cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN PERUNTUKAN PEMAKAMAN UMUM BARU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang, Kota Semarang) Aji, Angga Sapto; Suprayogi, Andri; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.01 KB)

Abstract

ABSTRAK Pertambahan penduduk yang terus meningkat serta keterbatasan lahan pemakaman umum di Kecamatan Tembalang menimbulkan permasalahan seperti kekurangan lahan makam. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dibutuhkan suatu perencanaan lokasi makam baru, agar kebutuhan masyarakat untuk lahan pemakaman tetap terpenuhi. Dalam merencanakan lokasi pemakaman umum baru, diperlukan suatu sistem informasi terstruktur yang terdiri dari aspek kebijakan, ekonomi, fisik, lingkungan, sosial dan budaya. Sistem tersebut dikenal dengan nama Sistem Informasi Geografis.Tahapan perencanaan lokasi makam baru dilakukan dengan menyusun berbagai kriteria utama, yaitu kriteria landuse, fisik, ekonomi dan ekologi.  Analytic Hierarchy Process (AHP) berbasis spasial, digunakan untuk menghitung bobot kriteria, kemudian bobot tersebut digunakan untuk memperoleh peta kesesuaian masing-masing kriteria. Dengan menggunakan perangkat lunak ArcGIS.10. dilakukan proses tumpang susun (overlay) terhadap peta kesesuaian masing-masing kriteria. Sehingga diperoleh hasil akhir berupa peta kesesuaian lokasi makam baru Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Dari hasil pembobotan AHP diperoleh besar pengaruh setiap parameter yaitu 56,99 % untuk kriteria landuse, 24,63 % untuk kriteria fisik, 12,13 % untuk kriteria ekonomi, dan 6,26 % untuk kriteria ekologi. Dari hasil proses overlay diperoleh lokasi dengan kategori sangat sesuai seluas 99.06 (ha), lokasi dengan kategori sesuai seluas 815.95 (ha), lokasi dengan kategori kurang sesuai seluas 1487.80 (ha), dan lokasi dengan kategori tidak sesuai seluas 1746.18 (ha). Kata Kunci : AHP , Lokasi pemakaman umum baru, SIG. ABSTRACT                 The increasing population and the limitation of public cemeteries in Tembalang caused problems such as lack of cemeteries area. To overcome this problem, it is needed a plan for new cemetery location so that it can be fulfilled for those who need it. As a plan for the location of new public cemeteries, it is required a system of structural informations which consists of aspects such as policy, economic, physical, environmental, social and cultural. This system is known as geographic information system.                A plan step for a new cemetery locations is doing by arranging the main criteria, i.e. land use type, physical, economic, and ecological. Analytic Hierarchy Process (AHP) based on spatial analysis was used to calculate weight criterion which the next is used to obtain a map of the suitability of each criterion. By using the ArcGIS 10, it was done the process of overlaying map by each suitability map which was appropriate to criteria so that can be obtained the convenient map for the cemetery locations in Tembalang, Semarang. The results can be acquired influenced by  those parameters with landuse, physical, economic, and ecological of 56.99%, 24,63%, 12, 13%, and 6.26%, respectively. By the overlaying process, it also can be obtained the results with the very suitable category  area, the corresponding category area, lacked category area, and inappropriate category area  of 99,06 Ha, 815.95 Ha, 487,80 Ha, and 1746,18 Ha, respectively.  Keyword: AHP , GIS, New Public Cemetry Location.  *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS REKOMENDASI DAERAH PLTP (PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI) MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Risa Bruri Utami; Bandi Sasmito; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.7 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak potensi panas bumi yang nantinya dapat digunakan dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik. Keluarnya manifestasi panas bumi menjadi salah satu indikator adanya potensi panas bumi. Langkah awal sebagai kegiatan ekplorasi potensi panas bumi yaitu dengan melakukan kajian karakteristik daerah potensi panas bumi. Pada penelitian ini, identifikasi daerah potensi panas bumi dilakukan dengan menggunakan penginderaan jauh dan memanfaatkan data citra landsat 8. Citra landsat 8 dapat digunakan untuk mengetahui nilai kerapatan vegetasi, suhu permukaan, dan delineasi kelurusan. Penentuan area potensial panas bumi dalam penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan melakukan pembobotan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Parameter yang digunakan berupa hasil Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Land Surface Temperature (LST), dan delineasi kelurusan sedangkan penentuan lokasi PLTP menggunakan analisis intersect dan skala yang digunakan yaitu skala 1:100.000.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan area potensi panas bumi menggunakan metode AHP menghasilkan luasan untuk area tidak berpotensi sebesar 3.761,299 Ha, area kurang berpotensi sebesar 4.608,671 Ha dan area sangat berpotensi sebesar 2.427,309 Ha, sedangkan uji signifikansi yang diperoleh dari metode ini yaitu sebesar 0,925. Hasil rekomendasi lokasi pembangunan PLTP pada kawasan Dieng yaitu sebanyak 9 lokasi dengan luasan maksimal sebesar 16,27795 Ha pada zona 3 dan luasan paling kecil sebesar 0,732819 Ha pada zona 1. Berdasarkan penelitian ini, zona yang paling direkomendasikan yaitu zona 3 karena pada zona tersebut terdapat 4 sumber mata air panas yang mempunyai potensi panas bumi yang besar yaitu wilayah manifestasi Kawah Sileri, Pagerkandang, Sipandu dan Siglagah.
ANALISIS DISTRIBUSI TOTAL SUSPENDED MATTER DAN KLOROFIL-A MENGGUNAKAN CITRA TERRA MODIS LEVEL 1B RESOLUSI 250 METER DAN 500 METER (Studi Kasus Daerah Pesisir Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Tahun 2012) Dicky H., Muhamad; Sasmito, Bandi; ., Hani'ah; Parwati, Ety; Budhiman, Syarif
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2569.847 KB)

Abstract

TSM (Total Suspended Matter) adalah material tersuspensi berupa zat organik maupun anorganik yang memiliki diameter >1mm yang  berada di permukaan air, sedangkan Klorofil-A adalah kelompok pigmen fotosintesis yang menyerap cahaya biru, dan merah, serta merefleksikan cahaya hijau. Keduanya dengan jumlah yang besar dapat menutupi permukaan air dan membuat air menjadi hangat dan mengurangi kemampuan air untuk memenuhi kebutuhan oksigen untuk kehidupan biota laut dengan kata lain dapat menganggu ekosistem perairan. Dalam pengamatan kualitas air, perlu adanya pengamatan tentang TSM dan Klorofil-A untuk waktu dan tempat yang spesifik, serta berkelanjutan. Data pengideraan jauh dapat menganalisa beberapa parameter dalam cara spasial dan temporal. Akan tetapi masalahnya adalah sulit untuk menemukan algoritma yang sesuai untuk setiap daerah. Dikarenakan setiap daerah memiliki karakteristik yang belum tentu sama. Dengan menggunakan data time series akan lebih baik dalam memonitoring kondisi kualitas air. MODIS adalah  satelit yang memiliki time series harian, jadi sangat bagus untuk pengamatan daerah perairan. Data yang digunakan dalam pengamatan ini adalah Terra-MODIS level 1B resolusi 250 meter dan 500 meter bulan januari sampai september dan di validasi dengan data in situ bulan Agustus 2012. Beberapa model persamaan digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis sebaran konsentrasi TSM dan Klorofil-A. Hasil pengolahan data didapatkan transformasi kromatisiti kanal merah pada MODIS dapat digunakan untuk analisa sebaran koefisien TSM dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,484 sedangkan rasio antara kanal NIR dengan Kanal biru dapat digunakan untuk analisa sebaran konsentrasi Klorofil-A dengan koefisien korelasi sebesar (R2) 0,924.
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN (ZNEK) MENGGUNAKAN TCM (TRAVEL COST METHOD) DAN CVM (CONTINGENT VALUATION METHOD) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Studi Kasus : Candi Prambanan) Hisni Theresia Br Sinuraya; Sawitri Subiyanto; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.115 KB)

Abstract

ABSTRAK Candi Prambanan di Kota Klaten memiliki potensi sebagai obyek wisata. Lokasi yang strategis serta nilai sejarah yang dimiliki, membuat  Candi Prambanan menjadi salah satu Daerah Tujuan Wisata di Kabupaten Klaten. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK) pada Kawasan Candi Prambanan untuk menduga  nilai ekonomi dan manfaat berdasarkan keinginan untuk membayar (Willingness To Pay: WTP) wisatawan dan masyarakat yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut. Metode penarikan sampel (responden) yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah non probability sampling dengan teknik accidental sampling, dimana responden merupakan siapa saja yang secara kebetulan/accidental ditemui di lokasi penelitian dan dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan perangkat lunak Maple 17.Hasil yang diperoleh dari penelitian Tugas Akhir ini adalah peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai total ekonomi objek wisata sebesar Rp. 32.851.020.029.000,- dari area seluas ±85 Hektar. Peta yang dihasilkan dari integrasi antara aspek ekonomi dan spasial ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan obyektif terhadap proses pengambilan keputusan dalam bidang spasial dan ekonomi bagi pemerintah, sehingga mampu mengoptimalkan dan memudahkan proses managemen aset dan potensi sumberdaya. Selain dapat menjadi solusi atas kendala pengelolaan sumberdaya ekonomi kawasan di berbagai wilayah di Indonesia, peta zona nilai ekonomi kawasan juga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat umum agar memunculkan kesadaran akan pentingnya potensi kawasan yang dimiliki. Kata Kunci : Candi Prambanan, Maple 17, Regresi Linear Berganda, Willingness To Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan. ABSTRACT Prambanan Temple has potential as a tourist attraction. The strategic location which have historical value, makes this Place became one tourist destination areas Klaten. Based on this, we need a  Zone Map Economic Value Areas (ZNEK) to the Prambanan area of the palace to estimate the economic value and benefits based on willingness to pay (WTP) tourists and the people who benefit from the region. Sampling method (respondents) were used in this research is non probability sampling with accidental sampling technique, where respondents are those who by chance / accidental encountered in the study area and can be used as a sample, if it is considered that the person who happened to be found suitable as a data source. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation software WTP using Maple 17.Results obtained  from the study of this final project is the Economic Value Area Zone maps with the total value of economic attraction Prambanan Temple Rp.32.851.020.029.000,- Maps generated from the integration of economic and spatial aspects can be used as an objective consideration of the decision-making process in the spatial field and economic field for the government to optimize and simplify the process of the asset's management and monitoring the natural resources potential. Besides being able to provide a solution for the management of resource constraints of the economy in various regions in Indonesia, the map can be used too as a learning tool for the public society to bring awareness of the importance of potential belonging.Keywords: Economic Value Area Zone, Maple 17, Prambanan Temple, Multiple linear regression analysis, Willingness To Pay.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS IDENTIFIKASI PERSEBARAN POTENSI DAERAH BERBASIS WEB (Studi Kasus : Kab. Jepara) Sari, Ulya Novita; Kahar, Sutomo; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.817 KB)

Abstract

ABSTRAKKabupaten Jepara memiliki banyak potensi daerah di berbagai bidang yang dapat di unggulkan seperti pantai Kartini dan pantai Bandengan, tenun ikat Troso, kerajinan rotan, kerajinan mainan anak, dan yang paling terkenal dari Kab. Jepara adalah furniture dan ukiran. Untuk memaksimalkan upaya pengelolaan potensi yang dimiliki oleh Kab. Jepara ini, diperlukan sistem informasi potensi daerah, yang memuat data spasial dan non spasial dalam satu sistem yang terpadu.Aplikasi SIG identifikasi persebaran potensi daerah berbasis web ini dirancang dengan memanfaatkan data spasial (koordinat x,y,z) yang diperoleh dari survei lapangan dengan GPS Garmin CSx60  dan data non spasial yang diperoleh dari dinas-dinas yang terkait dengan penelitian. Potensi daerah yang dijadikan sebagai objek kajian dalam penelitian ini adalah potensi daerah Kab. Jepara pada lima sektor yaitu pertambangan, pertanian, perikanan, perindustrian dan pariwisata. Peta digital diolah dengan menggunakan Google Maps API. Basis data disusun menggunakan database MySQL dari perangkat lunak PhpMyAdmin.Hasil dari penelitian berupa aplikasi Sistem informasi Geografis berbasis web yang menampilkan potensi daerah dari kabupaten Jepara dalam lima sektor dengan 14 potensi pada sektor Pertambangan, 8 potensi pada sektor Pertanian, 13 potensi pada sektor Perikanan, 14 potensi pada sektor Perindustrian dan 16 potensi pada sektor Pariwisata yang dapat diakses oleh masyarakat luas melalui internet. Dengan pemanfaatan teknologi internet diharapkan akan mempermudah masyarakat memperoleh informasi hasil potensi daerah di Kab. Jepara.Kata kunci : Potensi Daerah, WebGIS, spasial, non spasial ABSTRACTJepara distric has a lot of potential area such as Kartini beach, Bandengan beach, Troso’s weaving, rattan craft, toys craft, and the most famous regional potency of Jepara district is furnicure an carvings. An information system that presents spatial data and non spatial data of potential area in one integrated system is very needed to maximize the management of potential area effort.Web-based GIS application of identification potential distribution area is was built by utilizing the spatial data (x,y,z coordinat) from field survey with GPS Garmin CSx60 and the non-spatial data  from government offices that assosiated with this research. Regional potency that used as the object of study in this research is the potential area of Jepara district in five sectors, namely mining, agriculture, fisheries, industry and tourism. Digital maps was processed using the Google Maps API. Database were ordered by using database MySQL from PhpMyAdmin software.This research produces an applications of web-based GIS that provide information about identification of potential area distribution from Jepara district. In this application there are 14 potency in mining sector, 8 potency in agricultural sector, 13 potency in fisheries sector, 14 potency in industrial sector, and 16 potency in tourism sector that can be access by publics using internet. Key word : Web-based GIS, potential area, spatial data, non-spatial data
ANALISIS DEFORESTASI HUTAN DI PROVINSI RIAU DENGAN METODE POLARIMETRIK DALAM PENGINDRAAN JAUH Luluk Dita Shafitri; Yudo Prasetyo; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.226 KB)

Abstract

ABSTRAK Deforestasi merupakan suatu proses penghilangan hutan dimana hutan secara berangsur-angsur dibuka untuk keperluan pemukiman atau hal lainnya dengan cara penebanganan ataupun pembakaran hutan. Deforestasi di Indonesia memberikan dampak yang sangat menghawatirkan hingga mengancam keberadaan makhluk hidup didalam hutan hingga merusak lingkungan disekitar Riau. Maraknya deforestasi di Provinsi Riau dilakukan pemetaan untuk dapat dianalisis.Pemetaan deforestasi di Provinsi Riau ini menggunakan teknologi pengindraan jauh dengan menggunakan citra Sentinel 1A untuk mendapatkan gambaran perubahan alih fungsi lahan hutan dengan polarimetric decomposition metode cloude & pottier dengan parameter wishart clasification  pada hutan diprovinsi Riau. Hasil tutupan lahan citra Landsat 8 didapatkan dengan pengolahan supervised, dengan menggabungkan seluruh dan membandingkan hasil pengolahan peta deforestasi di Provinsi Riau. Peta deforestasi dikombinasikan data lapangan berupa kuisioner dan juga peraturan daerah tentang pembukaan lahan kehutanan diprovinsi Riau untuk mendapatkan analisis kajian dampak dari deforestasi di Provinsi RiauHasil dari penelitian ini menunjukan adanya kenaikan kawasan hutan di Provinsi Riau pada tahun 2015 – 2016, kawasan perkebunan mengalami penurunan dan kawasan permukiman dan lahan terbuka mengalami kenaikan yang merupakan alih fungsi dari kawasan hutan. Analisis deforestasi di Provinsi Riau terjadi bersamaan dengan adanya reforestasi. Pada Kabupaten Indragiri Hulu, terjadi penurunan hutan sebesar 8470,24044 hektar dan adanya kenaikan lahan pada permukiman, lahan terbuka dan perkebunan.Kata Kunci : Deforestasi, Hutan, Polarimetrik, Riau, Supervised   ABSTRACT Deforestation is a process of forest clearance where forests are gradually cleared for settlement purposes or other things by deforestation or forest burning. Deforestation in Indonesia gives a very worrisome impact to threaten the existence of living creatures in the forest to damage the environment around Riau. The rise of deforestation in Riau Province is mapping to be analyzed.Deforestation mapping  in Riau Province uses remote sensing technology with  Sentinel -1A image to get a description about the change of forest land use polarimetric decomposition of cloude & pottier method with wishart clasification parameter in forest in Riau province. Land cover result of Landsat 8 image is obtained by supervised processing, by combining all and comparing the result of deforestation map processing in Riau Province. Deforestation maps combined with field data in the form of questionnaires as well as local regulations on forest land clearance in Riau province to obtain an analysis  of the deforestation impacts in Riau Province.The results of this study shown an increase of forest area in Riau Province in 2015 - 2016, plantation areas decreased, and settlements and open land areas have increased which is the transfer function of the forest area. Deforestation analysis in Riau Province occurs concurrently with reforestation. In Indragiri Hulu district, forest degradation amounts to 8470,24044 hectares and an increase in land of  settlements, open land and plantations. Keywords: Deforestation, Forest, Polarimetric, Riau, Supervised
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PERSEBARAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) BERBASIS WEB (Studi Kasus : Kota Salatiga) Maulvi Surya Gustavianto; Andri Suprayogi; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.355 KB)

Abstract

ABSTRAKUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Salatiga telah mengalami perkembangan secara signifikan. Maka pemerintah Kota Salatiga memiliki kebijakan yang dibentuk oleh Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) dengan mengklasifikasikan UMKM menjadi 8 klaster yaitu klaster kerajinan, klaster makanan olahan ikan, klaster makanan olahan, klaster batik dan border, klaster susu, klaster sapi, klaster kelinci, dan klaster olahan limbah peternakan. Untuk menunjang kebijakan tersebut dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat mempermudah masyarakat umum dalam mendapatkan informasi persebaran UMKM.Aplikasi Persebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Salatiga diharapkan dapat mencakup semua kebutuhan informasi tentang UMKM yang ada di Kota Salatiga. Dalam pembangunan aplikasi ini dimulai dengan studi literatur dimana mempelajari penelitian dengan kajian yang sama, kemudian mengumpulkan data atribut dari UMKM, mengolah data, dan pembuatan basis data MySQL untuk menampilkan peta persebaran UMKM.Hasil dari penelitian berupa aplikasi persebaran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Salatiga berbasis webGIS yang menampilkan persebaran UMKM beserta informasi mengenai UMKM tersebut. Pengujian aplikasi ini menggunakan dua pengujian yaitu uji program dengan hasil bahwa aplikasi ini berhasil diakses dengan web browser Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera dan Internet UC Browser. Berikutnya adalah uji usability menggunakan kuisioner dengan hasil bahwa aplikasi ini mendapat nilai 163,2  untuk keefektifan dan nilai 163,5  untuk efesiensi sehingga aplikasi ini dikategorikan memuaskan karena efektif dan efisien. Kata Kunci : FEDEP, Uji Usability, UMKM, WebGIS  ABSTRACTMicro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga has evolved significantly. The government Salatiga has a policy formed by the Forum for Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) by classifying MSMEs into 8 clusters, namely cluster crafts, clusters processed food fish, clusters processed foods, clusters batik and borders, clusters milk, cluster cows, cluster rabbits, and farm waste processing cluster. To support the policy needed an application that could facilitate the general public in obtaining information about the spread of MSMEs. Applications Distribution of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga is expected to cover all the information needs of MSMEs in Salatiga. In this application development began with the study of literature in which the research study with the same study, then collect the data attribute of MSMEs, data processing, and the manufacture of MySQL database to display a map of the distribution of MSMEs. Results of the research is a distribution applications Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Salatiga featuring web-based GIS distribution of MSMEs with information about MSME. This application testing using two tests, namely test program with the result that the application is successfully accessed with a web browser Google Chrome, Mozilla Firefox, Internet Opera and UC Browser. Next is a usability test using a questionnaire with the result that this application gets the value 163.2 to the effectiveness and the value 163.5 to efficiency so that the application is considered satisfactory because it is effective and efficien.Keywords : FEDEP, MSMEs,  Usability Test, Web-based GIS *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS PERKEMBANGAN DAN POLA PERMUKIMAN DI WILAYAH KECAMATAN PERBATASAN KOTA SEMARANG DAN KABUPATEN KENDAL Mavita Nabata Dzakiya; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.421 KB)

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan penduduk yang semakin pesat akan mengakibatkan kebutuhan permukiman semakin besar, masalah ini hampir terjadi disetiap daerah perkotaan. Wilayah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal menjadi wilayah yang berkembang untuk lahan pemukiman karena diwilayah pinggiran Kota Semarang dan Kabupaten Kendal menjadi incaran para pengembang maupun masyarakat individu. Pengembang memamnfaatkan untuk membangun rumah diatas ruang terbuka yang masih tersedia diwilayah pinggiran tersebut. Sehingga dibutuhkan informasi mengenai perubahan penggunaan lahan dan pola persebaran permukiman dalam kaitannya dengan tata guna lahan pada perencanaan kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dengan interpretasi penggunaan lahan pada Citra Quikcbird tahun 2010 dan 2015 dan Citra SPOT 6 tahun 2019 yang kemudian dianalisis besar perubahan penggunaan lahan dan dianalisis menggunakan metode analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola persebaran permukiman. Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis didapatkan perubahan luas lahan permukiman di Kecamatan Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo dan Tugu pada tahun 2010 – 2015 sebesar 211,10 ha dan pada tahun 2015 – 2019 sebesar 369,57 ha. Perubahan tersebut terdiri dari permukiman teratur yang mengalami perubahan sebesar 184,16 ha dan permukiman tidak teratur mengalami perubahan sebesar 354,43 ha. Dari hasil perhitungan nilai indeks tetangga terdekat (T) dapat diketahui pola persebaran permukiman di Kecamatan Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo dan Tugu  adalaha mengelompok dan acak. Luas pola  persebaran mengelompok sebesar 112.940,49 ha. Luas pola persebaran acak sebesar 233.879,72 ha. Kata Kunci: Analisis Tetangga Terdekat, Citra Quickbird, Citra SPOT 6, Penggunaan Lahan, Permukiman  ABSTRACTThe Population growth rapidly affect in increased the demand of settlements, this problem almost occurs in every urban area. The sub district area which borders directly at the booth of Semarang and Kendal Regency is the developing residential area because the location which in the suburbs of Semarang and Kendal Regency is being the target of developers and individual people to build houses on open spaces that are still available on it. Information is needed regarding changes in land use and patterns of settlement distribution in relation to land use in urban planning. The methods used in this research is remote sensing and geographical information system with land use interpretation at Citra Quickbird 2010 and 2015, and Citra SPOT 6 2019 which analyzed how much the land use change and settelement’s distribution pattern using the closest neighbour methods analysis. Based on datas processing and the result of analysis show that the alteration of settlement area at Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo and Tugu sub district on 2010-2015 is 211,10 ha and on 2015-2019 is 369,57 ha. This change consists of regular settlement which change in the amount of 184,16 ha and unregular settlement which change in the amount of 354,43 ha. From the result of closest neighbour value index calculation (T) known that settlement’s distribution pattern at Boja, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Mijen, Ngaliyan, Singorojo and Tugu sub district is clustering and random. The area of clustering distribution is 112.940,49 ha. The area of random distribution is 233.879,724 ha.Keywords: Land Use,  Nearest Neighbor Analysis, Settlement, Quickbird Image, SPOT 6 Image.
KESESUAIAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DENGAN PENGGUNAAN LAHAN KECAMATAN GAYAMSARI DAN KECAMATAN SEMARANG TIMUR Lubis, Suardi; Suprayogi, Andri; Hani'ah, Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.125 KB)

Abstract

Berdasarkan UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota telah menyusun Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan. mengingat kebutuhan yang semakin mendesak sejalan dengan tingkat perkembangan kota-kota di Indonesia terutama kota sedang, kota besar, dan metropolitan. Untuk dapat mengefektifkan pelaksanaannya, diperlukan suatu Aturan Pola Pemanfaatan Ruang. (Zoning Regulation) sebagai alat operasional rencana tata ruang. Berdasarkan kenyataan tersebut, untuk melaksanakan pembangunan kota yang lebih harmonis dan mampu mengantisipasi berbagai dampak yang timbul, terutama pada kota sedang, kota besar, dan kota metropolitan, maka Pemerintah Daerah telah menyusun Aturan Pola Pemanfaatan Ruang (Zoning Regulation) Kawasan Perkotaan. Untuk memaksimalkan kegiatan tersebut, tentu perlu diketahui sejauh mana Aturan Pola Pemanfaatan Ruang tersebut dapat mengontrol setiap pembangunan atau pemanfaatan lahan di wilayah yang bersangkutan. Seperti halnya dalam penelitian ini, untuk mengetahui hal tersebut pada wilayah Kecamatan Semarang Timur dan Kecamatan Gayamsari perlu dilakukan evaluasi dengan cara membandingkan Penggunaan Lahan tahun 2007 di daerah yang bersangkutan dengan Rencana Tata Ruang tahun 2000 - 2010 yang berlaku agar diketahui seberapa besar kesesuaiannya. Penggunaan Lahan tahun 2007 dalam penelitian ini diperoleh dari hasil digitasi citra satelit Ikonos tahun 2007, sedangkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2000 – 2010 diperoleh dari instansi terkait. Hasil yang diperoleh setelah melakukan pengolahan citra dan perbandingan data, besarnya kesesuaian antara Penggunaan Lahan tahun 2007 dengan RTRW tahun 2000 – 2007 di daerah penelitian lebih tinggi terdapat pada Kecamatan Semarang Timur dengan persentase kesesuaian 82,686%, Sedangkan pada Kecamatan Gayamsari sebesar 63,013%. Kata Kunci : Rencana Tatat Ruang Wilayah, citra satelit Ikonos, Kesesuaian Penggunaan Lahan, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Gayamsari.
PEMANTAUAN PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG TAHUN 2016 MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.6 Alfian Budi Prasetya; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.532 KB)

Abstract

ABSTRAK Selama kurun waktu 30 tahun terakhir ini, Kota Semarang sering mengalami banjir rob. Salah satu penyebab terjadinya banjir rob ini adalah penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah mengakibatkan bentang hidrologi atau muka air laut lebih tinggi dari daratan disekitarnya. Di Indonesia sendiri telah dilakukan berbagai penelitian mengenai fenomena ini seperti di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Pengambilan air tanah yang berlebihan, bukaan bawah tanah akibat aktivitas tambang, aktivitas tektonik, jenis tanah, serta beban berat diatas tanah yang berlebihan (overburden) merupakan penyebab utama terjadinya penurunan muka tanah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran GPS metode statik. Terdapat 7 titik pengamatan yang tersebar di wilayah Kota Semarang. Pengamatan GPS dilakukan dengan durasi selama 6-7 jam. Data yang diperoleh kemudian diolah secara radial menggunakan perangkat lunak GAMIT 10.6. Berdasarkan pengolahan perangkat lunak GAMIT didapatkan nilai koordinat dan standar deviasi dari setiap titik pengamatan. Untuk mendapatkan nilai penurunan muka tanah Kota Semarang yang digunakan adalah nilai tinggi. Nilai tinggi GPS yang dihasilkan dari pengolahan GAMIT kemudian dibandingkan dengan nilai tinggi ellipsoid pada tahun sebelumnya di titik yang sama untuk mendapatkan nilai penurunan muka tanahnya.Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai penurunan muka tanah Kota Semarang pada tahun 2016 dengan rentang penurunan sebesar 1,33 - 34,9 cm. Untuk besar laju penurunan tanah dari tahun 2013-2016 didapatkan nilai sebesar 2,07 – 17,04 cm/tahun. Laju penurunan paling tinggi terdapat di daerah Semarang Utara dan Semarang Timur. Besar kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari bencana banjir rob di kota Semarang pada sektor pemukiman sebesar Rp. 545,985 miliar dan sektor infrastruktur jalan sebesar Rp. 70,466 miliar. Kata Kunci : GPS, GAMIT, GPS, Penurunan Muka Tanah  ABSTRACT In the last 30 years, Semarang city experienced tidal flood. One of the major causes of this tidal flood disaster is land subsidence. Land subsidence inflict hydrological landscape or sea level is higher then the surrounding land. In Indonesia, research about this phenomenon had been conducted in various city, such as Jakarta, Bandung and Surabaya. The excessive extraction of ground water, mining activity, tectonic activity, soil characteristic and also overburden on the land surface are the major causes of land subsidence.                In this research data colected using GPS static measurement method. There are 7 observation points which are spread throughtout Semarang city. GPS observation carried out with a duration of 6-7 hours. The GPS data then processed using radial method by GAMIT 10.6 software. The data obtained from GAMIT processing are coordinate value and standard deviation from each observation point. The value of land subsidence obtained by comparing the height value on previous measurement and height value on present measurement.                The result of this research is value of land subsidence in Semarang city on 2016 with subsidence value range from 1.33 cm to 34.9 cm. This research also obtained the velocity rate of land subsidence from 2013-2016 with variation range from 2.07 cm/year to 17.04 cm/year. The highest velocity rate of land subsidence was found in the North and East Semarang. The value in economic losses to the effect of tidal flood from settlement sector amounted to idr. 545.985 billion and from infrastructure sector idr. 70.466 billion. Keywords:GAMIT, GPS, Land Subsidence

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue