Articles
83 Documents
THE EFFECT OF RECIPROCAL LEARNING MODEL ON THE LEARNING OUTCOMES OF CLASS X STUDENTS INFORMATICS IN PUBLIC HIGH SCHOOL 1 NGUNUT
Muhammad Akhdani Shalih;
Vertika Panggayuh
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v8i1.5979
This study was motivated by the low learning outcomes of students in class X SMA Negeri 1 Ngunut. The purpose of this study was to determine the effect of the application of Reciprocal Learning model on motivation and learning outcomes of informatics class X SMA Negeri 1 Ngunut. This type of research is a quasi-experiment with the design of the non-equivalent control group design. The samples of this study were taken from 2 classes X SMA Negeri 1 Ngunut. The experimental class was taught using the reciprocal learning model and the control class using the jigsaw learning model. The learning outcome test obtained showed that the average value of the experimental group was 77.60 and the average value of the control group was 65.10. Based on the hypothesis test, the sig value = 0.000 was obtained at a significant level ? = 0.05. This means that the sig value 0.05 means that the sig value is outside the H0 acceptance area. So it can be concluded that there is an effect of reciprocal learning model on the learning outcomes of class X students of SMA Negeri 1 Ngunut.
ANCAMAN PHISHING TERHADAP PENGGUNA SOSIAL MEDIA DALAM DUNIA CYBER CRIME
nur fatimah
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/.v1i1.69
Phishing merupakan suatu bentuk kegiatan yang bersifat mengancam atau menjebak seseorang dengan konsep memancing orang tersebut. Yaitu dengan menipu seseorang sehingga orang tersebut secara tidak langsung memberikan semua informasi yang di butuhkan oleh sang penjebak. Phishing termasuk dalam kejahatan siber. Dimana sekarang ini marak terjadi tindak kriminal melalui jaringan komputer. Seiring perkembangan zaman, tindak kriminal juga semakin merebak di seluruh dunia. Sehingga ancaman yang banyak terjadi saat ini juga melalui komputer.Sosial media merupakan tempat dimana orang-orang dapat berhubungan dari jarak jauh, juga tempat untuk mendapatkan informasi secara cepat. Hampir semua orang di penjuru dunia menggunakan sosial media. Sehingga para aktivis kejahatan siber sangat memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan aksinya terhadap pengguna sosial media. Kemudian mereka melakukan serangan dengan berbagai cara yang salah satunya adalah phishing itu sendiri.Dalam sosial media, phishing bisa di lakukan dengan cara menjebak sang pengguna melalui link yang begitu meyakinkan, juga bisa dengan mengirimkan via email. Saat pengguna sedang lengah dan tidak sengaja meng-klik alamat tersebut, maka seluruh data yang ada di akunnya akan terbaca dan di curi. Selain itu juga phishing mengancam para pengguna nasabah bank.Setiap ancaman, pasti ada jalan keluarnya. Banyak sekali antisipasi-antisipasi untuk mencegah serangan phishing. Pada jurnal ini nantinya akan dibahas beberapa cara menanggulangi phishing pada sosial media yang paling umum digunakan. Berdasarkan hasil survey dari beberapa jurnal, website merupakan sumber ancaman phishing yang sering terjadi dan cara pencegahannya dengan cara self-efficacy.
RANCANG BANGUN BILIK PENYEMPROT DISINFEKTAN OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR PIR HC-SR501 DAN SENSOR ULTRASONIK HC-SR04
Asti Riani Putri;
Mohammad Agus Nur Susilo
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v5i2.2229
Pada saat ini dunia sedang darurat Covid 19, awal mula Covid-19 muncul dikota Wuhan, China pada bulan Februari 2019. Kasus positif virus Covid-19 pada awal Februari 2021 di Indonesia pada saat ini sudah lebih dari 1juta kasus. Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19 diantaranya dengan menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir dan menghindari kerumunan. Dari lingkup masyarakat juga banyak yang mengupayakan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 mulai dari melakukan lockdown wilayah ataupun menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah warga, kendaraan dan menyemprotkan langsung ke badan, khusus untuk penyemprotan ke bedan, cairan disinfektan tidak boleh terbuat dari bahan kimia sehingga harus dibuat dari bahan-bahan alami. Disinfektan dapat menghambat atau membunuh mikroorganisme, misalnnya virus, bakteri dan jamur. Masyarakat biasanya membuat disinfektan dari bahan-bahan yang mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Contoh cara membuat disinfektan yang aman dan sederhana adalah dengan mencampurkan cuka, air dan minyak esensial. Dari disinfektan inilah ditemukan sebuah alat yang kegunaannya sebagai alat penyemprot disinfektan yang bekerja secara otomatis. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah bilik penyemprot disinfektan otomatis menggunakan sensor PIR HC-SR501 dan Ultrasonik HC-SR04 serta mengetahui kinerja masing-masing sensor. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan logic control system dalam mengatur kerja alat dan sensor. Hasil dari penelitian rancang bangun bilik penyemprot disinfektan otomatis menggunakan sensor PIR HC-SR501 dan Ultrasonik HC-SR04 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sensor PIR HC-SR501 dan Ultrasonik HC- SR04 dapat mendeteksi keberadaan setiap orang yang berada di area bilik penyemprot disinfektan dengan baik tanpa adannya error.
THE INFLUENCE OF FIELDWORK PRACTICE AND STUDENT JOB INTEREST ON STUDENT WORK READINESS
Mohamad Ikhwan Nur Rosyid;
Yelma Dianastiti
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v7i1.4544
This study aims to analyze: (1) the effect of fieldwork practice on students' work readiness; (2) the effect of work interest on students' work readiness; and (3) the effect of fieldwork practice and work interest together on students' work readiness. The sample in this study was 60 students. Sampling research using a proportional random sampling technique. Data collection methods in this study used questionnaires and documentation. Technique analysis of data used is normality test, linearity test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. While for hypothesis testing using t test and f test. The results of this study show: (1) there is a positive and significant effect of fieldwork practice on student work readiness with the results (tcount ttable = 2.987 2.002), (2) there is a positive and significant effect of student work interest on student work readiness with the results (tcount ttable = 7, 294 2.002), and (3) there is a positive and significant effect of fieldwork practice and student work interest together on student work readiness with the results (fcount ftabel = 28.377 3.115).
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MENGGUNAKAN ADOBE FLASH PADA MATERI MICROSOFT EXCEL DI SMAN 1 TULUNGAGUNG
ontik dewi
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v3i2.1143
Laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin hari semakin pesat perkembangannya.Perkembangan tersebut disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang salah satunya adalah bidang pendidikan. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran telah lama dimanfaatkan untuk membantu peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran interaktif menggunakan Adobe Flash CS6 yang layak serta memudahkan guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMA Negeri 1 Tulungagung dalam menyampaikan materi. Metode penelitian menggunakan model ADDIE karena produk yang dikembangkan adalah media pembelajaran bukan rekayasa perangkat lunak. Tahapan dari medode ini adalah tahap analysis, design, development, implementation, evaluation.. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan angket. Data yang di peroleh dari angket ahli materi, ahli media dan responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada tahap analysis yaitu melakukan identifikasi kebutuhan berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru mata pelajaran. Tahap design menghasilkan user interface serta flowchart yang akan dibuat. Development yaitu tahap pembuatan produk pada adobe flash cs6. Tahap implementation yaitu melakukan uji coba produk oleh ahli media menghasilkan presentasi nilai 90% dengan kualifikasi sangat layak dan presentasi nilai sebesar 95% dari ahli materi dengan kualifikasi sangat layak. Tahap terakhir adalah evaluation melakukan uji coba kelompok kecil memperoleh presentasi sebesar 94% dengan kualifikasi sangat layak , Selanjunya pada uji coba kelompok besar mendapatkan presentasi nilai sebanyak 93% dengan kualifikasi sangat layak. Berdasarkan hasil diatas, bisa disimpulkan secara keseluruhan produk yang dikembangkan ini “sangat layak” untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
ANALISA METODE FUZZY C MEANS UNTUK KLASTERISASI KINERJA TEKNISI CCAN TELKOM KEDIRI
Yayak Kartika Sari;
Joko Iskandar;
Agung Prasetya
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v6i1.1208
PT. Telkom akses membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompetensi baik dalam aspek skill maupun aspek knowledge. Dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan penilaian pekerjaan para teknisi khususnya pada divisi CCNA PT. Telkom akses Kediri. Penilaian tersebut penting dilakukan karena berkaitan dengan prestasi yang dicapai oleh setiap teknisi. Penilaian tersebut dilakukan dengan memberikan nilai terhadap setiap teknisi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan menggunakan sistem manual, sehingga suatu manager membutuhkan waktu yang lama dalam melakukan penilaian karena berkaitan dengan jumlah teknisi PT. TELKOM Akses di Kediri relative banyak sebesar 37 teknisi selain itu juga setiap karyawan memiliki kompetensi yang hampir sama. Maka dari itu perlunya Klasterisasi karyawan PT. Telkom akses agar memudahkan manager dalam mengambil sebuah keputusan. Pada penelitian ini menggunakan Fuzzy C-Means dalam teknik klasterisasi. Dari data teknisi diproses menggunakan metode fuzzy c means dengan pendefinisian parameter awal yaitu max iter sebesar 100, bobot sebesar 2, target error sebesar 0,001 dan fungsi objektif awal yaitu 0, dan diperoleh cluster 1 sebanyak 8 karyawan, cluster 2 sebanyak 22 karyawan, dan cluster 3 sebanyak 7 karyawan.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL ELEKTRONIK BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Abdul Haris Indrakusuma;
Vertika Panggayuh;
Fahrur Rozi;
Richo Prastianto
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v8i2.9286
Pada era revolusi industri 4.0 saat ini, kemajuan teknologi dan informasi (TI) memberikan pengaruh besar pada bidang pendidikan. Perkembangan teknologi dan informasi (TI) saat ini dapat dimanfaatkan oleh tenaga pendidik guna menciptakan media pembelajaran yang menarik dan bervariasi. Dengan terciptanya media pembelajaran yang menarik dan bervariasi, diharapkan dapat meningkatkan keaktifan, serta meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran modul elektronik berbasis android yang layak pada mata pelajaran Matematika di SMP Negeri 6 Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian RD (Research and Development) dengan model penelitian 4D (Four-D). Model ini dipilih karena memiliki kelebihan yang sangat cocok untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengan tahapan-tahapan pelaksanaan yang cukup detail. Model pengembangan ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perencanaan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini didapatkan hasil uji coba produk pada ahli media I sebesar 84%, ahli media II sebesar skor 99%, ahli materi dengan sebesar 90,9%, uji coba kelompok kecil sebesar 92%, dan uji coba kelompok besar sebesar 94,5%. Berdasarkan hasil skor rata-rata dari 5 kali uji coba didapatkan presentase skor 92,1% yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak” untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK PERWARI TULUNGAGUNG
siska fitri ayuningtias;
Nurna Listya Purnamasari
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v3i1.731
Guru dalam penyampaian materi masih sering menggunakan slide pada Powerpoint dan buku. Di SMK Perwari Tulungagung pada mata pelajaran Simulasi Komunikasi Digital masih menerapkan media pembelajaran berupa PowerPoint. Dimana para siswa terkadang belum terlalu memahami karena mereka tidak memiliki buku bahan ajar atau modul dan hanya mengandalkan slide Power Point yang diterangkan oleh guru. Dari latar belakang diatas maka diperoleh rumusan masalah yaitu Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa SMK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran menggunakan video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa di SMK pada mata pelajaran simulasi komunikasi digital.Jenis Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental Desain. Metode pengumpulan data menggunakan angket kuisioner dan tes. Metode angket digunakan untuk memperoleh data minat belajar siswa (Variabel Y1) dan metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa (Variabel Y2) Populasi dan sampelnya adalah kelas XII AK dan XII APK di SMK Perwari Tulungagung yang berjumlah kelas XII AK 20 siswa dan XII APK 21 siswa dengan jumlah total 41 siswa.Kesimpulan berdasarkan hasil data yang diperoleh H1 dari kelas eksperimen dengan nilai diketahui bahwa thitung sebesar -0,263 Sig sebesar 0,000 atau 0,05, berarti bahwa H0 ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar (Y1). Sedangkan pada pengujian H2 pada kelas eksperimen berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa thitung sebesar 10,660 Sig sebesar 283 atau 0,05, berarti bahwa H0 diterima Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Y2). Guru dalam penyampaian materi masih sering menggunakan slide pada Powerpoint dan buku. Di SMK Perwari Tulungagung pada mata pelajaran Simulasi Komunikasi Digital masih menerapkan media pembelajaran berupa PowerPoint. Dimana para siswa terkadang belum terlalu memahami karena mereka tidak memiliki buku bahan ajar atau modul dan hanya mengandalkan slide Power Point yang diterangkan oleh guru. Dari latar belakang diatas maka diperoleh rumusan masalah yaitu Adakah pengaruh penggunaan media pembelajaran video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa SMK.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran menggunakan video tutorial terhadap minat dan hasil belajar siswa di SMK pada mata pelajaran simulasi komunikasi digital.Jenis Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Quasi Eksperimental Desain. Metode pengumpulan data menggunakan angket kuisioner dan tes. Metode angket digunakan untuk memperoleh data minat belajar siswa (Variabel Y1) dan metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar siswa (Variabel Y2) Populasi dan sampelnya adalah kelas XII AK dan XII APK di SMK Perwari Tulungagung yang berjumlah kelas XII AK 20 siswa dan XII APK 21 siswa dengan jumlah total 41 siswa.Kesimpulan berdasarkan hasil data yang diperoleh H1 dari kelas eksperimen dengan nilai diketahui bahwa thitung sebesar -0,263 Sig sebesar 0,000 atau 0,05, berarti bahwa H0 ditolak Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar (Y1). Sedangkan pada pengujian H2 pada kelas eksperimen berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa thitung sebesar 10,660 Sig sebesar 283 atau 0,05, berarti bahwa H0 diterima Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunan video tutorial (X) tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap hasil belajar (Y2).
DEVELOPMENT OF SMP PGRI REJOTANGAN WEBSITE USING THE PERSONAL EXTREME PROGRAMMING MODEL
Ilham Dwiki Arifani;
Vertika Panggayuh;
Farid Sukmana;
Umi Chotijah
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/joeict.v9i1.4435
SMP PGRI Rejotangan is one of the 7 schools in Rejotangan sub-district. Where PGRI Rejotangan Junior High School does not yet have a school website as a means of advertising or publication to provide information about the school completely, simply, quickly, and accurately. With the absence of school promotion media such as social media and the lack of publication of school information in the community, SMP PGRI Rejotangan has not been widely known by the public. This research aims to develop a feasible school website of SMP PGRI Rejotangan so that it can be utilized as a school information media. The type of research used is Research and Development (RnD) with the Personal Extreme Programming (PXP) model. Personal Extreme Programming (PXP) consists of 7 phases, namely: (1) Requirements, (2) Planning, (3) Iteration Initialization, (4) Design, (5) Implementation, (6) System Testing, (7) Retrospective. The results of the assessment from media expert I and media expert II can be stated that the product developed has reached very feasible criteria with a percentage achievement of 100% in the Compatibility aspect and 100% in the funtional suitability aspect. Meanwhile, the results of the assessment from the small group test can be stated that the product developed has reached the feasible criteria with a score of 97.5. Then the results of the assessment from the large group test obtained a score of 89.25 which was included in the Eligible criteria. Based on the results of the study, it is concluded that the PGRI Rejotangan Junior High School school website is suitable for use.Keywords: Personal Extreme Programming, Website
Malware dynamic
Retno Adenansi;
Lia Ayu Novarina
JoEICT (Jurnal of Education And ICT) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/.v1i1.91
Hacker memanfaatkan berbagai macam celah untuk dapat menginfeksi sistem komputer pengguna. Agar komputer terhindar dari serangan malware, perlu adanya kesadaran untuk selalu mengantisipasi,menjaga dan mengatasi malware di dalam komputer.Pengetahuan tentang malware juga diperlukan untuk antisipasi penyebaran malware yang semakin kompleks dengan berbagai macam cara. Analisis malware digunakan untuk mendeteksi malware terhadap suatu program yang terindikasi terkena malware. Pada malware dynamic terdapat beberapa tools yang dapat digunakan dan menambah pengetahuan penting bagi para pengguna komputer.