cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 659 Documents
Efektivitas Balutan Profilaksis dalam Pencegahan Luka Tekan pada Pasien Kritis di Ruang ICU: Literature Review Islamic, Muhammad Nurpandu; I’zakah, Ita; Sya’idah, Siti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.683

Abstract

Luka tekan merupakan masalah umum di kalangan pasien kritis di unit perawatan intensif dan berkaitan dengan peningkatan angka morbiditas serta lamanya masa rawat inap; oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas perban profilaksis dalam pencegahan luka tekan. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang melibatkan pencarian artikel di basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup tahun 2020–2026, ketersediaan artikel teks lengkap, dan desain studi eksperimental. Enam artikel dipilih dan dianalisis menggunakan penilaian kualitas metodologis. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan perban profilaksis memberikan efek yang bervariasi, dengan beberapa studi menunjukkan penurunan signifikan dalam insiden luka tekan, sementara yang lain tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan perawatan standar. Jenis perban yang digunakan meliputi perban berbasis silikon, perban berlapis, dan perban alternatif sederhana, dengan hasil yang relatif sebanding. Temuan ini menunjukkan bahwa perban profilaksis memiliki potensi sebagai intervensi tambahan dalam pencegahan luka tekan; namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh kondisi pasien dan penerapan perawatan standar. Oleh karena itu, perban profilaksis direkomendasikan sebagai bagian dari strategi pencegahan komprehensif, bukan sebagai intervensi tunggal.
Pengaruh Buerger Allen Exercise (Bae) Terhadap Hipertensi Pada Lansia Di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Yogyakarta Nursabela, Yulfikra; Rohmawati, Zubaida; Suryani, Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.629

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah sistolik ≥130 mmHg dan diastolik ≥80 mmHg yang ditetapkan melalui dua kali pengukuran pada waktu berbeda. Penatalaksanaan hipertensi tidak hanya secara farmakologis, tetapi juga dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis seperti Buerger Allen Exercise (BAE), yaitu latihan untuk meningkatkan perfusi perifer melalui kombinasi elevasi dan gerakan ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Buerger Allen Exercise terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha Unit Budi Luhur Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan pendekatan randomized pretest–posttest control group design. Populasi berjumlah 30 lansia dengan hipertensi usia ≥60 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel dibagi menjadi 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi tensimeter digital OneMed yang telah dikalibrasi, lembar observasi, timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan (microtoise), dan lembar informed consent. Analisis data menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan rata-rata tekanan darah sistolik pagi dari 146,33 mmHg menjadi 140,67 mmHg dan sore dari 145,67 mmHg menjadi 142 mmHg. Uji Mann–Whitney menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi pendamping nonfarmakologis dalam pengelolaan hipertensi.
Gambaran Tingkat Stres Caregiver Yang Sedang Merawat Lansia Di Poli Geriatri Mashuri, Yenifra; Sari, Tesha Hestyana; Nauli, Fathra Annis
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.636

Abstract

Pendahuluan: Seiring bertambahnya jumlah lansia di Indonesia, kebutuhan akan cargiver untuk memberikan perawatan jangka panjang semakin besar. Caregiver mungkin mengalami kesulitan fisik, psikologis, sosial, dan finansial yang dapat menyebabkan stres dan berdampak negatif pada kualitas perawatan lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres caregiver dalam merawat lansia Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif menggunakan analisis cross-sectional. Pengambilan purposive sampling digunakan untuk memilih sampel sebanyak 64 pengasuh lansia. Skala Stres yang Dirasakan-10 (PSS-10) adalah instrumen yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Berdasarkan penelitian terhadap 64 caregiver lansia di Poli Geriatri RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, mayoritas caregiver berusia remaja akhir (29,7%), berjenis kelamin seimbang (50,0%), berperan sebagai anak kandung (62,5%), berpendidikan SMA (45,3%), berpenghasilan di bawah UMR (42,2%), serta sebagian besar mengalami stres sedang (65,6%), diikuti stres sangat berat (18,1%) dan stres ringan (16,1%) Kesimpulan: Caregiver lansia di Poli Geriatri RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau memiliki karakteristik yang beragam dan sebagian besar mengalami tingkat stres sedang, sehingga diperlukan dukungan tenaga kesehatan dalam pengelolaan stres caregiver. Saran: Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pengembangan ilmu keperawatan, menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit, membantu caregiver memahami stres yang dialami, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan (Progestin) Dengan Peningkatan Berat Badan Akseptor KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya Wulandari, Wulandari; Ensia, Maria Adelheid; Indriani, Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.638

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan karena praktis dan efektif. Namun, penggunaan metode ini sering dikaitkan dengan efek samping berupa peningkatan berat badan yang dapat memengaruhi kenyamanan serta keberlanjutan pemakaian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden akseptor KB suntik 3 bulan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran berat badan, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami peningkatan berat badan, yaitu sebanyak 45 responden (86,5%), sedangkan 7 responden (13,5%) tidak mengalami peningkatan berat badan. Pada kelompok lama pemakaian ≤ 2 tahun, sebanyak 20 responden (87,0%) mengalami peningkatan berat badan, sedangkan pada kelompok > 2 tahun sebanyak 25 responden (86,2%) mengalami peningkatan berat badan. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,937 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan peningkatan berat badan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan (progestin) dengan peningkatan berat badan pada akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Jekan Raya, Palangka Raya.
Hubungan Pola Makan Dengan Tingkat Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta Sagita, Debi Anggi; Wahyuntari, Evi; Arifah, Siti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.640

Abstract

Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan lansia, termasuk risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan tingkat kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Ngudi Waras Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling, melibatkan 50 lansia sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,0% lansia memiliki pola makan buruk dan 44,0% memiliki pola makan baik, sedangkan 48,0% lansia mengalami hipertensi dan 52,0% tidak. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan hipertensi (p = 0,00; OR = 0,098; CI 95% = 0,026–0,365), yang menandakan bahwa lansia dengan pola makan baik memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pola makan sehat pada lansia serta peran posyandu dalam memberikan edukasi gizi dan pemantauan kesehatan.
Pengaruh Terapi Bermain (Medical Play) Terhadap Kecemasan Minum Obat Pada Anak Di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta Sabila, Marselia Dwi Rosda; Suminar, Istinengtiyas Tirta; Badiah, Atik
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.642

Abstract

Permasalahan kesehatan anak masih tergolong tinggi, dengan sekitar 25–30% anak di dunia dan 30–35% anak di Indonesia mengalami keluhan kesehatan. Hospitalisasi pada anak sering menimbulkan kecemasan, terutama saat pemberian obat oral, yang dapat ditunjukkan melalui perilaku menangis, menolak, dan takut sehingga berpotensi menghambat kepatuhan pengobatan. Terapi bermain merupakan intervensi nonfarmakologis yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, salah satunya medical play yang menggunakan permainan peran dengan alat medis mainan untuk mengenalkan prosedur medis secaramenyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhterapi bermain (medical play) terhadap kecemasan minum obat pada anak di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian sebanyak 31 anak yang menjalani pengobatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta selama rentang waktu 3 bulan (Februari 2025 – Mei 2025),dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data primer melalui observasi terhadap responden. Istrumenpenelitian menggunakan set alat – alat terapi bermain Medical Play dan lembar observasi serta telah teruji validitas dan reabilitasnya. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar karakteristik responden dan lembar observasi tingkat kecemasan minum obat pada anak yang diukur menggunakan Faces Image Scale (FIS). Analisis data meliputi analisis univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan distribusi kecemasan, serta analisis bivariatuntuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Ujinormalitas menggunakan Shapiro–Wilk, dan karena data tidakberdistribusi normal, digunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi bermain (medical play), sebagian besar anak usia 1–6 tahun mengalamikecemasan minum obat pada kategori berat hingga sangat berat, dengan kecemasan berat sebanyak 48,4% dan sangat berat 29,0%. Setelah diberikan terapi bermain (medical play), terjadi penurunan kecemasanyang signifikan, di mana 45,2% anak tidak mengalami kecemasan dan41,9% berada pada kategori cemas ringan, serta tidak ditemukan kecemasan berat maupun sangat berat. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan terapi bermain (medical play) terhadap penurunan kecemasan minum obat pada anak. Terapi bermain (medical play) terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam menurunkan kecemasan dan meningkatkan kooperatif anak selama perawatan. Disarankan agar intervensi terapi bermain (medical play) dapat diintegrasikan secara rutin dalam pelayanan keperawatan anak di rumah sakit sebagai bagian dari pendekatan traumatic care, serta dilakukan penelitian lanjutan dengan desain kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat evidensi ilmiah.
Efektivitas Bridge Exercise dan Bird Dog Exercise terhadap Kemampuan Fungsional pada Pralansia dengan Low Back Pain Hidayah, Rahmada Hidayah; Shofhal, Shofhal Jamil; Jafar, Muhamad Ali
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.644

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling sering terjadi dan menjadi penyebab utama disabilitas. Kondisi ini banyak dialami pada kelompok usia pralansia akibat proses degeneratif, kelemahan otot penstabil tulang belakang, serta akumulasi beban mekanik. Low back pain dapat menurunkan kemampuan fungsional sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Latihan fisioterapi berupa latihan seperti bridge exercise dan bird dog exercise diketahui efektif meningkatkan fungsional pada pralansia yang mengalami low back pain, namun penelitian yang membandingkan efektivitas keduanya pada populasi pralansia masih terbatas. Tujuan: Mengetahui efektivitas bridge exercise dan bird dog exercise terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada pralansia dengan low back pain serta membandingkan efektivitas kedua latihan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan two group pretest-posttest. Responden adalah pralansia usia 45–59 tahun yang mengalami low back pain di Puskesmas Gamping I. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok bridge exercise dan kelompok bird dog exercise. Latihan diberikan selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran kemampuan fungsional menggunakan Oswestry Disability Index (ODI) dan Straight Leg Raise (SLR) sebelum dan sesudah latihan. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan efektivitas kedua latihan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bridge exercise dan bird dog exercise sama-sama efektif meningkatkan kemampuan fungsional pada pralansia dengan low back pain (p < 0,05). Terdapat perbedaan efektivitas antara kedua latihan, di mana bird dog exercise memberikan peningkatan kemampuan fungsional yang lebih besar dibandingkan bridge exercise. Kesimpulan: Kedua latihan efektif untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada pralansia yang mengalami low back pain, namun bird dog exercise lebih efektif dibandingkan bridge exercise dalam meningkatkan fungsional pada pralansia yang mengalami low back pain.
Peran Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Perempuan Tuberculosis Di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman Suriani, Suriani; Isnaeni, Yuli; Suryani, Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.645

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ketidakpatuhan dalam minum obat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, kekambuhan, serta terjadinya resistensi obat yang berdampak serius bagi pasien maupun sistem pelayanan kesehatan. Permasalahan ini menjadi lebih kompleks pada pasien perempuan, mengingat adanya peran ganda dalam keluarga dan masyarakat yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan pengobatan. Dukungan keluarga dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Keluarga dapat memberikan dukungan emosional, informasi, penghargaan, serta dukungan instrumental yang dapat membantu pasien dalam menjalani proses pengobatan secara teratur dan berkelanjutan. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi bagian penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi pada pasien tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien perempuan tuberkulosis yang sedang menjalani pengobatan di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert, sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner dengan skala Guttman. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test serta uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik serta tingkat kepatuhan minum obat yang tinggi. Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien perempuan tuberkulosis di Puskesmas Godean 1 Kabupaten Sleman. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan yang diberikan oleh keluarga, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga perlu ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan program pengendalian tuberkulosis.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Remaja Putri Dalam Menghadapi Menstruasi Pertama (Menarche) Di MIS Miftahul Jannah Amelia, Nadila; Ensia, Maria Adelheid; Indriani, Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.646

Abstract

Menarche atau menstruasi pertama merupakan tanda biologis masuknya masa pubertas pada remaja putri. Peristiwa ini sering menimbulkan rasa cemas, terutama jika remaja tidak memiliki pengetahuan dan sikap yang memadai mengenai menstruasi. Kekurangan pendidikan kesehatan dapat membuat remaja mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri secara fisik maupun emosional saat Menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja putri dalam menghadapi menstruasi pertama di MIS Miftahul Jannah, Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental one group pretest–posttest. Populasi terdiri dari seluruh remaja putri berusia 10–12 tahun di MIS Miftahul Jannah sebanyak 36 orang, dengan sampel 32 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur sikap, sedangkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Setelah intervensi pendidikan kesehatan, terjadi peningkatan sikap positif remaja putri dalam menghadapi menstruasi pertama. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05), yang menandakan pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja signifikan. Pendidikan kesehatan secara signifikan meningkatkan sikap remaja putri dalam menghadapi Menarche di MIS Miftahul Jannah, Palangka Raya.
Pengaruh Edukasi Media Sinematografi Terhadap Pengetahuan Sadari Pada Siswi Kelas X Di SMA Negeri 2 Wates Kurniasih, Ani; Handayani, Dwi Sri; Anisa, Diah Nur
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.657

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini kanker payudara yang penting, namun tingkat pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih belum optimal. Edukasi kesehatan melalui media audiovisual, khususnya media sinematografi, dinilai mampu meningkatkan pemahaman karena penyajian informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media sinematografi terhadap tingkat pengetahuan pemeriksaan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 2 Wates. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan desain pretest–posttest with control group. Sampel berjumlah 116 siswi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan teknik proportional random sampling. Pengukuran pengetahuan SADARI dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pemberian edukasi media sinematografi (p = 0,000). Kesimpulan: Edukasi media sinematografi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pemeriksaan SADARI pada siswi kelas X di SMA Negeri 2 Wates.