cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 780 Documents
Hubungan Pola Makan dan Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMK Sasmita Jaya 1 Kelas X Pamulang Tahun 2025 Nur Handayani; Sulastri Sulastri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan konsumsi fast food dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMK Sasmita Jaya I Pamulang Tahun 2025. Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri dan berpotensi mempengaruhi pertumbuhan, konsentrasi belajar, serta kesehatan reproduksi di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 37 siswi yang mengalami anemia dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami anemia ringan (73,0%), memiliki pola makan kurang baik (67,6%), dan sering mengkonsumsi fast food (70,3%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian anemia (p = 0,001; OR = 23,000) serta antara konsumsi fast food dengan kejadian anemia (p = 0,041; OR = 6,600). Remaja putri dengan pola makan kurang baik memiliki risiko 23 kali lebih besar mengalami anemia, sedangkan remaja yang sering mengkonsumsi fast food memiliki risiko 6,6 kali lebih besar mengalami anemia dibandingkan kelompok pembanding. Dapat disimpulkan bahwa pola makan dan konsumsi fast food berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi dan pembiasaan pola makan sehat untuk mencegah anemia serta meningkatkan derajat kesehatan remaja.
Makna Dan Praktik Tradisi Tontholo Dalam Perawatan Ibu Postpartum (Studi Fenomenologi Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato) Finriati Latip; Zuriati Muhamad; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.858

Abstract

Latar Belakang : Meskipun akses layanan kesehatan modern tersedia, keterikatan masyarakat Gorontalo terhadap tradisi Tontholo cukup tinggi karena diyakini sebagai bentuk ritual adat pemulihan fisik dan batin ibu postpartum. Kepercayaan yang kuat ini menunjukkan perlunya eksplorasi mendalam terhadap makna dan praktik tersebut guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang peka terhadap budaya lokal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna, pengalaman, dan praktik tradisi Tontholo dalam perawatan ibu postpartum. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini menggunakan teknik snowball sampling untuk memilih 3 orang informan utama (ibu postpartum) dan  6 orang informan kunci di Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa Tontholo dimaknai subjektif sebagai warisan leluhur yang wajib dijalankan karena bermanfaat secara fisik, dan pelaksanaannya diniatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan tidak melanggar syariat. Dari perspektif kesehatan, Tontholo dimaknai sebagai metode pemulihan fisik alami yang berfungsi mempercepat involusi uterus, melancarkan sirkulasi darah melalui terapi uap/panas, dan sebagai relaksasi otot pascapersalinan. Pengalaman informan menunjukkan bahwa penggunaan ramuan herbal dalam Tontholo memberikan efek relaksasi yang meningkatkan pemulihan dan menurunkan kecemasan, sehingga berperan dalam pencegahan postpartum blues. Kesimpulan : Tradisi Tontholo merupakan praktik perawatan masa nifas yang mengintegrasikan aspek budaya, spiritualitas, dan kesehatan fisik dan secara klinis, terbukti mendukung pemulihan fisik  yang efektif Saran : Perlu adanya sinergi antara tenaga kesehatan dan praktisi tradisional untuk memastikan keamanan bahan ramuan tanpa menghilangkan unsur budaya dan tradisi adat Gorontalo.
Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Trimester I Dengan Kejadian Anemia Di Puskesmas Turi Sleman Yogyakarta Diwa Enda Oktaviani; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.862

Abstract

Anemia sering terjadi pada ibu hamil trimester pertama dan berdampak pada kesehatan ibu dan janin. Status gizi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin sehingga berpengaruh terhadap kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi ibu hamil trimester I dengan anemia di Puskesmas Turi Sleman Yogyakarta tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 45 ibu hamil trimester I. Data diperoleh melalui pengukuran LILA dan kadar hemoglobin dari buku KIA, dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan p-value 0,003 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada hubungan status gizi ibu hamil trimester I dengan anemia.
Pengaruh Edukasi Audiovisual Interaktif Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Tentang Menstruasi Normal Pada Remaja Putri Usia 14–16 Tahun: Sebuah Studi Berbasis Sekolah Ladya Mutiara Firnanda Prasticia; Anik Sri Purwanti; Widia Shofa Ilmiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.865

Abstract

Menstruation is a normal physiological process in adolescent girls; however, knowledge and attitudes toward normal menstruation are often still suboptimal. This study aimed to analyze the effect of interactive audiovisual education on adolescent girls’ knowledge and attitudes regarding normal menstruation at SMK Diponegoro Tumpang. This study employed a pre-experimental one-group pretest-posttest design involving 32 tenth-grade female students selected based on the study criteria. Data were collected using knowledge and attitude questionnaires and analyzed using univariate and bivariate methods. The Shapiro-Wilk normality test indicated that the data were not normally distributed; therefore, differences between pretest and posttest scores were tested using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 2.41 to 2.97, while the mean attitude score increased from 1.25 to 1.31. The Wilcoxon test yielded p = 0.0123 with an effect size of r = 0.44, indicating a statistically significant moderate effect after the intervention. It can be concluded that interactive audiovisual education improves knowledge and supports positive attitude changes among adolescent girls regarding normal menstruation. This intervention may serve as an effective reproductive health promotion medium in schools.
Hubungan Antara Jenis Agen Anestesi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca General Anestesi Di RSU Siaga Medika Purbalingga Ardiansyah Putra Supriyadi; Rully Annisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.874

Abstract

General anestesi merupakan prosedur pembiusan yang bertujuan menghilangkan kesadaran sementara selama tindakan operasi melalui penggunaan agen anestesi tertentu. Waktu pemulihan sadar menjadi indikator penting dalam evaluasi keberhasilan anestesi karena berkaitan dengan keselamatan pasien, efektivitas pelayanan di ruang pemulihan, serta komplikasi risiko pascaoperasi. Perbedaan karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik antara agen anestesi inhalasi dan Total Intravenous Anesthesia (TIVA) diduga mempengaruhi kecepatan pemulihan pasien pasca anestesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jenis agen anestesi dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RSU Siaga Medika Purbalingga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan teknik konsekutif sampling . Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan penilaian Modified Aldrete Score , kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menggunakan agen anestesi inhalasi sebanyak 48 responden (52,2%), sedangkan waktu pulih sadar cepat ditemukan pada 48 responden (52,2%). Responden dengan teknik TIVA lebih banyak mengalami waktu pulih sadar cepat sebanyak 31 responden (64,6%), sementara pada anestesi inhalasi lebih banyak mengalami waktu pulih sadar lambat sebanyak 31 responden (70,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara jenis agen anestesi dengan waktu pulihnya pasien pasca anestesi umum. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis agen anestesi berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan pasien pascaoperasi dan dapat menjadi pertimbangan klinis dalam meningkatkan mutu pelayanan anestesi.
Back Massage Terhadap Kualitas Tidur Perempuan Menopause Putri Permatasa Sari; Kusmawati Kusmawati; Elfira Awalia Rahmawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause dikenali sebagai fase terakhir dalam siklus kehidupan seorang wanita, yang menunjukkan berakhirnya kemampuan reproduksi dan tidak terjadi menstruasi lagi. Intervensi yang dapat dilakukan dalam mencapai kualitas tidur yang baik pada perempuan menopause adalah back massage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi  back massage terhadap kualitas tidur perempuan menopause di wilayah X Cikarang Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus melibatkan 5 responden yang mengalami gangguan tidur, instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Pelaksanaan intervensi dilakukan selama 5 hari pada waktu sore hari dengan durasi 8-10 menit setiap pertemuan. Hasil penelitian menujukkan adanya perubahan kualitas tidur dengan rata-rata skor pre-test 10,8 yang menandakan kualitas tidur sedang dan skor post-test dengan rata-rata 3,8 yang menandakan kualitas tidur baik  dengan selisih skor rata rata 7 Kesimpulan:  pemberian intervensi back massage terdapat terjadinya perubahan terhadap kualitas tidur perempuan menopause sebelum dan setelah di lakukan intervensi. Saran dapat dijadikan acuan dalam Family Centered Maternity Care (FCMC) khususnya dalam mengatasi kualitas tidur perempuan menopause.
Hubungan Pengetahuan, Kesehatan Psikologis, Dan Pola Makan Dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Pada Remaja Putri Di SMK Muhammadiyah 1 Paguyangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 Putri Fadela Pamesti; Nur Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.881

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan, kesehatan psikologis, dan pola makan dengankejadian KEK pada remaja putri di SMK Muhammadiyah 1 Paguyangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan survei analitik. Populasi penelitiansebanyak 121 siswi dengan sampel 102 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling.Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan, kesehatan psikologis, pola makan, serta pengukuranLingkar Lengan Atas (LILA) untuk KEK. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS versi25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan KEK (p=0,001;OR=4,110), kesehatan psikologis dengan KEK (p=0,002; OR=4,677), dan pola makan dengan KEK (p=0,004;OR=3,920). Kesimpulan: terdapat hubungan antara pengetahuan, kesehatan psikologis, dan pola makan dengankejadian KEK pada remaja putri di SMK Muhammadiyah 1 Paguyangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.
Perbedaan Pengaruh Core Stability Exercise dan Brain Gym terhadap Peningkatan Keseimbangan pada Lansia Tasya Alya Azmi; Razany Fauzia Albonch; Rizky Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.883

Abstract

Gangguan keseimbangan merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat prosespenuaan dan dapat meningkatkan risiko ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Core Stability Exerciseberperan dalam meningkatkan stabilitas postural melalui penguatan otot inti tubuh, sedangkan Brain Gymmembantu meningkatkan respons sensorik dan motorik yang berhubungan dengan keseimbangan. Tujuan:Mengetahui perbedaan pengaruh Core Stability Exercise dan Brain Gym terhadap peningkatan keseimbanganpada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pre-test and post-test twocomparative group design. Subjek penelitian berjumlah 38 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,dibagi menjadi dua kelompok intervensi yaitu kelompok Core Stability Exercise dan Brain Gym dengan masing-masing kelompok berjumlah 19 orang menggunakan teknik total sampling. Pengukuran keseimbangan dilakukanmenggunakan Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan tiga kali perminggu selama empat minggu. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test.Hasil: Analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan kedua kelompok mengalami peningkatankeseimbangan yang signifikan (p=0,000; p&lt;0,05). Analisis data menggunakan independent sample t-testmenunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua intervensi (p=0,327; p&gt;0,05).Kesimpulan: Core Stability Exercise dan Brain Gym sama-sama efektif dalam meningkatkan keseimbanganpada lansia, namun tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara keduanya.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa di SD Negeri 1 Tondon Toraja Utara Silfani Yelsa Mendila; Ellen Bernadet Lomboan; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.886

Abstract

Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat penting dalam menunjang kualitas hidup dan produktivitas. PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat) merupakan semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat. Hasil observasi di SD Negeri 1 Tondon Toraja Utara menunjukkan kondisi lingkungan sekolah cukup bersih namun kondisi kamar mandi dan WC siswa masih tampak kurang bersih dan penataan ruang kelas masih kurang rapi, tersedia tempat sampah yang diletakkan di depan kelas masing-masing namun kebiasaan siswa yang suka membuang sampah sembarangan atau tidak sesuai pada tempatnya, disamping itu tersedia wastafel di depan kelas namun tidak difungsikan dengan baik oleh siswa. dan tidak tersedianya kantin bagi penjual disekolah yang membuat siswa jajan di tempat sembarangan yang tidak diketahui hygiene dari jajanan yang dikonsumsi, kemudian perilaku siswa pada saat sebelum makan atau mengkonsumsi jajanan jarang mencuci tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Pada Siswa di SD Negeri 1 Tondon Toraja Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pre-eksperimental. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest–Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Tondon, Kabupaten Toraja Utara, pada 22 April-06 Mei 2026. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 siswa kelas V dan VI di SD Negeri 1 Tondon. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian Mayoritas responden berada pada usia 11 tahun dengan proporsi jenis kelamin yang hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan. Seluruh responden merupakan siswa kelas tinggi (kelas V dan VI) yang memiliki kesiapan kognitif yang baik dalam menerima informasi kesehatan, tingkat pengetahuan siswa sebelum diberikan intervensi sebagian besar berada pada kategori kurang (85,0%). Kesimpulan: Pemberian edukasi kesehatan memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan wawasan siswa. Hal ini membuktikan bahwa intervensi pendidikan kesehatan di sekolah mampu mengubah cara pandang dan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Karsinoma Nasofaring Azra Puspita; Rani Lisa Indra; Defi Eka Kartika; Tengku Abdur Rasyid; Sekani Niriyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.890

Abstract

Karsinoma nasofaring merupakan salah satu keganasan pada saluran napas atas yang memiliki angka kejadian cukup tinggi di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Faktor-faktor tersebut meliputi karakteristik demografi, kebiasaan hidup, paparan lingkungan, serta pola konsumsi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian karsinoma nasofaring di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain case control dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden terdiri dari 35 responden kelompok kasus dan 35 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (p-value = 0,0005), pekerjaan (p-value = 0,001), status merokok (p-value = 0,0005), konsumsi makanan yang diawetkan (p-value = 0,018), serta konsumsi makanan yang dibakar atau diasap (p-value = 0,029) dengan kejadian karsinoma nasofaring. Sementara itu, usia (p-value =0,539) dan riwayat keluarga (p-value = 0,356) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan kejadian karsinoma nasofaring. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kebiasaan hidup dan paparan lingkungan berperan penting terhadap kejadian karsinoma nasofaring. Oleh karena itu, disarankan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan kepada pasien terkait penerapan pola hidup sehat, pengendalian kebiasaan merokok, serta pembatasan konsumsi makanan yang berpotensi bersifat karsinogenik.