cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
TUTORIAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYKARTA Achmad Widodo, Syukri Fathudin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v11i1.20994

Abstract

Tutorial Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan kegiatan kokurikuler yang menekankan pada pendalaman dan penguasaan keterampilan praktek ibadah dan baca tulis Al-Qur'an yang diwajibkan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan  Agama Islam.Artinya kegiatan tutorial  PAI melekat pada mata kuliah ini.Sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh para tutor PAI. Tutor PAI adalah mahasiswa yang telah memenuhi syarat khusus melalui seleksi, pelatihan dan mendapatkan mandat dari dosen PAI. Pada perkembangan selanjutnya tutorial PAI merupakan sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang bertujuan untuk memberikan pendalaman dan penguasaan tambahan keislaman bagi mahasiswa di luar materi perkuliahan pendidikan  Agama Islam. Dengan tutorial PAI diharapkan terbentuk sosok pribadi muslim yang utuh, tangguh, menjadi suri tauladan dan sanggup menyebarkan Dakwah Islam (Agent of Change and Inovation) kepada warga kampus maupun masyarakat umum. 
SYARIAT ISLAM DALAM PERSPEKTIF GENDER DAN HAM Ikrom, Mohamad
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v18i1.23126

Abstract

Islam membawa ajaran luhur dan ideal bersumber dari Allah dengan konsep Alqur'andan teladan implementasi oleh rasulullah khususnya dalam mengangkat derajat perempuanyang secara historis termarjinalisasi kederajat yang setara dan bahkan terkesan lebihdimuliakan. Konsep ideal islam tentang gender terbiaskan karena dua hal: pertama,pemahaman terhadap sumber hukum yang bersifat tekstual dan dogmatis. Kedua, perolehanpemahan umat islam dari mubalig yang terkesan patriarkis dan memarjinalkan perempuandalam materinya. Sehingga mengembalikan umat islam pada bias gender pada era jahiliyahsebelum datangnya islam yang patriarkis dan memarjinalkan perempuan.Hukum yang dibuat pemerintah Indonesia dari pusat sampai tingkat peraturan desadianggap tidak mensejahterakan perempuan, malah terkesan tidak ramah terhadap perempuan.Hal ini dapat dilihat dari indikator yang dipakai hukum tersebut bersifat simbolistik daneksploitasi tubuh wanita, seperti kewajiban menutup aurat, kewajiban berjilbab, bekerja padawilayah yang tertutup, sehingga perlu rekonstruksi kembali hukum Islam yangmensejahterakan dan berkeadilan. Rekonstruksi pemikiran hukum Islam dapat mengunakanbeberapa prinsip sebagai berikut: Prinsip Maqashid al-Syari`ah, Prinsip Relativitas Fiqh,Prinsip Tafsir Tematik, Prinsip Kemaslahatan (al-Maslahat), Prinsip Kesetaraan dan KeadilanGender (al-Musawah al-Jinsiyah), Prinsip Pluralitas (al-Ta`addudiyyah), Prinsip Nasionalitas(al-Muwathanah),, Prinsip Penegakan HAM (Iqamat al-Huquq al-Insaniyah), PrinsipDemokrasi (al-Dimuqrathiyyah)Islam brings noble and ideal teachings sourced from God with the concept of the Qur'anand the example of implementation by the messenger of Allah in particular in raising the rankof women who have historically been marginalized to equal degrees and even seem moreglorified. The ideal Islamic concept of gender is refracted because of two things: first,understanding of textual and dogmatic sources of law. Second, the acquisition of Muslimsfrom the preachers who seemed patriarchal and and seemed to marginalize women in terms ofmaterial, so that returning the Muslims to gender bias in the era of ignorance before the arrivalof patriarchal Islam and marginalizing women.Laws made by the Indonesian government from the center to the level of villageregulations are deemed not to prosper women, instead they seem unfriendly to women. Thiscan be seen from the indicators used by the law that are symbolic and exploit the body of women, such as the obligation to cover the genitals, the obligation to veil, work in a closedarea, so that the reconstruction of Islamic law is prosperous and just. Reconstruction ofIslamic legal thought can use several principles as follows: Maqashid al-Shari'ah Principle,Principles of Fiqh Relativity, Thematic Interpretation Principles, Principles of Benefit (al-Maslahat), Principles of Equality and Gender Justice (al-Musawah al-Jinsiyah), PrinciplesPlurality (al-Ta`addudiyyah), Principles of Nationality (al-Muwathanah) ,, Principles ofHuman Rights Enforcement (Iqamat al-Huquq al-Insaniyah), Principles of Democracy (al-Dimuqrathiyyah)
Paradigma keilmuan Islam di perguruan tinggi Ummah, Sun Choirol
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i2.30300

Abstract

Science and religion should be able to be completed even if they should be able to work together and complement each other. On the other hand, there is unease among scientists who consider that methodological tools in science cannot be applied in religious studies, or assume that religious values cannot help scientists find the truth. In this case, there are those who still view that both (science and religion) are single entities or positioned as isolated entities. The antithesis of both is seen in the interconnected entities model as a more advanced perspective that touches on the problem of approaches and methods and procedures. There are four typologies of the relationship between science and religion that often arise including; conflict, independence, dialogue and integration. The most recent typology that is widely used is the integration combined with interconnection. It is appropriate for universities in Indonesia to strive to get closer, integrate and connect between science and religion so that the values of life that are in the area of meaning (religion) and want to be achieved can be achieved. Sains dan agama selayaknya dapat dipersandingkan bahkan keduanya seyogyanya mampu bersinergi dan saling mengisi. Di sisi lain, ada kegamangan di antara para ilmuwan yang  menganggap bahwa perangkat metodologis dalam ilmu pengetahuan tidak bisa diterapkan dalam kajian keagamaan, atau menganggap bahwa nilai-nilai agama tidak bisa membantu para saintis untuk menemukan kebenarannya. Dalam hal ini ada yang masih memandang bahwa keduanya (ilmu dan agama) merupakan single entity atau diposisikan sebagai isolated entities. Antitesis keduanya terlihat pada model interconnected entities sebagai cara pandang yang lebih maju yang menyentuh persoalan pendekatan (approach) dan metode berfikir serta penelitian (process and procedure). Ada empat tipologi hubungan sains dan agama yang sering muncul diantaranya; konflik, independen, dialog, dan integrasi. Tipologi terkini yang banyak digunakan yakni integrasi yang dikombinasikan dengan interkoneksi. Selayaknya perguruan tinggi yang ada di Indonesia berupaya keras untuk mendekatkan, mengintegrasikan dan mengoneksikan antara sains dan agama sehingga  nilai-nilai kehidupan yang berada pada wilayah makna (agama) dan ingin dituju bisa tercapai.
Strategi meminimalkan beban kognitif eksternal dalam pembelajaran matematika berdasarkan load cognitive theory Richardo, Rino; Cahdriyana, Rima Aksen
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i1.38228

Abstract

Memahami objek, konsep, prosedur merupakan salah satu tujuan mempelajari pelajaran matematika disekolah. Muatan materi yang cendrung kompleks dengan elemen-elemen yang abstrak menjadi masalah bagi siswa sehingga memunculkan beban kognitif, diantaranya adalah beban kognitif eksternal. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan beberapa strategi yang perlu diperhatikan dalam mendesain pembelajaran matematika agar dapat meminimalkan beban kognitif eksternal. Penelitian ini berupa studi kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, dilakukan dengan melakukan penelusuran referensi secara online melalui beberapa sumber basis data Google Cendikia, ERIC Institute of Education Science, serta Science Direct. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil kajian dalam studi ini terdapat 8 strategi dalam mendesain pembelajaran matematika untuk meminimalkan beban kognitif eksternal diantaranya The Goal-Free Effect, The Worked Exampel Effect, The Split-Attention Effect, The Modality Effect, The Redundancy Effect, The Element Interactivity Effect, The Imagination Effect dan The Guidance Fading Effect.Understanding objects, concepts, procedures is one of the goals of studying mathematics in school. Material content that tends to be complex with abstract elements becomes a problem for students so that it creates cognitive loads, including external cognitive loads. The purpose of this study is to show several strategies that need to be considered in designing mathematics learning in order to minimize external cognitive load. This research is in the form of library research (library research). The data collection technique in this study was carried out by searching for references online through several Google Cendikia database sources, ERIC Institute of Education Science, and Science Direct. Analysis of the data in this study using content analysis method. The results of the study in this study there are 8 strategies in designing mathematics learning to minimize external cognitive load including The Goal-Free Effect, The Worked Exampel Effect, The Split-Attention Effect, The Modality Effect, The Redundancy Effect, The Element Interactivity Effect, The Imagination Effect and The Guidance Fading Effect.
MENILIK PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MASA MODERN (Sebuah Pembacaan Awal) Fitria, Vita
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v14i1.3332

Abstract

Abstrak: Pembacaan pemikiran politik Islam masa modern berdasarkan ijtihadtokoh-tokoh pembaru akan mampu meletakkan dasar historis serta pembacaankritis tentang kondisi politik kekinian. Melalui pengkajian terhadap pemikiranbeberapa tokoh, pemikiran politik Islam masa modern cenderung didominasi olehgejala fundamentalisme. Namun, setelah para sarjana mengembangkan beberapaaspek kajian, pemikiran politik Islam masa modern seakan menjadi titik pijakpilihan bernegara oleh umat Islam. Paradigma "simbiotik" antara guru dan muridini kemudian menawarkan pencerahan untuk kondisi kontemporer saat ini.Kata Kunci: Politik Modern, Reformasi Pemerintah, Pemikiran Tokoh
KEGAGALAN PERANG DINGIN ANTARDUA NEGARA ADIDAYA: FAKTOR PENYEBAB DAN IMPLIKASINYA Murtamadji, Murtamadji
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3785

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mencoba mengungkap beberapa faktor penyebab gagalnya perang besar antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang boleh kita sebut sebagai Perang Dunia III di era Perang Dingin. Setelah berakhirnya PD II Amerika Serikat dan Uni Soviet dianggap sebagai dua negara adidaya yang memiliki kekuatan yang terkuat di dunia. Keduanya saling bersaing dan berusaha memperluas pengaruhnya terhadap negara-negara di dunia. Dari persaingan, pergolakan, dan ketegangan serta kecurigaan ini terjadilah konflik antara kedua negara Adidaya tersebut yang disebut Perang Dingin. Hingga pecahnya negara Uni Soviet Perang Dingin ini tidak kunjung terjadi. Kajian ini apat dijadikan pelajaran bagi negara-negara lain, terutama negara yang sedang berkembang untuk tidak menggantungkan diri pada negara besar dalam mencari perlindungan keamanan, agar tidak dijadikan alat untuk kepentingan promosi kekuatan senjata oleh negara super power. Justeru dengan mengembangkan kekuatan militer secara profesional yang dibarengi dengan pengembangan IPTEK dan persenjataan yang canggih, akan mampu mengimbangi kekuatan negara lawan, sehingga hal ini dapat berfungsi sebagai daya tangkal bagi negara lawan. Dari sinilah kita bisa mencermati jargon "Sivis Pakem Para Bellum", artinya "jika Anda ingin damai maka bersiaplah untuk perang".
MODEL KOMUNIKASI "WOM" SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN EFEKTIF Fadillah, Dani
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v15i1.7642

Abstract

ABSTRAKSistem komunikasi promosi adalah serangkaian komponen komunikasi yangmempunyai fungsi untuk mencapai tujuan promosi. Dalam arti yang lebih luaskomunikasi dalam kegiatan promosi adalah setiap prosedur yang menyebabkanmanajemen marketing dapat mempengaruhi sikap dan keputusan pelanggan atau calonpelanggan. Hal itu akan meliputi seluruh aspek perilaku manusia, termasuk ucapanyang kerap dilontarkan.Saat ini seiring dengan perkembangan teknologi banyak sekalimedia dan strategi yang muncul dan digunakan oleh berbagai produsen untukmempromosikan produknya. Mereka saling bersaing untuk menciptakan teknik terjituuntuk mempersuasi konsumen agar bersedia mengonsumsi dan setia terhadap produkatau jasa yang mereka tawarkan. Namun ada sebuah strategi klasik yang sangat sulittergantikan dalam mempromosikan sebuah produk, yaitu strategi "WOM" (word ofmouth) atau strategi "mulut ke mulut". Dalam bahasa Jawa strategi ini disebut dengannama getok tular. Keunggulan strategi model komunikasi "WOM" terletak dalamkemampuannya menyentuh unsur terdalam manusia dalam proses persuasi.Kata Kunci : komunikasi WOM, persuasi, strategi pemasaran.
PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH Rukiyati, Rukiyati
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23119

Abstract

Pendidikan moral di sekolah perlu dilaksanakan secara bersungguh-sungguh untukmembangun generasi bangsa yang berkualitas. Walaupun peran utama untuk mendidikmoral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di sekolah juga berperan besar untukmewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, sekolah, dan masyarakatbersama-sama bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak muda agar bermoral baiksekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Itulahtujuan utama pendidikan sebagaimana dinyatakan oleh Aristoteles. Pendidikan moral disekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek, yaitu: pendidik, materi,metode, dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan akan optimal. Moral education in schools needs to be carried out seriously to build a qualitygeneration of the nation. Although the main role of educating children's morals is in thehands of their parents, teachers in schools also play a major role in realizing the moral ofthe students they should be. Families, schools, and communities are jointly responsible foreducating young people to be morally good and intellectually smart so that they excel as ahuman being. That is the main purpose of education as stated by Aristotle. Moraleducation in schools must be designed comprehensively covering various aspects, namely:educators, materials, methods, and evaluations so that the results are expected to beoptimal.
PSIKOLOGI DAN KEPRIBADIAN PERSPEKTIF AL-QURAN Suparlan, Suparlan
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21005

Abstract

Psikologi modern lebih menitik  beratkan kajian sosial dan budaya manusia tanpa memberi  perhatian pengaruh spiritual manusia.Kajian psikologi yang demikian memiliki keterbatasan untuk mengungkap hajekat potensi psikologis manusia dan menjadi bias menentukan ke.pribadian manusia. Psikologi kepribadian perspektif Al-Quran perlu dikkaji dengan pertimbangan bahwa al-Qur'an adalah merupakan percikan dari kecerdasan Tuhan yang layak dijadikan sumber pedoman, tata nilai kehidupan bagi manusia. Al-Qur'an memberikan pandangan yang kompprehensif, bahwa manusia memiliki potensi bersifat fisik, jiwa, akal, hati dan ruh. Psikologi kepribadian Al-Qur'an adalah menekankan keseimbangan, yang terbentuk melalui dinamika tarik menarik antara dorongan potensi fisik dan potensi ruh, deengan pertimbangan hati, akal da nafs. Ada tida kelompok kepribadian menurut al-Quran: kepribadian imaro  bis suu' , lawwamah dan mutmainnah.
MENEROPONG PEMIKIRAN MARK JUERGENSMEYER TENTANG IDENTITAS AGAMA ANTI GLOBAL Ummah, Sun Choirol
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23121

Abstract

Agama antiglobal dalam cermatan Mark Juergensmeyer merupakan perwujudandari gerakan dalam agama yang anti-Westernisme. Gerakan agama ini membencimodernitas ala Barat jenis apa pun, baik dalam eksploitasi ekonomi, politik, maupunbudaya. Anehnya, gerakan agama ini skeptis dalam memandang modernisme, sekularisme,dan individualisme. Gerakan ini justru mengadopsi teknologi dan sistem moneter modernala Barat. Tidak hanya itu, gerakan ini juga mengklaim bahwa nasionalisme religious dinegara-bangsa modern merupakan ide bentukannya. Pada kenyataannya, gerakan agamaini justru mengalami kerancuan dalam memahami antara konsep westernisasi, modernisasidan globalisasi, hingga seolah ia kehilangan identitas dirinya. Identitas agama dianggappenting karena menjadi spirit, dasar pijakan, visi, dan misi sebuah gerakan.The antiglobal religion in Mark Juergensmeyer's view is the embodiment of the anti-Westernism movement. This religious movement hates any kind of Western-stylemodernity, both in economic, political and cultural exploitation. Strangely, this religiousmovement was skeptical in viewing modernism, secularism and individualism. Thismovement actually adopted technology and a modern Western-style monetary system. Notonly that, this movement also claimed that religious nationalism in the modern nation-statewas an idea formed. In fact, this religious movement actually experienced confusion inunderstanding between the concepts of westernization, modernization and globalization,until it seemed that it lost its identity. Religious identity was considered important becauseit became the spirit, foundation, vision and mission of a movement.

Page 4 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue