cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Hubungan Feeding Rules Dengan Perilaku Picky Eater Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Di PGRA Bina Umat Karang Ploso Kabupaten Malang Dyah Ayu Ning Insri; Rahmawati Maulida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1011

Abstract

Perilaku picky eater pada anak dapat menghambat nutrisi dan menimbulkan stres psikologis bagi pengasuh. Masalah ini diduga berkaitan dengan ketidakkonsistenan orang tua dalam menerapkan feeding rules. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara feeding rules dengan perilaku picky eater pada anak usia 3-6 tahun. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 100 orang tua di PGRA Bina Umat Karang Ploso, dengan sampel 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Basic Feeding Rules dan Picky Eater. Analisis bivariat dengan uji Spearman Rho’ menghasilkan nilai p = 0,000 dengan nilai koefisiensi = 0,791. Hal ini menandakan adanya hubungan yang kuat antara feeding rules dengan perilaku picky eater. Penerapan aturan makan yang disiplin mendukung anak dalam mengenali lapar dan mengurangi gangguan selama makan. Orang tua dianjurkan untuk meningkatkan konsistensi jadwal dan lingkungan makan guna mengurangi perilaku pilih-pilih makanan. Disarankan untuk meneliti variabel yang belum dieksplorasi secara mendalam : pengaruh teman sebaya, status gizi, paparan media/iklan makanan, serta peran pengasuh selain orang tua (seperti nenek atau pengasuh harian). Kata kunci: feeding rules; picky eater; anak usia prasekolah
Hubungan Prematuritas Dengan Kejadian Distres Napas Pada Neonatus Di Ruang Inrit RSUD Ulin Banjarmasin Riana Rahmawati; Nelly Mariati; Izma Daud; Rr. Sri Nuriaty Masdiputri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1134

Abstract

Distres napas merupakan salah satu gangguan respirasi yang sering terjadi pada neonatus dan dapat meningkatkan morbiditas serta mortalitas neonatal. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian distres napas adalah prematuritas. Neonatus prematur memiliki tingkat kematangan organ yang belum optimal, terutama paru-paru, sehingga lebih rentan mengalami gangguan adaptasi respirasi setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan prematuritas dengan kejadian distres napas pada neonatus di Ruang INRIT RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 173 neonatus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh dari data sekunder berupa register dan rekam medis neonatus. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 173 neonatus, sebanyak 86 neonatus (49,7%) lahir prematur dan 87 neonatus (50,3%) tidak prematur. Sebanyak 68 neonatus (39,3%) mengalami distres napas dan 105 neonatus (60,7%) tidak mengalami distres napas. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara prematuritas dengan kejadian distres napas pada neonatus dengan nilai p<0,001. Hasil analisis juga menunjukkan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 8,799 dengan 95% CI: 4,284–18,075, yang menunjukkan bahwa neonatus prematur memiliki peluang sekitar 8,8 kali lebih besar mengalami distres napas dibandingkan neonatus yang tidak prematur. Secara fisiologis, tingginya kejadian distres napas pada neonatus prematur berkaitan dengan ketidakmatangan struktur dan fungsi paru serta produksi surfaktan yang belum optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan tegangan permukaan alveolus, kecenderungan kolaps alveolus, dan gangguan pertukaran gas sehingga meningkatkan risiko terjadinya distres napas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara prematuritas dengan kejadian distres napas pada neonatus di Ruang INRIT RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2026. Prematuritas merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam deteksi dini dan pemantauan gangguan respirasi pada neonatus.
Pengaruh Telenursing Whatsapp Reminder Dan Edukasi Melalui Whatsapp Channel Terhadap Pengetahuan Dan Kepatuhan Remaja Putri Dalam Mengonsumsi Tablet Tambah Darah Di MTsN 3 Malang Tiara Cahya Aurella; Joko Wiyono; Kissa Bahari; Maria Diah Ciptaning Tyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1141

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Rendahnya pengetahuan dan kepatuhan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi anemia pada remaja. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui edukasi dan reminder berbasis teknologi seperti Telenursing menggunakan aplikasi WhatsApp (WhatsApp Reminder dan WhatsApp Channel). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Telenursing WhatsApp Reminder dan edukasi melalui WhatsApp Channel terhadap pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di MTsN 3 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 70 remaja putri yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 35) dan kelompok kontrol (n = 35). Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan pengiriman reminder dan edukasi sebanyak 2 kali seminggu. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk kepatuhan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen untuk variabel pengetahuan (p= 0,003) dan kepatuhan (p=0,002). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan skor posttest yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kontrol, baik pada variabel pengetahuan (p<0,001) maupun kepatuhan (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa Telenursing WhatsApp Reminder dan edukasi melalui WhatsApp Channel berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di MTsN 3 Malang.
Pengendalian Plak Gigi dengan Kumur Daun Sirih Hijau pada Siswa SMP: Pendekatan Epidemiologi Preventif Rianne Rollin Pangau; I Ketut Harapan; Ni Made Yuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1150

Abstract

Kebersihan mulut mencerminkan status kesehatan individu secara keseluruhan, namun plak gigi tetap menjadi masalah umum, terutama di kalangan remaja yang sering tidak memiliki praktik perawatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berkumur dengan rebusan daun sirih hijau [Piper sirih L.] dalam menurunkan indeks plak pada siswa SMP. Desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok digunakan. Studi ini melibatkan 30 siswa kelas delapan yang dipilih melalui purposive sampling. Peserta berkumur dengan 15 mL rebusan daun sirih hijau 15% selama 30 detik, dan indeks plak diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kriteria standar. Data dianalisis menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon karena distribusi non-normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki indeks plak pada kategori miskin sebelum intervensi [43,3%], sedangkan setelah berkumur, 83,9% responden masuk dalam kategori baik. Analisis statistik mengungkapkan penurunan skor plak yang signifikan, dengan peringkat rata-rata 14,00 dan nilai p 0,000 [p < 0,05], menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengukuran sebelum dan pasca-intervensi. Tidak ada responden yang menunjukkan peningkatan indeks plak setelah pengobatan. Temuan ini menunjukkan bahwa rebusan daun sirih hijau efektif menurunkan indeks plak di kalangan siswa. Bilas herbal ini menawarkan alternatif yang aman, terjangkau, dan dapat diakses untuk obat kumur komersial, mendukung potensi integrasinya ke dalam program promosi kesehatan mulut berbasis sekolah.
Hubungan Literasi Masyarakat dengan Respons Kegawatdaruratan pada Layanan 112 di Kota Banjarmasin Rufaida; Novia Heriani; Diah Retno Wulan; Mira
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1156

Abstract

Literasi layanan 112 di Kelurahan Sungai Andai masih terbatas, ditandai tingginya panggilan non-darurat. Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 100 responden ini bertujuan menganalisis hubungan literasi dengan respons gawat darurat. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan signifikan namun lemah (p=0,044; r=0,202). Keterbatasan: desain potong lintang dan cakupan satu kelurahan. Simpulan: peningkatan respons tidak cukup hanya dengan literasi, perlu penguatan keberanian dan dukungan lingkungan. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan desain longitudinal atau eksperimen.
Hubungan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Sungai Andai Nadila Azkiya; Darmayanti Wulandatika; Siti Fatimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1163

Abstract

Risiko masalah kesehatan baik bagi ibu maupun janin tetap meningkat akibat anemia pada wanita hamil. Anemia selama kehamilan berkaitan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Sungai Andai dengan KEK dan IMT. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis observasional retrospektif. Sebanyak 43 ibu hamil menjadi sampel, yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel total. Uji korelasi peringkat Spearman digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis, 21 responden (48,8%) menderita anemia, 21 responden (48,8%) memiliki IMT yang tidak ideal, dan 21 responden (48,8%) menderita KEK. Ditemukan bahwa kejadian anemia berkorelasi secara signifikan dengan KEK (p=0,000; r=-0,768) dan dengan IMT (p=0,048; r=-0,303).
Perbedaan Hasil Pemeriksaan Hemoglobin, Hematokrit, Dan Jumlah Eritrosit Menggunakan Mode Whole Blood Dengan Prediluted Pada Alat Hematology Analyzer Ida I Dewa Vitha Tri Switri; Rosmita Anggraeni; Ismarwati Ismarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1165

Abstract

Pemeriksaan hematologi merupakan cabang ilmu yang berfokus pada darah dan komponen penyusunnya. Hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit merupakan parameter penting yang diperiksa menggunakan hematology analyzer. Alat ini menyediakan dua mode pemeriksaan, yaitu mode whole blood yang membutuhkan 1 mL sampel darah dan mode prediluted yang hanya memerlukan 20 μL, yang digunakan ketika volume sampel darah terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit serta nilai indeks bias antara mode whole blood dan mode prediluted pada Hematology Analyzer Mindray BC-20. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional komparatif, melibatkan 30 responden sehat. Sampel darah EDTA diperiksa menggunakan kedua mode dan dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan uji wilcoxon signed-rank pada aplikasi SPSS, serta dilakukan perhitungan nilai indeks bias menggunakan batas desirable berdasarkan European Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (EFLM) Biological Variation Database 2022. Hasil penelitian menunjukkan rerata hemoglobin sebesar 13,27 dan 14,70 g/dL, hematokrit sebesar 40,76 dan 43,16%, serta eritrosit sebesar 4,75 dan 5,10 × 10⁶/mm³ masing-masing pada mode whole blood dan prediluted, dengan nilai p < 0,001 pada seluruh parameter. Perhitungan nilai indeks bias menunjukkan bahwa ketiga parameter melebihi batas desirable EFLM 2022, yang mengindikasikan bahwa perbedaan hasil antara kedua mode tidak hanya bermakna secara statistik, tetapi juga bermakna secara klinis. Kesimpulan penelitian ini adalah mode prediluted tidak dapat digunakan sebagai pengganti mode whole blood dalam pemeriksaan hematologi untuk mendukung penegakan diagnosis penyakit, dan apabila penggunaannya tidak dapat dihindari, hasil yang diperoleh perlu dikonversi terlebih dahulu ke nilai mode whole blood.
Efektivitas Teknik Relaksasi Aromaterapi Jasmine Terhadap Penurunan Kecemasan Pada Ibu Nifas Di PMB Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Apriany Ramadhan Batubara; Misrina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1167

Abstract

Masa nifas merupakan gerbang utama masa peralihan dan penyesuaian peran baru pada ibu hamil menjadi ibu nifas. Perubahan yang terjadi pada masa nifas baik secara fisiologis maupun psikologis yang sering dialami pada masa nifas yaitu gangguan psikologis, kecemasan, baby blues, dan depresi. Aromaterapi melati (jasmine) terbukti efektif menurunkan kecemasan. Senyawa alaminya merangsang sistem saraf pusat dan limbic system otak untuk memicu relaksasi.Metode ini sering digunakan untuk meredakan stres psikologis, seperti pada pasien sebelum operasi, ibu bersalin, maupun individu yang mengalami ketegangan umum. Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas teknik relaksasi aromaterapi jasmine terhadap penurunan kecemasan pada ibu nifas di PMB Desita, S.SiT Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen. Desain penelitian yang digunakan adalah preeksperimental design dengan pendekatan one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Accidental Sampling pada bulan April s/d Mei 2026 sebanyak 30 orang. Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon, didapatkan nilai p value (0,001) < α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh efektivitas teknik relaksasi aromaterapi jasmine terhadap penurunan kecemasan pada ibu nifas.
Efektivitas Media Edukasi Berbasis Video Dalam Meningkatkan Sikap Remaja Tentang Kesehatan Prakonsepsi Anggun Salsabilla; Mahfuzhah Deswita Puteri; Bardiati Ulfah; Shelly Rodliah Rosyad
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1173

Abstract

Kesehatan prakonsepsi merupakan upaya penting dalam mempersiapkan remaja menghadapi kehidupan reproduksi yang sehat di masa mendatang. Sikap remaja terhadap kesehatan prakonsepsi berperan dalam mencegah berbagai masalah seperti anemia, kehamilan usia dini, bayi berat lahir rendah, dan stunting. Media video banyak digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik melalui kombinasi unsur visual dan audio. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media edukasi berbasis video terhadap sikap remaja tentang kesehatan prakonsepsi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 137 remaja peserta Program Generasi Berencana (GenRe) di SMPN 11 Banjarbaru yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sikap skala Likert sebelum dan sesudah intervensi video edukasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebanyak 88,3% responden memiliki sikap baik, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 89,1%. Meskipun terjadi peningkatan proporsi sikap baik sebesar 0,8%, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik (p=0,892). Temuan ini mengindikasikan bahwa pemberian edukasi kesehatan prakonsepsi melalui media video satu kali belum mampu menghasilkan perubahan sikap yang bermakna. Oleh karena itu, edukasi kesehatan prakonsepsi perlu dilaksanakan secara berulang, terstruktur, dan didukung oleh keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, serta keluarga agar perubahan sikap remaja dapat terbentuk secara lebih optimal.
Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Dan Keseimbangan Tubuh Pasien Stroke Di Ruangan Rawat Inap RSBP Batam Fitriany Suangga; Rizki Sari Utami Muchtar; Sitija Ritonga
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1175

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama disabilitas yang berdampak pada kelemahan otot dan gangguan keseimbangan tubuh. Bridging exercise adalah salah satu teknik latihan yang dapat meningkatkan stabilitas tubuh dan memperbaiki kekuatan otot pasien stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bridging exercise terhadap peningkatan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pada pasien stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan rancangan pretest-posttest. Sampel terdiri dari 22 pasien stroke dipilih dengan teknik pusposive sampling. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) sedangkan keseimbangan tubuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi bridging exercise dilakukan sebanyak 5 kali selama periode tertentu. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai kekuatan otot p 0,000 (< 0,05) dan keseimbangan tubuh p 0,001 (α < 0,05) yang mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan pada kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pasien stroke setelah diberikan intervensi bridging exercise. Diskusi: Bridging exercise efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pasien stroke. Oleh karena itu, latihan ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi pasien stroke di rumah sakit untuk mempercepat pemulihan mobilitas.

Page 96 of 107 | Total Record : 1062