cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
LANGKAH TEPAT SEJAK DINI CEGAH STUNTING DI DESA SIMPUR KECAMATAN KETAMBE KABUPATEN ACEH TENGGARA 2023 Purnama Sari Cane; Eva Nurseptiana
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekurangan protein menyebabkan retardasi pertumbuhan dan kematangan tulang karena protein adalah zat gizi yang essensial dalam pertumbuhan. Meskipun asupan energi cukup, apabila asupan protein kurang maka akan menghambat pertumbuhan pada balita, kemudian bila kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh (Damayanti et al., 2016).  Stunting merupakan penggambaran dari status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita seperti karakteristik balita maupun faktor sosial ekonomi. Penelitian ini bersifat observasional dilakukan di Simpur, Kecamatan Ketambe Kabupaten Aceh Tenggara. Akibat minimnya pengetahuan warga desa tentang stunting, maka Universitar Nurul Hasanah serta mahasiswi bekerjasama dengan pemerintah Desa Sumberlesung untuk merangkul kembali warga dalam kegiatan penyuluhan pencegahan stunting. Kegiatan ini berisikan tentang himbauan pencegahan serta penangan stunting dengan tepat. Lalu dampak kesenjangan yang terjadi bila tidak menerapkan pola hidup sehat dan bersih yang bisa menyebabkan stunting pada anak. Selain itu, mahasiswa UNH Kutacane juga melakukan demonstrasi pada warga Desa khususnya para ibu-ibu dalam memberikan makanan pendamping ASI yang tepat, murah, dan mudah didapat dari alam sekitar. Dari kegiatan ini, hasil serta target yang ingin dicapai mahasiswa UNH adalah warga yang memiliki antusiasme yang tinggi sehingga kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar. Warga desa tidak merasa asing lagi dan mengetahui tentang cara mencegah stunting. Serta, pemberian makanan pendamping ASI secara tepat.Kata Kunci: Cegah Stunting Protein deficiency causes growth retardation and bone maturity because protein is an essential nutrient for growth. Even though energy intake is sufficient, if protein intake is insufficient it will inhibit growth in toddlers, then if there is a lack of iron it can cause problems with the immune system (Damayanti et al., 2016). Stunting is a description of chronic malnutrition during growth and development from early life. Many factors can cause stunting in toddlers, such as toddler characteristics and socio-economic factors. This observational research was conducted in Simpur, Ketambe District, Southeast Aceh Regency. Due to the village residents' lack of knowledge about stunting, Universitar Nurul Hasanah and its students collaborated with the Sumberlesung Village government to re-engage residents in stunting prevention outreach activities. This activity contains advice on preventing and handling stunting appropriately. Then there is the impact of inequality that occurs if you do not implement a healthy and clean lifestyle which can cause stunting in children. Apart from that, UNH Kutacane students also demonstrated to village residents, especially mothers, in providing appropriate, cheap and easy to obtain complementary breast milk food from the surrounding nature. From this activity, the results and targets that UNH students want to achieve are citizens who have high enthusiasm so that this outreach activity runs smoothly. Village residents no longer feel strange and know about how to prevent stunting. As well as, providing appropriate complementary foods for breast milk.Keywords: Prevent Stunting
PELATIHAN PEMBUATAN TEMPE INOVATIF BERBAHAN KACANG KORO SEBAGAI PRODUK PANGAN UNGGULAN UMKM Pardi Pardi; Herawati Herawati; Susila Ulfa; Munazar Munazar
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan Pembuatan Tempe Inovatif Berbahan Kacang Koro sebagai Produk Pangan Unggulan UMKM” dilaksanakan di Rumah Tempe Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta pelaku UMKM dalam mengolah kacang koro sebagai bahan baku alternatif pembuatan tempe yang bergizi, ekonomis, dan berpotensi menjadi produk unggulan daerah. Pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 25–26 Juli 2025, diikuti oleh 17 peserta yang terdiri atas pengusaha tempe lokal, pelaku UMKM, dan pegiat tempe rumahan. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Sosial Sains dan Ilmu Pendidikan Universitas Ubudiyah Indonesia yang berperan sebagai pembantu lapangan dan dokumentasi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan refleksi. Selama kegiatan, peserta mengikuti tiga sesi utama yang terdiri atas penyampaian materi, praktik langsung pembuatan tempe kacang koro, serta diskusi dan evaluasi hasil produk. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memahami dengan baik proses fermentasi tempe, teknik pengemasan, dan potensi pemasaran produk tempe kacang koro sebagai inovasi pangan lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam menumbuhkan semangat berwirausaha berbasis bahan lokal, memperluas wawasan inovasi pangan, serta memperkuat potensi UMKM di Banda Aceh. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta mampu memproduksi tempe kacang koro secara mandiri, menciptakan nilai tambah ekonomi, dan mendukung pengembangan produk pangan fungsional yang berkelanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, tempe inovatif, kacang koro, UMKM. Abstract The community service activity titled “Training on Innovative Tempe Production Using Koro Beans as a Leading MSME Food Product” was conducted at Rumah Tempe Alue Naga, Syiah Kuala, Banda Aceh. This program aimed to enhance the knowledge and skills of local communities and micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in processing koro beans as an alternative raw material for tempe production that is nutritious, economical, and has the potential to become a regional flagship product. The training was held over two days, on July 25–26, 2025, and was attended by 17 participants, including local tempe producers, MSME owners, and home-based tempe entrepreneurs. The activity also involved two students from the Faculty of Health Sciences and the Faculty of Social Sciences and Education, Universitas Ubudiyah Indonesia, who assisted as field and documentation support. The implementation method consisted of four stages: preparation, training execution, evaluation, and reflection. The program included three main sessions—material presentation, hands-on practice in koro bean tempe production, and product evaluation and discussion. The participants demonstrated great enthusiasm throughout the activity and actively engaged in every session. The evaluation results indicated that participants gained a solid understanding of the fermentation process, hygienic packaging techniques, and product marketing strategies for innovative koro bean tempe. This activity had a positive impact on the local community by encouraging entrepreneurship based on local resources, expanding food innovation insights, and strengthening the potential of MSMEs in Banda Aceh. Through this training, participants are expected to be able to independently produce koro bean tempe, increase its economic value, and support the sustainable development of functional local food products. Keywords: Training, innovative tempe, koro beans, MSM.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG SADARI UNTUK MENCENGAH TERJADINYA KANKER PAYUDARA DI PASANTREN BABUN NAJAH Asmaul Husna; Nuzulul rahmi; Leny Erlinda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak terdiagnosa danpenyebab kematian di dunia. Umumnya kanker payudara menyerang wanita usiasubur.Kanker payudara sendiri dapat dideteksi dan cegah dengan carapemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Untuk terjadinya suatu perilaku SADARI salah satunya dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap.Sehinggaperlu dilakukannya penelitian untuk mengetahui pengetahuan dan sikap terhadaptindakan SADARI.Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita.Walaupun kini sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya atensi dari kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini.Kesadaran akan pentingnya memahami apa dan bagaimana penyakit kanker tersebut menjadi sangat penting, sebab pengenalan dan pemahaman sejak dini akan mampu mendeteksi dini setiap gejala penyakit ini, sehingga penyakit kanker ini bisa ditangani sejak dini. karena jika sudah terdeteksi sejak dini, penanganannya pun efektif dan efesien, sehingga tidak terlalu membahayakan dan bahkan bisa ditangani secara tuntas. Kata kunci : Sadari danPencengahan Kanker Payudara
KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SEJAK DINI DESA TUALANG LAMA KECAMATAN DELENG PORKHKISEN KABUPATEN ACEH TENGGARA 2024 Uci Lestari; Eva Nurseptiana; Purnama Sari Cane
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gigi dan mulut adalah salah satu bagian dari  tubuh  yang  merupakan  masuknya  makanan  dan  minuman  ke  dalam  tubuh  yang  bisa menentukan  sejumlah  asupan  gizi.  Proses  penyerapan  nutrisi  yang  masuk  ke  dalam  tubuh dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk jika gigi seseorang tidak sehat (Kemenkes, 2022) Salah satu kesehatan tubuh pada daerah gigi dan mulut merupakan bagian komponen dari  unsur  kesehatan  yang  secara  umum  dan  menjadi  faktor  yang  paling  penting  dalam pertumbuhan  dan  perkembangan  normal  anak.  Permasalahan  pada  daerah  gigi  dan  mulut bisa  berpengaruh  pada  pertumbuhan  dan  perkembangan  anak-anak  yangberdampak  pada kualitas   hidup   mereka.   Hal   tersebut   tidak   boleh   dibiarkan,   khususnya   pada   masa pertumbuhan  dan  perkembangan  anak,  karena  merupakan  faktor  pendukung  yang  paling utama untuk memenuhi asupan gizi seorang anak Menurut Konsil Kedokteran Indonesia (2018), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam  buku  sakunya,  ada  sekitar  89  persen  anak-anak  mengalami  karies.  Kerusakan  gigi masih  menjadi  masalah  baik  di  Negara  maju  dan  berkembang.  Siswa  anak  SD  biasanya berumur 6-12 tahun. Kelompok pada anak usia SD ini pada umumnya sedang dalam tahap gigi campuran, yang mana gigi sulung akan mulai lepas dan gigi tetap tumbuh. Pada keadaan ini,  bisa  memperparah  kerusakan  gigi  karena  gigi  tetap  belum  tumbuh  sempurna.  Hal  ini disebabkan karena siswa SD lebih menyukai makanan dan minuman penyebab karies yang rentan   meningkatkan   terjadinya   kerusakan   gigi.   Dengan   kondisi   seperti   itu   dapat mengganggu  dalam  mengunyah  makanan,  saat  bicara,  dan  keindahan  gigi  yang  tidak maksimal   yang   dapat   berdampak   sampai   dewasa. Terganggunya   Fungsi   gigi   dalam mengunyah  dapat  menyebabkan  terhambatnya  pertumbuhan  optimal  pada  anak,  karena kemampuan  mengunyah  makanan  menurun.  Sakit  gigi  yang  dirasakan  dapat  mengganggu aktivitas belajar anak, sehingga tidak berangkat sekolah (Kemenkes, 2012). Upaya yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan pada gigi dan mulut dengan cara memberikan  edukasi.  Kegiatan  ini  menggunakan  metode  penyuluhan  secara  langsung  dan demonstrasi praktekcara menggosok gigi yang baikdan benar serta memberikan kesempatan kepada  anak-anak  untuk  mencoba  mempraktikkannya  (Khayati  dkk,  2020).  Kegiatan  ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi kesehatan pada gigi dan mulut dalam upaya meningkatkan status kesehatan gigi anak KB Tasa Islam Terpadu desa Tualang Lama.Kata Kunci: Kebersihan Gigi, MulutTeeth and mouth are one part of the body that is the entry of food and drink into the body that can determine a number of nutritional intakes. The process of absorbing nutrients that enter the body can cause poor health conditions if a person's teeth are not healthy (Ministry of Health, 2022). One of the health of the body in the dental and oral areas is a component of the general health elements and is the most important factor in the normal growth and development of children. Problems in the dental and oral areas can affect the growth and development of children which has an impact on their quality of life. This should not be allowed, especially during the growth and development of children, because it is the most important supporting factor to meet a child's nutritional intake. According to the Indonesian Medical Council (2018), the Indonesian Dentist Association (PDGI) in its pocket book, around 89 percent of children experience caries. Tooth decay is still a problem in both developed and developing countries. Elementary school students are usually 6-12 years old. This group of elementary school-aged children is generally in the mixed teeth stage, where the deciduous teeth will begin to fall out and the permanent teeth grow. In this condition, it can worsen tooth decay because permanent teeth have not grown perfectly. This is because elementary school students prefer foods and drinks that cause caries which are prone to increasing tooth decay. With such conditions, it can interfere with chewing food, when talking, and the beauty of the teeth is not optimal which can have an impact until adulthood. Disruption of the function of teeth in chewing can hinder optimal growth in children, because the ability to chew food decreases. Toothache that is felt can interfere with children's learning activities, so they do not go to school (Ministry of Health, 2012). Efforts that can be made are to maintain dental and oral health by providing education. This activity uses direct counseling methods and demonstrations of how to brush teeth properly and correctly and provides opportunities for children to try to practice it (Khayati et al., 2020). This activity is carried out by providing health education on teeth and mouth in an effort to improve the dental health status of children in the Integrated Islamic Tasa KB, Tualang Lama Village..Keywords: Dental Hygiene, Mouth
SOSIALISASI POLA HIDUP SEHAT BAGI SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Marniati Marniati; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Sosialisasi Pola Hidup Sehat bagi Siswa di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan untuk membantu permasalahan ini bertujuan agar para siswa memiliki wawasan yang luas sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Individu yang cerdas adalah individu yang sehat. Siswa di sekolah sebagai cikal bakal SDM bangsa yang menentukan baik buruk peradaban bangsa ke depan. Maka dari itu, pola hidup sehat merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan dan eksistensi diri di masa depan. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi pola hidup sehat di sekolah ini menunjukkan (1) adanya peningkatan pola hidup sehat pada diri siswa; (2) para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pola hidup sehat dan mengaku perlu adanya kegiatan-kegiatan lanjutan tentang kesehatan di sekolah; dan (3) Peningkatan wawasan dan pola hidup sehat di SIT Fajar Hidayah Aceh akan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan Apotek Sehat Sekolah, Meracik Obat Sehat Tradisionl dan sebagainya.Kata Kunci: Sosialisasi, Pola Hidup Sehat, Sekolah Sehat In Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that Universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one form of community service that can be done by the University of Ubudiyah Indonesia is: "Socialization of Healthy Lifestyles for Students at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness as a result of learning, so that they can independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. Therefore, the implementation of community service carried out to help with this problem aims to make students have broad insights so that they can be implemented in everyday life at school. Intelligent individuals are healthy individuals. Students in schools are the forerunners of the nation's human resources who determine the good and bad of the nation's civilization in the future. Therefore, a healthy lifestyle is an important factor that determines health and self-existence in the future. The method of implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of stages: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the implementation of the socialization of healthy lifestyles in this school showed (1) an increase in the healthy lifestyle of students; (2) the students enthusiastically participated in the socialization of healthy lifestyles and admitted the need for follow-up activities on health in schools; and (3) The improvement of knowledge and healthy lifestyle at SIT Fajar Hidayah Aceh will be followed up with activities of School Healthy Pharmacy, Mixing Traditional Healthy Medicines and so on.Keywords: Socialization, Healthy Lifestyle and Healthy School
EDUKASI KESEHATAN TENTANG POLA HIDUP SEHAT CARA MENCUCI TANGAN YANG BAIK DAN BENAR PADA SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Periskila Dina Kali Kulla; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan oleh seorang dosen dalam memenuhi Tridharma Perguruan Tinggi selain penelitian dan pengajaran. Dalam proses pelaksanaan pengabdian, dosen membagikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mayarakat tersebut. Pelaksanaan pengabdian kali ini berlokasi di sekolah SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School, beralamat di Blang Bintang Aceh Besar. Edukasi Kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian untuk mengedukasi siswa tentang pola hidup sehat. Salah satu bentuk pola hidup sehat tersebut adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar. Pola mencuci tangan adalah dasar Kesehatan yang paling penting dan utama yang harus diajarkan kepada siswa sejak dini.Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan, Pola hidup sehat, Mencuci tanganCommunity service is one of the mandatory activities carried out by a lecturer in fulfilling the Tridharma of Higher Education besides research and teaching. In the process of implementing community service, lecturers share their knowledge with the community with the aim of increasing the community's knowledge. The service this time is located at the SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School school, having its address at Blang Bintang Aceh Besar. Health Education is a form of service to educate students about healthy lifestyles. One form of a healthy lifestyle is how to wash your hands properly and correctly. The pattern of hand washing is the most important and primary health basis that must be taught to students from an early age.Keywords: Education, Health, Healthy lifestyle, Hand washing
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN INTERVENSI PEMBERIAN JUS NANAS DALAM MENURUNKAN KADAR KOLESTROL Miranda Saputri; Riyan Mulfianda; Nanda Desreza
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasaan makan yang salah dan gaya hidup merupakan faktor resiko meningkatnya kadar kolesterol darah. Kebiasaan makan orang Aceh biasanya menyukai makanan yang mengandung lemak dan yang diolah menggunakan lemak, frekuensi minum kopi lebih dari 2 kali sehari yang berarti tingginya konsumsi gula sebagai sumber karbohidrat refined, kurang konsumsi sayur dan buah. Tujuan untuk mengetahui Asuhan Keperawatan Komunitas Dengan Pemberian Jus Nanas Untuk Menurunkan Kadar Kolestrol Di Desa Aron Kuta Baro Aceh Besar. Terdapat tiga diagnosa keperawatan defisit pengetahuan tentang hiperkolesterolemia b.d kurang terpapar informasi, manajemen kesehatan tidak efektif b.d kompleksitas program perawatan/pengobatan dan kesiapan peningkatan manajemen kesehatan d.d keinginan untuk mengelola masalah kesehatan dan pencegahannya. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah pemberian jus nanas untuk menurunkan kadar kolestrol. Hasil evaluasi yang didapatkan terhadap para klien dengan intervensi menggunakan jus nanas terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolestrol dari 252 mg/dl menjadi 201 mg/dl selama 6 hari. Rekomendasi bagi masyarakat khususnya lansia yang menderita kolestrol diharapkan untuk memberikan motivasi dan dorongan kepada lansia untuk memanfaatkan terapi non farmakologi seperti terapi jus nanas dalam mengatasi kolestrol dan dilakukan secara teratur, sehingga program tetap berjalan sesuai rencana tindak lanjut yaitu intervensi pemberian terapi jus nanas
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI UNTUK PENCEGAHAN MASALAH GIZI DI GAMPONG ALUE DEAH TEUNGOH KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi; Eva Rosdiana; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak dan mencegah anak dari masalah gizi. Kenyataan di lapangan masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI pada bayinya secara tidak tepat baik dari segi pengolahan makanan dan cara pemberiannya, hal ini dapat berisiko tidak baik bagi bayinya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) tentang MP-ASI dan menumbuhkan kesadaran orangtua bayi dalam ketepatan pemberian MP-ASI untuk mecegah masalah gizi. Media yang digunakan berupa brosur, sedangkan metode yang digunakan secara wawancara. Kesimpulan dalam kegiatan ini yaitu sasaran objek MP-ASI pada bayi 6-12 bulan. Berdasarkan hasil dari kegiatan diatas diharapkan menumbuhkan kesadaran orangtua untuk mengetahui MP-ASI yang tepat. Kata Kunci : MP-ASI, Gizi, Pendidikan KesehatanComplementary breast milk food (MP-ASI) is food or drink containing nutrients given to babies or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Providing proper MP-ASI is very important for children's growth and development and preventing children from nutritional problems. The reality in the field is that there are still many mothers who give MP-ASI to their babies incorrectly, both in terms of food processing and the way it is given, this could pose a risk that is not good for their babies. The aim of this community service is to provide health education (education) about MP- ASI and raise awareness of parents of babies regarding the accuracy of providing MP-ASI to prevent nutritional problems. The media used was brochures, while the method used was interviews. The conclusion in this activity is that the target object is MP-ASI for babies 6- 12 months. Based on the results of the above activities, it is hoped that parents will increase awareness of knowing the right MP-ASI Keywords: MP-ASI, Nutrition, Health Education
EDUKASI DAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN ANEMIA PADA REMAJA DI PASANTREN BABUN NAJAH ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Asmaul Husna; Faradilla Safitri; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang berada pada masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, yaitu sekitar usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang sangat cepat (WHO, 2021). Periode remaja menjadi fase krusial karena di masa ini terjadi proses pematangan organ reproduksi dan pembentukan perilaku hidup yang akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan di masa depan (Kemenkes RI, 2022). Dampak anemia tidak hanya sebatas kelelahan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan konsentrasi, mempengaruhi prestasi akademik, dan menurunkan daya tahan tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia pada remaja putri dapat berlanjut hingga masa dewasa dan kehamilan, yang kemudian meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan komplikasi kehamilan (Almatsier, 2019; WHO, 2021). Secara jangka panjang, peningkatan kesadaran dan pengetahuan remaja di pesantren ini akan berkontribusi terhadap penurunan angka kejadian anemia di kalangan remaja, peningkatan kualitas generasi muda, serta mendukung program nasional Indonesia Sehat 2045.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN DIARE PADA BAYI DAN BALITA DI DESA LADONG KECAMATAN MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Nuzulul Rahmi; Devi Mona Santi; Wilda Yanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 1, No 2 (2019): VOL, 1, NO. 2, OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun. Diare sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan jumlah penderita dan kematian yang besar, terutama diare akut yang disebabkan oleh infeksi dan     keracunan  makanan. KLB  sering  terjadi  didaerah  dengan  sanitasi  buruk. Salah satu penyebab diare pada masyarakat adalah perilaku hidup sehat yang belum baik, masih banyak sampah yang di buang bukan pada tempatnya, buang air besar tidak di jamban serta kebiasaan minum air mentah dan makan yang tidak didahului dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Penderita diare yang ditangani adalah Jumlah penderita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan dan kader pada suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun (Dinas Kesehatan Provinsi Aceh 2015). Tujuan penyuluhan ini adalah peserta pengetahui pengertian diare, tahap diare, penyebab diare dan penganan diare pada bayi dan balita. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini dilakukan 1 hari pada pada 18 Juni 2019. Peserta yang diikutkan dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita yang datang ke Posyandu. Kata kunci : diare bayi, diare balita, penyuluhan kesehatan

Page 11 of 22 | Total Record : 218