cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 164 Documents
Status Gizi Berdasarkan Pola Konsumsi Pada Anak Usia 6-7 Tahun Di Pulau Sumatera (Analisis Riskesdas 2010) Puspita, Tri; Ronitawati, Putri
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 4, No 2 (2012): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v4i2.1246

Abstract

AbstractNutritional status of children are influenced by many factors, one of which is the consumption pattern. The consumption patterns may either bring a child into the status of malnutrition or overweight that inhibits growth and development. This study to identifying consumption patterns based on the nutritional status of children aged 6-7 years on the island of Sumatera. We used secondary data RISKESDAS 2010, with cross-sectional approach. The total of respondent are 2304 children’s. We used one-way An-nova test to analyzing data. Based on the results of the study, as many as 79.7% of children of normal nutritional status, underweight 10.3% and 9.9% overweight. The results showed that children who overweight nutritional status of the mostly had consumed foods from cereals and grains (441±178) g, meat and poultry (12.4 ± 46.7) g, egg (24±45) g, milk (7.8± 35) g, vegetables (64.5± 84 g and fruits (19±55.5) g. Meanwhile, the children who underweight nutritional status mostly consumed of marine products such as fish and other marine products (40±70) g. There were no significant differences between consumption pattern of (cereals and grains, beans, meat, poultry, fish, milk, fats or oils, vegetables, fruits, snack foods, beverages, sugar and others) and nutritional status in children age 6-7 years on the island of Sumatera. We need more efforts to prevent and overcome problem of malnutrition with the comprehensive approach that includes aspects related to the nutritional status. Keywords: Nutritional Status, Food Consumption Pattern, Children aged 6-7 y AbstrakStatus gizi pada anak banyak dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah pola konsumsi. Pola konsumsi yang tidak baik dapat membawa anak menjadi berstatus gizi kurang atau berstatus gizi lebih yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Mengidentifikasi pola konsumsi berdasarkan status gizi pada anak usia 6-7 tahun di Pulau Sumatera. Data yang digunakan adalah data sekunder RISKESDAS 2010, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel anak yang masuk penelitian sebesar 2304 anak. Dalam pengujian statistik menggunakan uji one-way annova. Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 79,7% anak berstatus gizi normal, 10,3% berstatus gizi kurang dan 9,9% berstatus gizi lebih. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa anak dengan status gizi lebih paling banyak mengonsumsi makanan dari sumber serealia dan umbi-umbian 441 (±178 gr), daging dan unggas 12,4 (±46,7 gr), telur 24 (±45 gr), susu 7,8 (±35 gr), sayuran 64,5 (±84 gr) dan buah-buahan 19 (±55,5 gr). Sementara untuk anak dengan status gizi kurang paling banyak mengonsumsi bahan makanan dari hasil laut seperti ikan dan hasil laut lainnya 40 (±70 gr). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara pola konsumsi (serealia dan umbi-umbian, kacang-kacangan, daging, unggas, ikan, susu, lemak atau minyak, sayuran, buah-buahan, makanan jajanan, minuman, gula dan lainnya) dan status gizi pada anak usia 6-7 tahun di Pulau Sumatera. Dalam upaya mencegah dan menanggulangi masalah gizi perlu dilakukan pendekatan menyeluruh yang meliputi aspek yang terkait dengan status gizi Kata Kunci : Status Gizi, Pola Konsumsi, Anak Usia 6-7 tahun
HubunganPolaKonsumsiMakananBeresikodan Status GizidenganKejadianHipertensi di Kalimantan Selatan padaUsia 35 – 44 Tahun (Analisis Data RISKESDAS 2007) Sari, Dewi Anggraini Puspita; Ernawati, Fitrah; Kuswari, Murry
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1263

Abstract

AbstractHypertension is non communicable disease and The third major cause of death in Indonesia for all ages (6.8%), after a stroke (15.4%) and tuberculosis (7.5%). The problem of hypertension is influenced by sex, age, nutritional status, food consumption patterns of risk (sweet, salty, fatty, offal, preserved food, caffeinated, and seasonings), stress, and physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship of food consumption patterns and nutritional status with the risk of incident hypertension in South Kalimantan in the age group 35-44 years. The subjects of  this study are people aged 35-44 years old  in South Kalimantan. Sample obtained by 3603 people. Analysis of the data in this study using chi-square test and Spearman correlation. This technique is used to determine the relationship between the characteristics (gender and residential areas), nutritional status, and patterns of food consumption risk (sweet, salty, fatty, offal, preserved, caffeinated beverages, and seasonings). Statistical test results showed an association between sex, nutritional status (r = 0.188, p <0.05), and the pattern of consumption of caffeinated beverages (r = 0.06, p <0.05) with incident hypertension. Keywords: the pattern of food consumption risk, nutritional status, hypertension AbstrakHipertensi merupakan penyakit tidak menular dan penyebab kematian utama ketiga di Indonesia untuk semua umur (6,8%), setelah stroke (15,4%) dan tuberculosis (7,5%). Masalah hipertensi dipengaruhi oleh jenis kelamin, umur, status gizi, pola konsumsi makanan beresiko (manis, asin, berlemak, jeroan, yang diawetkan, berkafein, dan bumbu penyedap), stres, dan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola konsumsi makanan beresiko dan status gizi dengan kejadian hipertensi di Kalimantan Selatan pada kelompok usia 35-44 tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Kalimantan Selatan usia 35-44 tahun. Sedangkan sampelnya diperoleh sebanyak 3603 orang. Analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan uji korelasi spearman dan chisquare. Teknik ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik (jenis kelamin dan daerah pemukiman), status gizi, dan pola konsumsi makanan beresiko (manis, asin, berlemak, jeroan, yang diawetkan, minuman berkafein, dan bumbu penyedap). Hasil uji statistik menunjukan adanya hubungan antara jenis kelamin, status gizi (r=0,188, p<0,05), dan pola konsumsi minuman berkafein (r=0,06, p<0,05) dengan kejadian hipertensi. Kata kunci: pola konsumsi makanan beresiko, status gizi, hipertensi  
HUBUNGAN USIA, TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS EKONOMI, PEKERJAAN, DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI PROVINSI PAPUA DAN PAPUA BARAT Auliana, Utami; Iskari, Ngadiarti; Tiurma, Heryawanti
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 8, No 1 (2016): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v8i1.1413

Abstract

AbstractOne of the nutritional problems in Indonesia is the problem of nutrition in pregnancy. Nutrition of pregnant women is necessary for the fulfillment of his own maternal nutrition and the development of the fetus. Nutritional status is a state of the body of a person or group of people caused by the ingestion, absorption, and utilization of food nutrients. Nutritional status of pregnant women can be affected by socio-economic circumstances and state of health of pregnant women during pregnancy. The objective of this study the Correlation of age, Education level, Economic status, Work, and Macro nutrient intake With Nutritional Status of Pregnant Women in Papua and West Papua. Research Methods Data used secondary data Riskesdas 2007, with cross-sectional approach. The total number of samples of pregnant women aged 15-45 years were studied (n = 270). Analysis was using chi-square test, independent t-test and logistic regression. Based on the results, that the nutritional status of pregnant women KEK 32.2%, maternal age ≥20 years and ≤ 35 years of 71.1%, 71.5% lower education level, occupation housewife 73.3%, economic status high 55.6%, 2524.44 energy intake of calories, protein, 79.56 grams. The results of multivariate analysis using logistic regression showed that age, p value 0.032 OR 1.049 and p value <0.001 energy intake value OR 1,001. Conclusion The presence of maternal age correlation, and energy intake on nutritional status of pregnant women in the provinces of Papua and West Papua.Keywords: Nutritional status, age, macro nutrient intake. AbstrakSalah satu masalah gizi yang di hadapi di Indonesia adalah masalah gizi pada masa kehamilan. Gizi ibu hamil diperlukan untuk pemenuhan gizi ibu sendiri dan perkembangan janin yang dikandungnya. Status gizi merupakan keadaan tubuh seseorang atau sekelompok orang yang diakibatkan oleh konsumsi, penyerapan, dan penggunaan zat gizi makanan. Status gizi ibu hamil dapat dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi dan keadaan kesehatan ibu hamil selama kehamilan. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan usia, tingkat pendidikan, status ekonomi, pekerjaan, dan asupan zat gizi makro dengan status gizi ibu hamil di Provinsi Papua dan Papua Barat. Metode Penelitian Data yang digunakan data sekunder Riskesdas 2007, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah seluruh sampel ibu hamil usia 15-45 tahun yang diteliti (n=270). Pengujian statistik menggunakan uji chi-square, uji t-test independent dan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa status gizi ibu hamil KEK sebesar 32,2%, usia ibu hamil usia ≥20 dan ≤ 35 tahun 71,1%, tingkat pendidikan rendah 71,5%, pekerjaan ibu rumah tangga 73,3%, status ekonomi tinggi 55,6%, asupan energi 2524,44 kalori, protein 79,56 gram. Hasil analisis multivariat menggunakan regresi logistik menunjukkan bahwa usia p value 0.032 nilai OR 1,049 dan asupan energi p value <0.001 nilai OR 1.001. Kesimpulan Adanya hubungan usia ibu hamil, dan asupan energi terhadap status gizi ibu hamil di Provinsi Papua dan Papua Barat. Kata kunci : Status Gizi, Usia, Asupan zat gizi makro
KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN DAN DENSITAS GIZI PADA REMAJA OBESITAS DAN NON OBESITAS Swamilaksita, Prita Dhyani; Sa’pang, Mertien
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 9, No 02 (2017): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v9i02.2199

Abstract

Obesity is a serious problem in adolescence because it will continue until adulthood. There is a tendency of Indonesia children often consume energy-densed food which is low quality of food choices. This study aims to analyze differences in diversity of food consumption and nutrient density in obese and non obese adolescents. Cross sectional design was used in this study which used 97 adolescent respondents in West Jakarta Junior High School. The method used the nutritional status is the percent of body fat using Bioelectrical Impedance Analysisis (BIA), Individual Dietary Diversity Score (IDDS) to measure food diversity and Nutrient Density using a 2x24 hour Recall. The results showed that there was no difference of food consumption diversity and protein density in both groups with p value = 0,791 and p = 0,366 (p <0,005). While there is a real difference between the energy density of both groups with p = 0.000 (p <0.005). It means that energy density is related to obesity in adolescents. Therefore, good food choice should be disseminated to students and parents in order to meet the nutritional needs of that age. Keywords: obesity, nutrition of adolescents, food diversity, nutrient density
HUBUNGAN LINGKAR PERUT, KONSUMSI GULA DAN LEMAK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PEGAWAI DIREKTORAT POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II Adwinda, Marina Dwina; Srimiati, Mia
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 01 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i01.2750

Abstract

Consuming excessive amounts of sugar and fat can cause increased abdominal circumference. This condition can lead to central obesity that closely related to hyperglycemia which is the early signs and symptoms of non-communicable diseases (NCD). The aim of this study was to analyze the correlation between abdominal circumference, consumption of sugar and fat with blood glucose levels in employees of Directorate Poltekkes Kemenkes Jakarta II. This research was conducted at Directorate Office of Poltekkes Kemenkes Jakarta II. The study design was cross sectional in 39 healthy adults, using simple random sampling. The data of sugar and fat consumption were obtained from 2x24 hours food recall interview. The abdominal circumference was measured using metlin, and fasting blood glucose was measured using glucometer. The analytical tests used Spearman. There were a correlation between sugar consumption (p = 0.000, r = 0.613) and abdominal circumference (p = 0.028; r = 0.352) with fasting blood glucose but there was no correlation between fat to fasting blood glucose. In addition consumption of sugar and abdominal circumference were correlated to fasting blood glucose.Keywords: abdominal circumference, consumption of sugar and fat, fasting blood glucose levels
KEJADIAN MUAL MUNTAH, TINGKAT KECUKUPAN CAIRAN, ELEKTROLIT DAN STATUS HIDRASI IBU HAMIL Aprianti, Linda; Novianti, Anugrah; Gifari, Nazhif
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 12, No 02 (2020): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v12i02.3643

Abstract

Hidrasi merupakan hal yang penting dalam menunjang proses kehamilan, yang akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan janin, dan juga hasil kelahiran. Hal ini dapat terjadi karena beberapa faktor seperti selama masa kehamilan terjadi mual dan muntah yang berlebihan, asupan cairan yang kurang, dan juga asupan elektrolit yang tidak diperhatikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kejadian mual muntah, tingkat kecukupan cairan, dan  tingkat kecukupan elektrolit dengan status hidrasi pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian berupa cross sectional dengan sampel sebanyak 50 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Status hidrasi dilihat menggunakan metode berat jenis urin (BJU), kejadian mual muntah dilakukan skoring dengan menggunakan kuesioner PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nause), dan recall 2x24 jam dilakukan untuk melihat hasil asupan cairan, juga asupan natrium dan asupan kalium. Hasil dari penelitian ini tidak ada hubungan antara kejadian mual muntah (p=0,684), tingkat kecukupan cairan (p=0,669), tingkat kecukupan natrium (p=1,000) dan tingkat kecukupan kalium (p=1,000) dengan status hidrasi pada ibu hamil. Maka dapat disimpulan tidak ada hubungan antara kejadian mual muntah, tingkat kecukupan cairan, tingkat kecukupan natrium dan kalium dengan status hidrasi pada ibu hamil. 
Perbandingan Persen Lemak Tubuh, Asupan Energi, Asupan Lemak, Kebiasaan Makan dan Aktifitas Fisik Pekerja dalam Ruangan dengan Pekerja Lapangan Yuliastuti, Anik; Damayanti, Didit
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v2i2.674

Abstract

AbstractIn the study working group of employee shows percent of body fat is about 33,3% in best category of employee and weight body fat is about 94,0% in the good and excellent category. The aims of this study is to determine comparison to compare percent of body fat, energy intake, fat intake, eating habits, and physical activity in indoor and outdoor employee. This study used descriptive anlaysis with cross-sectional design. Total of respondent is 51 people employee indoor and outdoor, with aged 20-30 years, in health condition, ready to be sample, and not pregnant. The measuring instrument used to calculate percent of body fat is skin fold calipers. 24-hour recall method was used to determine the energy and fat intake. Eating habits and physical activity measured by questionnaire. We used Independent T-test for analysis. The results shows an average percent of body fat were higher in outdoor employee (1.25±5.98) than indoor employee (1.23±4.26). The average intake of energy in indoor employee is lower (92.8±20.76) than outdoor employee (97.5±10.91). The average intake of fat in indoor employee is higher (35.9±9.0) than outdoor employee (34.2±5.6). The average value of physical activity in indoor employee is lower (6.52±0.958) than outdoor employee (6.71±0.827). The results from bivariate anlysis shows no difference between percent of body fat, energy intake, fat intake, eating habits and physical activity among indoor and outdoor employee (p>0.05). Keywords: Percent of Body fat, Eating Habits, Physicl Activity  AbstrakPada penelitian kelompok pekerja diketahui persentase lemak tubuh pekerja ringan hanya 33,3% dalam kategori baik dibandingkan dengan pekerja berat yang 94% lemak tubuhnya dalam kategori baik dan baik sekali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan persen lemak tubuh, asupan energi dan lemak, kebiasaan makan serta aktifitas fisik antara pekerja dalam ruangan dengan pekerja lapangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian ini sebanyak 51 orang pekerja dalam ruangan dan lapangan yang memiliki usia 20-30 tahun, tidak dalam kondisi sakit, bersedia menjadi sampel dan tidak hamil. Alat ukur yang digunakan untuk persen lemak tubuh adalah skin fold kaliper. Metode recall 24 jam digunakan untuk mengetahui asupan energi dan lemak. Sedangkan kebiasaan makan dan aktifitas fisik menggunakan alat Bantu kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji-T Independen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persen lemak tubuh lebih tinggi pada pekerja lapangan 25.18% (SD±5.98), dibandingkan dengan pekerja dalam ruangan 23.17% (SD±4.26). Rata-rata asupan energi pekerja dalam ruangan lebih kecil 92.8% AKG (SD±20.76) dibandingkan pada pekerja lapangan 97.57% AKG (SD±10.91). Rata-rata asupan lemak pada pekerja dalam ruangan lebih besar 35.9% AKG (SD±9.0) dibandingkan dengan pekerja lapangan 34.2% AKG (SD± 5.6). Rata-rata nilai aktifitas fisik pekerja dalam ruangan lebih kecil 6.52, (SD± 0.958) dibanding pekerja lapangan 6.71 (SD±0.82787). Hasil analisa Bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan persen lemak tubuh, asupan energi dan lemak, kebiasaan makan serta aktifitas fisik antara pekerja dalam ruangan dengan pekerja lapangan (p> 0,05).Kata kunci: lemak tubuh, kebiasaan makan, aktifitas fisik
Asupan Energi-Protein dengan Status-Gizi Anak Umur 6-24 Bulan di Daerah Pesisir Tanjung-Kait Tangerang Yustrina, Artha; Angkasa, Dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 3, No 2 (2011): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v3i2.1241

Abstract

Abstract6-24 months is a golden period for children because in this period occurred rapid growth and development and almost 80% of the brain will be formed. The objective of this study was to determine the relationship of energy intake, protein intake, and other factors towards nutritional status of children in coastal areas of Tanjung Kait. This study is observational study with cross-sectional design and used T-test to analyze the data. Samples were children aged 6-24 months. The data of protein-energy intake was measured by 24 hour-food recall, others data using questionnaires and observation. The results shows that most of children were 14-22 months (53.3%), female (63.3%), energy intake <80% (80%), protein intake <80% (60%), fathers occupation as fisherman (53.3%), non-working mothers (96.7%), parent’s education was elementary/junior high school (83.3%), income status of poor families (90%), and no history of infectious disease (93.3%). The average energy and protein intake, respectively are (-1.498±1.777) kcal and (-1.757±1.947) g. The average z -score W/A is 2.97 (±0.718). There is a relationship between energy-protein intake and  nutritional status (t = -1.97; t= -2.22; p< 0.05), whereas there is no association between other factors (occupation, mother-father education , income, infectious disease) and nutritional status (t = 0.128 ; t = 0.253 ; t = 1.046 ; t = 0.412 ; t = - .418, p ≥ 0.05). Cadres is needed to be involved in providing information related to Recommended Daily Intake (RDI) of energy and protein to the community.  Keywords: nutritional status, intake, coastal area  AbstrakUsia 6-24 bulan adalah masa emas bagi anak karena cepatnya perkembangan dan pertumbuhan pada masa ini dan hampir 80% otak akan dibentuk pada masa tersebut. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan asupan energi, asupan protein, dan faktor-faktor lain terhadap status gizi anak-anak di daerah pesisir pantai Tanjung Kait. Penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional study dan dianalisa T-test. Sampel adalah anak-anak umur 6-24 bulan dari daerah pesisir pantai Tanjung Kait. Data asupan energi-protein diukur dengan food recall sedangkan faktor-faktor lain dengan kuesioner serta observasi. Status gizi dinilai dengan z-score WHO 2005. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar anak-anak berumur 14-22 bulan (53.3%), jenis kelamin perempuan (63.3%), asupan energi < 80% (80%), asupan protein < 80% (60%), pekerjaan bapak sebagai nelayan (53.3%) dan ibu yang tidak bekerja (96.7%), pendidikan orang tua SD/SMP (83.3%), pendapatan status keluarga tidak miskin (90%), dan yang tidak memiliki riwayat penyakit infeksi (93.3%). Rata-rata asupan energi -1,498 (±1,777) kkal dan asupan protein -1,757 (±1,947) gr. Rata-rata z-score BB/U adalah 2.97 (±0.718). Ada hubungan antara asupan energi dan protein berdasarkan status gizi (t=-1.97;t=-2.22; p<0.05) sedangkan tidak ada hubungan antara faktor lain (pekerjaan, pendidikan ibu-bapak, pendapatan, penyakit infeksi) berdasarkan status gizi (t=0,128; t=0,253; t=1,046; t= 0,412; t=- 0,418; p≥0.05). Perlu dilibatkanya para kader untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai Angka Kecukupan Gizi (AKG) energi dan protein kepada masyarakat. Kata kunci: status gizi, asupan, pesisir pantai.
Hubungan Asupan Vitamin A, Konsumsi Buah dan Sayur dengan Kejadian Low Vision pada Anak Usia Sekolah 7 – 12 Tahun di Provinsi Bengkulu (Analisa Data Sekunder Riskesdas Tahun 2007) Mareta, Sonia; Angkasa, dudung
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v6i1.1258

Abstract

AbstractLow vision differs with blindness. Not like the blind, people with low vision has some useful sight. Low vision caused by several factors such as birth too young (premature), maternal infection when pregnant, refraction abnormalities, inadequate intake, dietary habits and patterns that are wrong as well as vitamin A deficiency. Research aims to determine the relationship of vitamin A , the consumption of fruit and vegetables with incidence of low vision in children aged 7-12 years in the province of Bengkulu.This research using data secondary Riskesdas 2007, with the approach of cross-sectional, with the number of samples a whole (n = 894). Using statistics t-test independent and chi square. The results of statistical tests showed no significant of vitamin A intake , consumption of fruits and vegetables with incidence of low vision ( p ≥ 0.05). Need for attention from parents regarding vitamin A intake , consumption of fruits and vegetables as well as the attention of the parties concerned about the prevalence of low vision and need to improve the health and nutrition education programs. Keywords: vitamin A, consumption of fruits and vegetables, low vision  AbstrakLow vision berbeda dengan kebutaan. Tidak seperti orang yang buta, orang dengan low vision memiliki beberapa pandangan yang berguna. Low vision terjadi karena beberapa faktor seperti kelahiran yang terlalu muda (premature), infeksi ibu ketika hamil, kelainan refraksi, asupan yang tidak memadai, pola dan kebiasaan makan yang salah serta defisiensi vitamin A.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan vitamin A, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian low vision pada anak usia 7-12 tahun di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2007, dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel keseluruhan (n = 894). Menggunakan uji statistik uji t-test independent dan uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukkan Tidak ada hubungan asupan vitamin A, konsumsi buah dan sayur dengan kejadian low vision (p≥0.05). Perlu adanya perhatian dari orangtua mengenai asupan vitamin A, konsumsi buah dan sayur serta perhatian dari pihak yang terkait mengenai prevalensi low vision serta perlu adanya peningkatan program penyuluhan kesehatan dan gizi. Kata kunci: vitamin A, konsumsi buah dan sayur, low vision
Perbedaan Prestasi Belajar Berdasarkan Energi Sarapan, Status Gizi (IMT/U), Tingkat Pendidikan Ibu dan Tingkat Pendapatan Keluarga di SD Negeri 40 Kecamatan Pontianak Utara Provinsi Kalimantan Barat Ginting, Septiana Maria Deba
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 7, No 1 (2015): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v7i1.1274

Abstract

AbstractBackground: Breakfast provides energy intake by 20-25% of the amount of energy intake a day in order to concentrate on studying, in the long term can effect on learning achievement. Nutritional status, maternal education level, and family income level are factors also affect the learning achievement of children. Objective: Know the difference in learning achievement based energy breakfast, nutritional status (IMT/U), maternal education level, and family income level in elementary school students. Methods: 93 people were observed with cross-sectional design. Data collected was the average value of the test as a result of learning achievement, breakfast energy intake obtained through a 24-hour recall for 3 days, data mother’s education level and family income level is obtained through a questionnaire. Independent T-Test was used for statistical analysis. Result: Male gender of 47,3, female gender of 52,7%. Energy breakfast less 53,8%, adequate 46,2%. Nutritional status abnormal 16,1%, and normal 83,9%. Low maternal education 81,7%, higher 18,3%. Low family income 79,6% and higher 20,4%. Average of test scores is 55,26. There are differences in test scores of respondents with less and sufficient energy breakfast (p<0,05), there was no difference in test scores of respondent with normal nutritional status and abnormal (p≥0,05), there is a difference in test scores between children with low maternal education and higher (p<0,05), there is a difference in test scores between children with low family income and higher (p<0,05). Conclusion: School children need to familiarize the breakfast to be moreconcentrated in the study. Keywords: school children, energy breakfast, nutritional status AbstrakLatar Belakang: Sarapan memberikan asupan energi sejumlah 20-25% dari jumlah energi sehari agar mampu berkonsentrasi dalam belajar, dalam jangka panjang berpengaruh pada prestasi belajar. Status gizi, tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan orang tua merupakan faktor yang juga berpengaruh dalam prestasi belajar anak. Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan hasil nilai belajar antara energy sarapan, status gizi (IMT/U), tingkat pendidikan ibu dan tingkat pendapatan keluarga pada siswa SD. Metode: Desain penelitian menggunakan desain survei observasional dan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel 93 orang. Data yang dikumpulkan adalah nilai ujian, asupan energi sarapan, data tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga. Analisis statistik menggunakan uji T-Test Independent. Hasil Penelitian: Jenis kelamin laki-laki sebesar 47,3%, perempuan 52,7%. Energi sarapan kurang sebesar 53,8% dan cukup 46,2%. Status gizi tidak normal sebesar 16,1% dan normal 83,9%. Tingkat pendidikan ibu rendah sebesar 81,7% dan tinggi 18,3%. Tingkat pendapatan keluarga rendah sebesar 79,6% dan tinggi 20,4%. Rata-rata nilai ujian 55,26. Ada perbedaan nilai ujian berdasarkan energy sarapan kurang dan cukup (p<0,05), tidak ada perbedaan nilai ujian berdasarkan status gizi normal dan tidak normal (p≥0,05), ada perbedaan nilai ujian berdasarkan pendidikan ibu yang rendah dan tinggi (p<0,05), ada perbedaan nilai ujian berdasarkan pendapatan keluarga yang rendah dan tinggi (p<0,05). Kesimpulan: Anak sekolah perlu membiasakan sarapan agar lebih berkonsentrasi dalam belajar.Kata kunci: anak SD, energi sarapan, status gizi

Page 10 of 17 | Total Record : 164