cover
Contact Name
Ahmad Arifuddin
Contact Email
arifuddin@uinssc.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
alibtida@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Cirebon, West Java 45132, Indonesia Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI
Core Subject :
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is a high-quality peer-reviewed journal published by Department of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia in collaboration with Indonesian Islamic Elementary Education Lecturers Association (Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia). Publishing twice a year, in June and October and already have a registration number p-ISSN: 2442-5133 and e-ISSN: 2527-7227. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic elementary education. The journal promotes research and scholarly discussion concerning Islamic Elementary education in Academic disciplines and Institutions, focusing on the advancement of scholarship both formal and non-formal education. Topics might be about curriculum development, teaching and learning, learning methodologies, instructional technologies, teacher competences, and assessments.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
The Analysis of Science Process Skills on Pre-Service Elementary School Teachers Rif'at Shafwatul Anam
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.6470

Abstract

AbstractThis research aimed to figure out how Science Process Skills (SPS) of pre-service elementary school teachers from elementary to high schools are and to analyze the need to develop these skills in the lecturing program. The method of this research was quantitative research with survey design. The participants in this study were 85 pre-service teachers of early semester students of Elementary School Teacher Education Program. 31 pre-service teachers have science education backgrounds, while 54 pre-service teachers do not have them. The research data were obtained from the test instruments given to the participants, and the responses were later analyzed and classified. Research result shows that the SPS of pre-service teachers are inadequate on the indicators tested including: planning experiments, hypothesizing, communicating, and concluding. There is no difference between participants who are from the science background and those who are not. Hence, pre-service teachers need to start developing and improving their SPS in the lecture process in order for them to provide the most optimal science teaching.Keywords: science process skills, pre-service elementary pre-service teachers, science lesson.   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Keterampilan Proses Sains (KPS) dari calon guru sekolah dasar mulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah dan menganalisis kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan ini dalam program perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 85 orang calon guru pada Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada semester awal. 31 calon guru memiliki latar belakang sains dan 54 calon guru bukan berlatar belakang sains. Data penelitian didapatkan dari instrumen tes yang diberikan pada partisipan kemudian jawabannya dianalisis dan diklasifikasikan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPS calon guru tidak memadai pada indikator yang diujikan yaitu: merencanakan percobaan, berhipotesis, berkomunikasi, dan menyimpulkan. Tidak ada perbedaan antara partisipan yang berasal dari latar belakang sains atau tidak. Oleh karena itu, calon guru perlu mulai mengembangkan dan meningkatkan KPS mereka dalam proses perkuliahan untuk memberikan pengajaran sains yang paling optimal.Kata kunci: keterampilan proses sains, calon guru SD, pembelajaran sains
Developing Edutainment-Based Comic Media in Integrative-Thematic Learning in the Elementary School Rani Febriyanti; Ali Mustadi
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.6676

Abstract

AbstractThe aim of this research is to develop edutainment-based comic media in thematic-integrative learning in fifth grade of elementary school. This study is a Research and Development (R&D) using the Borg and Gall model. The data were obtained through observation, interviews, and questionnaires. The results of comic media were obtained through a media expert product evaluation questionnaire and material from experts, educational practitioners, and peers. While the trial results were obtained through a questionnaire response given to 72 fifth grade elementary school students. The results of the validators indicate that the comic media is very feasible to be seen from the aspect of the media with an average is 92,27%, it is also considered very feasible from the aspect of the material with an average is 91,63%. Validation results with education practitioners get an average of 81,5% and 87,82% for peers with the criteria very good. The results of small class trial get an average is 84,72% and large class trial get an average of 91,6% with very good criteria. It also obtained an average is 91,6% from the teachers’ response questionnaire with criteria very good. Based on the results, the edutainment-based comic media is very feasible for SD/MI teacher to be used in integrative thematic learning. Most students believed that comics contribute to facilitate understanding of the concept of the material and provide fun for students in reading.Keywords: comic media, edutainment, integrative-thematic learning.   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media komik berbasis edutainment dalam pembelajaran tematik-integratif di kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Borg and Gall. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil kelayakan media komik berbasis edutainment diperoleh melalui angket penilaian produk ahli media dan ahli materi, guru kelas, dan teman sejawat. Sedangkan hasil uji coba diperoleh melalui angket respon yang diberikan kepada 72 siswa kelas V SD. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media komik berbasis edutainment sangat layak dilihat dari aspek media dengan rata-rata 92,27% dan aspek materi dengan rata-rata 91,63%. Hasil validasi oleh praktisi pendidikan mendapatkan rata-rata 81,5% dan penilaian teman sejawat mendapatkan rata-rata 87,82% dengan kriteria sangat baik. Hasil uji coba kelas kecil mendapatkan rata-rata 84,72% dan uji coba kelas besar memperoleh rata-rata 91,6% dengan kriteria sangat baik. Guru juga merespon sangat baik terhadap media komik berbasis edutainment dengan memperoleh rata-rata 91.6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media komik berbasis edutainment sangat layak digunakan dalam pembelajaran tematik-integratif di sekolah dasar. Banyak siswa yang meyakini bahwa komik mampu memfasilitasi pemahaman konsep materi dan memberikan kesenangan dalam membaca.Kata kunci: media komik, edutainment, pembelajaran tematik-integratif.
The Effect of Edmodo-Based E-Learning toward Participation and Understanding of Elementary School Teacher Candidate Hanifah Nuryani; Haryanto Haryanto; Setyo Eko Atmojo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.6725

Abstract

AbstractThis study aims to determine the effect of Edmodo-based E-learning on the participation and understanding of elementary school teacher candidate in science 1 biology courses. This study used a quasi-experimental method using a non-equivalent control group design. The sample of this study was 49 elementary school teacher candidates in semester 2 of PGRI Yogyakarta University. The data collection technique used a participatory questionnaire instrument and a pretest-posttest comprehension test. The results of the Independent Sample t-Test show that the value of Sig. for the participation variable of 0.004 <0.05 and the Sig. for the understanding variable of 0.005 <0.05. While, the MANOVA test results show the value of Sig. for the participation variable of 0.004 <0.05 and the Sig. for the understanding variable of 0.005 <0.05. This means that there are differences in the increase in participation and understanding of elementary school teacher candidate after using Edmodo-based E-learning. In addition, the application of Edmodo-based E-learning also has a positive effect on the participation and understanding of elementary school teacher candidate on science topics. Edmodo-based e-learning makes elementary school teacher candidates more active in participating and easier in understanding science lecture material 1.Keywords: edmodo-based e-learning, participation of elementary school teacher candidate, natural science understanding.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh E-learning berbasis Edmodo terhadap partisipasi dan pemahaman calon guru Sekolah Dasar pada mata kuliah IPA 1 materi biologi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah 49 calon guru Sekolah Dasar semester 2 Universitas PGRI Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket partisipasi dan tes pemahaman melalui pretest-posttest. Hasil Uji Independent Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. untuk variabel partisipasi sebesar 0.004 < 0.05 dan nilai Sig. untuk variabel pemahaman sebesar 0.005 < 0.05. Sedangkan hasil uji MANOVA menunjukkan nilai Sig. untuk variabel partisipasi sebesar 0.004 < 0.05 dan nilai Sig. untuk variabel pemahaman sebesar 0.005 < 0.05. Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan peningkatan partisipasi dan pemahaman calon guru Sekolah Dasar setelah menggunakan E-learning berbasis Edmodo. Selain itu, penerapan E-learning berbasis Edmodo juga berpengaruh positif terhadap partisipasi dan pemahaman calon guru Sekolah Dasar pada topik IPA. E-learning berbasis Edmodo menjadikan calon guru Sekolah Dasar lebih aktif dalam berpartisipasi dan lebih mudah dalam memahami materi perkuliahan IPA 1.Kata kunci: e-learning berbasis edmodo, partisipasi calon guru SD, pemahaman IPA.
The Effect of Communication and Policy-Making to Teacher’s Performance on Strategic Madrasah Leadership during Pandemic Covid-19 Ahmadi Ahmadi; Ahmad Romadlon
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.6817

Abstract

AbstractCommunication and policy making can either increase or decrease performances. This study aims to measure whether communication and policy making have impacts on teachers’ performance. This research is a quantitative study using proportional random sampling technique. The research data were obtained through a questionnaire and were then analyzed by the t-test and multiple linear regression analysis. The research results showed that both communication and policy-making styles had a significant impact on teachers’ performance, and simultaneously the communication style and policy-making style had an impact on teacher performance by 71.1%. Thus, the strategic leadership of madrasa principals at the Islamic Elementary School level should be taken into account to formulate differentiation and diversification strategies of communication policies, especially during the Covid-19 pandemic.Keywords: assessment, communication skills, elementary school students.   AbstrakKomunikasi dan pengambilan kebijakan dapat meningkatkan kinerja atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur apakah hal tersebut berdampak terhadap kinerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Data hasil penelitian diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis dengan rumus uji t-tests dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya komunikasi secara signifikan berdampak terhadap kinerja guru, gaya pengambilan kebijakan secara signifikan berdampak terhadap kinerja guru, dan secara simultan gaya komunikasi dan gaya pengambilan kebijakan berdampak terhadap kinerja guru sebesar 71.1%. Sehingga, kepemimpinan kepala madrasah yang strategik di tingkat pendidikan dasar Islam seharusnya dipandang untuk memformulasikan strategi diferensiasi dan diversifikasi pada kebijakan komunikasi lebih lanjut, apalagi pada masa pandemi Covid-19.Kata kunci: penilaian, kemampuan komunikasi, siswa sekolah dasar.
Humanization of Education in the Challenges and Opportunities of the Disruption Era at Nahdlatul Ulama Elementary School Ahmad Tarmizi Hasibuan; Nurzakiah Simangunsong; Ely Rahmawati; Rahmaini Rahmaini
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.6832

Abstract

AbstractThis study was intended to describe the concept of humanization of education which is implemented at the Nahdlatul Ulama Elementary School (SD NU) Sleman Yogyakarta in facing challenges and opportunities in the era of disruption. This type of research is qualitative in the form of a phenomenological approach. In collecting data, researchers used observation, interview, and documentation techniques. Meanwhile, the research data were analyzed using Miles and Huberman model and validated through data triangulation techniques. The results showed that in implementing humanist education at SD NU Sleman Yogyakarta, the school used Sab'atu Ansitoh (7M) activities. They are first, cultivating and instilling behavior; second, grounding the NU pledge of allegiance; third, practice riyadhoh; fourth, improving school facilities; fifth, training educators; sixth, making educators prosperous; and seventh, providing a child-friendly canteen (iqomatil maqsof). It is expected that applying these 7 principles (sab'atu ansitoh) can have implications for improving the quality of students who are able to face the challenges in the era of disruption.Keywords: disruption era, humanization of education, Nadlatul Ulama elementary school.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep humanisasi pendidikan yang diimplementasikan di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SD NU) Sleman Yogyakarta dalam menghadapi tantangan dan peluang di era disrupsi. Jenis penelitiannya adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Sementara itu, data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis data model Miles dan Huberman dan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan pendidikan yang humanis di SD NU Sleman Yogyakarta, pihak sekolah menggunakan kegiatan Sab’atu Ansitoh (7M), yaitu pertama, membudayakan dan menanamkan adab; kedua, membumikan Ikrar kesetiaan NU; ketiga, mentradisikan riyadhoh; keempat memajukan fasilitas sekolah; kelima, melatih pendidik; keenam, mensejehterakan pendidik; dan ketujuh, menyediakan kantin (iqomatil maqsof) ramah anak. Diharapkan dengan menerapkan 7 prinsip (sab’atu ansitoh) tersebut dapat berimplikasi terhadap peningkatan kualitas siswa yang mampu menghadapi tantangan di era disrupsi.Kata kunci: era disrupsi, humanisasi pendidikan, Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama. 
Teachers’ Strategies in Developing and Measuring Students’ Communication Skills Hery Rosdianti; Wuri Wuryandani; Heri Retnawati
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.6836

Abstract

AbstractA good communication skill is one of the capabilities that must be mastered by students to be able to socialize, adapt, and compete with others in the scope of school and social life in the 21st century. The purpose of this type of descriptive qualitative research was about to describe the teachers' strategies in developing and conducting an assessment related to the communication skills of elementary school students in Indonesia. Data were obtained through interviews with 10 elementary school teachers in Yogyakarta Province. Data analysis was performed through applying data analysis steps proposed by Bogdan and Biglen. The results showed that an effective strategy that teachers could use to develop students' communication skills was through discussion and presentation methods. Meanwhile, the assessment of students' communication skills is integrated to cognitive, affective, and psychomotor assessments both in terms of instruments and time of assessment. This was resulted from various limitations originating of the teacher and the availability and completeness of school facilities and infrastructure that supports the implementation of various kinds of assessment.Keywords: assessment, communication skills, elementary school students. AbstrakKeterampilan komunikasi yang baik adalah salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa untuk dapat bersosialisasi, beradaptasi dan bersaing dengan orang lain dalam ruang lingkup sekolah maupun kehidupan sosial di abad ke-21. Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan dan melakukan penilaian terkait kemampuan komunikasi peserta didik Sekolah Dasar di Indonesia. Data diperoleh melalui wawancara yang bersumber dari 10 orang guru sekolah dasar di Provinsi Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah analisis data yang dikemukakan oleh Bogdan dan Biglen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi efektif yang dapat digunakan guru untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa adalah melalui pembelajaran diskusi dan presentasi. Sedangkan penilaian kemampuan komunikasi siswa dilakukan secara terintegrasi dengan penilaian kognitif, afektif dan psikomotor baik dalam hal instrumen maupun waktu penilaian. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai keterbatasan yang berasal dari guru dan ketersediaan serta kelengkapan sarana dan prasarana sekolah yang mendukung keterlaksanaan berbagai macam penilaian.Kata kunci: penilaian, kemampuan komunikasi, siswa sekolah dasar.
Improving the Ability of Understanding Mathematical Concepts through Digital-based Comics for Elementary School Students Rida Fironika Kusumadewi; Amos Neolaka; Mahmuddin Yasin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.7024

Abstract

AbstractThis study was intended to improve the ability in understanding mathematical concepts through digital-based comics. The population in this study were the fifth grade elementary school students in the Genuksari area, Semarang, Indonesia, totaling 120 students, with sample of 58 students. The instrument used in this study was a test of the ability to understand mathematical concepts. Meanwhile, the research data were analyzed using different test (t-test) and normalized gain test. The results showed that the t test results showed t-count = 39.74 > t-table = 1.98 at the significance level α = 0.05. This means that the use of digital-based comic teaching materials is better than conventional books. Meanwhile, the results of the n-gain test showed that the pretest value was 61.17 and the posttest value was 90.96 with an average value of 0.73 increase in the high category. So, it can be concluded that the teaching materials developed could increase students' ability to understand mathematical concepts. Therefore, the use of teaching materials digital-based comics is very effective and becomes an alternative in increasing the ability to understand mathematical concepts in elementary school students.Keywords: teaching materials, digital comics, ability to understand mathematical concepts. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika melalui komik berbasis digital. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas lima sekolah dasar di wilayah Genuksari, Semarang, Indonesia yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel 58 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan pemahaman konsep matematika. Sementara itu, data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji beda (t-tes) dan uji gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji t menunjukkan t-hitung = 39,74 > t-tabel = 1,98 pada taraf signifikansi  α = 0,05. Artinya penggunaan bahan ajar komik berbasis digital lebih baik dari buku konvensional. Sedangkan hasil uji n-gain diperoleh bahwa nilai pretest sebesar 61,17 dan nilai posttest sebesar 90,96 dengan nilai rata-rata peningkatan sebesar 0,73 dengan kategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Oleh karena itu, penggunaan bahan ajar komik berbasis digital sangat efektif dan menjadi alternatif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: bahan ajar, komik digital, kemampuan pemahaman konsep matematika.
Development of Interactive Folklore Based on Android Oriented to Local Wisdom to Improve Reading Comprehension of Elementary School Students Karimatus Saidah; Rian Damariswara
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i2.7035

Abstract

AbstractThe aims of this research are 1) to describe the process of developing interactive multimedia based on android on fairy tale material for grade 3 elementary school students based on the Rowntree development model; 2) knowing the validity of the product; 3) knowing the practicality of the product being developed. The type of research used was research and development. The development model used was the Rowntree model. This research produced interactive folklore based on android applications. The instruments used in this research were validation questionnaires and sheets for comments and suggestions from the validator. This research produced the interactive folklore based on android applications. The folklore presented was based on the local wisdom of East Java. The folklore application was equipped with games of language to improve the students' ability to understand folklore material. The folklore application was validated by multimedia experts and language learning experts with a product validity level of 85.5%. The results of the practicality questionnaire showed a combined average score of 93.3%. The advantages of the folklore application developed are that the material is packaged in a simple and attractive way, contains language games, and can be opened using a smartphone. However, the weakness of the product is that the command sentences in the quiz are less specific, and there is no discussion in the game. In addition, it can only be opened using a smartphone.Keywords: reading comprehension, folklore, android application. AbstrakTujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan proses pengembangan multimedia interaktif berbasis android pada materi dongeng bagi siswa kelas 3 sekolah dasar berdasarkan model pengembangan Rowntree; 2) mengetahui kevalidan produk; 3) mengetahui kepraktisan produk yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model rownthree. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah angket validasi dan lembar pengisian komentar dan saran validator. Penelitian ini menghasilkan dongeng interaktif berbasis aplikasi android. Dongeng yang disajikan merupakan dongeng-dongeng sesuai dengan kearifan lokal Jawa Timur. Aplikasi dongeng dilengkapi dengan permainan bahasa untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi dongeng. Aplikasi dongeng telah divalidasi oleh ahli multimedia dan ahli pembelajaran bahasa dengan tingkat validitas produk sebesar 85,5%. Sedangkan hasil angket kepraktisan menunjukkan skor rata-rata gabungan sebesar 93,3%. Kelebihan dari aplikasi dongeng yang dikembangkan adalah materi dikemas sederhana dan menarik, memuat permainan bahasa, serta dapat dibuka menggunakan smartphone secara offline. Sedangkan kekurangan produk yaitu kalimat perintah dalam kuis kurang spesifik dan tidak ada pembahasan dalam permainan. Selain itu, produk hanya dapat dibuka menggunakan smartphone.Kata kunci: pemahaman membaca, cerita rakyat, aplikasi android.
The Effectiveness of Kahoot! Based on Local Wisdom to Improve Creative Thinking Skill and the Spirit of Nationality of Students in Islamic Elementary School E. Kus Eddy Sartono; Sukowati Sukowati; Siti Soleha
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 8 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v8i1.7092

Abstract

AbstractThe goal of this research is to see how successful the Kahoot game! based on local wisdom is at boosting students' creative thinking capabilities and national spirit. This is a quasi-experimental study that uses technical data analysis, such as the t-test and MANOVA test, with SPSS as a supporting tool. Tests and questionnaires that had been validated by instrument specialists, class teachers, and peers were used to collect data. The participants in this study were fifth-grade students from an Islamic elementary school, with a total of 81 pupils. The results showed a significant level of 0.000 < 0.05, indicating that fifth-grade students in a Islamic elementary school who are taught using the Kahoot game!! have a considerable comprehension of the ability to think about national characters compared to children who are not taught using the Kahoot game. The Kahoot! game based on local wisdom has a substantial impact on enhancing children's creative thinking skills and nationalism in Islamic elementary school, according to the findings.Keywords: kahoot! game based on local wisdom, creative thinking skill, the spirit of nationality. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas game kahoot! berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan karakter semangat kebangsaan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan menggunakan teknis analisis data menggunakan uji t dan uji MANOVA dengan berbantuan SPSS. Pengumpulan data dilakukan melalui pretest-posttest dengan menggunakan tes dan angket yang telah divalidasi oleh ahli instrumen, guru kelas, dan teman sejawat. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V madrasah ibtidaiyah yang berjumlah 81 siswa. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan taraf signifikansi 0,000 < 0,05 artinya ada perbedaan signifikan kemampuan berpikir kreatif dan karakter semangat kebangsaan siswa kelas V madrasah ibtidaiyah yang diajar menggunakan game kahoot! dan siswa yang tidak diajar dengan menggunakan game kahoot!. Sehingga dapat disimpulkan bahwa game kahoot! berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan semangat kebangsaan siswa di madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar.Kata kunci: game kahoot! berbasis kearifan lokal, keterampilan berpikir kreatif, semangat kebangsaan.
The Effect of Nature of Science (NoS) Explicit Learning Design on Students’ NoS Comprehension at Elementary School Cucun Sutinah; Ari Widodo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 7 No. 2 (2020): October 2020
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v7i2.7167

Abstract

AbstractThis research aims to investigate the effect of Nature of Science (NoS) learning design implementation on students’ NoS comprehension. The research employed the pre-experimental method with one group of pretest and post-test design. The samples, selected by purposive sampling technique, were 34 fifth grade students at one public school in Bandung city. A Likert-scale questionnaire was used as the instrument for collecting the data. The data analysis employed a descriptive quantitative technique by independent sample t-tests with the assistance of SPSS and Microsoft Excel tools. The findings show that there was a significant increase from the scores in pretest and post-test as the significance score is 0.000 < α = 0.05. The average score in the post-test was higher than the score in the pretest, indicating that student’s NoS understanding improved. In terms of percentage, NoS comprehension aspects increased from 13% to 78%, then 91%.  The aspect with the highest increase was creativity (100%), whereas the aspect with the lowest increase was the socio and cultural embeddedness, with 87% increase. This research suggests that the implementation of the Nature of Science (NoS) explicit learning design has a significant effect on the students’ NoS comprehension.Keywords: learning design, nature of science, students’ NoS comprehension.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi desain pembelajaran Nature of Science (NoS) terhadap pemahaman NoS siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pra-eksperimen dengan one group pretest and posttest only design. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 34 siswa kelas V di salah satu sekolah negeri di kota Bandung. Kuesioner skala likert digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan uji independent sample t-tests berbantuan SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dari nilai pretest dan post-test, di mana nilai signifikansinya sebesar 0,000 <α = 0,05. Nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pada nilai pretest, yang menunjukkan bahwa pemahaman NoS siswa meningkat. Dari segi persentase, aspek pemahaman NoS meningkat dari 13% menjadi 78%, kemudian 91%. Aspek yang mengalami peningkatan tertinggi adalah kreativitas (100%), sedangkan aspek yang mengalami peningkatan terendah adalah keterikatan sosial dan budaya, yaitu sebesar 87%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan desain pembelajaran eksplisit Nature of Science (NoS) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman NoS siswa.Kata kunci: desain pembelajaran, nature of science, pemahaman NoS siswa.