cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Implementasi Praktik Jual Beli Pada Kegiatan P5 Dalam Pengembangan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Maria Qori’ah; Ikawati
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan sosial merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, serta menunjukkan empati terhadap orang lain. Namun, pada praktiknya pengembangan kemampuan sosial anak di lembaga PAUD masih belum menjadi fokus utama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi praktik jual beli pada kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam mengembangkan kemampuan sosial anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di TK Khadijah 25 Banyuwangi dengan subjek penelitian sebanyak 18 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dengan kepala sekolah dan guru kelas, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi praktik jual beli dalam kegiatan P5 dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan sosial anak yang terlihat dari peningkatan interaksi, komunikasi, sikap antri, dan berbagi dengan teman sebaya. Dengan demikian, praktik jual beli sebagai pembelajaran kontekstual dalam kegiatan P5 efektif dalam menstimulasi perkembangan kemampuan sosial anak usia dini serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna melalui aktivitas yang menyenangkan. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya faktor pendukung guru sebagai fasilitator dalam kegiatan ini.
Implementasi Aplikasi Sipades 3.0 Untuk Meningkatkan Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Aset Di Desa Kandangan Aisyah Zarkasi; Waspodo Tjipto Subroto
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the low transparency and accountability in village asset management due to manual recording and limited information access. It aims to analyze the acceptance of the Village Asset Management System (SIPADES 3.0) in improving transparency and accountability in Kandangan Village. The research uses a qualitative case study approach conducted in Kandangan Village, Cerme District, Gresik Regency, involving the village head, secretary, SIPADES operator, and community members. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing with triangulation. The results show that SIPADES 3.0 improves asset recording order, facilitates inventory management, and enhances reporting quality. Transparency and accountability have increased, although challenges remain in limited human resources and digital literacy. Overall, SIPADES 3.0 is effective in supporting transparent and accountable village asset management, but strengthening officials’ capacity and infrastructure remains necessary.
Efektivitas  Servant Leadership  Dalam Meningkatkan  Kesejahteraan  Pendidik  dan Tenaga Kependidikan  Di  SMK Nurul Ilmi Darunnajah 14 ( Studi Kasus Di Pesantren Darunnajah 14 Sindangheula-Pabuaran ) Hani Sobihah; E. Syarifudin; Abdul Muin; Anis Zohriah; Hanafi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan dalam lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam mengarahkan bawahan serta menyesuaikan diri terhadap perubahan untuk memenuhi kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan. Gaya servant leadership di SMK berpengaruh terhadap kualitas lembaga, budaya organisasi, serta pencapaian visi dan misi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SMK Nurul Ilmi Darunnajah 14. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai servant leadership yang diterapkan meliputi listening, empathy, healing, awareness, persuasion, conceptualization, foresight, stewardship, commitment to the growth of people, dan building community. Kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan mencakup kesejahteraan material (finansial) dan immaterial (nonfinansial). Penerapan servant leadership berdampak pada meningkatnya loyalitas, motivasi kerja, kepercayaan, kerja sama tim, serta keharmonisan di lingkungan sekolah. Faktor pendukung meliputi sarana prasarana, budaya pesantren yang kuat, komunikasi terbuka, komitmen pengembangan profesional, dan keteladanan kepala sekolah. Faktor penghambat antara lain perbedaan karakter pendidik, keterbatasan waktu pembinaan personal, kesenjangan pemahaman visi sekolah, serta beban kerja kepala sekolah yang tinggi. Upaya mengatasi hambatan dilakukan melalui empati dan kecerdasan emosional pemimpin, kepemimpinan visioner, keteladanan (uswatun hasanah), serta motivasi untuk membangun keharmonisan di sekolah.
The Application of Albert Bandura's Social Cognitive Theory in Education and Parenting Ulil Abshar; Annisak Rofifah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of Albert Bandura’s Social Cognitive Theory within educational and parenting contexts by addressing the problem of how personal factors, behavior, and environment interact to shape students’ learning outcomes. The research aims to explain the mechanisms of observational learning, self-efficacy, and reciprocal determinism in influencing students’ academic performance and developmental competencies. Data were collected through literature review, analysis of empirical studies, and examination of documented cases related to classroom practices and parenting strategies. The findings indicate that modeling, reinforcement, and environmental structuring significantly enhance students’ cognitive strategies, motivation, and self-efficacy. The study also shows that effective educational environments and supportive parenting strengthen students’ adaptive behaviors and learning autonomy. These results highlight the importance of integrating positive models and self-efficacy building approaches into instructional and parenting practices. In conclusion, Social Cognitive Theory offers a robust framework for improving educational processes and promoting holistic student development.
Struktur Argumentasi pada Bagian Hasil dan Pembahasan Penelitian Tindakan Kelas: A Systematic Literature Review Silvi Nabilatul Hasanah; Felicia Quthrotun Nada; Silfi Putri Suciyati; Dwi Nur Lailiya Rahmadani; Imron Fauzi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the structure and patterns of argumentation in the results and discussion sections of Classroom Action Research (CAR) through a Systematic Literature Review (SLR). Although CAR is widely applied to improve classroom practices, the quality of academic argumentation in reporting findings varies considerably. This review follows systematic procedures, including identification, screening, eligibility assessment, and inclusion, and employs qualitative content analysis to explore rhetorical structures and argumentation patterns. The findings reveal that most CAR reports include several key rhetorical moves, namely the presentation of findings, interpretation, comparison with previous studies, pedagogical reflection, and teaching implications. However, the analysis also shows that a significant number of studies remain predominantly descriptive, with limited integration of theoretical frameworks and insufficient depth in analytical interpretation. More specifically, many articles report improvements across action cycles without critically linking empirical evidence to existing theories or prior research. This study contributes to the literature by proposing a conceptual framework that integrates empirical findings, reflective practice, and theoretical perspectives to strengthen academic argumentation in CAR reporting. The novelty of this study lies in its integrative analysis of the relationship between rhetorical structure, argumentation patterns, and the methodological characteristics of CAR within a systematic review framework
Analisis Evaluatif Keterlibatan Penonton Pada Konten Ritual Di Youtube Budaya Baline Channel Eko Agung Sugiyarto; Ismiyati Hanum
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana audiens terlibat dengan konten ritual di kanal YouTube Budaya Channel Baline Channel, yang berfungsi sebagai media yang membantu melestarikan tradisi Hindu di tengah era globalisasi. Teori penggunaan dan pembayaran digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 75 video yang dianalisis menggunakan metrik keterlibatan seperti jumlah penayangan, tanda suka, dan komentar. Penelitian menemukan bahwa rata-rata penayangan untuk setiap video adalah 3.120, dengan tanda suka rata-rata 24,75, dan komentar rata-rata 2,10. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar audiens tetap bertindak sebagai konsumen pasif. Kualitas thumbnail, konsistensi produksi, dan waktu publikasi adalah faktor luar yang lebih mempengaruhi keterlibatan daripada durasi video atau jenis ritual yang ditampilkan. Konten bertema Pitra Yajna menunjukkan tingkat keterlibatan yang paling tinggi, menunjukkan pentingnya nilai budaya untuk menarik perhatian audiens. Audiens memanfaatkan kanal ini untuk memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, dan pemahaman keagamaan dari sudut pandang manfaat dan keuntungan. Penelitian ini menemukan bahwa YouTube dapat memperkuat perannya sebagai media pelestarian tradisi Hindu dengan meningkatkan keterlibatan audiens dengan mengoptimalkan elemen visual, memilih tema yang relevan, dan menggunakan strategi publikasi yang tepat.
Studi Konseptual: Mengadopsi Agile Management pada Manajemen Kurikulum untuk Meningkatkan Resiliensi Lembaga Pendidikan Tinggi Fernando Eko Mardiansyah; Muhammad Rendi Septriawan; Riana Putri Sari
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga Pendidikan Tinggi (LPT) saat ini berada di tengah pusaran disrupsi teknologi dan perubahan kebutuhan pasar kerja yang eksponensial. Dinamika ini menuntut kurikulum yang tidak hanya relevan tetapi juga adaptif. Namun, manajemen kurikulum tradisional sering kali terjebak dalam siklus birokrasi yang kaku dan prosedur evaluasi jangka panjang (tahunan), sehingga gagal merespons perubahan kebutuhan industri secara instan. Kondisi ini pada akhirnya melemahkan resiliensi institusi dalam menghadapi ketidakpastian global. Studi konseptual ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam potensi adopsi Agile Management sebuah paradigma manajemen yang mengedepankan pendekatan iteratif, kolaboratif, dan fleksibel ke dalam tata kelola kurikulum. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis dan analisis komparatif, artikel ini mengonstruksi kerangka teoretis mengenai integrasi prinsip-prinsip Agile. Fokus utama diberikan pada penerapan mekanisme Scrum untuk iterasi pengembangan materi, pembentukan tim kerja lintas fungsi (cross functional teams) yang melibatkan akademisi dan praktisi, serta penciptaan simpul umpan balik cepat (rapid feedback loops) dari pemangku kepentingan. Hasil analisis konseptual menunjukkan bahwa transformasi menuju manajemen kurikulum berbasis Agile memungkinkan LPT untuk melakukan penyesuaian materi pembelajaran secara real-time berbasis data industri terbaru. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing dan relevansi lulusan di pasar kerja, tetapi juga memperkuat resiliensi organisasi dalam memitigasi risiko kegagalan relevansi pendidikan di masa krisis. Studi ini memberikan implikasi strategis bagi pengambil kebijakan di pendidikan tinggi untuk mereformasi struktur tata kelola kurikulum menjadi lebih lincah, responsif, dan berkelanjutan.
Analisis Efektivitas Media Pembelajaran Digital Dalam Meningkatkan Keterlibatan Belajar Siswa Sekolah Dasar Ratika Rahmi; Rahma Puspita; Elisa Rohali Hasibuat; Rosa Caecilia Br Sitanggang; Rahmilawati Ritonga
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital beberapa tahun terakhir telah memberikan perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama pada jenjang sekolah dasar. Media pembelajaran digital dianggap mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, kontekstual, dan interaktif bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran digital dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa sekolah dasar melalui metode studi literatur. Analisis dilakukan dengan meninjau berbagai penelitian dalam rentang waktu 2018–2025 yang berfokus pada penggunaan media digital seperti video pembelajaran, animasi, permainan edukatif, aplikasi pembelajaran interaktif, e-modul digital, learning management system (LMS), serta platform kuis berbasis teknologi. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa media pembelajaran digital memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlibatan belajar siswa sekolah dasar, mencakup keterlibatan kognitif, afektif, dan perilaku. Siswa cenderung lebih mudah memahami materi, lebih termotivasi, lebih aktif berpartisipasi, dan menunjukkan keterlibatan emosional yang lebih positif ketika pembelajaran menggunakan media digital. Namun, efektivitas media digital sangat dipengaruhi oleh faktor lain seperti literasi digital guru, kesiapan infrastruktur sekolah, kualitas desain media, serta dukungan lingkungan belajar di rumah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media digital dapat menjadi strategi pembelajaran yang sangat efektif jika diimplementasikan dengan tepat dan didukung oleh faktor pendukung yang memadai. Rekomendasi diberikan agar sekolah memperkuat literasi teknologi bagi guru, meningkatkan ketersediaan perangkat pembelajaran digital, serta memberikan pelatihan berkelanjutan dalam merancang media pembelajaran yang berkualitas.
Internalisasi Nilai Ubudiyah Melalui Budaya Mengaji Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK YPM 12 Tuban Much. Machfud Arif; Khotimatus Sa’adah; Alfi Manzilatir Rohmah; Lailatul Mahmuddah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the internalization of ubudiyah values through the culture of Qur’an recitation in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMK YPM 12 Tuban. The background of this research is based on the tendency of PAI learning that still emphasizes cognitive aspects, so it has not fully succeeded in shaping students’ religious character. Therefore, a learning approach is needed that integrates cognitive, affective, and psychomotor aspects through value internalization. This study aims to analyze the process and impact of internalizing ubudiyah values through the culture of reciting the Qur’an. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students as research subjects. The results show that the internalization process is carried out through stages of value transformation, value transaction, and transinternalization supported by habituation and teacher role modeling. The implementation of Qur’an recitation culture at the end of learning has proven effective in strengthening students’ understanding and appreciation of Islamic teachings. The impact of this activity includes improving students’ worship practices, discipline, emotional stability, and the formation of a religious school environment. These findings indicate that the integration of religious culture in learning can be an effective strategy in strengthening the internalization of Islamic values. The implication of this research emphasizes the importance of developing learning models based on school religious culture to support the formation of students religious characterin a sustainable manner.
Makna Simbolik Uang Hilang Dalam Tradisi Bajapuik Pada Perkawinan Adat Minangkabau Di Kabupaten Padang Pariaman Padli Suherman; Laila Fitriah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui Makna Simbolik uang hilang dalam Tradisi Bajapuik Pada Perkawinan Pada Perkawinan Adat Minangkabau Di Kabupaten Padang Pariaman. Teknik pengumpulan data yang di gunakan peneliti gunakan  adalah teknik observasi, teknik wawancara,teknik dokumentasi,teknik analisis data dan teknik keabsahan data. Hasil penelitian pada makna simbolik uang hilang pada tradisi bajapuik pada perkawinan adat minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman menggunakan pengertian makna denotasi dan makna konotasi dari makna dan mitos yang terdapat di dalam uang hilang pada tradisi bajapuik. Makna denotasi adalah tahap awal untuk melakukan signifikasi pertama pada suatu objek yang menjelaskan makna awalan objek tersebut, sedangkan makna konotasi adalah signifikasi lanjutan yang menjelaskan suatu makna secara filosofis, perasaan, dan emosi yang di buat oleh masyarakat  hingga makna tersebut menjadi mitos. Adapun makna uang hilang itu sendiri adalah bentuk perjanjian antara kedua pihak keluarga calon mempelai untuk serius melaksanakan prosesi pernikahan hingga semua prosesi selesai dan calon mempelai sah menjadi pasangan suami istri tanpa ada niatan membatalkan pernikahan di tengah prosesi  tradisi yang sedang dilakukan , semua komponen yang ada di dalam uang hilang memiliki makna keseriusan dan perjanjian untuk melaksanakan pernikahan hingga selesai. Makna di dalam uang hilang tidak lepas dari unsur-unsur agama, karena didalam agama pernikahan adalah suatu ikan yang suci yang tidak boleh di permainkan baik dari pelaksaan sebelum pernikahan ataupun setelah sah menjadi pasangan untuk menjalankan ibadah pernikahan, dikarenakan tradisi uang hilang ini dilakukan secara turun temurun masyarat mengangap bahwa uang hilang harus ada di setiap dalam tradisi bajapuik sehingga menjadi mitos masyarakat Minangkabau Kabupaten Padang Pariaman