cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS PENGUASAAN PEMILIKAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P4T) BERBASIS BIDANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus : Kelurahan Tembalang Tahun 2015) Benning Hafidah Kadina; Sawitri Subiyanto; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.801 KB)

Abstract

ABSTRAKTembalang merupakan wilayah yang memiliki perkembangan yang sangat dinamis, karena selain fungsinya sebagai kawasan pemukiman, Tembalang juga merupakan kawasan pendidikan. Pembangunan kampus Univesitas Diponegoro (UNDIP) yang dimulai sejak tahun 1990-an sampai dengan saat ini membuat banyak perubahan bagi TembalangData yang digunakan dalam penelitian ini berupa peta administrasi Kelurahan Tembalang, citra GeoEye terkoreksi tahun 2013 dan sebaran persil BPN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah identifikasi pada obyek bidang tanah berupa poin penggunaan, pemanfaatan, pemilikan, dan penguasaan tanah.Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil berupa peta yang akurat dan teliti mengenai sebaran bidang tanah lengkap dengan penggunaan, pemanfaatan, pemilikan, dan penguasaan tanah di Kelurahan Tembalang. Penggunaan tanah di Kelurahan Tembalang sebagian besar merupakan tanah kosong sudah diperuntukan dengan persentase 33,930%, pemanfaatan terbanyak adalah pemanfaatan campuran sebesar 29,68%, pemilikan tanah oleh negara sebesar 67,80% dan penguasaan tanah oleh negara sebesar 67,80%.  Pola hubungan yang terjadi antara penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah di Kelurahan Tembalang sebanyak 103 pola dengan pola yang mendominasi adalah pola penguasaan oleh negara dengan status kepemilikan tanah milik negara yang penggunaannya sebagai tanah kosong sudah diperuntukan dan dimanfaatkan sebagai pemanfaatan campuran dengan persentase 24,3454 % dan luas 93,045 Ha.Kata Kunci : Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, Pemanfaatan ABSTRACKTembalang is an area that has a very dynamic growth. It has a function not only for settlement area but also as an education area. The establishment of Diponegoro University (UNDIP) that started since 1990s until now, makes much changes for Tembalang.The  data that is used in this study is a map of Tembalang, corrected GeoEye images from 2013 and BPN plot distribution. This study uses a method of identification of land area objects that are in the form of land use, utilization, ownership and authorization point.This study is being done to get a result that is in the form of accurate and precise maps about land area distribution with their land use, utilization,ownership and authorization at Tembalang. Land use at Tembalang district is mostly reserved barren land at 33,93%, the most use is mixed use at 29,68%, land ownership by the government at 67,80% and land authority by the government at 67,80%. The amount of correlation pattern that happens between land authority, land ownership, land use and utilization in Tembalang district  is 103 pattern. With the dominating pattern which is authority by the government – land ownership by government – land use of reserved barren land – mixed use at 24,3454% and the area is 93,045 Hectare.Keywords : Authorization, Ownership, Land use, Utilization *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PENGARUH RELIEF DAN ARAH SINAR MATAHARI TERHADAP KESESUAIAN LAHAN TEMBAKAU BERBASIS PEMODELAN GEOSPASIAL 3-DIMENSI DI GUNUNG SINDORO Dewi Previansari; Abdi Sukmono; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.37 KB)

Abstract

ABSTRAKTembakau merupakan salah satu produk pertanian yang menjadi komoditas ekspor di Indonesia. Salah satu kabupaten penghasil tembakau terbaik di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Temanggung yang terletak di kaki Gunung Sumbing dang Gunung Sindoro. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh relief dan arah sinar matahari terhadap kesesuaian lahan tembakau berbasis geospasial 3-dimensi di Gunung Sindoro. Klasifikasi kesesuaian lahan dilakukan dengan menggunakan metode matching yang mengacu pada petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian yang dikeluarkan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian pada tahun 2011. Pemodelan 3-dimensi Gunung Sindoro dan arah sinar matahari dilakukan dengan memanfaatkan DEM Terrasar-X, perhitungan azimuth matahari pada NOAA Solar Calculator, dan metode grid function pada perangkat lunak SuperMap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesesuaian lahan tembakau metode matching berdasarkan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian adalah 1.281,397 Ha atau 11,326% untuk kelas sangat sesuai (S1), 3.231,398 Ha atau 28,562% untuk kelas cukup sesuai (S2), 5.431,596 Ha atau 48,009% untuk kelas sesuai marginal (S3), dan 1.369,271 Ha atau 12,103% untuk kelas yang tidak sesuai (N). Hasil pemodelan 3-Dimensi Gunung Sindoro dalam menggambarkan arah penyinaran matahari kelas penyinaran matahari yaitu area yang tersinar selama 488 jam merupakan area yang tersinar mulai pukul 6-12, area yang tersinar selama 366-487 jam merupakan area yang tersinar mulai pukul 7-12, area yang tersinar selama 244-365 jam merupakan area yang tersinar mulai pukul 8-12, area yang tersinar selama 122-243 jam merupakan area yang tersinar mulai pukul 9-12, dan area yang tersinar selama 0-122 jam merupakan area yang tersinar mulai pukul 10-12.Kata Kunci : Kesesuaian Lahan, Matching, Pemodelan 3-Dimensi, Sinar Matahari, Tembakau ABSTRACTTobacco is one of the agricultural products that become export commodity in Indonesia. One of the best producing districts in Central Java Province is Temanggung Regency which located at the foot of Sumbing and Sindoro Mountain. This study was conducted to determine the effect of relief and direction of sunlight on the suitability of 3-dimensional geospatial-based tobacco land on Mount Sindoro. Land suitability classification is carried out using a matching method that refers to the technical evaluation guidelines for land for agricultural commodities issued by the Indonesian Center for Agricultural Land Resources Research and Development in 2011. The 3-dimensional modeling of Mount Sindoro and the direction of sunlight is carried out using the Terrasar-DEM X, solar azimuth calculation on NOAA Solar Calculator, and grid function method on SuperMap software. The results of this study indicate that the suitability of the tobacco land matching method based on the Technical Evaluation Guidelines for Agricultural Commodities is 1,281.397 Ha or 11.326% for the very suitable class (S1), 3,231.398 Ha or 28.562% for the quite suitable class (S2), 5,431.596 Ha or 48.009% for marginal suitable class (S3), and 1,369.271 Ha or 12.103% for non-suitable class (N). The results of the 3-Dimensional modeling of Mount Sindoro in describing the direction of the sun's irradiation class that are shining for 488 hours are shining areas starting at 6-12, areas shining for 366-487 hours are shining areas starting at 7-12, an area that is shining for 244-365 hours is an area that shines from 8-12, an area that shines for 122-243 hours is an area that shines from 9-12, and an area that shines for 0-122 hours is an area that shines from 10-12. Keyword : Land Suitability, Matching, 3-Dimensional Modeling, Sunlight, Tobaccoo
Identifikasi Pengaruh Pola Perubahan Lahan Terhadap Zona Nilai Tanah Di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Bodro Sisvinta hayu; Andri Suprayogi; Hani'ah . .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.818 KB)

Abstract

Districts of West Unggaran is a district located in Semarang regency . This sub-district is a district that holds a lot of potential biological and human potential , create a heterogeneous society ungaran district west into areas rich in culture . West ungaran also known as water catchment areas and the lungs of the city of Semarang . Because of its natural beauty , West Unggaran also often uses as an object of natural and cultural tourism development . Such condition can lead to changes in land use that have an impact on changes in the value of land .This research was originally conducted as mapping zone land value Unggaran District West with Data Processing Application software ArcView 3.3 BPN version for 2006 and 2010, the next step is making land use map changes price ArcGIS 9.3 software . In the final stage overlay between  with a map of changes in land with  zone map land value , to find changes of  the land value  for 2006 and 2010 .Research results indicates that  the span of 2006 to 2010 changes occurred in the largest land prices for residential zone Rp.4.230.000 , -. Where buildings / grounds changes  into the building / grounds in the Village Bandarjo , while the smallest price change happened zone agricultural land amounting to Rp 13,000 , - ie a change rainfed rainfed Branjang Village . it can be concluded there are differences in the average increase in the market value of the land . For the spread pattern of land prices can be concluded on the market price is higher than the residential zone by zone fields . Keywords : Change of land and land values .
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU DENGAN INDEKS KAWASAN TERBANGUN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS : KOTA SURAKARTA) Mutiah Nurul Handayani; Bandi Sasmito; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.385 KB)

Abstract

ABSTRAK Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang terus berkembang dalam hal pembangunan. Pembangunan tersebut dapat dilihat dengan adanya mall, apartemen dan pemukiman baru. Pembangunan dapat mengakibatkan perubahan kawasan terbangun sehingga terjadi perubahan suhu permukaan di Kota Surakarta. Perubahan suhu diperlukan untuk melihat seberapa besar pengaruh peningkatan kawasan terbangun dengan perubahan suhu tersebut. Pemantauan suhu permukaan dapat dideteksi dengan menggunakan citra satelit.Citra satelit dengan metode penginderaan jauh dapat digunakan untuk memantau dan mendeteksi perubahan kawasan terbangun yang sering terjadi di daerah perkotaan dan pinggiran kota sebagai konsekuensi dari gencarnya urbanisasi, serta hubungannya dengan penyebab terjadinya perubahan suhu permukaan. Kawasan terbangun dapat dipetakan melalui algoritma Normalized Difference Built-up Index (NDBI). Perubahan suhu permukaan dapat diperoleh menggunakan algoritma Mono-window Brightness Temperature dengan menggunakan data citra Landsat. Perubahan kawasan terbangun dan suhu permukaan dilakukan korelasi dengan persamaan regresi linear sederhana untuk menghitung seberapa besar pengaruh perubahan yang terjadi di tiap tahun yang berbeda.Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubugan antara perubahan kawasan terbangun dengan suhu permukaan di tiap tahun pengamatan. Uji matriks konfusi pada pengolahan NDBI menghasilkan nilai overall accuration sebesar 74% serta hasil persamaan regresi pada pengolahan LST dengan suhu lapangan menghasilkan nilai koefisen determinasi sebesar 45,11% dan 51%. Persamaan regresi linear sederhana yang diperoleh menyatakan bahwa terdapat hubungan antara NDBI dan LST ditiap tahunnya dengan nilai koefisian lebih dari 50%. Pada tahun 2008 menghasilkan persamaan y = 6,454x + 26,354 (55,680%). Pada tahun 2013 menghasilkan persamaan y = 13,578x + 38,795 (69,050%). Pada tahun 2015 menghasilkan persamaan y = 10,267x + 37,861 (65,140%), sedangkan ditahun 2017 menghasilkan persamaan y = 13,140x + 37,787 (57,990%).
PEMBUATAN APLIKASI PETA WISATA DI SALATIGA BERBASIS MOBILEGIS MEMANFAATKAN SMARTPHONEANDROID Fajar Dwi Hernawan; Moehammad Awaluddin; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.443 KB)

Abstract

ABSTRAK Salatiga adalah kota kecil di Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai luas wilayah ± 56,78 km² dan berada di antara Kota Semarang dan Kota Solo. Di Kota Salatiga didirikan universitas swasta dimana banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia menimba ilmu di Salatiga. Kota Salatiga memiliki berbagai objek wisata yang tersebar luas di beberapa tempat. Keberadaan objek wisata yang berada jauh dari pusat kota dan jalan utama, serta medan jalan menuju objek wisata yang berkelok dan memiliki banyak persimpangan jalan, jelas menyulitkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung di Kota Salatiga. Makasudah seharusnya Kota Salatiga memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang akan berkunjung.Dengan memanfaatkan teknologi Global Positioning System (GPS) danLocation Based Service (LBS) yang tertanam pada smartphone android serta dengan menggabungkannya dengan google maps, maka dapat menghasilkan sebuah aplikasi yang memberikan layanan informasi lokasi. Aplikasi ini dapat dibuat menggunakan software MIT App Inventor 2 yang menyediakan bahasa pemrograman visual block.Hasilpenelitian ini adalah sebuah aplikasi Wisata Salatiga berbasis mobile GIS memberikan informasi seputar wisata, hotel, kafe dan restoran yang tersebar di Salatiga dan sekitarnya. Beberapa fitur dalam penggunaannya diperlukan koneksi internet dimana jaringan WLAN merupakan jaringan tercepat saat uji coba aplikasi. Dengan kesalahan rata – rata jarak sekitar 23 m yang diperoleh dari perbandingan jarak antara menu near list dengan menu distance measurement tool pada google maps, aplikasi ini masih dapat memberikan petunjuk navigasi dengan baik. Kata Kunci:aplikasi, wisata, Kota Salatiga, mobile GIS, GPS, LBS, android ABSTRACT Salatiga is a small town in Central Java province which has an area of ± 56.78 km² and is located between Semarang City and Solo City. In Salatiga founded private universities, where many people from various regions in Indonesia studying at Salatiga. Salatiga city has a variety of attractions that are widespread in some places. The existence of attractions that are far away from the city center and the main roads, and the road to the attraction field winding and has many crossroads, obviously complicate the tourists who first visited in Salatiga. Therefore, it is necessary for Salatiga to have supporting facilities in forms of leisure destination guides as it makes travel to Salatiga easier.By utilizing the technology of Global Positioning System (GPS) and Location Based Service (LBS) that are embedded in a smartphoneandroid and combine it with google maps, it can produce an application that can provide location information services. This application can be created using the software MIT App Inventor 2 which uses programming language visual block.Results this research is an applicationbased mobile GIS Wisata Salatiga which provide information about tours, hotels, cafes and restaurants scattered in Salatiga and surroundings. Some features in which the internet connection is required to use the WLAN network is the fastest network while testing applications. With the average distanceerror of about 23 mwere obtained from comparison of the distance betweennear list menu with the distance measurement tool menu on google maps, the application is still able to provide navigation instructions properly. Keywords :aplication, tourism,Salatiga City, mobile GIS, GPS, LBS, android.  *) Penulis PenanggungJawab
ANALISIS SPASIAL TERHADAP TINGKAT KERAWANAN BANJIR KAWASAN SUNGAI BRINGIN MENGGUNAKAN METODE KOMBINASI LIDAR DAN SIG Sintauli Manullang; Yudo Prasetyo; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.851 KB)

Abstract

Semarang sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah mengalami perkembangan pembangunan yang cepat setiap tahunnya. Pesatnya pembangunan menyebabkan semakin banyak resapan air yang tertutup oleh jalan dan bangunan, sehingga air yang meresap ke dalam tanah semakin berkurang. Kota Semarang menjadi langganan banjir sehingga beberapa wilayah juga terkena dampaknya. Khususnya daerah DAS Bringin, wilayah tersebut sering meluap saat terjadi hujan dimana debit air yang melewati sungai melampaui tampungan air hujan masuk semestinya. Penelitian ini menggunakan software HEC-HMS 3.6 dalam pembuatan debit banjir rencana. Penelitian ini membutuhkan beberapa yang digunakan pada tahap pembuatan debit rencana diantaranya data curah hujan 10 tahun terakhir, untuk mendapatkan nilai CN dan Impervious digunakan peta jenis tanah, peta tata guna lahan dan peta kontur. Data debit menggunakan nilai debit outflow pada Junction 4 dalam pemodelan banjir. Junction 4 merupakan titik pertemuan antara 2 sungai yaitu Sungai Bringin dan Gondoryo yang hilirnya bermuara pada Pantai Utara Laut Jawa. Pada pemodelan banjir peneliti menggunakan software HEC-RAS 5.0.5. Parameter yang digunakan dalam software ini adalah nilai koefisien Manning, geometri data, debit rencana dan terrain. Terrain yang digunakan dalam penelitian ini adalah DTM yang berasal dari data LIDAR. Jika pemodelan berhasil, maka genangan dari hasil pemodelan akan di delineasi untuk mendapatkan kedalaman genangan dan luas genangan pada daerah yang terkena dampak banjir. Hasil akhir penelitian ini didapatkan besaran debit rencana banjir pada kala ulang 2 tahun, 5 tahun dan 10 tahun selalu meningkat. Debit maksimum yang dihasilkan pada Q2 tahun adalah 36,4 m3/s, sedangkan pada Q5 tahun adalah 87,1 m3/s dan pada Q10 tahun adalah 147 m3/s.  Berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No. 02 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana, banjir dibagi kedalam 3 tingkat. Melalui hasil pemodelan banjir, genangan terluas pada kala ulang Q2 tahun, Q5 tahun dan Q10 tahun yang paling mendominasi terkena banjir adalah Kelurahan Mangunharjo.
PEMBUATAN APLIKASI PEMBELAJARAN HITUNGAN GEODESI BERBASIS WEB Muhammad Iqbal Akhsin; Moehammad Awaluddin; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.857 KB)

Abstract

ABSTRAKIlmu Geodesi mempelajari mengenai pengukuran dipermukaan bumi, bentuk muka bumi sebagai geoid maupun ellipsoid serta berbagai macam jenis hitungan didalamnya. Sehingga mahasiswa ilmu Geodesi dituntut memiliki pemahaman yang mendalam mengenai berbagai macam jenis hitungan dasar. Umaryono sendiri berpendapat jika Geodesi merupakan salah satu cabang ilmu matematika terapan, sehingga selalu bersinggungan dengan berbagai macam jenis hitungan.Pada penelitian kali ini dirancang sebuah web yang memiliki fitur pembelajaran mengenai hitungan Geodesi yang dipelajari dalam mata kuliah Sistem Transformasi Koordinat, Proyeksi Peta dan Hitungan Proyeksi Geodesi. Beberapa hitungan yang dicantumkan dalam Web yakni konversi koordinat Geodetik - Geosentrik, Geodetik - UTM/TM3/TM serta hitungan penentuan posisi metode Gauss Mid Latitude dan Vincenty. Penyusunan berbasis web menggunakan bahasa PHP dan HTML.Aplikasi pembelajaran dan hitungan geodesi merupakan hitungan dan penjelasan tahapan hitungan disusun dengan menggunakan PHP dan HTML. Data hasil hitungan program penulis dibandingkan dengan hasil hitungan program Adjust memiliki selisih untuk hasil N (Northing) konversi Geodetik ke UTM/TM3/TM sebesar 0 – 0,0012 m dari 00 – 900 LU/LS dan selisih sebesar 0,02” untuk hasil reverse azimuth metode direct Gauss Mid Latitude dengan hitungan excel dan hasil selebihnya adalah sama. Nilai hasil dari hitungan dan proses hitungan ditampilkan di dua kolom  dalam satu halaman setelah data input dimasukkan. Tampilan mudah dipahami dan dimengerti dibuktikan dengan respon dua tahap hasil kuesioner dengan nilai tanggapan positif sebesar 96,55 % dan 97,92 %. Kata Kunci : Berbasis web, Hitungan Geodesi, HTML, Ilmu Geodesi, PHP ABSTRACTGeodetic Sciences study on the measurement of the earth's surface, the shape of the earth as geoid and ellipsoid and various types of problems in it. So that students of Geodesy science are required to have a deep understanding of various types of basic calculations. Umaryono himself thought if Geodesy is one branch of applied mathematics, so it is always in contact with a variety of counts.This final report designs a website which has features learning about Geodesy formula in subjects Coordinate Conversion System, Map Projection and Count Projections Geodesy. Some count included in the site geodetic coordinate conversion - geocentric, geodetic - UTM / TM3 / TM as well as a matter of positioning methods Gauss Mid Latitude and Vincenty. Program is web-based using PHP and HTMLApplication is a count and a step explanations prepared using PHP and HTML. The results compared with results of the program Adjust have a difference 0 – 0,0012 m for geodetic conversion to UTM / TM3 / TM and a difference of 0.02" for the results of reverse azimuth direct method Gauss Mid Latitude with a count of excel and the remaining results is the same. The results of the application is displayed in two columns on a page after the data input is entered. View is easy to understand and accept a two-stage response evidenced by results of a questionnaire with a positive feedback score of 96.55% and 97.92%. Keywords : Geodesy Formula,Geodesy Science, HTML,  PHP,  Web-based*)  Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PENYEBARAN PERMASALAHAN TANAH DI KABUPATEN PASURUAN Andre Hidayat; Sutomo Kahar; Sawitri Subiyanto
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.86 KB)

Abstract

AbstrakKabupaten Pasuruan merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki luas wilayah 1.474 km² dimana banyak sekali terdapat permasalahan pertanahan baik itu konflik, sengketa maupun perkara.Pada penelitian kali ini menggunakan peta digital penggunaan lahan Kabupaten Pasuruan tahun 2009, peta digital administrasi Kabupaten Pasuruan tahun 2012, Peta RBI Digital Provinsi Jawa Timur, Citra Quick Bird 2011 dan data tekstual dari Kantor Pertanahan Jawa Timur. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengumpulan data tekstual di lapangan. Langkah selanjutnya peta diolah dengan software ArcGis yang kemudian dilakukan pengolahan dengan analysis tools antara lain dengan Extract dan Overlay sehingga didapatkan peta penyebaran permasalahan.Berdasarkan hasil pengolahan didapatkan jumlah permasalahan di Kabupaten Pasuruan sebanyak 85 kasus yang tersebar di 17 kecamatan dimana dari 85 kasus telah terselesaikan sebanyak 24 kasus dan sisanya sebanyak 61 kasus belum terselesaikan. Dari 85 kasus tersebut tersebar di berbagai jenis penggunaan lahan di antara lain : kampung padat tidak teratur, sawah irigasi, tegalan, rumput, perkebunan dan tambak. Kata Kunci : Permasalahan Pertanahan Kabupaten Pasuruan Abstract                      Pasuruan regency is one of regencies in East Java, which has an area of 1,474 km ² where there are lots of good land issues that conflict, dispute or matter.          In the present study using a digital map of land use in 2009 Pasuruan, digital map Pasuruan administration in 2012, the RBI Digital Map of East Java Province and Quick Bird Image 2011. Previous first textual data collection in the field. The next step is processed maps with ArcGIS software processing is then performed with analysis tools, among others, with Extract and Overlay to obtain a map of the spread of the problem.           Based on the results obtained processing problems in Pasuruan number as many as 85 cases spread across 17 districts, of 85 cases have been resolved as many as 24 cases and 61 cases remaining unresolved, Of the 85 cases were scattered in various types of land use, among others:irregular dense villages, irrigated fields, moor, grass, plantations and farms. Keywords : Land Issues Pasuruan
ANALISIS SEBARAN VEGETASI DENGAN CITRA SATELIT SENTINEL MENGGUNAKAN METODE NDVI DAN SEGMENTASI Siska Wahyu Andini; Yudo Prasetyo; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.503 KB)

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang, proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit adalah 30% persen dari luas wilayah kota. Ruang Terbuka Hijau atau dapat disebut dengan vegetasi dapat mempengaruhi udara di sekitar secara langsung maupun tidak langsung. Vegetasi memiliki beberapa manfaat untuk lingkungan seperti : mereduksi polutan dan memproduksi oksigen, memperbaiki kualitas iklim lokal dan sebagai pengontrol radiasi sinar matahari. Kehadiran vegetasi pada suatu wilayah akan memberikan dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas. Secara umum peranan vegetasi dalam suatu ekosistem terkait dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, pengaturan tata air tanah dan lain-lain.Saat ini teknologi pengindraan jauh sudah semakin canggih, sehingga dapat mendeteksi sebaran vegetasi pada suatu wilayah, pola sebaran vegetasi, kerapatan vegetasi serta luas vegetasi. Teknik NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) merupakan sebuah transformasi citra penajaman spektral untuk menganalisis hal-hal yang berkaitan dengan vegetasi. Selain teknik NDVI, ada sebuah metode yaitu segmentasi yang dapat digunakan untuk mendeteksi kerapatan suatu wilayah dengan cara membedakan bentuk, warna, tekstur dan batasan area.Dari hasil algoritma segmentasi didapatkan nilai optimal untuk citra Sentinel-2A sebesar 150 untuk parameter skala, 0,3 untuk parameter bentuk dan 0,5 untuk parameter compactness. Hasil uji akurasi dengan menggunakan validasi lapangan dari segmentasi menghasilkan nilai akurasi keseluruhan sebesar 46,7% sedangkan untuk NDVI nilai akurasi keseluruhannya adalah 88,9%. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola sebaran vegetasi pada Kabupaten Demak dengan NDVI dan Segmentasi hampir sama yaitu merata ke seluruh wilayah dengan luasan yang berbeda-beda tiap wilayahnya. Kerapatan vegetasinya juga bervariasi, hasil kerapatan dengan dua metode memiliki sedikit perbedaan. Perbedaan yang signifikan terjadi apabila dalam satu wilayah hanya terdapat sedikit tumbuhan, karena perhitungan menggunakan uji densitas sangat memperhatikan jumlah tumbuhan dalam satu wilayah tersebut. Sedangkan apabila menggunakan kamera yang kemudian dilanjutkan dengan band threshold tidak memperhatikan jumlah tumbuhan melainkan besarnya kanopi.Kata Kunci : NDVI, Segmentasi, Vegetasi.  ABSTRACTBased on Law Number 26 Year 2007 on Spatial Planning, the proportion of Green Open Spaces in the city area is at least 30% percent of the total city area. Open Space Green or can be called vegetation can affect the air around directly or indirectly. Vegetation has several environmental benefits such as: reducing pollutants and producing oxygen, improving local climate quality and as a controller of solar radiation. The presence of vegetation in a region will have a positive impact on the balance of ecosystems on a wider scale. In general, the role of vegetation in an ecosystem is related to the regulation of the balance of carbon dioxide and oxygen in the air, the improvement of the physical, chemical and biological properties of the soil, soil water regulation and others. Currently remote sensing technology is increasingly sophisticated, so it can detect the spread of vegetation in a region, the pattern of vegetation distribution, vegetation density and vegetation area. The NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) technique is a transformation of spectral sharpening images to analyze vegetation-related matters. In addition to NDVI techniques, there is a method of segmentation that can be used to detect the density of a region by distinguishing the shape, color, texture and area boundaries. From segmentation algorithm result got optimal value for Sentinel-2A image 150 for scale parameter, 0,3 for form parameter and 0,5 for parameter compactness. The result of accuracy test by using validation from segmentation yields the overall accuracy value of 46,7% while for NDVI the overall accuracy value is 88,9%. The results of this study indicate that the pattern of vegetation distribution in Demak District with NDVI and Segmentation almost the same, is evenly distributed to all regions with different areas of each region. The vegetation density varies, the result of density by the two methods has little difference. Significant differences occur when in one region there are few plants, because the calculation using the density test is very concerned the number of plants in one region. Meanwhile, when using a camera which is then continued with the threshold band does not pay attention to the number of plants but the size of the canopy.Keywords: NDVI, Segmentation, Vegetation.
ANALISIS DEFORMASI SESAR KALIGARANG MENGGUNAKAN METODE DINSAR DAN GEOMORFOLOGI TAHUN 2007-2008 Syachril Warasambi Mispaki; Yudo Prasetyo; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.172 KB)

Abstract

ABSTRAKSemarang adalah salah satu kota yang padat di Jawa Tengah, dengan jumlah penduduk  mencapai 1.739.989 jiwa dan luas wilayahnya 373,70 km2. Kota Semarang sendiri terbagi dua daerah yaitu daerah bawah dengan karakteristik berupa dataran rendah sampai pantai dan daerah atas berupa dataran tinggi perbukitan. Menjadi menarik selain memiliki dua tipe daerah yang berbeda Semarang juga memiliki sesar, salah satunya sesar Kaligarang. Posisi sungai Kaligarang sendiri membelah pada arah hampir utara-selatan kota Semarang. Dampak adanya sesar Kaligarang dapat dilihat dibeberapa tempat seperti jalan yang ambles didaerah UNIKA Semarang dan rumah penduduk yang bergeser didaerah desa Tinjomoyo.Pada penelitian ini digunakan beberapa metode yaitu InSAR, DinSAR dan pengamatan geomorfologi  ketiga teknik tersebut digunakan untuk melakukan identifikasi dan estimasi area sesar yang mengalami deformasi. Pemilihan penggunakan teknik  penginderaan jauh (inderaja) dikarenakan  memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap kawasan yang luas dengan waktu yang cepat. Data yang digunakan pada penelitian ini berupa  tiga citra ALOS PALSAR level 1.0 yang diakuisisi pada tanggal 8 juni 2007, 26 Juli 2008, dan 10 Sepetember 2009. Selain ketiga citra ALOS PALSAR tadi, juga digunakan data DEM SRTM versi 4, digunakan untuk koreksi topografi.  Penggunaan ketiga metode yang sudah disebutkan sebelumnya memiliki fungsi yang berbeda. Untuk metode InSAR digunakan untuk pembentukan model dijital dari kota Semarang. Setelah mendapatkan model tinggi dijitan kota Semarang, bisa dilakukan proses identifikasi letak, panjang, lebar dan luasan sesar Kaligarang menggunakan metode geomorfologi. Hasil dari identifikasi tersebut dapat dihitung laju deformasinya menggunakan metode DinSAR, dengan menggunakan metode DinSAR bisa dilakukan estimasi pergerakan sesar Kaligarang. Dari hasil metode DinSAR dihasilkan laju penurunan tanah antara 3 cm sampai 11 cm. Untuk mengetahui kebenaran pengukuran menggunakan metode DinSAR, dilakukan dengan validasi penurunan yang diukur menggunakan GPS. Setelah melakukan validasi didapat simpangan baku sebesar 3,073 cm. Untuk mengetahui jenis sesar dan arah sesar dilakukan dengan metode geomorfologi dan dari hasil kajian geomorfologi didapat sesar kaligarang merupakan sesar aktif yang termasuk jenis sesar geser menganan.Pada penelitian ini dapat disimpulkan tentang laju penurunan deformasi sesar Kaligarang berkisar dari 3 cm sampai 11 cm dan didapat jenis sesar Kaligarang adalah sesar geser menganan. Hal tersebut menjadikan penelitian ini  penting, penelitian ini bisa digunakan sebagai tindakan awal mitigasi bencana didaerah sekitar sesar Kaligarang.Kata kunci: Semarang, Deformasi, Sesar, InSAR, DinSAR, Geomorfologi. ABSTRACTSemarang is one of the densely populated city in Central Java which is has a dense population arounds 1,739,989 inhabitants in a total area of 373,70 km2. In geographic composition, Semarang city has two major area characteristic where is a lowlands area dominated with a coastal area and the plateu area lies on highland hills. Also Semarang city has also has a Kaligarang fault where is lie in Kaligarang River. The position of Kaligarang river itself divides  in the direction nearly north-south city of Semarang. The impact of the fault Kaligarang can be seen in several places such as a land subsidence phenomenon in Tinjomoyo village area such as several house destruction.In this research, we have used several methods and observations such as InSAR, DinSAR and geomorphology where is this techniques used to identify the fault area and estimate Kaligarang’s fault movement velocity. Selection of the use of remote sensing techniques due to the ability to conduct an assessment of a large region with a fast time. The data used in this study of three ALOS PALSAR level 1.0 which was acquired on June 8, 2007, July 26, 2008, and 10 of September 2009. Besides that third ALOS PALSAR earlier, also used data of SRTM DEM  4th version, is used for the correction of the topography. The use of the three methods already mentioned earlier have different functions. For the InSAR method used for the establishment of a digital model in Semarang. After getting high models digital city of Semarang, the identification process can be done layout, length, width and area of the fault Kaligarang using geomorphology. Results of such identification can be calculated using the rate of deformation DinSAR method, by using the method of estimation can be done DinSAR Kaligarang fault movement. From the result generated DinSAR method of land subsidence rate between 3 cm to 11 cm.  To know the truth measurement that used DinSAR method, is performed with the decline of validation that measured using GPS. After validating obtained standard deviation of 3,073 cm. To determine the type of fault and the fault direction is donethe method of geomorphology nd the results obtined fault geomorphology study kaligarang an active fault that include type of fault strike slip fault.In this study, the rate of decline can be conclude that Kaligarang fault deformation range from 3 cm to 11 cm obtined the type of fault is a strike slip fault. It makes this study is  important, this study could be used as an initial action on disaster mitigation in the area surrounding the fault Kaligarang.Keywords: DEM, DInSAR, InSAR, Kaligarang Fault, Land Subsidence*) Penulis, Pananggung jawab

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue