cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Memahami desain metode penelitian kualitatif Fadli, Muhammad Rijal
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i1.38075

Abstract

Tujuan artikel ini untuk memahami desain metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasilnya bahwa penelitian kualitatif dilakukan dengan desain penelitian yang temuan-temuannya tidak didapatkan melalui prosedur statistik atau dalam bentuk hitungan, melainkan bertujuan mengungkapkan fenomena secara holistik-kontekstual dengan pengumpulan data dari latar/setting alamiah dan memanfaatkanpeneliti sebagai instrument kunci. Penelitian kualiatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif, sehingga proses dan makna berdasarkan perspektif subyek lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif ini. Desain penelitian kualitatif ini dapat dijadikan sebagai metode dalam penelitian, karena desainnya dijabarkan secara komprehensif yang mudah untuk dipahami oleh kalangan peneliti dan akademisi. The purpose of this article is to understand the design of qualitative research methods. The method used is library research, data collection by searching for sources, and reconstruction from various sources such as books, journals, and existing researches. The result is that qualitative research is conducted with a research design where the findings are not obtained through statistical procedures or in the form of calculations, but rather aim to reveal phenomena in a holistic-contextual manner by collecting data from natural settings and utilizing the researcher as a key instrument. Qualitative research has a descriptive nature and tends to use an inductive approach analysis so that the process and meaning based on the subject's perspective are emphasized more in this qualitative research. This qualitative research design can be used as a method in research because the design is described in a comprehensive manner that is easy to understand by researchers and academics.
TAFSIR SOSIAL KONTEKSTUAL IBADAH KURBAN DALAM ISLAM Mahfud, Choirul
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v14i1.3331

Abstract

Abstrak: Dalam studi Islam, kurban merupakan salah satu ajaran mulia. Kurban secara bahasadimaknai mendekatkan diri. Secara istilah, kurban diartikan segala upaya mendekatkan dirikepada Allah dengan cara menjalankan apa saja yang diperintahkan sekaligus menjauhi yangdilarang. Ibadah kurban termasuk ajaran ideal. Namun begitu, dalam praktiknya masih adapersoalan yang dijumpai kenapa ada orang yang belum mengamalkan ajaran ibadah kurbansecara maksimal dalam kehidupannya. Hal itu disinyalir, diantaranya, karena adanya pemahamanyang cenderung tekstual ketimbang kontekstual sosial sepanjang hayatnya. Oleh karena itu,tulisan ini lebih memfokuskan pada pembahasan apa yang dimaksud ibadah kurban dalam Islam?Bagaimana tafsir sosial ibadah kurban dalam Islam tersebut? Apa saja manfaat menjalankanibadah kurban? Lalu, bagaimana implementasi dan implikasi kurban dalam Islam bagi kehidupansetiap manusia di dunia dan akhirat.Kata Kunci: Kurban, Tafsir Sosial Kontekstual, Islam
DINAMIKA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA DARI REZIM KE REZIM Sunarso, Sunarso
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v9i1.3784

Abstract

Kepentingan politik penguasa terhadap Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Indonesia dapat dirunut dalam sejarah perkembangan mata pelajaran ini, sejak munculnya dalam sistem pendidikan nasional pada era Orde Lama hingga Orde Reformasi. Mata pelajaran PKn ini muncul pertama kali tahun 1957. Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai misi yang khas. Mata pelajaran ini menonjol dengan misinya untuk mewujudkan sikap toleransi, tenggang rasa, memelihara persatuan dan kesatuan, tidak memaksakan pendapat, dan lain-lain, yang dirasionalkan demi terciptanya stabilitas nasional sebagai prasyarat bagi kelangsungan pembangunan. Di balik semua itu Pendidikan Kewarganegaraan sesungguhnya telah berfungsi sebagai alat penguasa untuk melanggengkan kekuasaan. Sosok Pendidikan Kewarganegaraan (Civic atau Citizenship Education) yang demikian memang sering muncul di sejumlah negara, khususnya negara-negara berkembang termasuk Indonesia seperti yang dikemukakan oleh Cogan (1998).
ETIKA SOSIAL DALAM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (Studi Kasus di Desa Kotesan Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Jawa Tengah) Dermawan, Andy; Nadia, Zunly
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v15i1.7641

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap lebih dalam fungsi etika sosial yang berlakudi dalam masyarakat Kotesan yang tidak hanya memegang teguh ajaran agama tetapi juga etikasosial di dalam bermasyarakat yang terwujud dalam kerukunan umat beragama di DesaKotesan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan pendekatan sosio-antropologis, yakni mencermati fenomena sosial-budaya yangberkembang di Kotesan sekaligus dan mencaritahu bagaimana masyarakat tersebut memaknaifenomena itu. Setting penelitian adalah Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, KabupatenKlaten, Provinsi Jawa Tengah yang merupakan masyarakat multikultural dari aspek keyakinanagama. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan Focus GroupDiscussion (FGD). Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif berupa reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan etika sosialmasyarakat desa Kotesan mempunyai signifikansi besar dalam rangka merajut hubungan sosialdan pengelolaan konflik yang ada di dalam masyarakat. Etika sosial yang terbangun di desaKotesan disebabkan oleh adanya persamaan konsepsi tentang ajaran leluhur yang menuntuthidup rukun, aman dan damai serta sebagai simbol kesetiaan dan kepatuhan dalam memeliharadan menjaga warisan leluhur yang mereka takzimi. Secara faktual menunjukkan tidak adapemisahan yang signifikan antara warga muslim dan warga yang nonmuslim di desa Kotesan,dalam pengertian tidak ada daerah muslim, daerah Kristen dan daerah Budha. Meski berbedabedaagama, tetapi mereka merasa berasal dari satu nenek moyang yang sama, merasa masihsatu darah atau keturunan. Sikap toleransi menjadi kunci bagi masyarakat Kotesan yang hidupdalam suasana harmonis.Meski diakui, sikap toleransi ini juga menyebabkan perpindahanagama (konversi agama) menjadi hal yang biasa.Kata kunci: Agama, Sosio-budaya, Etika Sosial dan Multikulturalisme
HOLISTIKA PEMIKIRAN TENTANG PEMBINAAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM BAGI SISWA OPEN SCHOOL Usman, Abd Malik
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.18567

Abstract

Pendidikan adalah ikhtiar memasukkan anak ke dalam nilai nilai, dan jugamemasukkan dunia nilai ke dalam jiwa anak. Islam sebagai system way of life yangsempurna menjadi sumber nilai yang ditransformasikan melalui pendidikan danpembinaan karakter bagi siswa open shcool, agar kelak menjadi generasi penerus umat danbangsa yang berkarakter unggul secara intelektual dan anggun secara moral yangtermanifestasikan pada aspek thinking, feeling, and action (berpikiran baik, berhati muliadan berperilaku terpuji), sebagai modal untuk membangun bangsa yang multikultural,serta meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam percaturan global. Education is an effort to assimilate children into values, and also incorporate the world ofvalues into the soul of the child. Islam as a perfect way of life becomes a source of valuethat is transformed through education and character building for open shcool students, sothat later it will become the next generation of people and nations who are morallysuperior and gracefully characterized by manifestations of thinking, feeling and action(good-minded, noble and commendable behavior), as a capital to build a multiculturalnation, and to increase competitive national civilization in the global arena.
TUHAN DAN ALAM PIKIRAN ANAK Syamsudin, Amir
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v8i1.21004

Abstract

Konsep ketuhanan pada anak sangat terkait erat dengan perkembangan moralitas anak. Perkembangan moralitas anak juga terkait erat dengan perkembangan kognitif anak. Semakin matang perkembangan kognitif anak, maka semakin matang pula perkembangan moralitas anak. Demikian pula semakin matang perkembangan moralitas anak, maka semakin jelas pula konsep ketuhanan dalam alam pikiran anak.Tahap perkembangan kognitif anak usia 0-7 tahun adalah sensorimotor dan pra-operasional. Tahap perkembangan moral anak usia 0-7 tahun adalah pra-moral, tidak dapat membedakan baik dan buruk. Tahap perkembangan konsep ketuhanan pada anak usia 0-6 tahun bersifat kongkrit. Tahap perkembangan konsep ketuhanan pada anak usia 6-10 tahun bersifat personifikatif, yaitu orang dewasa dianggap sebagai tuhan karena ialah yang memberikan hukuman kepada anak yang nakal dan memberikan pujian kepada anak yang patuh.
MENGGAGAS PENDIDIKAN ISLAM RESPONSIF GENDER Ratnasari, Dwi
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v17i1.23120

Abstract

Islam diturunkan ke dunia hanya untuk membebaskan manusia dari semua bentukketidakadilan. Dalam hubungan laki-laki dan perempuan, keadilan mensyaratkan tidak adadiskriminasi, tidak ada kecenderungan mengistmewakan jenis kelamin tertentu danmerendahkan jenis kelamin yang lain. Keadilan memberikan bobot yang sama dalam hakdan tanggung jawab baik perempuan maupun laki-laki. Keadilan tidak menempatkanperempuan sebagai subordinasi laki-laki. Ada prinsip-prinsip keadilan dalam hubunganlaki-laki dan perempuan yang terkandung di dalam nilai-nilai Islam universal. PendidikanIslam sebagai proses transformasi nilai-nilai Islam mempunyai peran penting dalammembentuk masyarakat agar memiliki kepekaan sensitive gender. Posisi tidak setaraantara peran laki-laki dan perempuan bukanlah bagian dari pendidikan Islam. Oleh karenaitu, perlu dikembangkan konsep pendidikan Islam responsif gender yang memberikankesempatan sama baik bagi laki-laki maupun perempuan untuk mengembangkan potensidirinya secara optimalIslam was revealed to the world only to free humanity from all forms of injustice. In therelationship of men and women, justice requires no discrimination, there is no tendency tolet down certain sexes and demean other sexes. Justice provides equal weight in the rightsand responsibilities of both women and men. Justice does not place women as subordinateto men. There are principles of justice in the relations of men and women contained inuniversal Islamic values. Islamic education as a process of transforming Islamic values hasan important role in shaping society to have gender sensitive sensitivity. The unequalposition between the roles of men and women is not part of Islamic education. Therefore,the concept of gender responsive Islamic education needs to be developed which providesequal opportunities for both men and women to develop their potential optimally
Front Achmad Widodo, Syukri Fathudin
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v19i2.30153

Abstract

Halaman awal hingga daftar isi
Model manajemen Madrasah Aliyah Pembangunan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Achmad Widodo, Syukri Fathudin; Sudrajat, Ajat; Sugiyono, Sugiyono
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v20i2.35584

Abstract

The article aims to see the Management Model of Madrasah Aliyah Laboratorium from the aspects of planning, organizing, implementing, and monitoring. At Madrasah Aliyah Pembangunan (MAP) UIN Jakarta. The research method used is qualitative. The results showed the Madrasah Aliyah Laboratory management model consists of the first three components: the organizational structure of the Madrasah Aliyah Laboratory, including management (Director) and Madrasah Implementer (Madrasah Head), the second existing culture (culture). in Madrasah Aliyah Laboratory including academic and non-academic including custom curriculum, reading habits, English-Arabic days and the three figures who play a role in Madrasah Aliyah Laboratorium, both head of a madrasah, teachers, and madrasah committee
PERCIKAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN HUMANIS RELIGIUS -, Rukiyati -
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v13i1.3325

Abstract

Abstrak : Terminologi pendidikan humanis religius diperkenalkan akhir-akhir inisebagai konsep pendidikan yang menarik dibincangkan lebih lanjut, setidaknyakarena dipandang sesuai dengan dasar falsafah pendidikan di Indonesia: Pancasila.Walaupun demikian, secara konseptual belum banyak ahli yang membahasnya.Penjernihan konsep pendidikan humanis religius perlu dilakukan sebagai upayamerumuskan teori pendidikan yang khas Indonesia. Merujuk pada tujuan pendidikannasional, dapat diketahui bahwa pendidikan di Indonesia sedikit banyak dilandasioleh konsep pendidikan humanis religius. Pemaparan lebih lanjut merupakanpercikan pemikiran penulis dengan metode analisis-sintesis mencoba menarikmakna yang terkandung di dalam konsep pendidikan humanis religius, dan landasanontologis yang mendasarinya. Di samping itu, juga dilakukan refleksi atas fenomenapendidikan yang terjadi di Yogyakarta dilihat dari perspektif pendidikan humanisreligius.Kata kunci: Refleksi Pemikiran, Pendidikan, Humanis-Religius.

Page 2 of 21 | Total Record : 207


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue