cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Pengaruh Aktivitas Art of Distraction Terhadap Tingkat Nyeri Pada Anak Yang Di Rawat M. Khoirunizam; Candra Saputra; Veni Dayu Putri; Angga Arfina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.616

Abstract

Nyeri pada anak yang dirawat sering kali tidak terdiagnosis dan kurang tertangani (under-treated) akibat keterbatasan verbalisasi. Penyebab utama meliputi prosedur invasif seperti pemasangan infus (83% pada anak prasekolah), trauma, atau penyakit. Manajemen efektif memerlukan kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis salah satunya dengan penerapan Art of Distraction. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas art of distraction terhadap penurunan tingkat nyeri pada anak yang di rawat di RSUD Arifin Achmad. Jenis penelitian kuantitatif desain Quasi Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest. Jumlah sampel penelitian 30 orang, dengan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer. Instrumen penelitian menggunakan pensil warna dan buku gambar, serta lembar observasi nyeri. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 20, dan analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian lebih dari separuh responden memiliki tingkat nyeri sedang sebelum diberikan intervensi mayoritas sebanyak 20 responden (66,7%) dan sesudah diberikan intervensi mayoritas sebanyak 24 responden (80,0%) dengan tingakt nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon didapat p-value 0.001 < 0,05. Kesimpulan penelitian ada pengaruh aktivitas art of distraction terhadap tingkat nyeri pada anak yang melakukan pengobatan di RSUD Arifin Achmad dengan p-value 0.001. Diharapkan pada pihak rumah sakit dapat menerapkan aktivitas art of distraction untuk mengatasi masalah nyeri pada anak yang menjalani pengobatan dirumah sakit.
Gambaran Sebaran Golongan Darah Siswa SMA Di Kota Makassar Pada Kegiatan Pameran Pendidikan Tahun 2026 Dirgah Agum Parawansa; Indra Prastiwi Jamaluddin; Eka Mayasari; Marhawati Marhawati; Maulana Zulkarnain Imansyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sebaran golongan darah siswa SMA di Kota Makassar pada kegiatan Pameran Pendidikan Tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik accidental sampling. Sebanyak 200 siswa menjadi responden, dan pemeriksaan golongan darah sistem ABO dilakukan menggunakan metode slide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan darah O merupakan yang paling dominan (32,5%), diikuti golongan darah A (28,5%), B (28%), dan AB (11%). Pola ini mengindikasikan bahwa distribusi golongan darah pada kelompok pelajar relatif serupa dengan populasi umum, dengan golongan darah O sebagai proporsi tertinggi dan AB terendah. Variasi distribusi dipengaruhi oleh faktor genetik dan karakteristik populasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan accidental sampling dan cakupan responden yang terbatas pada satu kegiatan. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan sampel yang lebihbesar dan wilayah yang lebih luas agar diperoleh gambaran yang lebih representatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa golongan darah O mendominasi siswa SMA di Kota Makassar, sedangkan golongan darah AB memiliki proporsi terendah.
Integrasi Konseling Holistik Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mental Mahasiswa Berdasarkan Analisis SRQ Ratna Kurniawati; Tri Suraning Wulandari; Retno Lusmiati Anisah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.618

Abstract

Kesejahteraan mental mahasiswa menjadi isu penting di perguruan tinggi seiring meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan tuntutan perkembangan dewasa awal. Banyak mahasiswa mengalami kecemasan, stres, depresi, serta keluhan psikosomatik berdampak pada kualitas hidup dan prestasi akademik. Pendekatan konseling holistik, memandang individu secara menyeluruh meliputi aspek psikologis, fisik, sosial, dan spiritual, berpotensi menjadi strategi intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas integrasi konseling holistik dalam meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa berdasarkan hasil Self Reporting Questionnaire (SRQ). Metode penelitian mixed methods pendekatan sequential explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan 39 mahasiswa yang mendapatkan intervensi konseling holistik, dengan pengukuran SRQ sebelum dan sesudah intervensi. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam pada 15 partisipan terpilih untuk memperdalam pemaknaan hasil kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor rata-rata SRQ dari 7,28 pada pre-test menjadi 6,00 pada post-test, perbedaan signifikan secara statistik (p = 0,041). Nilai effect size Cohen’s d = 0,34 menunjukkan dampak kecil hingga sedang. Analisis kualitatif menghasilkan empat tema utama, yaitu kesehatan mental dan emosional, kondisi fisik dan gaya hidup, hubungan sosial dan keluarga, serta aspek spiritual dan daya juang. Triangulasi data menunjukkan konseling holistik mampu menurunkan distress psikologis mahasiswa. Efektivitasnya dipengaruhi oleh faktor emosional mendalam, masalah keluarga, keluhan fisik, dan lemahnya mekanisme koping spiritual. Kesimpulannya, konseling holistik efektif meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa, tetapi memerlukan penguatan berkelanjutan, terutama pada aspek spiritual, relasi sosial, dan resiliensi psikologis.
Peran Status Gizi Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Risiko Keterlambatan Pemulihan Pasca Anestesi: A Systematic Literature Review Putu Ayu Karisma; Emanuel Ileatan Lewar; Yustina Ni Putu Yusniawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.619

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) diduga memengaruhi waktu pulih sadar pasca anestesi umum melalui mekanisme distribusi dan eliminasi obat anestesi di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca anestesi umum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel yang diterbitkan pada tahun 2019–2025 dan diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Proses seleksi literatur mengikuti pedoman PRISMA 2020, sedangkan penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh studi melaporkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan waktu pulih sadar (p < 0,05), di mana pasien dengan IMT ≥25 kg/m² cenderung mengalami pemulihan kesadaran yang lebih lama dibandingkan pasien dengan IMT normal. Disimpulkan bahwa IMT berhubungan signifikan dengan waktu pulih sadar pasca anestesi umum dan berpotensi menjadi faktor prediktif terhadap keterlambatan pemulihan kesadaran.
Pengaruh Terapi Rendam Air Hangat Dengan Garam Terhadap Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru Vivi Amalia Rahma; Sri Yanti; Angga Arfina; Dendy Kharisna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.620

Abstract

Nyeri sendi merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan rasa nyeri, kaku, serta keterbatasan gerak pada persendian. Kondisi ini dapat semakin dirasakan pada lansia dengan gout arthritis dan sering menyebabkan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Nyeri sendi yang berlangsung terus-menerus dapat berdampak pada penurunan kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat dengan garam terhadap nyeri pada lansia dengan gout arthritis di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experiment dengan pre-test and post-test without control group di wilayah kerja puskesmas rejosari kota pekanbaru. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 19 responden dengan menggunakan lembar numeric rating scale. Analisis statistik dilakukan uji bivariat dengan uji wilcoxon didapatkan nilai p value (0.000)<0,05. Nilai mean pre test 4,95 dan nilai mean post test 2,79 dengan selisih nilai skala nyeri setelah dilakukan intervensi yaitu 2,16. Didapatkan bahwa terdapat pengaruh terapi rendam air hangat dengan garam terhadap nyeri lansia dengan gout arthritis di wilayah kerja puskesmas rejosari kota pekanbaru. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan faktor penggunaan obat dan lama menderita gout arthritis, serta menggunakan alat atau media khusus untuk menjaga kestabilan suhu air rendaman. 
Pengaruh Mindfulness Based Therapy Terhadap Stres Pada Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru Dea Almayanti; Sri Yanti; Veni Dayu Putri; Angga Arfina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.621

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Selain dampak fisik, DM menimbulkan beban psikologis signifikan seperti stres akibat pengobatan jangka panjang dan pembatasan pola hidup. Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memperburuk resistensi insulin dan mempersulit pengendalian kadar glukosa darah. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk mengelola kondisi ini adalah Mindfulness-Based Therapy (MBT) yang berfokus pada kesadaran diri dan penerimaan untuk mencapai ketenangan psikologis.  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Mindfulness-Based Therapy terhadap tingkat stres pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Diabetes Distress Scale (DDS-17) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi MBT dilakukan sebanyak 8 sesi dengan durasi 30 menit per sesi. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test.Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (61,1%), kelompok usia lansia awal (27,8%), dan tingkat pendidikan SMA (44,4%). Hasil penelitian menunjukkan penurunan tingkat stres yang sangat signifikan. Nilai rata-rata (mean) stres saat pre-test adalah 4,56 (stres tinggi), dan setelah diberikan intervensi MBT, nilai rata-rata pada post-test menurun drastis menjadi 1,572. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi (P-Value) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menegaskan bahwa intervensi terapi berbasis mindfulness efektif dalam menurunkan stres pasien secara nyata. Mindfulness-Based Therapy berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat stres pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Terapi ini membantu responden merespons beban penyakit dengan lebih tenang dan menerima kondisi mereka. Disarankan bagi institusi kesehatan untuk mengintegrasikan MBT sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam pengelolaan aspek psikososial pasien penyakit kronis.
Pengaruh Jus Tomat Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Anemia Di PMB LH Kabupaten Tangerang Desy Qomarasari; Leni Haerunnisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.622

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan masyarakat global yang serius khususnya menyerang wanita usia subur dan wanita hamil. Prevalensi anemia pada wanita usia subur 29,9%, pada wanita hamil 36,5% dan pada wanita tidak hamil 29,6%. Angka kejadian anemia bervariasi di berbagai negara ASEAN, di Indonesia angkanya sekitar 73,2%, Filipina 58%, Thailand 48%, dan Malaysia 35%. Kasus anemia pada ibu hamil di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2023 angka anemia ibu hamil trimester III sebanyak 64,214 ibu hamil/tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jus tomat terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil Anemia di PMB LH kabupaten Tangerang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan menggunakan desain penelitian pre and posttest one group design yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa ada kelompok pembanding atau kelompok kontrol. Sampel yang diambil adalah 30 ibu hamil anemia dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 30 responden kadar hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan jus tomat mayoritas responden memiliki kadar hemoglobin dengan kategori anemia ringan sebanyak 20 responden dengan persentase (66.7%) dengan nilai rata-rata 9.373, setelah diberikan jus tomat mayoritas responden kadar hemoglobin dengan kategori normal sebanyak 17 responden dengan persentase (56.7%) dengan nilai rata-rata 10.820. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa kadar hemoglobin pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan jus tomat mengalami peningkatan rata-rata 1,447 dan di dapatkan p-value 0,000  (p-value < 0,05). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian jus tomat berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di praktik mandiri bidan LH kabupaten Tangerang.
Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Pada Wanisa Usia Subur (WUS) Di Wilayah Sono Lidia Febrianti; Indah Purnamasari; Juda Julia Kristiarini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.623

Abstract

  Latar belakang: Pemilihan MKJP di Indonesia pengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi individu, sosial dan layanan kesehatan. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan kontrasepsi diantaranya adalah pengetahuan, tingkat pendidikan, usia, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di Dusun Sono. Metode penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional dilakukan di Wilayah Sono dengan melibatkan 40 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data diperoleh melalui instrumen kuesioner yang telah dilakukan expert judgment. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil: Mayoritas responden memilih MKJP karena ketersediaan kontrasepsi (35;87,5%), adanya dukungan suami (38;95%), adanya dukungan baik dari petugas kesehatan (35;87.5%), tidak ada efek samping (25;62,5%), umur kisaran 20-35 tahun (32;80%) dan rata-rata bekerja (27;67,5%). Faktor dukungan suami (p value: 0.001), efek samping (p value: 0.002) dan umur (p value: 0.001) dinilai sebagai faktor yang berpengaruh terhadap pemilihan MKJP. Sedangkan faktor lain tidak memiliki pengaruh secara signifikan. Simpulan: Pemilihan MKJP dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi dukungan suami, adanya efek samping serta umur. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mempertimbangkan faktor tersebut dalam melaksanakan konseling dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan minat WUS dalam menggunakan MKJP.
Hubungan Iklim Organisasi Dengan Kinerja Perawat Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Ernika Nur Setyaningrum; Rosiana Nur Imallah; Noor Ariyani Rokhmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.624

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam menjamin mutu dan akuntabilitas pelayanan keperawatan. Kinerja perawat dalam pendokumentasian dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya iklim organisasi. Iklim organisasi yang kondusif dapat meningkatkan motivasi dan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan iklim organisasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan metode pendekatan studi cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 77 sampel perawat pelaksana di rumah sakit PKU Muhammadiyah Gamping dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui data primer melalui kuisioner terdiri dari kuesioner iklim organisasi dan kuisioner kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Hasil analisismenunjukkan bahwa iklim organisasi di RS PKU Muhammadiyah Gamping berdasarkan persepsi perawat pelaksana sebagian besar berada dalam kategori baik (97,4%). Kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping mayoritas berada pada kategori baik (96,1%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan Kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,001 yang menunjukkan bahwa semakin baik iklim organisasi, maka semakin baik pula kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Disarankan agar manajemen rumah sakit mempertahankan dan meningkatkan iklim organisasi yang kondusif melalui penguatan kepemimpinan, komunikasi, serta sistem pendukung pendokumentasian guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan secara berkelanjutan.
Gambaran Indeks Massa Tubuh Pada Lansia Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kembangan Jakarta Barat Andrea Ningsih; Ricky Riyanto Iksan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.625

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus merupakan penyakit degenerative yang hampir dialami seluruh Negara di Dunia, setiap tahunnya DM mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran indeks massa tubuh pada lansia diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kembangan Jakarta Barat. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah lansia diabetes melitus tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kembangan Jakarta Barat dengan jumlah 837 lansia, adapun jumlah responden dari penelitian ini adalah 89 lansia. Teknik Pengumpulan data pengambilan sampel penelitian menggunakan kuesioner, dan instrumen yang digunakan alat ukur tinggi badan dan timbangan badan. Hasil penelitian didapatkan gambaran indeks massa tubuh dari 89 responden yang memiliki presentase tertinggi yaitu gemuk (obesitas) dengan 46 responden (51.7%), dan presentase terendah yaitu kurus (underweight) 3 responden (3.4%). Dari hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Kembangan Jakarta Barat kurang dari separuh lansia diabetes melitus tipe 2 yaitu memiliki indeks masa tubuh normal, dan lebih dari separuh lansia memiliki status gizi berlebih yang juga cukup tinggi.