cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Paritas Dan Status Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Berbah Risma Risma; Nurul Kurniati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1347

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Status gizi dan paritas merupakan faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan beberapa perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Berbah. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 850 ibu hamil yang melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) di Puskesmas Berbah periode Januari–Desember 2025, dengan sampel sebanyak 272 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan register ibu hamil, instrumen penelitian menggunakan master tabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Etika penelitian meliputi meminta persetujuan rekam medis serta telah mendapatkan ijin penelitian dari Komite Etik Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan No.2242/KEP-UNISA/I/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden merupakan nulipara (54,8%), memiliki status gizi tidak mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK) (83,5%), dan tidak mengalami anemia (77,9%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian anemia (p=0,992), sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian anemia (p=0,017). Ibu hamil dengan status gizi KEK memiliki prevalensi anemia 1,83 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil dengan status gizi tidak KEK. Disimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, sedangkan paritas tidak berhubungan secara signifikan. Peningkatan status gizi melalui edukasi gizi, pemantauan LILA, serta kepatuhan konsumsi tablet tambah darah perlu diprioritaskan sebagai upaya pencegahan anemia pada ibu hamil.
Stres Kerja Guru Dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus Di SLB X (Studi Fenomenologi) Amanda Stefia; Dian Ardyanti; Emelia Tonapa; Sri Hazanah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1349

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan kerja yang kompleks dalam mendampingipeserta didik berkebutuhan khusus, yang berpotensi menimbulkan stres kerja dan berdampak padakesejahteraan psikologis serta kualitas pembelajaran. Menganalisis stres kerja guru dalam mengajarpeserta didik berkebutuhan khusus di SLB X berdasarkan faktor penyebab, penilaian awal (primaryappraisal), dan penilaian sekunder (secondary appraisal). Penelitian kualitatif dengan desainfenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipan terhadap 8 informan (1informan kunci dan 7 informan utama) yang dipilih secara purposive. Data dianalisis secara tematikberdasarkan faktor penyebab stres, primary appraisal, dan secondary appraisal. Penilaian awal(primary appraisal), sebagian besar guru memaknai tugas mengajar sebagai tantangan dan panggilanhati, namun sebagian menilai situasi tertentu sebagai ancaman. Penilaian sekunder (secondaryappraisal), dukungan rekan sejawat, keluarga, dan forum diskusi guru menjadi faktor utama yangmembantu guru bertahan menghadapi tekanan kerja. Stres kerja guru SLB dipengaruhi oleh kesiapanlatar belakang pendidikan dan keragaman karakteristik peserta didik, namun dapat dikelola melaluipenilaian kognitif yang positif serta dukungan sosial yang memadai.
Efektivitas Foot And Hand Massage Dan Benson’s Relaxation Terhadap Tingkat Nyeri Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Iis Yulianti; Yanti Hermayanti; Ida Maryati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1355

Abstract

Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan salah satu masalah yang dapat menghambat mobilisasi dini, proses menyusui, serta pemulihan ibu pasca persalinan. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai terapi komplementer untuk membantu menurunkan nyeri dengan risiko efek samping yang minimal. Kombinasi foot and hand massage dan Benson’s relaxation dipilih karena memiliki mekanisme kerja yang saling melengkapi, yaitu stimulasi fisiologis melalui Gate Control Theory dan pelepasan endorfin, serta pendekatan psikologis melalui relaxation response yang menurunkan respons stres dan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas kombinasi foot and hand massage dan Benson’s relaxation terhadap tingkat nyeri ibu post operasi sectio caesarea di Ruang Jade dan Agate Bawah RSUD dr. Slamet Garut. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 ibu post operasi sectio caesarea yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi selama tiga hari berturut-turut, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor nyeri menurun secara konsisten dari 7,90 menjadi 6,40 pada sesi pertama, 6,90 menjadi 5,50 pada sesi kedua, dan 5,80 menjadi 4,60 pada sesi ketiga. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan pada seluruh sesi (p=0,004; p=0,004; p=0,006) dengan nilai effect size yang tergolong besar (r=0,87–0,91). Kombinasi foot and hand massage dan Benson’s relaxation terbukti efektif menurunkan tingkat nyeri melalui keterlibatan aktif tenaga kesehatan dalam pemberian stimulasi terapeutik serta partisipasi aktif pasien dalam proses relaksasi, sehingga dapat menjadi terapi komplementer yang aman, praktis, dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan maternitas.
Hubungan Pemberian PMT Dengan Perubahan Status Gizi Pada Balita Berat Badan Kurang Di Puskesmas Cepogo Murtiani Murtiani; Triani Yuliastanti; Novita Nurhidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1360

Abstract

Latar Belakang. PMT bertujuan meningkatkan asupan energi dan protein anak melalui pemberian makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhan usia dan kondisi kesehatan. Data di Puskesmas Cepogo menunjukkan bahwa selama tahun 2025 terdapat 23 balita dengan BB kurang yang mendapatkan PMT selama 28 hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pemberian PMT dengan perubahan status gizi pada balita berat badan kurang di Puskesmas Cepogo. Metode penelitian ini kuantitatif dengan survai analitik, Desain penelitian yang digunakan adalah case-control study data diambil dengan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita berat badan kurang di Puskesmas Cepogo pada bulan Januari sampai Desember 2025 sejumlah 72 rsponden. Sampel dalam penelitian ini adalah balita BB kurang pada tahun 2025 yang mendapatkan PMT sejumlah 23 ditambah 23 balita berat badan kurang yang tidak mendapatkan PMT. Checklist dalam penelitian ini digunakan untuk memuat data tentang kedua variabel penelitian yaitu data pemerian PMT dan status gizi dengan menggunakan data sekunder. Analisis data dengan chi square Hasil penelitian. Status gizi pada balita berat badan kurang di Puskesmas Cepogo setelah diberikan PMT mayoritas normal yaitu 27 responden (58,7%). Responden yang dalam kategori gizi kurang yaitu 19 responden (41,3%). Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan status gizi pada balita berat badan kurang di Puskesmas Cepogo (nilai p-value 0,002). Simpulan. Ada hubungan pemberian PMT dengan perubahan status gizi pada balita berat badan kurang di Puskesmas Cepogo. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan ibu untuk memperhatikan nutrisi anak dan status gizi balita agar terhindar dari gizi kurang
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan Di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar Evi Naily Puteri; Fika Aulia; Yaolanda Rizqi Agustina; Nelly Mariati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1369

Abstract

Kontrasepsi suntik 3 bulan (Depo Medroxyprogesterone Acetate/DMPA) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang paling banyak digunakan karena memiliki efektivitas tinggi, praktis, dan hanya memerlukan penyuntikan setiap tiga bulan. Meskipun demikian, penggunaan DMPA dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping berupa kenaikan berat badan yang berpotensi meningkatkan risiko obesitas. Data Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Tahun 2023 menunjukkan prevalensi obesitas pada perempuan dewasa di Kabupaten Banjar mencapai 18,5%, sehingga pemantauan berat badan pada akseptor kontrasepsi hormonal menjadi penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan pada akseptor KB di Puskesmas Sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 75 akseptor KB suntik 3 bulan, dengan sampel sebanyak 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari register pelayanan KB, rekam medis, dan Kartu KB, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,1% responden telah menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan selama lebih dari dua tahun, 73,0% mengalami kenaikan berat badan ≥2 kg, dan terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan (p = 0,001; r = 0,636). Semakin lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan, semakin tinggi kecenderungan terjadinya kenaikan berat badan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pemantauan berat badan, dan konseling keluarga berencana secara berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Payudara Pada Ibu Nifas Dengan Pembentukan ASI Di Wilayah Kabupaten Banjar Nurul Citrawati; Bardiati Ulfah; Siti Maria Ulfa; Suryati Suryati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1374

Abstract

Nyeri payudara pada masa pembentukan ASI merupakan salah satu kendala umum yang dialami ibu nifas dan dapat menghambat keberhasilan menyusui apabila tidak ditangani dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan nyeri payudara pada ibu nifas dengan pembentukan ASI di Wilayah Kabupaten Banjar. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu nifas yang dipilih melalui consecutive sampling di UPTD Puskesmas Cintapuri Darussalam dan UPTD Puskesmas Simpang Empat 2, Kabupaten Banjar. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat bersuhu 37-40°C selama ±15 menit, dua kali sehari selama dua hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor nyeri menurun dari 5,90 (kategori sedang-berat) menjadi 2,95 (kategori ringan) setelah intervensi, dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah pemberian kompres hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri payudara pada ibu nifas dengan pembentukan ASI, sehingga dapat direkomendasikan sebagai tindakan nonfarmakologis dalam asuhan kebidanan masa nifas.
Pengaruh Edukasi Dan Pelatihan Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Pijat Oksitosin Pada Keluarga Ibu Nifas Di RSUD Datu Kandang Haji Balangan Zakia Zakia; Nelly Mariati; Rizki Amalia; Suryati Suryati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1375

Abstract

Ketidaklancaran produksi dan pengeluaran ASI pada masa nifas masih menjadi salah satu hambatan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Pijat oksitosin membantu merangsang refleks oksitosin, tetapi pelaksanaannya membutuhkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pendamping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi dan pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan pijat oksitosin pada keluarga ibu nifas di RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan melalui edukasi dengan media leaflet, demonstrasi, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa tes pengetahuan dan lembar checklist keterampilan. Data dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 17 responden atau 85,0%, kemudian meningkat menjadi kategori baik sebanyak 17 responden atau 85,0% setelah intervensi. Keterampilan responden sebelum intervensi seluruhnya berada pada kategori kurang terampil sebanyak 20 responden atau 100,0%, kemudian meningkat menjadi terampil sebanyak 20 responden atau 100,0% setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig =0,000 (sig<0,05) pada pengetahuan dan keterampilan. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi dan pelatihan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan pijat oksitosin pada keluarga ibu nifas.
Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Pada Perawat Pelaksana Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit X Novitri Liyona; Risna Yekti Mumpuni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1376

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi menurunnya kapasitas fisik dan mental akibat aktivitas pelayanan yang berlangsung terus-menerus, dan secara teoritis diyakini dapat menurunkan mutu asuhan yang diberikan perawat kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelelahan kerja dengan kualitas asuhan keperawatan pada perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap (IRNA) Rumah Sakit X. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Seluruh perawat pelaksana di IRNA yang berjumlah 57 orang dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk mengukur kelelahan kerja dan kuesioner kualitas asuhan keperawatan yang disusun berdasarkan tahapan proses keperawatan, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 responden (56,1%) mengalami kelelahan kerja kategori tinggi, sementara 46 responden (80,7%) tetap memberikan asuhan keperawatan dengan kualitas baik. Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p sebesar 0,484 (p>0,05) dengan koefisien korelasi r=0,094, yang berarti tidak ditemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara kedua variabel meskipun arah hubungannya positif dan sangat lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa mutu asuhan keperawatan di ruang rawat inap kemungkinan besar dijaga oleh faktor protektif lain di luar kondisi kelelahan perawat itu sendiri, seperti kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, kerja sama tim, dan supervisi kepala ruangan. Rumah sakit tetap disarankan mengelola beban kerja dan pola shift perawat sebagai langkah antisipatif jangka panjang.
Hubungan Manajemen Stres Terhadap Kondisi Psikologis Perawat Di RSUD Toto Kabila Mohamad Rifki; Hartati Inaku; Fifi Ishak
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1379

Abstract

Perkenalan : Kondisi psikologis perawat merupakan aspek penting yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Tingginya beban kerja, tuntutan profesional, serta tekanan lingkungan kerja dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi pada perawat. Manajemen stres yang baik diperlukan untuk membantu perawat mengendalikan tekanan kerja sehingga kondisi psikologis tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen stres dengan kondisi psikologis perawat di RSUD Toto Kabila Gorontalo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data manajemen stres diukur menggunakan kuesioner berdasarkan teori Lazarus dan Folkman, sedangkan kondisi psikologis diukur menggunakan instrumen DASS-21. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki manajemen stres kategori baik sebanyak 19 orang (47,5%), sedangkan kondisi psikologis sebagian besar berada pada kategori ringan sebanyak 19 orang (47,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,039 (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara manajemen stres dan kondisi psikologis perawat. Perawat dengan manajemen stres yang baik cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih baik dibandingkan perawat dengan manajemen stres yang kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan manajemen stres dapat mendukung kesejahteraan psikologis dan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit.
Pengaruh Metode Kangaroo Mother Care Terhadap Berat Badan Bayi Prematur Di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo Siltasya Ningsi Zakaria; Harismayanti; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1382

Abstract

Kematian neonatus Global mayoritas disebabkan oleh kelahiran prematur bayi prematur beresiko tinggimengalami komplikasi akibat organ tubuh belum berfungsi sempurna dan minimnya jaringan lemaksubkutan upaya non farmakologi untuk menstabilkan suhu tubuh dan mendukung pertumbuhan masasomatik salah satu melalui metode Kangaroo Mother Care (KMC). Tujuan penelitian untuk mengetahuipengaruh metode KMC terhadap peningkatan berat badan bayi prematur di RSIA Sitti Khadijah KotaGorontalo. Metode penelitian ini adalah kuantitatif pra eksperimen menggunakan pendekatan one grouppre-post test design. Sampel berjumlah 30 responden bayi BBLR prematur yang diambil secara purposivesampling analisa data diuji menggunakan statistik paramatic paired t-test. Hasil penelitian menunjukkansebelum intervensi seluruh bayi prematur 100% memiliki berat badan lahir tidak normal ( &lt;2500 gram)setelah intervensi KMC selama 3 hari rata-rata berat badan bayi meningkat dari 2.265 gram menjadi 2.348dengan selisih peningkatan 83 gram. Hasil uji paired t-test menunjukkan pengaruh signifikan metode KMCterhadap peningkatan berat badan bayi prematur dengan nilai P = 0,001 (&lt;0.05). Metode KMC terbuktiefektif meningkatkan berat badan bayi prematur melalui optimalisasi sistem termoregulasi penguranganstres dan peningkatan efisiensi metabolisme energi disarankan bagi fasilitas pelayanan kesehatan untukmeningkatkan durasi pelaksanaan Kangaroo Mother Care (KMC) secara bertahap guna mencapai hasilklinis pertumbuhan biologis bayi yang lebih optimal.