cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pelatihan keterampilan operasional dan perawatan sistem kelistrikan bangunan gedung bagi pemuda putus sekolah di Desa Girimekar Kabupaten Bandung Jaja Kustija; Hasbullah Hasbullah; Elih Mulyana
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36851

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat berbasis desa binaan ini adalah untuk memberikan pelatihan bagi pemuda putus sekolah dalam menguasai keterampilan dalam bidang operasional dan pemeliharaan instalasi listrik bangunan gedung yang dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatori dengan pendekatan demand responsive approach. Model pelatihan yang dikembangkan didasarkan kepada kebutuhan dan potensi masyarakat dan desa setempat dalam konteks pembangunan dan keberlanjutan, sehingga diharapkan hasil dari kegiatan pelatihan ini dapat memberikan peluang kerja bagi pemuda dalam upaya mengurangi pengangguran meningkatkan taraf hidup masyarakat. Model pelatihan keterampilan yang dikembangkan meliputi: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan pelatihan, (3) tahap pendampingan dan (4) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengembang model pelatihan instalasi listrik ini adalah terbukanya peluang usaha bagi pemuda dalam bidang operasional dan pemeliharaan instalasi listrik sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan serta terwujudnya model desa binaan yang didukung oleh pemerintahan desa setempat yang berbasis kemitraan dengan tim PKM UPI. Kegiatan PKM desa binaan berbasis kemitraan ini diikuti oleh sekitar 25 orang pemuda yang ada di wilayah Desa Girimekar. Luaran yang dihasilkan dari PKM Desa Binaan ini adalah munculnya sejumlah kader instalatur desa mandiri dari kalangan pemuda yang memiliki keterampilan tentang operasional dan perawatan sistem instalasi listrik bangunan serta adanya publikasi pada jurnal nasional/internasional terindeks.
Membangun wirausahawan baru yang kreatif dan berdaya saing Leli Yulifar; Desfina Desfina; Farida Sarimaya
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36863

Abstract

Munculnya Perpres No. 27/2013 tentang wirausahawan muda semakin memperkuat upaya-upaya penciptaan wirausahawan muda pada berbagai lembaga, termasuk Perguruan Tinggi (PT). Hal ini antara lain ditandai dengan munculnya Program Pelatihan Kewirausahaan yang dilanjutkan dengan Mentoring dan Coaching, diharapkan akan melahirkan para wirausahawan yang berdaya saing global dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada akhir tahun 2015. Di samping itu, program ini akan menjadi "soft skill" bagi lulusan UPI yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pengajaran, sehingga akan dapat mengurangi angka pengangguran terdidik di negara ini, karena mereka memiliki kemampuan sebagai pencipta lapangan kerja, bukan semata pencari kerja. Dengan demikian, penerima manfaat langsung dari program ini adalah para mahasiswa UPI baik yang berkompetensi pendidikan maupun non-kependidikan.
Implementasi pendidikan seni di masyarakat melalui kuliah kerja nyata tematik Posdaya Juju Masunah; Desfina Desfina; Leli Kurniawati
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36865

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk melaporkan hasil pengabdian kepada masyarakat tentang implementasi pendidikan seni bagi ibu dan anak melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat tahun 2016. Pendidikan seni merupakan salah satu bidang ilmu untuk membantu peserta didik menguasai pengetahuan dan keterampilan seni, menumbuhkan sikap kreatif dan apresiatif seni, serta dapat menyerap nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam berkesenian. Penerapan bidang ilmu ini menggunakan metode project based research. Participant kegiatan ini adalah mahasiswa KKN, ibu-ibu kader POSDAYA, dan anak-anak di tujuh desa kecamatan Parongpong, serta tim peneliti. Langkah kegiatan diawali dengan mengidentifikasi masalah, merancang kegiatan dan menyiapkan materi seni, mengimplementasi kegiatan dan melakukan evaluasi. Implementasi kegiatan dilakukan dengan cara workshop pendidikan seni bagi ibu-ibu kader POSDAYA dan kegiatan kolaborasi mahasiswa KKN dengan ibu serta anak di lingkungan POSDAYA untuk berkreativitas dan berapresiasi seni. Hasil kegiatan adalah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kader POSDAYA di Kecamatan Parongpong meningkat, terimplementasikan strategi pendidikan seni di masyarakat, dan karya seni drama musikal. Diharapkan kegiatan ini ada tindak lanjutnya untuk mengevaluasi keberlanjutan program POSDAYA bidang pendidikan di tujuh desa kecamatan Parongpong pasca kegiatan KKN UPI.
5 T (Tips, trik, tenure, and tact to trade) pelatihan, magang, dan paket kuliah kewirausahaan bagi mahasiswa UPI Kampus Sumedang Diah Gusrayani; Dadan Djuanda; Tatang Muhtar
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36866

Abstract

Mahasiswa UPI Kampus Sumedang dengan kemampuan strategisnya membuat, mengemas dan memasarkan sebuah produk dengan pangsa pasar teman sekelas minimalnya, sampai dosen dan seluruh tenaga kependidikan adalah sebuah entitas potensial yang perlu diberi perhatian. Perlu dipikirkan dan dipetakan upaya untuk mewujudkan kondisi ideal mahasiswa yang berjiwa entrepreneur, tanpa mengganggu aktivitas mereka sebagai mahasiswa. Pada akhirnya, para usahawan muda ini perlu dilatih untuk berpikir taktis, berprinsip kerja cerdas, berbuat jelas, bertindak tegas. Program ini bertajuk 5T (Tips, Trik, Tenure, and Tact to Trade) bermaksud memberikan pelatihan intensif untuk mewujudkan wirausahawan muda kampus yang potensial dan inovatif serta berjiwa entrepreneur.
Pemanfaatan limbah kotoran sapi menggunakan reaktor terintegrasi alat pemurnian Biogas Sistem Absorbsi-katalitik (SAKTI) di Kampung Cileuweung Kota Cimahi Ali Kusrijadi; Yayan Sunarya
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.37292

Abstract

Telah dilakukan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membentuk desa binaan sehat mandiri energi dan pertanian hijau berbasis pada pengolahan limbah ternak sapi. Kegiatan yang dilaksanakan adalah penerapan teknologi dan pelatihan pemanfaatan limbah ternak sapi, menjadi biogas berkualitas tinggi dilengkapi dengan penggunaan alat pemurni biogas (SAKTI). Tahapan kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan limbah peternakan, dilanjutkan dengan pembuatan sistem produksi dan pemurnian biogas, diakhiri dengan penguatan kemampuan dalam pemeliharaan sistem yang telah dibuat. Dalam kegiatan ini, telah dihasilkan perangkat biodigester penghasil biogas skala rumah tangga dengan kapasitas 600 m3 yang terintegrasi dengan alat reduksi gas CO2 dan H2S. Hasil analisa kualitatif biogas menunjukkan telah berkurangnya kadar gas CO2 dan H2S dengan volume maksimum dihasilkan pada hari ke 21. Antusiasme peternak sebagai sasaran kegiatan menunjukkan tingkat cukup tinggi dan diharapkan terbentuknya peternak yang berwawasan luas yang dapat melakukan proses reduksi total limbah menjadi produk yang bermanfaat secara berkesinambungan.
Penguatan kapasitas kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq melalui pelatihan berbasis andragogi di Kampung Babakan Bandung Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Bandung Barat Oong Komar; Ade Sadikin Akhyadi; Cucu Sukmana
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.37295

Abstract

Pengabdian masyarakat berbasis bidang ilmu ini ditujukan untuk dapat memberikan penguatan pada mitra PKBM Ash-Shoddiq sebagai pusat dari berbagai kegiatan yang ada di wilayah Desa Pagerwangi. PKBM Ash-Shoddiq memiliki potensi dalam mengembangkan berbagai program di wilayah desa ini karena letak dan kondisi geografis yang mendukung dan merupakan jalur wisata dengan daerah pertanian dan perkebunan. Belum optimalnya kinerja pengelola lokal dan belum maksimalnya upaya dalam mengembangkan program-program dari setiap program yang ada, menjadi permasalahan utama dari lembaga ini. Permasalahan ini memunculkan perlu adanya upaya dari tim pelaksana untuk dapat membantu dengan menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan juga pendampingan dalam mengoptimalkan kapasitas lembaga PKBM Ash-Shoddiq di Kp. Babakan Bandung Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Program pengabdian ini memiliki batasan dan fokus pada aspek kegiatan yang akan dikaji, merujuk pada rumusan masalah sebagai berikut: "Bagaimanakah Penguatan Kapasitas Kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq Melalui Pelatihan Berbasis Andragogi?" Hasil kegiatan program pengabdian pada masyarakat pada Penguatan Kapasitas Kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq Melalui Pelatihan Berbasis Andragogi, di antaranya: 1) Tergambarkannya kondisi objektif PKBM Ash-Shoddiq. Berdasarkan hasil dokumen profil PKBM dan implementasi program di PKBM Ash-Shoddiq terdapat beberapa program, sumber daya manusia, dan administrasi lembaga yang tidak sesuai antara harapan dengan kenyataan implementasi di lapangan. Kondisi objektif tersebut sebagai berikut: a) Program yang tertulis di profil berjumlah 10 program dengan program yang aktif berjumlah 5 program sedangkan program yang pasif atau belum optimal berjumlah 5 program. b) Sumber daya manusia dilihat dari latar belakang pendidikan rata-rata pengelola dan tutor lulusannya dari jenjang SD sampai jenjang S2 perguruan tinggi. Administrasi di PKBM Ash-Shoddiq berdasarkan hasil pengamatan di lapangan masih belum optimal, terutama administrasi tiap program dan administrasi lembaga PKBM Ash-Shoddiq.; 2) Mendeskripsikan implementasi program pengabdian masyarakat sebagai berikut: a) Rekrutmen calon peserta; b) Menciptakan iklim yang kondusif; c) Menyusun rancangan program pelatihan; d) Mendiagnosa kebutuhan pelatihan; e) Merumuskan tujuan pelatihan; f) Menyusun rancangan pelatihan; g) Kegiatan belajar; h) Penilaian proses dan hasil belajar.; 3) Tergambarkannya partisipasi pengelola dan pendidik PKBM Ash-Shoddiq pada pelatihan berbasis andragogi terbagi tiga bentuk partisipasi sebagai berikut: a) Ide/gagasan/pemikiran; b) Tenaga; c) Materi. Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan penguatan kapasitas kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat di PKBM Ash-Shoddiq.
Optimalisasi kinerja mahasiswa PPL melalui needs analysis bidang penerjemahan Sri Harto; Sri Setyarini
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.37480

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah asumsi tentang perlunya needs analysis dalam bidang penerjemahan untuk mengoptimalkan kinerja mahasiswa dalam melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: (1) untuk menemukan jawaban apakah needs analysis dalam bidang penerjemahan berperan dalam mengoptimalkan kinerja mahasiswa PPL; (2) untuk mengidentifikasi kompetensi dan strategi penerjemahan yang diperlukan bagi mahasiswa; (3) untuk menganalisis bagaimana kompetensi dan strategi penerjemahan tersebut bisa dimiliki dan diterapkan oleh mahasiswa PPL. Hasil analisis data menunjukkan bahwa needs analysis dalam bidang penerjemahan merupakan hal yang penting dilakukan karena bidang penerjemahan yang akan ditekuni oleh mahasiswa PPL di instansi yang berbeda bisa teridentifikasi dan terinventarisasi. Dengan cara ini, jenis kompetensi dan strategi penerjemahan yang dibutuhkan di lapangan bisa dipersiapkan. Selain itu, kompetensi dan strategi penerjemahan yang dibutuhkan di lapangan perlu dilatih secara profesional sebelum mereka terjun ke instansi tempat melakukan praktek kerja. Dengan demikian, kinerja mereka bisa lebih optimal karena mereka sudah terlatih menerjemahkan dalam beragam teks dan menerapkan beragam strategi penerjemahan.
Pelatihan desa binaan siaga bencana untuk pengurangan resiko bencana gempa bumi dan longsor di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Wanjat Kastolani; Darsiharjo Darsiharjo; Iwan Setiawan; Fitri Rahmafitria
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.38702

Abstract

Kecamatan Lembang di Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang berada pada zona sesar Lembang dengan morfologi perbukitan membuatnya rawan bencana gempa bumi dan gerakan tanah seperti longsor. Potensi pertanian dan pariwisata menjadi ciri khas dari kecamatan ini, untuk mencegah masalah yang dapat ditimbulkan oleh gempa bumi dan gerakan tanah perlu adanya upaya pengurangan resiko bencana berbasis desa binaan, diharapkan dengan hal tersebut, masyarakat yang menjadi desa binaan ini menjadi lebih siaga terhadap bencana yang sewaktu-waktu akan terjadi. Laporan akhir pelatihan desa binaan untuk pengurangan resiko bencana longsor dan gempa bumi menunjukkan nilai positif yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat antara lain: (a) pengenalan kebencanaan di Indonesia, (b) bencana longsor, gempa bumi dan penyebabnya, (c) informasi geografis potensi bencana longsor dan gempa bumi di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, dan (d) mitigasi bencana longsor dan gempa bumi. Pembentukan kader/relawan warga siaga bencana dan desa binaan siaga bencana untuk menjalin komunikasi dalam upaya pembinaan mitigasi bencana.
Peningkatan kompetensi penyusunan dan penerapan model pemberdayaan masyarakat bagi tenaga widyaiswara di lingkungan PP PAUD dan Dikmas Jawa Barat Sumarto Sumarto; Leni Anggraeni; Sandey Tantra Paramitha; Sri Wahyuni Tanshzil
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36578

Abstract

Peningkatan sumber daya manusia merupakan cara yang strategis dalam meningkatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara menuju kearah yang lebih baik, salah satu sumber daya manusia yang menunjang dalam peningkatan pendidikan yaitu widyaiswara. Peran dan fungsi widyaiswara sangat penting karena akan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pegawai negeri sipil yang dalam penelitian ini berfokus pada Widyaiswara di lingkungan PP PAUD dan DIKMAS Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah metode kaji tindak partisipatif. Hasil yang diperoleh dari program pelatihan peningkatan kompetensi, di antaranya: 1) pengembangan model pemberdayaan masyarakat sebagai tugas inti dari PP PAUD dan DIKMAS Jabar, terdapat dua fungsi utama secara general, yaitu pengembangan model dan mutu bagi masyarakat. 2) Model yang sedang digarap oleh tim PP PAUD dan DIKMAS adalah model Paket C dalam Jaringan, dengan 4 model yaitu model kurikulum, model modul, model media, dan model evaluasi. 3) langkah-langkah pengembangan model pemberdayaan masyarakat yaitu studi pendahuluan, merancang model tentatif, uji coba model tentatif dan revisi model. 4) adanya ketertarikan dari widyaiswara dalam menerapkan model pemberdayaan masyarakat. .
Penguatan kapasitas kelembagaan Posdaya melalui pelatihan manajerial lip Saripah; Sri Subekti
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36610

Abstract

Penguatan kelembagaan POSDAYA diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan POSDAYA Kenanga di Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat. Pengelolaan POSDAYA yang baik diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat, karena POSDAYA merupakan lembaga swadaya masyarakat yang berfungsi sebagai penggerak/memobilisasi masyarakat ke arah yang lebih baik. Salah satu komponen POSDAYA, yang memegang peranan penting dalam pengembangan POSDAYA adalah pengelola. Pengelola harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, memiliki dedikasi yang tinggi pada pendidikan dan bertanggungjawab, memiliki jaringan yang luas, memiliki kemampuan teknis di bidang pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. Pengelola POSDAYA akan mampu menyusun strategi yang tepat, terutama dalam rangka mengatasi setiap perubahan yang terjadi, jika didukung fungsi manajerial yang tangguh.