cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Interaksi Harmonis dalam Masyarakat Plural: Tinjauan Literatur tentang Kolaborasi Antar Ras, Budaya, Agama, dan Gender Acep Rahmat Acep Rahmat; Tari Rahmatila; Salsabila Saqina; Rijal Jainal Arifin
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine harmonious interactions in a pluralistic society with a focus on collaboration between races, cultures, religions and gender through literature review methods. A pluralistic society that is rich in diversity presents both potential and challenges in creating social harmony. This study identifies the basic concepts of harmonious interaction, factors that support cross-group collaboration, challenges faced, and effective practices and policies to promote social harmony. The results of the analysis show that multicultural education, inclusive policies, dialogue between groups, and the role of positive media are key elements in building mutually respectful and supportive interactions. However, challenges such as stereotypes, prejudice, social polarization and sub-optimal policy implementation are still major obstacles. This study provides recommendations for strengthening collaboration through a more inclusive approach, education that supports tolerance, and collaborative initiatives involving various parties. It is hoped that these findings can provide academic and practical contributions in efforts to create a peaceful, inclusive and productive society.
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PRAKTIK PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN AMERIKA Fikri Muhammad Latif; Acep Rahmat Acep Rahmat; Nindi Ikli Kamila; Ahmad Faishal Sopyan
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the implementation of multicultural education in Indonesia and the United States, taking into account the different historical, social, and political contexts in the two countries. Indonesia is a country rich in ethnic, cultural and religious diversity, which becomes social capital and requires inclusive and pluralist education to maintain social cohesion in the midst of plurality. On the other hand, multicultural education in the United States emerged as a response to the civil rights struggle and efforts to accommodate diversity amid the dominance of the white majority group. The implementation of multicultural education in America focuses on cultivating identity through an inclusive curriculum, while in Indonesia, multicultural education is more directed at building harmonization and tolerance between ethnic groups in order to maintain national unity. This research uses a qualitative approach with a literature study, collecting data from various literature sources. The findings show that although the general goal of multicultural education in both countries is similar, namely to build a just and democratic society, the way it is implemented is strongly influenced by the context of each country. In the United States, the implementation of multicultural education is driven by the principles of equal rights and social justice, while in Indonesia it emphasizes the formation of a pluralist and tolerant national character. This research provides insights into multicultural education approaches that can be learned and applied according to the social and cultural characteristics of each country.
PERAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMELIHARA KEBERAGAMAN BUDAYA DAN IDENTITAS KOLEKTIF Ahmad Jamal; Acep Rahmat Acep Rahmat; Muhammad Ihda Hidayatur Ramadan; Muhammad Sulaiman Al-Muzzamil
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the role of education in preserving cultural diversity and group identity. The research employs a literature review method, gathering research sources from articles, journals, and books relevant to the topic of discussion. The findings reveal that Islamic education plays a crucial role in addressing several issues, such as juvenile delinquency and crimes committed by minors, as these problems significantly impact social life. Therefore, one solution to these challenges is through multicultural education, specifically the "Merdeka Belajar" (Freedom to Learn) program, which includes P5P2RA, emphasizing global diversity character education. Additionally, the study highlights two key aspects: first, the role of school principals, who must support all aspects of the school to achieve quality education; and second, the role of teachers, who play a vital role in multicultural education by implementing effective strategies to understand multicultural education concepts.  The impact of these efforts, through the principal's role in implementing the "Merdeka" curriculum via P5P2RA, is positive, as students gain extensive knowledge about cultural diversity.    
Implementasi Konsep Trilogi Pada Masa Modernisasi Nilna fadilata; Fadhil; Livia; hilma Latifah; Jafar
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi membawa berbagai perubahan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam pengamalan nilai-nilai agama. Konsep Trilogi Iman, Islam, dan Ihsan menjadi landasan utama dalam ajaran Islam yang mencakup keyakinan, syariat, dan moralitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konsep tersebut dalam konteks modernisasi serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari berbagai literatur, termasuk kitab klasik, jurnal ilmiah, dan buku-buku kontemporer yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman, Islam, dan ihsan memiliki relevansi yang besar dalam menjaga keseimbangan spiritual, sosial, dan moral di tengah arus modernisasi. Namun, implementasinya menghadapi tantangan nyata seperti krisis iman, formalitas dalam pelaksanaan syariat, dan penurunan nilai-nilai ihsan dalam kehidupan sosial. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan strategis melalui pendidikan berbasis tauhid, dakwah kontekstual, dan penguatan nilai-nilai moral di keluarga dan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, Trilogi Iman, Islam, dan Ihsan dapat menjadi solusi bagi umat Islam untuk tetap relevan dalam menjalani kehidupan modern.
Pendidikan Global dan Multikultural dalam Keadilan, Kesetaraan, serta Hak-Hak Individu dan Kelompok Muhamad Lutfi Alfayumi; Acep Rahmat; Alvin Reza Pahlevi; Rizky Nurwanda
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan global dan multikultural berperan penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan di tengah arus globalisasi. Tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, pendidikan ini juga bertujuan untuk membentuk kesadaran global dan menghargai keragaman budaya, agama, serta pandangan hidup. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan teknik analisis dokumen untuk menggali kebijakan pendidikan global dan multikultural terkait keadilan, kesetaraan, dan hak-hak individu serta kelompok. Pendidikan multikultural fokus pada pengajaran nilai-nilai kemanusiaan universal dan menciptakan lingkungan belajar inklusif, sementara pendidikan global membantu siswa memahami isu-isu global dengan perspektif saling ketergantungan. Keduanya menekankan pengakuan hak-hak individu dan kelompok, termasuk minoritas, serta pentingnya kebijakan pendidikan yang mendukung inklusi dan kesetaraan untuk mengatasi ketidakadilan dan ketimpangan.
Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Dan Kebijakan     Merdeka Belajar Yan Nurcahya; Widiati Isana; Deri Sugiarto; M Kautsar Thariq Syah
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ki Hadjar Dewantara through Taman Siswa has inherited the embryo of an education system based on local Indonesian culture. Teaching in Taman Siswa is based on two main principles, namely among and pamong. The principle of among places students as the main target and priority that must be "served". Meanwhile, pamong emphasizes the teacher's task to provide facilities, motivation, inspiration and conditions for students to learn according to their desires and abilities to learn individually or student learning independence. His thoughts on education for the Indonesian nation, one of which is the foundation for releasing colonialism from the Netherlands. The method used by the author in this article is the historical research method. The historical method used in this article consists of four stages, namely heuristic, verification, interpretation. The application of education for Indonesian citizens in general, without classifying the economic and racial capabilities of citizens at that time, contributed greatly to the Indonesian nation in advancing education and national thinking.
Pengaruh Penggunaan Media Internet Terhadap Efektivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Esya Fatma
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media internet terhadap efektivitas belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Ciledug Al-Musadaddiyah Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui angket yang disebarkan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media internet dalam pembelajaran PAI di sekolah ini tergolong dalam kategori "Sangat Baik", dengan nilai rata-rata pernyataan sebesar 84,14%. Efektivitas belajar siswa juga masuk dalam kategori "Baik", dengan nilai rata-rata sebesar 75,67%. Selain itu, analisis uji hipotesis menunjukkan adanya korelasi moderat (r = 0,497) antara penggunaan media internet dan efektivitas belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media internet dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses informasi, dan mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses belajar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam mata pelajaran PAI.
Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam(Penelitian di Kelas XI SMA Ciledug Al-Musadaddiyah, Garut) Roby Muzaqi
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui penggunaan metode role playing pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ciledug Al-Musadaddiyah Garut. (2)Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ciledug Al-Musadaddiyah Garut. (3)Untuk mengetahui pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Ciledug Al-Musadaddiyah  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif survey, yaitu penelitian yang diambil berdasarkan fenomena yang terjadi dengan mengambil keputusan dari data hasil sampel dengan menggunakan uji statistik. Dengan mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena. Dalam penelitian ini digunakan populasi sebanyak 29 responden dengan sampel menggunakan teknik Nonprobability Sampling sebanyak 29 responden.  Hasil yang diperoleh meliputi (1) ada Pengaruh Metode Role Playing Di SMA Ciledug Al-Musadaddiyah Garut dengan skor presentase rata-rata80,2% dengan kriteria baik. (2) adapun Hasil Belajar Siswa Di SMA Ciledug Al-Musadaddiyah Garut dengan skor presentase rata-rata 84,4% termasuk kategori Baik.(3) Adapun Pengaruh Metode Role Playing Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Ciledug Al-Musadaddiyah Garut dengan hasil t hitung > t tabel (7,23 > 2,05) Artinya bahwa H1 diterima H0 ditolak. Dengan hasil presentase sebesar 66,767% sedangkan 33,233% dipengaruhi oleh faktor seperti lingkungan, tempat tinggal siswa, dukungan dari orang tua  juga bimbingan guru yang memiliki kompetensi.
Model Flipped Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Penelitian Di Kelas XI SMA Negeri 17 Garut) Rostina Hadiyanti
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Flipped Classroom terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas XI SMA Negeri 17 Garut, khususnya materi Pentingnya Hormat dan Patuh pada Orang Tua. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan Quasi Eksperimental Design dan Nonequivalent Control Group Design. Sampel diambil menggunakan teknik Purposive Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Flipped Classroom di kelas eksperimen memperoleh hasil observasi dan angket sebesar 82%, dengan kategori "sangat baik". Sebelum penerapan, nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 68, dan kelas kontrol adalah 73. Setelah penerapan model Flipped Classroom, nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat menjadi 83, sementara kelas kontrol menjadi 88. Uji t menunjukkan bahwa Thitung = 6,63 > Ttabel = 2,66, yang berarti model Flipped Classroom berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hasil uji N-Gain menunjukkan peningkatan nilai rata-rata yang signifikan di kelas eksperimen dengan kategori sedang (0,64). Dengan demikian, model Flipped Classroom terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
Efektivitas Pembelajaran Ilmu Nahwu Dengan Menggunakan Metode Sorogan Di Pondok Pesantren Al- Majid Tarogong Garut Iis Badriah
Advances In Education Journal Vol. 1 No. 5 (2025): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran Ilmu Nahwu dengan menggunakan metode Sorogan di Pondok Pesantren Al-Majid Tarogong Garut. Metode Sorogan merupakan salah satu metode tradisional yang mengandalkan interaksi langsung antara guru dan santri dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Sorogan efektif dalam meningkatkan pemahaman dasar santri terhadap kaidah-kaidah Ilmu Nahwu, terutama dalam konteks pembelajaran tatap muka yang intensif. Namun, ditemukan pula beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu dan beban pengajaran yang dapat menghambat kelancaran proses pembelajaran. Selain itu, meskipun metode ini berhasil dalam pembelajaran dasar, penggabungan dengan pendekatan lain, seperti media pembelajaran digital dan latihan soal, dinilai dapat meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini menyarankan agar Pondok Pesantren Al-Majid Tarogong Garut mempertimbangkan adaptasi metode Sorogan dengan inovasi pembelajaran yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam metode ini

Page 5 of 45 | Total Record : 447