SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Schoulid | Indonesian Journal of School Counseling is a peer-reviewed journal that publishes research articles, theoretical studies, and program applications in the fields of education, counseling, social sciences, and the humanities. The journal is dedicated to advancing knowledge and practice that support the academic, career, social-emotional, and holistic development of individuals. It also welcomes interdisciplinary contributions that bridge education, counseling, social sciences, humanities, and related fields. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1. Education and Counseling: school and community counseling services, career counseling, academic support, social-emotional and multicultural development, counseling approaches and models, and the integration of technology in counseling practices. 2. Social Sciences and Humanities: studies addressing social, cultural, legal, and community issues, including linguistics, economics, management, and business within the context of education, student development, and counseling interventions. 3. Leadership and Advocacy: coordination of services, consultation, collaboration and teamwork, policy advocacy, educational leadership, and resource management in schools and communities. 4. Data and Technology Use: innovations in technology for counseling, education, and social research; data-driven program evaluation; and policy development. 5. Scientific Publications: empirical research articles, conceptual and methodological studies, program evaluations, book reviews, and reports on educational or counseling practices and materials. Schoulid Journal welcomes contributions from researchers, academics, practitioners, and policymakers who work on individual development as well as those engaged in broader studies in education, counseling, social sciences, and the humanities.
Articles
244 Documents
Transparency and trust in AI-driven mathematics learning: a systematic review of explainability frameworks
Nefrima Sartika Putri;
Rudyanto Rudyanto
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086846011
Explainable artificial intelligence (XAI) is increasingly used to support prediction, assessment, feedback, and instructional decisions in mathematics education, yet evidence about how explanation affects transparency, trust, and learning remains fragmented. This systematic literature review synthesized evidence on explainability in mathematics and closely related STEM education, with particular attention to the under-studied middle-school learner. The review followed PRISMA 2020 and used a structured TITLE-ABS-KEY search of Scopus. The search returned 646 records; 550 were excluded during title/abstract screening, 96 reports were assessed at full text, and 10 studies were retained for qualitative thematic synthesis. Three themes emerged: interpretable prediction of performance and at-risk learners; transparency, trust, and adoption; and explainable scaffolding and feedback. The evidence base is dominated by 2025 studies and by educator- or institution-facing prediction, while direct learner-facing explanation and experimentally tested effects on achievement remain scarce. SHAP, feature-importance methods, neuro-fuzzy models, and explanatory feedback systems improve access to model reasoning, but explanation quality alone has not been shown to cause higher achievement. The review therefore distinguishes technical interpretability from pedagogical usefulness and identifies validated measurement needs for teacher decision quality, student self-regulation, calibrated AI trust, and equitable treatment. Because the archived screening and appraisal logs were not preserved, retrospective inter-rater coefficients and aggregate quality scores could not be reconstructed without inventing data; this limitation is reported explicitly. Future studies should use dual-reviewer screening, design-appropriate critical appraisal, classroom-embedded experiments, and age-appropriate explanations.
Perkembangan dan struktur riset embodied conversational agent pada konseling digital
Wiki Lofandri;
Saftrian Mukhlizul Fuad;
Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086852011
Penelitian ini menganalisis 249 artikel jurnal terindeks Scopus periode 2021-2025 yang diperoleh melalui strategi Boolean pada istilah embodied conversational agent, conversational agent, dan virtual agent yang dipadukan dengan istilah konseling, kesehatan mental digital, dan dukungan psikologis. Analisis bibliometrik dilakukan menggunakan Biblioshiny (paket Bibliometrix R) dan VOSviewer, mencakup analisis performa (tren publikasi, sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka), analisis struktural (co-occurrence keyword, thematic mapping, tiga-medan istilah), serta analisis kolaborasi negara. Hasil menunjukkan produksi ilmiah tumbuh dari 27 artikel pada 2021 menjadi 83 artikel pada 2025, didominasi oleh jurnal rumpun JMIR (JMIR Formative Research dan Journal of Medical Internet Research masing-masing 24 artikel) dan penulis dari Amerika Serikat, Inggris, serta beberapa negara Eropa dan Asia Timur. Analisis co-occurrence memperlihatkan tiga klaster tematik utama, yaitu klaster teknologi-percakapan (chatbot, conversational agent, artificial intelligence), klaster klinis-demografis (human, article, female, male), dan klaster modalitas pengiriman layanan (mhealth, mobile health, telemedicine). Peta tematik menunjukkan mental health, artificial intelligence, dan conversational agents sebagai tema dengan sentralitas tinggi namun kepadatan internal rendah, sementara depression, anxiety, dan cognitive behavioral therapy menempati posisi motor theme. Tidak ditemukan satu pun artikel dengan afiliasi penulis dari Indonesia, yang menandakan kekosongan kontribusi keilmuan nasional pada bidang ini. Temuan tersebut menegaskan perlunya riset ECA berbasis konteks budaya dan bahasa lokal, khususnya di kawasan yang secara empiris masih absen dari peta pengetahuan global.
Teknologi konseling digital: pemetaan perkembangan riset pada basis data scopus (2021–2025)
Wiki Lofandri;
Saftrian Mukhlizul Fuad;
Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086853011
Penelitian ini memetakan perkembangan riset global tentang teknologi konseling digital periode 2021–2025 melalui analisis bibliometrik. Data ditarik dari Scopus menggunakan kombinasi boolean yang mencakup istilah online/digital/e-/cyber/internet/web-based/virtual/remote/tele-counseling beserta variasi ejaannya, lalu disaring berdasarkan tahun terbit, jenis dokumen, bahasa, jenis sumber, dan tahap publikasi. Hasilnya 569 dokumen yang dianalisis dengan Biblioshiny (Bibliometrix R-package). Produksi ilmiah memuncak pada 2022 (127 artikel), menurun ke titik terendah pada 2023–2024, lalu naik sedikit pada 2025. Sebaliknya, rerata sitasi per artikel per tahun terus menurun, yang menunjukkan momentum melambat meski volume dokumen bertahan. Amerika Serikat, Britania Raya, dan Jerman menjadi negara paling produktif, diikuti Iran, Kanada, Indonesia, dan India. Analisis Bradford menemukan 47 jurnal inti yang memuat sepertiga literatur, sementara Hukum Lotka (β = 3,74) menunjukkan produktivitas penulis sangat terkonsentrasi: 92,5% penulis hanya menyumbang satu dokumen. Peta tematik menempatkan klaster "covid-19/pandemic" sebagai tema motor yang matang, sedangkan klaster "controlled study/randomized controlled trial" berada di kuadran niche, menandakan desain eksperimental ketat masih menjadi ceruk, bukan arus utama. Studi ini menyimpulkan bahwa bidang ini sedang beralih dari respons darurat pandemi menuju konsolidasi berbasis bukti, dan mulai membuka jalan bagi modalitas berbasis kecerdasan buatan percakapan. Implikasi teoretis dan praktis, keterbatasan, serta agenda riset masa depan turut dibahas.
Online counseling dan digital mental health: pemetaan tren dan arah penelitian
Wiki Lofandri;
Bayu Ramadhan Fajri;
Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086854011
Penelitian ini memetakan struktur pengetahuan global bidang online counseling dan digital mental health melalui 340 artikel jurnal terindeks Scopus periode 2016-2025, diperoleh melalui strategi Boolean pada istilah online/e-/internet/web-based/virtual/tele-counseling yang dipadukan dengan istilah kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Analisis dilakukan dengan Biblioshiny (Bibliometrix R) dan VOSviewer, mencakup analisis performa (tren publikasi, sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka, model siklus hidup) serta analisis struktural (co-occurrence, peta tematik, tiga-medan istilah, tren kata dari waktu ke waktu). Produksi ilmiah menunjukkan pola tidak linear: relatif kecil dan fluktuatif pada 2016-2019 (8-20 artikel per tahun), melonjak tajam pada 2020 (38 artikel) bersamaan dengan awal pandemi, mencapai puncak pada 2022 (59 artikel), sempat menurun pada 2023 (40 artikel), lalu kembali naik pada 2024-2025 (47 dan 51 artikel). Jaringan co-occurrence memperlihatkan dua klaster besar, yaitu klaster praktik konseling-klinis (mencakup online counseling/counselling, cognitive behavioral therapy, depression, anxiety) dan klaster modalitas pandemi (telepsychology, telehealth, telemedicine, covid-19). International Journal of Environmental Research and Public Health, JMIR Mental Health, dan Counselling and Psychotherapy Research tercatat sebagai jurnal paling produktif. Amerika Serikat mendominasi produksi ilmiah (110 dari 340 artikel), sementara Indonesia muncul pada 9 artikel, seluruhnya terbit pada 2021-2025 dan sebagian besar berasal dari jurnal berjangkauan nasional-regional dengan sitasi yang masih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa kontribusi Indonesia pada bidang ini sudah mulai tumbuh namun belum menjangkau jurnal inti internasional yang menjadi pusat gravitasi keilmuan bidang ini, sehingga menyisakan ruang pengembangan riset konseling daring berbasis konteks lokal yang lebih terintegrasi dengan wacana global.
Artificial intelligence dalam kesehatan mental: tinjauan perkembangan literatur
Wiki Lofandri;
Bayu Ramadhan Fajri;
Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086855011
Penelitian ini menganalisis evolusi kajian kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada bidang kesehatan mental melalui pendekatan bibliometrik. Data ditarik dari basis data Scopus menggunakan kombinasi Boolean pada bidang judul, abstrak, dan kata kunci, mencakup terbitan tahun 2016 hingga 2025 dengan tipe dokumen artikel berbahasa Inggris dari sumber jurnal pada tahap publikasi final, menghasilkan 529 artikel sebagai korpus akhir. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi Biblioshiny berbasis paket Bibliometrix pada R, mencakup analisis produksi ilmiah tahunan, sitasi, Hukum Bradford, Hukum Lotka, jaringan ko-kemunculan kata kunci, kolaborasi antarnegara, pemetaan tematik, serta proyeksi siklus hidup topik. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang sangat tajam sejak 2020, dengan lonjakan terbesar pada 2024 dan 2025, serta rata-rata sitasi per dokumen sebesar 17,4. Amerika Serikat, Tiongkok, dan India tercatat sebagai kontributor paling produktif, sementara Journal of Medical Internet Research dan IEEE Access menjadi sumber publikasi terbanyak. Analisis tematik menunjukkan bahwa kata kunci "machine learning", "mental health", dan "artificial intelligence" menempati posisi sentral sekaligus berkembang, sedangkan tema seperti chatbot percakapan dan deteksi berbasis ucapan/teks masih berada pada kuadran tema khusus (niche) dengan tingkat pengembangan yang belum matang. Model proyeksi siklus hidup mengindikasikan bahwa produksi tahunan topik ini diperkirakan mencapai puncak pada sekitar tahun 2028–2029 sebelum melandai. Temuan ini memberikan peta jalan empiris bagi peneliti, pengembang teknologi, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan agenda riset AI untuk kesehatan mental yang lebih terarah pada tema yang masih berkembang, khususnya pada aspek etika, validasi klinis, dan representasi populasi di luar negara-negara dengan produktivitas tinggi.
Perkembangan riset generative AI dalam kesehatan mental berdasarkan publikasi terindeks
Alzet Rama;
Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086856011
Kemunculan generative artificial intelligence (GenAI) dan large language models (LLM) telah mengubah lanskap penelitian kesehatan mental secara signifikan sejak popularisasi ChatGPT pada akhir tahun 2022. Penelitian ini bertujuan memetakan evolusi, struktur intelektual, dan tren tematik penelitian global mengenai penerapan GenAI dalam kesehatan mental melalui pendekatan analisis bibliometrik. Data diperoleh dari basis data Scopus menggunakan strategi pencarian Boolean yang menggabungkan istilah generative AI, large language model, dan kesehatan mental, kemudian disaring melalui prosedur PRISMA hingga menghasilkan 917 artikel jurnal berbahasa Inggris yang terbit pada rentang tahun 2021 sampai 2025. Analisis dilakukan menggunakan Biblioshiny dan Bibliometrix mencakup tren publikasi tahunan, analisis sitasi, produktivitas sumber melalui Hukum Bradford, produktivitas penulis melalui Hukum Lotka, kolaborasi negara, pemetaan tematik, dan evolusi topik. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang eksponensial, dari delapan artikel pada tahun 2021 menjadi 606 artikel pada tahun 2025, dengan dominasi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Britania Raya, serta Journal of Medical Internet Research sebagai sumber paling produktif. Pemetaan tematik mengidentifikasi ChatGPT, large language model, dan kesehatan mental sebagai tema inti yang masih berada pada tahap perkembangan awal. Temuan ini mengonfirmasi bahwa penelitian GenAI untuk kesehatan mental merupakan bidang yang baru muncul dengan struktur keilmuan yang belum matang sehingga membuka agenda riset lanjutan terkait validasi klinis dan keamanan etis.
Perkembangan riset extended reality (XR) dalam produksi animasi digital berdasarkan publikasi terindeks
Alzet Rama;
Mutia Ramdhatul Jannah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086857011
Teknologi extended reality (XR) mencakup virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan mixed reality (MR) telah menjadi bagian yang semakin lekat dengan proses produksi animasi digital, mulai dari pemodelan tiga dimensi, penangkapan gerak, hingga penyajian karakter virtual kepada penonton. Meski demikian, pemetaan sistematis terhadap arah dan struktur riset di persimpangan XR dan animasi komputer masih jarang dilakukan. Studi ini menganalisis 220 artikel jurnal terindeks Scopus yang diterbitkan pada 2016–2025 menggunakan pendekatan bibliometrik dengan bantuan Biblioshiny (Bibliometrix) dan VOSviewer. Hasil audit data menunjukkan tren publikasi yang meningkat, dengan lonjakan tajam pada 2022–2023 dan 2025, didominasi oleh jurnal Computer Animation and Virtual Worlds serta kontributor dari Tiongkok dan Amerika Serikat. Analisis co-occurrence kata kunci mengidentifikasi empat klaster tematik utama: klaster inti virtual reality–computer animation, klaster pemodelan tiga dimensi, klaster kecerdasan buatan dan pendidikan, serta klaster metodologis terkait simulasi dan artikel manusia. Peta tematik memperlihatkan bahwa tema virtual reality dan animasi menempati kuadran motor themes, sedangkan augmented reality untuk pembelajaran (e-learning, students) justru berada pada kuadran tema yang muncul atau meredup, mengindikasikan pergeseran minat riset dari sekadar penerapan AR edukatif menuju integrasi VR yang lebih mendalam dengan kecerdasan buatan generatif. Analisis kolaborasi negara menunjukkan jaringan yang masih berpusat pada aksis Tiongkok–Amerika Serikat–Eropa, dengan keterlibatan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang jauh lebih terbatas. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan representasi Global South dalam jaringan produksi pengetahuan XR-animasi, sekaligus membuka ruang bagi riset baru yang menghubungkan XR, pembelajaran mesin generatif, dan produksi animasi karakter di kawasan yang masih under-represented tersebut.
Perceived family resilience and psychological wellbeing among migrant university students: a cross-sectional study
Sevilla Anbar Rachmah;
Nuraini Farida;
Kusumasari Kartika Hima Darmayanti;
Paizaluddin Paizaluddin;
Ermalinda Ermalinda;
Siti Ajnaimah
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 11 No. 1 (2026): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086849011
Migrant university students face academic and everyday adjustment demands while living apart from their families, making family-related resources relevant to psychological wellbeing. This study examined the predictive role of perceived family resilience in psychological wellbeing among migrant students. Using a quantitative cross-sectional correlational design, 203 students from the Faculty of Psychology, UIN Raden Fatah Palembang, were selected from a population of 410 through simple random sampling. Perceived family resilience was measured with the 32-item Walsh Family Resilience Questionnaire, whereas psychological wellbeing was assessed with the 42-item Ryff Psychological Wellbeing Scale. Simple linear regression showed that perceived family resilience significantly and positively predicted psychological wellbeing (B = 0.739, β = 0.472, t = 7.600, p < 0.001). The model explained 22.3% of the variance (R² = 0.223). These findings indicate that perceived family resilience remains an important relational resource for migrant students living away from home during their university adjustment process.
Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Modeling Terhadap Pemilihan Karier Peserta Didik
Muhammad Arwedya Yoga Pradana;
Padmi Dhyah Yulianti;
Yunita Dwi Setyoningsih
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 11 No. 1 (2026): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086860011
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok teknik modelling terhadap pemilihan karier peserta didik SMPN 29 Semarang. Pemilihan karier berlandaskan dengan pemahaman diri, informasi karier, eksplorasi karier, keputusan karier dan perencanaan karier. Pemilihan karier merupakan proses individu menentukan pilihan pendidikan maupun karier yang tepat dengan potensi diri, minat, nilai, dan bakat serta kesempatan yang dimiliki.. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif pra eksperiment one group pretest-posttest. Populasi penelitian merupakan seluruh peserta didik kelas IX SMPN 29 Semarang. Ssample yang diambil 10 anak menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala likert pemilihan karier. Olah data yang digunakan yaitu uji paired sample t-test. Didapatkan hasil penelitian pemilihan karier peserta didik meningkat, dibuktikan dari nilai sig.(2-tailed) 0,004<0,05. Hasil ini terbukti bimbingan kelompok teknik modeling berpengaruh meningkatkan pemilihan karier peserta didik.
Psychological interventions for competitive anxiety and emotional regulation in athletes: a quality-appraised, mechanism-oriented systematic review
Eval Edmizal;
Amirzan Amirzan
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 11 No. 1 (2026): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23916/086861011
This systematic review adheres to the PRISMA 2020 framework to synthesize psychological interventions for competitive anxiety in athletes, addressing the fragmented nature of prior research. Following a search of Scopus for English literature covering anxiety, emotion regulation, mindfulness, relaxation, breathing, imagery, and self-talk across 865 initial records, studies were screened and evaluated using FICO criteria. Ultimately, 50 studies published between 2021 and 2026 met all quality standards for final analysis. The findings reveal that mindfulness-based interventions—particularly programs like Mindful Sport Performance Enhancement—deliver the most stable and consistent effects in alleviating both cognitive worries and physical tension. Additionally, multi-week imagery and relaxation techniques yield reliable improvements, while multi-module comprehensive programs further enhance psychological resilience and self-confidence under pressure. These insights provide coaches and sports psychologists with evidence-based foundations for pre-competition preparation, while future research should prioritize large-scale randomized controlled trials, standardized anxiety measurement tools, and extended long-term follow-up monitoring.