cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
Risk Factors of Carbohydrate Consumption among Adult Women In Indonesia Daus, Firdaus Firdaus; Rimbawan, Rimbawan; Briawan, Dodik
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 12, No 01 (2020): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v12i01.3121

Abstract

The aims of study were to analyze risk factors of carbohydrate consumption among adult women aged 19-49 years in Indonesia such as Body Mass Indexs (BMI), ages, education level, tipe of occupation, house hold income and urban-rural settlement. The study used data of the Basic Health Research (Riskesdas) 2010 of the Health Reseach and Development Agency of the Ministry of Helath, which was designed as a cross sectional survey. Total sample woman age 19-49 years was 52044 were selected for analysis. A multiple logistic regression model was applied to analyze the risk factors. The prevalence of consumption carbohidrate below 60% of energy adequancy from carbohydrate among woman was 31,6%. The results showed that the significant risk factor of carbohydrate consumption among adult woman were education level (OR for low education= 0.830, CI: 0.776-0.887), household income (OR for low income= 0.905, CI: 0.870-0.942) and urban-rural settlement (OR for rural= 0.564, CI: 0.542-0.587). Normal BMI, high education level, woman with occupation, high household income and urban settlement are protective factors for carbohydrate consumption. 
Frekuensi Konseling Gizi, Pengetahuan Gizi Ibu dan Perubahan Berat Badan Balita Kurang Energi Protein (KEP) di Klinik Gizi Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Cahyani, Fajar Nova; Hartono, Antonius Sri; Ngadiarti, Iskari
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i1.667

Abstract

AbstractIndonesia still have four major nutritional problems, one of the problem is malnutrition of energy protein (KEP). The effectiveness and efficiency solving of nutritional problem are nutrition intervention such as supplementation, fortification and nutrition education. The aim of this study is to determine the relationship betwen the frequency of nutrition counseling, nutritional knowledge of mothers and variance of weight children under five years less energy protein at Clinical Nutrition of Community Health centre, Kunciran, Buraeu of Health, Tangerang City in 2008.  This is associative study with cross-sectional design. The population in this study is all infants who comes to community health centre refferal from POSYANDU and MTBS on Tuesday. The total sample of this study was 46 mothers. This study used Pearson Product Moment Correlation to analyze the data. Most of respondents aged 26-30 years (30.4%), the education level is primary school (43.5%), and unemployment or housewife (84.8%). Most of children under five years is female (67.4%) and aged 12-35 months (56.5%). The results shows that there was no relationship between frequency of nutrition counseling, nutritional knowledge of mothers, and variance of weight children under five years, the value of correlation respectively (0.109; 0,156; 0.170). The conclusion of this study is no relationship between the frequency of nutrition counseling, nutritional knowledge of mothers and variance of weight children under five years less energy protein. However, based on boxplot graphs shows there is a tendency among the frequency of nutrition counseling, nutritional knowledge of mothers and variance of weight children under five years less energy protein.Keywords: frequency of nutrition counseling, nutritional knowledge, variance of weightAbstrakIndonesia masih menghadapi empat masalah gizi utama, salah satunya adalah Kurang Energi Protein (KEP). Intervensi gizi melalui suplementasi, fortifikasi dan pendidikan gizi merupakan langkah penanggulangan masalah gizi yang memberikan hasil yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara frekuensi konseling gizi, pengetahuan gizi ibu dengan perubahan berat badan balita KEP di Klinik Gizi Puskesmas Kunciran Kota Tangerang. Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita KEP yang datang ke Klinik gizi Puskesmas Kunciran rujukan dari posyandu dan Klinik Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada hari Selasa, dan sampel didapat 46 orang ibu balita. Analisa data menggunakan Uji Pearson Product Moment Correlation. Sebagian besar responden berumur 26-30 tahun (30,4%), memiliki tingkat pendidikan SD (43,5%), dan tidak bekerja (84,8%), sebagian besar balita adalah perempuan (67,4%) dan berumur 12-35 bulan (56,5%). Hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara ketiga variabel tersebut dengan nilai korelasi masing-masing (0.109, 0.156, dan 0.170). Tidak ada hubungan antara frekuensi konseling gizi, pengetahuan gizi ibu dengan perubahan berat badan balita KEP. Namun berdasarkan grafik boxplot ada tendensi antara frekuensi konseling gizi, pengetahuan gizi ibu dan umur balita dengan perubahan berat badan balita KEP.Kata kunci: frekuensi konseling gizi, pengetahuan gizi, perubahan berat badan
Kejadian Jerawat pada Remaja di Sma Yadika 3 Prayitno, Nanang; Brahmani, Rima Nurisa
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1234

Abstract

AbstractAlthough the pathogenesis of acne is currently unknown, recent epidemiologic studies of non-Westernized populations suggest that dietary factors, including the type of foods consumed may be involved. The objective was to know the internal and external factors that are related with acne vulgaris in the senior high school students. The study used the crossectional design with the  total sample of  135 students of  the SMA YADIKA 3 Ciledug Tangerang. The data of foods consumption  were collected by using  24 hours recall method, the nutritional status of the students is determined by using  Body Mass Index (BMI). These informations are collected by nutritionis. The type of the skins were collected by general practioner.The study was conducted on April 30-31 April and  Mei 5-6 Mei 2009. The statistical analysis of this study by using Chi-Square. Of the internal factors, only the type of the skins is associated with the acne vulgaris. Meanwhile of the external factors, only the higiene of the skin is associated with the acne vulgaris. Keywords: Acne, Nutritional Status, Body Mass Index (BMI) AbstrakPada penelitian yang dilakukan Nurhidayati (2007), ditemukan bahwa sampel yang mengkonsumsi keju (80%) dan susu cair (85%)  dengan frekwensi 1-3 kali seminggu adalah responden yang berjerawat. Namun di dalam penelitian Nurhidayati tidak meneliti faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan jerawat. Sehingga kemungkinan fakto rinternal dan eksternal dapat mempengaruhi timbulnya jerawat. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui faktor internal dan faktor eksternal yang berhubungan dengan kejadian timbulnya jerawat pada remaja. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional dilakukan di SMA YADIKA 3 Ciledug tanggal 30 April-31 April dan 5 Mei-6 Mei 2009 dengan jumlah sampel 135 remaja kelas XI SMA YADIKA 3. Dari faktor internal yang meliputi jenis kulit wajah, keturunan, ras, dan status gizi yang mempengaruhi kejadian jerawat adalah jenis kulit wajah. Sedangkan factor eksternal yang meliputi kebersihan kulit wajah, frekuensi membersihkan kulit wajah, tingkat konsumsi lemak dan faktor bahan makanan penyebab jerawat yang mempengaruhi kejadian timbulnya jerawat adalah kebersihan kulit wajah. Kata kunci: Jerawat, Status Gizi, Indeks Masa Tubuh (IMT)
Perbedaan Asupan Zat Gizi Makro dan Serat Pada Anak Usia 7-12 Tahun Berdasarkan Status Ekonomi di Indonesia (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010) Pratiwi, Dita; Bahar, Herwanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 5, No 1 (2013): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v5i1.1252

Abstract

 AbstrakIndonesia dikenal sebagai Negara dengan kekayaan dan keanekaragaman hayati. dibagi menjadi 3 region yaitu Indonesia bagian barat, Indonesia bagian tengah, dan Indonesia bagian timur. Masalah gizi disebabkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan zat gizi. Usia 7-12 tahun merupakan golongan yang memerlukan perhatian. Status ekonomi keluarga salah satu faktor yang menentukan jumlah makanan yang tersedia dalam keluarga. Mengetahui perbedaan asupan zat gizi makro dan serat pada anak usia 712 tahun berdasarkan status ekonomi di Indonesia. Data yang digunakan data sekunder Riskesdas 2010 dengan pendekatan cross-sectional dan design survey analitik. Sampel yang didapat 1887 orang. Pengujian statistik menggunakan uji t-test Independent dan one-way Anova. rata-rata umur responden 9 tahun 5 bulan (±1.68), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 983 orang dan perempuan yaitu 904 orang. Pendapatan keluarga responden sebagian besar pada quintil 2 (ekonomi rendah) sebanyak 22.4%, quintil 3 (ekonomi menengah) sebanyak 21.46%, quintil 4 (ekonomi tinggi) sebanyak 21.4% dan quintil 5 (ekonomi sangat tinggi) sebanyak 16.86%. rata-rata asupan energi responden 1442 kkal (±138), protein 47 gram (±9.8), karbohidrat 214 gram (±19.5), lemak 43 gram (±11.9), dan serat 7 gram (±2.7). Ada perbedaan bermakna asupan protein dengan status ekonomi Di Indonesia (p≤0.05), ada perbedaan bermakna asupan protein dengan status ekonomi di region 2 Indonesia (p≤0.05), ada perbedaan asupan energi dan protein di region 1 Indonesia (p≤0.05), dan ada perbedaan asupan energi, protein, lemak di region 3 Indonesia. Kata kunci: Gizi, Makro, Serat, anak-anak 
Hubungan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Zat Besi dan Tingkat Kejadian Anemia di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang Tahun 2012 Kumala, Winda; Jusat, Idrus
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 2 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i2.1268

Abstract

AbstrakAngka   Kematian   Ibu   (AKI)   merupakan   salah   satu   indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Kematian ibu dapat terjadi, diantaranya karena   anemia.Anemia   pada   kehamilan   berhubungan   dengan   meningkatnya   angka kesakitan dan kematian ibu. Anemia pada defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan zat gizi lain. Cara efektif untuk mengatasinya dengan mengkonsumsi tablet zat besi. Mengetahui hubungan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi dantingkat kejadian anemia di Puskesmas Jawilan Kabupaten Serang  tahun 2012. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II yang berkunjung ke puskesmas Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang  dengan jumlah sampel 44 ibu hamil. Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, sikap ibu dan tindakan ibu termasuk  dalam  kategori  baik.  Uji  statistik  menunjukkan  bahwakepatuhan  ibu  dalam mengkonsumsi tablet zat besi memiliki hubungan dengan variabel pengetahuan ibu dengan nilai  p<0,05dan  tindakan  ibu  dengan  nilai  p<0,05.  Sedangkan  kepatuhan  ibu  hamil mengkonsumsi tablet zat  besitidak memiliki hubungan dengan tingkat kejadian anemia dengan nilai p>0,05. Upaya  untuk  mencegah  tingkat  kejadian  anemia  pada  ibu  hamil  yaitu dengan  dilakukannya pembinaan, penyuluhan pentingnya  konsumsi  tablet  zat besi dan makanan yang bergizi selama kehamilan. Kata Kunci: ibu hamil, anemia, zat besi
ASUPAN LEMAK (MUFA), KALSIUM, INDEKS MASSA TUBUH, DAN HIPERTENSI PADA WANITA POSTMENOPAUSE DI PULAU SUMATERA (ANALISIS DATA SEKUNDER RISKESDAS 2007) Dewi, Novitasari; Erry, Mulyani; Tiurma, Heryawanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 1 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i1.1418

Abstract

AbstractBackground: RISKESDAS 2007 showed the prevalence of Hypertension is 29,8%. Women suffered from Hypertension more than men. Dietary intake of fat (MUFA) and an adequate calcium are known to prevent Hypertension. Objective: To identify the differences in dietary intake of fat (MUFA), calcium, body mass index, and Hypertension in postmenopausal women in Sumatera. Methods: Data used RISKESDAS 2007, with cross-sectional study and analytical survey design. Total number of samples of postmenopausal women (aged 50-54 years) were studied (n=2107). Statistical analysis used independent sample t-Test. Results: The average age of postmenopausal women in Sumatera is 51 years and 2 months, most of them live in rural areas (59,0%) and urban (41,0%). The average dietary intake of fat (MUFA) is 7,99 g (± 5.738 g), amount to 217.51 mg calcium (± 164.356 mg). The average body mass index of postmenopausal women who studied are 24.12 kg/m2 (± 2.5 kg/m2). 46.4% (n=980) postmenopausal women suffering from Hypertension in Sumatra. Based on the results of statistical tests, there are differences in body mass index based on the incidence of Hypertension (p <0.05). There were no differences on dietary intake of fat (MUFA) and calcium based on the incidence of Hypertension (p≥0,05). Conclusion: Modification of a healthier lifestyle is needed by taking into an adequate intake of calcium, vitamin D and do more physical activity in order to prevent an increase in blood pressure which is faster in postmenopausal women whether they live in urban and rural areas because of reduced estrogen hormone. Keywords : MUFA, Calcim, Hypertension AbstrakLatar Belakang: Hasil Riskesdas 2007 menunjukkan prevalensi kejadian Hipertensi sebesar 29,8%. Berdasarkan jenis kelamin, wanita menderita Hipertensi lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Asupan lemak (MUFA), dan kalsium yang cukup diketahui dapat mencegah terjadinya Hipertensi. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan asupan lemak (MUFA), kalsium, indeks massa tubuh, dan Hipertensi pada wanita postmenopause di Pulau Sumatera. Metode Penelitian: Data yang digunakan merupakan data sekunder RISKESDAS 2007, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel wanita postmenopause (usia 50-54 tahun) yang diteliti (n=2107). Pengujian statistik menggunakan uji t-test Independent. Hasil: Rata-rata usia wanita postmenopause di Pulau Sumatera adalah 51 tahun 2 bulan, sebagian besar tinggal di wilayah perdesaan (59,0%) dan perkotaan (41,0%). Rata-rata asupan lemak (MUFA) sebesar 7,99 g (±5,738 g), kalsium sebesar 217,51 mg (±164,356 mg). Rata-rata indeks massa tubuh wanita postmenopause yang diteliti sebesar 24,12 Kg/m2 (±2,5 Kg/m2). Sebanyak 46,4% (n=980) wanita postmenopause di Pulau Sumatera menderita Hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat perbedaan indeks massa tubuh berdasarkan kejadian Hipertensi (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan asupan lemak (MUFA) dan kalsium berdasarkan kejadian Hipertensi (p≥0,05). Kesimpulan: Modifikasi gaya hidup lebih sehat dengan memperhatikan asupan kalsium, vitamin D dan meningkatkan aktifitas fisik guna mencegah peningkatan tekanan darah yang berlangsung lebih cepat pada wanita postmenopause baik yang tinggal di daerah perkotaan dan perdesaan karena berkurangnya hormon esterogen. Kata Kunci: MUFA, Kalsium, Hipertensi
ASUPAN LEMAK (MUFA), KALSIUM, INDEKS MASSA TUBUH, DAN HIPERTENSI PADA WANITA POSTMENOPAUSE DI PULAU SUMATERA(ANALISIS DATA SEKUNDER RISKESDAS 2007) Dewi, Novitasari; Mulyani, Erry Yudhya
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 2 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i2.1610

Abstract

AbstractBackground: RISKESDAS 2007 showed the prevalence of Hypertension is 29,8%. Womensuffered from Hypertension more than men. Dietary intake of fat (MUFA) and an adequate calcium are known to prevent Hypertension.Objective: To identify the differences indietary intake of fat (MUFA), calcium, body mass index, and Hypertension in postmenopausal women in Sumatera.Methods: Data used RISKESDAS 2007, with cross-sectional study and analytical survey design. Total number of samples of postmenopausal women (aged 50-54 years) were studied (n=2107). Statistical analysis used independent sample t-Test.Results: The average age of postmenopausal women in Sumatera is 51 years and 2 months, most of them live in rural areas (59,0%) and urban (41,0%). The average dietary intake of fat (MUFA) is 7,99 g (± 5.738 g), amount to 217.51 mg calcium (± 164.356 mg). The average body mass index of postmenopausal women who studied are 24.12 kg/m2 (± 2.5 kg/m2). 46.4% (n=980) postmenopausal women suffering from Hypertension in Sumatra. Based on the results of statistical tests, there are differences in body mass index based on the incidence of Hypertension (p <0.05). There were no differences on dietary intake of fat (MUFA) and calcium based on the incidence of Hypertension (p≥0,05). Conclusion: Modification of a healthier lifestyle is needed by taking into an adequate intake of calcium, vitamin D and do more physical activity in order to prevent an increase in blood pressure which is faster in postmenopausal women whether they live in urban and rural areas because of reduced estrogen hormone. Keywords : MUFA, Calcium, Hypertension AbstrakLatar Belakang: Hasil Riskesdas 2007 menunjukkan prevalensi kejadian Hipertensi sebesar 29,8%. Berdasarkan jenis kelamin, wanita menderita Hipertensi lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki. Asupan lemak (MUFA), dan kalsium yang cukup diketahui dapat mencegah terjadinya Hipertensi.Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan asupan lemak (MUFA), kalsium, indeks massa tubuh, dan Hipertensi pada wanita postmenopause di Pulau Sumatera.Metode Penelitian: Data yang digunakan merupakan data sekunder RISKESDAS 2007, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel wanita postmenopause (usia 50-54 tahun) yang diteliti (n=2107). Pengujian statistik menggunakan uji t-test Independent. Hasil: Rata-rata usia wanita postmenopause di Pulau Sumatera adalah 51 tahun 2 bulan, sebagian besar tinggal di wilayah perdesaan (59,0%) dan perkotaan (41,0%). Rata-rata asupan lemak (MUFA) sebesar 7,99 g (±5,738 g), kalsium sebesar 217,51 mg (±164,356 mg). Rata-rata indeks massa tubuh wanita postmenopause yang diteliti sebesar 24,12 Kg/m2 (±2,5 Kg/m2). Sebanyak 46,4% (n=980) wanita postmenopause di Pulau Sumatera menderita Hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat perbedaan indeks massa tubuh berdasarkan kejadian Hipertensi (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan asupan lemak (MUFA) dan kalsium berdasarkan kejadian Hipertensi (p≥0,05).Kesimpulan: Modifikasi gaya hidup lebih sehat dengan memperhatikan asupan kalsium, vitamin D dan meningkatkan aktifitas fisik guna mencegah peningkatan tekanan darah yang berlangsung lebih cepat pada wanita postmenopause baik yang tinggal di daerah perkotaan dan perdesaan karena berkurangnya hormon esterogen. Kata kunci: MUFA, kalsium, hipertensi
KONSUMSI KEDELAI DAN HASIL OLAHANNYA SEBAGAI SUMBER PHYTHOESTROGEN DAN KEJADIAN MENOPAUSE PADA IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR Wagustina, Silvia; Zulfah, Siti; Afdayani, Nova
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 10, No 01 (2018): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v10i01.2228

Abstract

Women age epectancy is more higher than men, and it will be more elderly women than men among elderly population as the consequency. The long term impact there will be some health problem such as; osteoporosis, coronary heart desease, stroke, diabetes mellitus, senile, alzheimer, etc. One of the way to surpress the menopause simptoms is increase the intake of soy bean and its product due to the isoflavon in it. which similar part with estrogen. The aim of this study was to figure out the impact of concumption habit of soy bean and its product to the menopause level among housewifes. This research was the descriptive analitic reasearch, designed with case control study, to figure out the impact of consumption habit of soy bean and its product to the early menopause. The samples were inclusive criteria of housewives. The analysis tools which used were Chi square test and odds ratio. Result of this study showed that consumption habit of soy bean and its product were enough in case group 47,7% and in controlled group 79,5%. Menopause periode in group caseaverage early (40-50 year) 45,5%. There was meaningful impact from the consumption habit of soy bean and its product in menopause periode (age) (p < 0,05) with OR = 0,235. As the conclusion, it’s known that enough Soy bean and its product consumption could be a protective factor against early menopause. It is suggested for women to comsume high isoflavon food source about ≥ 30 mg/day to prevent early menopause. Keyword : Isoflavon intake, soybean, fitoestrogen, and menopause
GAMBARAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS SE-JAKARTA BARAT Situmorang, Elsa Maulina Br; Sitoayu, Laras; Sapang, Mertien
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 02 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i2.2887

Abstract

AbstractDiabetes Mellitus (DM) is a degenerative disease where the body cannot use the insulin effectively. Nationally, the prevalence of diabetes was 2.1%. DM prevalence in Jakarta reached 2.5% in the age group 45-74 years. In controlling glucose levels in the blood, it takes direct and indirect factors. One direct factor in the control of blood glucose levels is the diversity of food consumption. The diversity of food consumed is very important to be measured to have a good quality of food consumption. The research aims to describe the diversity of food consumption in DM patients at the health center in West Jakarta. This research is an observational cross-sectional study design. The study population was all patients with type II DM. The number of samples of 238 respondents who met the inclusion criteria. Data collected were the diversity of food consumption using dietary diversity score (DDS). The DDS results were obtained from respondents' consumption intake using the 2x24 hour food recall method. The result showed that the majority of respondents aged 46-65 years as many as 206 people (86.6%) and the majority of the respondents were female as many as 172 people (72.3%). From the survey, results it is known that as many as 232 people (97.5%) of respondents have a diversity of food consumption, which is diverse. The diversity of food consumption in patients with type II DM in West Jakarta is included in various categories. Keywords: Diabetes mellitus, dietary diversity score AbstrakDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Secara nasional, prevalensi DM sebesar 2,1%. Di provinsi Jakarta prevalensi DM mencapai 2,5% pada golongan usia 45-74 tahun. Dalam mengontrol kadar glukosa dalam darah, dibutuhkan faktor langsung dan tidak langsung. Salah satu faktor langsung dalam mengontrol kadar glukosa dalam darah yaitu keragaman konsumsi pangan. Beragamnya pangan yang dikonsumsi sangat penting untuk diukur agar dapat memiliki kualitas konsumsi pangan yang baik.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran keragaman konsumsi pangan pada penderita DM di Puskesmas Se-Jakarta Barat. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe II dengan jumlah sampel 238 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan yaitu keragaman konsumsi pangan menggunakan dietary diversity score (DDS). Hasil DDS diperoleh dari asupan konsumsi responden dengan menggunakan metode food recall 2x24 jam.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden berusia 46 - 65  tahun sebanyak 206 orang (86.6%) dan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 172 orang (72.3%). Dari hasil survey diketahui bahwa sebanyak 232 orang (97,5%) responden memiliki keragaman konsumi pangan yang beragam. Keragaman konsumsi pangan pada penderita DM tipe II di Jakarta Baratsudah termasuk dalam kategori beragam. Kata Kunci: Diabetes melitus, keragaman konsumsi pangan 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Suplemen pada Ibu Hamil di Rumah-Sakit Melati Tangerang Hanifa, Hanifa; Wiyono, Sugeng
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 1 (2011): Nutrire Diaita
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i1.1229

Abstract

AbstractPregnancy period is one of the critical points in the life cycle. Therefore, pregnant mothers should get additional intake of energy, protein, minerals, such as iron and calcium as well as folic acid and vitamins. The aims of this study was to determine the factors associated with the frequency of consumption of supplements in pregnant women. This is descriptive study and cross-sectional design. We got 50 respondents who visit at obstetrics poly. This study shows that the respondents who consumes supplements are often (82 %) and rarely (18 %). Based on period of pregnancy, most of respondents in third trimester (52 %). Based on the activity, most of respondents in moderate activity category (76 %). Based on level of education and knowledge, most of respondent are secondary (high school) (58 %) and good knowledge category (52 %). Based on income , pregnant women who have an income above the minimum wage ( 100 % ). Based on advocate the use of supplements , doctors ( 40 % ) , midwives ( 52 % ) and the desire alone ( 8 % ). There is significant relationship between the frequency of consumption of supplements with which varabel gestational age (p<0.05) , the level of knowledge (p <0.05) , as well as advocate the use of level of supplementation (p <0.05). Whereas the other data shows that no significant correlation with the frequency of consumption of supplements is often activity and educational level (p ≥ 0.05). The pregnant women need additional intake from supplements until the time of delivery.  Keywords: Consumption of Supplements, Pregnant Women, Gestational  AbstrakMasa hamil merupakan salah satu titik rawan dalam siklus kehidupan. Oleh karenanya, selama kehamilan Ibu mendapatkan tambahan energi, protein, mineral, seperti zat besi dan kalsium serta asam folat dan berbagai vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan frekuensi konsumsi suplemen pada ibu hamil di RS. Melati pada bulan Agustus 2008. Penelitian ini deskriptif, dengan rancangan cross sectional dan didapat 50 responden yang berkunjung di poli kebidanan R.S Melati. Penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi suplemen sering (82%), jarang (18%). Berdasarkan usia kehamilan, sebagian besar responden berada pada trimester III (52%). Berdasarkan aktivitas, ringan (10%), sedang (76%) dan berat (14%). Berdasarkan tingkat pendidikan, menengah (SMU) (58%), tinggi (PT) (42%). Berdasarkan pengetahuan, baik (52%), cukup (36%), dan kurang (12%). Berdasarkan pendapatan, ibu hamil yang memiliki pendapatan diatas UMR (100%). Berdasarkan penganjur penggunaan suplemen, dokter (40%), bidan (52%) dan keinginan sendiri (8%). Adanya hubungan bermakna antara frekuensi konsumsi suplemen dengan yaitu varabel usia kehamilan (p< 0.05), tingkat pengetahuan (p<0.05), serta tingkat penganjur penggunaan suplemen (p< 0.05). sedangkan yang menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna dengan seringnya frekuensi konsumsi suplemen yaitu aktivitas dan tingkat pendidikan (p≥0.05). Perlunya asupan tambahan konsumsi suplemen untuk ibu hamil agar kondisinya tetap fit sampai pada saat melahirkan. Kata Kunci: Frekuensi, Konsumsi, Suplemen

Page 9 of 17 | Total Record : 164