cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Pengaruh Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Sadari Di SMA Negeri 10 Palangka Raya Febriola Wulandari; Stefanicia Stefanicia; Ana Paramita Prastiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.593

Abstract

Kanker payudara adalah jenis tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Salah satu cara untuk mencegah kanker payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan SADARI sejak dini, yaitu di masa remaja. SADARI adalah cara untuk meningkatkan perhatian wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri, terutama dalam mendeteksi adanya benjolan yang tidak wajar. mengetahui pengaruh media audio visual terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMA Negeri 10 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Sampel sebanyak 64 remaja perempuan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov) dan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Tingkat pengetahuan remaja perempuan pada pretest cukup (50%), sedangkan pada posttest meningkat menjadi baik (96,8%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa Media Audio Visual berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Dalam Penanganan Dismenore Di MTs Miftahul Jannah Daerah Aliran Sungai Kahayan Kota Palangka Raya Febri Yani Lingga; Angga Arsesiana; Ivana Devitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.594

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan kontraksi otot rahim yang berlebihan selama menstruasi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan menurunkan konsentrasi belajar. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap dismenore berperan penting dalam menentukan bagaimana mereka merespons dan mengelola nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang dismenore dengan sikap dalam penanganan dismenore. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional tanpa pemberian intervensi. Populasi sekaligus sampel berjumlah 65 siswi kelas VII, VIII, IX yang sudah menstruasi dan mengalami dismenore primer, analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan SPSS. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore, diperoleh nilai p-value sebesar 0,061 dimana nilai p-value tersebut lebih besar dari α (>0,05) yang artinya H0 diterima, sehingga secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam penanganan dismenore di MTs Miftahul Jannah Daerah Aliran Sungai Kahayan Kota Palangka Raya
Hubungan Penggunaan Media Sosial Terhadap Tingkat Pemahaman Remaja Tentang Kehamilan Tidak Diinginkan Di SMKN 5 Kota Palangka Raya Yunita Harianata; Stefanicia Stefanicia; Ana Paramita Prastiwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.595

Abstract

Kehamilan tidak diinginkan pada remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi yang memerlukan perhatian serius. Media sosial berperan sebagai sumber informasi yang dapat memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat pemahaman remaja tentang kehamilan tidak diinginkan di SMKN 5 Kota Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh siswa kelas X dan XI tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak 65 siswa dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan media sosial dan pemahaman kehamilan tidak diinginkan. Analisis data meliputi univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dan tingkat pemahaman remaja dengan nilai p = 0,007. Remaja dengan penggunaan media sosial tinggi cenderung memiliki pemahaman lebih baik. Media sosial berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi remaja secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pengaruh Coaching Hand Hygiene Terhadap Tingkat Pengetahuan Keluarga Pasien Dalam Pencegahan Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (HAIs) Di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin Rizka Mariyana Destriyani; Mohammad Basit; Muhammad Riduansyah; Muhamamad Arief Wijaksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.596

Abstract

Latar Belakang: HaIs yaitu infeksi yang dihasilkan dari pasien selama perawatan di fasilitas kesehatan dan menjadi masalah serius secara global. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan melakukan hand hygine yang efektif. Edukasi melalui coaching menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatakan pengetahuan keluarga dan pasien dalam mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit.  Upaya yang selama ini telah dilakukan untuk menurunkan Healthcare Associated Infections (HAIs) adalah Hand hygiene atau kebersihan tangan merupakan salah satu bentuk kewaspadaan standar yang dinilai paling efektif dalam mencegah sekaligus mengendalikan infeksi. Kegagalan dalam menerapkan praktik ini sering kali menjadi faktor utama timbulnya infeksi di rumah sakit serta berkontribusi terhadap penyebaran mikroorganisme yang resisten terhadap berbagai jenis obat di sarana pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengetahui bagaimana pengaruh Coaching hand hyigne terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien dalam pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan (HaIs) di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin. Metode: Jenis metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 87 responden diambik dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan di analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai rata-rata Wilcoxon yang diperoleh menunjukkan positif atau adanya peningkatan pengetahuan, memiliki nilai signifikan sebesar p=0,000 yang berarti lebih kecil dari taraf p=0,05. Simpulan: Ada pengaruh coaching hand hyigne terhadap tingkat pengetahuan keluarga pasien dalam pencegahan infeksi di fasilitas pelayanan (HaIs) di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin.
Hubungan Pengetahuan Variasi Pengenalan Makanan Dan Pola Asuh Ibu Terhadap Perilaku Picky Eater Pada Toddler Afni Ramadhani; Herlina Herlina; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.597

Abstract

Pendahuluan: Perilaku picky eater pada toddler merupakan masalah umum yang muncul selama proses pemberian makan dan dapat memengaruhi keseimbangan asupan nutrisi serta tumbuh kembang anak. Dua faktor yang dianggap berperan dalam munculnya perilaku ini adalah pengetahuan ibu mengenai variasi pengenalan makanan dan pola asuh yang diterapkan dalam keseharian. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan variasi pengenalan makanan dan pola asuh ibu terhadap perilaku picky eater pada toddler. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan korelasional. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan variasi pengenalan makanan, kuesioner pola asuh ibu, serta kuesioner perilaku picky eater (CEBQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Usia ibu terbanyak pada usia dewasa awal 26–35 tahun, pendidikan terakhir terbanyak pada SMA, pekerjaan ibu terbanyak sebagai IRT, dan berpendapatan < UMR Pekanbaru. Anak yang diteliti didominasi perempuan, sebagian besar berusia 12–24 bulan. Sebanyak 45 responden (45,9%) memiliki pengetahuan baik tentang variasi pengenalan makanan, dan pola asuh yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis 41 responden (41,8%). Secara keseluruhan, 53,1% anak termasuk dalam kategori picky eater. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan variasi pengenalan makanan dengan perilaku picky eater (p = 0,010). Pola asuh ibu dengan perilaku picky eater juga berhubungan signifikan (p = 0,015). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan variasi pengenalan makanan dan pola asuh ibu memiliki hubungan dengan perilaku picky eater pada toddler.
Identifikasi Karakteristik Wanita Usia Subur Yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Puskesmas Pekauman Fetrina Jesinta; Hairiana Kusvitasari; Dede Mahdiyah; Laurensia Yunita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.598

Abstract

Latar Belakang: Penapisan terhadap kejadian kanker serviks salah satu yaitu salah satu Adalah dengan alat skrining metode inspeksi visual asetat (IVA), pemeriksaan IVA merupakan test yang sederhana, efektif, tidak mahal dan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi, hasil pemeriksaan IVA dengan hasil positif belum tentu menunjukan adanya lesi prakanker. Sepanjang tahun 2024-2025 di Puskesmas Pekauman mencatat 40 WUS yang telah Melakukan Pemeriksaan IVA Test. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Wanita Usia Subur yang Melakukan Pemeriksaan IVA Test yang meliputi Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah. Populasi: Populasi yang digunakan adalah seluruh WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test pada Tahun 2024-2025 yang berjumlah 40 dan pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling sehingga didapat 29 sampel. Metode: Peneliti mengambil dari data sekunder berupa rekam medik. Hasil: Dari hasil penelitian distribusi frekuensi tiap karakteristik WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test dengan Paritas terbanyak adalah Multipara yaitu 18 (62.1%) responden, Jenis Penggunaan Alat KB terbanyak yaitu Suntik sebanyak 16 (55.2%) responden, Usia Menarche terbanyak yaitu ≥ 12 Tahun sebanyak 23 (79.3%) dan Usia Pertama Kali Menikah terbanyak yaitu pada usia 20-35 Tahun sebanyak 25 (86.2%) responden. Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa WUS yang melakukan Pemeriksaan IVA Test memiliki karakteristik yaitu Paritas, Jenis Penggunaan Alat KB, Menarche dan Usia Pertama Kali Menikah.
Pengaruh Edukasi Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di MTs Miftahul Jannah Pahandut Sebrang Dwi Dwi; Angga Arsesiana; Ivana Devitasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.599

Abstract

Latar Belakang: Personal hygiene saat menstruasi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan dan sikap yang tidak tepat dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan seperti keputihan dan infeksi organ reproduksi. Hasil studi pendahuluan di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang menunjukkan sebagian besar remaja putri masih memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang terkait personal hygiene saat menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang efektif, salah satunya melalui penggunaan media audio visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap tentang personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimen (pre-experimental design) menggunakan rancangan one group pretest–posttest design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh remaja putri di MTS Miftahul Jannah Pahandut Sebrang sebanyak 73 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi setelah diberikan edukasi media audio visual. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri. Kesimpulan: Edukasi media audio visual berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan pembentukan sikap positif remaja putri mengenai personal hygiene saat menstruas. 
Studi Kasus Implementasi Asuhan Keperawatan Terapi Psikoreligius: Dzikir pada Ny. S dengan Resiko Perilaku Kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Ilham Ramadan; Deasti Nurmaguphita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.600

Abstract

Gangguan skizoafektif merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai oleh kombinasi gejala psikotik dan gangguan mood, yang berpotensi menimbulkan risiko perilaku kekerasan apabila tidak ditangani secara komprehensif. Risiko perilaku kekerasan sering dipicu oleh ketidakstabilan emosi, tekanan psikososial, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Selain terapi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis berupa terapi psikoreligius, khususnya dzikir, dapat menjadi intervensi keperawatan jiwa untuk membantu pasien mengendalikan emosi dan impuls agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi asuhan keperawatan dengan terapi psikoreligius dzikir pada pasien skizoafektif dengan risiko perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Studi kasus dilaksanakan selama empat hari di Wisma Sembodro RSJ Grhasia Yogyakarta pada Ny. S, pasien dengan diagnosis skizoafektif disertai risiko perilaku kekerasan. Intervensi utama berupa terapi dzikir dengan lafadz Allahu Akbar, Astagfirullah, dan Subhanallah yang dilakukan secara bertahap dan terstruktur dalam aktivitas harian pasien. Hasil studi menunjukkan adanya perubahan positif pada kondisi emosional pasien. Setelah dilakukan terapi dzikir secara konsisten, pasien menunjukkan penurunan intensitas kemarahan, peningkatan ketenangan, perbaikan kualitas tidur, kemampuan berkomunikasi yang lebih koheren, serta peningkatan kontrol diri terhadap dorongan perilaku kekerasan. Pada akhir evaluasi, pasien mampu mengidentifikasi perilaku amuk sebagai respons yang tidak adaptif dan menunjukkan sikap yang lebih tenang dalam menghadapi konflik. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah bahwa implementasi asuhan keperawatan dengan terapi psikoreligius dzikir efektif dalam membantu menurunkan risiko perilaku kekerasan pada pasien skizoafektif.
Pengalaman Ibu Dalam Menjalani Perawatan Masa Nifas Budaya Melayu Di Wilayah Kepulauan Riau Sri Minarni; Misrawati Misrawati; Masrina Munawarah Tampubolon
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.601

Abstract

Perawatan masa nifas dalam budaya Melayu merupakan praktik tradisional yang masih dipertahankan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman ibu dalam menjalani perawatan masa nifas budaya Melayu di wilayah Kepulauan Riau. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan penelitian sebanyak 15 ibu yang telah menjalani masa nifas berbasis budaya Melayu, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) Pemulihan Holistik melalui Perawatan Tradisional, (2) Mendapatkan Dukungan Sosial dan Kultural yang Positif, (3) Tantangan dan Strategi Adaptasi Perawatan Tradisional, dan (4) Pandangan dan Keberlanjutan Perawatan Masa Nifas Tradisional. Perawatan tradisional berlangsung selama 44 hari meliputi penggunaan param, pilis, bengkungan, konsumsi jamu, serta pantangan makanan dan aktivitas. Sistem dukungan yang kuat dari keluarga, masyarakat, dukun beranak, dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan perawatan. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidaknyamanan fisik dan psikologis, ibu mampu mengembangkan strategi adaptasi. Perawatan masa nifas tradisional dipandang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan dan dapat diintegrasikan dengan perawatan medis modern untuk menciptakan model perawatan yang lebih komprehensif.
Hubungan Aktivitas Bermain Di Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Dengan Kemampuan Sosial Anak Prasekolah Di Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya Desri Natalia Yutara; Desi Kumala; Chrisdianti Yulita
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.603

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam perkembangan sosial anak, di mana aktivitas bermain menjadi sarana utama dalam membentuk kemampuan interaksi sosial. Anak yang tinggal di lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) memiliki karakteristik bermain yang dipengaruhi kondisi alam dan sosial sehingga berpotensi memengaruhi perkembangan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas bermain di lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kemampuan sosial anak prasekolah di Kelurahan Pahandut Seberang, Kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan rancangan cross-sectional. Populasi berjumlah 93 anak usia 5–6 tahun dengan sampel 48 anak yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas bermain dan kuesioner kemampuan sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain anak prasekolah terbagi sama antara kategori baik dan kurang, masing-masing sebanyak 24 anak (50,0%). Kemampuan sosial anak prasekolah juga menunjukkan distribusi yang seimbang, di mana 24 anak (50,0%) berada pada kategori baik dan 24 anak (50,0%) pada kategori kurang. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara aktivitas bermain di lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kemampuan sosial anak prasekolah, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,313 dan p-value = 0,030 (p < 0,05), yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah. Aktivitas bermain memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan sosial anak prasekolah, meskipun kekuatan hubungan lemah. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas bermain bukan merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi kemampuan sosial anak prasekolah, sehingga diperlukan stimulasi perkembangan sosial yang lebih serta dukungan dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, khususnya di wilayah (DAS).