cover
Contact Name
Ahmad Rayhan
Contact Email
ahmadrayhan30@gmail.com
Phone
+6281917637016
Journal Mail Official
conference.sinesia@gmail.com
Editorial Address
Puri Cempaka Azalea A9 No. 22, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Proceedings National Conference Sisi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 31101062     DOI : https://doi.org/10.69836/ncrcs-sinesia
Proceedings National Conference Sisi Indonesia (E-ISSN : 3110-1062) is a scientific proceeding resulting from the national conference organized as a forum for collaboration and dissemination of research findings as well as community service activities across various fields of study. The proceedings aim to document and disseminate the ideas, findings, and innovations of academics, researchers, practitioners, and students to a wider audience, both at the national and international levels. These proceedings are published by the Sisi Indonesia Research and Community Service Foundation, as part of its commitment to supporting the improvement of scientific quality and contributing meaningfully to research-based development and community engagement in Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
Studi Literatur: Analisis Komparasi Platform Digital Pembuatan E-Modul Genially, Canva, Heyzine Flipbook, dan Liveworksheet Bagi Pemula Isnaini Intan Pratiwi; Disti Nurul Khoiriyah; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.185

Abstract

Kemajuan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong munculnya berbagai platform dan aplikasi untuk pengembangan modul elektronik (e-modul), namun perbandingan komprehensif mengenai efektivitasnya bagi pendidik pemula masih jarang dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif empat aplikasi yang paling banyak digunakan dalam penelitian pendidikan Indonesia: Genially, Canva, Heyzine Flipbook, dan Liveworksheets. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) terhadap lebih dari 40 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal pendidikan terindeks rentang 2021–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Genially unggul dalam interaktivitas dan visual dinamis, dengan validitas 93% dan efektivitas 85%, serta lonjakan minat siswa dari 33,3% menjadi 88,3%. Canva menonjol dalam kemudahan penggunaan dan estetika desain, dengan skor validasi rata-rata 94,4% dan respons siswa 91,7%. Heyzine Flipbook menawarkan pengalaman membaca digital yang familier, dengan kelayakan materi 97,5%, kelayakan bahasa 95%, dan skor N-Gain 0,79. Liveworksheets merupakan satu-satunya platform yang menyediakan umpan balik otomatis dan pemantauan kemajuan, dengan validitas 95,25%, peningkatan hasil belajar dari 61,90% menjadi 90,48%, dan aktivitas siswa 87,50%. Tidak ada platform yang unggul di semua dimensi secara mutlak; pemilihan optimal mensyaratkan pertimbangan kontekstual meliputi tujuan pembelajaran, kemampuan teknologi pendidik, dan infrastruktur digital institusi.
Pengelolaan Keuangan Berkelanjutan di Kabupaten Blitar Berdasarkan Green Budgeting Susilo; Al Muizzuddin Fazaalloh; Rizal Muwazir; Roekhudin; Alvira ‘Aina A’yun
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.189

Abstract

Isu keberlanjutan dalam tata kelola keuangan desa semakin mengemuka seiring meningkatnya tuntutan terhadap pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif. Namun demikian, praktik penganggaran di desa-desa Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, masih didominasi oleh belanja fisik dan administratif, dengan integrasi aspek sosial dan lingkungan yang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperkuat kapasitas aparatur desa serta pelaku ekonomi lokal dalam menerapkan pengelolaan keuangan berkelanjutan melalui integrasi konsep green budgeting ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, survei awal, serta dokumentasi selama kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan implementasi green tagging berbasis matriks dalam kurun waktu tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi terkait keuangan berkelanjutan masih rendah, praktik green tagging belum diterapkan, serta belum tersedia pedoman standar dalam klasifikasi kegiatan hijau di tingkat desa. Meskipun demikian, intervensi yang dilakukan berhasil meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan mengenai green budgeting, menghasilkan draf toolkit klasifikasi kegiatan hijau yang kompatibel dengan sistem keuangan desa, serta mendorong terbentuknya Kelompok Kerja (Pokja) Green Budgeting sebagai mekanisme keberlanjutan program. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendorong tata kelola keuangan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip triple bottom line (ekonomi, sosial, dan lingkungan).
Forest Cover Threshold: Rekonstruksi Kebijakan Pengendalian Dampak Pertambangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indonesia Muhammad Hadziq Azka
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.190

Abstract

Aktivitas pertambangan di berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS) Indonesia telah menurunkan tutupan hutan secara signifikan, meningkatkan banjir, erosi, dan sedimentasi. Regulasi tidak menetapkan ambang batas tutupan hutan (forest cover threshold) secara spesifik sebagai dasar kompensasi lahan, sementara sains mensyaratkan minimum 65 persen dan ambang kritis 50–60 persen untuk menjaga fungsi hidrologis. Penelitian ini menganalisis pengaturan threshold dalam perizinan tambang, mengidentifikasi kesenjangan regulasi-ekologis, dan merumuskan rekonstruksi kebijakan. Dengan metode yuridis-normatif dan pendekatan perundang-undangan serta konseptual, ditemukan bahwa ambang batas yang tidak pasti tidak memiliki justifikasi ekologis. Penelitian ini merekomendasikan rekonstruksi kebijakan meliputi penetapan ambang minimum 65 persen untuk DAS prioritas, moratorium otomatis pada 50 persen, integrasi threshold ke dalam AMDAL, serta penguatan pengawasan dan koordinasi antar-kementerian berbasis unit ekosistem DAS. Rekonstruksi ini menyelaraskan kepastian hukum dengan perlindungan ekosistem demi tata kelola tambang berkelanjutan.
Evaluasi Implementasi Micro Teaching Berbasis TPACK dengan Model CIPP pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret Novananda Syakira Eka Putri; Elvin Yusliana Ekawati
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.191

Abstract

Calon guru fisika di era digital dituntut mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogik, dan konten secara terpadu dalam pembelajaran. Namun, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret masih menghadapi kendala dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Merdeka dan mengintegrasikan teknologi secara pedagogis dalam micro teaching. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi micro teaching berbasis TPACK menggunakan model CIPP. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain concurrent embedded, melibatkan 60 mahasiswa melalui angket, wawancara dengan 7 mahasiswa dan 3 dosen, observasi langsung, serta analisis dokumen. Hasil evaluasi menunjukkan dimensi context sangat baik, dengan 96,7% mahasiswa memahami tujuan program dan 98,3% menyatakan kesesuaiannya dengan kebutuhan calon guru. Aspek input mencerminkan kesiapan RPP yang tinggi (93,3%) dan pemanfaatan teknologi seperti PhET dan Canva (90,0%), meskipun terdapat kendala teknis pada infrastruktur. Dimensi process menonjol pada penutupan pembelajaran (88,3%) dan umpan balik dosen (91,7%), namun manajemen waktu (78,3%) dan integrasi TPACK secara holistik masih perlu ditingkatkan. Hasil product menunjukkan peningkatan keterampilan mengajar (83,3%) dan kepercayaan diri (85,0%), meskipun ditemukan miskonsepsi pada konten fisika dan kecenderungan pendekatan teacher-centered. Evaluasi CIPP menyimpulkan bahwa konteks dan produk program telah memenuhi harapan, sementara aspek input dan proses masih memerlukan penguatan. Disarankan pengembangan modul simulasi daring, penguatan pelatihan TPACK, panduan RPP yang lebih sistematis, serta umpan balik terstruktur guna mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Kajian tentang Bagaimana Pekerjaan di Sektor Pertanian & Nilai Tambah Industri Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Abdul Holik
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.192

Abstract

Sektor pertanian dan industri dapat berjalan beriringan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Penelitian kami menguji pengaruh variabel pekerjaan di sektor pertanian dan nilai tambah industri terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menggunakan kajian rentang waktu (time series) dari tahun 2000 hingga 2016, dan analisis dengan Vector Error Correction Model (VECM), hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai tambah (value-added) dan pekerjaan sektor pertanian berdampak signifikan positif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka panjang. Menariknya, analisis dalam jangka pendek menunjukkan hasil berbeda. Variabel pekerjaan sektor pertanian dan nilai tambah, sama sekali tidak menunjukkan pengaruh apapun terhadap PDB. Hal ini membuktikan bahwa pengaruh kedua sektor tersebut membutuhkan waktu penyesuaian agar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi, untuk menguatkan perekonomian nasional Indonesia.
Penguatan Kesadaran Lingkungan Melalui Gerakan Lingkungan dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Wahyu Kartiko Utami
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.199

Abstract

Di tengah meningkatnya krisis ekologis di berbagai daerah di Indonesia, penguatan kesadaran lingkungan melalui gerakan lingkungan menjadi elemen penting dalam mendorong pembangunan lingkungan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana gerakan lingkungan berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta implikasinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan kajian literatur terhadap berbagai sumber ilmiah, termasuk pemikiran John Barry (1996) mengenai green political theory dan sustainable citizenship. Hasil kajian menunjukkan bahwa gerakan lingkungan  berperan sebagai katalis dalam membentuk kesadaran lingkungan melalui peningkatan literasi lingkungan, mobilisasi partisipasi publik, serta advokasi kebijakan. Gerakan ini mendorong transformasi dari kesadaran individual menuju aksi kolektif yang mampu menciptakan tekanan politik terhadap pemerintah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan hijau. Selain itu, integrasi antara gerakan lingkungan dan kesadaran lingkungan berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) khususnya dalam upaya mengatasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan. Dengan demikian, gerakan lingkungan tidak hanya menjadi instrumen sosial, tetapi juga mekanisme politik yang memperkuat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan secara ekologis, sosial, dan ekonomi.
Relasi Dalang, Penggender, dan Sindhen dalam Karawitan Pakeliran Jawatimuran Gaya Porongan Muhammad Achlan Fauzi
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.200

Abstract

Penelitian ini mengkaji relasi antara dalang, penggender, dan sindhen dalam karawitan pakeliran Jawatimuran gaya Porongan sebagai sistem komunikasi komunal yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi pertunjukan dan analisis interaksional. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku pakeliran di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi tidak berlangsung secara linear, melainkan bersifat sirkular melalui isyarat musikal, gestural, dan simbolik. Dalang berperan sebagai pengarah struktur, penggender sebagai mediator musikal, dan sindhen sebagai subjek aktif yang turut membentuk suasana dan makna pertunjukan. Keberhasilan komunikasi ditopang oleh memori kolektif, pengalaman bersama, dan kepekaan musikal. Meskipun terdapat improvisasi, praktik tetap berada dalam batasan pakem, sehingga tercipta keseimbangan antara tradisi dan kreativitas. Penelitian ini menegaskan bahwa karawitan pakeliran merupakan praktik komunikasi sosial yang dibangun secara kolektif dalam konteks pertunjukan.
Budaya Masyarakat Desa Jatiguwi Sebagai Sumber Pembentukan Motif Gerak Tari Topeng Klana Gaya Jatiguwi Ahmad Yusuf; Slamet MD
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.201

Abstract

Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi merupakan salah satu bentuk tari tradisional dalam pertunjukan Wayang Topeng Malang yang memiliki kekhasan pada karakter tokoh, motif gerak, serta keterkaitan erat dengan budaya masyarakat pendukungnya. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana budaya masyarakat Desa Jatiguwi berperan dalam pembentukan motif gerak Tari Topeng Klana serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur budaya masyarakat Jatiguwi yang menjadi sumber pembentukan motif gerak tari dan menjelaskan Tari Topeng Klana sebagai representasi kehidupan sosial masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnokoreologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Madyo Laras dengan narasumber Susilo Hadi, Deris Sandra Arifianto, dan Setyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif gerak Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi tidak terbentuk secara spontan, melainkan melalui proses internalisasi budaya lokal. Budaya agraris masyarakat petani tembakau tercermin pada motif gerak kopyokan dan blugeran. Tradisi pencak dor memengaruhi motif gerak ukel pakis. Kesenian tayub memengaruhi motif gerak kencrong alap-alap dan ongkekan. Temuan ini menunjukkan bahwa Tari Topeng Klana gaya Jatiguwi merupakan teks budaya yang merepresentasikan aktivitas ekonomi, sistem sosial, maskulinitas lokal, dan ekspresi seni masyarakat Desa Jatiguwi. Pelestarian tari ini memerlukan regenerasi pelaku seni agar tetap berkelanjutan.
Implementasi Project Based Learning melalui Sajian Pembukaan Pakeliran di Sanggar Seni Candrasiswa Mojokerto Ike Nur Kumalasari; Sugeng Nugroho
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.202

Abstract

Pembelajaran seni tradisional di Sanggar Seni Candrasiswa Mojokerto selama ini cenderung monoton dan bersifat imitatif sehingga kreativitas dan keterlibatan peserta didik terbatas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis proyek melalui pembuatan sajian pembukaan pakeliran yang melibatkan kelompok tari, karawitan, dan pedalangan, serta menganalisis dampaknya terhadap keterlibatan, kreativitas, dan kompetensi sosial peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan di Sanggar Seni Candrasiswa Mojokerto. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi berupa catatan latihan, rancangan sajian, hingga foto pertunjukan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, kategorisasi, dan penyajian tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu mengubah pola pembinaan dari peniruan menjadi perancangan karya kolaboratif, meningkatkan keterlibatan, kreativitas, dan keterampilan berkolaborasi peserta didik, serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator. Proses ini juga menumbuhkan kesadaran budaya, kepercayaan diri, dan tanggung jawab sosial peserta, sehingga pembelajaran seni tradisional di sanggar menjadi lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik.
Pemantauan Kandungan Logam pada Pupuk dan Limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) di Riau menggunakan Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Meidita Kemala Sari
Proceedings National Conference Sinesia Vol. 2 No. 1 (2026): National Conference Sinesia III | Tut Wuri Handayani
Publisher : Yayasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sisi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69836/ncrcs-sinesia.v2i1.208

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah penghasil utama komoditas kelapa sawit di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.  Kegiatan pemantauan kandungan logam menjadi penting sebagai bagian dari upaya pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam pada sampel pupuk dan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) di Riau menggunakan teknik Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Metode penelitian meliputi tahap preparasi sampel melalui proses destruksi untuk melarutkan unsur logam dalam matriks sampel, kemudian dilakukan pengukuran konsentrasi logam menggunakan AAS berdasarkan prinsip penyerapan radiasi oleh atom bebas pada panjang gelombang spesifik. Metode ini memungkinkan identifikasi dan kuantifikasi logam secara selektif dan sensitif. Hasil analisis menunjukkan keberadaan beberapa logam pada sampel pupuk dan limbah POME, seperti kalium (K), kalsium (Ca), magnesium (Mg), tembaga (Cu), seng (Zn), timbal (Pb), dan kadmium (Cd) dengan konsentrasi yang bervariasi. Informasi ini penting untuk mengevaluasi kualitas pupuk serta potensi dampak lingkungan dari limbah industri. Pemantauan kandungan logam menggunakan teknik instrumentasi yang tepat dapat menjadi dasar dalam pengelolaan limbah yang lebih aman dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap upaya pengelolaan kualitas air dan limbah industri yang lebih bertanggung jawab, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya 6, 12 dan 15.

Page 9 of 12 | Total Record : 112