cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT ANTARA KABUPATEN LOMBOK UTARA, LOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, DAN LOMBOK TIMUR Juwita Widya Qur’ani; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.052 KB)

Abstract

ABSTRAKSesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.76 Tahun 2012, penegasan batas daerah bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi pemerintah, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah suatu daerah tersebut. Disamping itu, daerah kabupaten/ kota mempunyai wewenang yang lebih luas dalam hal pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan, hal ini sesuai dengan UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kabupaten/ kota memiliki kewenangan yang penuh untuk mengelola wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur menggunakan metode kartometrik. Peta dasar yang digunakan berupa peta RBI skala 1:25.000, Citra Satelit Landsat 8 tahun 2018, dan Peta LPI skala 1:50.000. Sebelum dilakukan penarikan batas kabupaten di Pulau Lombok terlebih dahulu dilakukan penentuan batas Provinsi antara Pulau Bali dan Pulau Lombok dan penentuan batas Kabupaten antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kemudian dilakukan penentuan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten di barat Pulau Lombok, selanjutnya  penentuan batas pengelolaan wilayah laut Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur menggunakan prinsip ekuidistan. Adapun garis dasar yang digunakan adalah garis dasar normal, garis dasar lurus, garis dasar penutup teluk, dan garis dasar kepulauan. Pengolahan data di atas menggunakan software ArcGIS, ENVI, dan AutoCAD. Penentuan batas pengelolaan wilayah laut menggunakan ketiga peta dasar ini menghasilkan titik batas dan luas pengelolaan wilayah laut. Titik-titik batas tersebut digabungkan membentuk garis batas, dan garis batas antar kabupaten yang bersebelahan ini akan membentuk area yang akan dihitung luasnya. Rata-rata luas pengelolaan wilayah laut setiap kabupaten pada peta dasar RBI terhadap peta dasar LPI sebagai acuan sebesar 98%. Sedangkan, rata-rata luas pengelolaan wilayah laut setiap kabupaten pada peta dasar citra satelit Landsat-8 terhadap peta dasar LPI sebagai acuan sebesar 93%.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI POTENSI LOKASI PAPAN IKLAN DI WILAYAH KOTA SEMARANG Lea Kristi Agustina; Bambang Sudarsono; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.102 KB)

Abstract

Advertising is designed objects for the purpose of introducing, encouraging, promoting, or to draw public attention to goods, services, persons, or entities who can be seen, read, heard, felt and / or enjoyed by the public. In simple billboard interpreted as promotion tool of goods and services such as a message or information delivered through the outdoor media. The situation is quite crowded roads in Semarang City, especially in Gajah Mada, Pandanaran  and Pemuda street’s which makes existence of billboard to be one competition for providers of goods or services in order to alluring consumers in order to use the goods and services offered by them. This research aim to know the potential of billboard locations and spread along the Gajah Mada, Pandanaran and Pemuda street’s. Final results from this research provides information that can be used as review and consideration in determining the location of billboards is quite potentially, this can be done by certain agencies of local government in Semarang City and other interested parties. This research conducted by qualitative research methods which will produce descriptive data were compiled in a geographic information system to obtain map of the layout point locations spread advertisement, then performed an analysis based on the provisions of the distance between advertisement and restrictions the placement of advertisement. Based on the observation and analysis, identification potential of new billboard point locations can be done according with the specified criteria. Research results show there were 11 point of potential new billboards for the large billboard type and there are 73 point of potential new billboards to billboard medium sized types, both located on the sidewalks / curb.
ANALISIS PENGUASAAN, PEMILIKAN, PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH (P4T) BERDASARKAN SEBARAN BIDANG TANAH UNTUK KEGIATAN NORMALISASI SUNGAI MENGGUNAKAN SIG TAHUN 2016 (Studi Kasus : Kali Beringin Kel. Mangkang Wetan) Muhammad Nida Hakim El Wafa; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.868 KB)

Abstract

ABSTRAKDalam rangka pengadaan tanah untuk pelaksanaan pembangunan kepentingan umum, pemerintah Kota Semarang mengadakan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah pelaksanaan normalisasi Kali Beringin. Dari kebijakan normalisasi Kali Beringin ini maka dibutuhkan kegiatan inventarisasi dan pemetaan persebaran data Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) di daerah bantaran Kali Beringin, sesuai dengan Laporan Kegiatan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2013 Urusan Wajib Pertanahan Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan data citra satelit Quickbird tahun 2011, peta administrasi Kelurahan Mangkang Wetan, dan peta pengadaan tanah untuk normalisasi Kali Beringin tahun 2013. Metode yang digunakan adalah dengan menggabungkan ketiga data tersebut kemudian dilakukan digitasi on screen untuk membuat peta bidang tanah dan rencana sungai normalisasi. Selanjutnya dilakukan identifikasi pada bidang tanah berupa data atribut penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan bidang tanah yang terkena kegiatan normalisasi Kali Beringin di Kelurahan Mangkang Wetan.Dalam penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta sebaran bidang tanah beserta Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) yang terkena rencana kegiatan normalisasi Kali Beringin. Total luas bidang tanah yang terkena kegiatan normalisasi sungai adalah sebesar 79.428 m2 dari total 143 bidang tanah dengan 19 pola hubungan. Dimana dihasilkan luasan terbesar penguasaan tanah dikuasai langsung oleh pemiliknya seluas 62.875 m2, pemilikan tanah dengan Hak Milik sebesar 62.576 m², penggunaan tanah dengan perairan darat sebesar 33.894 m² dan pemanfaatan tanah yang  didominasi oleh produksi pertanian sebesar 69.205 m². Kata Kunci : Bidang Tanah, Normalisasi Sungai, Pemanfatan, Pemilikan, Penggunaan, Penguasaan. ABSTRACTIn order to procure land for implementation of development public interest, the government of Semarang hold multiple policies, one of which is the implementation of the Beringin normalization. Beringin of policy normalization is then required the inventory and mapping of the data Tenure, Ownership, Use and Utilization of Land (P4T) in the area Beringin riverbanks, in accordance with the Accountability Activity Report (LKPJ) Compulsory Land Affairs 2013 Semarang.This study uses data in 2011 Quickbird satellite imagery, maps Mangkang Wetan village administration, and maps of land acquisition for the normalization Beringin 2013. The method used is with combines third digitized data is then performed on screen to create a map plot and plan normalization river , Furthermore, the identification of parcels of land in the form of attribute data control, ownership, use, and use of parcels of land affected normalization activities in Sub Mangkang Beringin Wetan.In this essay results obtained in the form of a map of the distribution of plots of land along Tenure, Ownership, Use and Utilization of Land (P4T) is affected by the action plan river normalization. The total area of plots of land affected river normalization amounted to 79.428 m2 of total 143 plots of land with 19 patterns of relationships. The resulting area where tenure of land is directly controlled by measuring their owners 62.875 m2, ownership of land with right of ownership 62.576 m², the use of land by inland waters of 33.894 m² and utilization of land dominated by agricultural production amounted to 69.205 m². Keywords : Land use, Land, River Normalization, Ownership, Tenure, Utilization.
PEMANTAUAN POSISI ABSOLUT STASIUN IGS MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK TOPCON TOOLS v.8.2 Amri Perdana Ginting; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.065 KB)

Abstract

ABSTRAKInternational GNSS Service Station merupakan stasiun-stasiun pengamat GPS yang tersebar di berbagai benua. Pengamatan data GNSS dari stasiun-stasiun ini mempunyai peranan yang sangat penting terutama yang berkaitan dengan ilmu kebumian. Adanya fenomena pergerakan lempeng, memungkinkan terjadinya pergerakan kecepatan stasiun-stasiun IGS. Akibat dari pergerakan kecepatan tersebut adalah perubahan posisi stasiun IGS sehingga diperlukan penelitian mengenai pemantauan posisi absolute stasiun-stasiun IGS untuk melakukan analisis terhadap nilai standar deviasi penentuan posisi secara absolute.            Penelitian ini memakai data RINEX hasil pengamatan stasiun-stasiun IGS dari tahun 2002 sampai tahun 2013. Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan download data Compact RINEX untuk selanjutnya dilakukan pemilihan data hasil pengamatan stasiun IGS. Langkah selanjutnya data RINEX diolah dengan software Topcon Tools v.8.2 yang kemudian dilakukan pengolahan dengan impor data rapid ephemeris sehingga didapatkan nilai koordinat absolut. Setelah itu, nilai koordinat absolut stasiun IGS diimpor ke AutoCAD. Pada tahap akhir dilakukan perhitungan nilai standar deviasi serta pembuatan grafik nilai komponen koordinat absolut dari tiap-tiap stasiun IGS.            Berdasarkan hasil pengolahan, nilai pergeseran koordinat rata-rata terbesar dimiliki oleh stasiun LPGS Argentina  dengan nilai sebesar 0.4799 m. Nilai pergeseran koordinat terkecil dimiliki oleh stasiun NYAL Norwegia dengan nilai sebesar 0.1393. Nilai standar deviasi komponen absolut terbesar dimiliki oleh stasiun LPGS Argentina dengan nilai δ N : ± 4.909 m, δ E : ± 3.927 m, δ El : ± 4.7389 m. Sedangkan standar deviasi komponen  koordinat terkecil dimiliki oleh stasiun NYAL stasiun Norwegia dengan nilai δ N : ± 0.75125 m, δ E : ± 0.79325 m, δ El : ± 3.799967 m. Tingkat keakurasian dari GPS Precise Point Positioning (PPP) berada pada level sub meter.Kara kunci : Perubahan nilai koordinat, koordinat absolute, standar deviasi. ABSTRACTInternasional GNSS servise Stations are worldwide GPS data observation stations. Obervation from this station has an important role, specifically to geographic. Because of tectonic movement phenomena, making possible velocity movement of IGS Stations. The consequence from that velocity movement is an IGS station position movement so it need research about monitoring absolute position IGS station to do analysis about absolute positioning standart deviation value.            This research using compact RINEX data from IGS Stations observation over the years product, to be precise from 2002 until 2013. Firs step, has to do downloading compact RINEX data, then excute  selecting the result observation IGS station data. The next step RINEX data processed by using Topcon Tools v.8.2 software then do processing by import rapid ephemeris data until found out absolute coordinate value. After that, do a processing IGS station absolute value by using AutoCAD,  In the last step calculation did in order to after standart deviation Value, and making an absolute coordinate component value graph from each IGS station.            By the result, LPGS Argentina station has the biggest average sequential value with the value is 0.4799 m, the lowest average sequential value attributed to NYAL Norway station with the value is 0.1393 m. LPGS Argentina station hast the biggest standard deviation of absolute coordinate component with the value is δ E : ± 3.927 m, δ N : ± 4.909 m, δ El : ± 4.7389 m. Whereas NYAL Norway station hast the lowest standard deviation value of absolute coordinate component with the value is δ E : ± 0.79325 m, δ N : ± 0.75125m, δ El : ± 3.799967 m. The level of  accuration of GPS Precise Point Positioning (PPP) at sub meter.Key words : The change of coordinate value, absolute coordinate, standard deviation.
ANALISIS HUBUNGAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP SUHU PERMUKAAN TERKAIT FENOMENA URBAN HEAT ISLAND MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT (STUDI KASUS: KOTA SURAKARTA) Arfina Kusuma Putra; Abdi Sukmono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1819.898 KB)

Abstract

Kota Surakarta merupakan salah satu kota besar di Jawa Tengah yang saat ini tengah mengalami perkembangan yang pesat. Berkat perkembangannya yang pesat, Kota Surakarta menjadi tujuan urbanisasi. Seiring dengan peningkatan urbanisasi terjadi perubahan tutupan lahan, dari area bervegetasi menjadi daerah terbangun. Proses pembangunan yang diiringi dengan pertambahan jumlah penduduk akan mempengaruhi luasan lahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari serta mempengaruhi kenaikan suhu yang memicu adanya fenomena pulau bahang (Urban Heat Island).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan tutupan lahan terhadap suhu permukaan terkait fenomena Urban Heat Island Kota Surakarta. Fenomena pulau bahang (Urban Heat Island) dianalisis dengan menggunakan pendekatan data penginderaan jauh melalui beberapa ekstraksi yaitu pemanfaatan klasifikasi terbimbing (Supervised), NDVI (NormalizedDifferenceVegetationIndex) dan LST (Land Surface Temperature). Pengolahan data dilakukan menggunakan citra satelit Landsat Tahun 1997, 2007, dan tahun 2016. Hasil pengolahan berupa distribusi suhu permukaan kemudian dikorelasikan dengan nilai indeks vegetasi dan perubahan tutupan lahan menggunakan analisis korelasi spasial dan uji regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan dan indeks vegetasi memiliki korelasi dengan suhu  permukaan. Hasil uji regresi sederhana antara perubahan luas lahan terbangunterhadap suhu permukaan menghasilkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 99,8%.Hasil analisi korelasi spasial antara nilai indeks vegetasi dengan suhu permukaan menghasilkan nilai korelasi sebesar 66,63% untuk tahun 1997 dengan tahun 2007, dan 17,53% untuk tahun 2007 dengan tahun 2017.Perbedaan suhu permukaan antara pusat Kota Surakarta dengan daerah sub urban adalah sebesar ± 1-2,5°C. Perbedaan suhu antara pusat Kota Surakarta dengan daerah sub urban tersebut menjadi indikator kuat terjadinya urban heat island di Kota Surakarta.
PEMODELAN DAERAH RAWAN KECELAKAAN DENGAN MENGGUNAKAN CLUSTER ANALYSIS (Studi Kasus: Kabupaten Boyolali) Nanda Dewi Arumsari; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.415 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan global yang membutuhkan penanganan yang serius. Kecelakaan terjadi di berbagai tempat dengan waktu kejadian yang berbeda, hal ini menyebabkan sulitnya menentukan daerah mana yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas. Informasi mengenai daerah rawan kecelakaan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan penegak hukum. Informasi tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengawasan maupun tindakan antisipasi khususnya bagi kepolisian. Pada penelitian ini dibuat suatu Sistem Informasi Geografis untuk melakukan analisa terhadap daerah yang rawan terjadi kecelakaan di wilayah Kabupaten Boyolali.Pemodelan daerah rawan kecelakaan berbasis Sistem Informasi Geografis dilakukan dengan software GIS. Metode yang digunakan adalah cluster analysis dimana dilakukan pengelompokkan untuk menentukan kerawanan suatu daerah serta menggunakan metode tumpang susun (overlay) berdasarkan hasil pengelompokan cluster yang telah terbentuk.Hasil penelitian menyatakan tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi  di ruas jalan Semarang – Solo yang melewati wilayah Kabupaten Boyolali. Selain itu tingkat kerawanan banyak terjadi di pusat – pusat kota Kecamatan di Kabupaten Boyolali. Wilayah kecamatan di bagian barat dan utara Kabupaten Boyolali relatif cukup aman akan kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari hasil validasi yang telah dilakukan tingkat kesesuain pemodelan daerah rawan kecelakaan yang telah terbentuk sebesar 67,44%. Kata Kunci  : cluster analysis, kecelakaan lalu lintas, SIG  ABSTRACT Traffic accidents are one of the global problems that require serious treatment. Accidents happen in different places with different time of incidents, so that difficult to determine the areas that have vulnerability of traffic accidents. Information of the accident-prone areas are needed by the public and law enforcement. Such information can be considered for surveillance and precaution, especially for the police. In this study a Geographic Information System is created to analyze the accident-prone areas in the district of Boyolali.Modeling of accident-prone areas based on Geographic Information System is performed with GIS software. This study use cluster analysis method which the grouping is done to determine the vulnerability of an area and overlaying method based on the result of cluster grouping that has formed.The study states the level of vulnerability of traffic accidents mostly occurred in the streets of Semarang – Solo that pass through Boyolali Regency. In addition the level of vulnerability happen in the downtown district in Boyolali Regency. District in western and northern of Boyolali Regency are relatively safe from traffic accidents. From the result of the validation, the suitability level of accident prone areas modeling that have been formed is 67.44%. Keywords: cluster analysis, GIS, traffic accident *) Penulis, Penanggungjawab
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN BERDASARKAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) (Studi Kasus : Lawang Sewu dan Sam Poo Kong) Yesi Monika Manik; Arief Laila Nugraha; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.574 KB)

Abstract

ABSTRAKLawang Sewu dan Sam Poo Kong sebagai salah dua ikon Kota Semarang memiliki potensi sebagai objek wisata. Lokasi yang strategis terletak di pusat Kota Semarang dan nilai sejarah yang terkandung didalamnya menjadikan Lawang Sewu dan Sam Poo Kong sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk berwisata. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) terhadap objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong untuk menentukan strategi pengembangan objek wisata berdasarkan pada kesediaan wisatawan untuk membayar (Willingness To Pay; WTP) pada objek wisata tersebut.Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah Probability Sampling, di mana peluang setiap anggota populasi terpilih sama, dengan teknik Quota Accidental Sampling yaitu sampel diambil dengan cara kebetulan yang datang berkunjung di objek wisata Lawang Sewu dan Sam Poo Kong. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 14.Dalam penelitian tugas akhir ini, hasil yang diperoleh berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai WTP objek wisata Lawang Sewu sebesar Rp 64.804,- dengan surplus konsumen sebesar Rp 1.278.061,556 per individu per tahun, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Lawang Sewu sebesar Rp 404.128.565.500,- (nilai surplus konsumen per individu per tahun dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2013). Dan nilai WTP objek wisata Sam Poo Kong sebesar Rp Rp 61.205,- dengan surplus konsumen sebesar Rp 2.048.926,914 per individu tahun, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Sam Poo Kong sebesar Rp 468.567.392.350,-.Kata Kunci : Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Willingness To Pay, Uji Validitas, Uji Realibilitas, Tipologi Kawasan, Peta ZNEK ABSTRACTLawang Sewu and Sam Poo Kong, as two icons of Semarang, have potential as a tourist attraction. The location is strategically in the center of Semarang and the historical value of them become one of the people's choice for travel. Based on this, we need Zona Nilai Ekonomi Kawasan map (ZNEK) of Lawang Sewu dan Sam Poo Kong to determine the development strategy based on the traveler's Willingness To Pay (WTP) at the tourist attraction.Sampling method (respondents) used in this research is the probability sampling, that the opportunities every elected member is same, by using Quota Accidental Sampling technique, where samples are collected by coincidence who came to visit Lawang Sewu and Sam Poo Kong attractions. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation of WTP using Maple 14 software.In this research, the results is obtained of a ZNEK map with WTP values of Lawang Sewu attractions of IDR 64.804,-, with the consumer surplus of IDR 1.278.061,556 per person per year, so Total Economic Value (TEV) of Lawang Sewu is IDR 404.128.565.500, - (the value of consumer surplus per person per year multiplied with the number of visitors in the year of 2013). Sam Poo Kong’s WTP values of IDR 61.205,-, with consumer surplus of  IDR 2.048.926,914 per person per years, so TEV of Sam Poo Kong is IDR 468.567.392.350,-.Keywords : : Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Willingness To Pay, Test Validity, Test Reliability, Typologi of regions, ZNEK Map. 
ANALISIS KEPADATAN BANGUNAN MENGGUNAKAN INTERPRETASI HIBRIDA CITRA SATELIT LANDSAT DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR DAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2009-2018 MIRTA INDRIASTUTI; Hani’ah Hani’ah; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.943 KB)

Abstract

Perkembangan sebuah wilayah dapat terlihat dari perkembangan fisik wilayah yang meliputi bertambahnya lahan terbangun baik perumahan, industri, maupun fasilitas umum. Pemanfaatan informasi dari penginderaan jauh merupakan solusi untuk memonitoring pemadatan bangunan karena bisa dilakukan secara cepat, multi temporal, dan mencakup wilayah yang luas. Penelitian ini menggunakan teknik interpretasi hibrida untuk mendapatkan informasi kepadatan bangunan. Interpretasi hibrida adalah kombinasi antara teknik interpretasi visual dan digital (tranformasi urban index). Interpretasi visual digunakan untuk satuan pemetaan lahan terbangun berupa delineasi blok bangunan dan interpretasi digital digunakan untuk ekstraksi tingkat kepadatan bangunan. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8 OLI. Analisis kepadatan bangunan dilakukan secara spasial dan deskriptif kemudian dilakukan analisis kecepatan perubahan kepadatan bangunan dan analisis arah perubahan kepadatan bangunan. Hasil penelitian ini berupa perta kepadatan bangunan hasil interpretasi hibrida. Terjadi peningkatan luasan bangunan pada tahun 2009-2018. Pada tahun 2009, luas total bangunan adalah 1554,22 Ha meningkat menjadi 1685,70 Ha pada tahun 2012, Perubahan pada tahun 2009-2012 didominasi oleh kelas jarang menjadi sedang. Pada tahun 2012-2015, perubahan kepadatan bangunan didominasi oleh kelas jarang menjadi sedang, dan sedang menjadi padat. Luas bangunan pada tahun 2015 total luasan menjadi 1769,94 Ha dan meningkat lagi pada tahun 2018 menjadi 1845,99 Ha. Perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2015-2018 didominasi oleh kelas sedang menjadi padat. Rata-rata kecepatan perubahan luasan bangunan dari tahun 2009-2018 adalah 43,8267 Ha/pertahun. Arah perubahan kepadatan bangunan pada tahun 2009-2018 di Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat mengarah dari timur ke barat, perubahan kepadatan bangunan banyak terjadi di daerah pusat kota sepanjang jalan utama dan daerah pinggiran perkotaan.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN CAGAR BUDAYA KERATON DI KOTA CIREBON BERDASARKAN WTP (WILLINGNESS TO PAY) DENGAN PENDEKATAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) Aditya Dharmawan; Sawitri Subiyanto; arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.583 KB)

Abstract

ABSTRAK Kawasan Cagar Budaya Keraton di Kota Cirebon memiliki potensi sebagai obyek wisata. Lokasi yang strategis  dan saling berdekatan,serta nilai sejarah yang dimiliki, membuat  Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) Kota Cirebon. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) pada Kawasan Cagar Budaya Keraton untuk menduga  nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness To Pay: WTP) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut.Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik accidental sampling, dimana responden merupakan siapa saja yang secara kebetulan/accidental ditemui di lokasi penelitian dan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 17.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh hasil berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Keraton Kasepuhan dengan surplus konsumen sebesar Rp 531.562- dan nilai WTP sebesar Rp 72.276,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Keraton Kasepuhan sebesar Rp 73.591.185.150,-. Keraton Kanoman dengan surplus konsumen sebesar Rp 427.876,- dan nilai WTP sebesar Rp 39.478,-. sehingga diperoleh nilai ekonomi total Keraton Kanoman sebesar Rp 16.245.179.439,-. Sedangkan untuk Keraton Kacirebonan diperoleh surplus konsumen Rp 432.094,- dan nilai WTP sebesar Rp 81.341,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Keraton Kacirebonan sebesar Rp 31.406.330.368,-. Selanjutnya untuk Keraton Kaprabonan diperoleh besaran surplus konsumen Rp 0,- dan nilai WTP Rp 85.309,- sehingga diperoleh nilai ekonomi total kawasan Keraton Kaprabonan sebesar Rp 31.509.443.130,-.(nilai surplus konsumen per individu dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2014). Kata kunci : Keraton, Maple 17, Regresi Linear Berganda, Willingness To Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan. ABSTRACT The cultural heritage area of the palace in Cirebon has potential as a tourist attraction. The strategic location and close to each other  which have historical value, makes this particular site Kasepuhan Palace, Kanoman Palace, Kacirebonan Palace, and Kaprabonan Palace became one tourist destination areas Cirebon. Based on this, we need a  Zone Map Economic Value Areas (ZNEK) to the cultural heritage area of the palace to estimate the economic value and benefits based on willingness to pay (WTP) tourists and the people who benefit from the region.Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with accidental sampling technique, where respondents are those who by chance / accidental encountered in the study area and can be used as a sample, if it is considered that the person who happened to be found suitable as a data source. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation software WTP using Maple 17.In this research, the results obtained in the form of a Zone Economic Value Area map. The consumer surplus of Kasepuhan Palace is Rp 531.562-, and WTP value of Rp 72.276,- in order to obtain the total economic value of Kasepuhan Palace Rp 73.591.185.150,-. Kanoman Palace with consumer surplus of Rp 427.876,- and WTP value of Rp 39.478,-. in order to obtain the total economic value of Kanoman Palace is Rp 16.245.179.439,-. As for the Kacirebonan Palace consumer surplus obtained Rp 432.094,- and WTP value of Rp 81.341,- in order to obtain the total economic value is Rp 31.406.330.368,-. Further to the Kaprabonan Palace gained massive consumer surplus Rp 0,- and the value of WTP Rp 85.309,- in order to obtain the total economic value of the Kaprabonan Palace area is Rp 31.509.443.130,-. (Consumer surplus value per individual multiplied by the number of visitors in 2014). Keywords : Maple 17, Multiple Linear Regression, Palace,Willingness To Pay, Zone Economic Value Zone.*) Penulis Penanggung Jawab  
ANALISIS SPATIO-TEMPORAL MODEL ESTIMASI POPULASI BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN UAV DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS: KELURAHAN TEMBALANG, SEMARANG) Syarifah Mayda Az Zahrotun Nisa; Arief Laila Nugraha; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.519 KB)

Abstract

ABSTRAK Kepadatan penduduk Kelurahan Tembalang pada tahun 2016 berjumlah 2.252 jiwa/km2 dan pada tahun 2019 mencapai 2.917 jiwa/km2. Hal ini menunjukan, kepadatan penduduk yang terjadi dalam 3 tahun mengalami kenaikan sebesar 29%. Pada saat ini, data kepadatan penduduk dilakukan perhitungan berdasarkan data wilayah administratif. Akan tetapi, persebaran penduduk di suatu wilayah sangatlah dinamis. Data kepadatan penduduk berdasarkan wilayah administratif terlihat kurang relevan jika diterapkan pada wilayah perkotaan dengan tingkat mobilisasi yang tinggi. Oleh karena itu, metode penentuan detail kepadatan penduduk sangat diperlukan untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai populasi penduduk wilayah perkotaan. Detail informasi populasi dapat digunakan dalam mengurangi faktor risiko bencana, pendataan kemiskinan dan wilayah tertinggal. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk representasi yang lebih realistis dari kegiatan manusia di daerah yang sangat perkotaan dan fakta yang menyebabkan perubahan seiring waktu dari kegiatan ini. Data UAV dapat digunakan untuk mengidentifikasi bangunan yang ada pada wilayah administrasi Kelurahan Tembalang. Hasil identifikasi bangunan diklasifikasikan berdasarkan kategori penggunaannya sehingga dapat diasumsikan bahwa, aktivitas manusia tidak lagi tersebar dalam area administratif melainkan ada di dalam bangunan. Data bangunan dilengkapi dengan data populasi serta ditunjang dengan data wawancara dimulainya aktivitas di dalam bangunan. Keseluruhan data yang terkumpul dilakukan pengolahan menggunakan SIG dengan metode volumetrik, sehingga dapat diketahui estimasi populasi yang ada pada bangunan secara spatio-temporal. Berdasarkan hasil perhitungan populasi bangunan, dapat diidentifikasi bahwa rata-rata persentase kenaikan populasi pada semua kategori bangunan pada pukul 01.00 WIB sebesar 28,61%, pukul 07.00 WIB sebesar 190,30%, pukul 13.00 WIB sebesar 155,65% dan pada pukul 19.00 WIB sebesar 55,25%. Kategori bangunan pendidikan adalah kategori bangunan yang paling mempengaruhi kenaikan populasi yang ada di Kelurahan Tembalang. Kata Kunci : Estimasi Populasi Bangunan, Sistem Informasi Geografis, Spatio-Temporal, UAV ABSTRACTThe population density of Tembalang Subdistrict in 2016 amounted to 2,252 people / km2 and in 2019 it reached 2,917 people / km2. This shows, the population density that occurred in 3 years increased by 29%. At this time, population density data is calculated based on administrative area data. However, the population distribution in an area is very dynamic. Data on population density based on administrative regions appear to be less relevant if applied to urban areas with high levels of mobilization. Therefore, the method of determining the detailed population density is needed to get accurate information about the population of urban areas. Detailed population information can be used to reduce disaster risk factors, poverty data collection and disadvantaged areas. This study aims to utilize the technology of Unmanned Aerial Vehicle (UAV) and Geographic Information Systems (GIS) for a more realistic representation of human activity in highly urban areas and facts that cause changes over time of this activity. UAV data can be used to identify buildings in the administrative area of Tembalang Subdistrict. The results of building identification are classified based on the category of their use so that it can be assumed that human activities are no longer scattered within the administrative area but rather within the building. Building data is supplemented with population data and is supported by interview data for the commencement of activities inside the building. The entire data collected is processed using GIS with volumetric methods, so it can be known spatio-temporal population estimates of buildings in the building. Based on the calculation of the building population, it can be identified that the average percentage of population increase in all building categories at 01.00 WIB at 28.61%, 07.00 WIB at 190.30%, 13.00 WIB at 155.65% and at 19.00 WIB at 55.25%. The education building category is the building category that most influences the population increase in Tembalang Subdistrict.   Keywords : Building Population Estimation, Geographic Information Systems, Spatio-Temporal, UAV

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue