cover
Contact Name
I Gede Dharman Gunawan
Contact Email
dharman.gunawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dharman.gunawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan G Obos x Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. Indonesia
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Tampung Penyang: Jurnal Ilmu Agama dan Budaya Hindu
Core Subject : Religion, Social,
Tampung Penyang: Jurnal Ilmu Agama dan Budaya Hindu merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel konseptual dan artikel penelitian terkait dengan ilmu Agama Hindu dan Budaya Hindu yang diterbitkan oleh Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya.
Articles 78 Documents
KEDUDUKAN ANAK DI LUAR PERKAWINAN DALAM HUKUM WARIS ADAT SUKU DAYAK LAWANGAN DI DESA AMPAH KECAMATAN DUSUN TENGAH KABUPATEN BARITO TIMUR Budiarto Santoso
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.397

Abstract

Abstrak Tujuan artikel ini untuk mengetahui kedudukan anak di luar perkawinan dalam hukum waris adat suku dayak lawangan dan prosedur pengesahan pengangkatan anak menurut hukum adat suku dayak lawangan.Metode penulisan dalam artikel ini menggunakan metode penelitian hukum empiris. Hasil dari penelitian hukum ini adalah anak diluar perkawinan disebut anak Ampang, dan kedudukan anak ampang tetap diakui hak warisnya menurut hukum adat dayak Lawangan akan tetapi harus melalui prosedur hukum adat yakni ritual Saki Palas Pengangkan dan Saki Palas Jaa. Kata Kunci :Waris Adat, Lawangan, Ampang
IMPLEMENTASI NILAI KEHARIFAN LOKAL (HUMA BETANG) DALAM INTERAKSI SOSIAL MASYARAKAT DAYAK DI KOTA PALANGKA RAYA Ni Nyoman Rahmawati
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.426

Abstract

Maraknya pengaruh radikalisme melalui berbagai media digital di tengah-tengah masyarakat yang cendrung memicu terjadinya konflik, serta memecah belah persatuan bangsa dangan mendikotomi masyarakat menjadi kelompok-kelompok dengan ideology yang mereka yakini. Hai ini kalau dibiarkan tentu akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa yang telah mapan. Terkait hal ini pemerintah dewasa ini mewacanakan keharipan local (local genius) yang mengacu kepada masing-masing adat budaya sebagai pedoman dan acuan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian Indonesia sebagai negara multikultur akan semakin kuat dalam menghadapi gempuran radikalisme yang sengaja di hembuskan oleh segelintir orang. Salah satu keharipan local (local genius) tersebut adalah keharifan lokal Dayak yaitu filosofi huma betang. Untuk itu tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah mengetahui nilai-nilai keharifan lokal pada Filosofi Huma Betang dan implementasinya dalam Interaksi Sosial Masyarakat Dayak Di Kota Palangka Raya. Karya ilmiah ini di sajikan dalam bentuk kualitatif dengan data diperoleh melalui studi dokumen atau literature berupa karya ilmiah seperti jurnal, laporan hasil penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Dari hasil analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa nilai moralitas pada filosofi huma betang yang masih dipedomi oleh masyarakat Dayak di Kota Palangka Raya adalah nilai kebersamaan, gotong royong (handep), belom bahadat(etika), dan musyawarah mufakat (hafakat basarah). Nilai-nilai moralitas ini terimplementasikan dalam hukum adat Dayak yang dijadikan acuan dalam berprilaku sehari-hari.
CERITA DONGENG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI I Gede Dharman Gunawan; Pranata Pranata; Mitro Mitro
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.430

Abstract

bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Penanaman pendidikan karakter dapat diberikan lebih awal kepada anak usia dini melalui media cerita dongeng. Pentingnya cerita dongeng bagi anak usia dini, tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan pada otak kanan anak, psikologis, kecerdasan emosional, karakter mulia, serta meningkatkan imajinasi pada anak uasia dini. memberikan cerita dongeng kepada anak merupakan bagian penting dari pengasuhan anak. Selain bermanfaat untuk perkembangan psikologisnya, juga membuat anak merasa disayangi dan diperhatikan oleh orang tua. Sehingga tidak menyebabkan degradasi moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Melalui cerita dongeng sebagai media pendidikan karakter bagi anak usia dini, anak akan dapat belajar mengenai dunia, kehidupan, diri sendiri, maupun orang lain.Kata Kunci : Cerita Dongeng, Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini
YADNYA SEBAGAI PENGUATAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER I Komang Mertayasa
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.431

Abstract

Kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat terkadang tanpa disadari merupakan bagian dari pendidikan. Rangkaian pelaksanaan Panca Yadnya memiliki nilai yang dapat berfungsi sebagai Penguat Pendidikan Karakter. Namun masyarakat selama ini tidak banyak yang memahami hal tersebut, masyarakat lebih fokus pada terlaksananya Yadnya sebagai bentuk kewajiban yang timbul akibat dari kelahiran di dunia dan sebagai bentuk pelaksanaan Tri Rna, padahal dalam proses mulai dari penyiapan hingga pelaksanaan mampu untuk mendidik orang- orang yang terlibat di dalamnya. Hal ini menjadikan penting karena dapat dijadikan sebagai wadah dalam penguatan pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang dikuatkan dari rangkaian pelaksanaan Yadnya 1). Religiusitas, 2). Komunikatif, 3). Kerjasama (Gotong royong), 4). Bertanggung Jawab, dan 5). Kepedulian Sosial. Berbagai bentuk karakter yang dikuatkan dengan pelaksanaan Yadnya, baik bagi pelaku maupun orang-orang yang membantu pelaksanaanya. Kelompok suka duka merupakan organiassi tradisional hindu yang menjadi wadah dalam penguatan pendidikan karakter. Hal tersebut perlu diajarkan kepada generasi muda sehingga memiliki pemahaman yang komprehensif, dan Yadnya tidak hanya di maknai sebagai upacara ritual belaka, namun juga bagian dari pendidikan.
PROFESIONALISME PUSTAKAWAN DALAM ERA DIGITAL I Gusti Ayu Ketut Yuni Masriastri; Elekmida Sinaga
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.432

Abstract

AbstrakProfesionalisme pustakawan dapat diartikan sebagai kegiatan perpustakaan yang dilaksanakan berdasarkan keahlian, tugas pokok dan fungsi dan yang utama adalah rasa tanggung jawab pustakawan sebagai pengelola perpustakaan. Tanggung jawab seorang pustakawan merupakan suatu proses kerja yang didasari rasa tanggung jawab dan bukan hanya sekedar pekerjaan yang menjadi rutinitas. Tanggung jawab dalam pekerjaan harus dibarengi dengan upaya-upaya untuk menghasilkan karya atau kinerja yang lebih baik lagi melalui prosedur kerja yang benar.Tulisan ini membahas pengaruh era digital terhadap peningkatan profesionalisme pustakawan, dimana pustakawan sebagai ujung tombak kemajuan dan perkembangan perpustakaan. Oleh karena itu diharapkan membekali diri dan menggali potensi yang bermanfaat bagi organisasi induknya. Era digital merupakan tantangan berat bagi pustakawan tetapi sebaliknya mempermudah kegiatan kepustakawanan karena semua dikerjakan dengan digital. Sesuai latar belakang penulis seorang pustakawan (librarian) maka konsep era digital yang dibahas dalam tulisan ini diarahkan pada profesionalisme pustakawan.Kata Kunci : Pustakawan, Profesionalisme, Era Digital, Teknologi dan Informasi
Korupsi Penyalahgunaan Wewenang Perspektif Belom Bahadat citranu citranu
Tampung Penyang Vol 18 No 01 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i01.457

Abstract

This article to purpose determine the corruption of the abuse of authority and sanctions according to the Belom Bahadat principle. The study used is a normative legal study with the type of conceptual approach, doctrinal approach and statute approach. The results of this study include corruption in the abuse of authority violating the Belom Bahadat principle because corruption in the abuse of authority is a crime and is contrary to the appropriateness values and the order of life of the Dayak adat people, as well as the application of sanctions to corruptors who abuse the authority to obtain criminal charges and applying compensation.
Bhakti Marga Yoga sebagai Penangkal Pengaruh Negatif Penggunaan Teknologi Komunikasi Ni Putu Eka Merliana; Puspo Renan Joyo
Tampung Penyang Vol 18 No 01 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i01.465

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi menjadikan banyak perubahan baik itu dari perilaku, sosial, budaya bahkan kesemua sektor. Perubahan ini yang menjadikan masyarakat akan beketergantungan terhadap teknologi komunikasi. Tanpa disadari perkembangan teknologi komunikasi memberikan pengaruh negatif dalam pemanfaatannya. Sehingga perlu adanya peningkatan keimanan (religi) dalam hal ini pelaksanaan Bhakti Marga Yoga sebagai bentuk cinta kasih yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mengetahui pelaksanaan Bhakti Marga Yoga dalam kehidupan sehari-hari; 2) Mengetahui dampak penggunaan teknologi komunikasi; 3) Mengetahui implementasi Bhakti Marga Yoga dalam menangkal pengaruh negatif penggunaan teknologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data yang diperoleh berdasarkan referensi yang relevan terhadap permasalahan yang diangkat. Hasil didapat menunjukan bahwa pelaksanaan Bhakti Marga Yoga dapat menumbuhkan rasa cinta dan bahagia dalam diri sendiri sehingga akan berdampak positif bagi sesama dan alam semesta dalam bentuk perilaku dan pengendalian diri dari perbuatan yang tidak baik. Hal ini yang menunjukan bahwa dengan meningkatkan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa rasa mencinta dan menyayangi antara sesama manusia akan tumbuh dari dalam diri sehingga manusia dapat mengantisipasi dan menangkal pengaruh negatif dalam penggunaan teknologi komunikasi.
Pola Pendidikan Pranatal dalam Agama Hindu I Wayan Sumertha
Tampung Penyang Vol 18 No 01 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i01.478

Abstract

Abstraksi Kini perhatian para praktisi, dan pengamat pendidikan, demikian juga kesehatan, khususnya kesehatan Ibu dan anak, tertuju pada pendidikan Pranatal. Fenomena ini didukung juga oleh hasil temuan eksperimen ilmuwan Anthony Casper, yang bekerja untuk lembaga kesehatan anak dan perkembangan manusia untuk universitas Carolina di Amerika Serikat, menemukan bahwa : Makanan yang dimakan oleh Ibi yang sedang hamil, gagasan-gagasan yang dipikirkannya, kata-kata yang didengar, dan diucapkan mempengaruhi janin yang berada dalam kandungannya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk meneliti “Pola Pendidikan Pranatal dalam Agama Hindu”. Walaupun secara implisit pendidikan pranatal belum diatur dalam sistem pendidikan Nasional, tetapi secara eksplisit tanggung jawab tersebut ada pada pendidikan informal (pendidikan dalam keluarga). Adapun penelitian ini difokuskan pada dua permasalahan yaitu : (1) Latar belakang Pendidikan Pranatal dalam agama Hindu; dan (2) Pola Pendidikan Pranatal dalam agama Hindu. Penelitian ini adalah penelitian semi lapangan atau gabungan dari penelitian pustaka dan lapangan, dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan datanya menggunakan teknik Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil temuan penelitiannya menunjukan bahwa yang melatar belakangi pendidikan pranatal dalam agama Hindu adalah posisi atau kedudukan anak didalam keluarga sangat utama sebagai pembebas atau penyelamat orang tuanya, sehingga dikatakan sebagai cahaya yang menerangi kegelapan didalam keluarga, bagaikan sinar surya yang menerangi bumi. Kitab suci Weda baik Sruti, maupun smerthi (purana dan Itihasa), termasuk Ramayana dan Mahabharata, dan sastra-sastra Hindu lainnya banyak mengandung nilai-nilai pendidikan Pranatal. Sedangkan Pola pendidikan Pranatal Hindu, disamping melalui pola sikap dan prilaku hidup orang tuanya (calon Ibu, dan bapak) bayi dalam kandungannya, juga melalui pola Samskara atau upacara yajna yaitu : (1) Upacara Mekala-kalaan adalah Upacara pembersihan,dan Penyusian Sukla (Sperma), dan Swanita (Ovum/sel telur); (2) Upacara Garbhadhana samskara adalah : Upacara konsepsi atau pembuahan (penghamilan, membuat Istri menjadi hamil (hubungan intim suami istri); (3) Upacara Pumsawana Samskara adalah upacara permohonan diturunkan (lahirnya) anak suputra, yang dilakukan setelah usia kandungan tiga bulan; (4) Upacara Simantonayana Samskara adalah secara niskala, upacara membentengi bayi (kandungan) dari pengaruh jahat makhluk-2 halus (gaib), dan secara sekala melindungi istri (calon Ibu) oleh suaminya dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab, dilakukan setelah usia kandungan 4-5 bulan kalender; (5) upacara magedong-gedongan (khas Hindu Bali), upacara pembersihan, dan penyucian serta persiapan secara fisik maupun mental menyambut kelahiran bayi yang dilaksanakan pada usia kandungan 5-6 bulan kalender atau 6-7 bulan kalender Saka. Kata Kunci : Pola, Pendidikan-Pranatal, dan Agama Hindu)
Pelaksanaan Upacara Balian belaku Untung Menurut Agama Hindu Kaharingan Hindu Kaharingan Di Kota Palangka Raya Sulandra Sulandra
Tampung Penyang Vol 18 No 01 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i01.484

Abstract

Bagi Masyarakat Kalimantan Tengah Khususnya Agama Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya terdapat suatu upacara yaitu upacara Ritual Balian Balaku Untung .Balian Balaku Untungmerupakan ritualyang sangat sakral dan tidak dapat dilaksanakan berulang kali yang sifatnya berkaitan dengan manifetasi Ranying Hatalla dan hanya dapat dilaksanakan apabila sudah melewati beberapa tahap balian seperti; Balian Manyakidan Balian Mambuhul. Balian Balaku Untungtergolong dalam upacara ritual keselamatan dan permohonan umat Hindu Kaharingan yang harus melalui beberapa tahapan .Upacara Ritual Balian Balaku Untung Bagi umat Hindu Kaharingan diKota Palangka Raya merupakan sebagian ritual besar umat Hindu kaharingan. ”Ritual” merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau bisa juga berdasarkan tradisi. Kegiatan-kegiatan dalam ritual biasanya sudah diatur dan ditentukan, dan tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan.. “Balian” adalah seseorang yang bekerja pada sebuah ritual yang bertugas untuk berurusan dengan dunia atas dan dunia bawah dari para leluhur atau orang suci manifestasi Ranying Hatalla.Makna Dari Upacara Ritual Balian Balaku Untung dapat disimpulkan ke dalam beberapa Makna yaitu Makna Religius, Makna Budaya, dan Makna Keharmonisan
MENGGAGAS PEMBELAJARAN SANSKERTA YANG HUMANIS MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK Nyoman Raka
Tampung Penyang Vol 18 No 01 (2020): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v18i01.506

Abstract

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan. Pengalaman selama belajar seharusnya merupakan pengalaman yang menyenangkan, tanpa ada paksaan dan memang keinginan dari dalam diri pebelajar untuk belajar. Belajar Bahasa Sanskerta selama ini kurang diminati para pebelajar. Sebagian pebelajar merasa terpaksa belajar Bahasa Sanskerta, sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal. Maka perlu mengimplementasikan pembelajaran Sanskerta yang humanis yaitu pembelajaran yang menyebabkan pebelajar memang berkeinginan, termotivasi serta merasa senang dalam proses pembelajaran. Pembelajaran Sanskerta yang humanis akan lebih efektif jika dibarengi dengan pembelajaran berbasis otak, yang didesain berdasarkan prinsip belajar konstruktivisme. Kombinasi pengetahuan dan pengalaman serta waktu yang efektif akan merangsang daya ingat pengetahuan pebelajar ke arah yang lebih baik, sehingga mampu menggeser pengetahuan pebelajar dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang pebelajar.