cover
Contact Name
Miftah Alfidyah
Contact Email
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Phone
+62895619158302
Journal Mail Official
pustakabangsaindonesia21@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya, Jl. Lolo Gn. Sarik Lubuk Minturun Blok A/2, Kec. Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat 25158
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Psikologi dan Konseling
ISSN : 31241026     EISSN : 31241026     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Psikologi dan Konseling (JPK) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian empiris, kajian konseptual, dan studi aplikatif di bidang psikologi dan konseling. Jurnal ini bertujuan menjadi media diseminasi pengetahuan bagi akademisi, peneliti, praktisi psikologi, konselor, serta pemerhati kesehatan mental dalam rangka pengembangan teori dan praktik psikologi yang beretika dan berbasis bukti ilmiah. Ruang lingkup jurnal meliputi psikologi pendidikan, psikologi klinis, psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi industri dan organisasi, psikologi kesehatan, serta layanan bimbingan dan konseling di berbagai setting. Jurnal ini mendorong pendekatan penelitian kuantitatif, kualitatif, maupun metode campuran yang relevan dengan isu-isu psikologis dan konseling pada tingkat individu, kelompok, maupun masyarakat.
Articles 37 Documents
Hubungan Antara Self-Control Dengan Impulsive Buying Pada Penggemar JKT48 Regional Sumatera Barat (PDG48) Thania Safitri; Hanifa Laura Dalimunthe
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena keterikatan emosional penggemar idol group kerap memicu perilaku pembelian yang kurang rasional, termasuk di kalangan penggemar JKT48 regional Sumatera Barat yang tergabung dalam komunitas PDG48. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-control, gambaran impulsive buying, serta hubungan antara self-control dengan impulsive buying pada penggemar JKT48 regional Sumatera Barat (PDG48). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan subjek sebanyak 100 penggemar JKT48 PDG48 berusia 18-21 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-control yang disusun berdasarkan teori Averill (1973) dan skala impulsive buying berdasarkan teori Verplanken dan Herabadi (2001), kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek memiliki self-control pada kategori sedang (66%) dan impulsive buying pada kategori sedang (67%). Hasil uji hipotesis memperoleh koefisien korelasi sebesar r = -0,415 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan hubungan sedang antara self-control dengan impulsive buying. Semakin tinggi self-control yang dimiliki penggemar JKT48 PDG48, semakin rendah kecenderungan impulsive buying yang ditunjukkan, dan sebaliknya. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan self-control sebagai salah satu strategi dalam mengendalikan perilaku konsumsi penggemar idola.
Peran Kesepian terhadap Problematic Internet Use pada Generasi Z Pengguna AI Chatbot Kaneishya Aura Nathania Ramadhanty; Maharsi Anindyajati
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memperluas fungsi AI chatbot dari sekadar alat bantu informasi menjadi media interaksi personal dan dukungan emosional. Karakteristiknya yang responsif, adaptif, personal, dan tersedia kapan saja memungkinkan pengguna memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kesepian terhadap Problematic Internet Use (PIU) pada Generasi Z pengguna AI chatbot. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain non-eksperimental prediktif dan pengumpulan data cross-sectional. Sebanyak 120 individu Generasi Z berusia 18–29 tahun yang aktif menggunakan AI chatbot dipilih melalui purposive sampling. Kesepian diukur menggunakan Social and Emotional Loneliness Scale for Adults (SELSA), sedangkan PIU menggunakan Indonesia Problematic Internet Use Scale (IPIUS). Data dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil menunjukkan kesepian berperan positif dan signifikan terhadap PIU (p = 0,016; B = 0,375; β = 0,219), dengan kontribusi sebesar 4,8%.
Pengaruh Konflik Romantis terhadap Stres pada Pasangan Dewasa yang Menjalani Long Distance Relationship Malik Yulian
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Distance Relationship (LDR) menghadirkan tantangan psikologis bagi pasangan dewasa awal, salah satunya konflik romantis yang dapat meningkatkan stres. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh enam dimensi konflik romantis, yaitu kompromi, penghindaran, reaktivitas interaksional, separasi, dominasi, dan subordinasi terhadap stres pada pasangan dewasa awal yang menjalani LDR di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental. Sebanyak 390 responden berusia 20–40 tahun dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan versi Indonesia Romantic Partner Conflict Scale (RPCS) dan Perceived Stress Scale (PSS-10), kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa keenam dimensi konflik romantis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap stres (R² = 0,705; F (6,383) = 152,186; p < 0,001). Secara parsial, kompromi berpengaruh negatif signifikan, sedangkan reaktivitas interaksional dan dominasi berpengaruh positif signifikan terhadap stres. Temuan menegaskan pentingnya pola penyelesaian konflik adaptif dalam mengurangi stres pada pasangan LDR.
Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Emotion-Focused Coping pada Mahasiswa Dewasa Nanda Khoirunisa Qurrota Ayuni; Maharsi Anindyajati
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus pekerja memerlukan kemampuan pengelolaan emosi yang baik dalam menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional dan coping berfokus pada emosi pada mahasiswa pekerja berusia 20–40 tahun di Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 140 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring menggunakan Assessing Emotions Scale (AES) untuk mengukur kecerdasan emosional dan skala coping berfokus pada emosi berdasarkan kerangka Lazarus dan Folkman (1984). Karena data tidak memenuhi asumsi normalitas dan linearitas, analisis dilakukan menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kecerdasan emosional dan coping berfokus pada emosi (rs = 0,622, p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa pekerja dengan kecerdasan emosional lebih tinggi cenderung lebih sering menggunakan strategi coping berfokus pada pengelolaan emosi dalam menghadapi tekanan peran ganda.
Pengaruh Perbandingan Sosial dan Harga Diri terhadap Body Image Pengguna Instagram Nala Medhita Rahayu; Ima Fitri Sholichah; Setyani Alfinuha
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan sosial dan harga diri terhadap body image pada pengguna media sosial instagram. Responden penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Gresik yang berjumlah 348 orang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling jenis incidental sampling. Pengujian validitas skala menggunakan validitas isi, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Alpha Cronbach. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS for Windows versi 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan sosial dan harga diri secara bersama-sama berpengaruh signifkan terhadap body image dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Secara parsial, perbandingan sosial berpengaruh signifikan terhadap body image (-0,403; p<0,05), sedangkan harga diri berpengaruh positif signifikan terhadap body image (0,627; p<0,05). Nilai R Square sebesar 0,364 menunjukan bahwa perbandingan sosial dan harga diri menyumbang 36,4 terhadap body image, sedangkan 63,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
Pengaruh Dukungan Keluarga terhadap Kecemasan Sosial pada Remaja Broken Home Qori Aisyabella; Arini Mifti Jayanti
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dari keluarga broken home dapat mengalami berbagai permasalahan psikologis, salah satunya kecemasan sosial. Dukungan keluarga dipandang sebagai salah satu faktor protektif yang dapat membantu remaja menghadapi kesulitan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kecemasan sosial pada remaja broken home di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 177 remaja yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga berdasarkan Friedman, Bowden, dan Jones (2010) serta skala kecemasan sosial berdasarkan La Greca dan Lopez (1998). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan pendekatan bootstrap sebanyak 5.000 sampel karena residual tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecemasan sosial, dengan koefisien regresi sebesar -0,339, standard error sebesar 0,061, dan signifikansi 0,000. Interval kepercayaan BCa 95% berada pada rentang -0,456 hingga -0,217 dan tidak mencakup angka nol. Temuan menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga, semakin rendah kecemasan sosial pada remaja broken home.
Pengaruh Self-Compassion terhadap Loneliness pada Remaja Pengguna Pasif Media Sosial Siti Aulia Putri; Rahmadianti Aulia
Jurnal Psikologi dan Konseling Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis. Media sosial memberikan kemudahan bagi remaja untuk memperoleh informasi dan mengamati aktivitas orang lain, tetapi penggunaan secara pasif dapat meningkatkan perasaan loneliness. Salah satu faktor psikologis yang dapat membantu remaja menghadapi kondisi tersebut adalah self-compassion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap loneliness pada remaja pengguna pasif media sosial. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Sampel penelitian berjumlah 228 remaja berusia 12–18 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan PAUM, ULS-8, dan SCS versi Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan self-compassion terhadap loneliness (p < 0,05; t = 7,150). Mayoritas responden memiliki self-compassion kategori tinggi (79,8%), sedangkan loneliness berada pada kategori sedang (60,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa self-compassion berperan dalam mengurangi loneliness pada remaja pengguna pasif media sosial.

Page 4 of 4 | Total Record : 37