Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Social and Community Empowerment, including social innovation, community development, inclusion, local governance support, and empowerment models. Education and Training for Communities, including community education, literacy programs, teacher/community facilitator training, and learning intervention in formal and non-formal settings. Science, Environment, and Sustainability, including environmental education, conservation initiatives, waste management, climate and disaster preparedness, and sustainable community practices. Business and Entrepreneurship, including MSME/UMKM mentoring, entrepreneurship incubation, marketing assistance, product development, and business process improvement. Engineering and Appropriate Technology, including community-based engineering solutions, appropriate technology design, ICT-based services, and technical assistance for local problems. Economics and Creative Economy, including financial literacy, cooperative development, local economic strengthening, creative industry empowerment, and productivity programs. Health and Wellbeing, including public health promotion, nutrition programs, sanitation and hygiene, community health services, and preventive interventions. Religious and Values-Based Community Development, including community outreach, character and values education, social-religious empowerment, and culturally responsive engagement.
Articles
55 Documents
Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Mengenai Donor Darah pada Kegiatan Hemoglobin AMSA-UPR
Sintice Dhea Valerie;
Nasywa Putri Rahmadina;
Tarra Auliazar;
Lauren Maretha;
Estilia Ledyani;
Qonita Sari Bustomi;
Astrid Ekklesia Saputri;
Nadiah Romadhona Putri;
Nur Khalifah Putri Utami;
Cereymo Ewaldo;
Rian Ka Praja
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.526
Ketersediaan darah di Unit Donor Darah sangat bergantung pada partisipasi donor darah sukarela, di mana pengetahuan, sikap, dan motivasi menjadi faktor penting untuk menjamin ketersediaan yang cukup. Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, dan motivasi mengenai donor darah pada pendonor sukarela di SMAN 5 Palangka Raya pada tahun 2024. Desain kegiatan pengabdian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 51 peserta yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada peserta kegiatan dan dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hasil pelaksanaan. Hasil menunjukkan bahwa donor darah sukarela didominasi oleh kelompok usia 14-15 tahun (45,1%), mayoritas berjenis kelamin perempuan (58,8%), dan merupakan siswa kelas 1 SMA (45,1%). Tingkat pengetahuan responden tentang donor darah tergolong baik (76,5%), dengan media elektronik sebagai sumber informasi utama. Sebanyak 96,1% responden menunjukkan sikap positif terhadap donor darah, dengan alasan utama menolong sesama (92,2%). Kesimpulan dari penulisan ini menunjukkan bahwa pendonor darah sukarela di SMAN 5 Palangka Raya memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan motivasi yang baik dalam mendukung kegiatan donor darah. Hal ini menunjukkan adanya potensi keberlanjutan dan partisipasi positif dalam kegiatan donor darah di kalangan remaja.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Menggunakan Wizer.Me Di UPTD SMP Negeri 13 Sinjai
Zazirah Maqfirah;
Resky Handayani;
Nurjannah;
Anggy Heriyanti
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.527
Kondisi yang terjadi dilapangan bahwa beberapa guru masih menggunakan media seperti buku paket dan lembar kerja peserta didik (LKPD) cetak seperti lembar print-out yang menggunakan kertas buram, tidak mempunyai variasi sehingga LKPD tersebut terlihat membosankan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang wizer.me yang dapat memudahkan guru dalam pembuatan media pembelajaran lembar kerja peserta didik (LKPD) yang mengalirkan gagasan atau ide yang kreatif dalam membuatLembar kerja peserta didik (LKPD) agar siswa tidak merasa bosan sehingga pembelajaran di kelas lebih menyenangkan. Kegiatan ini terdiri atas 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini ialah dapat memberikan pemahaman pada guru tentang wizer.me yang dapat memudahkan guru dalam pembuatan media pembelajaran lembar kerja peserta didik (LKPD).
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaaan Media Pembelajaran GIMKIT di Sekolah Dasar 149 Tokinjong
Sri Jingga Anggriani Putri;
Syaharani;
Mirna
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.528
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Media Pembelajaran Gimkit di SD 149 Tokinjong bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan evaluasi melalui kuesioner. Pelatihan ini memberikan wawasan kepada guru mengenai pemanfaatan Gimkit sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan Gimkit dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi. Selain itu, peserta pelatihan juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat dan mengelola kuis interaktif berbasis Gimkit. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dalam sesi praktik, antusiasme peserta menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi digital yang lebih luas dalam proses pembelajaran di SD 149 Tokinjong.
Pelatihan Asertif dalam Meningkatkan Komunikasi Interpersonal pada Calon Pengantin di Kota Parepare
Nurul Fajriani;
Putri Dewi
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.529
Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pelatihan asertif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada calon pengantin di Kota Parepare. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dan rancangan one group pretest-posttest. Subjek dalam pengabdian ini adalah 30 calon pengantin yang terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA) di empat kecamatan Kota Parepare, terdiri dari 14 laki-laki dan 16 perempuan. Instrumen yang digunakan meliputi skala komunikasi interpersonal dan skala perilaku asertif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif- edukatif dalam bentuk pelatihan keterampilan asertif yang dirancang secara sistematis dan aplikatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi nonparametrik. Hasil yang didapatkan dalam pengabdian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan komunikasi interpersonal setelah pelatihan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 94,42 meningkat menjadi 96,57 pada posttest. R square meningkat dari 32,3% menjadi 40,4%, menunjukkan bahwa pelatihan asertif memengaruhi 40,4% kemampuan komunikasi interpersonal, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Pelatihan ini membuktikan perannya sebagai intervensi preventif untuk mengurangi konflik pernikahan dan menekan angka perceraian di Kota Parepare. Temuan ini mendukung pentingnya pelatihan asertif sebagai modal komunikasi efektif dalam membangun keluarga harmonis.
Tingkat Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Terhadap Kebersihan Pribadi Anak-Anak di Panti Asuhan Imanuel
Rizqy Fajar Syaikhul Akmal;
Lusi Ulina Simanungkalit;
Raissa Amanda Lavefolia;
Yohana Catherine Debyola Purba;
Estilia Ledyani;
Qonita Sari Bustomi;
Astrid Ekklesia Saputri;
Nadiah Romadhona Putri;
Nur Khalifah Putri Utami;
Cici Meyriliani Sensia;
Rian Ka Praja
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.530
Permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pengabdian ini adalah masih kurangnya pemahaman sebagian siswa di Panti Asuhan Imanuel Palangka Raya mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang tercermin dari lemahnya kebiasaan menjaga kebersihan pribadi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus meningkatkan pengetahuan dan praktik siswa tentang PHBS melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini melibatkan siswa dan pengurus panti secara aktif dalam proses identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan aksi edukatif, hingga refleksi dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah seluruh siswa berusia 7–17 tahun yang berjumlah 30 orang. Instrumen pengumpulan data berupa tes tertulis pilihan ganda dan lembar observasi perilaku, yang dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil menunjukkan bahwa 90% siswa berada pada kategori pengetahuan baik, 10% cukup, dan 0% kurang. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap PHBS setelah intervensi. Untuk menjaga keberlanjutan perilaku hidup bersih dan sehat, disarankan pelaksanaan program edukasi lanjutan secara berkala serta penguatan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau program serupa di lingkungan panti asuhan.
Pendampingan Belajar Matematika Dengan Metode Ice-Breaking Bagi Siswa Kelas 2 SD Negeri 260 Masago
Nurhalisa;
Jumardi
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.531
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika melalui penerapan metode ice-breaking. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 260 Masago, Desa Masago, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, pada tanggal 20 Januari hingga 12 Februari 2025, dengan fokus pada siswa kelas 2. Metode yang digunakan adalah Service Learning, yaitu pendekatan yang mengintegrasikan pengalaman akademis dengan pengabdian langsung kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan ice-breaking mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mengurangi kejenuhan, serta meningkatkan antusiasme dan fokus siswa selama pembelajaran berlangsung. Meskipun sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi, secara keseluruhan metode ini efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.
Pendampingan Belajar Matematika Seru dan Menyenangkan dengan Metode Ice Breaking Di SD Inpres 12/79 Pationgi
Nurazizah;
Muhammad Ikbal
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.532
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan metode ice breaking, khususnya melalui senam otak, dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Inpres 12/79 Pationgi. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan campuran, yakni kualitatif dan kuantitatif, sehingga hasil yang diperoleh dapat dianalisis secara lebih komprehensif. Subjek kegiatan berjumlah 25 siswa yang terlibat secara aktif dalam setiap sesi pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes sebelum dan sesudah penerapan metode, yang menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 65 menjadi 80. Sementara itu, data kualitatif diperoleh melalui observasi dan umpan balik siswa yang mengindikasikan adanya peningkatan partisipasi aktif, rasa percaya diri, serta terciptanya suasana kelas yang lebih dinamis dan menyenangkan. Temuan ini menguatkan bahwa penerapan ice breaking tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan sosial siswa. Dengan demikian, pengabdian ini merekomendasikan agar strategi ice breaking, khususnya senam otak, diintegrasikan secara rutin dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan berpusat pada siswa.
Pelaksanaan Literasi dan Privat Membaca Al-Qur’an dalam Meningkatkan Minat Baca Al-Qur’an Peserta Didik
Yuliana;
Muhammad Ikbal
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.533
Saat ini, budaya literasi dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam pembelajaran serta meningkatkan kemampuan mereka dalam membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Adanya budaya literasi, diharapkan siswa memiliki kemampuan untuk belajar dan memperoleh pengetahuan secara mandiri dari buku dan sumber lain. Namun, literasi sumber tertulis seperti Al-Qur'an dan buku mulai jarang diminati oleh anak-anak hingga remaja. Penerapan literasi Al-Qur’an di SMP SATAP 2 Patimpeng ini sangat penting bagi anak-anak untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Jika mereka dapat membaca Al Qur'an dengan baik dan benar, mereka dapat dengan mudah memahami isi kandungan Al-Qur'an di masa depan. Peserta didik di SMP SATAP 2 Patimpeng mengalami beberapa peningkatan atau perubahan, baik dalam sikap, membaca serta semangat dalam membaca Al-Qur’an dengan menggunakan beberapa tahap yaitu tahap persiapan, membaca Al-Qur’an dengan metode Iqra dan mengadakan evaluasi sebagai tahap terakhir dalam pelaksanaan program literasi ini. Pelaksanaan program ini terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dan kerjasama antara kepala sekolah dan guru serta teman-teman yang turut membantu. Sehingga dalam pembinaan program literasi di SMP SATAP 2 Patimpeng ini dapat bermanfaat bagi siswa dan siswi untuk menjadi generasi islami yang cinta Al-Qur’an. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk penguatan literasi Al-Qur’an sebagai peningkatan minat baca Al-Qur’an peserta didik di SMP SATAP 2 Patimpeng.
Optimalisasi Literasi Melalui Story Telling di Panti Asuhan Kuala Lumpur Rumah Titian Kaseh
Laeli Qadrianti;
Amran AR;
Sardiyanah;
Nur Agung;
Ramli;
Mirna
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.534
Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat membantu anak-anak di Panti Asuhan Rumah Titian Kasih untuk meningkatkan kemampuan literasi, serta memperkenalkan pada berbagai jenis cerita yang dapat memperkaya pengetahuan dan karakter. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses belajar mereka dengan cara yang menyenangkan dan efektif, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan ekspresi diri melalui storytelling. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan optimalisasi literasi melalui story telling di Panti Asuhan Kuala Lumpur Rumah Titian Kaseh dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak berupa antusiasme anak-anak dalam berliterasi. Cara yang dilakukan untuk mengoptimalkan literasi melalui story telling di panti asuhan Titian Kaseh, yakni: 1) Pemilihan cerita yang tepat dan relevan dengan usia anak-anak di panti asuhan., 2) Interaksi dengan anak-anak, 3) Penggunaan alat bantu visual dan multimedia, 4) Menciptakan lingkungan yang mendukung literasi, 5) Pelatihan untuk pengasuh di panti asuhan, dan 6) Pemberian Umpan Balik.
Pemberdayaan Literasi Mahasiswa Pesantren melalui Pelatihan Penulisan Esai
Masnun;
Segaf Baharun;
Nur Hanifansyah;
Kholili Hasib;
Zidan Muhtadin Husni;
Ahmad Syauqi Rabbany
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.535
Rendahnya budaya literasi di kalangan mahasiswa pesantren menjadi tantangan serius dalam membangun tradisi akademik yang berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi mahasiswa melalui Workshop Penulisan Esai yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Literasi BEM UII Dalwa. Kegiatan dirancang dengan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA), capacity building, dan reflective-experiential learning, serta dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan inti, dan evaluasi. Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti kegiatan ini, yang mencakup sesi motivasi literasi, teknik penulisan esai, dan praktik menulis. Evaluasi dilakukan melalui lembar refleksi, observasi partisipatif, pengumpulan karya esai, dan wawancara peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 82,5% peserta mengalami peningkatan minat menulis, 77,5% aktif dalam diskusi literasi, dan 30% menghasilkan esai yang dinilai layak publikasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa workshop berbasis komunitas dengan metode partisipatif dan kontekstual efektif membangun kesadaran literasi, menstimulasi terbentuknya komunitas penulis internal, dan mendorong mahasiswa menjadi produsen gagasan tertulis. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi model pengabdian yang dapat direplikasi di lingkungan pesantren lain untuk memperkuat ekosistem literasi dan membangun kemandirian intelektual santri di era digital.