cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Pengaruh Foot Massage (Pijat Kaki) terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Ibu Nifas Post-Operasi Sectio Caesarea di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan Nurhaliza Nurhaliza; Nelly Mariati; Rizki Amalia; Yenny Okvitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1301

Abstract

Nyeri pada luka operasi Sectio Caesarea menjadi salah satu masalah yang biasanya dialami oleh ibu nifas bisa berdampak pada kondisi ibu. Saat ini, berbagai metode non farmakologis telah banyak dikembangkan untuk mengurangi Nyeri Post SC, salah satu nya dengan Foot Massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Foot Massage terhadap penurunan skala Nyeri pada ibu nifas Post-Operasi Sectio Caesarea di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan, Penelitian ini merupakan Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan one group Pre-Test dan Post-Test tanpa adanya kelompok kontrol. Menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel Penelitian 30 responden. Instrumen dalam Penelitian ini menggunakan pengkajian skala Nyeri Numeric Rating Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukkan sebelum intervensi menunjukkan 30 responden (100%) mengalami Nyeri sedang dan sesudah intervensi didapatkan 20 responden (66,7%) mengalami Nyeri ringan dan 10 responden (33,3%) mengalami Nyeri sedang, adanya perbedaan signifikan antara skor Pre-Test dan Post-Test pada ibu Post-Operasi Sectio Caesarea dengan nilai p = 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Foot Massage terhadap penurunan skala Nyeri pada ibu nifas Post-Operasi Sectio Caesarea. Peneliti selanjutnya dapat melibatkan kelompok kontrol dan lama waktu pemberian tindakan pada pemberian tindakan foot massage.
Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemuda Di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor Walanda Raintama; Christian B Pajung; Melky Pangemanan; Beatrix J Podung; Agustinus Butar-Butar; Mieke Mumekh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1308

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pemuda, termasuk di Kota Tomohonyang memiliki tingkat penggunaan internet untuk media sosial mencapai 85,55%. Penggunaan mediasosial yang berlebihan diduga berkaitan dengan gangguan kualitas tidur dan pola pemanfaatan pelayanankesehatan pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkatkecanduan media sosial dengan kualitas tidur dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemuda diJemaat GMIM Filadelfia Tinoor. Penelitian menggunakan desain observasional analitik denganpendekatan cross-sectional pada 129 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling daripopulasi 190 pemuda berusia 18–30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner intensitaspenggunaan media sosial, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan kuesionerpemanfaatan pelayanan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kecanduan media sosial tinggi(60,5%), kualitas tidur buruk (94,6%), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang baik (72,1%). Ujikorelasi menunjukkan hubungan yang signifikan namun lemah antara kecanduan media sosial dengankualitas tidur (r = -0,204; p = 0,020), sedangkan hubungan antara kecanduan media sosial denganpemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = -0,066; p = 0,457). Disimpulkan bahwakecanduan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur pemuda, tetapi tidakberhubungan secara langsung dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan mereka. Diperlukan edukasidigital detox dan skrining kualitas tidur pada pelayanan kesehatan primer bagi kelompok usia muda.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Seks Bebas Dalam Perilaku Pencegahan Kehamilan Remaja Kelas XI Di SMK X Kota Malang Lintang Amanda Pratiwi; Sismala Harningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1309

Abstract

Masa remaja adalah periode rentan terhadap perilaku berisiko, termasuk seks bebas yang berpotensi berujung pada kehamilan tidak diinginkan. Tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas diduga berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang seks bebas dengan perilaku pencegahan kehamilan pada remaja kelas XI di SMK X Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 48 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling dari seluruh siswa kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan dua kuesioner, yaitu kuesioner tingkat pengetahuan seks bebas dan kuesioner perilaku pencegahan kehamilan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan seks bebas kategori baik, yaitu 43 siswa (89,6%), dan sebagian besar responden juga menunjukkan perilaku pencegahan kehamilan kategori baik, yaitu 35 siswa (71,4%). Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r=0,521, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kedua variabel. Semakin tinggi pengetahuan remaja tentang seks bebas, semakin baik pula perilaku pencegahan kehamilan yang mereka tunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan keluarga guna mendukung terbentuknya perilaku pencegahan kehamilan yang lebih baik pada remaja.
Hubungan Paritas dan Pengetahuan dengan Kejadian Preeklamsia Ani Pangastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1310

Abstract

Latar Belakang: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling berbahaya dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas maternal secara global (WHO, 2023). Berdasarkan data World Health Organization (WHO), Preeklamsia menyumbang sekitar 10-15% dari seluruh kematian ibu hamil di seluruh dunia, dengan beban tertinggi terdapat di negara berkembang termasuk Indonesia (Hypertensive Disorders of Pregnancy Collaborators, 2024. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan paritas dan pengetahuan dengan kejadian Preeklamsia. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan responden 40 ibu hamil. Analisis menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil: Responden ibu hamil dengan pre eklampsia 13 responden dengan primipara dan 9 responden dengan Grande multipara, sedangkan pada tingkat pengetahuan responden ibu hamil dengan pre eklampsia sebanyak 9 responden dengan pengetahuan rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara paritas dan tingkat pengetahuan dengan kejadian Preeklamsia.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan tentang Preeklamsia dalam Kehamilan di Desa Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali Septiani Septiani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1312

Abstract

Latar Belakang: kondisi peningkatan tekanan darah pada kehamilan yang dapat menimbulkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui deteksi dini dan peningkatan pengetahuan ibu hamil. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil mengenai Preeklamsia di Desa Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain One Group Pre-Test Post-Test Design. Sampel sebanyak 80 responden dan diuji menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,05 (P-Value < 0,001). Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi terhadap pengetahuan tentang Preeklamsia dalam kehamilan di Desa Kismoyoso, Ngemplak, Boyolali.
Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Hipertensi Sebagai Dasar Penguatan Promosi Kesehatan Di Pelayanan Kesehatan Primer Dian Purnama Putri; Sefentina Agustin; Selmiah Selmiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1313

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok lanjut usia dan menjadi penyebab utama berbagai komplikasi kardiovaskular. Tingkat pengetahuan lansia mengenai hipertensi berperan penting dalam mendukung perilaku pencegahan, pengendalian penyakit, serta keberhasilan program promosi kesehatan di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi sebagai dasar penguatan promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Kayon Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 60–70 tahun (82,5%), berpendidikan perguruan tinggi (55,0%), dan berstatus sebagai pensiunan (50,0%). Tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi didominasi kategori cukup, yaitu sebanyak 49 responden (61,3%), diikuti kategori baik sebanyak 23 responden (28,7%) dan kategori kurang sebanyak 8 responden (10,0%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar lansia telah memiliki pemahaman dasar mengenai hipertensi, namun masih memerlukan penguatan edukasi terkait faktor risiko, komplikasi, pencegahan, dan pengendalian penyakit. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pelayanan kesehatan primer dalam mengembangkan strategi promosi kesehatan yang lebih terarah melalui edukasi berkelanjutan, pemberdayaan keluarga, serta optimalisasi kegiatan Posyandu Lansia dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Pengaruh Edukasi Melalui Video Animasi Tentang Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Durasi Screen time Pada Anak Tryos Iqbal Zusyam; Nurul Pujiastuti; Rudi Hamarno; Hurun Ain
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1322

Abstract

Latar Belakang: Durasi screen time anak prasekolah terus meningkat akibat mudahnya akses terhadap gadget dan minimnya edukasi penggunaan yang sehat. Edukasi melalui video animasi dinilai efektif karena penyampaiannya yang menarik dan mudah dipahami anak, sehingga berpotensi membantu menurunkan durasi screen time. Tujuan: Tujuan penelitian yaitu ntuk mengetahui pengaruh edukasi melalui video animasi terhadap durasi screen time pada anak di TK Kusuma Mulia VI Rembang II. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group. Sampel berjumlah 50 anak yang dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=25) dan kelompok kontrol (n=25). Pengukuran durasi screen time menggunakan kuesioner yang diisi orang tua. Analisis data dalam kelompok menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test, sedangkan perbedaan antar kelompok dianalisis dengan uji Mann-Whitney U. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan durasi screen time pada kelompok perlakuan setelah diberikan edukasi melalui video animasi (p = 0. 014). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak mengalami perubahan bermakna antara pretest dan posttest (p = 0.317). Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada hasil posttest (p = 0.029), di mana durasi screen time kelompok perlakuan lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Edukasi melalui video animasi efektif menurunkan durasi screen time pada anak prasekolah. Media audiovisual direkomendasikan sebagai strategi edukasi di sekolah dan komunitas untuk mendorong perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat pada anak.
Hubungan Antara Kejadian Bronkopneumonia Pada Anak Dengan Status Perubahan Psikoemosi Dan Perilaku Orang Tua Dalam Merawat Anak Bronkopneumonia Adriana Panggoa; Alfunnafi Fahrul Rizal
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1329

Abstract

Abstrak Bronkopneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, terutama balita. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan pneumonia menyumbang sekitar 15% seluruh kematian balita di dunia. Indonesia kasus pneumonia pada balita tahun 2022 sebesar 38,8%, Provinsi Papua tahun 2022 juga mencatat 2.147 kasus pneumonia pada balita, terdiri atas 1.172 kasus pada balita laki-laki dan 975 kasus pada balita perempuan. data rekam medis Rumah Sakit Tk. II 17.05.01 Marthen Indey, jumlah kasus bronkopneumonia pada anak tahun 2025 mencapai 165 kasus, pada periode Januari-Maret tahun 2026 ditemukan 47 kasus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 53 orang tua yang memiliki anak dengan diagnosis bronkopneumonia diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan kuesioner DASS-21, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (54,7%), berpendidikan SD (37,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga maupun swasta (masing-masing 32,1%). Sebagian besar anak berusia 1-3 tahun (77,4%). 36 responden anaknya mengalami bronkopneumonia sebanyak 23 responden (63,9%), memiliki kondisi psikoemosional adaptif dan 13 responden (36,1%) memiliki kondisi maladaptif. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,49 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian bronkopneumonia pada anak dengan status perubahan psikoemosi orang tua. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian bronkopneumonia pada anak dengan status perubahan psikoemosi orang tua dalam merawat anak bronkopneumonia. Kata kunci: bronkopneumonia, anak, psikoemosional, orang tua, perilaku perawatan, DASS-21. Abstract Bronchopneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality in children, particularly under five years of age. The World Health Organization (WHO) reports that pneumonia accounts for approximately 15% of all deaths among children under five worldwide. In Indonesia, the prevalence of pneumonia cases among under-fives in 2022 was 38.8%. In the same year, Papua Province recorded 2,147 pneumonia cases in under-fives, consisting of 1,172 cases in boys and 975 cases in girls. Medical record data from Tk. II 17.05.01 Marthen Indey Hospital shows that the number of bronchopneumonia cases in children reached 165 cases in 2025, while 47 cases were recorded during the January–March period of 2026. This study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 53 parents of children diagnosed with bronchopneumonia was selected using a total sampling technique. Data were collected through medical records and the DASS-21 questionnaire, followed by univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a significance level of . The results revealed that the majority of respondents were aged 20–35 years (54.7%), had an elementary school education (37.7%), and worked as housewives or private sector employees (32.1% each). Most of the children were aged 1–3 years (77.4%). Among the 36 respondents whose children experienced bronchopneumonia, 23 respondents (63.9%) demonstrated adaptive psychoemotional conditions, while 13 respondents (36.1%) exhibited maladaptive conditions. The Chi-Square test results yielded a p-value of 0.49 (), indicating no significant relationship between the incidence of bronchopneumonia in children and the status of parents' psychoemotional changes. There is no significant relationship between the incidence of bronchopneumonia in children and the status of parents' psychoemotional changes in caring for children with bronchopneumonia. Keywords: bronchopneumonia, children, psychoemotional, parents, caregiving behavior, DASS-21. Abstract Bronchopneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality in children, particularly under five years of age. The World Health Organization (WHO) reports that pneumonia accounts for approximately 15% of all deaths among children under five worldwide. In Indonesia, the prevalence of pneumonia cases among under-fives in 2022 was 38.8%. In the same year, Papua Province recorded 2,147 pneumonia cases in under-fives, consisting of 1,172 cases in boys and 975 cases in girls. Medical record data from Tk. II 17.05.01 Marthen Indey Hospital shows that the number of bronchopneumonia cases in children reached 165 cases in 2025, while 47 cases were recorded during the January–March period of 2026. This study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. A sample of 53 parents of children diagnosed with bronchopneumonia was selected using a total sampling technique. Data were collected through medical records and the DASS-21 questionnaire, followed by univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test with a significance level of . The results revealed that the majority of respondents were aged 20–35 years (54.7%), had an elementary school education (37.7%), and worked as housewives or private sector employees (32.1% each). Most of the children were aged 1–3 years (77.4%). Among the 36 respondents whose children experienced bronchopneumonia, 23 respondents (63.9%) demonstrated adaptive psychoemotional conditions, while 13 respondents (36.1%) exhibited maladaptive conditions. The Chi-Square test results yielded a p-value of 0.49 (), indicating no significant relationship between the incidence of bronchopneumonia in children and the status of parents' psychoemotional changes. There is no significant relationship between the incidence of bronchopneumonia in children and the status of parents' psychoemotional changes in caring for children with bronchopneumonia. Keywords: bronchopneumonia, children, psychoemotional, parents, caregiving behavior, DASS-21.
Hubungan Durasi Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca Anestesi Umum Pada Pasien Bedah Ortopedi Delvi Nia Silfana; Tati Hardiyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1343

Abstract

Durasi yang diperlukan untuk pemulihan kesadaran merupakan indikator penting dalam pemulihan pasien pasca-anestesi umum. Lama operasi diperkirakan memiliki korelasi dengan waktu yang dibutuhkan untuk pemulihankesadaran, mengingat prosedur yang lebih lama menyebabkan paparan zat anestesi yang lebih intens. Tindakanbedah ortopedi dapat memakan waktu lama, yang berpotensi memengaruhi proses pemulihan kesadaran. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama operasi dan waktu pemulihan kesadaranpasca-anestesi umum pada pasien yang menjalani prosedur ortopedi. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 33 respondenyang dipilih melalui teknik purposive sampling. Durasi operasi dikategorikan menjadi ≤60 menit dan &gt;60 menit,sedangkan waktu pemulihan kesadaran dinilai menggunakan Modified Aldrete Score dan diklasifikasikansebagai cepat (≤15 menit) dan lambat (&gt;15 menit). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Squaredengan ambang batas signifikansi p &lt; 0,05. Hasil: Pada pasien dengan durasi operasi ≤60 menit, 14 orang(87,5%) menunjukkan pemulihan kesadaran yang cepat, sedangkan 2 orang (12,5%) menunjukkan pemulihanyang lambat. Untuk prosedur bedah yang melebihi 60 menit, 3 partisipan (17,6%) menunjukkan pemulihancepat, sementara 14 partisipan (82,4%) menunjukkan pemulihan lambat. Hasil uji Chi-Square menunjukkanadanya hubungan yang signifikan antara lama operasi dan waktu pemulihan kesadaran (p &lt; 0,001), dengantingkat keeratan hubungan yang kuat (Phi = 0,699)
Hubungan Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Manajemen Diet Hipertensi Di Puskesmas Wangisagara Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Tiarmaida Sitio; Risha Ratna Munandar; Siti Rahayu; Wintari Hariningsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1346

Abstract

Penyakit hipertensi menjadi masalah kesehatan utama yang dialami secara global. Hipertensi merupakan penyakit degenaratif yang sering dikaitkan dengan pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat, pada saat ini banyaknya pilihan makanan cepat saji yang banyak mengandung garam (natrium). Pola hidup seperti ini dapat dicegah dan dikontrol dengan cara mengatur diet yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan pengetahuan dengan manajemen diet hipertensi di Puskesmas Wangisagara Kecamatan Majalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah usia dewasa yang diambil dari data 3 bulan terakhir yaitu bulan Januari 87 orang, bulan Februari 77 orang, bulan Maret 65 orang di Puskesmas Wangisagara Kecamatan Majalaya, dimana usia dewasa tersebut mulai dari umur 20- 59 tahun. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 dengan Teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan skala likert. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Chi- Square dengan SPSS. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 53 orang (75,7%). Sebagian besar responden memiliki manajemen diet buruk sebanyak 59 orang (84,3%). Hasil uji statistik Chi Square dengan nilai p=0,000 (<0,05) sehingga terdapat hubungan pengetahuan tentang hipertensi dengan manajemen diet hipertensi di Puskesmas Wangisagara Kecamatan Majalaya.