOH Meutia Paradhiba; Maiza Duana; Rubi Rimonda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidup bersih dan sehat merupakan suatu hal yang seharusnya memang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat sebagai salah satu cara menjaga kesehatannya. Mengingat kesehatan merupakan hal penting bagi setiap manusia mulai dari bekerja dan beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia telah membuat pedoman pembinaan PHBS yang tertuang dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 2269/MENKES/PER/XI/2011 yang mengatur upaya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat diseluruh Indonesia dengan mengacu kepada pola manajemen PHBS, mulai dari tahap pengkajian, perencanaan dan pelaksanaan serta pemantauan dan penilaian. Kurangnya pengetahuan tentang perilaku hidup bersih sehat maka akan menimbulkan dampak buruk di lingkungan serta pribadi setiap individu. Lingkungan yang kumuh juga akan menimbulkan berbagai macam penyakit menular seperti diare, demam berdarah, tipoid, muntaber dan sebagainya. Pengabdian kepada masyarakat ini langsung dilakukan kepada remaja di SOS Childrens Village Meulaboh. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini berjumlah 34 orang. Kegiatan pengabdian ini mendapat respon yang positif baik dari remaja maupun dari pihak pengurus SOS Childrens Village. Hasil dari kegiatan ini adalah pemahaman yang komprehensif tentang Perilaku bersih dan sehat sehingga remaja tersebut dapat menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat.Clean and healthy living is something that should be applied in everyday life by the community as a way to maintain their health. Given that health is important for every human being starting from work and activities in everyday life. Indonesia has made guidelines for PHBS guidance contained in the regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number: 2269/MENKES/PER/XI/2011 which regulates efforts to improve clean and healthy living behavior throughout Indonesia by referring to PHBS management patterns, starting from the assessment, planning and implementation stages as well as monitoring and assessment.Lack of knowledge about clean and healthy living behavior will have a negative impact on the environment and the personality of each individual. A slum environment will also cause various infectious diseases such as diarrhea, dengue fever, typhoid, vomiting and so on. This community service was conducted directly to teenagers at SOS Childrens Village Meulaboh. The participants included in this activity amounted to 34 people. This community service activity received a positive response from both the adolescents and the SOS Childrens Village management. The result of this activity is a comprehensive understanding of clean and healthy behavior so that adolescents can live a clean and healthy daily life behavior
KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SEJAK DINI DESA TUALANG LAMA KECAMATAN DELENG PORKHKISEN KABUPATEN ACEH TENGGARA 2024 Uci Lestari; Eva Nurseptiana; Purnama Sari Cane
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi dan mulut adalah salah satu bagian dari  tubuh  yang  merupakan  masuknya  makanan  dan  minuman  ke  dalam  tubuh  yang  bisa menentukan  sejumlah  asupan  gizi.  Proses  penyerapan  nutrisi  yang  masuk  ke  dalam  tubuh dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk jika gigi seseorang tidak sehat (Kemenkes, 2022) Salah satu kesehatan tubuh pada daerah gigi dan mulut merupakan bagian komponen dari  unsur  kesehatan  yang  secara  umum  dan  menjadi  faktor  yang  paling  penting  dalam pertumbuhan  dan  perkembangan  normal  anak.  Permasalahan  pada  daerah  gigi  dan  mulut bisa  berpengaruh  pada  pertumbuhan  dan  perkembangan  anak-anak  yangberdampak  pada kualitas   hidup   mereka.   Hal   tersebut   tidak   boleh   dibiarkan,   khususnya   pada   masa pertumbuhan  dan  perkembangan  anak,  karena  merupakan  faktor  pendukung  yang  paling utama untuk memenuhi asupan gizi seorang anak Menurut Konsil Kedokteran Indonesia (2018), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam  buku  sakunya,  ada  sekitar  89  persen  anak-anak  mengalami  karies.  Kerusakan  gigi masih  menjadi  masalah  baik  di  Negara  maju  dan  berkembang.  Siswa  anak  SD  biasanya berumur 6-12 tahun. Kelompok pada anak usia SD ini pada umumnya sedang dalam tahap gigi campuran, yang mana gigi sulung akan mulai lepas dan gigi tetap tumbuh. Pada keadaan ini,  bisa  memperparah  kerusakan  gigi  karena  gigi  tetap  belum  tumbuh  sempurna.  Hal  ini disebabkan karena siswa SD lebih menyukai makanan dan minuman penyebab karies yang rentan   meningkatkan   terjadinya   kerusakan   gigi.   Dengan   kondisi   seperti   itu   dapat mengganggu  dalam  mengunyah  makanan,  saat  bicara,  dan  keindahan  gigi  yang  tidak maksimal   yang   dapat   berdampak   sampai   dewasa. Terganggunya   Fungsi   gigi   dalam mengunyah  dapat  menyebabkan  terhambatnya  pertumbuhan  optimal  pada  anak,  karena kemampuan  mengunyah  makanan  menurun.  Sakit  gigi  yang  dirasakan  dapat  mengganggu aktivitas belajar anak, sehingga tidak berangkat sekolah (Kemenkes, 2012). Upaya yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan pada gigi dan mulut dengan cara memberikan  edukasi.  Kegiatan  ini  menggunakan  metode  penyuluhan  secara  langsung  dan demonstrasi praktekcara menggosok gigi yang baikdan benar serta memberikan kesempatan kepada  anak-anak  untuk  mencoba  mempraktikkannya  (Khayati  dkk,  2020).  Kegiatan  ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi kesehatan pada gigi dan mulut dalam upaya meningkatkan status kesehatan gigi anak KB Tasa Islam Terpadu desa Tualang Lama.Kata Kunci: Kebersihan Gigi, MulutTeeth and mouth are one part of the body that is the entry of food and drink into the body that can determine a number of nutritional intakes. The process of absorbing nutrients that enter the body can cause poor health conditions if a person's teeth are not healthy (Ministry of Health, 2022). One of the health of the body in the dental and oral areas is a component of the general health elements and is the most important factor in the normal growth and development of children. Problems in the dental and oral areas can affect the growth and development of children which has an impact on their quality of life. This should not be allowed, especially during the growth and development of children, because it is the most important supporting factor to meet a child's nutritional intake. According to the Indonesian Medical Council (2018), the Indonesian Dentist Association (PDGI) in its pocket book, around 89 percent of children experience caries. Tooth decay is still a problem in both developed and developing countries. Elementary school students are usually 6-12 years old. This group of elementary school-aged children is generally in the mixed teeth stage, where the deciduous teeth will begin to fall out and the permanent teeth grow. In this condition, it can worsen tooth decay because permanent teeth have not grown perfectly. This is because elementary school students prefer foods and drinks that cause caries which are prone to increasing tooth decay. With such conditions, it can interfere with chewing food, when talking, and the beauty of the teeth is not optimal which can have an impact until adulthood. Disruption of the function of teeth in chewing can hinder optimal growth in children, because the ability to chew food decreases. Toothache that is felt can interfere with children's learning activities, so they do not go to school (Ministry of Health, 2012). Efforts that can be made are to maintain dental and oral health by providing education. This activity uses direct counseling methods and demonstrations of how to brush teeth properly and correctly and provides opportunities for children to try to practice it (Khayati et al., 2020). This activity is carried out by providing health education on teeth and mouth in an effort to improve the dental health status of children in the Integrated Islamic Tasa KB, Tualang Lama Village..Keywords: Dental Hygiene, Mouth
MEMBERIKAN EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK DI SMK MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astryna; Kesumawati Kesumawati; Rulia Meilina; Chairanisa Anwar; Ewisna Syah Fitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan resistensi bakteri. World Health Organization (WHO) telah memperingatkan tentang peningkatan resistensi antibiotik secara global menimbulkan ancaman yang signifikan dapat mengurangi kemanjuran antibiotik melawan infeksi bakteri. Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui mengenai informasi penting tentang durasi, dosis dan cara penggunaan antibiotik. Maka dari itu, individu perluh memiliki pengetahuan tentang penggunaan antibiotik yang rasional. Pemberian edukasi tentang pencegahan resistensi antibiotik di SMK Muhammadiyah Banda Aceh berguna untuk memberikan informasi tentang penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 06 Februari 2024, mulai pukul 11.00 s/d selesai. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan para siswa di SMK Muhammadiyah Banda Aceh. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan pencegahan resistensi antibiotik.Kata Kunci: antibiotik, resistensi, lingkungan sekolah Use of antibioticswhich is irrationalcan increase bacterial resistance. World Health Organization (WHO) had warned about The global increase in antibiotic resistance poses a significant threatreduces the efficacy of antibiotics against bacterial infections.The public in general does not know important information about the duration, dosage and method of using antibiotics.Therefore, individuals need to have knowledge about the rational use of antibiotics. Providing education about preventing antibiotic resistance at SMK Muhammadiyah Banda Aceh is useful for providing information about the use of antibiotics which can cause undesirable effects. This educational activity will be held on February 06, 2024, starting at 11.00 until finished. This activity was carried out face to face with students at SMK Muhammadiyah Banda Aceh. The result of this activity is to increase students' knowledge and insight regarding the rational use of antibiotics and preventing antibiotic resistance.Keywords: antibiotic resistance
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN DALAM PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING PADA BALITA DI DESA TIBANG Alfitri Wahyuni; Raudhatun Nuzul ZA; Eva Rosdiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan pertumbuhan optimal balita sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Salah satu aspek penting dalam pemenuhan gizi balita adalah pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat. Namun, masih banyak orang tua yang kurang memahami pentingnya MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan anak, baik dari segi komposisi gizi maupun cara pemberiannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua balita di Desa Tibang mengenai pentingnya MP-ASI yang sehat, bergizi, dan aman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi pembuatan MP-ASI, serta pendampingan langsung kepada orang tua dalam praktik pemberian MP-ASI. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menyiapkan MP-ASI yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Diharapkan kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka malnutrisi dan meningkatkan kesehatan balita di Desa Tibang. 
PENYULUHAN SADARI PADA REMAJA PUTRI DI MADRASAH ALIYAH DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Cut Deli; Eva Nadilla; Fadia Aisya; Rika Novita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara menjadi salah satu jenis kanker yang berada pada urutan pertama di Asia maupun di Indonesia. Kasus kanker baru di dunia mencapai angka 20 juta kasus, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak (12,4%), diikuti kanker payudara (11,6%), kanker kolorektal (9,6%), kanker prostat (7,3%), dan kanker perut (4,9%). Penderita kanker payudara memulai pengobatan pada stadium lanjut. Kanker payudara bisa diatasi jika penderita mulai mendeteksi dan mengobatinya sejak dini. Upaya dini untuk melakukan skrining kanker payudara adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri agar mendeteksi secara dini kanker payudara melalui SADARI. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 17 November 2023 di Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa Kabuapten Aceh Besar dengan peserta siswi kelas III yang hadir pada hari kegiatan penyuluhan. Kegiatan pendidikan kesehatan ini melibatkan peran aktif mahasiswa Prodi D-III dan S1 Kebidanan Universitas Ubudiyah Indonesia. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan praktik melakukan SADARI, remaja putri telah dapat melakukan sadari untuk medeteksi dini kanker payudara, dan akan melakukan sadari secara rutin seminggu setelah menstruasi.Kata kunci : Penyuluhan Kesehatan, Kanker Payudara, SADARI Breast cancer is one type of cancer that is in first place in Asia and Indonesia. New cancer cases in the world reached 20 million cases, with a death toll of 9.7 million cases. Of this figure, lung cancer has the most cases (12.4%), followed by breast cancer (11.6%), colorectal cancer (9.6%), prostate cancer (7.3%), and stomach cancer (4, 9%). Breast cancer also occupies the top 5 positions for causes of cancer death. Breast cancer sufferers start treatment at an advanced stage. Breast cancer can be overcome if sufferers start detecting and treating it early. An early effort to screen for breast cancer is with the BSE program or breast self-examination. The aim of this outreach is to increase knowledge and awareness among young women regarding breast cancer which can be detected early through breast self-examination (BSE). This outreach activity was carried out on November 17 2023 at MAS Ruhul Islam Anak Bangsa, Aceh Besar Regency with class III female students attending on the day of the outreach activity. This health education activity involves the active role of D-III and Bachelor of Midwifery Study Program students at Ubudiyah University, Indonesia. After health education and practice of awareness, young women are able to carry out awareness to detect breast cancer early, and will carry out awareness regularly a week after menstruation.Keywords: Health Education, Breast Cancer, BSE

Page 1 of 2 | Total Record : 15