cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
siti.maryam.munjiat@uinssc.ac.id
Phone
+6289669307776
Journal Mail Official
siti.maryam.munjiat@uinssc.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. 45132 Telp : +62231-481264
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tarbawi Al-Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : https://doi.org/10.24235/9g64fb07
Core Subject :
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam is an academic journal dedicated to disseminating scientific articles in the form of conceptual ideas and empirical research focusing on the study of culture and education from an Islamic perspective. The journal is published twice a year, in April and October, and serves as a scholarly platform for academics, researchers, and practitioners to contribute to the development of Islamic education in various contexts. The scope of the journal covers a wide range of topics related to Islamic culture and education, including secondary and higher education, development of learning media, innovation in teaching methods, Islamic character education, educational guidance and counseling, philosophy of education, history of education, madrasah (Islamic educational institutions), Islamic boarding schools (pesantren), contemporary Islamic education, and multicultural Islamic education. In addition, the journal welcomes interdisciplinary studies in Islamic education and other relevant and appropriate topics.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Warisan Ibnu Miskawaih Revitalisasi Pendidikan Akhlak Islam di Era Digital Ahmad Rendy Hermawan; Ahmaddatul Rifqi Nur Azizah; Miftaqul Mardiyah; Muhammad Fawaid Caturian
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i1.13853

Abstract

     Abstrak       Di era digital saat ini, di mana informasi dengan mudah diakses dan teknologi mendominasi kehidupan kita, pentingnya pendidikan moral menjadi lebih penting dari sebelumnya. Revolusi di bidang teknologi informasi ini telah mampu mengubah tatanan sosial masyarakat secara fundamental. Ibnu Miskawaih seorang filsuf Persia terkemuka abad ke-10, percaya bahwa pendidikan moral adalah kunci menuju masyarakat yang adil dan harmonis. Kebijaksanaanya yang tak lekang oleh waktu tentang masalah ini masih relevan di dunia modern, di mana individu menghadapi tantangan baru dan dilemma etika. Artikel ini mengekplorasi pandangan Ibnu Miskawaih tentang pendidikan akhlak dan bagaimana penerapannya dalam masyarakat kontemporer. Ia berpendapat bahwa era digital membutuhkan penekanan baru pada pendidikan moral, wawasan Ibnu Miskawaih dapat memberikan panduan berharga dalam menavigasi masalah etika yang kompleks yang muncul di dunia modern. Pentingnya pendidikan moral bagi generasi muda, bahkan sudah menjadi kebutuhan primer. Hal ini di sebabkan berbagai persoalan moralitas yang semakin marak di era ini dengan semakij mudahnya akses teknologi informasi. Pada akhirnya, artikel ini menyoroti kebutuhan individu untuk memprioritaskan pendidikan moral dalam kehidupan pribadi mereka dan lembaga pendidikan untuk memasukkannya ke dalam kurikulum mereka, untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan harmonis.Kata Kunci: Ibnu Miskawaih, Pendikan Moral, Era Digital
Pendidikan Islam Era Transformasi Sosial Society 5.0: Studi Analisa Terhadap Hadis Nabi Kiki Ayu Hermawati
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i1.14060

Abstract

AbstrakTransformasi sosial era revolusi industri 4.0 ke society 5.0 ini memberikan dampak negatif kepada masyarakat. Hal tersebut dapat dilihat dari pengunaan Gadget yang berlebihan, dan banyak terjadi degradasi moral di kalangan masyarakat. Peserta didik yang merupakan agent of change juga turut terkena imbas dari dampak negatif teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa terkait dengan transformasi sosial society 5.0 melalui perspektif hadis dan urgensi pendidikan Islam dalam mencegah dampak negatif transformasi society 5.0 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan sumber data dari buku dan beberapa jurnal. Hasil penelitian ini berupa: Pertama, transformasi sosial society 5.0 sejatinya memiliki kedudukan yang penting untuk mengarahkan masyarakat ke smart society dan mengutamakan interaksi tanpa perbedaan dunia. Kedua, pendidikan Islam merupakan hal yang digunakan sebagai wadah membimbing, dan membantu seseorang menemukan potensi dalam dirinya agar bisa hidup dalam masyarakat. Ketiga, hadis nabi memandang bahwa transformasi sosial society 5.0 adalah suatu hal yang lumrah, namun sebagai umat Islam kita hanya boleh mengambil sesuatu yang bermanfaat dari perubahan tersebut. Keempat, pendidikan Islam memiliki kedudukan untuk menanamkan nilai dan norma agama di society 5.0 ini agar seseorang tidak terbawa dengan dampak negatif dari kemajuan teknologi.Kata Kunci: Transformasi Sosial, Society 5.0, Hadis, Pendidikan Islam.
Moral-Spiritual Artikulatif: Muara Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Merdeka Muslihudin Muslihudin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i1.14164

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai moral yang relevan serta selaras dengan pendidikan agama Islam, baik secara substantif, maupun dari pendekatan pembelajaran yang dipergunakan. Nilai-nilai moral atau karakter tersebut dapat ditanamkan pada diri peserta didik sesuai dengan tugas perkembangan moralnya. Melalui  studi kepustakaan dengan pendekatan metode dialektika retorik (analitis kritis) ditemukan bahwa sejumlah nilai-nilai karakter yang saat ini menjadi nilai karakter utama seperti tanggungjawab (responsibility) nilai kejujuran (honesty), mengejar keunggulan (pursuit of excellence), rasa hormat (respect) selaras dengan sistem nilai yang dikembangkan dalam pendidikan dan pembelajaran agama Islam, baik secara substantif maupun pendekatan pendidikan yang dipergunakan. Ditemukan juga keselarasan bahwa dimensi pendidikan moral selalu sama yaitu pengetahuan moral (konwledge), keterampilan moral (skill) dan sikap moral (attitude). Dengan dimensi tersebut dapat dikembangkan level of literacy untuk pendidikan moral dimulai dari literasi moral dasar, literasi moral menengah sampai literasi lanjutan yang disebut dengan literasi moral berbasis spiritual (moral-spiritual literacy).Kata Kunci: Moral spiritual; pendidikan karakter; pendidikan agama Islam.
Implementasi UU SISDIKNAS dalam Kebijakan Integrasi Kurikulum Pendidikan Islam di SDIT Sunan Averroes Sleman Antin Rista Yuliani; Suwadi Suwadi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i2.14223

Abstract

The purpose of this research is to analyze the implementation of the SISDIKNAS law in Islamic education policy through integrated education to answer the problem of educational dichotomy. This research uses field research and qualitative descriptive research. The location of this research was at SDIT Sunan Averroes Sleman. The research informants were school principals, teachers, and students' parents. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Test the validity of the data through source triangulation and technique triangulation. Data analysis through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are that the implementation of the SISDIKNAS Law in the Islamic education curriculum policy has been explicitly regulated as a subject, namely in article 37 of the 2003 SISDIKNAS Law, the Implementation of the SISDIKNAS Law in the integration policy of Islamic education curriculum at SDIT Sunan Averroes Sleman, among others 1) The SISDIKNAS Law is used as a guideline in preparing curriculum policies, 2) The subject matter at SDIT is in accordance with the subject matter in Article 37 of the SISDIKNAS Law and there are plus points in the field of religion, 3) The curriculum policy at SDIT integrates general knowledge and religion as a solution to the problem of educational dichotomy, 4) Content Islamic Religious Education material in Integrated Islamic Schools is not branched so it does not burden children, 5) Compilation of curriculum with planning, implementation and evaluation processes. Supporting factors for the implementation of the SISDIKNAS Law in the policy of integrating Islamic education at SDIT Sunan Averroes Sleman are teachers who are still young, whose minds are energetic, each class does not go to formal classes so that learning runs more optimally, and parental support. While the inhibiting factors are the teacher's educational background which is not linear and the limited infrastructure. Kata kunci: SISDIKNAS Law, Islamic Education Policy, Integrated Islamic Schools
Penerapan Prinsip Education for Sustainable Development di PP Al-Qadir Yogyakarta Dalam Mempersiapkan Pesantren Enterpreneur Muhammad Mahen; Nurochim Nurochim; sita Ratnaningsih; Wahyu Sudrajad Wahyu Sudrajad
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i2.14250

Abstract

Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that are ready to create a competitive and sustainable generation. The teaching of Islamic boarding schools and sustainable development have similarities in values and principles. With this, Islamic boarding schools can certainly integrate religious and general knowledge to prepare a generation that is intellectually and spiritually intelligent. In reality, the principles of sustainable development are in accordance with Islamic teachings taught at the Al-Qadir Islamic Boarding School. Therefore, Al-Qadir Islamic boarding School indirectly has an active role in supporting and realizing the principles of sustainable development. The research uses qualitative methods to answer the questions as accurately as possible. Then it is analyzed using contructivism to see how Islamic teachings can be implemented in accordance with the principles of sustainable development. Al-Qadir Yogyakarta Islamic Boarding School has role in implementing the principles of sustainable development through education. In this case researchers discovered the role of the Al-Qadir Yogyakarta Islamic Boarding School in Supporting and realizing sustainable development. KH. Masrur Ahmad MZ as an Islamic boarding school caretaker has an important role in providing understanding to teachers and students to be able to implement Islamic teachings in accordance with the principles of sustainable development education, implementation of sustainable development at Al-Qadir Islamic Boarding School. Keywords: sustainable development education, Implementation of sustainable development at Al-Qadir Islamic Boarding School.
Pendidikan Multikultural di Sekolah Umum Berbasis Kampung Santri: Studi di SMPN 1 Arjawinangun Cirebon Noval Maliki
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i2.14313

Abstract

This article presents the results of research on multicultural education at SMPN 1 Arjawinangun. This school is quite interesting in terms of its geographical location and the demographics of its inhabitants. This school does not stand in the middle of the city or suburbs, but instead in the outskirts of the district which usually has a homogeneous society. However, Arjawinangun is different in that around the school there are four large houses of worship of four different religions; Islam, Catholicism, Christianity and Buddhism. The method used is qualitative with interviews and observations as techniques to obtain primary data. The results show that multicultural education in this school does not only occur at the subject level or in the classroom, but is implemented starting from school policies to interactions between individuals (students) in it. It is hoped that with this research, multicultural education in other schools can apply the methods used at SMPN 1 Arjawinangun so that students can have a moderate and tolerant perspective on different beliefs.. Keywords: Multicultural Education, SMPN 1 Arjawinangun, Santri Village.   
Pengembangan Bahan Ajar Al-Qur’an Hadits Menggunakan Pendekatan Tahapan Perkembangan Anak untuk Peserta Didik Madrasah Ibtidaiyah Arif Sirojul Mustafid; Marhumah Marhumah; Zarkasi Zarkasi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i1.14322

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuat produk bahan ajar mata pelajaran al-Qur’an Hadis pada materi Mengenal Huruf Hijaiyah yang sudah dikembangkan untuk diaplikasikan di MI Sananul Ula Piyungan dengan pengembangan model ADDIE. Desain penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan angket. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas I MI Sananul Ula Piyungan, serta para validator yang sesuai dengan bidangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan ajar mapel alQur’an Hadis materi Mengenal Huruf Hijaiyah telah berhasil penulis kembangkan dengan menggunakan pendekatan tahapan perkembangan anak. Prototipe bahan ajar mengenal Huruf Hijaiyah terdiri atas 52 halaman yang berisi tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar pertama bertema Mengenal Huruf Hijaiyah, kegiatan belajar dua bertemakan Mengenal Harakat (Fathah, Kasroh dan Dhomah), dan kegiatan belajar tiga bertema Membaca Huruf Hijaiyah Berharakat. Adapun hasil validasi dari berbagai aspek penilaian telah menunjukkan nilai sangat baik/layak. Hasil uji coba menyatakan hasil pemahaman siswa yang meningkat, dengan rincian skor pre test yang menunjukkan rata-rata  3,43 dan pos test memiliki skor rata-rata 6,75. Hasil signifikansi sebesar 0.000 yang artinya; jika nilai signifikan menunjukkan < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar Mapel Al-Qur’an Hadis ini efektif untuk meningkatkan pemahaman materi materi mengenal huruf  hijaiyah I untuk siswa kelas I MI Sananul Ula Piyungan.Kata Kunci : Al-Qur’an Hadits; Bahan Ajar; Tahapan Perkembangan Anak.
Kompetensi Pedagogik Guru, Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Dan Motivasi Belajar Tehadap Hasil Belajar Siswa Abdul Malik; Munzir Hitami; Zamsiswaya Zamsiswaya
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v8i2.14374

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the pedagogic competence of Islamic Religious Education teachers, religious education in the family, learning motivation, on the learning outcomes of Islamic Religious Education students at Pekanbaru State Senior High School. This research method uses survey research with a quantitative approach. The research was conducted at SMAN 1 Pekanbaru City, SMAN 9 Pekanbaru City and SMAN 11 Pekanbaru City. The sample of this research was 115 respondents from a total population of 1,010 students. Data analysis used a simple linear regression test and multiple linear regression with the results: There is a significant effect of 46.4% on the pedagogic competence of PAI teachers, Religious Education in the Family and Learning Motivation simultaneously on the learning outcomes of PAI students at SMAN Pekanbaru City. This means that the higher the level of PAI Teacher Pedagogic Competence, Family Religious Education, and Learning Motivation, the better the PAI Learning Outcomes of Students at Pekanbaru State Senior High School. While there are 53.6% who are influenced by other variables not examined in this study such as learning discipline, the role of school principals, teacher professionalism, learning models, learning methods, digital-based teaching materials, digital-based learning media, learning facilities, learning resources, environment other social and non-social. Keywords:  Pedagogic Competence, Religious Education in the Family, Learning Motivation, Learning Outcomes
Efektivitas Kelompok Kerja Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran PAI SD Di Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Sarno Hanipudin; Lastri Khasanah; Muhamad Habib; Ahmad Syaehu Umam Muttaqin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v9i1.14421

Abstract

This study aims to determine: (1) What are the activities of the Islamic Religious Education (PAI) Teacher Working Group (KKG) in Wanareja Sub-District in improving the quality of PAI learning in elementary schools. (2) The process of PAI learning in Wanareja Sub-District. (3) Is the Islamic Religious Education (PAI) Teacher Working Group (KKG) activities in Wanareja Sub-District effective in improving the quality of PAI learning in elementary schools.This study is a field research with a quantitative approach. The total population in this study consisted of 42 elementary school PAI teachers who participated in the KKG. There are two variables in this study: the independent variable (x) and the dependent variable (y). In the data collection process, the researcher used observation, interviews, documentation, and questionnaires.
Ekstrakurikuler KISMA: Upaya Meningkatkan Konsep Diri Siswa di MTs Muhammadiyah Curup Angga Adhitiya Romadhan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v9i1.14751

Abstract

Tujuan dari penelitian  ini untuk mengetahui implementasi, faktor pendukung dan penghambat kegiatan ekrakurikuler KISMA (kajian islami madrasah) dalam mengembangkan konsep diri peserta didik MTS Muhammadiyah Curup. Jenis penelitian kualitatif. Subjek penelitian yaitu pembina, pelatih dan peserta didik yang berhubungan dengan KISMA. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa Implementasi kegiatan ekstrakurikuler KISMA dalam mengembangkan konsep diri peserta didik di MTS Muhammadiyah Curup dilaksanakan dua kali dalam satu minggu yakni hari rabu di isi dengan pelatihan kaligrafi dan hari sabtu diisi dengan tilawah yang disertai dengan kajian keagamaan. Dengan adanya implementasi kegiatan ekstrakurikuler KISMA dapat mengembangkan konsep diri peserta didik dengan melatih skill kesenian bernuansa keagamaan seraya meningkatkan pengetahuan agama peserta didik, melatih pengembangan kepribadian dan akhlakul karimah. Di dalam implementasi KISMA juga terdapat penyampaian motivasi dan nasihat keagamaan sehingga membuat peserta didik percaya diri serta mampu menilai dirinya dengan baik untuk dapat berbuat dalam hal kebaikan atau positif. Dapat mengembangkan bakat, membuat perubahan dengan memperbaiki sikap. Sementara faktor pendukungnya yaitu motivasi peserta didik, sarana prasarana, dorongan wali murid, antusiasme dan kerja sama yang baik antara pihak sekolah, peserta didik serta faktor penghambatnya yaitu pengaruh teman. Kata Kunci: Implementasi, Ekstrakurikuler, Konsep Diri, Peserta Didik