cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS MODEL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DI KOTA SALATIGA Iva Kusniawati; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.216 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan perkotaan yang pesat dapat dilihat dari peningkatan jumlah penduduk dan mobilitas penduduk, sehingga kebutuhan akan lahan terbangun juga semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa yang akan datang dengan mengintegrasikan model cellular automata dan artificial neural network serta menguji tingkat validitas dari model prediksi. Variabel yang digunakan sebagai faktor pendorong terjadinya perubahan lahan adalah jarak ke pemukiman, jarak ke jalan, dan jarak ke sungai, serta data kepadatan penduduk. Penelitian ini menitik beratkan pada penggunaan lahan industri, pemukiman, dan lahan pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain peta penggunaan lahan tahun 2008 dan 2013 dari penelitian terdahulu, peta penggunaan lahan tahun 2018 hasil digitasi dan validasi lapangan. Data jaringan jalan, data jaringan drainase, dan data kepadatan penduduk digunakan sebagai data untuk faktor pendorong pemodelan. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan penggunaan lahan tahun 2008−2018 didominasi oleh perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Lahan pertanian mengalami penurunan sebesar 211,51 ha, pemukiman mengalami peningkatan sebesar 96,39 ha, dan industri mengalami peningkatan sebesar 77,51 ha. Validasi pemodelan menggunakan dua metode, yaitu kappa dan analisis spasial yang menghitung perbedaan titik centroid dan analisis perbedaan luas. Hasil validasi pemodelan memiliki Indeks Kappa sebesar 0,972, nilai RMS sebesar 3,234 m, dan 96% luas antara peta prediksi dengan peta hasil digitasi dikatakan sesuai, sehingga pemodelan ini tergolong mempunyai kemiripan yang sangat baik terhadap kondisi eksisting penggunaan lahan tahun 2018.   Kata Kunci: ANN dan CA, Kota Salatiga, Perubahan Penggunaan Lahan, SIG ABSTRACT Rapid urban development can be seen from the increase in population and population mobility, so that the need for built-up land is also increasing. This study aims to determine changes in land use and predict future land use changes by integrating cellular automata and artificial neural network models and testing the validity of predictive models. The variables used as driving factors for land changes are distance to settlements, distance to roads, and distance to rivers, as well as population density data. This research focuses on the use of industrial land, settlement, and agricultural land. Data used in this study include land use maps for 2008 and 2013 from previous studies, land use maps for 2018 resulting from digitization and field validation. Road network data, drainage network data, and population density data are used as data for modeling driving factors. The results of this study indicate that changes in land use in 2008-2018 are dominated by changes in land use from agricultural land to non-agricultural land. Agricultural land decreased by 211.51 ha, settlement increased by 96.39 ha, and industry increased by 77.51 ha. Model validation uses two methods, namely kappa and spatial analysis which compute centroid point differences and area difference analysis. The results of modeling validation have a Kappa Index of 0.972, an RMS value of 3.234 m, and 96% of the area between the prediction map and the digitization map are said to be appropriate, so that this model is classified as having very good similarities to the existing conditions of land use in 2018.
Klarifikasi E-Journal Tugas Akhir an. M. Dicky Hermawan Dewan Redaksi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2569.847 KB)

Abstract

Klarifikasi E-Journal Tugas Akhir an. M. Dicky Hermawan
ANALISIS OPTIMALISASI RUTE PEMADAM KEBAKARAN BERDASARKAN AREA CAKUPAN PIPA HIDRAN DI KOTA SEMARANG Dewi Shinta Septifany; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.301 KB)

Abstract

ABSTRAKKebakaran adalah salah satu musibah yang disebabkan oleh manusia yang disengaja ataupun yang tidak sengaja. Kebakaran yang besar dapat melahap benda yang ada disekitarnya dengan cepat sehingga mengalami kerugian yang besar pula bagi yang mengalaminya. Disini akan dibutuhkan jasa pemadam kebakaran untuk mengurangi risiko kebakaran yang akan berkelanjutan jika tidak langsung ditanggapi. Untuk menuju ke lokasi kebakaran, pemadam kebakaran harus dengan cepat agar situasi tidak semakin parah. Dalam penelitian ini akan diberikan estimasi antara 5-10 menit untuk menuju ke lokasi kejadian dari pos pemadam kebakaran dan disesuaikan dengan posisi letak pipa hidran yang ada di Kota Semarang. Dalam masalah ini dibutuhkan rute optimasi untuk pemadam kebakaran menuju lokasi tersebut.Aplikasi yang digunakan untuk membuat jalur pemadam kebakaran ini menggunakan Sistem Informasi Geospasial. Yaitu dengan menggunakan sistem basis data PostgreSQL, di dalamnya terdapat sintaks SQL yang berfungsi sebagai routing (static source dan destination) yaitu pgRouting. Dalam pgRouting terdapat algoritma yang dapat mencari rute terpendek. Penelitian ini menggunakan algoritma Dijkstra dan algoritma A-star. Untuk mengaktifkan fungsi routing pada PostgreSQL, diperlukan instalasi spatial extension PostGIS. Selanjutnya mengaktifkan fields yang diperlukan dalam operasi routing diantaranya source, target, length, topology, dan index. Setelah semua berhasil diaktifkan, kemudian memasukkan fungsi SQL query dalam SQL editor untuk mengimplementasikan fungsi shortest path dengan memperhatikan node source dan node target untuk kemudian di execute.Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat daerah yang tidak masuk kedalam radius penanganan kantor pemadam kebakaran di Kota Semarang karena lokasi pemadam yang kurang menyebar dan jumlah yang kurang. Untuk area yang diluar jangkauan pemadam kebakaran, memerlukan waktu untuk sampai di lokasi bencana lebih dari 10 menit yang mana waktu tersebut terlalu lama untuk penanganan kebakaran. Dari hasil pencarian rute optimalisasi menggunakan PostgreSQL, rute tersebut dapat digunakan sebagai gambaran jalur yang akan dilewati nantinya.Kata Kunci : Algoritma Dijkstra, Algoritma A- star, Jalur Optimasi, Pemadam Kebakaran, pgRouting. ABSTRACTFire is one of the calamities caused by intentional or unintentional human. Large fires can devour the objects around them quickly so as to suffer huge losses for those who experience it. This situation will be required fire fighters to reduce the risk of fire that will be sustainable if not directly addressed. To get to the location of the fire, the firefighters should be quick to prevent the situation from getting worse. In this research will be given an estimation between 5-10 minutes to go to the location of the incident from the fire station and adjusted to the position of the location of hydrant pipes in Semarang City. In this case it takes an optimization route for firefighters to that location.Applications used to create this fire route using Geospatial Information Systems. That is by using PostgreSQL database system, in which there is SQL syntax that serves as routing (static source and destination) is pgRouting. In pgRouting there is an algorithm that can find the shortest route. This research using Dijkstra algorithm and A-star algorithm. To enable routing functions in PostgreSQL, requires the installation of PostGIS spatial extensions. Furthermore, enable the required fields in the routing operations such as source, target, length, topology, and index. After those required fields succesfully activated, insert the SQL query in the SQL editor to implement the function of the shortest path by taking notice into the node source and the node target to be executed later on.The result of the research shows that there is an area that does not enter into the radius of fire station handling in Semarang City because the location of fire station extinguisher is less spread and the number less. For areas that are outside the range of firefighters, it may take up to 10 minutes to reach the location where it takes too long to handle the fire. From the search results optimization route using PostgreSQL, the route can be used as an overview of the path that will be passed later.Keywords: Dijkstra Algorithm, A-star Algorithm, , Optimazion Routes, Firefighters, pgRouting.
PENENTUAN POTENSI LOKASI ATM BNI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang) Vinsensia Hutagaol; Bambang Sudarsono; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.16 KB)

Abstract

ABSTRAK            Kota Semarang merupakan ibukota provinsi Jawa Tengah sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Letak Semarang yang strategis dan keramahan penduduknya menambah potensi  ekonomi dan berdampak kepada meningkatnya pertumbuhan lembaga keuangan di kota ini. Lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting dalam perekonomian adalah Bank. Sebagai salah satu Bank pemerintah yang menjadi kepercayaan masyarakat, Bank BNI meningkatkan pelayanan dengan meningkatkan kualitas pelayanan seperti pembuatan ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Perencanaan lokasi ATM BNI dapat dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Processing (AHP) dan SIG dengan daerah penelitian Kecamatan Tembalang kota Semarang.AHP merupakan proses pengambilan keputusan dengan menggunakan struktur hirarki. Melalui perhitungan dengan menggunakan AHP maka diperoleh kriteria penentuan lokasi ATM BNI yang baru yakni kantor cabang 61,2%, pusat keramaian 21,0%, ATM Non BNI 7,4%, lembaga institusi 4,2%, jarak pos keamanan 4,0%, jumlah nasabah 2,1%. Hasil dari perhitungan AHP kemudian diaplikasikan ke dalam SIG dan menghasilkan lokasi ATM BNI rencana untuk kecamatan Tembalang yakni tiga titik berada di kelurahan Tembalang, satu  titik berada di kelurahan Kedung Mundu, dua titik berada di kelurahan Sendang Mulyo dan satu titik berada di kelurahan Kramas.  Kata Kunci : Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Analytical Hierarchy Processing (AHP), Sistem Informasi Geografis (SIG) AbstractSemarang city is the capital of Central Java province and at the same time becomes the fifth largest metropolitan city in Indonesia. The strategic location of Semarang and friendly people making economic potential to be increase and impacting on the growth of financial institutions in this city. Financial institutions having an important function in the economy is a Bank. As one of government bank which is be trusting by society, Bank BNI improve servicing by improving the quality of services such as making of ATM (Automatic Teller Machine). The planning of ATM locations can be done by Analytical Hierarchy Processing (AHP) method and GIS with the research area in Tembalang District, Semarang City. AHP is a decision making process by using a hierarchical structure. Resulting of calculation by using the AHP is be gotten criteria of the new BNI’s ATM location determining consist of branch offices 61.2%, crowded centers 21,0%,  ATM non BNI 7,4%, institutions 4,2%, distancing of  security post 4,0 %, total of customers 2,1%. The result of the AHP calculation is applied to be in the GIS at the next and produces the locations planning of BNI's ATM at Tembalang District  are three points in the Tembalang Village, one point is in the Kedung Mundu Village, two points located in the Village of Sendang Mulyo and one point is in Kramas Village. Keywords : Automatic Teller Machine (ATM), Analytical Hierarchy Processing (AHP), GIS (Geographic Information System)
ANALISIS AKURASI KETELITIAN VERTIKAL MENGGUNAKAN FOTO UDARA HASIL PEMOTRETAN PESAWAT TANPA AWAK UNTUK PEMBENTUKAN DIGITAL TERRAIN MODEL (DTM) YULIA SAVIRA RACHMA; Yudo Prasetyo; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.229 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin modern, membuat kebutuhan akan data geospasial dituntut untuk dapat memberikan suatu informasi mengenai posisi dan ruang dari keadaan real world, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkanlah suatu cara atau teknik pemetaan yang cepat dan efisien namun tidak mengabaikan aspek ketelitiannya. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi fotogrametri kamera non metrik yang biasanya merupakan hasil pemotretan UAV. Salah satu data primer yang dihasilkan dari foto udara tersebut berupa data kontur yang dapat dibentuk dari Digital Terrain Model (DTM). Diperlukan metode pembentukan DTM yang cepat dan efisien untuk mempercepat memenuhi kebutuhan peta dasar. Metode yang digunakan untuk filterisasi DSM menjadi DTM dapat dilakukan dengan cara klasifikasi point clouds. Klasifikasi dilakukan secara semi otomatis dengan menggunakan algortima macro dan untuk klasifikasi manual menggunakan bantuan ortofoto dan identifikasi tampak samping (cross section), selanjutnya DTM yang diperoleh dari foto udara hasil pemotretan UAV dibandingkan terhadap DTM yang diperoleh dari pengukuran Total Station. Data foto udara diperoleh dari pemotretan UAV pada tanggal 3 Juni 2017 di wilayah pertambangan kapur Desa Sidokelar, Lamongan. Hasil georeferencing didapatkan pergeseran nilai error terbesar adalah 1,05 cm yaitu pada GCP 2 dan nilai error terkecil adalah 5 mm yaitu pada GCP 6. Perbandingan ICP model dengan lapangan menunjukkan nilai selisih terbesar yaitu pada ICP 8 sebesar 0,9 cm dan pada ICP 2 sebesar 0,2 mm. Hasil DTM ekstraksi foto udara memiliki RMSE sebesar 0,778 meter serta dihasilkan nilai LE90 sebesar 1,284, sehingga berdasarkan Perka BIG No 15 tahun 2014 ketelitian DTM yang diperoleh masuk kedalam ketelitian skala 1:5000 pada kelas 2. Hal ini menunjukkan bahwa DTM hasil ekstraksi pengolahan foto udara dapat digunakan untuk keperluan pemetaan di wilayah pertambangan kapur Desa Sidokelar, Lamongan dengan skala 1:5000 atau yang lebih kecil.
ANALISIS KETELITIAN TITIK KONTROL HORIZONTAL PADA PENGUKURAN DEFORMASI JEMBATAN PENGGARON MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.6 Sanches Budhi Waluyo; Bambang Sudarsono; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.209 KB)

Abstract

ABSTRAK Jembatan merupakan bangunan yang membentang diatas sungai, jalan, saluran air, jurang dan lainnya untuk menghubungkan kedua tepi yang dibentanginya agar dapat difungsikan sebagai sarana penyebrangan. Seperti bangunan sipil lainnya, jembatan juga mengalami deformasi, sehingga memerlukan pemeliharan secara berkala agar jembatan tersebut dapat berfungsi secara normal, bermanfaat yang sesuai dengan rencana teknis dan efektif sepanjang umur jembatan tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan GPS dual-frekuensi pada delapan titik pengamatan yang terletak di sekitar jembatan.  Pengolahan data pengamatan GPS menggunakan perangkat lunak GAMIT 10.6. Penelitian dilakukan selama tiga periode: Juli, Agustus, dan September 2015. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui deformasi atau pergerakan titik kontrol horizontal yang terjadi di Jembatan Penggaron.Setelah dilakukan pengolahan data menggunakan GAMIT dan GLOBK didapatkan nilai perubahan koordinat dalam sistem koordinat kartesian tiga dimensi dengan rata-rata nilai perubahan koordinat pada sumbu n = 3,854 mm, sumbu e = 5,745 mm, dan sumbu u = 7,344 mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedelapan titik pengamatan pada penelitian deformasi jembatan Penggaron mengalami perubahan koordinat secara numeris. Namun, berdasarkan hasil uji statistik dengan selang kepercayaan 95%, disimpulkan bahwa kedelapan titik pengamatan deformasi jembatan tidak mengalami perubahan posisi titik secara signifikan. Kata Kunci : Jembatan, Deformasi, GPS, GAMIT   ABSTRACT A bridge is a kind of construction which lies over rivers , roads , waterways, canyons and others in order to connect those two sides, so it   can be functioned as a crossing facility. Like other civil constructions, bridges also have a deformation, so that every bridges need  periodic maintenance to make it has its normal functions,  give positive values   due to the construction technical plan and  can be   effectively    used in a long period of time of  the bridge age.The methodology in this research used the GPS dual frequency data in eight points of observation which are located around the bridge. Data processing of GPS observation used GAMIT 10.6 software. This research conducted in three periods: July, August, and September 2015. The goal of this research was to determine the deformation or the movement of the horizontal control points on the Penggaron’s bridge.After  data processing using GAMIT 10.6 and GLOBK, it was found  that  the changes of the coordinate in three dimension cartesian coordinate system with average changes on the n axis = 3,854 mm, the e axis = 5,745 mm and the u axis = 7,344 mm. Following the data processing result, it can be concluded that the coordinates of the eight observation points in this Penggaron’s bridge deformation research has changed numerically. In the other hand, based on the result of statistical test with 95% confidence interval. It was concluded that the position of the eighth observation points of the bridge has not changed significantly. Keywords: Bridge, Deformation, GPS, GAMIT *) Penulis Penanggung Jawab
ANALISA PENGARUH KOREKSI ATMOSFER TERHADAP AKURASI ESTIMASI KANDUNGAN TSS (TOTAL SUSPENDED SOLID) MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 (STUDI KASUS : MUARA BANJIR KANAL TIMUR SEMARANG DAN MUARA DAS BLORONG KABUPATEN KENDAL) Novitasari Novitasari; Abdi Sukmono; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.579 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang bagian timur yang padat pemukiman dan industri ini dilintasi oleh Sungai Banjir Kanal Timur. Di sekitar daerah aliran sungai banyak aktivitas industri yang menyebabkan tercemarnya perairan ini terutama tercemar oleh sedimentasi. Aliran sungai yang mengalami pencemaran juga terdapat di DAS Blorong Kabupaten Kendal yang bersebelahan langsung dengan Kota Semarang. Berdasarkan permasalahan muara Banjir Kanal Timur dan muara DAS Blorong, maka penelitian ini bertujuan untuk memantau bagaimana kondisi baku mutu air muara sungai Banjir Kanal Timur dan muara DAS Blorong yang terutama yang tercemar oleh sedimentasi dan bagaimana kondisi konsentrasi total suspended solid di wilayah tersebut. Metode yang digunakan untuk menilai kualitas air menggunakan pendekatan pengindraan jauh dengan menggunakan konsentrasi total suspended solid memakai 3 algoritma meliputi algoritma Syarif Budhiman pada tahun 2015, algoritma Parwati pada tahun 2014, dan algoritma Nurahida Laili pada tahun 2002. Penggunaan pendekatan dengan pengindraan jauh ini membutuhkan koreksi atmosfer dalam pengolahannya, koreksi atmosfer yang digunakan menggunakan 3 metode, yaitu koreksi atmosfer 6SV, koreksi atmosfer FLAASH, dan koreksi atmosfer DOS. Hasil algoritma terbaik adalah algoritma Parwati pada koreksi atmosfer 6SV dimana memiliki RMSE paling kecil dibandingkan algoritma dan koreksi atmosfer lainnya yaitu sebesar 6,36 mg/l.Kata Kunci : Koreksi Atmosfer, Muara Banjir Kanal Timur Semarang, Muara DAS Blorong Kabupaten Kendal,                      Total Suspended Solid. ABSTRACT         The city of Semarang, which is densely populated and industrial, is crossed by the East Flood Canal River. Around the watersheds there are many industrial activities that cause pollution of these waters, especially polluted by sedimentation. Polluted river flow is also found in the Blorong watershed in Kendal Regency, which is directly adjacent to Semarang City. Based on the problems of the East Banjir Kana estuary and the Blorong watershed estuary, this study aims to monitor how the water quality standard conditions of the East Banjir Kanal estuary and Blorong watershed estuary are mainly polluted by sedimentation and how the total suspended solid concentration conditions in the region. The method used to assess water quality uses the remote sensing approach using total suspended solid concentration using 3 algorithms including the Syarif Budhiman algorithm in 2015, the Parwati algorithm in 2014, and the Nurahida Laili algorithm in 2002. The use of the remote sensing approach requires correction atmosphere in its processing, atmospheric correction used using 3 methods, namely 6SV atmosphere correction, FLAASH atmosphere correction, and DOS atmosphere correction. The best algorithm results are Parwati algorithm on 6SV atmospheric correction which has the smallest RMSE compared to other algorithms and atmospheric correction that is equal to 6,36 mg / l.Keyword : Atmospheric Correction, Estuary of The East Banjir Kanal in Semarang, Estuary of The Blorong Watershed at Kendal Regency, Total Suspended Solid..
Analisis Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Kerusakan Jalan Kota Semarang Berbasis Sistem Informasi Geografis Andreas Ardianto Prodjo Koesoemo; Andri Suprayogi; Hani'ah . .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.08 KB)

Abstract

Condition of roads in an area influenced by the type of soil that is underneath. An area generally have different soil types. Different soil types will have different levels of hardness. With the variety of soil types of an area will affect the state of development in the region. It also affects the condition of the road.This research was conducted in the districts of North Semarang, Semarang Central, South Semarang, West Semarang and East Semarang. This study was conducted to determine the distribution of road damage to the soil type in the study site using a Geographic Information System, which provides the function of roads, road conditions, street paving types, and soil types.Research in 2012 showed more road damage occurring on alluvial soil types at 15481.492 meters. Based on the research that has been done can be concluded road damage occurs in many types of soil that is soft and hardening unfavorable road.  Keywords : Geographic Information Systems , Damage Roads , Soil Type
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DENGAN DATA CITRA RESOLUSI MENENGAH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Semarang Bagian Barat dan Semarang Bagian Timur) Riski Kadriansari; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.212 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Indonesia, dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi maka permintaan tempat tinggal yang layak huni akan semakin meningkat, dalam pemilihan tempat tinggal atau permukiman yang layak huni harus benar-benar diperhatikan dalam segi aksesbilitas dan fisik lahan. Kesesuaian lahan permukiman yang layak huni akan berpengaruh dalam keawetan bangunan, nilai ekonomis, dan dampak perumahan terhadap lingkungan di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG), AHP berguna untuk menunjukan besar bobot yang mempengaruhi masing-masing parameter dan SIG memiliki peran dalam menganalisis proses evaluasi kesesuaian lahan yang sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Berdasarkan analisis menggunakan metode AHP yang mempengaruhi untuk masing-masing parameter sebesar 35,15% gerakan tanah, kemiringan lereng 31,25%, jenis tanah 16,79%, penggunaan lahan 6,59%, jalan terhadap jalan utama 5,57%, curah hujan 5,02%. Dari hasil overlay peta hasil skoring maka didapat 8.490 (ha) sangat sesuai untuk permukiman, lahan dengan luas 7.683 (ha) sesuai untuk permukiman, lahan sekitar 1667 (ha) cukup sesuai untuk permukiman. lahan sekitar 64 (ha) kurang sesuai untuk permukiman. Dari hasil yang telah didapatkan maka wilayah Semarang bagian timur dan semarang bagian barat sudah sangat baik dalam kesesuaian lahan untuk permukiman karena 40,83% sangat cocok untuk permukiman dan hanya 0,43% yang kurang cocok untuk permukiman. 
APLIKASI FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D TUGU MUDA SEMARANG Noviar Afrizal Wahyuananto; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.583 KB)

Abstract

ABSTRAKObjek pemetaan dipermukaan bumi sebagian besar merupakan objek tiga dimensi, oleh karena itu saat ini mulai dibutuhkan peta tiga dimensi. Data dasar yang digunakan untuk melakukan pemodelan objek tiga dimensi harus memiliki tingkat ketelitian yang baik dan geometri yang baik juga.Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode fotogrametri jarak dekat untuk pemodelan 3D Tugu Muda Semarang menggunakan kamera digital non metrik. Untuk tahapan pelaksanaan penelitian terbagi atas tahapan kalibrasi kamera, pemotretan objek, pengolahan model 3 dimensi. Untuk proses kalibrasi didapatkan angka 80% memenuhi syarat kalibrasi.Untuk pengambilan data foto dilapangan sebanyak 96 foto dan pengolahan data pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak PhotoModeler Scanner 2013 dan Summit Evolution sebagai perbandingan uji statistik titik geometrik dengan Electronic Total Station. Tahap pemodelan bangunan terdiri dari Automated Project, proses hitungan dan pembuatan model 3D, transformasi koordinat 3D, visualisasi model 3D dan analisis statistik 24 titik geometrik.Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model tiga dimensi Tugu Muda Semarang. Pengujian hasil pengolahan model 3D dilakukan dengan pengujian perbandingan jarak yang diikatkan dari  pengukuran Electronic Total Station, nilai standar deviasi dari perbandingan jarak dengan Electronic Total Station sebesar 0,101 meter. Kata Kunci : Fotogrametri Jarak Dekat, Pemodelan Tiga Dimensi, Tugu Muda, Kamera Digital Non Metrik, PhotoModeler Scanner. ABSTRACTThe earth’s surface object mapping is largely a three dimensional (3D) object, therefore at this time has began to take a three dimensional map. The basic data used to perform modeling three dimensional objects must have a good level of precision and  good geometry precision .In this research, the methods used are the close range photogrametry method for modeling 3D of Tugu Muda using digital cameras non metric. For this phase of the research is divided into stages cameras calibration, object photo shoot, 3D model processing. For the calibration process obtained 80% qualified calibration.For the real photo data capture as many as 96 images and data processing on this research using PhotoModeler Scanner and Summit Evolution a comparative statistical test geometric with Electronic Total Station. The Modeling stage consists of Automated Project, process counts and the creation of models, 3D coordinate transformations, 3D model visualization and 24 geometric points statistical analysis.The final results in this research are 3D model Monument of Tugu Muda Semarang. Testing of the results in 3D modelling processing was done by comparing the 3D model distance referenced to Electronic Total Station measurement. The comparison of the standard deviation value with the Electronic Total Station measurement is 0,101 meters. Keyword: Close range photogrammetry, 3D model, Tugu Muda Monument, Non-Metric Digital Camera, PhotoModeler Scanner.   *) Penulis PenanggungJawab

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue