cover
Contact Name
Aan Sofyan
Contact Email
a122@ums.ac.id
Phone
+6281228291116
Journal Mail Official
jurnalberkawan@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 57169 Central Java, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Berkawan
ISSN : -     EISSN : 30467799     DOI : -
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat adalah sebuah jurnal peer-reviewed yang berisi artikel hasil pengabdian kepada masyarakat yang didasarkan pada pemecahan solusi terhadap di bidang kesehatan dalam suatu masyarakat. Jurnal ini merupakan suatu terbitan berkala yang digunakan sebagai laporan maupun publikasi terkait dengan aplikasi ilmu pengetahuan yang dilakukan dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1. No. 3, September 2024" : 8 Documents clear
BENTO BOX AND NUTRITION FLASHCARD: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENERAPAN ISI PIRINGKU PADA ANAK PANTI ASUHAN YAYASAN NUR HIDAYAH SURAKARTA Syifa Hanindhiya Zayyani; Alya Nida Tendyansyah; Elva Ristifani; Difaa’ Millati ‘Izzah; Yuyun Novita; Dyah Intan Puspitasari
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.5968

Abstract

Permasalahan yang ada di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan hygiene sanitasi di kalangan pengelola, pengasuh, dan anak asuh. Selain itu, anak-anak asuh juga belum memahami porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Gradasi Gizi (Gerakan Edukasi Gizi) diterapkan sebagai langkah utama untuk mengatasi masalah tersebut. Program Gradasi Gizi (Gerakan Edukasi Gizi) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi seimbang dan hygiene sanitasi di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis dengan Bento Box dan permainan edukasi berupa Nutrition Flashcard. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan gizi, penurunan prevalensi anemia, serta terdapat perbaikan status gizi anak-anak panti asuhan. Program ini memberikan manfaat positif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di panti asuhan.
PEMBERIAN EDUKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI MENUJU LANSIA BUGAR Nanda Dwi Mahardika Nanda; Fauzia Shafa Rachmania Rachmania; Tiara Putri Navy; Risqi Amelia Ajifadillah; ‘Aliya Nisa Mubina; Vina Aliyyaa Hanan; Sri Indra Kurnia
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.5993

Abstract

Jawa Tengah termasuk ke dalam provinsi dengan data hipertensi yang tinggi. Pada daerah yang dicoba diobservasi adalah Desa Jetis, Kecamatan Baki. Kabupaten Sukoharjo, setelah dilakukan pengamatan kebanyakan masyarakat memiliki perilaku hidup yang beresiko menimbulkan hipertensi. Banyak khususnya masyarakat lanjut usia di Desa Jetis yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, sedangkan saat diwawancara mengenai gaya hidup atau gaya hidup mereka cenderung tidak dijaga dengan ketat agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius dari hipertensi itu sendiri. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan tentang hipertensi pada masyarakat. Pendidikan kesehatan merupakan serangkaian upaya kecil yang dapat dilakukan untuk memberikan informasi pada masyarakat. Metode pelaksanaan penyampaian edukasi yang dilakukan menggunakan media poster dengan metode ceramah atau penyuluhan. Pada pelaksanaan kegiatan peserta sebanyak 30 lansia, yang terdiri dari 28 wanita (93,3%) dan 2 pria (6,7%), dengan rentang usia 45-59 tahun sebanyak 22 (73.3%), usia 60-74 tahun sebanyak 6 (20%), dan usia 75-90 sebanyak 2 (6,7%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program berjalan lancar dan efektif, dengan peserta yang kooperatif dan responsif terhadap materi yang disampaikan. Untuk program di masa mendatang, disarankan agar alokasi waktu ditingkatkan, penggunaan alat bantu visual dan audio diperjelas, serta sesi tanya jawab diperpanjang untuk memastikan pemahaman yang lebih mendalam. Dengan rekomendasi ini, diharapkan program edukasi kesehatan dapat lebih efektif dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA ANAK-ANAK DI DESA WARU, BAKI, SUKOHARJO Tri Novaliano Rechtsi Medistianto; Fahra Fadhilla; Putri Komalasari; Tsabitha Aqiella Madjid; Nabillah Syifa Athalia; Rosanna Jane; Rashida Farellia Az-Zahra; Intan Uzy Hanifah; Yoeristia Roembiasiwi; Sabela Riska Pratiwi; Meylia Puspitasari; Mutiara Bahi Almayda
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6023

Abstract

Salah satu alasan tingginya kasus penyakit infeksi pada anak adalah kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti tidak mencuci tangan dengan benar. Sayangnya, masih banyak orang yang meremehkan pentingnya mencuci tangan dengan benar, yang disebabkan oleh kurangnya edukasi atau informasi yang memadai. Edukasi tentang pentingnya mencuci tangan yang benar adalah solusi utama untuk masalah ini. Pada kesempatan ini, anak-anak di Desa Waru, Baki, Sukoharjo menjadi target program edukasi mencuci tangan dengan sabun. Materi edukasi disampaikan menggunakan video tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan media pendukung lainnya, seperti permainan menyusun potongan gambar sesuai dengan langkah-langkah cuci tangan yang benar. Program edukasi ini dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang meliputi pre-test, penyampaian materi, praktik langsung, dan post-test. Hasil post-test yang dibandingkan dengan pre-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman anak-anak tentang Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Setelah evaluasi program, kami merekomendasikan penggunaan metode edukasi lain seperti cerita interaktif atau demonstrasi langsung, memperkuat kerjasama dengan orang tua dan komunitas lokal, serta melakukan pemantauan berkala tentang penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI EDUKASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA PABELAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Hisyam Arhabillah; Silvia Firsa Permata; Mellyana Purnama Sari; Dyah Pratiwi Anggraeni; Affifah Mulya; Tri Fajra Niza; Meisya Putri Marsyanda; Aida Nur Faizah; Fatimah Azzahroini Rajati; Diva Anggraeni Yulia Maharani; Della Meliana; Hanan Aliya Putri; Kinanti Putri Anyelir; Endang Nur Widiyaningsih; Sheena Ramadhia Dhani
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6029

Abstract

Berdasarkan prevalensi kehilangan zat besi (Fe) mencapai 40% pada anak prasekolah, 30% pada wanita menstruasi, dan 38% pada wanita hamil. Anemia, yang umum terjadi pada remaja putri, ditandai dengan kadar hemoglobin rendah. Pengetahuan tentang anemia penting untuk mengenali gejala, faktor risiko, dan langkah pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pendekatan edukatif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia di Desa Pabelan. Metode pelaksanaan meliputi (1) tahap persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) tahap evaluasi dengan pendekatan kuantitatif melalui survei pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 21 remaja putri karang taruna dari desa tersebut. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah sesi edukasi yang mencakup ceramah, diskusi kelompok, dan distribusi materi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan remaja putri tentang anemia setelah edukasi, termasuk pemahaman mengenai gejala, faktor risiko, dan pentingnya asupan gizi. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menilai efektivitas jangka panjang program ini dan menyesuaikan pendekatan edukatif sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan dan penanganan anemia, serta kualitas hidup remaja putri di Desa Pabelan.
PENYULUHAN ANEMIA PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PENCEGAHAN ANEMIA DI POSYANDU REMAJA “SEHATI” DESA TEMPEL KECAMATAN GATAK KABUPATEN SUKOHARJO Febrian Rida Saputra; Ilham Nur Ahmadyani; Pinkan Puspita Kinanty; Qoriah Titin Masyitoh; Maharani; Husna Ayu Amalia; Aisyah Sekar Widya Nansha; Mala Azzahra; Dewi Vinata; Maya Cristinawati; Shofia Nur Latifa; Tiara Fatmariska; Dwi Sarbini
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6058

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia, khususnya anemia pada remaja putri, masih menjadi tantangan serius. Di Desa Tempel, Kabupaten Sukoharjo, prevalensi anemia tinggi disebabkan oleh asupan zat besi yang kurang dan kehilangan darah saat menstruasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah mencegah anemia melalui edukasi gizi seimbang dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, cek kesehatan, pre- test, edukasi, diskusi, dan pos-test. Sasaran kegiatan adalah remaja di Desa Tempel, yang dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan tentang pencegahan anemia dengan menerapkan pedoman gizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata- rata 8,22, sementara pos-test meningkat menjadi 8,94. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya gizi seimbang dan konsumsi TTD. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu Remaja dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan konsumsi makanan bergizi dan TTD.
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI DESA MADEGONDO, GROGOL, SUKOHARJO Danuartha Vandika; Zahra Faisha Salsabila; Nur Fauziyah; Hanny Nur Rahmani; Bunga Cintantya Rudisty; Rizky Amalia Nur'aini; Ouwada Aiko Suda; Yuli Nurmasari; Nasywa Amila Shabira; Shafira Azzahra; Devira Novi Aprillia; Nisrina Devi Wienasari; Aan Sofyan; Kartinah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6062

Abstract

Stunting pada anak-anak berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, perkembangan motorik, pertumbuhan fisik, dan fungsi neurokognitif mereka. Global Nutrition Report 2022 menunjukkan prevalensi stunting dan anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah serius di banyak negara. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas nasional dengan berbagai program intervensi, termasuk pemberian ASI eksklusif dan kampanye gizi seimbang. Pada posyandu Kelurahan Madegondo terdapat sebanyak 12,06% dari 58 anak dengan kategori gizi kurang. Di Desa Madegondo, data menunjukkan berbagai kategori gizi dan tinggi badan pada anak-anak, dengan upaya pemerintah untuk mengatasi stunting melalui berbagai program. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dengan balita, penerapan pedoman gizi seimbang, dan mendemostrasikan ulang Massage tuina sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi Massage tuina sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nafsu makan, serta evaluasi dengan pre-test dan pos-test untuk menilai perubahan pengetahuan ibu dengan balita. Media yang digunakan adalah powerpoint precentation, leaflet, dan video YouTube. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan balita yang menunjukkan nilai pretest 8,32, sementara pos-test meningkat menjadi 9,16. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu dengan balita tentang upaya pencegahan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
EDUKASI “CEGAH STUNTING DENGAN SLOGAN GROGOL” UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING PADA KELUARGA BERISIKO STUNTING DI DESA GROGOL, SUKOHARJO Hanifah Imtiyas; Aldila Lutfi Asmarasikha; Indy Viorohma Asinta Zahra; Amelinda Putri Larasati; Davinka Aliyya Suprihono; Annisa Salsabiila Sayida Rohma; Dinar Nurhayati; Mariska Nuri Sholikhah; Aurrell Adna Kusuma; Ellysa August Kartikasari; Ahmad Rijani; Feri Irawan
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6082

Abstract

Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo terdapat permasalahan kesehatan yang menjadi fokus utama yaitu 20 anak terindikasi stunting dan 5 dari 20 ibu hamil mengalami anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting pada keluarga berisiko stunting. Pengetahuan orang tua yang masih rendah terkait stunting menjadi salah satu faktor angka stunting di Desa Grogol masih terus ada. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan ibu kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) Desa Grogol dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi, kegiatan dilakukan melalui tahapan yaitu : (1) survei lapangan; (2) persiapan pelaksanaan; (3) pre-test; (4) edukasi stunting; (5) diskusi; (6) post-test. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test dengan media Presentasi Power Point, pemberian leaflet, dan pemberian poster kepada desa. Hasil kegiatan menunjukkan pre-test 6 orang dengan kategori kurang paham dan 10 orang kategori paham. Setelah diberikan penyuluhan didapatkan peningkatan nilai yaitu 16 orang dengan kategori paham. Didapatkan rata – rata skor pre-test sebesar 9,06 sedangkan rata – rata skor post-test sebesar 11,94. Ibu yang mengalami peningkatan pengetahuan sebanyak 16 orang. Sehingga dari data tersebut didapatkan hasil bahwa pemahaman ibu hamil tentang stunting meningkat. Kesimpulan: kegiatan penyuluhan stunting dengan slogan Grogol dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting pada keluarga berisiko stunting di Desa Grogol.
PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN DAN YOGA IBU HAMIL DALAM MENCEGAH BBLR DI DESA PURBAYAN Zaenal Muttaqqin; Wahyu Andriawan; Rahmania Ulfi Ariyanti; Nita Puspitasari; Threeya Andriyani Puspitasari; Bella Hasnia Cahyaningrum; Syahira Yuma Nabila; Nur Asa Rhahmadani Susanti; Aisyah Dani Hanifah; Erina Anindya Putri; Adhisty Fachrine Ayu Saqina; Afiyah Nur Azizah; Amalia Salma Anindya; Rinna Ainul Maghfiroh; Anisa Catur Wijayanti; Nenny Kusdinarwati; Suyadi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6118

Abstract

Rendahnya pemahaman ibu hamil di Desa Purbayan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo tentang status kesehatan dan gizi memiliki dampak signifikan terhadap terjadinya stunting pada anak-anak di bawah lima tahun. Faktor-faktor seperti Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) juga berkontribusi besar terhadap risiko stunting pada anak anak. Upaya pencegahan dan penanganan stunting perlu dilakukan dengan melibatkan peningkatan pengetahuan ibu hamil, pemenuhan gizi yang tepat, serta intervensi yang terintegrasi melalui pendidikan kesehatan dan layanan Kesehatan yang berkualitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan nutrisi, fungsional, dan edukasi kesehatan di desa Purbayan guna mencegah BBLR dan stunting. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat bersama ibu hamil, bidan desa dan kader posyandu Desa Purbayan Kecamatan Baki dilakukan dengan tahapan pretest, pemaparan edukasi, yoga ibu hamil, diskusi, post-test dan Analisa pemahaman ibu hamil. Evaluasi kegiatan ini menggunakan pretest dan postest dengan media Presentasi Power Point. Hasil: kegiatan rata-rata post-test 8,36 dan pre test 7,54. Kesimpulan: kegiatan ini adalah pemberian edukasi Kesehatan ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan tentang faktor resiko BBLR pada ibu hamil di desa Purbayan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8