cover
Contact Name
Arthur Huwae
Contact Email
arthur.huwae@uksw.edu
Phone
+6282237602090
Journal Mail Official
arthur.huwae@uksw.edu
Editorial Address
Gedung H-Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro No. 52-60 Kota Salatiga 50711 Jawa Tengah
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Wacana Psikokultural
ISSN : -     EISSN : 30316626     DOI : https://doi.org/10.24246/jwp.v3i1
Jurnal Wacana Psikokultural, merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu psikologi yang terbit dua kali dalam setahun. Jurnal Wacana Psikokultural menjadi sarana publikasi hasil kajian penelitian di bidang psikologi lintas budaya, secara khusus naskah artikel pengetahuan dan hasil penelitian dalam memepelajari individu dari beragam budaya. Namun demikian, jurnal Wacana Psikokultural juga menerima naskah di bidang Psikologi Industri dan Organisasi (PIO), Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Kognitif, Neuropsikologi, Psikometri, dan atau Psikologi Eksperimen
Articles 30 Documents
Pelatihan Kesiapan Kerja untuk Meningkatkan Career Adaptability pada Siswa SMK di Kabupaten Temanggung Linqa Lasut; Enggar Putri Harjanti; Maria Prima Novita
Wacana Psikokultural Vol 1 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.12086

Abstract

Data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that vocational school graduates occupy the highest position in the unemployment rate. The problem found in several vocational schools in Temanggung is the lack of work readiness seen from career adaptability which is the individual's readiness to face predictable tasks and be able to participate in work roles and be able to adapt to unexpected situations that arise due to changes in conditions. work (Savickas, 2005). Therefore, To increase work readiness in vocational school students, a work readiness training program is needed to increase career adaptability in vocational school students in Temanggung Regency. The aim of this research is to determine the increase in the implementation of vocational school student employment readiness training programs. The method used is quantitative experimentation with a one group pretest-posttest design. The side technique used was a saturated sampling technique with 10 vocational school students as participants. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test. The research results showed that the implementation of the work readiness training program was able to increase career adaptability in vocational school students (Z = -2.859 and sig = 0.004).
Hubungan Antara Regulasi Diri Dalam Belajar dengan Kematangan Karier Pada Peserta Didik Kelas XI-XII SMAKr Pandhega Jaya Kupang Vinsenso Tabelak; Yeni Damayanti; Mernon Yerlinda Chalista Mage
Wacana Psikokultural Vol 1 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.12547

Abstract

This study aims to examine the relationship between self-regulation in learning and career maturity among 11th-12th grade students at SMA Kristen Pandhega Jaya. Self-regulation in learning encompasses the ability to plan, monitor, and evaluate learning activities independently, while career maturity involves the readiness to make mature career decisions. This research used a correlational quantitative method with a sample of 58 students. Data were collected through questionnaires measuring self-regulation in learning and career maturity scales, and analyzed using the Pearson correlation technique. The results showed a significant positive relationship between self-regulation in learning and career maturity (r = 0.543, p < 0.05), indicating that students with good self-regulation tend to have higher career maturity. The implications of this study emphasize the importance of developing self-regulation in learning programs to support students' career maturity. Keywords: self-regulation in learning, career maturity, high school students, correlation
Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Penurunan Burnout Pada Elderly Caregiver Di Panti Sosial Tresna Werdha Dharma Asih Binjai Yoza Okta Saputra; Josetta Maria Remila Tuapattinaja
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan burnout pada elderly caregiver dengan cara membuat subjek bahagia menikmati dan menjalankan pekerjaannya serta melakukan respon koping yang adaptif. Penelitian ini dilakukan menggunakan mixed methods. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability, yaitu simple random sampling. Subjek dipilih ketika memenuhi kriteria, seperti mengalami burnout, bekerja sebagai elderly caregiver dan bagian dari populasi caregiver UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah delapan responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu kuantitatif (pre test dan post test menggunakan skala burnout Maslach Burnout Inventory (MBI) dan kualitatif melalui wawancara, observasi, focus group discusion (FGD) dan pencatatan rangkaian proses intervensi. Intervensi dilakukan secara berkelompok selama lima sesi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Acceptance and Commitment Therapy (ACT) efektif menurunkan burnout kerja pada kedelapan subjek penelitian. Pemberian intervensi ACT membuat subjek senang dan menikmati pekerjaannya sebagai elderly caregiver. Subjek mampu melalukan respon koping yang adaptif dalam menghadapi beratnya pekerjaan, seperti menyempatkan waktu untuk bercerita dan berkeluh kesah terkait pekerjaannya dengan keluarga, memahami bahwa lansia telah mengalami masalah-masalah psikologis dan menerima bekerja di panti dengan segala kekurangan yang ada. Subjek juga memiliki dukungan sosial dari sesama caregiver. Subjek merasa bersyukur dan mampu menemukan value yang dimiliki untuk tetap bekerja sebagai elderly caregiver.
Intervensi Psikologis Berbasis Permainan dalam Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Eka Safira Agustina; Asri Rejeki
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13732

Abstract

The increase in academic load and the demands of graduation standards faced by students from elementary to junior high school place unique pressures on each student. Enhancing learning motivation can serve as a strength to help them face these challenges. This study aims to increase students' learning motivation through a game-based psychological intervention in group counseling. An experimental approach with a one-group pretest-posttest design was chosen for this study. The population and sample consisted of all 27 sixth-grade students at SD X. Data were collected and described using a learning motivation questionnaire, then analyzed with nonparametric statistics using a paired T-test. The results showed p = 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between pretest and posttest scores after the intervention. It can be concluded that game-based psychological interventions in group counseling effectively increase students' learning motivation. This intervention can be utilized by teachers or counselors at school to support students' learning motivation.
Pengaruh Body Image Terhadap Kepercayaan Diri pada Wanita Pengguna Media Sosial Instagram Fadzila Nur Laili; Ima Fitri Sholichah; Prianggi Amelasasih
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13733

Abstract

Saat ini banyak dari seseorang beranggapan bahwa apakah tubuhnya memiliki bentuk dan ukuran yang ideal. Mereka menganggap bahwa tubuh mereka terlalu gendut atau kurus, merasa kulitnya kurang putih dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan mahasisiwi Universitas Muhammadiyah Gresik dengan teknik purposive sampling, diperoleh jumlah sampel sebesar 135 mahasiswa. Pengumpulan data diberoleh dengan menggunakan skala body image dan Kepercayaan Diri di media sosial instagram. Hasil yang didapatkan yaitu Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh body image terhadap kepercayaan diri di media sosial instagram. Body image memberikan sumbangsih sebesar 12% terhadap variabel kepercayaan diri di media sosial instagram, hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi body image yang dimiliki seseorang maka semakin tinggi juga kepercayaan diri di media sosial instagram pada diri mahasiswi. Sebaliknya semakin rendah body image yang dimliki seseorang maka semakin rendah pula kepercayaan diri di media sosial yang ada pada diri mahasiswi.
Peran Leader Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Kinerja Karyawan Rika Kurniawati; Tesa Amalia Putri; Nabila
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13940

Abstract

Kepemimpinan merupakan sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mampu mempengaruhi orang lain secara bersama dalam melaksanakan pekerjaan dengan mencapai tujuan yang sama. Peran pemimpin sangat penting dalam meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan serta pemimpin berperan dalam mengahadapi tantangan mengembangkan kolaborasi terkait sudut pandang dalam Masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran Leader dalam meningkatkan motivasi dan kinerja karyawan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan jurnal dari tahun 2016-2024. Hasil Literatur review diketahui berbagai faktor pendorong motivasi karyawan salah satunya adalah peran Pemimpin
Gambaran Kreativitas Figural Pada Siswa SMK Negeri 4 Kota Kupang Maria Gregoriana Carvallo; Mariana Dinah Charlota Lerik; Marleny P. Panis
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13949

Abstract

This study aims to explore the level of figural creativity in students of SMK Negeri 4 Kota Kupang. Figural creativity, which involves the ability to generate new ideas through drawings, was evaluated using the Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT). This study used a quantitative descriptive method involving 60 students as samples. Data were collected through a figural test that assessed aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Results showed that most students were in the average creativity category (47%), with small differences based on gender and age. Male students tended to be more dominant in average creativity than females. Factors such as social environment and culture also influence students' creativity.
Bangkit dari Kekelaman: Gambaran Psychological Well Being Korban Terorisme Poso Vanda Leony Agnesila Pombadju; Sri Aryanti Kristianingsih; Tony Tampake
Wacana Psikokultural Vol 2 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.13998

Abstract

This study is based on the tragic event of a group of terrorists that occurred on May 11, 2021 in Kalimago Village, Poso Regency, Central Sulawesi. The terror killed four civilians who were working in their gardens. Losing family members due to tragic events can cause various emotional reactions, which makes their lives difficult. In this study, the context of the victims referred to is families whose members died as a result of acts of terrorism, and are called secondary victims. The victims' daily lives are disrupted by feelings of grief, helplessness, despair, revenge, and very severe trauma. It is very important for victims to have a good mental state at this time. Therefore, psychological well-being is very important for victims to have. Using a qualitative research method, case study approach to P1 and P2, this study aims to explore the description of the psychological well-being of Poso terrorism victims. The results of the study showed that the victims did not have good psychological well-being because the trauma had not recovered and prevented the victims from functioning fully. In addition, the researcher found that the social context that was expected to help victims recover from trauma was not optimal.
Menyelidiki Child Abuse: Systematic Literature Review Annisa Ismail; Fathul Lubabin Nuqul2; Muallifah
Wacana Psikokultural Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i2.14047

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kekerasan yang terjadi pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah telaah pustaka sistematis. Hasil penelitian menemukan bahwa perlindungan anak, penelantaran, dan pelecehan emosional merupakan alasan yang paling sering terjadi. Intervensi dapat efektif dalam mencegah atau mengurangi penganiayaan anak. Penganiayaan anak dikaitkan dengan penurunan risiko mengalami pelecehan emosional dalam setahun terakhir dan selama hidup. Penganiayaan anak masih menjadi masalah yang cukup besar di Belanda dengan prevalensi yang stabil selama 12 tahun terakhir dan stabilitas dalam karakteristik yang membuat keluarga rentan terhadap penganiayaan anak. Pembukaan kasus penganiayaan anak sebelum karantina secara signifikan lebih besar daripada pembukaan kasus selama karantina. Penurunan dramatis dalam pelaporan penganiayaan anak dan intervensi kesejahteraan anak bertepatan dengan kebijakan jarak sosial yang dirancang untuk mengurangi penularan COVID-19. Persentase keseluruhan responden yang melaporkan telah mengalami setidaknya satu jenis penganiayaan anak menurun selama 6 tahun, dari 35,3% pada tahun 2010 menjadi 31,0% pada tahun 2016. Penganiayaan anak berdampak seumur hidup dan memengaruhi kesehatan mental di kemudian hari.
Peran Subjective Well-Being dan Dimensi Attachment to God Terhadap Resiliensi Anggota Jemaat Dewasa Madya dan Akhir di Gereja C Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia Joyce Heryanto; Irene P. Edwina; Robert Oloan Rajagukguk
Wacana Psikokultural Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i2.14771

Abstract

Penelitian bertujuan menguji apakah ada peran subjective well-being dan dimensi attachment to God, yaitu avoidance of intimacy dan anxiety about abandonment terhadap resiliensi pada anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia. Penelitian dilakukan pada 187 responden yang menjadi anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur resiliensi adalah Resilience Quotient Test, untuk Subjective well-being (SWB) digunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE), untuk dimensi avoidance of intimacy dan dimensi anxiety about abandonment pada Attachment to God digunakan Attachment to God Inventory. Teknik uji statistik dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji statistik menunjukkan hasil signifikan bahwa subjective well-being dan dimensi attachment to God, yaitu avoidance of intimacy dan anxiety about abandonment secara simultan (dan parsial) berperan dan merupakan prediktor dari resiliensi anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X, Jakarta Selatan, Indonesia. Penelitian ini dapat dikembangkan pada pemetaan aspek-aspek resiliensi yang mana yang sudah dihidupi dan aspek-aspek resiliensi yang mana yang masih perlu dikembangkan pada anggota jemaat dewasa madya dan akhir di Gereja X Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia.

Page 2 of 3 | Total Record : 30