cover
Contact Name
Pipin Firdaus
Contact Email
pipin@upi.edu
Phone
+6285135062385
Journal Mail Official
abmas@upi.edu
Editorial Address
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Setiabudhi No. 229, Isola, Sukasari Kota Bandung, Jawa Barat 40154 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Abmas
ISSN : 14121891     EISSN : 27981436     DOI : https://doi.org/10.17509/abmas
Core Subject :
Jurnal Abmas is a peer‑reviewed community‑service journal published by the Directorate of Research and Community Service (DPPM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The journal disseminates results of Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) that address pressing socio‑economic, environmental, and educational challenges in Indonesia and other emerging countries, with explicit relevance to the Sustainable Development Goals (SDGs). By documenting innovative, context‑sensitive service projects, the journal aims to strengthen the link between university‑based community engagement and sustainable development at local, national, and global levels.
Arjuna Subject : -
Articles 299 Documents
Pengembangan program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKBHI) untuk meningkatkan tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Kober Ceria Yasbiati Yasbiati; Dadan Nugraha; Taopik Rahman; Lutfi Nur; Istikhoroh Nurzaman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36611

Abstract

Banyaknya kegagalan dalam pengasuhan anak, bukan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada anak, melainkan karena sebagian orang tua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar. Padahal orang tua adalah orang yang mempunyai peranan penting dalam proses asuh, asah dan asih bagi anak-anak mereka. Program BKBHI yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah program dalam rangka pembinaan keluarga untuk mewujudkan tumbuh kembang balita secara optimal, dan merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para ibu dan anggota keluarga lain tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak balita. Berdasarkan hal itu maka dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan dengan fokus utama 1) pola asuh orang tua, 2) pentingnya tumbuh kembang anak, 3) kiat-kiat menjaga anak dari pengaruh media, dan 4) multiple intelligences anak yang dilaksanakan di Kober Ceria Kelurahan Setiajaya Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Adapun pola model pelatihan yang digunakan adalah model pelatihan dari Treadway Parker (Rohaniyah, 2005:19-22). Keberlangsungan untuk jangka panjang terkait program ini diperlukan kerjasama berbagai pihak baik itu pemerintahan, pengelola sekolah, maupun orang tua dan masyarakat itu sendiri.
Pelatihan kreator konten video YouTube bagi mahasiswa UPI dengan metode ADDIE Andika Dutha Bachari; Agus Fakhrudin; Mahmud Fasya
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36612

Abstract

Studi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa UPI sebagai kreator konten video Youtube yang saat ini sedang berkembang menjadi lahan usaha yang sangat menjanjikan. Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ADDIE. Dalam mendesain sistem instruksional pelatihan, metode ADDIE menggunakan pendekatan sistem. Hal tersebut bertujuan agar proses pelatihan yang dijalankan dapat berjalan secara komprehensif serta berfokus pada analisis kebutuhan. Ada lima fase yang diterapkan dalam metode ini yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation yang merepresentasikan panduan perangkat pengembangan pelatihan dan kinerja yang dinamik. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan kreator konten video yang secara sistemik menerapkan metode ADDIE berjalan dengan baik. Indikasi dari hal tersebut dapat diketahui dari perubahan yang dialami para peserta pelatihan yang sudah dapat menghasilkan earning dari program Google Adsense.
Mengembangkan wirausahawan muda yang kreatif dan terdidik formal melalui program inkubator bisnis UPI Leli Yulifar; Suwirta Suwirta; Farida Sarimaya; Didin Budiman; Moch Eryk Kamsori
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36615

Abstract

Kemajuan suatu negara sering diukur dari kemajuan perekonomiannya. Salah satu indikatornya, menurut McClelland, minimal 2% penduduknya adalah entrepreneur. Saat ini, Indonesia baru berada pada angka di bawah 1%, yang didominasi lulusan SD. Untuk bisa berkontribusi pada neraca perdagangan internasional sebagai sumber devisa, maka tuntutan para entrepreneur yang terdidik formal menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itulah peran Perguruan Tinggi (PT) termasuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dituntut untuk dapat melahirkan para wirausahawan yang terdidik formal. Seiring dengan itu, keluarnya Kepres No. 27/2013 tentang Inkubator Wirausaha telah memperkokoh upaya-upaya ke arah penciptaan wirausahawan muda melalui program inkubasi. Oleh karena itu, melalui program ini diharapkan terlahir wirausahawan yang kreatif dan terdidik formal sehingga dapat bersaing dalam tataran global pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan menjadi "soft skill" bagi lulusan UPI dengan kompetensi utama di bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian, angka pengangguran terdidik di negara ini akan berkurang, karena mereka memiliki kemampuan sebagai pencipta lapangan kerja, bukan semata pencari kerja. Dengan demikian, penerima manfaat langsung dari program ini adalah para mahasiswa UPI baik yang berkompetensi Pendidikan maupun Non Kependidikan.
Membangun moral: Wirausaha mahasiswa melalui media pembelajaran berbentuk kaos lukis Isnaeni Gelda Prasetianti; Faqih Adam; Noviani Ekaningtyas; Kakah Mudrikah
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36627

Abstract

Masuknya modernisasi ke Indonesia memiliki banyak dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positifnya adalah kemudahan aksesibilitas dalam berbagai aspek kehidupan, namun ada pula dampak negatif yang mempengaruhi akhlak dan moral anak-anak menjadi semakin terdegradasi, terutama melalui visualisasi negatif dari masuknya modernisasi. Salah satu munculnya dampak negatif dari modernisasi adalah kurangnya konten mendidik dan mengikisnya nilai budaya di masyarakat, khususnya pada anak-anak dan remaja. Pengikisan dan kurangnya konten mendidik ini menyebabkan terjadinya fenomena-fenomena seperti banyaknya kekerasan, kerusuhan (tawuran antar pelajar), perundungan, kegiatan merusak diri, kenakalan-kenakalan remaja dan sebagainya. Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya penerapan dan pemahaman tentang budaya dan moral. Pendidikan merupakan salah satu cara ampuh dan tepat untuk mengatasi degradasi moral anak tersebut. Dengan demikian, menjadi sangat penting sekali pembaharuan media pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan seperti masuknya kaos lukis dengan berbagai tema yang mendidik yang mengangkat nilai kebudayaan, spiritual, nilai positif dan motivasi yang dibalut dalam sebuah kegiatan kewirausahaan.
Pelatihan pengolahan susu menjadi minuman kefir bagi ibu rumah tangga melalui kelompok wirausaha di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Ganjar Muhammad Ganeswara; Rika Sartika; Siti Mujdalifah; Imas Kurniawaty; Heny Mulyani
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36628

Abstract

Susu merupakan bahan makanan yang istimewa bagi manusia karena kelezatan dan komposisinya yang ideal, selain itu susu mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu desa sentra produksi susu sapi di Jawa Barat. Terdapat sekitar 639 kepala keluarga (KK) yang bermata pencaharian sebagai peternak sapi perah. Untuk itu, Desa Sukajaya dapat mendukung pemanfaatan susu sapi menjadi minuman kefir. Kegiatan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Pelatihan yang dilakukan meliputi pelatihan pembuatan kefir dan pelatihan pengemasan kefir. Berdasarkan Pengabdian kepada Masyarakat Pengembangan Desa Binaan Berbasis Kemitraan Pengolahan Susu menjadi Minuman Kefir Ibu Rumah Tangga memiliki kreatifitas dalam rangka menambah varian rasa minuman kefir. Minuman kefir yang dibuat oleh Ibu Rumah Tangga Desa Sukajaya memiliki banyak peminat dikarenakan harga yang terjangkau dan pengemasan yang higienis.
Pembuatan briket kotoran sapi sebagai bahan bakar alternatif membentuk desa mandiri energi di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat All Kusrijadi; Yayan Sunarya; Agus Setiabudi
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36629

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang bertujuan membentuk desa mandiri energi berbasis pada pengolahan limbah ternak sapi. Lokasi kegiatan adalah Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan dan penerapan teknologi pemanfaatan limbah ternak sapi, menjadi briket sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga dan industri kecil. Tanggapan peserta terhadap penggunaan briket menunjukkan masih belum praktis digunakan sebagai bahan bakar. Nilai kalor briket hasil menunjukkan harga 2800 kJ/kg.
Minat usaha masyarakat usia produktif pada teknik elektroplating dekoratif di wilayah Dayeuhkolot dan Baleendah Agus Solehudin; Ida Hamidah; Enang Suma; Agus Setiawan; Sulaeman Sulaeman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36631

Abstract

Salah satu bidang ilmu yang mempunyai orientasi pada wirausaha dan industri kecil (home industry) bagi masyarakat usaha adalah teknik pelapisan logam dekoratif atau disebut pernekel. Proses pelapisan logam dekoratif dengan menggunakan arus listrik searah atau yang lebih dikenal di lingkungan masyarakat dengan istilah elektroplating mempunyai peranan penting dalam industri baik industri yang berskala besar maupun industri yang berskala kecil. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat wirausaha teknik pelapisan pada masyarakat di perkotaan melalui model simulasi wirausaha dengan jumlah peserta 15 orang. Kegiatan dimulai dari penyusunan instrumen, pelaksanaan pre-test minat wirausaha, dilanjutkan dengan pemberian materi pelatihan dan simulasi wirausaha, dan diakhiri dengan pelaksanaan post-test. Materi instrumen mencakup semua indikator minat dan motivasi wirausaha. Jumlah pertanyaan masing-masing sebanyak 34 dan 36 butir soal. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil pre-test terhadap para peserta pelatihan adalah 62,8. Kemudian hasil post-test terhadap para peserta adalah 112,86. Hasil ini membuktikan bahwa model simulasi wirausaha yang diterapkan melalui pelatihan dapat meningkatkan minat wirausaha.
Konsep pelatihan tari berbasis nilai-nilai pendidikan karakter dalam kearifan lokal Jawa Barat bagi guru-guru sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya Agus Budiman
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36632

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah ingin memberikan data dan informasi mengenai kegiatan pelatihan tari yang dilaksanakan di Kabupaten Tasikmalaya. Permasalahan mendasar dari kegiatan ini adalah ingin memberikan pengalaman pengetahuan dan keterampilan terhadap guru-guru dalam melaksanakan pembelajaran tari di sekolah dasar. Oleh karena, pada umumnya guru seni di sekolah dasar tidak memiliki perangkat pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar seni tari sesuai dengan kaidah-kaidah pembelajaran tari untuk anak sekolah dasar. Mayoritas para guru seni di sekolah dasar bukan berlatar belakang pendidikan disiplin ilmu seni. Maka dari itu, tujuan kegiatan pelatihan ini adalah membantu meningkatkan kompetensi keterampilan tari guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tari di sekolah dasar. Metode pelatihan tari yang dikembangkan dalam kegiatan ini menggunakan konsep model pelatihan empat langkah dari Crone Hunter dengan melalui tahapan pembentukan kelompok/peserta pelatihan, identifikasi kebutuhan belajar, penentuan kurikulum atau program pelatihan, dan mengevaluasi pelaksanaan dari hasil pelatihan. Hasil kegiatan pelatihan ini mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan pada guru-guru dalam mengembangkan pembelajaran tari dengan menggali nilai-nilai kearifan lokal Jawa Barat sebagai pengembangan konsep pendidikan karakter melalui kegiatan pembelajaran seni tari di sekolah dasar. Para guru diberikan materi pelatihan cara mengolah gerak berdasarkan konsep-konsep dasar ilmu koreografi agar pada saat di sekolah mampu mengembangkan desain pembelajaran sesuai dengan potensi sumber pembelajaran yang tersedia di sekolah.
Pengembangan karakter bangsa melalui pekan olahraga pendidikan seni dan budaya di Desa Babakan Loa Kabupaten Garut Eka Prihatin Disas
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.217

Abstract

Pengembangan karakter bangsa merupakan kolaborasi antara pendidikan formal, informal dan nonformal sehingga hasil paduan antara pendidikan, keluarga dan masyarakat membentuk karakter yang khas sebagai jati diri bangsa melalui hasil olah pikir, olah hati, olah karsa, dan olah karya ditunjukkan dalam perilaku yang mengandung nilai: (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli sosial, (18) tanggung jawab yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui program yaitu Pekan Olahraga Pendidikan Seni dan Budaya (PORDIKSBUD) di Desa Babakan Loa Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut menunjukkan bahwa (1) daya terima masyarakat dalam menyambut program kegiatan ini sangat baik dilihat dari antusiasme warga yang tinggi; (2) pelaksanaan program kegiatan dapat terlaksana cukup baik keseluruhan berjalan sesuai perencanaan program; (3) hasil dari kegiatan yang dilaksanakan sudah cukup baik; (4) hasil dari kegiatan berupa sikap karakter masyarakat sesudah melaksanakan program kegiatan dalam pengembangan karakter bangsa dapat memenuhi 13 nilai karakter bangsa yang telah dikemukakan oleh pemerintah; (5) terjalinnya keakraban dan suasana kekeluargaan sesama peserta maupun dengan para panitia.
Pelatihan pemanfaatan limbah kotoran sapi di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung untuk mendukung program Citarum Harum Wanjat Kastolani
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.218

Abstract

Desa Sukamanah merupakan salah satu desa di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung yang merupakan desa penghasil susu sapi dan sayuran. Sampah organik dari sisa tanaman sayuran dan kotoran hewan sapi selama ini hanya ditimbun dan dialirkan ke sungai, sehingga semakin berat pencemaran sungai Citarum. Untuk mengurangi masalah tersebut maka pelatihan pemanfaatan sampah organik dan limbah kotoran sapi yang diolah secara mikrobial untuk menjadi media tanam akan menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan ini tentunya mendukung program Citarum Harum yang diusung oleh pemerintah dengan mengurangi pencemaran dari hulu sungainya. Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah dan praktek. Ceramah dilaksanakan dalam ruangan untuk penyampaian materi mengenai sampah terhadap sungai Citarum dan praktek dilaksanakan di luar ruangan untuk pemanfaatan kotoran sapi dengan menggunakan mikroorganisme lokal yang langsung menjadi media tanam pada saat itu juga.