cover
Contact Name
Lady Wizia
Contact Email
wizialady@gmail.com
Phone
+6281374015820
Journal Mail Official
wizialady@gmail.com
Editorial Address
Jalan kusuma bhakti no 99 gulai bancah
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20857098     EISSN : 26571366     DOI : https://doi.org/10.35730
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan is open access, a peer-reviewed journal and authoritative source of health information. The journal has a special focus on Public health, nursing, midwifery, and relevant topics of health issues. The scopes of Jurnal Kesehatan are : Public health: Epidemiology, Health promotion, health policies and systems, environmental, health information, Nursing: Neurologist, paediatrics, community and home care, gerontology, maternity, medical and surgical nursing, psychiatric mental health Midwifery: midwifery in complementary based, midwifery in community with gender-based.
Articles 493 Documents
HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Rusdi, Pagdya Haninda Nusantri; Mariyona, Kartika
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 2
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.639

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang digambarkan sebagai bentuk kegagalan pertumbuhan akibat gizi buruk dan kesehatan selama periode prenatal dan postnatal. Stunting muncul sebagai akibat dari keadaan kekurangan gizi yang terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga akan lebih terlihat manifestnya secara fisik di usia 24 – 59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional, dengan desain Penelitian cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita di Puskesmas Suliki Kanagarian Tanjung Bungo Kabupaten Lima Puluh Kota. Pengambilan sampel menggunakan teknik Consecutive Sampling sebanyak 100 orang. Hasil analisis bivariate diperoleh p-value = 0,001 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan pemberian makan dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,000 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara rangsangan sosial dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,001 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara rangsangan sosial dengan kejadian stunting balita, p-value = 0,002 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting balita dan p-value = 0,000 yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting balita. Kesimpulan penelitian ini adalah pola asuh dalam keluarga yang berupa pemberian makanan, rangsangan psikososial, kebersihan, sanitasi lingkungan dan pemanfaartan pelayanan kesehatan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita.
HEPSIDIN SEBAGAI BIOMARKER ANEMIA PADA IBU HAMIL Pasalina, Putri Engla; Faisal, Afrah Diba
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.641

Abstract

Latar Belakang :World Health Organization (WHO) memperkirakan 20% populasi di dunia mengalami anemia pada tahun 2011 dan 38% diantaranya adalah wanita hamil. Hormon hepsidin merupakan parameter baru yang dapat mengidentifikasi anemia berdasarkan penyebabnya.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kadar hepsidin antara kelompok non anemia, kelompok anemia defisiensi besi dan kelompok anemia non defisiensi besi pada ibu hamil.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode pendekatan cross sectional comparative. Jumlah sampel sebanyak 36 orang yang terdiri dari kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Pemeriksaan kadar Hemoglobin dilakukan dengan alat hematologi analyzer, sedangkan kadar hepsidin dan feritin diukur dengan metode ELISA. Uji bivariat menggunakan uji Kruskal Wallis.Hasil :Hasil penelitian menemukan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia defisiensi besi (37,67 ± 3,91 ng/ml)  lebih rendah dibandingkan kelompok non anemia (51,89 ± 28,83 ng/ml) dan hampir sama dengan rerata kadar hepsidin pada kelompok anemia non defisiensi besi (37,51 ± 7,90 ng/ml). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar hepsidin di antara ketiga kelompok tersebut. (p=0,25).Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat perbedaan yang bermakana pada kadar hepsidin di antara kelompok non anemia, anemia defisiensi besi dan anemia non defisiensi besi. Sebaiknya dilakukan pengembangan penelitian mengenai hubungan hepsidin dengan anemia dengan pemeriksaan yang lebih komplit serta menggunakan media urin.
PERILAKU GIZI-KESEHATAN IBU BALITA PADA MASYARAKAT ADAT SAMIN DI JAWA TENGAH Dewi, Risti Kurnia; Rosidi, Ali; Riyadi, Hadi; Margawati, Ani; Khomsan, Ali
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i3.642

Abstract

Latar Belakang: Budaya berpengaruh terhadap keputusan dan perilaku terkait gizi-kesehatan suatu masyarakat adat.  Seperti yang diketahui perilaku gizi-kesehatan yang salah dapat berdampak buruk seperti kurang gizi bahkan sampai mengakibatkan kematian ibu dan anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendidikan dan perilaku gizi-kesehatan ibu balita pada masyarakat adat Samin di Jawa Tengah.Metode: Penelitian deskriptif dengan mixed method ini melibatkan 88 ibu balita masyarakat adat Samin di Kabupaten Kudus, Pati, dan Blora, Jawa Tengah. Tingkat pengetahuan, dan persepsi gizi-kesehatan diperoleh dari hasil persentase jawaban benar pada kuesioner yang kemudian di kategorikan ke dalam tiga tingkatan. Uji korelasi Spearman juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan 98% ibu balita pada kelompok Kudus-Pati tidak bersekolah sedang 68,4% ibu balita di Blora telah mengenyam pendidikan dasar. 50% ibu balita di Kudus-Pati memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, namun 55,3% ibu balita di Blora memiliki tingkat pengetahuan sedang. 68% ibu balita di Kudus-Pati memiliki persepsi negatif, namun 73,7% ibu balita di Blora telah memiliki persepsi gizi-kesehatan yang positfi. Uji beda juga menunjukan perbedaan signifikan (p<0,05) pada kedua kelompok terkait dua variable tersebut. Uji korelasi juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita (p<0,05).Simpulan: Simpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ialah terdapat perbedaan antara tingkat pendidikan, pengetahuan, dan persepsi ibu balita antar kedua kelompok di mana ibu balita di Blora lebih baik dibanding ibu balita di Kudus-Pati.
HUBUNGAN KUALITAS DIIT DAN KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DM TIPE 2 PESERTA PROGRAM PROLANIS Dewi, Risti Kurnia; Rahmy, Hafifatul Auliya
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i2.646

Abstract

Latar Belakang: Kualitas diit yang baik diperlukan untuk kontrol kadar glukosa darah bagi seorang penderita diabetes mellitus tipe 2 (DMT2).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas diit penderita DMT2 dengan kadar glukosa darah pada peserta PROLANIS di Kota PadangMetode: Penelitian di laksanakan di Kota Padang dengan jumlah responden sebanyak 78 orang yang berasal dari Puskesmas Rawang, Sebarang Padang, dan Anak Air. Data kualitas diit responden diperoleh melalui wawancara menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionaire. Data kemudian dianalisis menggunakan Alternate Healthy Eating Index yang diadaptasi sesuai Pedoman Gizi Seimbang Indonesia. Uji korelasi Spearman dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel.Hasil: Hasil menunjukan bahwa 69,2% responden merupakan wanita dan 50% responden tergolong ke dalam usia dewasa madya (40-59 tahun). Tingkat pengetahun gizi 66,7% responden juga tergolong sedang. Status gizi 52,6% responden tergolong gizi lebih bahkan ada yang tergolong obes III. Kadar glukosa darah 51,3% responden pun juga tidak terkontrol (³180 mg/dL). Kualitas diit responden diketahui tidak ada yang tegolong tinggi dan 69,2% diantaranya masih membutuhkan perbaikan. Hasil uji Spearman antara kualitas diit dan kadar glukosa darah responden menunjukan nilai p-value sebesar 0,387.Simpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kualitas diit responden dan kadar glukosa darahnya pada penelitian ini.
THE PROBABILITY OF AIRBORNE TRANSMISSION SARS-CoV-2 : LITERATURE REVIEW Awaludin, Idan; Hasyim, Hamzah; Fakhriyatiningrum, Fakhriyatiningrum; Dewi, Wita Citra; Wahyuni, Triska Septi; Pratiwi, Rizky Putri; Nabila, Imtiyazi; Morsely, Cindy Junie
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.672

Abstract

COVID-19 has spread rapidly in the population and made researchers think about various possible routes of transmission. Air is one of the important risk factors, which has a great opportunity to transmit droplets of small size and become aerosols floating in indoor conditions with people infected with COVID-19. The purpose of this study is to conduct a literature review of original research related to the possibility of COVID-19 transmission by the air route. Literature Review uses electronic databases: Research Gate, PubMed, and Science Direct. The article search results identified 7 articles from the Research Gate database, 10 articles from the PubMed database and 13 articles from the Science Direct database, after being screened for relevance obtained 11 articles that are precise and complete according to the inclusion criteria. In 11 articles some have obtained evidence of positive testing for SARS-CoV-2 in the air of hospital rooms and hallways of patients' rooms. The use of masks, the use of face protection, improvement of ventilation systems, corona curtain innovation, and the use of medical devices (Felix-1) are some of the efforts to prevent and control the transmission of COVID-19 by air.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB IKTERUS PADA NEONATUS Pratiwi, Silvia; Khofiyah, Nidatul
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i2.673

Abstract

Latar Belakang Masalah: Ikterus adalah kondisi kulit bayi berwarna kuning dan pada sklera mata bayi baru lahir serta mengakitatkan kadar bilirubin dalam darah (hyperbilirubinemia) pada bayi dan dapat menyebabkan peningkatan bilirubin dalam cairan luar sel (exracellular fluid). Penyebab pada Angka Kematian Bayi (AKB) dan Menurut World Health Organization (WHO) pada negara Association of South East Asian Nations (ASEAN) seperti di Singapura 3/1000 kelahiran hidup, Malaysia 5,5/1000 kelahiran hidup, Thailand 17/1000 kelahiran hidup, Vietnam 18/1000 kelahiran hidup, dan Indonesia 27/1000 kelahiran hidup.Tujuan : Penelitian ini bertjuan untuk mereview evidence terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus.Metode: Pada Scoping review menggunakan Framework  dari Arksey dan O’Malley, dimana melakukan focusing review dengan framework PEOS, melakukan literature searching menggunakan database dan grey literature yang relevan, melakukan seleksi studi yang relevan dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi, melakukan critical appraisal untuk penilaian kualitas artikel, melakukan data extraksi, menganalisis dan dapat melaporkan hasil.Hasil: 8 literature terseleksi dan mempunyai Grade A. Faktor yang menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin sedangkan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah ibu berstatus primipara dan jenis persalinan dan untuk penanganan ikterus memberikan pengetahuan pada ibu dan pemberian ASI. Berdasarkan hasil scoping review peneliti menemukan adanya gaps dalam studi ini yaitu penelitian tentang faktor penyebab kejadian ikterus lebih banyak difokuskan kepada masalah kesehatan berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin. Masih sedikit penelitian yang meneliti tentang faktor terkait dengan faktor-faktor penyebab ikterus pada neonatus.Simpulan: Faktor yang mempengaruhi kejadian ikterus adalah berat lahir bayi, usia gestasi, asfaksia, infeksi, lama persalinan, frekuensi dan jenis kelamin sedangkan faktor yang tidak menyebabkan adanya kejadian ikterus adalah ibu bersetatus primipra.
RELATIONSHIP OF MATERNAL SELF EFFICACY, SOCIAL SUPPORT WITH POSTPARTUM DEPRESSION Hartati, Dwi; Raden, Abkar; Kartini, Farida
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.676

Abstract

 Introduction: The high level of postpartum depression in postpartum mothers, which can affect the mother's skills in caring for and caring for her baby, requires self-efficacy and maternal social support for post-partum mothers so that the level of postpartum maternal depression can be reduced.Purpose: The purpose of this scoping review is to map available evidence  to the relationship maternal self efficacy, social support with depression postpartum.Methods: In this scoping review, the authors identify studies that explain the relationship between maternal self-efficacy, social support with postpartum depression from three databases (PubMed, Proquest, and Science Direct). Searches are limited to studies published in English and present data for the period 2009-2019. The identified research was reviewed using the PRISMA Flowchart. Studies with quantitative designs related to the relationship maternal self-efficacy, social support with postpartum depression are then selected for review.Results:  From a total of four articles that have been reviewed, two sub-themes are maternal relationship self-efficacy with postpartum depression and relationship social support with postpartum depression.Conclusion:  From this review, some pieces of evidence show that there is a significant relationship between maternal self-efficacy, social support with postpartum depression. All studies included in the review have limitations related to the research design or sample collection procedures
IMPACT OF HYPEREMESIS GRAVIDARUM ON PREGNANCY OUTCOMES Solechah, Mutiara; Kartini, Farida
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.677

Abstract

Introduction: Hyperemesis gravidarum (HEG) or continuous nausea and vomiting can result in loss or even death in the mother and fetus. For most women who recover from HEG well, there is clear evidence of an increased risk of pregnancy outcomes.Purpose: The purpose of this scoping review is to map the evidence and conclude the literature about the effects of Hypermesis Gravidarum on pregnancy outcomes.Methods: In this scoping review, we evaluate the emerging evidence that HEG impacts pregnancy outcomes, by using two databases (Pubmed and ScienceDirect).Results: some of the effects of HCG, namely: LBW and Premature, Repetition of hyperemesis gravidarum across generations, Reduction of insulin sensitivity in children in childhood, Risk of placental abruption and increased risk of birth for small for gestational age (SGA), Provides a protective effect on the risk of cleft lip in new babies birth, Delayed nerve development in children, increased blood pressure and abnormal fetal brain development.Conclusion: HEG has an adverse risk to the outcome of pregnancy and can have an impact on the fetus, childhood and adulthood.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS OPEN DEFECATION FREE DI KOTA BENGKULU Rozi, Veby Fransisca; Selviana, Merry; Eryani, Susi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i0.678

Abstract

Latar Belakang: Open defecation Free (ODF) adalah suatu kondisi semua individu dalam masyarakat tidak melakukan buang air besar sembarangan. Data Provinsi Bengkulu Tahun 2018 baru mencapai 63% penduduk dengan akses sanitasi layak (jamban sehat) dan 5% desa Stop BABS. Kota Bengkulu dengan jumlah 67 Kelurahan, hingga saat ini baru 19 Kelurahan ODF. Tujuan: Tujuan penelitian yaitu diketahuinya hubungan pengetahuan, sikap BAB, kepemilikan septi tank dengan status ODF di Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Ratu Agung pada bulan Juli-Agustus tahun 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahun dengan status ODF (p=0,000), ada hubungan sikap BAB dengan status ODF (p=0,000) dan ada hubungan kepemilikan septic tank dengan status ODF (p=0,000). Saran: Disarankan untuk pihak Dinas Kesehaan melalui Puskemas untuk meningkatkan promosi kesehatan mengenai Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) kepada masyarakat dan melakukan pendekatan melalui Ketua RT agar dapat mengarahkan warganya untuk menerapkan akses sanitasi layak. 
SUPPORT, ACCESS AND ANTENATAL CARE TO WOMEN WITH A HISTORY OF PREECLAMPSIA IN PREGNANCY Rospia, Evi Diliana; Astuti, Andari Wuri; Mawarti, Retno
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i2.681

Abstract

Background: Preeclampsia and eclampsia are the second direct cause of maternal death worldwide, estimated to complicate 2-8% of all pregnancies, the global prevalence of preeclampsia is around 4.6%. The purpose of this scoping review is to provide an overview of studies related to antenatal support, access, and services to mothers with a history of preeclampsia in pregnancy. Method: the authors identify studies that explain preeclampsia in pregnancy from several databases, namely PubMed, ProQuest, EBSCO, and Springer Link. Searches are limited to studies published in English and present data for the 2009-2019 period. The identified research was reviewed using the PRISMA Flowchart. Studies with qualitative and quantitative designs that explore the experiences of pregnant women regarding antenatal support, access, and services were selected for review. In contrast, studies that were not experience related to prenatal support, access, and services to mothers with a history of preeclampsia in pregnancy were excluded. Results: A total of twelve articles were reviewed, which obtained three sub-themes of support, namely the support of husband, family, and health workers, from the theme of access obtained three sub-themes, namely information search, modification programs and the availability of health workers. From the idea of antenatal care, four sub-themes are found, namely unsustainable care, lack of information, screening, and feeling empowered. Conclusion: Pregnant women with preeclampsia need support from a partner or family and health workers. Information and screening need to be improved in antenatal care. 

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Volume 17 Nomor 1 Tahun 2026 (on progress) Vol 16 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 3 Tahun 2025 Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025 Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025 Vol 15 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Volume 15 Nomor 3 Tahun 2024 Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 13 (2022): Supplementary 1 Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Vol 12 No 3 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 12 (2021): Supplementary 2 Vol 12 (2021): Supplementary 1 Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN - Special Issue Hari Kesehatan Nasional 2020 Vol 11 No 3 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Vol 11 (2020): JURNAL KESEHATAN-SPECIAL ISSUE KEBIDANAN Vol 10 No 3 (2019): JURNAL KESEHATAN Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Kesehatan : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi Vol 10 (2019): Special Issue HKN Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Vol 8 No 1 (2017) Vol 7 No 2 (2016) Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015) Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) Vol 2 No 2 (2010) More Issue