cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 218 Documents
SOSIALISASI TENTANG POLA HIDUP SEHAT SELAMA MASA PANDEMI COVID 19 Ismiati Ismiati; Desi Nuradiska; Syarifah Assyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Corona (Covid 19) merupakan salah satu penyakit yang dapat menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut corona virus (SAR-COV-2). Pada manusia beberapa gejala yang ditimbulkan seperti infeksi pernafasan yang dimulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah. Penularannya dapat terjadi secara langsung, kontak tidak langsung maupun kontak erat dengan orang yang terinfeksi melalui sekresi seperti air liur, dan sekreasi saluran pernafasan yang keluar berupa cairan atau droplet yang dikeluarkan saat orang terinfeksi batuk, bersin, berbicara. Untuk menjaga kekebalan tubuh dari penularan virus tersebut dibutuhkan imunitas yang kuat untuk menjaga kekebalan tubuh sehingga masyarakat perlu diperkenalkan pola hidup yang sehat selama kepada masyarakat selama masa pandemi. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan pola hidup kepada masyarakat agar terhindar dari virus yang berbahaya dengan pola hidup yang sehat. Pengabdian masyarakat dilaksanakan di Gampong Lampineung, Banda aceh. Sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terlebih dahulu kami meminta izin kepada kepala desa. Kegiatan pengabdian masyarakat hanya dihadiri oleh masyarakat yang berjumlah kurang dari 20 orang dikarenakan untuk menghindari kerumunan serta tetap menggunakan masker. Secara keseluruhan setelah dilakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat di masa pandemi covid 19 maka masyarakat lebih mengetahui tentang pola hidup sehat di masa pandemi dan bisa memilih makanan yang sehat untuk menjaga imunitas tubuh serta dapat membedakan virus corona sama dengan flu biasa. Padahal gejala klinis yang dapat  muncul akibat terinfeksi virus ini seperti gejala flu biasa (demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala) hingga komplikasi berat (diare dan pneumonia). Selain itu untuk pencegahannya boleh menenrapkan pola 3M yaitu (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak).Kata Kunci : Virus corona, SosialisasiCorona Virus (Covid 19) is one of the infectious diseases caused by the Corona Virus Acute Respiratory Syndrome (SAR-COV-2). In humans, some of the symptoms caused such as respiratory infections that start from the common cold to more severe illnesses. Transmission can occur directly, indirect contact or close contact with an infected person through secretions such as saliva, and respiratory tract secretions that come out in the form of liquid or droplets that are released when an infected person coughs, sneezes, or talks. To maintain immunity from the transmission of the virus, strong immunity is needed to maintain immunity, so people need to be introduced to a healthy lifestyle during the pandemic. This service aims to introduce a lifestyle to the community to avoid dangerous viruses with a healthy lifestyle. Community service was carried out in Gampong Lampineung, Banda Aceh. Before carrying out community service activities, we first asked permission from the village head. Community service activities were only attended by people who numbered less than 20 people due to avoiding crowds and still wearing masks. Overall, after socializing about healthy lifestyles during the COVID-19 pandemic, people know more about healthy lifestyles during the pandemic and can choose healthy foods to maintain body immunity and can distinguish the corona virus from the common cold. Whereas clinical symptoms that can appear due to infection with this virus include symptoms of the common cold (fever, cough, runny nose, sore throat, muscle aches, headache) to severe complications (diarrhea and pneumonia). In addition, for prevention, it is permissible to apply the 3M pattern, namely (washing hands, wearing masks and keeping a distance).Keywords: Corona virus, Socialization
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN MENTAL DAN KESAHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 6 ACEH BESAR Asmaul Husna; Fauziah Andika; Ratna Willis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental pada remaja sangat penting di terapkan di lingkungan sekolah sehingga di lingkungan sekolah terjadi interaksi antar sekolah. Siswa dapat berinteraksi dengan teman sebayanya, dengan kakak tingkat, adik tingkat, maupun dengan guru yang mendidik mereka. Seseorang yang mempunyai sehat mental dapat berinteraksi dengan baik di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Dalam berinteraksi terkadang terdapat konflik, baik dari lingkungan sesama teman ataupun konflik yang terjadi dalam diri individu tersebut. Konflik yang di alami dapat menyebabkan gangguan pada diri individu sehingga mudah mengalami penyakit mental. Remaja, sebagai pewaris masa depan bangsa, memiliki peran krusial dalam proses pembangunan. Menurut World Health Organization (WHO), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Jumlah kelompok usia 10-19 tahun di Indonesia menurut sensus penduduk 2010 sebanyak 43,5 juta atau sekitar 18% dari jumlah penduduk. 
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT GOUT DI DESA COT YANG ACEH BESAR Nanda Desreza; Khairuni Azrah; Eni Widiyawati; Susi Handarista; Vidi Hidayatun Naja; Nada Aprillia; Maria Ulfa; Erna Erna; Nadiatul Hikmah; Santi Sinaga; Ariska Arfianda; Una Namira
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 5, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Cot Yang termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Kuta Baro, salah satu masalah kesehatan lansia adalah asam urat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan untuk memberikan pelayanan pemeriksaan umum dan edukasi kesehatan secara dini untuk menjaga kesehatan masyarakat. Target dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat di desa Cot Yang, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Luaran dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam upaya menjaga kesehatannya. Kapasitas pelayanan pengabdian kepada masyarakat kami tertuju untuk 20 peserta yang didistribusikan secara merata di desa Cot Yang. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu pemahaman masyarakat dan lansia di desa dapat meningkat melalui pemberian pendidikan dan pengetahuan tentang pengertian penyakit asam urat, berbagai macam dampak yang ditimbulkan akibat penyakit asam urat. Melalui kegiatan ini diharapkan agar Pendidikan kesehatan tentang pengertian penyakit asam urat perlu dioptimalkan terutama cara pencegahan dan penyebabnya, sehingga masyarakat desa Cot Yang dapat hidup berkualitas. Kata Kunci : Pendidikan, Kesehatan, GoutThe village of cot yang belongs to the area of Kuta Baro district, one of the health problems of the elderly is gout. The implementation of community service activities is carried out to provide general examination services and early health education to maintain public health. The target in the implementation of this community's devotion is the community in the village of Cot Yang, Kuta Baro district, Aceh besar district. The outcome of this activity is to raise public awareness and knowledge in an effort to maintain their health. Our community service capacity is targeted at 20 participants distributed evenly in the village of Cot Yang. Based on the activities that have been carried out, some conclusions can be drawn that the understanding of the community and the elderly in the village can be improved through the provision of education and knowledge about understanding of gout disease, and the impact caused by gout. Through this activity, it is hoped that health education on the understanding of gout disease needs to be optimized especially the methods of prevention and its causes, so that the people of the village of Cot Yang can live a quality of life. Keywords: Education, Health, Gout
EDUKASI IBU MENYUSUI DALAM MENINGKATKAN KELANCARAN ASI DENGAN PIJAT OKSITOSIN DI DESA GAMPONG UJUNG BATEE KECAMATAN MASJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Fitriyanti Fitriyanti; Raudhatun Nuzul ZA; Ulfa Husna Dhirah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breast milk (ASI) production is often hindered by a lack of oxytocin hormone stimulation and limited knowledge among breastfeeding mothers about how to improve milk flow. One effective non-pharmacological method to enhance breast milk production is oxytocin massage, a massage technique along the spine that stimulates the release of the oxytocin hormone. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of breastfeeding mothers in performing oxytocin massage to promote breast milk production. The activity was conducted in Gampong Ujung Batee Village, Masjid Raya Subdistrict, Aceh Besar District, in September 2025. The implementation methods included health education sessions, oxytocin massage demonstrations, and hands-on practice guided by the implementing team. The participants consisted of 15 breastfeeding mothers and community health volunteers (posyandu cadres). The results showed an 80% increase in the mothers’ knowledge of the benefits and techniques of oxytocin massage after the educational intervention. In addition, most participants reported smoother breast milk flow within 2–3 days of routinely performing oxytocin massage. This activity had a positive impact on improving the understanding of breastfeeding mothers regarding the importance of oxytocin hormone stimulation for successful breastfeeding. It is expected that similar programs can be sustainably implemented by health workers and community cadres in the area.
PENYULUHAN CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI TK DAYAH ISYRAFI DARUSSA’DAH ALUE KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA Salamah Salamah; Masyitah H; Ita Maulita; Mutia Mutia; Khairani Khairani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 2, No 1 (2020): VOL. 2 NO. 1, APRIL 2020
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesehatan mulut dan gigi merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan mulut dan gigi dapat mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk pada saat terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain pada tubuh. Gangguan kesehatan mulut bisa jadi menyeluruh, termasuk bila terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain pada tubuh. Gangguan kesehatan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari, antara lain menurunnya kesehatan umum, penurunan harga diri, serta gangguan kinerja dan kehadiran di sekolah atau tempat kerja. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara menggosok gigi yang benar. Metode pelayanan ini menggunakan penyuluhan (ceramah dan tanya jawab) serta demonstrasi cara menggosok gigi yang benar. Kesimpulan: terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang cara menggosok gigi dengan benar dan mampu mempraktikkan cara menggosok gigi dengan benar. Saran dari penulis adalah lebih sering melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan untuk anak dan didampingi oleh orang tua agar mengetahui pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta memberikan pemahaman kepada orang tua untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin.Kata kunci: Pendidikan, cara menyikat gigi
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI MAN 5 ACEH BESAR Fauziah Andika; Nuzulul Rahmi; Sahbainur Rezeki; Rulia Meilina; Faradilla Safitri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa  remaja  merupakan  masa  yang  dianggap  rawan  dalam kehidupan karena merupakan masa peralihan dari kehidupan anak menjadi kehidupan dewasa  yang  penuh  gejolak.  Pemberian  informasi  masalah  seksual  menjadi  penting terlebih lagi mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif. Pendidikan tentang kesehatan reproduksi sangatlah penting bagi remaja dikarenakan, remaja saat ini masih kurang pengetahuan tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan kurangnya keingintahuan remaja tentang bahayanya jika seseorang tidak paham dan tidak peduli dengan kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan perilaku negative yaitu perilaku seks bebas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 22 November 2023 dengan jumlah peserta 34 orang siswa/I di MAN 5 Aceh Besar. Hasil dari kegiatan ini adalah Pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi membantu remaja dalam membuat keputusan yang sehat dan bertanggung jawab terkait dengan tubuh dan kehidupan seksual mereka, serta membantu mereka mempersiapkan masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Kesehatan reproduksi, pengetahuan, perilaku Adolescence is a period that is considered vulnerable in life because it is a transition period from child life to turbulent adult life.  Providing information on sexual problems is important especially considering that adolescents are in an active sexual potential. Education about reproductive health is very important for adolescents because, adolescents today still lack knowledge about the importance of reproductive health and lack of curiosity about the dangers if someone does not understand and does not care about reproductive health. Lack of knowledge can lead to negative behavior, namely free sexual behavior. This activity was held on Wednesday, November 22, 2023 with 34 participants at MAN 5 Aceh Besar. The results of this activity are A comprehensive understanding of reproductive health helps adolescents make healthy and responsible decisions related to their bodies and sexual lives, and helps them prepare for a better future.Keywords: Reproductive health, knowledge, behavior
REMAJA CERDAS, SEHAT, DAN BERAKHLAK: PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI MAS BABUN NAJAH Ulfa Husna Dhirah; Fitriyanti Fitriyanti; Rizka Amalia Putri; Finaul Asyura; Ririn Nabila
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, seperti pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, serta infeksi menular seksual. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman yang benar menjadi salah satu faktor utama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi melalui penyuluhan di MAS Babun Najah. Metode yang digunakan adalah edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet. Kegiatan diikuti oleh 45 siswi putri kelas XI. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep pubertas, kebersihan organ reproduksi, risiko pergaulan bebas, serta pentingnya menjaga nilai moral dan agama dalam pergaulan. Kesimpulan penyuluhan kesehatan reproduksi efektif meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi sesuai nilai agama dan norma sosial. Kata Kunci: Remaja, Kesehatan Reproduksi, Penyuluhan, Edukasi, Sekolah
MENINGKATKAN PERAN GENERASI MUDA (MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT) SEBAGAI LEADER PUBLIC HEALTH Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 3, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan bagi suatu negara dapat dilihat dari kualitas pemuda bangsanya, para pemuda mempunyai peran yang besar bagi setiap perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungan masyarakat, terlebih lagi “mahasiswa” yang disebut sebagai “agent of change”. Sesuai sebutannya yaitu sebagai agen perubahan mahasiswa harus berpeperan aktif dalam membantu membangun bangsa ini, banyak hal positif yang dapat dilakukan seperti menghasilkan karya karya ilmiah yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, peran aktif dilingkungan masyarakat, menjadi teladan yang baik masyarakat dan hal lain yang bersifat produktif, kegiatan positif tersebut tidak dapat dilakukan tanpa adanya spirit besar yang membangun, maka dari itu mari kepada seluruh pemuda kita bangun dari tidur kita, kita bangun dari sifat kemalasan kita ,agar kita dapat memberi kontribusi yang nyata bagi bangsa ini, bangsa ini butuh kalian hai para pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 April 2021 dengan menggunakan Zoom. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatkan peran generasi muda sebagai leader public health
MENINGKATKAN ORIENTASI MASA DEPAN SISWA MELALUI PELATIHAN BIMBINGAN KARIR Melda Sofia; Widya Arfani Purba
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep orientasi masa depan siswa tidak hanya menyangkut masa depan mereka untuk belajar lebih baik, tapi dapat pula dipandang siswa memiliki motivasi, kemampuan dan perilaku terhadap kesulitan yang dialaminya, dan mendapat perlindungan. Selama ini, siswa masih bingung dalam menentukan masa depan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu, perlunya psikoedukasi bimbingan karir untuk meningkatkan orientasi masa depan siswa. Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini cukup efektif dan bermanfaat bagi siswa dengan nilai rata – rata dari 12,78 (pre-test) menjadi 14,83 (post-test).Kata kunci: orientasi masa depan siswa
SOSIALISASI BATAS PENGGUNAAN OBAT (BEYOND USE DATE) KEPADA SISWA SMAN 8 BANDA ACEH Fitria Fitria; Chairanisa Anwar; Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat yang telah melalui proses peracikan, pengenceran, atau pengemasan ulang  yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa produk asli. Evaluasi ini bertujuan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien, serta mencegah risiko penggunaan obat yang tidak lagi memenuhi standar kualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan, pemaparan materi, untuk siswa negeri SMAN 8 Banda Aceh yang hadir di acara penyuluhan BUD. Diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini  siswa dapat mengetahui BUD sehingga membantu siswa memahami batas waktu obat tetap stabil, aman digunakan dan dapat menggunakan obat secara rasional.

Page 1 of 22 | Total Record : 218