cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
dedicated@upi.edu
Editorial Address
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung 40154
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
ISSN : 29884179     EISSN : 29884187     DOI : https://doi.org/10.17509/dedicated.
Core Subject :
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) is an open-access and peer-reviewed journal published by Faculty of Educational Sciences, Universitas Pendidikan Indonesia, in collaboration with Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN). This journal aims to disseminate the conceptual thoughts, ideas, research results, or best practices achieved in community services in education. Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) publishes the results of community service carried out by researchers, teachers, lecturers, and education practitioners, including training, mentoring, coaching, strengthening, empowerment, counseling, and other services for community empowerment.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
Implement the library program to improve library services at SMK Negeri 1 Bandung Noviandri Talcha Anjani; Raena Putri Ismayanty
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81563

Abstract

The information needs of the community continue to grow increasingly complex. As an institution providing information services, the library is essential in fulfilling the community's information needs. This article results from the P3NK activity at the SMK Negeri 1 Bandung Library for 40 working days. P3NK aims to provide additional human resources at the SMK Negeri 1 Bandung Library to improve the quality of library services by implementing programs relevant to user needs. During the implementation of P3NK, students are allowed to execute the theories obtained during lectures by implementing various programs in the library, ranging from circulation services, youth information services, collection development, collection alignment, preservation of library materials, to library promotion. This article is compiled using a qualitative method with a case study approach. The data obtained are the results of P3NK activities, which are empirical because they are obtained directly from observations in the field. The results show that most library programs can be implemented well within the specified working period, one of the programs that has a good impact on the effectiveness of library services is the alignment of collections that are adjusted to the information behavior of library users and library promotion that adapts to the information needs of library users. Difficulties are still encountered during the process, but these can be overcome with other alternatives.    Abstrak Kebutuhan informasi masyarakat terus berkembang menjadi semakin kompleks. Perpustakaan sebagai lembaga yang menyediakan layanan jasa informasi, memegang peran yang penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Artikel ini merupakan hasil dari kegiatan P3NK yang dilaksanakan di Perpustakaan SMK Negeri 1 Bandung selama 40 hari kerja. P3NK bertujuan untuk memberikan tambahan sumber daya manusia di Perpustakaan SMK Negeri 1 Bandung agar dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan melalui implementasi program-program yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Selama pelaksanaan P3NK, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan teori yang didapat selama perkuliahan dengan melaksanakan berbagai program di perpustakaan mulai dari layanan sirkulasi, layanan informasi remaja, pengembangan koleksi, penjajaran koleksi, pelestarian bahan pustaka, hingga promosi perpustakaan. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh merupakan hasil dari kegiatan P3NK yang bersifat empiris karena didapatkan langsung dari observasi di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar program perpustakaan dapat diimplementasikan dengan baik dalam kurun waktu kerja yang telah ditentukan, salah satu program yang berdampak baik bagi efektivitas pelayanan pemustaka adalah penjajaran koleksi yang disesuaikan dengan perilaku informasi pemustaka serta promosi perpustakaan yang menyesuaikan kebutuhan informasi pemustaka. Kesulitan masih ditemukan selama prosesnya, namun hal ini dapat diatasi dengan alternatif lain. Kata Kunci: layanan perpustakaan; P3NK; perpustakaan sekolah; program perpustakaan
Librarian professionalism internship program at SMP Negeri 40 Bandung Nisrina Sifahumaria; Siti Nuraeni Azzahro
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81565

Abstract

Internship activities are essential for channeling students' knowledge acquired during their studies into the workforce, particularly in fields related to their chosen majors. This article aims to present the results of an internship at the SMP Negeri 40 Bandung library. The method used in this internship activity began with observing the library space, analyzing the problems and needs of the library, and designing a program that addressed those needs. The internship at the SMP Negeri 40 Bandung library provided valuable experiences and learning, offering positive insights for students regarding the role and existence of a school library. Several internship outcomes included organizing and preserving library materials, circulation services focused on book borrowing and returns, and implementing Information and Communication Technology (ICT) in the library, particularly through OPAC (Online Public Access Catalog). However, the internship outcomes were not fully maximized due to several factors, including limited access and other constraints from the school.   Abstrak Kegiatan magang sangat diperlukan untuk menyalurkan pengetahuan mahasiswa selama perkuliahan dalam dunia kerja yang relevan dengan jurusan yang diambil. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan magang yang telah dilaksanakan di perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung. Metode pengabdian yang digunakan pada kegiatan magang ini yaitu diawali dengan mengamati ruang perpustakaan, menganalisis masalah dan kebutuhan perpustakaan serta merancang program yang sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan magang yang telah terlaksana di perpustakaan SMP Negeri 40 Bandung ini telah memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran yang bernilai positif bagi pandangan serta wawasan mahasiswa terhadap keberadaan suatu perpustakaan sekolah. Beberapa hasil yang telah dilaksanakan dari kegiatan magang ini yaitu program pengorganisasian bahan pustaka di perpustakaan, pelestarian bahan pustaka, layanan sirkulasi di perpustakaan yang berfokus pada peminjaman dan pengembalian buku, serta penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di perpustakaan dengan mengoperasikan OPAC (Online Access Public Catalog). Namun, dari hasil magang tersebut tidak terlalu maksimal dikarenakan banyak faktor yang kurang bisa dipenuhi dari pihak sekolah karena keterbatasan akses dan lain sebagainya. Kata Kunci: kegiatan perpustakaan; perpustakaan sekolah; program magang
Library development strategy at SMP Negeri 9 Bandung through P3NK Kania Azzahra Putri; Najwa Nurafifa; Rini Indriyani; Lutfi Khoerunnisa
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81566

Abstract

A library is an institution or work unit that has an essential role in providing access to information, education, research, and recreation for the community. This community service analyzes the library development strategy at SMP Negeri 9 Bandung through the implementation of the Non-Educational Professional Strengthening Program (P3NK). This program is designed to actively engage students in library management actively, enhancing service quality and the professionalism of library staff. Through student participation, the program also aims to introduce various innovations, improve operational efficiency, and enhance user-centered services. The research employed a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, direct observation, and documentation studies. The findings revealed that the P3NK program successfully improved various aspects of library services, including collection management, digitization processes, and the development of literacy activities. The program also had a positive impact on enhancing the competencies of library staff, optimizing the use of technology, and creating a more interactive and conducive learning environment for students. Close collaboration between students, librarians, and teachers emerged as a key factor in the successful implementation of this program. The community services conclude that the P3NK program can serve as an effective strategic model for developing school libraries that are more dynamic, innovative, and aligned with the demands of education in the 21st-century digital era.   Abstrak Perpustakaan adalah lembaga atau unit kerja yang memiliki peran penting dalam menyediakan akses terhadap informasi, pendidikan, penelitian, dan rekreasi bagi masyarakat. Pengabdian ini menganalisis strategi pengembangan perpustakaan di SMP Negeri 9 Bandung melalui implementasi Program Penguatan Profesional Non-Kependidikan (P3NK). Program ini dirancang untuk melibatkan peserta didik secara aktif dalam pengelolaan perpustakaan dengan tujuan meningkatkan kualitas layanan serta profesionalisme staf perpustakaan. Melalui partisipasi peserta didik, program ini juga bertujuan memperkenalkan berbagai inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat layanan berbasis kebutuhan pengguna. Metode pengabdian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Hasil pengabdian mengungkapkan bahwa Program P3NK berhasil meningkatkan berbagai aspek layanan perpustakaan, seperti manajemen koleksi, proses digitalisasi, dan pengembangan kegiatan literasi. Program ini juga berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi staf perpustakaan, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta terciptanya lingkungan belajar yang interaktif dan kondusif bagi peserta didik. Kolaborasi erat antara peserta didik, pustakawan, dan pendidik menjadi faktor utama dalam keberhasilan implementasi program ini. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa Program P3NK dapat dijadikan model strategis yang efektif untuk mengembangkan perpustakaan sekolah yang lebih dinamis, inovatif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan di era digital abad ke-21. Kata Kunci: literasi peserta didik; manajemen perpustakaan; perpustakaan sekolah
Library management optimization at SMPN 29 Bandung Nurul Azmi Julianty; Ratna Nur Azizah; Syifa Nurul Latifah
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81567

Abstract

The SMPN 29 Bandung library has a sufficient library building to be used by students and the academic community at the school. However, library management still needs improvement. Based on these conditions, the P3KNK work program was implemented to optimize the role of SMPN 29 Bandung Library in school learning activities. The programs run are tailored to the library's resources and capabilities. This community service aims to describe the process of implementing the Non-Educational Professional Strengthening Program, to optimize the management of the Bandung 29 State Junior High School Library, and to report on the results of the implementation. The community services method employed is a case study at SMPN 29 Bandung, focusing on library resources and users. The results of the community services indicate that library staff can effectively perform their duties according to their position and carry out daily activities in the library. Apart from that, the provision of facilities and infrastructure, as well as collections, has also been supported by the school through the management role of the library head. The community services results also show that users can make more optimal use of library collections because the available collections can be classified, allowing users to find the collections they want more easily.   Abstrak Perpustakaan SMPN 29 Bandung memiliki gedung perpustakaan yang cukup untuk didayagunakan oleh peserta didik dan civitas akademik di sekolah. Namun, manajemen perpustakaan masih perlu dilakukan perbaikan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka program kerja P3KNK dilaksanakan untuk dapat mengoptimalkan peran Perpustakaan SMPN 29 Bandung dalam kegiatan belajar di sekolah. Program-program yang dijalankan disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan sumber daya perpustakaan. Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana proses pelaksanaan Program Penguatan Profesional Non Kependidikan dilakukan dalam upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama Negeri 29 Bandung serta mendeskripsikan hasil pelaksanaan. Metode Pengabdian yang digunakan adalah studi kasus di SMPN 29 Bandung dengan fokus terhadap sumber daya perpustakaan dan pemustaka. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa tenaga perpustakaan sudah dapat melaksanakan tugas sesuai dengan jabatannya dan sudah dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari di perpustakaan. Selain itu, pengadaan sarana dan prasarana, serta koleksi juga sudah didukung oleh sekolah melalui peranan manajemen kepala perpustakaan. Hasil Pengabdian juga menunjukkan bahwa pemustaka sudah dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan secara lebih maksimal karena koleksi yang tersedia sudah dapat diklasifikasikan, sehingga pemustaka dapat lebih mudah menemukan koleksi yang diinginkannya. Kata Kunci: manajemen perpustakaan; optimisasi perpustakaan; perpustakaan sekolah
Strengthening and optimizing the functions of the library at SMKN 8 Bandung Herlita Meidina; Nasya Putri Fadilla; Repa Ruhya Try Atmadja
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.81568

Abstract

Education plays a crucial role in enhancing the nation's intelligence, acquiring knowledge and information, improving societal welfare, and strengthening the nation's dignity. This community service is based on the implementation of the Program Penguatan Profesional Kepustakaan Non Kependidikan (P3KNK) of the Universitas Pendidikan Indonesia, Library and Information Science Study Program in 2024 at the SMKN 8 Bandung Library. This research focuses on problems that occur in the SMKN 8 Bandung environment, particularly those that intersect with aspects of literacy and the utilization of the SMKN 8 Bandung school library. The methods used in this research are tailored to the needs, including both direct and indirect survey activities, program socialization, program implementation through coordination, cooperation, and periodic evaluation, as well as the final seminar, which serves as a reporting and overall program evaluation mechanism. From this research, it is known that the issues faced by the SMKN 8 Bandung Library can be overcome through strengthening and optimizing library functions consisting of several programs and activities such as optimizing ICT in the library, utilizing circulation services, information literacy and search, and library promotion to class literacy journal activities as an effort to foster interest in literacy and develop reading habits in the school environment.   Abstrak Pendidikan memiliki peran yang krusial dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mendapatkan ilmu pengetahuan atau informasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh martabat bangsa. Pengabdian ini didasarkan pada pelaksanaan Program Penguatan Profesional Kepustakaan Non Kependidikan (P3KNK) Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI tahun 2024 di Perpustakaan SMKN 8 Bandung. Pengabdian ini berfokus pada permasalahan yang terjadi di lingkungan SMKN 8 Bandung khususnya pada masalah yang bersinggungan dengan aspek literasi dan pemanfaatan keberadaan perpustakaan sekolah SMKN 8 Bandung. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, program yang diimplementasikan meliputi tiga kegiatan utama yakni optimalisasi TIK perpustakaan, penguatan pelayanan perpustakaan, dan kegiatan jurnal literasi kelas. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan kualitatif yang dimulai dari kegiatan survei langsung dan tidak langsung, sosialisasi program, pelaksanaan program dalam bentuk koordinasi, kerja sama, dan evaluasi berkala, hingga pelaksanaan seminar akhir sebagai bentuk pelaporan dan evaluasi program secara menyeluruh. Dari pengabdian ini, diketahui bahwa permasalahan yang dimiliki oleh Perpustakaan SMKN 8 Bandung dapat diatasi lewat kegiatan penguatan dan optimalisasi fungsi perpustakaan yang terdiri dari beberapa program serta kegiatan seperti optimalisasi TIK di perpustakaan, pemanfaatan layanan sirkulasi, literasi dan penelusuran informasi, serta promosi perpustakaan hingga kegiatan jurnal literasi kelas sebagai upaya penumbuhan minat literasi dan penumbuhan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Kata Kunci: layanan perpustakaan; literasi informasi; optimalisasi TIK; penguatan profesional kepustakaan
Evaluation of Cihanjuang Village environmental cleanliness to realize an environmentally friendly village in a community service program Ryan Nizar Wiharja; Aura Putri Fadlillah; Sjaeful Anwar
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.62558

Abstract

The evaluation of the environmental cleanliness program in Cihanjuang Village serves as a research background for implementing the Village SDGs program, aiming to create safe and comfortable areas in Cihanjuang Village, particularly focusing on improving cleanliness in the residential environment. This community service aims to improve the environmental cleanliness in Cihanjuang Village as part of the implementation of the SDGs Village initiative. The primary focus of this service is to evaluate the ecological cleanliness conditions in the village and to create a clean, healthy, and sustainable environment. The service was conducted using a descriptive approach through direct observations of 15 neighborhood units (RW) in Cihanjuang Village. The methods employed included data collection through surveys, as well as evaluations of the village environment's cleanliness, beauty, and tidiness. The evaluation results showed significant variation between RW units, with some RW units achieving relatively high scores. In contrast, others had lower scores, indicating the need for improved facilities and increased community awareness. These findings underscore the importance of active community participation in maintaining cleanliness, as well as the support of the village government in providing adequate facilities, such as segregated waste bins and sanitation facilities. This service is expected to contribute positively to improving environmental cleanliness in Cihanjuang Village and strengthen environmental awareness among the village community.   Abstrak Evaluasi program kebersihan lingkungan di Desa Cihanjuang adalah penelitian yang di latar belakangi untuk mewujudkan program SDG’s Desa dengan kawasan aman dan nyaman di Desa Cihanjuang, khususnya kebersihan di lingkungan pemukiman. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan lingkungan di Desa Cihanjuang sebagai bagian dari penerapan SDGs Desa. Fokus utama pengabdian ini adalah evaluasi kondisi kebersihan lingkungan desa, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif melalui observasi langsung di lapangan terhadap 15 RW di Desa Cihanjuang. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui survei, evaluasi kebersihan, keindahan, dan kerapihan lingkungan desa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya variasi yang signifikan antara RW, dengan beberapa RW mencapai skor yang cukup baik, namun ada juga RW dengan skor rendah yang menunjukkan kebutuhan untuk peningkatan fasilitas dan kesadaran masyarakat. Temuan ini mengindikasikan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan serta dukungan dari pemerintah desa dalam penyediaan fasilitas yang memadai, seperti tempat sampah terpilah dan fasilitas sanitasi. Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kebersihan lingkungan di Desa Cihanjuang serta memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat desa. Kata Kunci: kebersihan lingkungan; kesadaran lingkungan; pengabdian kepada masyarakat
Traditional dance learning as an effort to introduce Sundanese culture in PAUD Riyadussholihin R Dara Sakhila; Muhammad Rafli Fauji; Yuliawan Kasmahidayat
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.62592

Abstract

Dance education in early childhood serves as a medium for shaping positive character during children's developmental stages. At this age, children also undergo cultural transitions, including exposure to Sundanese culture, which carries values, knowledge, and beliefs. This community service aims to introduce traditional dance as a method to promote Sundanese culture among early childhood students. The service was carried out at PAUD Riyadussholihin in Cipongporang, Katapang, with 35 participants aged 4-6 years. The goal was to foster an appreciation for local culture and instill a sense of national pride through dance. The method used in this service is hands-on practice. Students were introduced to traditional Sundanese dances, such as "Manuk Dadali" and "Mojang Priangan". The sessions were conducted once a week, focusing on both the physical and cognitive development of the children. The findings showed that, despite challenges such as maintaining focus and managing the students' energy levels, the children were highly enthusiastic and engaged in learning the dances. This service demonstrates the potential of traditional dance to enhance cultural knowledge, motor skills, and self-confidence in young children. The experience highlights the importance of incorporating cultural education into early childhood curricula.   Abstrak Pembelajaran seni tari pada pendidikan anak usia dini merupakan sarana pendidikan untuk mengembangkan kepribadian positif pada anak saat proses tumbuh kembangnya. Di masa pertumbuhannya, anak juga mengalami transisi budaya, termasuk budaya Sunda sebagai teladan pengetahuan, nilai, dan kepercayaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan tari tradisional sebagai metode untuk mempromosikan budaya Sunda di kalangan anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD Riyadussholihin di Cipongporang, Katapang, dengan 35 peserta didik berusia 4-6 tahun. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan menanamkan karakter cinta tanah air melalui tari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah praktik langsung. Anak-anak diperkenalkan dengan tari tradisional Sunda seperti "Manuk Dadali" dan "Mojang Priangan." Kegiatan dilakukan seminggu sekali dengan fokus pada pengembangan fisik dan kognitif anak. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan seperti kesulitan dalam mempertahankan fokus dan mengelola energi peserta didik, anak-anak sangat antusias dan terlibat dalam pembelajaran tari. Pengabdian ini menunjukkan potensi tari tradisional dalam meningkatkan pengetahuan budaya, keterampilan motorik, dan rasa percaya diri pada anak usia dini. Pengalaman ini juga menyoroti pentingnya memasukkan pendidikan budaya dalam kurikulum PAUD. Kata Kunci: budaya Sunda; pembelajaran; tari tradisional
Efforts to increase enthusiasm for learning through a simple lava lamp-based experiment learning Sally Geba Latami Telaumbanua
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.62697

Abstract

Education is one of the most essential requirements for national development, as quality education produces quality human beings. The purpose of this study is to create a pleasant learning environment that facilitates students' understanding of the material and encourages active class participation, while also examining the relationship to the Sustainable Development Goals (SDGs). Through research and development (RnD) method in the Thematic KKN service method of the Universitas Pendidikan Indonesia 2022/2023 with the theme "Building Village Existence based on SDG's" and following the 4th SDGs program, namely Quality Education, simple experimental-based learning entitled "Lava Lamp" was held to provide a new color in the learning process in the classroom, especially in science learning. This simple experiment was conducted with all 28 students in Class VII at SMPN Satu Atap Ciawi. The results obtained through this learning experiment showed that students found it easy to focus and understand the material and felt happy during the learning process. In addition, critical thinking skills, creativity, and the ability to solve problems and draw conclusions in students also increased.   Abstrak Pendidikan adalah salah satu syarat penting dalam pembangunan negara, karena dengan pendidikan yang berkualitas akan menciptakan manusia yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memudahkan peserta didik dalam memahami materi dan melibatkan peserta didik secara aktif di kelas dan menganalisis kaitannya dengan SDGs. Melalui metode research and development (RnD) pada pengabdian KKN Tematik Universitas Pendidikan Indonesia 2022/2023 yang bertemakan "Membangun Eksistensi Desa berbasis SDG's" dan sesuai dengan program SDGs ke-4 yakni Pendidikan yang Berkualitas, pembelajaran berbasis percobaan sederhana berjudul “Lampu Lava” diadakan untuk memberikan warna baru dalam proses pembelajaran di kelas khususnya pada pembelajaran IPA. Percobaan sederhana ini dilakukan pada seluruh kelas VII di SMPN Satu Atap Ciawi yang berjumlah 28 orang. Hasil yang didapat melalui percobaan pembelajaran ini adalah peserta didik menjadi mudah fokus dan memahami materi serta merasa senang selama pembelajaran. Selain itu keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan dalam memecahkan masalah serta kemampuan dalam menarik kesimpulan pada diri peserta didik juga menjadi meningkat. Kata Kunci: KKN tematik; pembelajaran; percobaan sederhana; SDGs
Camping GAPURA to improve the social skills and teamwork of students Angga Aditiya; Auliya Nur Rahman; Felipe Armando; Yenni Ayuni Sugiarti
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.62793

Abstract

Scouts contribute to the development of children's personality and social skills, which in turn can enhance their ability to face various life challenges. This study aims to evaluate the impact of the "GAPURA" camping program on improving social skills and teamwork among students of SDN 1, 2, and 3 Tenjonagara. This program is carried out as part of the Kuliah Kerja Nyata (KKN) or community service activities at Universitas Pendidikan Indonesia, with direct assistance provided during the activity. The camping program was designed to develop social skills through various learning stations focused on communication, leadership, and group problem-solving. The results showed that the program effectively improved students' social skills and teamwork, as evidenced by increased positive interactions among students and their ability to collaborate in group tasks. Furthermore, the program successfully created a more inclusive, open, and collaborative environment that supported students' character development. Through this experience, students became more active in social interactions and more engaged with their environment. This study recommends expanding similar activities in other regions by involving more stakeholders to extend the impact on the development of social skills and teamwork among students, especially in rural areas.   Abstrak Pramuka berkontribusi dalam pengembangan kepribadian dan kemampuan sosial anak, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program perkemahan "GAPURA" terhadap peningkatan keterampilan sosial dan kerja sama tim peserta didik SDN 1, 2, dan 3 Tenjonagara. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia, dengan pendampingan langsung selama kegiatan. Program perkemahan ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial melalui berbagai pos pembelajaran yang berfokus pada komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah dalam kelompok. Hasil menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan keterampilan sosial dan kerja sama tim peserta didik, yang tercermin dari peningkatan interaksi positif antara peserta didik dan kemampuan mereka dalam bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, terbuka, dan kolaboratif yang mendukung pengembangan karakter peserta didik. Melalui pengalaman ini, peserta didik menjadi lebih aktif dalam berinteraksi sosial dan lebih peduli terhadap lingkungan mereka. Studi ini merekomendasikan agar kegiatan serupa dikembangkan di daerah lain dengan melibatkan lebih banyak pihak untuk memperluas dampaknya terhadap pengembangan keterampilan sosial dan kerja sama tim di kalangan peserta didik, terutama di daerah pedesaan. Kata Kunci: keterampilan sosial; kerja sama tim; pendidikan karakter; perkemahan
Optimizing Green Lapak to improve youth economic welfare through herbal beverages Yona Wahyuningsih; Setyaningsih Rachmania; Yayang Furi Furnamasari
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.63361

Abstract

Indonesia, as a tropical country, possesses abundant biodiversity, including medicinal plants that hold great potential in supporting both public health and economic resilience. This community service program was conducted in Pegagan Village, Cirebon Regency, in response to the economic downturn and limited employment opportunities faced by local youth due to the COVID-19 pandemic. The main objective of this program was to empower youth through training in the construction and utilization of a Green Lapak (a sustainable planting structure) for cultivating herbal plants that can be processed into traditional health beverages. The methods included several strategic stages: socialization, technical training, field practice, and structured mentoring and evaluation using Focus Group Discussion (FGD) and checklist forms. The results showed that youth participants, organized under the BhoBand community group, gained sufficient knowledge and skills to independently cultivate herbal plants using eco-friendly materials such as bamboo and paranet. This program effectively enhanced local skills, environmental awareness, and economic opportunities. With a collaborative and participatory approach, this initiative has the potential to be expanded as a sustainable economic empowerment model based on local herbal resources.   Abstrak Indonesia sebagai negara tropis memiliki kekayaan hayati, termasuk tanaman herbal yang berpotensi besar dalam menunjang kesehatan dan perekonomian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pegagan, Kabupaten Cirebon, sebagai respons terhadap dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan pendapatan dan keterbatasan akses pekerjaan bagi pemuda setempat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan pemuda melalui pelatihan pembuatan Green Lapak sebagai media budidaya tanaman herbal yang dapat diolah menjadi produk minuman tradisional bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi beberapa tahapan strategis, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pembuatan Green Lapak, hingga pendampingan dan evaluasi melalui diskusi kelompok terfokus dan lembar ceklist. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemuda yang tergabung dalam komunitas BhoBand mampu memahami dan mempraktikkan budidaya tanaman herbal secara mandiri, memanfaatkan bahan lokal seperti bambu dan paranet dalam pembangunan Green Lapak. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan, partisipasi, dan kesadaran lingkungan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif, pengabdian ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis tanaman herbal. Kata Kunci: COVID-19; kesejahteraan ekonomi pemuda; minuman herbal

Page 9 of 13 | Total Record : 122