Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Social and Community Empowerment, including social innovation, community development, inclusion, local governance support, and empowerment models. Education and Training for Communities, including community education, literacy programs, teacher/community facilitator training, and learning intervention in formal and non-formal settings. Science, Environment, and Sustainability, including environmental education, conservation initiatives, waste management, climate and disaster preparedness, and sustainable community practices. Business and Entrepreneurship, including MSME/UMKM mentoring, entrepreneurship incubation, marketing assistance, product development, and business process improvement. Engineering and Appropriate Technology, including community-based engineering solutions, appropriate technology design, ICT-based services, and technical assistance for local problems. Economics and Creative Economy, including financial literacy, cooperative development, local economic strengthening, creative industry empowerment, and productivity programs. Health and Wellbeing, including public health promotion, nutrition programs, sanitation and hygiene, community health services, and preventive interventions. Religious and Values-Based Community Development, including community outreach, character and values education, social-religious empowerment, and culturally responsive engagement.
Articles
55 Documents
Pendampingan Pembelajaran Huruf Hijaiyah Berbasis Media pada Siswa Kelas Jauh SDN 45 Lempangan
Sry Wulan;
Imam Zarkasyi Mubhar;
Irmayanti
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v1i3.516
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas jauh SDN 45 Lempangan mengenai huruf hijaiyah. Tantangan yang dihadapi mencakup kurangnya tenaga pendidik, minimnya penerapan media pembelajaran, serta fasilitas yang tidak memadai, yang mengakibatkan pembelajaran menjadi tidak efektif dan membosankan. Oleh karena itu, pengabdian ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta meningkatkan minat dan motivasi siswa. Metode yang digunakan adalah learning service, dengan memanfaatkan media audio dan audiovisual dari sumber seperti YouTube. Proses pelaksanaan terdiri dari empat tahap: investigasi, persiapan, tindakan, dan refleksi. Tahap investigasi, pengabdian dimulai dengan melakukan analisis situasi untuk mengidentifikasi masalah yang ada di kelas jauh SDN 45 Lempangan. Tahap persiapan, mencakup penyusunan proposal kegiatan, menentukan metode yang akan digunakan, serta menyiapkan materi dan alat yang diperlukan. Tahap tindakan, kegiatan pengabdian dilaksanakan sesuai dengan metode yang telah ditetapkan yaitu pembelajaran dengan memanfaatkan media audio dan audiovisual dari sumber seperti YouTube. Tahap refleksi, tim pengabdian menganalisis hasil yang telah dicapai, tantangan yang dihadapi, serta umpan balik dari peserta didik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan antusiasme dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, dengan pencapaian signifikan di mana mereka telah menghafal setengah dari huruf hijaiyah setelah penerapan media baru. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak didik, serta memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas proses pembelajaran di SDN 45 Lempangan.
Transformasi Pendidikan Abad 21 untuk Mengembangkan Pendidikan Bermutu dan Berkarakter di PAUD
Kusno Setiadi;
Tomi Bidjai;
Sutari;
Miftahul Jannah;
Chairunnisa Djayadin
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v1i3.517
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mensosialisasikan transformasi pendidikan abad 21 guna mengembangkan pendidikan bermutu dan berkarakter di tingkat PAUD. Kegiatan ini diikuti oleh 30 guru PAUD di Kecamatan Pagimana dan dilaksanakan selama dua hari pada bulan Januari 2024 di aula kantor Kecamatan Pagimana. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi penerapan pembelajaran abad 21. Tahapan PKM ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan koordinasi dengan pihak terkait serta penyusunan materi dan modul pelatihan. Tahap pelaksanaan mencakup penyampaian materi tentang pendidikan abad 21, diskusi strategi pembelajaran berkarakter, serta praktik penggunaan media dan teknologi pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman, dan 75% peserta mampu mengimplementasikan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini menegaskan keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mendukung transformasi pendidikan berkualitas.
Edukasi Pengobatan Batuk Pilek pada Siswa-Siswi Sekolah Kami di Kota Bekasi
Septiani;
Dyah Ayuwati Waluyo;
Yassmin Athaya Yoelianto;
Vio Eklesia Yulia Rau;
Marlen Lisapaly;
Hanifa Amalia;
Lusi Sulastri;
Yuni Ay Yani;
M. Ali Akbar;
Daffa Mardlotillah;
Berlian Setya Maghribi;
M. Masum Mundari
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v1i3.518
Flu biasa atau batuk pilek adalah jenis Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang sangat umum di masyarakat. Swamedikasi merupakan upaya pengobatan yang dilakukan sendiri, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat, seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Obat-obatan yang umumnya digunakan untuk swamedikasi dikenal sebagai obat tanpa resep atau obat bebas. Obat bebas ini dapat diperoleh di berbagai tempat seperti warung, apotek, dan supermarket. Sementara itu, obat-obatan yang harus diperoleh melalui resep dokter disebut obat resep. Edukasi kepada masyarakat, khususnya siswa di Sekolah Kami, menjadi sangat penting untuk memastikan mereka memiliki pemahaman yang benar tentang penggunaan obat, mampu menyaring informasi yang valid, dan tidak terpengaruh oleh promosi obat yang menyesatkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa- siswi di Sekolah Kami. Peserta kegiatan ini adalah siswa SD kelas 1 sampai SD kelas 6 dan siswa SMP kelas 1 sampai SMP kelas 3 Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan, hasil post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata 91,4% responden berhasil menjawab soal dengan benar. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi dapat berdampak positif pada pengetahuan siswa-siswi tentang kesehatan, terutama dalam mengenali penyakit umum seperti batuk pilek serta meningkatkan literasi kesehatan siswa dan membantu mereka melakukan swamedikasi yang aman.
Pendampingan Belajar PAI Melalui Program Bimbingan Belajar
Ilal Fajri;
Martin Kustati;
Rezki Amelia;
Gusmirawati
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v1i3.519
Pendampingan di MA Ulya Taruna Al-Kahfi Kalam Madani bertujuan untuk mengurangi kebiasaan tidak produktif, meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, serta membangun pemahaman belajar efektif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Masalah yang dihadapi meliputi rendahnya antusiasme belajar, tidak menyelesaikan tugas, mengantuk saat pelajaran, dan sering meninggalkan kelas. Program ini menggunakan metode Service Learning (SL) melalui tiga tahap: pengenalan konsep belajar efektif, penekanan pada motivasi belajar, dan penerapan ilmu yang dipelajari. Hasil menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap pentingnya belajar giat. Pendekatan bimbingan kelompok yang diterapkan efektif dalam membentuk kebiasaan belajar produktif. Program ini membuktikan bahwa penerapan metode serupa dapat menjadi solusi peningkatan kualitas pendidikan, membekali siswa agar lebih aktif dalam mencari informasi dan memanfaatkan waktu belajar secara optimal. Diharapkan program ini berkelanjutan dan dapat diadopsi secara luas untuk mendukung pembelajaran yang lebih baik di masa depan.
Meningkatkan Minat MAGEMA (Mari Gemar Menabung) di SDN No. 116 Lebba
A. Nurfahra Aamalia;
Imam Zarkasyi Mubhar;
Eril
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v1i3.520
Kegiatan program pengabdian yang dilaksanakan di SDN No. 116 Lebba, Desa Puncak dengan sosialisasi pentingnya menabung sejak dini dengan konsep MAGEMA yang bertujuan agar siswa paham bahwa menabung sangat bermanfaat untuk masa depan, serta penerapan menabung yang dilakukan dengan adanya fasilitas pendukung dapat menimbulkan ketertarikan dan motivasi siswa untuk gemar menabung. Menabung merupakan kegiatan yang baik untuk dipupuk sejak dini, dengan menyisihkan uang saku yang dimiliki tiap harinya dan praktek untuk menghemat dapat memberikan dampak positif pada kehidupan masa depan. Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan adalah siswa merasa senang dengan adanya program menabung dalam kelas, siswa merasa antusias untuk kegiatan menabung. Akan tetapi, adanya siswa tidak konsisten untuk menabung dikarenakan faktor lingkungan dan juga faktor ekonomi dari setiap siswa yang berbeda-beda.. Oleh karena itu, perlunya secara rutin edukasi literasi finansial kepada siswa dan pendekatan agar siswa dapat menciptakan rasa antiasme untuk terus menabung serta menerapkan hidup hemat/tidak boros dalam berbelanja. Manajemen keuangan harus diajarkan sejak dini, dengan harapan siswa dapat mengelola keuangan dengan bijak dan mengembangkan karakter yang baik.
Pembinaan Program Tahsin dalam Membentuk Karakter Islami di SDN 109 Cappagalung Kelurahan Sangiasseri
Harmilawati;
Akhirul Ramadani;
Hamka
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.521
Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan pribadi peserta didik, terutama dalam lingkungan sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan Islam, penguasaan bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar melalui program tahsin menjadi salah satu faktor kunci dalam membentuk karakter islami. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. SDN 109 Cappagalung, menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa akibat kurangnya pembinaan yang sistematis dan metode pengajaran yang efektif. Oleh karena itu, diperlukan sebuah program pembinaan tahsin yang terstruktur untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an serta menanamkan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa SDN 109 Cappagalung, serta menanamkan nilai-nilai karakter Islami melalui pembelajaran tahsin yang berkelanjutan. Metode PAR digunakan dalam PkM ini dengan melibatkan partisipasi aktif dari siswa dan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program pembinaan tahsin. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan program tahsin, terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas bacaan Al-Qur’an siswa yang sebelumnya hanya 45% siswa yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, meningkat menjadi 85% setelah program berjalan. dalam aspek kelancaran membaca, makharijul huruf, dan penerapan hukum tajwid. Selain itu, terdapat perubahan positif dalam karakter siswa, di mana 82% dari mereka menunjukkan peningkatan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa, tetapi juga berkontribusi pada pembentukan karakter islami yang lebih baik.
Inovasi Pembelajaran Digital: Pelatihan Pembuatan Permainan Edukasi berbasis Wordwall dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Generasi Z di Era Kurikulum Merdeka
Somariah Fitriani;
Arum Fatayan;
Livia Agustina
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.522
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran melalui permainan edukasi berbasis wordwall yang dirancang untuk pembelajaran berdiferensiasi bagi siswa Generasi Z dalam kerangka kurikulum Merdeka. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan selama empat kali pertemuan di Sekolah Dasar Negeri di Jakarta. Program ini diikuti oleh sembilan guru sekolah dasar dan berlangsung setiap hari Kamis selama empat minggu, dengan durasi tiga jam pada setiap sesi pelatihan. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan praktis guru dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi permainan edukasi yang sesuai dengan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, guna memenuhi kebutuhan dan karakteristik beragam siswa Generasi Z. Sesi pertama membahas pengenalan konsep pembelajaran berdiferensiasi dan penerapannya dalam kurikulum Merdeka, diikuti dengan tutorial praktik pembuatan media permainan edukasi berbasis Wordwall. Sesi-sesi berikutnya mencakup praktik terarah, tinjauan sejawat secara kolaboratif, serta umpan balik untuk menyempurnakan media yang telah dikembangkan. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk memanfaatkan teknologi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Para guru melaporkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kreativitas dalam merancang aktivitas pembelajaran interaktif. Selain itu, mereka menyatakan bahwa media permainan edukasi berbasis Wordwall membantu meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Program ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan bagi pendidik dalam beradaptasi dengan metode pengajaran modern dan mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas. Selain itu, program ini juga menekankan relevansi pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dalam memenuhi profil belajar unik siswa Generasi Z di bawah kurikulum Merdeka. Rencana tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan berkelanjutan dan pembentukan komunitas pembelajaran yang dilakukan secara profesional untuk berbagi praktek baik antar guru.
Skrining Kesehatan Penduduk di Bukit Rawi, Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Yusril Habib;
Jessica Elisabeth Suharis;
Marta Monika Simamora;
Nadia Keisha Amanda;
Mery Enjelica Cristin;
Estilia Ledyani;
Qonita Sari Bustomi;
Astrid Ekkelsia Saputri;
Nur Khalifah Putri Utami;
Cici Meriliyani;
Rian Ka Praja
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.523
Hipertensi, diabetes, dan hiperurisemia merupakan tiga gangguan yang banyak muncul saat seseorang menginjak usia lanjut, bahkan di masa kini banyak orang yang mengidap ketiganya sebelum lanjut usia. Pengabdian masyarakat berupa edukasi dan skrining kesehatan merupakan langkah yang diambil untuk mengedukasi masyarakat sekitar Kalimantan Tengah untuk lebih menjaga kesehatan dirinya menghindari ketiga penyakit hipertensi, diabetes, dan hiperurisemia, juga untuk mengetahui tingkat penderita ketiganya di sekitar Kalimantan Tengah. Pengabdian dilakukan dengan edukasi dan skrining kesehatan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemeriksaan tekanan darah menggunakan sphygmomanometer aneroid, sedangkan pemeriksaan gula darah dan asam urat menggunakan Point of Care Testing (POCT). Dari pemeriksaan yang telah dilakukan didapati bahwa di Desa Bukit Rawi, hipertensi dan hiperurisemia lebih banyak ditemukan pada perempuan dan diabetes lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Oleh karena ini, peneliti menyarankan program desa yang dapat menanggulangi hal tersebut.
Pendampingan Pembelajaran Bahasa Arab dengan Active Learning Melalui Buku Chibi
Nur Hanifansyah;
Kholili Hasib;
Yusuf Arisandi;
Muhamad Solehudin;
Masnun;
Rifqi Muzaki Husni
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.524
Pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pesantren dan madrasah sering menghadapi tantangan, terutama dalam penguasaan maharah kalam yang rendah akibat metode konvensional yang kurang interaktif. Program pendampingan ini dilaksanakan pada November 2024 di PP At-Taqwa Depok dan Madrasah Assunnah Pandaan, bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara santri melalui pendekatan Active Learning berbasis buku ajar Chibi. Buku ini dirancang secara visual dan komunikatif dengan pendekatan psikolinguistik, menggabungkan unsur bahasa Arab dan Inggris untuk memudahkan pemahaman struktur bahasa. Pelaksanaan program mencakup analisis kebutuhan, pelatihan guru, workshop santri, serta pendampingan di kelas. Evaluasi dilakukan menggunakan rubrik penilaian keterampilan berbicara, angket persepsi, dan wawancara dengan guru. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbicara santri, dari skor rata-rata 65,2 menjadi 83,6. Selain itu, motivasi belajar, partisipasi aktif, dan kepercayaan diri santri juga meningkat. Kehadiran buku Chibi secara gratis menambah semangat dan memberikan pengalaman belajar yang membekas, memperkuat kecintaan mereka terhadap bahasa Arab. Program ini membuktikan bahwa pendekatan Active Learning dengan media inovatif efektif dalam meningkatkan kompetensi berbahasa Arab di lingkungan pesantren dan madrasah.
Edukasi Gizi Prakonsepsi dan Makanan Fertilitas untuk Persiapan Kehamilan Sehat Calon Pengantin
Asmulyati S Saleh;
Agustina Setia;
Regina Maria Boro;
Alberth Bau Mali
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.525
Periode konsepsi merupakan periode yang rentan mengalami masalah seperti kelahiran premature, Berat bayi lahir rendah, Panjang lahir pendek dan stunting. Kehamilan sehat bermula dari prakonsepsi yang sehat pula. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan berdasarkan hasil screening kajian status gizi calon pengantin, yang diketahui bahwa sebanyak 46,7 % berstatus gizi kurus, 29,2 % KEK dan anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di paroki santa asumpta kota kupang pada bulan mei 2024. Kegiatan terdiri dari edukasi gizi seimbang dan zat makanan yang mendukung peningkatan fertilitas menggunakan buku saku. Pemeriksaan antropometri dan HB. Peserta kegiatan ini adalah calon pengantin yang sudah terdaftar dan mengikuti kursus pranikah berjumlah 30 orangEdukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan catin dari 43,3 % menjadi 93,3 %. Rekomendasi kegiatan tindak lanjut adalah meningkatkan frekuensi edukasi dan memantau status gizi serta memberikan intervensi gizi yang lebih optimal untuk meningkatkan status gizi catin.