cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Analisis implementasi rencana strategis (Renstra) perguruan tinggi (studi kasus Renstra ITB) Ade Budhi Salira
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36462

Abstract

Perencanaan komprehensif mengintegrasikan segala sumber daya (resources) dan memperhatikan kemampuan lembaga serta memiliki orientasi yang jelas akan tujuan jangka panjang yang akan dicapai. Dibutuhkan perencanaan strategik sebagai proses yang continuous, iterative dan crossfunctional yang bertujuan untuk menjamin agar perguruan tinggi mampu menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan yang ada. Analisis Implementasi Rencana Strategis Perguruan Tinggi dengan studi pada implementasi Renstra ITB 2011-2015 meliputi aspek; bagaimanakah efektivitas implementasi rencana strategis ITB? bagaimanakah efisiensi implementasi rencana strategis ITB? dan bagaimanakah sustainabilitas implementasi rencana strategis ITB? Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, di mana peneliti menjadi instrumen langsung dalam penelitian melalui keterlibatan dan wawancara serta didukung analisa terhadap dokumen. Ke arah efisiensi implementasi rencana strategis, ITB dapat menggunakan dari dua pendekatan, pertama melihat jika dua jenis tindakan memberikan hasil yang sama dalam rangka pencapaian tujuan organisasi maka salah satu harus dipilih yang mengakibatkan pendekatan biaya paling minimal. Pendekatan kedua, jika dua jenis tindakan mengakibatkan pengeluaran biaya yang memungkinkan sama persis atau mendekati sama, maka salah satu dipilih yang dapat menghasilkan lebih banyak. Untuk sustainabilitas rencana strategis di ITB yang baik, ITB harus menyiapkan sebuah proses di mana kerangka program dan kinerja program untuk setiap unit baik pada unit akademik maupun unit pendukung yang disusun melalui serangkaian proses konsultasi — koordinasi dalam menyusun rencana kerja program.
Penjernihan minyak berbasis sains terapan melalui adsorbsi lempung montmorilonit pada waste oil yang beredar di Jayapura Florida Doloksaribu; Irwandi Yogo Suaka
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36463

Abstract

Masyarakat Jayapura juga tidak berbeda dengan masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu mengonsumsi makanan jajanan pasar hasil olahan waste oil. Masyarakat penjual maupun pembeli tak pernah sadar bahwa kondisi tersebut sangat rawan dalam pemicu penyakit kanker. Karena fokus pikiran penjaja makanan hanyalah keuntungan, dan fokus pembeli hanyalah kenikmatan mulut dan perut. Namun sebagai dosen yang berkewajiban melaksanakan tridharma perguruan tinggi, akan selalu berusaha memberikan kontribusi melalui penerapan penelitian berbasis sumber daya alam Papua. Tim pelaksana pengabdian menerapkan penelitian dengan tujuan sumber daya alam dapat digunakan sebagai bahan adsorben penjernih waste oil. Implementasi kegiatan ini, diharapkan pikiran masyarakat lebih terbuka pada resiko kesehatan akibat limbah minyak bekas.
Pelatihan konstruksi bahan ajar kimia konteks kimia bahan galian berbasis berpikir penelitian kepada calon guru kimia Irwandi Yogo Suaka; Florida Doloksaribu
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36464

Abstract

Bahan ajar sebagai pegangan guru kimia secara khusus di Papua, merupakan kebutuhan untuk membantu siswa dan guru melaksanakan kegiatan PBM yang lebih efektif. Guru harus fokus melihat inti pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Azas ini disebut dengan konstruksi bahan ajar berbasis kebutuhan PBM secara signifikan. Guru harus selalu peka dalam pengembangan metode agar materi PBM agar dapat tersampaikan dengan baik. Pada pengabdian ini, tim pelaksana melakukan pelatihan bahan ajar kimia konteks posfat dan kuarsa pada calon guru kimia, dan pemilihan materi disesuaikan dengan kondisi kebutuhan PBM. Pelatihan diperlukan agar calon guru kimia mempunyai modal pengetahuan bila bekerja di lapangan pendidikan. Konstruksi bahan ajar menekankan konteks materi terintegrasi berpikir penelitian. Pelatihan ini telah memberikan kontribusi sangat baik kepada peserta, karena mampu membuat bahan ajar berbasis MER. Tanggapan peserta pada pelatihan sangat positif.
Program pelatihan media pembelajaran berbasis Computer-Based Learning untuk guru-guru MGMP matematika SMP di Kabupaten Bandung Barat Nurjanah Nurjanah; Ade Rohayati; Yudi Wibisono
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36465

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk melatih guru matematika SMP dalam merancang, membuat serta menggunakan media pembelajaran berbasis computer-based learning. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini mengacu pada pola pemberdayaan masyarakat Participatory Action Learning System (PALS). Ada empat tahapan dalam metode ini, yaitu awareness, participating, scaffolding, institutionalization. Hasil pelatihan ini mampu memberikan pengetahuan tentang penggunaan media pembelajaran berbasis computer-based learning, dapat mengubah cara pandang guru matematika dalam mengajar, terutama dalam pemanfaatan IT/ICT, serta dapat membantu guru dalam merancang, membuat, serta menggunakan media pembelajaran computer-based learning.
Lattupa: Alat bantu kupas kelapa untuk mempermudah petani dan pedagang kelapa dalam mengupas buah kelapa di Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu Rahmat Hidayat; Rizki Achmad Darajatun
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.36466

Abstract

Permasalahan umum yang sering terjadi pada petani kelapa dan buruh pengupas kelapa yaitu minimnya alat kupas yang membantu pekerjaan mereka dalam mengupas buah kelapa dengan mudah, cepat, aman, efektif dan efisien. Selain itu, permasalahan khusus yang dialami kelompok mitra adalah (1) minimnya produk teknologi yang dimanfaatkan petani kelapa dan buruh kupas (2) rendahnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) petani dan buruh kupas terkait dengan bidang teknologi dan manajemen (3) rendahnya kemampuan kelompok sasaran dalam pemanfaatan teknologi pertanian alat kupas buah kelapa sebagai sarana meningkatkan hasil pertanian buah kelapa. Solusi dalam program ini adalah (1) pemanfaatan produk teknologi untuk masyarakat petani kelapa dan buruh kupas di Kecamatan Cikedung Indramayu, (2) pelatihan penggunaan teknologi, perawatan dan pembuatan melalui program produk teknologi yang didesiminasikan ke masyarakat (3) peningkatan kemampuan SDM petani dan buruh dalam bidang teknologi. Produk teknologi yang didesiminasikan ke masyarakat yang telah dilakukan adalah memproduksi alat bantu kupas kelapa (LATTUPA), diklat penggunaan LATTUPA, penerapan teknologi LATTUPA dan serah terima LATTUPA kepada mitra kegiatan. Hasil yang didapat kelompok sasaran atau mitra dari program ini dapat disimpulkan bahwa warga khususnya petani atau buruh pengupas kelapa dapat mengetahui pemanfaatan alat bantu kupas kelapa (LATTUPA) dengan baik, juga warga khususnya buruh pengupas kelapa dapat mengetahui berbagai macam bagian dan manfaatnya. Alat kupas ini menurut warga berdampak pada peningkatan kesejahteraan serta ekonomi.
Peningkatan profesionalisme guru melalui implementasi kurikulum 2013 bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Bandung Rusman Rusman; As'ari Djohar
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.224

Abstract

Bulan Juli 2013. Implementasi kurikulum tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan proses pendidikan pada setiap satuan pendidikan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu pembelajaran dan pendidikan. Kurikulum 2013 mengalami beberapa kali revisi, sehingga pemberian informasi dan pelatihan harus diberikan kepada guru, agar perubahan tersebut cepat dilaksanakan guru di dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dilatarbelakangi oleh adanya penerapan kurikulum baru tersebut, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini ingin menjawab permasalahan yang berkenaan dengan "Sejauhmanakah pengetahuan dan pemahaman guru tentang konsep kurikulum 2013? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam kegiatan pembelajaran? Bagaimana pemahaman dan keterampilan guru dalam melakukan penilaian autentik?". Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat bagi para guru SD terhadap implementasi kurikulum 2013 di Disdik Kabupaten Bandung berjalan dengan baik, para guru lebih memahami tentang kurikulum 2013, baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum 2013. Setelah dilakukan kegiatan praktek membuat penilaian HOTS para guru sekolah dasar lebih memahami tentang penilaian autentik dalam implementasi kurikulum 2013.
Pengembangan optimalisasi program Citarum Harum yang berkelanjutan dengan pengolahan sampah organik menggunakan mikroorganisme lokal Wanjar Kastolani
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 1 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i1.225

Abstract

Penguatan optimalisasi program Citarum Harum dengan pelatihan pengolahan sampah organik secara mikrobial bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan sampah organik yang berada di sekitar daerah aliran sungai Citarum. Sampah organik paling banyak berasal dari kegiatan rumah tangga dan kegiatan pasar. Sampah jenis ini jika tidak langsung diolah akan menimbulkan bau busuk, pemandangan yang tidak sedap dan menjadi sumber bibit penyakit. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sampah organik yang efektif dan berkelanjutan yaitu dengan pengolahan sampah organik secara mikrobial yaitu dengan menggunakan mikroorganisme lokal (MOL). Metode pelatihan yang dilakukan dalam penguatan optimalisasi program Citarum Harum yaitu dengan ceramah dan praktek pengolahan sampah organik yang dilakukan di tiga (3) desa yang berada di daerah aliran sungai Citarum. Tiga desa yang menjadi sasaran adalah Desa Jelekong, Desa Bojongsari dan Desa Rancamanyar. Luaran dari penguatan optimalisasi program Citarum Harum adalah (1) laporan pelatihan, (2) modul pelatihan dan (3) artikel pada jurnal nasional.
Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa sekolah dasar Sumianto Sumianto; Hertien Koosbandiah Surtikanti; Wahyu Sopandi
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.226

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan sikap peduli lingkungan siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini dilakukan agar siswa selalu memiliki kebiasaan untuk berfikir sisi baik dan sisi buruk sebelum memutuskan suatu keputusan dalam kehidupan siswa kelak. Penelitian ini dilakukan di SDIT Raudhatur Rahmah Pekanbaru dengan subjek berjumlah 60 orang siswa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain kuasi eksperimen dan menggunakan pendekatan kuantitatif. lnstrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berfikir kritis digunakan soal bentuk uraian dan menggunakan angket untuk mengukur sikap peduli lingkungan siswa. Perhitungan analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan bantuan software SPSS Versi 16.0 for windows dan Microsoft Excel 2013. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model PBL dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan sikap peduli lingkungan lebih baik bila dibandingkan dengan peningkatan pada kelas yang menggunakan pembelajaran secara konvensional.
Bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral teknik modeling untuk mereduksi perilaku agresif anak Hananda Fitra Pranatha
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.227

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya fenomena perilaku agresif pada anak, sehingga penelitian ini berfokus pada cara untuk mereduksi perilaku agresif dengan memberikan layanan berupa bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral teknik modeling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empirik keefektifan program bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral teknik modeling dalam mereduksi perilaku agresif. Setelah pemberian layanan pada kelompok eksperimen maka dilakukan uji statistik yaitu menggunakan uji Mann Whitney dan didapatkan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) = 0,501 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik, tidak terjadi perbedaan yang signifikan setelah pemberian layanan. Namun apabila dilihat dari hasil observasi dan perubahan skor post-test tiap-tiap siswa pada kelompok eksperimen, maka dapat diasumsikan bahwa teknik modeling dapat mereduksi perilaku agresif anak.
Innovation in craft products and performing arts through community empowerment in Sukaluyu Village Juju Masunah; Reni Haerani; Fitri Rahmafitria; Agus Ahmad Wakih
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.228

Abstract

The development of culture-based tourism villages still faces obstacles to integrating artistic potential into the tourism system and creating sustainable economic value. One alternative that can be implemented is educational tourism arts that combine elements of art, education, and tourist participation in an integrative empowerment model. The objective of this activity is to develop innovative bamboo woven craft products and Angklung Sered performances as tourist attractions in Sukaluyu Village. The method used is community-based participatory research. Partners involved in this activity are the Sered Angklung Studio and the village's Youth Organization. The activity stages include partner determination, problem identification, needs mapping, innovation formulation, program socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The results of the activity indicate that the Sered Angklung Studio can produce educational tourism arts innovations that are more participatory, concise, interactive, and engaging, and that contain educational value. Meanwhile, the Youth Organization developed miniature traditional kitchen utensils as a learning medium based on local wisdom, with both educational and economic value. These two innovative products were then integrated into the development of the pilot tourism village. In addition to producing innovative cultural products, this activity strengthens the role of cultural education, expands community participation, and creates new economic opportunities for residents.   Abstrak Pengembangan desa wisata berbasis budaya masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan potensi seni ke dalam sistem pariwisata serta menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah seni wisata pendidikan yang menggabungkan unsur seni, edukasi, dan partisipasi wisatawan dalam model pemberdayaan yang integratif. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan inovasi produk kerajinan anyaman bambu dan pertunjukan Angklung Sered sebagai atraksi wisata di Desa Sukaluyu. Metode yang digunakan adalah community-based participatory research. Mitra yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Sanggar Angklung Sered dan Karang Taruna desa. Tahapan kegiatan mencakup penetapan mitra, identifikasi persoalan, pemetaan kebutuhan, perumusan inovasi, sosialisasi program, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Sanggar Angklung Sered mampu menghasilkan inovasi seni wisata pendidikan yang lebih partisipatif, ringkas, interaktif, menarik, dan mengandung nilai-nilai pendidikan. Sementara itu, Karang Taruna mengembangkan miniatur perkakas dapur tradisional sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal yang memiliki nilai edukatif sekaligus nilai ekonomi. Kedua produk inovasi tersebut kemudian diintegrasikan sebagai bagian dari pengembangan desa wisata rintisan. Selain menghasilkan inovasi produk budaya, kegiatan ini turut memperkuat fungsi edukasi budaya, memperluas partisipasi masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Kata Kunci: Angklung Sered; kerajinan; pemberdayaan masyarakat; seni wisata pendidikan