cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
literatureindonesian@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
literatureindonesian@gmail.com
Editorial Address
Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Language Education and Literature
ISSN : -     EISSN : 25022261     DOI : https://doi.org/10.24235/
Core Subject :
Indonesian Language Education and Literature also known ILEaL (2502-2261) is a journal of research publication. The scopes of this research are Indonesian language and literature teaching, either as the first, second, or foreign language. The research can be conducted in elementary schools, junior high schools, senior high schools, and/or university. The journal is regularly published on July and December in collaboration with the cooperation Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) Ikatan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) and Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). ILEaL is registered in Science and Technology Index (SINTA 2), Directory of Open Access Journals (DOAJ), Garba Rujukan Digital (Garuda), Ministry of Religious Affairs Reference (MORAREF), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) or National Library of The Republic of Indonesia, and several indexing services with e-ISSN: 2502-2261. We receive articles in Indonesian. All the requirements and guidelines are available at Author Guidelines or downloaded from the Template.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
Representasi Nilai Estetis dalam Syair Karambangan Suku Pamona (Aesthetic Value Representation In the Karambangan Poem of the Pamona Tribe) Ulinsa Ulinsa; Dandi Golontalo; Ninawati Syahrul
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9404

Abstract

This study discusses the representation of aesthetic values in the kara-mbangan verses of the pamona tribe in Poso regency. The object of the study is a collection of transcribed karambangan verses. Furthermore, there is an explanation of the aesthetic value, the function of aesthetic value, and the benefits of the aesthetic value of the pamona tribe's kar-ambangan verses. This research is a qualitative research with a conte-nt analysis method, and a hermeneutics approach. Data collection uses observation techniques, interviews, and documentation studies. The results of the study found that the pamona tribe's poetry consists of aesthetic values, such as (1) religious values, (2) cultural values, (3) moral values, (4) educational values, (5) entertainment values, (6) sac-rificial values, and (7) compassion values.Penelitian ini membahas tentang representasi nilai estetis dalam syair karambangan suku pamona di kabupaten Poso. Objek penelitian berupa kumpulan syair karambangan yang telah ditranskripsi. Selanjutnya ter-dapat pemaparan nilai estetika, fungsi nilai estetika, dan manfaat dari nilai estetika syair karambangan suku Pamona. Penelitian ini merupak-an penelitian kualitatif dengan metode analisis isi, dan pendekatan her-meneutika. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawan-cara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa syair karambangan suku Pamona terdiri dari nilai-nilai estetika, seperti (1) nilai agama, (2) nilai budaya, (3) nilai moral, (4) nilai pendidikan, (5) nilai hiburan, (6) nilai pengorbanan, dan (7) nilai kasih sayang.
Ciri Morfosemantik Afiks Derivasional {ber-} dalam Konstruksi Verba Denumeralia Bahasa Indonesia (Morphosemantic Features of Derivational Affix {ber-} in Indonesian Denumeral Verb Constructions) Danang Satria Nugraha
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9543

Abstract

This qualitative descriptive study aimed to analyze the morphosemantic features of the derivational affix {ber-} embedded in Indonesian's denumeral verbs (VDnum). The data in this study is in the form of a VDnum construction with affix of {ber-}. The research data source is the corpus Leipzig Corpora Collection-Indonesian (LCCI). The data collection technique is the corpus combined with the observation technique. The data were analyzed in stages based on the Bagi Unsur Langsung (BUL) technique according to the basic theory of Derivational Morphology and Transpositional Semantics. Based on the analysis, two findings were as follows. Firstly, the affix {ber-} is a key in trans-positioning numerals into verbs. Without the affix, the VDnum in bI cannot be realized. In addition, the affix {ber-} in the VDnum tends to: (a) derive definitive cardinal numerals, (b) create the VDnum semantic type 'state', and (c) embed the semantic role 'patient' in arguments distributed in one construction. This research concludes that morphosemantically the affix {ber-} in the construction of VDnum bI is essential in transposing numerals into verbs.Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk memaparkan ciri dan karakteristik morfosemantik afiks {ber-} dalam konstruksi derivasional verba denumeralia (VDnum) pada bahasa Indonesia (bI). Data dalam penelitian ini berwujud konstruksi VDnum yang berpemarkah asiks {ber-}. Sumber data penelitian adalah laman korpus bI dengan nama Leipzig Corpora Collection – Indonesian (LCCI). Teknik pengumpulan data adalah korpus yang dikombinasikan dengan teknik observasi. Data dianalisis secara bertahap berbasis pada teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) sesuai teori dasar Morfologi Derivasional dan Semantik Transposisional. Berdasarkan analisis, ditemukan dua hasil sebagai berikut. Pertama, secara umum, afiks {ber-} merupakan unsur kunci dalam proses transposisi numeralia menjadi verba. Tanpa afiks tersebut, konstruksi VDnum dalam bI tidak dapat terwujud. Kedua, secara khusus, afiks {ber-} dalam konstruksi VDnum berkecenderungan untuk (a) menderivasikan numeralia kardinal takrif, (b) menciptakan tipe semantik VDnum ‘keadaan’, dan (c) menyematkan status peran ‘pengalam’ pada argumen yang berdistribusi dalam satu konstruksi. Simpulan dari penelitian ini adalah secara morfosemantik afiks {ber-} dalam konstruksi VDnum bI memiliki ciri-ciri yang menjadi elemen kunci terjadinya proses transposisi numeralia menjadi verba dalam bI.
Ragam Bahasa Pada Caption Instagram: Analisis Gender (Variety of Languages on Instagram Captions: Gender Analysis) Adinda Oktaseska Agata; Aceng Ruhendi Saifullah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.9592

Abstract

The phenomenon of using language on the internet is something unique. This study aims to describe the influence of gender on the variety of languages in Instagram captions and realize the intended meaning. This study uses a Computer-Mediated Discourse Analysis (CMDA) approach. The data collection technique is in the form of screenshots containing captions with the theme of make-up on Instagram social media. Data analysis in this study refers to Lakoff's theory of female language characteristics and Mulac's theory of male language characteristics. The results of the analysis show that the variety of languages used by men and women in Instagram captions have some similarities in the use of language features and also vary in realizing their intentions. This study recommends that sociolinguistics is an interesting topic for research so that future fields of study pay more attention to the rapidly changing phenomena in social media.Fenomena penggunaan bahasa di internet merupakan sesuatu yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh gender terhadap ragam bahasa pada caption Instagram dan merealisasikan makna yang dimaksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan Computer Mediated Discourse Analysis (CMDA). Teknik pengumpulan data berupa tangkapan layar yang memuat caption yang bertemakan make-up dalam sosial media Instagram. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada Teori Lakoff tentang karakteristik bahasa perempuan dan Teori Mulac tentang karakteristik bahasa laki-laki. Hasil analisis menunjukkan bahwa ragam bahasa yang digunakan oleh laki-laki dan perempuan pada caption Instagram memiliki beberapa kesamaan dalam penggunaan fitur bahasa dan beragam pula dalam merealisasikan maksudnya. Studi ini merekomendasikan bahwa sosiolinguistik merupakan topik yang menarik untuk diteliti sehingga bidang studi kedepannya lebih memperhatikan fenomena yang berubah dengan cepat di media sosial.
Bahan Ajar Fonetik Berbasis Aplikasi Gawai Bagi Mahasiswa (Phonetic Teaching Materials Based on Device Applications for Students) Andriyana Andriyana; Ribut Wahyu Eriyanti; Daroe Iswatinungsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9622

Abstract

Phonetics teaching materials that have existed so far have not used the internet. This study aims to produce phonetic teaching materials based on student device applications. This development research adapts and combines the models of Gall et al., Dick & Carey, and Michael Scriven's formative-summative evaluation approach. Data were collected through questionnaires and tests. Qualitative data were analyzed using the method belonging to the Miles & Huberman method. Quantitative data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed that the significance value of the Mann-Whitney Test with Sig. (2tailed) 0.000 < 0.05. This shows that the application effectively increases learning objectives achievement. The resulting product can be accessed through the https://tulisanfonetik.glideapp.io page.Bahan ajar Fonetik yang selama ini ada masih belum memanfaatkan internet. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar fonetik berbasis aplikasi gawai bagi mahasiswa. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi dan memadukan model Gall et al., Dick & Carey, dan pendekatan evaluasi formatif-sumatif milik Michael Scriven.. Data dikumpulkan melalui angket dan tes. Data kualitatif dianalisis dengan metode milik metode Miles & Huberman. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikasi pada Uji Mann-Whitney dengan Sig. (2tailed) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi efektif dalam meningkatkan ketercapaian tujuan pembelajaran. Produk yang dihasilkan dapat diakses melalui laman https://tulisanfonetik.glideapp.io.
Eksplorasi Model Pembelajaran Bahasa di Sekolah Unggul Setyawan Pujiono; Sulis Triyono; Kastam Syamsi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v10i2.9778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia oleh guru. Subjek penelitian ini adalah guru Sekolah Menengah Pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia sekolah unggul di Yogyakarta. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu identifikasi, klasifikasi, reduksi, serta simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah menyusun perencanaan model pembelajaran dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada materi teks surat dinas dan teks nonfiksi. Komponen model sudah dilengkapi dengan sintak, sistem pendukung (media), dan dampak instruksional (kompetensi dasar dan tujuan). Model pembelajaran yang ditemukan meliputi lima jenis, yakni tiga model sesuai Kurikulum 2013, yang berisi Project Based Learning (PjBL), Problem Based Learning (PBL) dan Cooperative Learning, serta dua model dari teori Joyce, Weil & Calhoun (2016), yaitu sistem konseptual, dan instruksi langsung. Implementasi model pembelajaran bahasa sekolah unggul di Yogyakarta sudah variatif dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa menjadi aktif, kritis, dan kreatif.Language Learning Model Exploration for Excellent SchoolThis study aims to describe the implementation of learning models in the planning and implementation of Indonesian language learning by teachers. The subjects of this study were Junior High School teachers of Indonesian language subjects at superior schools in Yogyakarta. Data were obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were identification, classification, reduction, and conclusions. The results of the study showed that teachers had prepared learning model plans in the form of Learning Implementation Plans (RPP) on official letter texts and non-fiction texts. The model components were equipped with syntax, support systems (media), and instructional impacts (basic competencies and objectives). The learning models found included five types, namely three models according to the 2013 Curriculum, which contained Project Based Learning (PjBL), Problem-Based Learning (PBL), and Cooperative Learning, and two models from the theory of Joyce, Weil & Calhoun (2016), namely conceptual systems, and direct instruction. The implementation of the language learning model at superior schools in Yogyakarta was varied and was able to increase students' learning motivation to be active, critical, and creative.
Blended Learning Model for Writing Courses on Media in Era 4.0 (Model Blended Learning untuk Mata Kuliah Menulis Pada Media di Era 4.0) Muthia Damaiyanti; Desi Yulastri; Sumira Sumira; Edwar Kemal; Wahyudi Rahmat
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.9954

Abstract

This study aimed to describe the development of a blended learning model in the Writing in Media course in the face of the 4.0 era. This study uses the ADDIE model which is limited to the analysis stage. This study uses the following methods: observation with a tick observation technique, and notes; documentation with document analysis techniques; and survey with a questionnaire technique. Research data in the form of curriculum, SAP, and teaching methods. The results of the study indicate that (1) the curriculum must be revised to meet the knowledge needs of students and stakeholders, (2) the components and features of news must be mastered by students because many stakeholders need skills to work, (3) the application of a mixed learning model of writing for course media improve student skills and grades.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengembangan model blended learning pada mata kuliah Menulis di Media dalam menghadapi era 4.0. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analisis. Penelitian ini menggunakan metode: observasi dengan teknik observasi centang, dan catat; dokumentasi dengan teknik analisis dokumen; dan survei dengan teknik kuesioner. Data penelitian berupa kurikulum, SAP dan metode pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kurikulum harus direvisi untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan mahasiswa dan pemangku kepentingan, (2) komponen dan fitur berita harus dikuasai oleh mahasiswa karena banyak pemangku kepentingan membutuhkan keterampilan untuk bekerja, (3) penerapan model pembelajaran campuran menulis untuk media kursus meningkatkan keterampilan dan nilai mahasiswa.
Multimodalitas sebagai Perspektif Baru Pembelajaran Pragmatik Edukasional: Persepsi Urgensi Inklusinya (Multimodality as a New Perspective of Educational Pragmatic Learning: Perception of the Urgency of Inclusion) R. Kunjana Rahardi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10018

Abstract

The purpose of this study was to describe the perception of the urgency of the components of socio-semiotic multimodality to be included in educational pragmatic learning. The theory that underlies this research is the social semiotic theory of M.A.K. Halliday. Data in the form of perceptions of aspects of social-semiotic multimodality were collected through a questionnaire. The collected data are identified, classified, and typified. The results showed that students' understanding of multimodality in the design of multimodality-based educational pragmatic learning models: was 72%, the existence of modality linguistic aspects at 52%, the inclusion of visual aspects at 68%, aural aspects in determining speech intent at 100%, the inclusion of sound aspects in determining speech intent 48 %, inclusion of gestural aspects 56%, spatial aspects required in the design of learning models 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi urgensi komponen-komponen multimodalitas sosial-semiotik dimasukkan dalam pembelajaran pragmatik edukasional. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori semiotika sosial M.A.K. Halliday. Data berupa persepsi aspek-aspek multimodalitas sosial-semiotik yang dikumpulkan melalui kuesioner. Data yang terkumpul diidentifikasi, diklasifikasi, dan ditipifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa ihwal multimodalitas dalam desain model pembelajaran pragmatik edukasional berbasis multimodalitas: 72%, eksistensi aspek linguistik modalitas 52%, inklusi aspek visual 68%, aspek aural dalam penentuan maksud tuturan 100%, inklusi aspek suara dalam penentuan maksud tuturan 48%, inklusi aspek gestural 56%, aspek spasial diperlukan dalam desain model pembelajaran 100%
Kesesuaian Isi Buku Ajar BIPA “Sahabatku Indonesia” untuk Penutur Bahasa Inggris Level 1 (Conformity of BIPA Textbook Contents “Sahabatku Indonesia” for Level 1 English Speakers) Kurniawan Kurniawan; Royan Nur Fahmi; Indrya Mulyaningsih
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10052

Abstract

Through the Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) program, various people in the world are interested in learning Indonesian. This study aims to describe the suitability of the BIPA textbook entitled "Friends of Indonesia" to the achievement of learning objectives according to the specified Graduate Competency Standards (SKL). The method used in this research is the qualitative method. This research was conducted in three research steps, namely (1) providing or collecting data, (2) classifying and analyzing data, and (3) presenting the results of data analysis. BIPA teaching materials are devoted to the beginner/basic level (beginner). The results of the study indicate that the book needs to be re-examined regarding the material of the form and meaning of affixes, cultural aspects, and grammatical explanations. Cultural aspects need to be highlighted because language learning is basically a means of diplomacy for the Indonesian people.Melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), berbagai masyarakat di dunia mulai berminat dan mempelajari bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian buku ajar BIPA berjudul “Sahabatku Indonesia” terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran sesuai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam tiga langkah penelitian, yaitu (1) penyediaan atau pengumpulan data, (2) pengklasifikasian dan penganalisisan data, dan (3) penyajian hasil analisis data. bahan ajar BIPA yang dikhususkan untuk tingkat pemula/dasar (beginner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku perlu dikaji ulang terkait: materi bentuk dan makna imbuhan, aspek kebudayaan, dan penjelasan tata bahasa. Aspek budaya perlu ditonjolkan karena pembelajaran BIPA pada dasarnya adalah sarana diplomasi bagi bangsa Indonesia.
Pergeseran Watak dan Pesan Moral Cerita Bawang Merah dan Bawang Putih Pada Era Digital (Shifting Character and Moral Message of Bawang Merah and Bawang Putih Stories in the Digital Age) Ubaidillah Amin Nurrohman; Devi Rafiyana; Main Sufanti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i2.10059

Abstract

This study describes the shift in character and morals of Bawang Putih and Bawang Merah stories in the Digital Age. Data were collected by reading and listening to stories and recording the required data. The data were validated by triangulation theory and the accuracy of the researchers. Furthermore, the data were analyzed using a comparative technique, namely comparing the character and moral messages in traditional stories with characters and moral messages in digital stories. The results showed that (1) the character of Bawang Putih in the old era was honest, kind, polite and obedient to parents, while in the digital era there was a shift that was hypocritical, cunning, and arrogant; (2) the character of Bawang Merah in the old era was greedy, arbitrarily, angry, and arbitrarily at will, while in the digital era there has been a shift in character to be persistent, not greedy, devoted, and respectful; (3) there is no shift in moral messages and old stories and digital stories. The moral message is to keep doing good even though it is not appreciated.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran watak tokoh dan moral Cerita Bawang Putih dan Bawang Merah pada Era Digital. Data-data dikumpulkan dengan membaca dan menyimak cerita dan mencatat data yang dibutuhkan. Data-data divalidasi dengan triangulasi teori dan kecermatan peneliti. Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik komparasi yaitu membandingkan watak dan pesan moral pada cerita tradisional dengan watak dan pesan moral pada cerita digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tokoh Bawang Putih di era lama berwatak jujur, baik hati, sopan dan patuh pada orang tua, sedangkan di era digital mengalami pergeseran yang berwatak munafik, licik, dan sombong; (2) tokoh Bawang Merah di era lama berwatak serakah, semena-mena, pemarah, dan semaunya sendiri, sedangk di era digital mengalami pergeseran berwatak gigih, tidak serakah, berbakti, dan menghormati; (3) tidak ada pergeseran pesan moral dan cerita lama dan cerita digital. Pesan moralnya adalah tetaplah berbuat baik meskipun tidak dihargai
Kritik dan Sarkasme Pada Kinerja Gubernur Anies Baswedan di Twitter: Kajian Sosolinguistik (Criticism and Sarcasm on the Performance of Governor Anies Baswedan on Twitter: A Sosolinguistic Study) Shinta Nurika Indriyana; Fida Pangesti
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i1.10113

Abstract

This study aims to describe criticism and sarcasm regarding the performance of the governor of DKI Jakarta during the Anis Baswedan era on social media. The research method uses a qualitative approach with descriptive methods. This research was conducted on November 10, 2021, the data source was taken from social media Twitter. Data analysis uses a sociolinguistic approach that emphasizes finding verbal codes of criticism and sarcasm found through social media users. The results of the study show that semiotic elements in the content of criticism and sarcasm towards Governor Anies Bawesdan appear in various forms. The content displayed has the same tone in the form of satire and criticism of netizens' dislike of Governor Anies Bawesdan who is considered incompetent in managing the city of Jakarta. Both the attitudes and views of netizens tend to be the same as the ideas that the content creators want to convey as if they were united to satirize and criticize Anies Bawesdan's performance.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik dan sarkasme terkait kinerja gubernur DKI Jakarta pada era Anis Baswedan di media sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada 10 November 2021, sumber data diambil dari media sosial Twitter. Analisis data menggunakan pendekatan sosiolinguistik yang menekankan pada pencarian kode verbal kritik dan sarkasme yang ditemukan melalui pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur semiotik dalam isi kritik dan sarkasme terhadap Gubernur Anies Bawesdan muncul dalam berbagai bentuk. Konten yang ditampilkan memiliki nada yang sama berupa sindiran dan kritikan terhadap ketidaksukaan warganet terhadap Gubernur Anies Bawesdan yang dianggap tidak kompeten mengelola kota Jakarta. Baik sikap maupun pandangan netizen cenderung sama dengan ide yang ingin disampaikan oleh pembuat konten seolah bersatu untuk menyindir dan mengkritik kinerja Anies Bawesdan.