cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Analisis semantik nasihat-nasihat Luqman dalam surat Luqman dan implikasinya terhadap konsep pendidikan anak usia emas (golden age) Muhammad Iqbal Fathurrahman; Yayan Nurbayan; Dedeng Rosidin
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.229

Abstract

Penelitian ini lahir atas dorongan dari fakta-fakta yang berkembang bahwa banyak generasi muda Muslim yang tidak mencerminkan akhlak seorang Muslim sebagaimana mestinya. Juga ditambah dengan masih sangat banyak Muslim yang tidak menerapkan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan anak yang termaktub dalam Al-Qur'an. Padahal Al-Qur'an merupakan buku petunjuk yang jika diamalkan dengan baik dan benar maka seseorang tidak akan tersesat. Maka hadirnya penelitian ini adalah guna memberikan informasi bahwa sejak 14 abad silam Allah Swt. melalui Al-Qur'an telah memberikan konsep pendidikan ideal melalui kisah Luqman yang memberi nasihat kepada anaknya yang bernama Tsaron. Terlebih lagi penelitian ini mengambil sudut pandang dari segi analisis nasihat-nasihat Luqman terhadap anaknya di surat Luqman dari segi semantik, sehingga diharapkan diperoleh makna yang jauh lebih mendalam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model analisis isi. Dalam penelitian ini ditemukan nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya yaitu: jangan berbuat musyrik, bersyukur kepada Allah dan orangtua, senantiasa taat kepada orangtua selama bukan dalam kemaksiatan, membersamai mereka dengan baik, mendirikan shalat, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, bersabar dalam setiap kejadian, dan jangan sombong baik dalam perbuatan atau dalam ucapan. Dan semua nasihat-nasihat Luqman tersebut akan sangat besar manfaatnya jika diajarkan kepada anak sejak dini, pada usia emas, usia antara 0-6 tahun.
Urgensi konseling keluarga untuk pembinaan perilaku asertif Nurul Hikmah
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.230

Abstract

Perilaku asertif adalah kemampuan mengomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan tanpa menyalahi, menghina dan meremehkan hak-hak pribadi dan orang lain. Fokus masalah adalah pentingnya seseorang untuk memiliki perilaku asertif dalam kehidupan sehari-hari agar mampu berkomunikasi dengan efektif dan jelas tanpa merasa diintimidasi dan berada di bawah kekuasaan orang lain. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk pembinaan perilaku asertif yang diterapkan orang tua kepada anak, bentuk komunikasi interpersonal yang diterapkan dalam keluarga untuk pembinaan perilaku asertif. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan triangulasi dengan responden berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan penting dalam pembentukan sikap asertif pada anak dan pembinaan tersebut harus diterapkan sejak masa kanak-kanak akhir dan remaja awal. Proses pembinaan asertif yang diterapkan oleh keluarga adalah dengan membangun komunikasi secara intensif, tegas, contoh yang baik (modelling), kontrol orang tua yang persuasif, saling menghargai dan adanya dukungan dari orang tua. Bentuk komunikasi interpersonal yang membantu pembinaan asertif adalah keterbukaan dalam komunikasi antar anggota keluarga meliputi komunikasi verbal dan non-verbal, saling menghargai dan menghormati, intensitas komunikasi yang dibangun dalam keluarga serta penerapan komunikasi setara. Faktor pendidikan, contoh yang baik (modelling), pengalaman dan kecakapan orang tua berkomunikasi seperti penggunaan bahasa, gerakan dan ekspresi wajah menjadi faktor pendukung lainnya dalam pembentukan perilaku asertif pada anak.
Konseling eksistensial untuk mereduksi kecemasan neurotik pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Pangkalpinang Said Akhmad Maulana
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.231

Abstract

Penelitian ini berjudul Konseling Eksistensial untuk Mereduksi Kecemasan Neurotik Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. Tujuan penelitian adalah untuk membantu konseli (pasien) dalam mereduksi kecemasan neurotik melalui konseling eksistensial. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan single-subject experimental designs (rancangan eksperimental subjek tunggal) dengan desain A-B. Berdasarkan metode penelitian yang digunakan, maka didapatkan hasil penelitian dengan menganalisis secara visual grafik perubahan kecemasan neurotik konseli E dan V bahwa konseling eksistensial dapat mereduksi kecemasan neurotik pasien hipertensi.
Keefektifan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X Frilia Shantika Regina
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.232

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) yang diusung pemerintah dalam Kurikulum 2013 dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Struktur dan kaidah teks eksposisi yang dinilai dalam penelitian ini mencakup enam aspek, yaitu judul; struktur teks; struktur gagasan, kaidah kebahasaan, argumentasi, dan simpulan. Berdasarkan hasil pengujian statistik, diperoleh data hasil perhitungan Sig uji-t kemampuan menulis teks eksposisi sebesar 0,00. Taraf signifikansi pada penelitian ini adalah 0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Berdasarkan perhitungan tersebut diperoleh hasil hipotesis Ho ditolak atau hipotesis Ha diterima, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks eksposisi di kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) dan kelas kontrol dengan model pembelajaran langsung di kelas X SMA Alfa Centauri.
Pengaruh penerapan metode role playing terhadap keterampilan sosial dan kemampuan berpikir analitis siswa pada pembelajaran IPS Yeni Puspitasari; Sapriya Sapriya
Jurnal Abmas Vol. 19 No. 2 (2019): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v19i2.233

Abstract

Social and analytical thinking skill are highly essential to help students to communicate with their surroundings and help students to solve problems which correlate with their lives. The purpose of this study was to determine the effect of the use role playing method to social skills and analytical thinking of students at a public elementary school in Karawang. The method used is quasi-experimental with Nonequivalent Control Group Design (NCGD). The learning process taken in control group was through conventional learning and in experimental group was through role playing method. The results showed that there is improvement on students' social and analytical thinking skills after learning through role playing was implemented. T-test results between t-compared to the calculation result of t-observed that has been showed that t-observed < t-critical or Ho is rejected. It means there is a significant difference in the improvement of students' social and analytical thinking skills between who were taught by using role playing method and who were taught by using conventional learning. Furthermore, students' responses to the use of role playing method is positive. Students felt more involved in the learning process and not bored so that the lesson given can improve social and analytical thinking skills of students.
Implementasi produk taman bugar desa melalui pelatihan, pembinaan, dan pelayanan instruktur kebugaran desa Boyke Mulyana; Komarudin Komarudin; Sandey Tantra Paramitha
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36397

Abstract

Keadaan zaman yang berubah dengan cepat membuat kesehatan masyarakat menjadi sangat rentan terkena penyakit, baik fisik maupun mental. Keberadaan taman bugar merupakan upaya untuk menjauhkan masyarakat dari ancaman penyakit baik fisik maupun mental, konsep yang dibuat dari taman bugar merupakan upaya untuk mendorong masyarakat untuk senantiasa membiasakan pola hidup sehat. Selain itu, taman bugar tidak hanya berisikan alat-alat olahraga tetapi memiliki instruktur senam yang ada di dalamnya, hal ini membuat masyarakat lebih paham akan pentingnya hidup bugar. Metode pengabdian yang digunakan dalam program pengabdian pada masyarakat ini yaitu metode kaji tindak partisipatif. Hasil yang diperoleh menggambarkan: 1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan alat kebugaran; 2) terciptanya kesadaran dalam diri masyarakat untuk berolahraga yang bertujuan untuk hidup bugar; 3) instruktur kebugaran desa yang menjadi harapan dari masyarakat ialah yang paham secara pengetahuan maupun secara keterampilan untuk mengajak masyarakat berolahraga; dan 4) masyarakat menganggap bahwa implementasi produk taman bugar desa sudah tepat sasaran.
Pelatihan ketenagaan dan pengelolaan laboratorium IPA guru Sekolah Menengah Pertama YPPK Bonaventura Sentani Kabupaten Jayapura Cornelius Tanto; Florida Doloksaribu
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36425

Abstract

Laboratorium adalah bagian yang tidak terpisahkan saat memberikan materi pada proses belajar mengajar. Secara khusus bidang IPA sekolah menengah. Belajar IPA, seperti kimia, fisika, dan biologi tanpa implementasi laboratorium, dapat dikatakan pekerjaan yang mengambang. Perlunya laboratorium IPA di sekolah, telah menjadi perhatian pemerintah untuk dapat memberi fasilitas laboratorium di sekolah-sekolah. Namun tidak sedikit ditemukan guru IPA menganggap laboratorium hanya sebuah bangunan yang tidak perlu ditata secara administrasi. Sehingga PBM berbasis laboratorium tidak terlaksana dengan baik. Adanya tumpang tindih pemegang pengelolaan laboratorium guru bidang studi, mengakibatkan terjadi kesalahpahaman. Sehingga perlu dilakukan pelatihan tentang pengelolaan laboratorium yang benar kepada para guru IPA.
Pelatihan perancangan, pembuatan dan pemasaran produk interior dan furnitur bagi mahasiswa program studi pendidikan teknik bangunan Dedy Suryadi; Nandan Supriatna
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36426

Abstract

Tantangan yang mengemuka dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi adalah terjadinya iklim kompetitif dalam memperebutkan pasar kerja yang terbatas. Diperlukan program pembekalan bagi mahasiswa sebelum lulus dengan muatan kemampuan dalam mengembangkan usaha untuk membuka lapangan kerja. Salah satunya adalah memberi pelatihan kewirausahaan sesuai dengan bidang keilmuan dan keahlian yang ditekuni. Tujuan program pelatihan diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang usaha (business plan) di bidang produk interior dan furnitur. Metode pelatihan dilakukan meliputi: (1) wawasan usaha bidang interior dan furnitur, (2) praktik perancangan desain produk interior dan furnitur, (3) praktik pembuatan produk interior dan furnitur, (4) praktik pembuatan business plan, dan (5) presentasi hasil produk dan rencana usaha. Berdasarkan hasil observasi dan penilaian hasil produk pelatihan diperoleh gambaran bahwa mahasiswa peserta pelatihan mengalami peningkatan wawasan usaha, kemampuan merancang dan membuat produk serta kemampuan membuat rencana usaha. Hasil yang lebih penting adalah terbinanya karakter wirausaha dan minat tinggi mahasiswa untuk terjun di dunia kewirausahaan sesuai bidang keahlian yang ditekuninya.
Pengembangan program bina keluarga balita holistik integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36427

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) Pola asuh orang tua, 2) Pentingnya tumbuh kembang anak, 3) Kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) Multiple Intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Pakker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.
Analisis pola perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah Yayat Yayat; Annysa Ramayanti; Jejen Jaenal Aripin
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 1 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i1.36428

Abstract

Pertumbuhan jumlah sampah di Indonesia meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Oleh karena itu, diperlukan penanganan sampah yang komprehensif dalam mengatasi permasalahan sampah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan lokasi penelitian di RW 12 Desa Margahayu Selatan Kabupaten Bandung. Data primer yang diperoleh menggunakan observasi dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Desa Margahayu Selatan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih warga RW 12 sebagai sampel. Selanjutnya, terpilih 66 responden yang mengisi kuesioner. Data penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga RW 12 dalam pengelolaan sampah masih belum optimal. Dalam mengatasi permasalahan sampah, diperlukan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah. Pola perilaku masyarakat yang mendukung proses pengelolaan sampah akan membantu mengatasi permasalahan sampah. Permasalahan yang utama adalah karena warga RW 12 hanya sekadar membuang sampah ke TPA tanpa dilakukan proses pemilahan terlebih dahulu sehingga tidak dapat mengurangi volume sampah. Alasan utama tidak dilakukannya proses pemilahan adalah karena belum tersedianya fasilitas dalam mengelola sampah yang baik. Namun di samping itu, sebagian besar warga telah mengetahui dengan baik perbedaan penggolongan jenis-jenis sampah. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi antara warga dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam mengatasi permasalahan sampah.