cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Overview of stunting conditions in Dusun Bolodog Tasikmalaya Regency Ajda Firasyan Shiddiq; Oryza Nur Septia
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62412

Abstract

Stunting has become a national problem in almost all regions of Indonesia. Tasikmalaya Regency is one of the areas with a high percentage of stunting in West Java Province. Thematic KKN Si Penting is a community service program implemented by universities as an implementation of the Tri Dharma of Higher Education. This activity is an effort by universities to contribute to preventing stunting in the community. This community service aims to provide knowledge related to stunting to the community and analyze the conditions in the Bolodog Hamlet area of Tasikmalaya Regency. Socialization is a method used in distributing materials, and observations and surveys are carried out to analyze the conditions of mothers and children, namely by distributing questionnaires. The questionnaire was distributed to 15 mothers as respondents, and directions were given by students as facilitators. The survey results showed that overall, the stunting conditions in the Bolodog hamlet area were relatively low through an analysis of the results of each question from the questionnaire, with the majority of participants having maintained or improved conditions for children and their environment to create an anti-stunting environment.   Abstrak Stunting telah menjadi masalah nasional yang terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Kab. Tasikmalaya menjadi salah satu daerah yang memiliki persentase stunting yang tinggi di Provinsi Jawa Barat. KKN Tematik Si Penting adalah program pengabdian yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini menjadi upaya perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam turut serta melakukan pencegahan stunting di masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait stunting kepada masyarakat serta menganalisis kondisi yang ada di daerah Dusun Bolodog Kab. Tasikmalaya. Sosialisasi menjadi cara yang dilakukan dalam pembagian materi, dan observasi serta survei dilakukan untuk analisis kondisi ibu dan anak yakni melalui pembagian angket. Angket dibagikan kepada 15 ibu sebagai responden disertai dengan arahan dari mahasiswa selaku fasilitator. Hasil survei menunjukkan bahwa bahwa secara keseluruhan, kondisi stunting di daerah dusun Bolodog sudah relatif rendah, melalui analisis hasil masing-masing pertanyaan dari angket dengan mayoritas partisipan telah menjaga atau memperbaik kondisi bagi anak dan lingkungannya agar menciptakan lingkungan yang anti stunting. Kata Kunci: anak usia dini; perkembangan motorik; sosialisasi; stunting
Stunting prevention counseling and supplementary feeding in Margaasih Djakwan Vici Mulyadi; Tita Nurjanah; Awalia Latifa Mayda Ikrimah; Dimas Hot Asi Pasiribu
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.62263

Abstract

The Supplementary Feeding Program (PMT) is intended to provide additional nutrition to children in need and who are growing. To prevent stunting, this Supplementary Feeding is not only given to children but also to pregnant women. The Supplementary Feeding Program must be adjusted to local conditions, especially local food conditions. The ultimate goal of this program is to ensure that children get the right nutrition so that they grow optimally and reduce the risk of stunting and other nutritional problems. We design activities in the form of counseling and making additional food. Counseling is carried out directly with a lecture method on preventing stunting, which begins with a pre-test, presentation of material, and post-test. The counseling material consists of two main materials, namely breast milk and complementary foods intended to prevent stunting. PMT can be distributed in the form of rice and fish nuggets at the end of the presentation session, which can be practiced at home by pregnant women and mothers of toddlers.   Abstrak Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ditujukan untuk memberikan tambahan nutrisi pada anak-anak yang membutuhkan dan sedang dalam masa pertumbuhan. Dalam rangka pencegahan stunting Pemberian Makanan Tambahan ini tidak hanya diberikan pada anak saja melainkan kepada ibu hamil juga. Program Pemberian Makanan Tambahan perlu disesuaikan dengan kondisi lokal setempat terutama keadaan pangan lokalnya. Tujuan akhir dari program ini ialah untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang sesuai agar mereka tumbuh kemang secara optimal dan mengurangi risiko stunting dan masalah gizi lainnya. Mahasiswa peserta pengabdian merancang kegiatan berupa penyuluhan dan pembuatan makanan tambahan. Penyuluhan dilakukan secara langsung dengan metode ceramah mengenai pencegahan stunting yang diawali dengan pre test, pemaparan materi, dan post test. Materi penyuluhan terdiri dari dua materi utama, yakni mengenai ASI dan MPASI yang ditujukan sebagai upaya untuk mencegah stunting. Padai akhir sesi pematerian dibagikan PMT berupa nasi dan nugget ikan yang dapat dipraktikkan di rumah masing-masing oleh ibu hamil dan ibu balita. Kata Kunci: ASI; MPASI; pemberian makanan tambahan
Innovating aromatherapy candles from used cooking oil for student entrepreneurship Siti Atwano Pisriwati; Deny Hadi Siswanto; Nurcahyo Yogyanto
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81400

Abstract

Improper disposal of used cooking oil can harm the environment and disrupt aquatic ecosystems. A creative solution is repurposing it into aromatherapy candles, which offer relaxation and health benefits. This study aims to educate 11th-grade science students at SMA Muhammadiyah Mlati on reusing used cooking oil through aromatherapy candle-making training. The program involves raising awareness of the environmental risks of used cooking oil and conducting hands-on workshops where students create candles infused with essential oils such as patchouli and lemon, which also serve as natural mosquito repellents. The findings indicate a significant increase in students' interest in aromatherapy candle-making and entrepreneurship, as reflected in the rising interest levels after training. Moreover, this initiative fosters environmental awareness and opens opportunities for waste-based entrepreneurship. Therefore, producing aromatherapy candles from used cooking oil can help reduce pollution while enhancing students' skills and entrepreneurial mindset. Continuous support from schools and relevant institutions is essential to expand similar sustainable waste management programs.   Abstrak Pembuangan minyak goreng bekas yang tidak tepat dapat merusak lingkungan dan mengganggu ekosistem perairan. Solusi kreatifnya adalah dengan memanfaatkannya kembali menjadi lilin aromaterapi, yang menawarkan manfaat relaksasi dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendidik siswa kelas 11 MIPA di SMA Muhammadiyah Mlati tentang penggunaan kembali minyak goreng bekas melalui pelatihan produksi lilin aromaterapi. Penelitian ini melibatkan peningkatan kesadaran tentang risiko lingkungan dari minyak goreng bekas dan lokakarya langsung di mana siswa membuat lilin yang diresapi dengan minyak esensial seperti nilam dan lemon, yang juga berfungsi sebagai pengusir nyamuk alami. Hasil program menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam minat siswa terhadap pembuatan lilin aromaterapi dan kewirausahaan, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan tingkat minat pasca pelatihan. Selain itu, inisiatif ini menumbuhkan kesadaran lingkungan dan membuka peluang untuk kewirausahaan berbasis limbah. Oleh karena itu, memproduksi lilin aromaterapi dari minyak goreng bekas dapat membantu mengurangi polusi sekaligus meningkatkan keterampilan dan pola pikir kewirausahaan siswa. Dukungan berkelanjutan dari sekolah dan lembaga terkait sangat penting untuk memperluas program pengelolaan limbah berkelanjutan serupa. Kata Kunci: kewirausahaan; lilin aromaterapi; minyak goreng bekas; pelatihan
School library strategies in optimizing library services: A case study at SMA Negeri 6 Bandung library Sri Yuniarti
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81517

Abstract

Libraries are institutions that will continue to develop in accordance with the times, but in its less than optimal management is often less able to attract the attention of students and increase interest in reading. This also happens in the library of SMA Negeri 6 Bandung. Although it has quite complete library facilities, the library does not show significant innovation in attracting students to utilize the existing collection. This study aims to analyze the strategies used by SMA Negeri 6 Bandung Library in improving library services and library management. The method used is a qualitative case study with data collection through observation in the P3KNK internship activities for 40 days, which includes observation of library services, collection organization, preservation of library materials and library management challenges. Then the data was analyzed using a qualitative approach. The results showed that the strategies used were good enough, and the library services and management were sufficient to meet the school library standards, but the SMA Negeri 6 Bandung Library had not been able to use the SliMS integrated system technology to the fullest, the lack of library promotion activities, the lack of user knowledge of the library and the lack of librarians were problems faced by the library. This can be overcome by conducting training on SliMS, promoting through social media, websites or pamphlets, providing user education and adding competent librarians.   Abstrak Perpustakaan merupakan lembaga yang akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, namun dalam pengelolaanya yang kurang optimal seringkali kurang bisa menarik perhatian peserta didik dan meningkatkan minat baca. Hal ini juga terjadi di Perpustakaan SMA Negeri 6 Bandung, meski memiliki fasilitas perpustakaan yang cukup lengkap, tetapi perpustakaan tidak menunjukan inovasi signifikan dalam menarik minat peserta didik untuk memanfaatkan koleksi yang ada. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan perpustakaan SMA Negeri 6 Bandung dalam meningkatkan layanan perpustakaan dan pengelolaan perpustakaan. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dalam kegiatan magang P3KNK selama 40 hari, yang meliputi pengamatan terhadap layanan perpustakaan, pengorganisasian koleksi, pelestarian bahan pustaka dan tantangan pengelolaan perpustakaan. Kemudian data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi yang digunakan sudah cukup baik, pelayanan dan pengelolaan perpustakaan sudah cukup untuk memenuhi standar perpustakaan sekolah, namun perpustakaan SMA Negeri 6 Bandung belum mampu menggunakan teknologi sistem terintegrasi SliMS secara maksimal, selain itu kurangnya kegiatan promosi perpustakaan, kurangnya pengetahuan pemustaka terhadap perpustakaan dan kurangnya tenaga pustakawan menjadi permasalahan yang dihadapi perpustakaan. Hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan pelatihan mengenai SliMS, melakukan promosi melalui media sosial, website ataupun pamflet, memberikan user education dan menambah tenaga pustakawan yang kompeten. Kata Kunci: perpustakaan sekolah; optimalisasi layanan, strategi perpustakaan
Student competency development in MSIB internship at SEAMEO QITEP language library Azizah Hafshah Hafsari; Rizki Rachman
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81520

Abstract

Internship is an activity conducted by students to improve the soft skills they possess. Currently, many internship programs are organized, one of which is the Merdeka Belajar Kampus Merdeka program, held directly by the Minister of Education and Culture. In its implementation, internship serves as a starting point for students before entering the real world of work. Therefore, the place or institution where the internship is carried out is highly considered, as it should align with the student's field of study. The purpose of this article is to describe the tasks that internship students must perform at SEAMEO QITEP in Language and whether the internship program plays an important role in improving student competencies. The method used is descriptive qualitative with a case study approach. The data used is obtained from internship reports and tends to use analysis of SEAMEO QITEP in Language regarding the connection between internships and the competencies possessed by students. The results obtained indicate that the MBKM MSIB internship program enables students to sharpen their skills and abilities in their field. The competencies gained include how to manage a specialized library effectively and how to conduct digital library activities. Additionally, students have become proficient in preparing administrative letters required by partners for various activities.   Abstrak Magang merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi softskill yang dimilikinya. Program magang saat ini sudah banyak diselenggarakan salah satunya yaitu program MBKM yang diselenggarakan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam implementasinya, magang merupakan sebuah awalan bagi mahasiswa sebelum terjun di dunia kerja yang sesungguhnya. Oleh karena itu, tempat yang digunakan oleh mahasiswa perlu diperhatikan dan sesuai dengan bidang keilmuan yang dijenjanginya. Tujuan penulisan artikel ini yaitu apa saja uraian tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa magang di SEAMEO QITEP in Language, dan apakah program magang yang dilakukan oleh mahasiswa dapat berperan penting dalam peningkatan kompetensi mahasiswa. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan diperoleh dari hasil laporan magang dan cenderung menggunakan analisis terhadap SEAQIL tentang keterkaitan magang dengan kompetensi yang dimiliki mahasiswa. Mahasiswa magang memperoleh pengalaman praktis dalam pengelolaan sumber daya manusia, pengelolaan perpustakaan, dan administrasi umum. Kompetensi yang dikembangkan meliputi kemampuan komunikasi, manajemen, kolaborasi, serta pengelolaan informasi yang berdampak positif pada pengembangan soft skill dan hard skill, seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Selain itu, perpustakaan SEAQIL berperan penting dalam mendukung pengembangan SDM melalui koleksi bahan pustaka dan pengelolaan perpustakaan digital. Kata Kunci: kompetensi; magang; Magang dan Studi Independen Bersertifikat; MSIB
The digitization of cassette archives in the House of Representatives of the Republic Indonesia Najwa Nabila
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81521

Abstract

Archives are recordings of information with historical, administrative, and legal value that must be preserved to maintain the sustainability of information. In the House of Representatives of the Republic of Indonesia, cassette archives containing meeting recordings hold significant value as inactive dynamic documents that require proper management. The media transfer of archives, especially from analog cassettes to digital formats, is an effective solution to increase accessibility, extend the lifespan of archives, and promote transparency within legislative institutions. This service employs a mentoring method conducted by practitioners, after which the practical results are analyzed following regulations governing media transfer and research on related topics. The service results indicate that the primary challenges in media transfer are technological limitations, physical degradation of cassettes, and a lack of understanding of standards and regulations among employees. The proposed solutions include investing in modern technology, conducting routine physical maintenance of cassettes, and training employees to understand the guidelines for transferring archive media. Proper implementation of this process supports the preservation of archives and facilitates access to information for various parties so that archives remain relevant and valuable in the digital era.   Abstrak Arsip merupakan rekaman informasi yang memiliki nilai historis, administratif, dan legal yang perlu dilestarikan untuk menjaga keberlangsungan informasi. Dalam konteks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, arsip kaset yang berisi rekaman rapat memiliki nilai penting sebagai dokumen dinamis inaktif yang harus dikelola dengan baik. Alih media arsip, terutama dari kaset analog ke format digital, menjadi solusi efektif untuk meningkatkan aksesibilitas, memperpanjang umur arsip, dan mendukung transparansi lembaga legislatif. Pengabdian ini menggunakan metode mentoring yang dilakukan oleh praktisi, kemudian hasil praktis yang dilakukan dianalisis berdasarkan peraturan-peraturan mengenai alih media dan penelitian dengan topik terkait. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam alih media adalah keterbatasan teknologi, degradasi fisik kaset, serta kurangnya pemahaman standar dan regulasi oleh pegawai. Solusi yang diusulkan meliputi investasi teknologi modern, perawatan fisik kaset secara rutin, serta pelatihan pegawai untuk memahami pedoman alih media arsip. Implementasi yang tepat terhadap proses ini mendukung pelestarian arsip dan mempermudah akses informasi bagi berbagai pihak, sehingga arsip tetap relevan dan bermanfaat di era digital. Kata Kunci: alih media arsip; arsip kaset, digitalisasi; pengelolaan arsip
Development of the library at SMA Negeri 15 Bandung through the P3KNK internship program Adika Subangkit; Davina Putri Ainny; Muhammad Rifqi Ibrahim
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81522

Abstract

School libraries play a crucial role in supporting the learning process by providing relevant and accurate sources of information. Program Penguatan Profesional Kepustakawanan Non Kependidikan (P3KNK) or internship program for Students from the Library and Information Science Program at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) at SMA Negeri 15 Bandung Library aims to provide practical work experience for students while supporting the development of the library through service innovations, collection management, and digital-based promotion. This community service is conducted to address various challenges the library faces, such as limited collections, low library utilization, and manual administrative systems. The method used in this service is a descriptive qualitative approach, with data collection through observation, interviews, and documentation. The findings of this service show that the internship program successfully improved the library's service quality through implementing information technology (SLiMS), collection processing, and effective promotion using social media. However, several challenges, such as limited time, lack of collection diversity, and a fully digital administrative system, still need to be addressed. This program has positively contributed to the library's operations and provides recommendations for further improvements, such as digitizing the circulation system and expanding the variety of book collections.   Abstrak Perpustakaan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran dengan menyediakan sumber informasi yang relevan dan akurat. Program Penguatan Profesional Kepustakawanan Non Kependidikan (P3KNK) dari Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Perpustakaan SMA Negeri 15 Bandung bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa serta mendukung pengembangan perpustakaan melalui inovasi layanan, pengelolaan koleksi, dan promosi berbasis digital. Pengabdian ini dilakukan untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan, seperti keterbatasan koleksi, rendahnya pemanfaatan perpustakaan, dan sistem administrasi yang masih manual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa program magang berhasil meningkatkan kualitas layanan perpustakaan melalui penerapan teknologi informasi (SLiMS), pengolahan koleksi, dan promosi yang efektif menggunakan media sosial. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan waktu, kurangnya variasi koleksi, dan sistem administrasi yang belum sepenuhnya digital masih perlu diperbaiki. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap operasional perpustakaan dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut, seperti digitalisasi sistem sirkulasi dan penambahan variasi koleksi buku. Kata Kunci: digitalisasi perpustakaan; magang perpustakaan; manajemen koleksi; promosi perpustakaan; SLiMS
Application of information and communication technology in the Library of SMAN 1 Bandung Alya Hafizza; Angga Hadiapurwa
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81559

Abstract

The Library and Information Science Study Program of Universitas Pendidikan Indonesia has a vision to become a superior and characterful study program in the library and information science field. To achieve this vision, this study program organizes the Librarian Professionalism Internship Program as one of the mandatory programs for seventh-semester students. This program aims to provide students with direct experience in understanding librarianship practices, especially in school libraries. This program directly involves students practicing in the library and gaining experience in library management. The program results are then presented in writing using a qualitative approach and case study method with a focus on the application of ICT, organizing information, and user guidance. Through this program, students can learn various aspects of the implementation of librarianship, different from institutional libraries, and develop relevant technical (hard skills) and non-technical (soft skills). The school library itself has a strategic role as a means of supporting lifelong learning by providing easier access to information to students. The study results explain that the application of ICT in the SMAN 1 Bandung Library focuses more on the automation of library collections, while providing circulation services is still done manually.   Abstrak Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia memiliki visi untuk menjadi program studi unggul dan berkarakter di bidang perpustakaan dan sains informasi. Sebagai bagian dari upaya pencapaian visi tersebut, program studi ini menyelenggarakan Librarian Professionalism Internship Program sebagai salah satu program wajib bagi mahasiswa semester tujuh. Program ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami praktik kepustakawanan, khususnya di perpustakaan sekolah. Program ini langsung melibatkan mahasiswa untuk langsung praktik di perpustakaan dan menggali pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan. Hasil dari program tersebut kemudian disampaikan secara tertulis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus dengan berfokus pada penerapan TIK, pengorganisasian informasi, dan bimbingan pemustaka. Melalui program ini, mahasiswa dapat mempelajari berbagai aspek pelaksanaan kepustakawanan yang berbeda dari perpustakaan lembaga, serta mengembangkan kemampuan teknis (hard skills) dan non-teknis (soft skills) yang relevan. Perpustakaan sekolah sendiri memiliki peran strategis sebagai sarana pendukung pembelajaran sepanjang hayat dengan memberikan akses informasi yang lebih mudah kepada peserta didik. Hasil dari penelitian menjelaskan bahwa penerapan TIK di Perpustakaan SMAN 1 Bandung lebih berfokus pada otomasi koleksi perpustakaan sedangkan dalam menyajikan layanan sirkulasi masih dilakukan secara manual. Kata Kunci: magang; manajemen perpustakaan; perpustakaan sekolah
Instagram and Bookflix: A promotion strategy to develop the SMAN 20 Bandung Library Raysa Atripa Royyan; Salwa Ghaida Rakhmawati; Yezika Rachman
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81560

Abstract

With the society's lifestyle significantly influenced by information and communication technology, especially social media, students tend to spend more time in front of the screen than reading books and looking for the information they need by visiting the library. Even so, school libraries can effectively use technology such as social media to carry out engaging and interactive activities to encourage students' interest in reading. This program is part of implementing a student internship program using the action research stage. The aim is to discover how Instagram and Bookflix, as promotional media, can increase student interest in visiting and build a successful promotional strategy for the SMAN 20 Bandung library. The method used is action research. The results show that the library promotion used at SMAN 20 Bandung uses Instagram social media and the school bulletin board "Bookflix". To get the best results, these two media must be combined. The school bulletin board can be used to convey more specific and direct information to students. In contrast, Instagram can be used to reach a wider audience and create more dynamic interactions.   Abstrak Dengan gaya hidup masyarakat yang kini telah dipengaruhi secara signifikan oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya media sosial, peserta didik cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar daripada membaca buku dan mencari informasi yang dibutuhkan dengan berkunjung ke perpustakaan. Meskipun begitu, kini perpustakaan sekolah dapat menggunakan teknologi seperti media sosial secara efektif untuk melakukan aktivitas yang menarik dan interaktif untuk mendorong minat baca peserta didik. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan program magang mahasiswa yang dilakukan dengan menggunakan tahapan penelitian tindakan (action research). Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana Instagram dan Bookflix sebagai media promosi dapat meningkatkan minat kunjung peserta didik dan membangun strategi promosi yang berhasil untuk perpustakaan SMAN 20 Bandung. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan. Hasil menunjukkan bahwa promosi perpustakaan yang digunakan di SMAN 20 Bandung adalah pemanfaatan media sosial Instagram dan mading sekolah "Bookflix". Untuk mendapatkan hasil terbaik, kedua media ini harus dikombinasikan. Mading sekolah dapat digunakan untuk menyampaikan informasi yang lebih spesifik dan langsung kepada peserta didik, sedangkan Instagram dapat digunakan untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menciptakan interaksi yang lebih dinamis. Kata Kunci: Bookflix; Instagram; perpustakaan sekolah; strategi promosi
Strengthening librarian professionalism through student internships at the Library of SMP Negeri 1 Cimahi Hasna Nurul Fajri; Rashel Dika Azzahra; Tiara Putri Utami
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81564

Abstract

To carry out the tri dharma of higher education, students of the Library and Information Science study program at the Indonesian Education University are directed to be involved in the Non-Educational Professional Strengthening Program (P3NK), which is carried out in schools and institutional libraries. This research and community service were conducted at the SMP Negeri 1 Cimahi Library using the action research method, in which the author was directly involved in carrying out community service in the form of arranging and implementing operations in the school library for 40 working days. The practices carried out include aspects of collection development, organizing information, library services, preservation of library materials, application of information and communication technology (ICT) in the library, and being involved in other school programs integrated with the curriculum, namely the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The practices showed that several aspects still need improvement to comply with the National Standards for Junior High School Libraries. For this reason, special attention is required from the school and policymakers in the library to optimize the condition of the library in the future.   Abstrak Dalam upaya menjalankan tri dharma perguruan tinggi, mahasiswa program studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan Program Penguatan Profesional Non-Kependidikan (P3NK) yang dilaksanakan di sekolah maupun di perpustakaan lembaga. Penelitian sekaligus pengabdian ini dilakukan di Perpustakaan SMP Negeri 1 Cimahi dengan metode action research, yang mana penulis terlibat langsung dalam mengerjakan pengabdian berupa penataan dan pelaksanaan operasional di perpustakaan sekolah selama 40 hari kerja. Praktik yang dilakukan meliputi aspek pengembangan koleksi, pengorganisasian informasi, layanan perpustakaan, preservasi bahan pustaka, penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perpustakaan, serta terlibat dalam program sekolah lainnya yang terintegrasi dengan kurikulum, yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Praktik yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa dari beberapa aspek tersebut masih perlu peningkatan agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama. Untuk itu, diperlukan perhatian khusus terhadap perpustakaan dari pihak sekolah maupun pemangku kebijakan agar dapat mengoptimalkan kondisi perpustakaan ke depannya. Kata Kunci: perpustakaan sekolah; profesi kepustakawanan; program magang

Page 8 of 13 | Total Record : 122