cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
PEMETAAN JENIS SEDIMEN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS DATA KEDALAMAN DARI NORBIT IWBMS MULTIBEAM ECHOSOUNDER SYSTEM (MBES) Mohamad Jorgie Prasetyo; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.797 KB)

Abstract

Setiap perairan di Indonesia memiliki keanekaragaman yang berbeda-beda. Hal unik ini ditentukan oleh karakteristik dasar lautnya yang tersusun dari macam-macam endapan atau yang biasa disebut sedimen. Sedimen ini berupa krikil, pasir, atau pun juga lempung yang menjadi dasar tempat makhluk lautan hidup. Dewasa ini masih susah untuk mengetahui jenis-jenis sedimen yang ada di dasar laut dalam skala area yang luas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuat peta jenis sedimen di suatu wilayah. Menggunakan alat Multibeam Echosounder System dapat dilakukan pemeruman untuk mengetahui bagaimana bentuk dasar laut berdasarkan gelombang-gelombang suara yang ditembakkan lalu diterima kembali oleh tranduser. Data yang dihasilkan oleh pemeruman berupa kumpulan titik berisi data kedalaman yang menyusun bentuk topografi dasar laut. Data kedalaman ini kemudian dikombinasikan dengan data jenis sedimen yang didapat dari uji laboratorium sampel sedimen yang diambil untuk membentuk peta persebaran jenis sedimen. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sedimen yang terdapat di perairan teluk awur yang diteliti oleh penulis memiliki 3 jenis sedimen yaitu pasir, lanau, dan lempung. Pengolahan sedimen berdasarkan skala wentworth dan menggunakan 2 metode yaitu metode sieving dan metode pippeting. Visualisasi peta persebaran sedimen menggunakan 3 kelas berdasarkan 3 jenis sedimen yang ada. Rentang kelas tersebut yaitu untuk pasir pada kedalaman 0,20m hingga 2,58m, lalu untuk lanau pada kedalaman 2,64m hingga 4,10m, sedangkan untuk lempung pada kedalaman 4,11m hingga 4,52m
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS KAWASAN CAGAR ALAM GOA KREO DAN WADUK JATIBARANG Nurhandini Maghda Maghda; s Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.085 KB)

Abstract

ABSTRAKKota Semarang adalah salah satu kota di Indonesia yang  mempunyai  banyak  tempat  wisata  yang  menarik  untuk  di  kunjungi. Goa Kreo dan Waduk Jatibarang adalah salah satu tempat wisata yang ada di Kota Semarang yang selain mempunyai potensi akan keindahannya juga berfungsi sebagai pengendali banjir. Berdasarkan  hal  tersebut  maka  diperlukan  suatu  peta  Zona  Nilai  Ekonomi Kawasan  (ZNEK)  pada  lokasi ini untuk  mengetahui  nilai  ekonomi  dan  manfaat berdasarkan  keinginan  untuk  membayar  (willingness  to  pay:  WTP)  wisatawan  dan  masyarakat  yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik sampling insidental yaitu untuk responden yang secara kebetulan ditemui dilokasi wawancara. Dalam survei lapangan dibutuhkan 50 sampel TCM (Travel Cost Method) untuk menghitung nilai guna langsung (DUV) dan 85 sampel CVM (Contingent Valuation Method) untuk menghitung nilai keberadaan (EV). Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 17. Pada perangkat lunak SPSS 16 di lakukan uji statistik dan uji asumsi klasik. Uji statistik berupa uji validitas dan reabilitas, sedangkan untuk uji asumsi klasik berupa uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi.Dalam penelitian tugas akhir ini hasil uji statistik untuk data CVM di katakan valid dan reliabel sedangkann untuk uji asumsi klasik dikatakan berdistribusi normal, tidak memiliki gejala multikolinearitas, tidak memiliki gejala heteroskedastisitas dan tidak ada autokorelasi. Hasil akhir penelitian ini berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan yang memiliki surplus konsumen sebesar Rp 525.113, nilai WTP sebesar Rp 31.045 untuk CVM dan  nilai WTP sebesar Rp 31.673 untuk CVM Khusus sehingga diperoleh nilai ekonomi total Goa Kreo dan Waduk Jatibarang sebesar Rp 70.730.162.600 (nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2015).Kata kunci : Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Regresi Linear Berganda, Maple 17. ABSTRACTSemarang is a city in Indonesia which has a lot of interesting tourism place to be visited.Kreo Cave and Jatibarang Reservoir are some of tourism places in Semarang which does not only have potential in their beauty, but also have the function to control flood. Based on this thing, region economic value zone map (ZNEK) for this location is needed to to find out the economic value and benefit based on (willingness to pay :WTP) the tourists and people who get profit from that region.The respondent withdrawal method used in this final project is non probability sampling with incidental sampling technique which is for the respondents who are accidentally met at the location. In a field survey takes 50 samples TCM (Travel Cost Method) to calculate the direct use value (DUV) and 85 samples of CVM (Contingent Valuation Method) to calculate the value of existence (EV). The data processing method is multiple linear regression analysis and calculated using Maple 17 software. Statistic and classic assumption tests are done in SPSS 16 software. The statistic tests are validity and reliability tests, while classic assumption tests are normality test, multicolinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test.In this final project research, the result of statistic test for CVM data is valid and reliable, while classic assumption test is distributed normally, no indication of multicollinearity, no indication of heteroscedasticity nor autocorrelation. The final result of this research is region economic value zone map which had consumer surplus of Rp 525.113 , WTP value of Rp 31.045 for CVM and WTP value of Rp 31.673 for special CVM , so that it was obtained that the total economic value of Kreo Cave and Jatibarang Reservoir was Rp 70.730.162.600 (consumer surplus value per individual multiplied by number of visitors on 2015). Keywords : Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zone Economic Value Zone, Multiple Linear Regression, Maple 17.*)  Penulis, Penanggung Jawab 
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE BERBASIS WEB (STUDI KASUS : KABUPATEN KUDUS) Ummi Athiyyah Yuniarti; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu kasus penyakit yang cukup sering melanda wilayah di Indonesia adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Sistem informasi geografis (SIG) merupakan salah satu tools yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi persebaran penyakit dan membantu menganalisa kondisi suatu daerah terhadap penyakit untuk menentukan tindakan yang harus dilakukan untuk menangani penyakit. Keberadaan SIG diharapkan mampu memberikan gambaran tentang persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Kudus.Untuk menghasilkan aplikasi Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dibutuhkan data kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus pada tahun 2007 sampai 2008 dan peta Administrasi yang digunakan untuk persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus. Sistem Informasi Geografis berbasis web ini dimulai dengan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan program menggunakan software  XAMPP untuk server lokal dan basis data MySQL dengan fitur phpMyAdmin di dalamnya, Dreamweaver CS4 untuk proses pembuatan kode program, integrasi basis data dengan Google Maps API.Hasil dari pemrograman diperoleh dari aplikasi persebaran kasus Demam Berdarah Dengue Kabupaten Kudus berbasis web yang dapat diakses pada situs http://kudus-gisdbd.com dengan menampilkan lokasi dan informasi yang cukup kompleks yang disajikan melalui peta Google Maps API.Kata Kunci: Persebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue, SIG Berbasis WebABSTRACTOne of the common diseases which often occur in the region in Indonesia is Dengue Hemorrhagic Fever. Geographic information system (GIS) is one of the tools which can be used to deliver information of disease distribution and to help analyze the area’s conditions to determine what actions must be taken to deal with the disease. The existence of the SIG is expected to represent the spread of Dengue Hemorrhagic Fever in Kudus Regency.To produce this web-based Geographic Information System application, the Dengue Hemorrhagic Fever cases data from 2007 until 2008 and the administration map used to represent the spread of Dengue Hemorrhagic Fever in Kudus Regency are needed. This Web-based Geographic Information System is started with the collection of data, followed by the development of software programs using XAMPP for a local server and MySQL database    with phpMyAdmin feature in it, Dreamweaver CS4 to the process of making the program code, database integration with the Google Maps API.The results of programming obtained from the Kudus Regency web based application of the spread of Dengue Hemorrhagic Fever cases which can be accessed on the site http://kudus-gisdbd.com by showing the location and fairly complex information which presented through maps Google Maps API. Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever Spread Disease, Web-Based GIS
HITUNGAN KECEPATAN PERGESERAN TITIK PENGAMATAN DEFORMASI DENGAN GPS MENGGUNAKAN TITIK IKAT REGIONAL DAN GLOBAL Muhammad Hudayawan Nur L; Moehammad Awaluddin; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.153 KB)

Abstract

ABSTRAKIndonesia terletak pada pertemuan antara tiga lempeng besar yakni lempeng Eurasia, Hindia-Australia, dan Pasifik yang menjadikan Indonesia memiliki tatanan tektonik yang kompleks. Dampak  dari  aktifitas seismik ketiga  lempeng  tersebut antara  lain  timbunya deformasi akibat pergerakan lempeng bumi. Akibat deformasi tersebut menyebabkan posisi bergerak secara dinamis. Pergerakan lempeng bumi yang dinamis tersebut menyebabkan fenomena deformasi.Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis perbandingan dari pengaruh deformasi menggunakan data pengamatan titik ikat regional  dari stasiun CORS BIG dan titik ikat Global menggunakan stasiun IGS. Titik pengamatan dalam penelitian ini menggunakan stasiun CSEM, CPBL, CMGL,CPKL dengan titik ikat regional menggunakan stasiun CPWD ,CTGL, CCLP, CKBM dan titik ikat global menggunakan  XMIS, BAKO, DARW, PIMO, PBRI, HYDE, COCO.Hasil dari penelitian ini, penggunaan titik ikat global menghasilkan koordinat lebih teliti jika dibandingkan dengan pengolahan dengan menggunakan titik ikat regional baik strategi II dan III. Arah pergeseran vektor dari stasiun CORS Jawa Tengah Strategi I menggunakan titik ikat Global di setiap stasiun kearah tenggara dengan resultan 25 mm sampai dengan 28 mm pertahun. Arah pergerakan vektor strategi II dan III relatif sama dengan pergerakan tiap stasiun berbeda dan dengan resultan yang relative sama, dengan resultan 1 mm sampai dengan 3 mm pertahunKata Kunci :  Deformasi, Kecepatan, Titik Ikat Global, Titik Ikat Regional  ABSTRACTIndonesia located between three large plates of the Eurasian, Indian-Australian, and Pacific plates that make Indonesia have a complex tectonic order. The impact of seismic activity of the three plates, among others, the emergence of deformation due to the movement of the earth's plate. The resulting deformation causes the position to move dynamically. The dynamic movements of the earth's plates cause the deformation phenomenon. This study aims to analyze the comparison of deformation effect using regional tie points observation data from CORS BIG station and Global tie points using IGS station. The observation station in this study used the CSEM, CPBL, CMGL, CPKL with regional tie points using CPWD, CTGL, CCLP, CKBM and global tie points using XMIS, BAKO, DARW, PIMO, PBRI, HYDE, COCO. The results of this study, the use of global tie points to produce coordinates more precise when compared with the processing by using regional tie points both II and III strategies. The direction of the vector shift from the Central Java CORS station strategy I uses the global tie points at each station towards the southeast with a resultant 25 mm to 28 mm per year. The direction of the vector movements of strategy II and III is relatively the same as the movement of each station is different and with resultant that is equal to resultant 1 mm to 3 mm per yearKeywords:  Deformation, Global Tie Point, Regional Tie Point, Velocity rate
ANALISIS PENGUKURAN BIDANG TANAH MENGGUNAKAN GNSS RTK-RADIO DAN RTK-NTRIP PADA STASIUN CORS UNDIP Mualif Marbawi; Bambang Darmo Yuwono; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.436 KB)

Abstract

ABSTRAKPengukuran dan pemetaan bidang tanah merupakan sebagian dari kegiatan pendaftaran tanah di Indonesia salah satunya bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah yang dinyata kan dalam bentuk sertipikat. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan biasanya dengan menggunakan  alat  theodolite, total station dan pita ukur. Terkait dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan navigasi, kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah dapat dilakukan dengan menggunakan survei GNSS metode RTK (Real Time Kinematic) baik RTK-Radio maupun RTK-NTRIP.Pada penelitian ini dilakukan adalah pengukuran bidang tanah dengan beberapa kriteria luasan bidang menggunakan GNSS metode RTK-Radio dan RTK-NTRIP beserta pengaruh panjang baselinenya. Lokasi penelitian ini berada di daerah Mulawarman dengan panjang baseline 1,5 km dan di daerah Marina dengan panjang baseline 11 km dari stasiun CORS UNDIP. Kemudian hasil pengukuran di hitung nilai kesalahan linear, kesalahan jarak, kesalahan elevasi, perbedaan luas, dan uji obstruksi, sedangkan uji jangkauan hanya untuk RTK-Radio. Untuk validasi hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran electronic total station.Hasil pengukuran bidang tanah menggunakan GNSS metode RTK-Radio dengan panjang baseline < 400 m dan dengan luasan bidang < 520 m2 diperoleh akurasi luas dengan standar deviasi ±1,986 m2 sedangkan untuk RTK-NTRIP dengan panjang baseline 1,5 – 11 km diperoleh akurasi luas dengan standar deviasi berkisar antara ±2,622 hingga ±4,075 m2, untuk uji jangkauan dengan RTK-Radio diperoleh jangkauan maksimal sejauh 420 m, untuk uji obstruksi kategori obstruksi ringan dan sedang diperoleh solusi pengukuran fix sedangkan untuk obstruksi sedang sampai berat seperti bangunan dan gedung tinggi  didapat solusi pengukuran float and autonomous. Dan dari uji ketelitian peta memenuhi standar produksi pembuatan peta dengan skala 1 : 500.Kata Kunci : Bidang Tanah, GNSS, RTK-Radio, RTK-NTRIPABSTRACTSurvey and mapping of land use is a part of land registry activities in Indonesia, one of which aims to guarantee legal certainty and the protection of the rights of a holder to land parcels that are expressed in the form of the certificate. Normaly theodolite, total station are the tools used. Related on to the development and advancement of information technology and the current survey of the activities of navigation and mapping areas of land can be done by using the method of GNSS RTK (Real Time Kinematic) surveying to kinds of RTK-Radio or RTK-NTRIP.In this research is the measurement of several land parcels with an area of the field criteria using RTK GNSS RTK-Radio and RTK-NTRIP method along with the influence of the baseline length. The location of this research is in the area Mulawarman with baseline length of 1.5 km and in the Marina area with length baseline 11 km from UNDIP CORS station. Then the measurement results calculated value linear error, fault distance, elevation error, vast differences, and obstruction test, meanwhile the test range only for RTK-Radio. To validate the measurement results are compared with the results of measurements by electronic total station.The results of the measurements of land using GNSS RTK-Radio method with a long baseline < 400 m and with a total area of field < 520 m2 wide accuracy obtained with a standard deviation around ± 1,986 m2 meanwhile for RTK-NTRIP with long baseline 1.5 – 11 km wide accuracy obtained with standard deviation ranges between ± 2,622 to ± 4,075 m2, to test the range of the RTK-Radio obtained the maximum range as far as 420 m, for the obstruction test with mild obstruction and medium obstruction category obtained a fix measurement solutions meanwhile for moderate to severe obstruction such as buildings and tall buildings acquired measurement solutions float and even autonomous. And the accuracy test meets the standard map production with a scale of 1: 500.Keywords : Land Use, GNSS, RTK-Radio, RTK-NTRIP*)  Penulis, Penanggungjawab 
ANALISIS PENGADAAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR UTARA KOTA SOLOK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Mia Aulina; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada kegiatan pengadaan tanah untuk pelaksanaan pembangunan kepentingan umum, pemerintah Kota Solok mengadakan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah pelaksanaan pengadaan lahan untuk jalan lingkar utara Kota Solok. Pembangunan jalan lingkar utara Kota Solok bermula dari gejala kepadatan lalu lintas di dalam kota akibat pencampuran antara arus lintas dalam menggunakan jalan utama kota yang juga merupakan jalan arteri. Selain untuk memperlancar transportasi kendaraan yang melewati Kota Solok. Pelaksanaan pengadaan lahan untuk jalan lingkar utara Kota Solok ini dibutuhkan kegiatan inventarisasi dan pemetaan persebaran data Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P2T) di daerah Kota Solok. Penelitian ini menggunakan data citra satelit, peta administrasi Kota Solok, dan peta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lingkar utara. Metode yang digunakan adalah dengan menggabungkan ketiga data tersebut kemudian dilakukan digitasi on screen untuk membuat peta pembangunan jalan lingkar utara. Selanjut nya dilakukan identifikasi pada bidang tanah utara berupa data atribut penggunaan, dan pemanfaatan bidang tanah yang terkena kegiatan Pengadaan Lahan Jalan Lingkar Utara di Kota Solok dengan melakukan digitasi on screen. Pada penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta sebaran bidang tanah beserta Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P2T) dan klasifikasi ganti rugi tanah dalam bentuk peta zona harga tanah yang terkena rencana kegiatan Pengadaan Lahan. Hasil penelitian berupa perubahan penggunaan tanah sebelum dan sesudah yang mengalami peningkatan adalah jalan yaitu sebesar 5,59% dan diikuti oleh perumahan 5,56%, sedangkan yang mengalami penurunan terbanyak adalah Tegalan/Ladang sebesar -9,77% dan yang tetap adalah waduk sebesar 0,00%. Pada pemanfaatan tanah sebelum dan sesudah yang mengalami peningkatan adalah pemanfaatan campuran sebesar 6,93% dan di ikuti oleh tidak ada pemanfaatan sebesar 5,65%, sedangkan yang mengalami penurunan adalah produksi pertanian sebesar -18,08% dan yang tetap adalah pemanfaatan sarana perbengkelan sebesar 0,00%. Klasifikasi Harga ganti rugi dan luas pada pembangunan Jalan Lingkar Utara yaitu di bagi menjadi 5 kelas dengan rentang harga permeter perbidang tanah dimulai dari diganti dengan tanah sampai harga tertinggi Rp 920.141,- Kunci : Bidang Tanah, Pengadaan Lahan, Penggunaan dan Pemanfaatan Lahan ABSTRACTIn the land acquisition activity for the implementation of public interest development, the Solok City government implemented a number of policies, one of which was the implementation of land acquisition for the Solok City north ring road. The construction of the northern ring road of Solok City started from of traffic density in the city due to the mixing of the flow of traffic in using the city's main road which is also an arterial road. In addition to expediting transportation of vehicles passing through the City of Solok. The implementation of land acquisition for the Solok City northern ring road will require inventory and mapping activities for the distribution of Land Use and Utilization (P2T) data in the Solok City area. This study uses satellite imagery data, Solok City administration map, and land acquisition map for the construction of the northern ring road. The method used is combine the three data and then digitize on screen to create a map of the construction of the northern ring road. Furthermore, identification is carried out on the plot in the form of usage attribute data, and the utilization of parcels affected by the North Ring Road procurement activity in the City of Solok by then digitize on screen. In this research results are obtained in the form of a map of the distribution of land parcels along with the Use and Utilization of Land  and the classification of land compensation in the form of a map of land price zones affected by the Land Acquisition plan. The results of research in the form of changes in land use before and after which increased were roads, namely 5.59% and followed by housing 5.56%, while those that experienced the most declines were moor / fields by -9.77% and those that remained were reservoirs of 0.00%. In the utilization of land before and after which increased was a mixture of 6.93% and followed by no utilization of 5.65%, while the decline was agricultural production of -18.08% and what remained was the utilization of workshop facilities by 0.00%. Classification The price of compensation and area on the construction of the North Ring Road is divided into 5 classes with a per meter price range per plot of land starting from being replaced with land to the highest price of Rp. 920.141.
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KOTA DENPASAR TAHUN 2007 DAN 2011 Antonius Grizalde Simamora; Sawitri Subiyanto; Hani&#039;ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.228 KB)

Abstract

Kota Denpasar merupakan ibukota propinsi Bali yang terkenal dengan pariwisatanya. Hal ini menjadi faktor utama sehingga kota denpasar menjadi berkembang dengan pesat. Pengaruh dari perkembangan tersebut adalah pertumbuhan  jumlah penduduk yang sangat pesat dan juga diikuti dengan meningkatnya aktifitas masyarakat sehingga terjadi perubahan pengggunaan lahan. Dan akibat dari perubahan penggunaan lahan tersebut adalah perubahan nilai/harga tanah di kota Denpasar. sehingga diperlukan penelitian mengenai perubahan penggunaan lahan dan perhitungan luas perubahan lahan  di kota denpasar untuk melakukan analisis perubahan nilai tanah terhadap perubahan lahan tersebut. Penelitian ini memakai peta digital penggunaan lahan Kota Denpasar tahun 2007 dan 2011 dan peta zona nilai tanah tahun 2007 dan 2011. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan digitasi pada peta penggunaan Kota Denpasar tahun 2007 dan pembuatan peta zona nilai tanah untuk tahun 2011 dengan menggunakan blow citra tahun 2011 dan data transaksi hasil survey lapangan. Langkah selanjutnya peta diolah dengan software Arc.Gis yang kemudian dilakukan pengolahan dengan analysis tools antara lain dengan Extract dan Overlay sehingga didapatkan peta perubahan penggunaan lahan. Setelah itu, luas perubahan penggunaan lahan dihitung menggunakan Calculate Geometry yang ada di atribute. Pada tahap akhir dilakukan overlay peta perubahan penggunaan lahan dengan peta zona nilai tanah tahun 2007 dan 2011, maka akan ditemukan perubahan nilai tanah untuk tahun 2007 dan 2011. Dan berdasarkan hasil pengolahan luas kota denpasar adalah 126,027 km2 , total luas perubahan penggunaan lahan di kota Denpasar adalah 112321,227 Ha dan perubahan penggunaan lahan paling besar terjadi pada perubahan komplek perumahan menjadi Bangunan/Gedung dengan luas sebesar 34596,613 Ha (30,801% ) sedangkan perubahan penggunaan penggunaan sawah terkecil adalah perubahan bangunan/ gedung menjadi kawasan industri yaitu sebesar 8,084 Ha (0,007%) . Kenaikan nilai terendah sebesar Rp. 227.120,- yaitu perubahan Bangunan/Gedung Menjadi Komplek Perumahan di Kecamatan Denpasar Utara sedangkan kenaikan nilai tertinggi terjadi di Denpasar Barat yaitu perubahan Tanah Terbuka Menjadi Komplek Perumahan yaitu sebesar Rp. 1.861.778,-. Kata kunci : Perubahan lahan, nilai tanah.
PENGARUH VARIASI TINGGI TERBANG MENGGUNAKAN WAHANA UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) QUADCOPTER DJI PHANTOM 3 PRO PADA PEMBUATAN PETA ORTHOFOTO (STUDI KASUS KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO) Ahmad Syauqani; Sawitri Subiyanto; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.185 KB)

Abstract

ABSTRAKPada saat ini perkembangan teknologi sangatlah pesat dibidang pemetaan salah satunya adalah berkembangnya teknogi pemetaan dengan menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau sering disebut pesawat tanpa awak. Pesawat tanpa awak ini merupakan teknologi yang sedang marak digunakan untuk pekerjaan pemetaan fotogrametri.Penelitian ini dilaksanakan di daerah Universitas Diponegoro dengan luasan ± 18 Hektar. Sensor yang digunakan adalah kamera non metrik digital (Sony EXMOR 1/23” 12 Megapixel) dan didalam melakukan penelitian diberikan dua perlakuan yaitu dengan menggunakan tinggi terbang 80 meter dan 100 meter. Proses pengolahan menggunakan perangkat lunak Agisoft Photoscan. Proses yang dilakukan pada perangkat lunak yaitu: aligment yang merupakan proses untuk melakukan identifikasi titik sekutu secara otomatis, kalibrasi kamera untuk menentukan orientasi dalam dan orientasi luar kamera,  penentuan titik kontrol, pembuatan model 3 dimensi, dan pemberian tekstur model. Setelah dilakukan proses tersebut dilakukan pengamatan dari dua hasil orthofoto yang berbeda tinggi terbangnya dengan melakukan pengamatan jarak, luasan, arah orientasi, dan RMSE yang diperoleh dari dua buah orthofoto tersebut.Dari penelitian tersebut diperoleh bahwa ketelitian lebih baik didapatkan pada tinggi terbang 80m dibandingkan dengan tinggi terbang 100 meter serta jika dilihat kesalahan pix dari tinggi terbang 80 meter sebesar 1,52407 pix dan tinggi terbang 100 meter sebesar 2,33035 pix. Kata Kunci : Agisoft, ketelitian, Sony Exmor , Tinggi Terbang, Wahana Pesawat Tanpa Awak.  ABSTRACTNowadays, the development technology is significantly fast in mapping, one of them is evolving the mapping technology using Unmanned Aerial Vehicle (UAV). UAV is technology which emerging use for photogrammetry mapping.This research is held on Diponegoro University about ± 18 hectare. The Sensor which used is digital non metric camera (Sony EXMOR 1/23” 12 Megapixel) and In this reseacrh is given two treatment which is using plane height 80 meters and 100 meters. The processing is using Agisoft Photoscan software. The processing that doing in software which is aligment which process for identify tie points automatically. Camera callibration for determine interior orientation and exterior orientation of camera, determining the control points, making three dimension model, and give the model texture. After the process is done, the next step is observe from two orthophoto which have the different plane height with observe the distant, area, orientation vector, and RMSE which obtained from two orthophoto.   From this research obtain that the best accuracy is gotten on plane height 80 meters rather than plane height 100 meters and also from the pix error from plane height 80 meters are amounted 1,52407 pix and plane height 100 meters 2,33035 pix. Keywords: Accuracy, Agisoft, Sony Exmor, Plane height, Unmannde Aerial Vehicle.
PEMETAAN DAERAH RAWAN KRIMINALITAS DI WILAYAH HUKUM POLTABES SEMARANG TAHUN 2013 DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLUSTERING Gilang Yudistira Hilman; Bandi - Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.998 KB)

Abstract

ABSTRAKKriminalitas adalah permasalahan pelik yang berdampak luas kepada seluruh lapisan masyarakat. Kriminalitas berhubungan dengan beberapa faktor diantaranya kinerja polsek, kepadatan penduduk dan angka kemiskinan. Pada penelitian ini mencoba mengembangkan suatu sistem informasi yang mampu menampilkan serta memetakan jumlah tindak kejahatan yang terjadi di Kota Semarang dalam peta dengan bentuk yang beragam.Untuk membantu proses analisis menggunakan software statistika dan untuk pemetaan menggunakan software SIG. Metode yang digunakan adalah cluster di mana dilakukan pengelompokan untuk menentukan tingkat kerawanan suatu daerah. Pengelompokan diambil berdasarkan kerapatan/density TKP dari tindak kejahatan yang terjadi sehingga output yang dihasilkan diharapkan akan memudahkan pengguna dalam membedakan tingkat kerawanan antara daerah satu dan lainnya.Hasil dari penelitian menyatakan keamanan di Kota Semarang cenderung rawan di sekitar pusat kota sedangkan wilayah pinggir kota dengan kepadatan penduduk relatif rendah cenderung lebih aman. Ditinjau dari segi waktu tindak kejahatan dengan intensitas paling tinggi terjadi pada saat larut malam. Berdasarkan hasil analisis, ketiga faktor tersebut mempengaruhi kriminalitas sebesar 55% dan 45% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.Kata kunci : Kriminalitas, SIG, Cluster, Density. ABSTRACTCrime is a complicated issue that affects the whole society wide. Crime related to several factors, including the performance of the police station, overcrowding and poverty. In this study tries to develop an information system that is capable of displaying and map the number of crimes committed in Semarang City on maps with diverse forms.To assist the process of analysis using statistical software and for mapping use GIS software. The method used is a cluster in which the grouping is done to determine the the vulnerability of an area. Grouping are taken by the density of the scene of the crime that happened so that result of the output is expected to be easier for users to distinguish the level of vulnerability between one and the other regions.The results of the study stated security in Semarang prone around the city center, while the suburb with a relatively low population densities tend to be more secure. In terms of a crime with the highest intensity occurs during late night. Based on the analysis, these three factors affect crime of 55% and 45% are influenced by other factors.Key words : Crime, GIS, Cluster, Density.
PETA PERSEBARAN PENGINAPAN LOW BUDGET UNTUK BACKPACKERS TAUFIQ FITRIANSYAH ADI PRADANA; Andri Suprayogi; Hani&#039;ah Hani&#039;ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1045.355 KB)

Abstract

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, memiliki sektor pariwisata yang sedang dikembangkan untuk menarik wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Bentuk wisata yang ada di Kota Semarang meliputi wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, wisata minat khusus, dan berbagai event yang mengundang minat para wisatawan. Keanekaragaman event kebudayaan yang didukung oleh kreativitas seni, serta keramahtamahan masyarakat, membuat Kota Semarang mampu menciptakan produk-produk budaya dan pariwisata yang menjanjikan.Penelitian ini dilakukan untuk membuat peta persebaran penginapan yang low budget untuk para backpackers yang berkunjung ke Kota Semarang. Pemetaan yang dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis penginapan yang direkomendasikan untuk para backpackers dan mengetahui akses dari penginapan yang dimaksud ke tempat wisata yang rekomendasi di Kota Semarang.Hasil dari penelitian ini adalah peta persebaran penginapan low budget berdasarkan jenis kamar yang ada beserta informasi tentang penginapan yang dimaksud sehingga memudahkan para backpackers untuk memilih penginapan. Selain itu terdapat juga tempat wisata rekomendasi dan tempat umum yang berada di Kota Semarang.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue