cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana@uniku.ac.id
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien nomor 36A Cijoho Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon; Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : https://doi.org/10.25134/
Core Subject : Education,
Jurnal ini memuat artikel dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pembelajaran dan pengajaran Bahasa Indonesia serta sastra Indonesia. Ruang lingkup penelitian mencakup penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama, bahasa kedua, maupun bahasa asing. Penelitian dapat dilakukan di jenjang pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Subruang lingkup jurnal ini meliputi: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik, menyimak, berbicara, membaca, menulis, teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranisasi, sosiologi sastra, perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran.
Articles 341 Documents
PEMBELAJARAN DARING PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA FKIP UNIVERSITAS BENGKULU PADA MASA PANDEMI COVID-19 Gumono; Yosef Adi Chandra; Anggraini Suzana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/y5pfpt54

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi problematika, mengkaji efektivitas, dan peluang pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pasca pandemi mendatang di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu. Desain penelitian yang diterapkan deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bengkulu berjumlah 348 orang. Sampel total sampling, namun yang memberikan respon hanya 289 mahasiswa (response rate= 83%). Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner dan teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah Google Formulir. Hasil penelitian: 1) Problematika pembelajaran daring yang berasal dari luar mahasiswa (eksternal): kelayakan tempat belajar, kualitas jaringan internet, kualitas catu daya listrik, biaya kuota data, dan kapabilitas gawai yang dimiliki mahasiswa. Sedangkan problem dari internal meliputi: penguasaan teknologi rapat daring, daya juang (ketahanan fisik dan mental) mahasiswa, minat dan motivasi belajar yang cenderung menurun. 2) Secara umum pembelajaran daring tidak efektif baik dilihat dari proses maupun hasil belajar. Ketidak-efektifan bisa dilihat dari indikator menurunnya prestasi mahasiswa baik pada bidang akademik maupun non akademik pada tahun 2020 dan 2021. 3) Pembelajaran daring masih dapat dilaksanakan sebagai salah satu modus pembelajaran pendidikan tinggi apabila dipadukan dengan pembelajaran luring.
KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL TEKS BERITA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA MEDIA SOSIAL KOMPAS.COM Amora Dyah Megayatma; Dini Restiyanti Pratiwi
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b13te572

Abstract

Teks berita berisi tentang suatu peristiwa yang sedang terjadi sehingga bahasa yang digunakan harus informatif agar dapat dipahami oleh pembaca. Sementara itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penerapan kohesi gramatikal dan leksikal pada teks berita pembelajaran tatap muka di media sosial Kompas.com pada periode bulan Agustus dan Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah media sosial Kompas.com serta subjeknya adalah teks berita pembelajaran tatap muka yang mengandung kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan catat. Sementara itu, analisis data yang digunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap dan ganti. Hasil penelitian ditemukan 100 data pada kohesi gramatikal dan leksikal. Data tersebut terdiri dari 39 kohesi gramatikal dengan uraian 10 referensi, 9 subsitusi, 7 elipsis, dan 13 konjungsi. Sementara itu, kohesi leksikal berjumlah 61 data dengan uraian 10 repetisi, 10 sinonim, 10 antonim, 10 hiponimi, 12 kolokasi, dan 9 ekuivalensi. Berdasarkan data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa penanda kohesi gramatikal dengan jumlah terbanyak yaitu konjungsi. Sementara itu, pada kohesi leksikal data terbanyak terdapat pada kolokasi. Setiap kohesi gramatikal maupun leksikal yang ada pada teks berita terkait pembelajaran tatap muka di Kompas.com mampu menjadikan wacana menjadi padu serta makna atau isi berita dapat dipahami dan tersampaikan kepada pembaca berita.
VALIDITAS PENGEMBANGAN RUBRIK PENILAIAN MENULIS PARAGRAF NARASI DAN DESKRIPSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ninit Alfianika; Kusmadi Sitohang
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0ygsx378

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya rubrik penilaian yang valid sebagai pedoman dalam menilai hasil belajar peserta didik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskripsi. Data dalam penelitian ini berupa angka yang didapat dari angket validitas yang diisi oleh validator. Validator dalam penelitian ini dua orang dosen bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi serta angket kepada validator lalu validator menvalidasi rubrik yang diberikan berdasarkan angket validasi yang telah diberikan. Hasil validasi tersebut dijadikan data dalam penelitian ini. Temuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini. (1) Validitas rubrik penilaian menulis paragraf narasi adalah 95 dengan kategori sangat valid. (2) Validitas rubrik penilaian menulis paragraf deskripsi adalah 96,25 dengan kategori sangat valid. Jadi, dapat disimpulkan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan persuasi bisa digunakan untuk menilai hasil belajar menulis paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
KAJIAN ETNOLINGUISTIK BENTUK DAN MAKNA PENAMAAN PETILASAN PADA MASA KERAJAAN DI KABUPATEN BLITAR Kholilatuz Zuhria; Ho Ngoc Hieu; Daroe Iswatiningsih
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6ggv5w40

Abstract

Penamaan seringkali menjadi tempat menyimpan sejarah dan makna kultural bagi masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna penamaan petilasan pada masa kerajaan di Kabupaten Blitar dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari 2 informan, yaitu Bapak Handoko (44 tahun, Kepala Desa Serang Kabupaten Blitar) dan Ibu Sunarmi (61 tahun, juru kunci Candi Mleri). Data penelitian berupa tuturan informan yang berkaitan dengan fokus permasalahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, mendeskripsikan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penamaan petilasan pada masa kerajaan di Kabupaten Blitar terdapat dua jenis bentuk satuan bahasa yaitu, berupa (1) frasa nomina modifikatif simpleks dan (2) frasa nomina modifikatif kompleks. Pada frasa nomina modifikatif simpleks ditemukan frasa yang berstruktur nomina dan nomina, nomina dan verba, serta nomina dan adjektiva. Sementara itu, pada frasa nomina modifikatif kompleks ditemukan frasa berstruktur kata dan frasa serta frasa dan frasa. Makna penamaan petilasan pada masa kerajaan di Kabupaten Blitar terdiri atas makna leksikal dan makna kultural. Pada makna leksikal digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu mengacu pada suatu (1) tempat, (2) bangunan, (3) daerah, dan (4) benda. Sementara itu, pada makna kultural menggambarkan pola pemikiran masyarakat untuk menyatakan (1) konservasi alam, (2) pelestarian sejarah, (3) sarana spiritual, (4) penghormatan tokoh masyarakat, dan (5) mitos.
GAYA PENGARANG DALAM MENYAMPAIKAN LOKALITAS JAWA: STILISTIKA CERPEN-CERPEN KARYA GUNAWAN TRI ATDMOJO Riswanda Himawan; Else Liliani; Suminto A. Sayuti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/0ecrdy21

Abstract

Gaya kata dan gaya kalimat merupakan unsur penting dalam sebuah karya sastra khususnya cerpen. Penggunaan gaya kata dan gaya kalimat dalam karya sastra membuat pembaca memahami maksud dan tujuan penggarang dalam menulis karya sastra. Selain itu penggunaan diksi dan gaya kalimat digunakan agar pembaca mampu memahami unsur-unsur berkaitan dengan ciri khas penggarang. Terlebih dalam menggunakan aspek lokalitas dalam menulis cerita pendek. Selaras dengan pernyataan tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk gaya kata dan gaya kalimat yang digunakan penggarang dalam menyampaikan lokalitas Jawa pada cerpen-cerpen karya Gunawan Tri Atdmojo. Serta mendeskripsikan gaya kata dan gaya kalimat dalam menyampaikan aspek lokalitas Jawa yang dominan digunakan dalam cerpen cerpen karya Gunawan Triadtmojo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik refrensial. Refrensi yang digunakan yaitu pendapat para ahli, serta penelitian yang relevan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Penelitian ini menghasilkan data tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kata yang dominan digunakan oleh penggarang dalam menyampaikan lokalitas Jawa adalah gaya kata kolokial. Gaya kalimat yang dominan digunakan dalam menyampaikan lokalitas Jawa adalah kalimat deklaratif.
DERIVASI VERBA DENOMINA BAHASA INDONESIA PADA WEBSITE BERITA ONLINE (KAJIAN MORFOLOGI) Galuh Mustikasari; Ninik Pratiwi; Bakdal Ginanjar
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/rrtx7694

Abstract

Penelitian ini membahas tentang derivasi verba denomina bahasa Indonesia pada artikel berita online. Pada tahap pembahasan penelitian ini akan menguraikan proses morfologis data yang berbentuk kata pada artikel berita periode tahun 2021. Tujuan penelitian ini agar pembaca dapat memahami proses morfologis sekaligus fenomena perpindahan kategori kelas kata yang ditemui pada tulisan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yakni cara kerja dalam penelitian yang mendeskripsikan data yang berupa kalimat maupun kata berdasarkan nomina pembentuk verba dan distribusi afiks pembentuk verba denomina. Metode penyediaan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik catat. Data dianalisis menggunakan metode Agih dengan teknik lanjutan Ultimate Constituent Analysis (UCA) atau Urai Unsur Terkecil untuk menguraikan satuan lingual tertentu atas unsur-unsur terkecilnya. Data akan disajikan dalam bentuk nonformal dengan mengklasifikan data yang didapat, lalu diuraikan setiap pola pada masing-masing bentuk yang ditemukan. Hasil penelitian ini menemukan 18 bentuk proses afiksasi yang menyebabkan perpindahan kategori kata dan makna kata. Kesimpulannya adalah tidak semua verba berasal dari bentuk dasar verba, melainkan dapat berasal dari bentuk nomina. Benuk afiksasi yang membentuk verba tidak hanya berdasarkan prefiks, tetapi juga konfiks. Selain itu, proses verba denomina akan menghasilkan derivasi pada kata yang diturunkan.
KONFLIK TOKOH UTAMA DALAM LEGENDA SERUNTING SAKTI Arini Wastiti; Munaris; Mulyanto Widodo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/6yk79465

Abstract

Sebagai salah satu bagian sastra lama, Legenda Serunting Sakti banyak menyajikan konflik tokoh di dalamnya. Konflik menjadi salah satu bagian penting di dalam menciptakan keutuhan dan kepaduan makna cerita. Kajian ini bertujuan menggambarkan wujud konflik tokoh utama, faktor penyebab konflik tokoh utama, dan upaya penyelesaian konflik tokoh utama dalam Legenda Serunting Sakti. Kajian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam Legenda Serunting Sakti mengalami berbagai konflik yang sangat beragam. Wujud konflik yang dimaksud meliputi konflik internal dan konflik eksternal. Konflik tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan, perbedaan kebudayaan, dan perbedaan pola pikir antara individu-individu. Untuk menghilangkan atau setidaknya meredam konflik, Serunting Sakti selaku tokoh utama melakukan beberapa upaya, yaitu dengan cara mendekati orang lain, melawan orang lain, dan menjauhi orang lain.
PRINSIP KERJA SAMA DALAM WACANA KOMUNIKASI KELUARGA JAWA DI KELURAHAN KEDIRI Yerli Agilia Putri; Nurlaksana Eko Rusminto; Sumarti; Siti Samhati
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wck30b72

Abstract

Bahasa sebagai alat komunikasi selalu digunakan manusia dalam setiap aktivitas sosialnya. Dalam proses berkomunikasi tersebut, seseorang cenderung akan menghadapi kendala-kendala yang menyebabkan komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan Untuk menghilangkan kendala dalam komunikasi tersebut, penutur dan mitra tutur dituntut untuk menyadari bahwa ada kaidah-kaidah kebahasaan yang harus ditaatinya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam wacana komunikasi keluarga Jawa di Kelurahan Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian berwujud tuturan percakapan di lingkungan keluarga Jawa. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik simak-rekam-catat. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam wacana komunikasi keluarga umumnya selalu mematuhi prinsip kerja sama. Pelanggaran terhadap prinsip kerja sama juga ditemukan dalam wacana komunikasi keluarga tapi tidak mendominasi. Pelanggaran terhadap prinsip kerja sama adakalanya dilakukan secara sengaja untuk mencapai tujuan-tujuan lain dalam konteks yang lebih luas.
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN SYAIR RIWAYAT CINTA KARYA KAHLIL GIBRAN Anggun Setiana; Iing Sunarti; Farida Ariani
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/dcata954

Abstract

Riwayat Cinta merupakan kumpulan syair yang dikarang oleh penyair terkenal asal Libanon, Kahlil Gibran. Kumpulan syair yang membicarakan seputar cinta ini menggunakan gaya bahasa yang khas dan berkualitas sehingga mampu menciptakan makna mendalam dan sentuhan emosional yang besar bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan penggunaan gaya bahasa dalam kumpulan syair Riwayat Cinta karya Kahlil Gibran. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kumpulan syair Riwayat Cinta karya Kahlil Gibran mengandung berbagai jenis gaya bahasa. Ditinjau dari struktur kalimat, gaya bahasa yang terkandung di dalam syair meliputi gaya bahasa antitesis, repetisi, dan paralelisme. Adapun ditinjau dari keberlangsungan maknanya, gaya bahasa yang terkandung dalam syair meliputi gaya bahasa apostrof, simile, pleonasme, erotesis, dan personofikasi. Penggunaan gaya bahasa tersebut bertujuan untuk memberikan efek pengaruh yang kuat terhadap makna yang disampaikan pengarang.
INTERTEKSTUAL TEMBANG TRADISIONAL JAWA LIR-ILIR DALAM PUISI INDONESIA MODERN Achmad Sultoni
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/69mkrb02

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemaknaan terhadap tembang tradisional Jawa Lir-ilir dalam bentuk puisi Indonesia modern. Data penelitian berupa teks tembang tradisional Jawa Lir ilir karya Sunan Kalijaga, puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata, dan puisi berjudul Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan corak metodenya mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks tembang dan puisi secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Sumber data penelitian adalah buku puisi berjudul Air Kata-kata (2019) karya Sindhunata dan buku puisi berjudul Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2014) karya Dimas Indianto, dkk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa terdapat hubungan intertekstual antara teks tembang tradisional Jawa Lir ilir karya Sunan Kalijaga dengan puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata, dan puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. Tembang Lir-ilir yang merupakan hipogramnya memberi pengaruh terhadap puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S., dan puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata dari segi bentuk dan ide. Puisi Lir-ilir karya Sindhunata dan puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. memaknai tembang Lir-ilir karya Sunan Kalijaga. Pemaknaan tersebut menyangkut beberapa hal, meliputi: pemaknaan cinta tanah air, pemaknaan spiritualitas, dan pemaknaan terhadap hakikat hidup.