cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
ANALISIS SEBARAN DAN PERHITUNGAN HOTSPOT MENGGUNAKAN CITRA SATELIT NOAA-18/AVHR DAN AQUA MODIS BERBASIS ALGORITMA KANAL TERMAL Tegar Dio Arsadya Rahadian; Yudo Prasetyo; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.546 KB)

Abstract

ABSTRAK                Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat berharga karena mengandung keanekaragaman hayati yang tak terbatas. Namun gangguan terhadap hutan intensitasnya semakin meningkat dari waktu ke waktu baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun faktor manusia. Pada wilayah Riau terdapat beberapa kawan hutan dan lahan yang setiap tahunnya rentan terhadap gangguan kebakaran hutan. Kebakaran pada wilayah Riau biasanya terjadi musim kemarau yang sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia yang sedang melakukan pembukaan lahan untuk kawasan perkebunan.                Salah satu penerapan penginderaan jauh dibidang kehutanan yaitu penggunaan data satelit lingkungan National Oceanic and Atmospheric Administration Advanced Very High Resolution Radiometer (NOAA/AVHRR) dan data satelit Aqua Moderate Resolution Imaging Spectroradiometers (AQUA MODIS) pada tanggal 27 dan 28 Februari 2014. Dengan mendeteksi adanya titik panas (Hotspot) di permukaan bumi sebagai indikasi awal terjadinya kebakaran hutan/lahan yang memanfaatkan kanal termal yang dimiliki kedua satelit di atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi lokasi sebaran titik panas di Provinsi Riau, serta memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan mengetahui estimasi kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat kebakaran lahan yang akan terjadi pada daerah yang paling rawan terjadi di wilayah Riau menggunakan kombinasi Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai analisis kerugian ekonomi.                Hasil dari penelitian ini menunjukkan lokasi sebaran titik panas di wilayah Riau, daerah yang teridentifikasi paling rawan kebakaran berada di daerah Bukit Kapur dan Dumai Timur, serta menunjukan kerugian tutupan lahan yang rawan terjadi kebakaran. Suhu dari hasil pengolahan data citra satelit NOAA-18/AVHRR sebesar 30°C - 35°C dan kerugian untuk tutupan lahan hutan tanaman industri sebesar Rp 11,411 milyar/hektar, perkebunan sebesar Rp 348,158 milyar/hektar dan pertanian sebesar Rp 86,822 milyar/hektar sedangkan pada AQUA MODIS dengan suhu 30°C - 34°C, hutan tanaman industri sebesar Rp 52,559 milyar/hektar, perkebunan sebesar Rp 396,974 milyar/hektar dan pertanian sebesar Rp 158,019 milyar/hektar.Kata Kunci : AQUA MODISmod14, hotspot, kebakaran hutan, SIG,NOAA-18/AVHRR ABSTRACT                Forests are an extremely important natural resource that contains infinite biodiversity. But Forest disturbances intensity increasing from time to time, whether caused by natural or human factors. In Riau, there are some forest and land which annually vulnerable against wildfire. Wildfires in Riau usually occurs during the dry season and caused by human activities who was doing some land clearing for plantation.                An implementation of remote sensing in Forestry is using environmental satellites data National Oceanic and Atmospheric Administration Advanced Very High Resolution Radiometer (NOAA / AVHRR and Aqua's Moderate Resolution Imaging Spectroradiometers (AQUA MODIS) data satellites on 27 and 28 February 2014. By detecting the existence of hotspots (Hotspot) on earth’s surface as an early indication of wildfires by using thermal band which is owned by both of satellites. The purpose of this research was to detect the distribution of hotspot’s location in Riau, mapping the potential areas which affected by fire, and estimated the economic losses caused by fires that will occur in the most vulnerable areas in Riau using a combination method of System Geographical Information (GIS) as an analysis of the economic losses.                The results shows the distribution of hotspot’s location in Riau, which identified the most vulnerable areas to fire are Bukit Kapur and East Dumai, and shows the damage of  land cover that are prone to fires. The temperature of the data processing satellite imagery NOAA-18 / AVHRR are 30° C - 35° C and the damage cost Rp 11.411 billion / hectare for land cover’s industrial forest, plantation cost to Rp 348.158 billion / hectare and farming cost to Rp 86.822 billion / ha, whereas the temperature in AQUA MODIS are 30° C - 34° C, industrial forrest cost to Rp 52.559 billion / hectare, plantation cost to Rp 396.974 billion / hectare and farming cost to Rp 158.019 billion / hectare.Key words: AQUA MODISmod14, forest fire ,hotspot, GIS,NOAA-18/AVHRR*) Penulis, PenanggungJawab
STUDI DEFORMASI WADUK PENDIDIKAN DIPONEGORO TAHUN 2019 Wili Setiadi; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.117 KB)

Abstract

ABSTRAKBendungan merupakan sebuah konstruksi multifungsi yang dibangun untuk menahan laju air yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Waduk Pendidikan Diponegoro merupakan salah satu waduk yang berlokasi di kawasan Tembalang, Semarang. Waduk ini mampu menampung genangan air normal sampai 478,240 m³ dengan luas daerah tangkapan air mencapai 7,1338 Ha dengan panjang sungai 7,52 km dan tinggi tubuh bendungan 22 m. Pembangunan waduk ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan, pengendali banjir di kawasan sekitar kampus Undip Tembalang, meningkatkan kapasitas resapan air tanah sebagai usaha konservasi dan tempat rekreasi. Setiap bangunan yang terus-menerus mendapatkan tekanan maka berpotensi untuk mengalamai perubahan, baik posisi, dimensi ataupun bentuk. Maka dari itu, penelitian ini melakukan pengamatan deformasi terhadap Waduk Pendidikan Diponegoro dengan metode pengamatan satelit menggunakan GNSS. Pengamatan dilakukan terhadap 9 titik pantau deformasi yang tersebar di sekitar tubuh bendungan. Pengamatan deformasi dilakukan dari bulan Mei sampai dengan Juli 2019. Data hasil pengamatan tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan scientific software GAMIT 10.7 untuk mengetahui koordinat dari masing-masing titik tetap dan pergeseran masing-masing titik pengamatan. Pengamatan jarak, beda tinggi dan koordinat juga akan dilakukan pada titik pengamatan menggunakan total station dengan metode repetisi dan waterpass dengan pengolahan least square. Dari pengamatan deformasi yang telah dilakukan, didapat hasil berupa perubahan koordinat berdasar pada sistem koordinat toposentrik. Nilai perubahan koordinat memiliki nilai antara 0,5 mm sampai dengan 15 mm pada sumbu X, 0,3 mm sampai dengan 20 mm pada sumbu Y dan 1,5 mm sampai dengan 55 mm pada sumbu Z. Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan, tidak terjadi perubahan nilai koordinat, jarak maupun beda tinggi pada pengukuran yang telah dilakukan. Kata Kunci : Bendungan, Deformasi, GAMIT, GNSS ABSTRACTDam is a multifunction construction which is built to resist the waters flow that has many important purpose for human race. The Diponegoro Dam is one of the reservoir that’s located in Tembalang, Semarang. This dam can accommodate the water up to 478.240 m³, with the water catchment area reaches 7.1338 Ha, with the river’s length up to 7.52 km and the height of dam is 22 m. This dam’s project is intended to keep the ecosystem and environment balance. The other function are as the flood control around the Undip, Tembalang, to increase the absorbtion capacity of water and as well as the recreation area. Every building that has pressure continuously on it, will cause changes like position, dimension or shape. Therefore, this research spescifiqally observes deformation on Diponegoro Dam with the GNSS method. This project observes on 9 monitoring points around the dam. The research is done from May until July 2019. The result data of the 9 monitoring points will be processed by GAMIT 10.7 scientific software, to show the coordinate and the movement of the monitoring points. The distance, height and coordinate of the monitoring points are also observed by total station with the repetition method and waterpass with the least square processing. From this research, we can conclude that the movement of the monitoring points is based on the topocentric coordinate system. The values of the movement are around 0.5 mm until 15 mm for the X axis, 0.3 mm until 20 mm for the Y axis and 1.5 mm until 55 mm for the Z axis. According to the statistic accuracy test, the coordinate, distance and height on the monitoring points are not move from the observation that has been done.
ANALISIS DEFORMASI GUNUNG MERAPI TAHUN 2012 DARI DATA PENGAMATAN GPS Andika Rizal Bahlefi; Moehammad Awaluddin; Bambang Darmo Yuwono; Nurnaning Aisyah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Merapi adalah salah satu gunungapi paling aktif di Indonesia yang terletak pada koordinat 7°32,5' LS dan 110°26,5' BT. Secara administratif gunung Merapi terletak di Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta dengan ketinggian 2875 meter diatas permukaan air laut. Mengingat gunung Merapi merupakan gunungapi yang memiliki periode erupsi yang sangat cepat yaitu sekitar 4 tahun sekali, maka akan terjadi aktivitas magma yang akan mengakibatkan perubahan deformasi pada tahun 2012 setelah terjadinya letusan tahun 2010.Metode yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah metode deformasi dengan menggunakan alat ukur GPS. Karakteristik deformasi yang dikaji meliputi posisi, arah, dan besar pergeseran. Software yang digunakan adalah software scientific GPS GAMIT. Metode pengikatan baseline dengan menggunakan dua titik ikat yang berbeda, yaitu dengan menggunakan titik ikat IGS BAKO dan titik ikat BPTK. Kemudian pendekatan perkiraan pusat tekanan dilakukan dengan  menggunakan model Mogi, karena aplikasinya yang sangat umum, sederhana, dan cukup intrepretatif.Dari kedua pengolahan dengan titik ikat yang berbeda, sama-sama menghasilkan arah pergeseran yang menjauh dari titik pusat tekanan magma sehingga pada gunung Merapi terjadi inflasi pada tahun 2012. Pada pengolahan dengan titik ikat BAKO, arah pergeseran yang dihasilkan cenderung kurang radial dibandingkan dengan menggunakan titik ikat BPTK. Hal ini disebabkan oleh baseline antara titik ikat dengan titik pengamatan yang terlalu jauh. Berdasarkan pengolahan titik ikat BPTK, gunung Merapi Pada bulan Mei sampai Oktober Tahun 2012 terjadi inflasi dengan pergeseran titik pengamatan GPS DELS sebesar 0,01379 m, GPS GRWH sebesar 0,06835 m, dan GPS KLAT sebesar 0,02877 m. Pengolahan dengan titik ikat BPTK dijadikan acuan untuk melakukan perhitungan prediksi kedalaman sumber tekanan magma yang hasilnya berada pada kedalaman ±3.155 m. Kondisi pusat tekanan magma ini masih berada dibawah kantong magma yang mempunyai kedalaman ±2.000 m sampai ±2.500 m.Kata Kunci : Gunung Merapi, Deformasi, Inflasi
ANALISIS PERSEBARAN MINIMAREKET MODERN BERBASIS SIG ( SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ) DI KABUPATEN KUDUS Tiara Toyyibatul Arofah; Moehammad Awaluddin; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.407 KB)

Abstract

ABSTRAK       Pertumbuhan minimarket kini semkain tak terkendali, begitu banyak gerai toko minimarket baru yang dibuka pada tiap tahunnya. Walaupun Kabupaten Kudus sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur tentang perpasaran swasta, namun pelaksanaannya masih membutuhkan pengawasasn baik dari masyarakat sendiri. Pengawasan dilakukan untuk mendukung peraturan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kudus. Pada penelitian ini memanfaatkan data koordinat yang didapat dari survey lapangan dengan menggunakan Mobile Topografer. Langkah selanjutnya adalah membuat peta persebaran minimarket dengan menggunakan software SIG. Sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah buffer. Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah peta persebaran minimarket yang mengacu pada peraturan pemerintah daerah Kabupaten Kudus No 6 tahun 2013, yang memperoleh hasil minimarkat dengan metode buffer jaraknya kurang dari 500m terhadap pasar tradisional sebagai berikut : Indomaret pasar jember, Alfamart KH.Asnawi, Indomaret KHR.Asnawi, Indomaret Bakti 83, Alfamart Bakti, Indomaret Bakti, Alfamart Jekulo dan Indomaret Jekulo.
PEMBUATAN PETA JALUR KONDUSIF BERSEPEDA KOTA SEMARANG Rd. Pintyo Pratomo Priambodo; Sutomo Kahar; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.173 KB)

Abstract

Abstrak Sepeda mulai digunakan oleh masyarakat kota Semarang sebagai alat transportasi alternatif untuk kegiatan sehari-hari seperti untuk pergi bekerja, pergi ke sekolah, dan pergi ke perguruan tinggi. Namun, menggunakan sepeda untuk kegiatan sehari-hari dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan konsentrasi. Salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan membuat peta yang menyajikan informasi tentang jalur sepeda di kota Semarang yang kondusif untuk dilalui. Dalam penelitian ini, jalur sepeda di kota Semarang akan diidentifikasi ke dalam 5 kategori berdasarkan perbedaan ketinggian antara dua titik setiap 100 meter. Kategori jalur rata dan turunan ringan termasuk jalur yang kondusif. Kategori turunan tajam dan tanjakan ringan termasuk jalur semi-kondusif. Dan kategori tanjakan berat termasuk jalur yang tidak kondusif. Dari hasil penelitian di 10 lokasi, diketahui bahwa jalur sepeda di kota Semarang memiliki komposisi 90% jalur rata, 4% turunan ringan, 3,2% tanjakan ringan, 2% tanjakan berat, dan 0,8% turunan tajam. Kata kunci: sepeda; peta; jalur kondusif sepeda; Semarang Abstract Bike started to be used by people of Semarang city as an alternative transportation for daily activities such as go to work, go to school, and go to college. However, using the bike for daily activities can lead to fatigue, causing decreased concentration. One workable solution is to create a map that presents information about bike lanes in the Semarang city that conducive to pass. In this study, the bike lanes in the Semarang city will be identified into 5 categories based on the height difference between two points every 100 meters. Category flat-track and slight-downhill is a conducive path. Category steep-downhill and easy-uphill is a semi-conducive path. And category hard-uphill is not a conducive path. From the results of the study at 10 locations, noted that the bike lanes in the Semarang city has a composition of 90% flat-track, 4% slight-downhill, 3.2% easy-uphill, 2% hard-uphill, and 0.8% steep-downhill.Keywords: bike;  map; conducive bike lane; Semarang city
ANALISIS PENGARUH MULTIPATH DARI TOPOGRAFI TERHADAP PRESISI PENGUKURAN GNSS DENGAN METODE STATIK Indira Nori Kurniawan; Bambang Darmo Yuwono; L M Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.515 KB)

Abstract

Topografi dengan kondisi curam pasti memiliki tebing di sekitar daerah tersebut. Faktor topografi yang memiliki karakter daerah bertebing memungkinkan akan muncul adanya gangguan multipath yang akan mempengaruhi kualitas dan ketelitian data hasil pengukuran topografi menggunakan GNSS. Pengukuran GNSS pada sekitar daerah bertebing rentan dengan adanya efek multipath yang ada dalam data hasil pengukuran. Multipath sendiri merupakan fenomena dimana sinyal dari satelit tiba di antena GNSS melalui dua atau lebih lintasan yang berbeda, tentunya faktor ini akan mengurangi keakuratan dari hasil pengukuran. Teknologi receiver GNSS milik Topcon memiliki pengaturan alat anti multipath dan mengasumsikan dapat mengurangi efek multipath yang ada. Penelitian ini melakukan analisis pengaruh multipath dari topografi terhadap presisi pengukuran GNSS sesi 1 menggunakan pengaturan alat menyalakan anti multipath serta pengukuran GNSS sesi 2 mematikan anti multipath metode statik dengan base station CORS UDIP. Tingkat presisi posisi horizontal (X,Y) dari pengukuran topografi dengan survei GNSS metode statik pada daerah sekitarnya bertebing yang diikatkan pada stasiun CORS UDIP pada titik observasi dan titik simulasi pengukuran sesi 1 dan pengukuran sesi 2 dengan pengamatan 1 jam. Presisi horizontal pada pengukuran sesi 1 pengamatan 1 jam diperoleh nilai rata-rata 0,00146 m sedangkan presisi horizontal pada pengukuran sesi 2 pengamatan 1 jam diperoleh nilai rata-rata 0,00172 m. Presisi horizontal pada pengukuran sesi 1 pengamatan 1 jam titik simulasi diperoleh nilai rata-rata 0,00357 m sedangkan presisi horizontal pada pengukuran sesi 2 pengamatan 1 jam titik simulasi diperoleh nilai rata-rata 0,00444 m. Data diatas dilakukan pengujian statistik data dengan uji Fisher untuk mengetahui tingkat presisi diantara pengukuran sesi 1 dan sesi 2,  karena uji Fisher diterima maka dapat disimpulkan tidak dapat perbedaan presisi horizontal yang signifikan antara pengukuran sesi 1 dan pengukuran sesi 2 baik titik observasi ataupun titik simulasi.
ANALISIS PERSEBARAN TEMPAT IBADAH DAN KAPASITASNYA BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK BERBASIS SIG (Studi Kasus 5 Kecamatan di Kota Semarang) Kartiko Ardhi Widananto; Bambang Sudarsono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.104 KB)

Abstract

ABSTRAK Tempat peribadatan merupakan hal penting yang harus ada di setiap kota. Sarana tempat peribadatan tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan spiritual umat beragama dalam melaksanakan kewajiban beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini berlaku juga untuk kota Semarang yang selain banyak dikunjungi karena tempat tempat wisatanya juga dikenal akan ketaatan beribadah para penduduknya sehingga di kota Semarang banyak terdapat tempat-tempat peribadatan seperti masjid, gereja, pura, vihara dan klenteng. Mengingat pentingnya informasi persebaran lokasi tempat ibadah yang dibutuhkan di Kota Semarang, maka perlu dilakukan penelitian untuk menghasilkan informasi persebaran lokasi tempat ibadah di Kota SemarangPada penelitian ini memanfaatkan data koordinat yang didapat dari survei lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membuat peta persebaran lokasi tempat ibadah dengan menggunakan software SIG yaitu ArcGIS. Penelitian ini menghasilkan sebuah peta persebaran lokasi tempat ibadah dan juga persentase kapasitas tempat ibadah terhadap jumlah pemeluk agama,yang diharapkan dapat membantu pemerintah Kota Semarang dalam pembangunan tempat ibadah dan dapat menjadi pertimbangan pemerintah Kota Semarang dalam memberikan ijin terhadap pembangunan tempat ibadah.Dari penelitian yang telah dilakukan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa masjid, gereja Katholik, dan vihara memiliki rata-rata persentase kapasitas yang dianggap masih kurang untuk memenuhi kuota pemeluk agama yang berada di wilayah tempat ibadah tersebut. Sedangkan gereja Kristen dan klenteng memiliki rata-rata kapasitas yang tinggi sehingga dapat memenuhi kuota yang dibutuhkan oleh pemeluk agama tersebut Kata Kunci : Agama, GIS, GPS, Tempat Ibadah, Kota Semarang ABSTRACT The place of worship is an important thing that should exist in every city. Worship places means was built to meet the spiritual needs of religious communities in implementing the obligation to worship God Almighty. This also applies  to the city of Semarang that besides much visited as a tourist spot is also known for the worship acts of the inhabitants so that in the city of Semarang there are many places of worship such as mosques, churches, temples, monasteries and pagoda. Given the importance of information distribution needed for a place of worship in the city, it is necessary to do research to generate place of worship information distribution in the city of SemarangIn this research using coordinate data obtained from field surveys using a handheld GPS. The next step is to create a worship places distribution map by using GIS software. This research’s result is to produce a worship places distribution map and the percentage of capacity to the number of followers of the religion, which is expected to help the government of Semarang in the construction of worship places and can be considered by the government of Semarang in giving consent to the construction of worship places.From the research can be concluded that the mosques , Catholic churches , and monasteries had an average percentage that is considered to be lacking in capacity to meet the religion quota in the area of the worship places . Whilst the Christian church and the temple had a high average capacity that meet the quota required by the followers of the religion. Keyword : GIS, GPS, Place of Worship, Religions, Semarang City  *) Penulis, Penanggung Jawab
Tinjauan Peta Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Ahmad Yani Semarang Viradhea Gita R. L.; Sawitri Subiyanto; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.154 KB)

Abstract

Airport Ahmad Yani is airport those are on Semarang, Central Java. Geographically, it located in co-ordinate 6 o 58 ’ 35 ” S 110 o 22 ’ 38 ” E. Airport Ahmad Yani’s location close to urban center that has a lot of tall building. Need to mark sense observation on tall object which potentially evoke troubles on flight activity (obstacle)  those are on flight operations safety area especially airport vicinity area in order not to trouble the flight activity. The method that using in this final task research is method overlay identity  by using of ArcGIS's software 9.3. Method overlay are methodic of spasial analisys that functioning result new spasial's data from minimal two data that becomes its entry.  Overlay identity, part of method overlay  that is utilized to  save all information of all entry. After cartography utilizes ArcGIS's software 9.3  all through, then map is featured on Google Earth . The result of data processing are information about region which most turns in at Flight Operations Safety Area (KKOP) of  Airport Ahmad Yani and height zona at any given area division. Thus, can be known about obstacle’s spread according to region and height zona on KKOP Airport Ahmad Yani. This research utilitarian to make development urban planning, monitoring the obstacles, and update of previous map. Keyword: Airport Ahmad Yani, KKOP, elevation, obstacle.
ANALISIS PENGUKURAN BIDANG TANAH DENGAN MENGGUNAKAN GPS PEMETAAN Armenda Bagas Ramadhony; Moehammad Awaluddin; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.203 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengukuran dan pemetaan bidang tanah merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam pendaftaran tanah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan pengukuran dan pemetaan pada batas-batas bidang tanah dengan menggunakan metode terestrial, fotogrametris, penginderaan jauh, dan dengan metode-metode lainnya. Namun dengan semakin maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini, kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah dapat dilakukan dengan menggunakan metode eksterestrial menggunakan receiver GPS yang mempunyai ketelitian tinggi dengan waktu yang relatif singkat.Kegiatan yang dilakukan dalam penenelitian ini adalah pengukuran bidang tanah dengan kriteria kondisi daerah terbuka dan perumahan menggunakan GNSS metode absolut dan rapid static yang diikatkan pada base station CORS Kota Semarang (CSEM), yang selanjutnya hasil koordinat (X,Y) dan luas dari pengukuran bidang tanah tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran bidang tanah dengan metode terestrial yaitu Total Station.Hasil pengukuran dan pengolahan bidang tanah menggunakan Total Station dipakai sebagai acuan. Pada pengukuran GNSS metode absolut di daerah terbuka mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 3,033 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 9,239 m², kemudian pengukuran di daerah perumahan  mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 2,915 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 7,948 m². Berikutnya, pada pengukuran GNSS metode rapid static di daerah terbuka mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 0,864 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 2,494 m², kemudian pengukuran di daerah perumahan  mempunyai ketelitian RMS koordinat sebesar ± 0,649 m dan ketelitian RMS luas sebesar ± 3,771 m².
PEMBUATAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERSEBARAN LEMBAGA KURSUS BAHASA INGGRIS BERBASIS ANDROID (Studi Kasus Desa Tulung Rejo dan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri ) Fadhlan Hamdi; Andri Suprayogi; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.16 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Tulung Rejo dan Desa Pelem terletak di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur.Dikedua desa yang lebih umum dikenal dengan nama Kampung Inggris ini, tersebar 104 lembaga kursus bahasa Inggris. Dengan  lokasi yang cukup luas dan padat serta banyaknya jumlah lembaga kursus yang ada, ketersediaan akan informasi mengenai nama lembaga, lokasi dan fasilitas masih sangat sedikit. Oleh karena itu diperlukan sistem informasi geografis dimana sistem ini memberikan  dan mengatur informasi baik data spasial ataupun non spasial.Penelitian ini menggunakan data koordinat yang diperoleh dari GPS Handheld. Proses pembuatan sistem informasi geografis dimulai dari perancangan aplikasi, yang terdiri dari perancangan dan skenario use case, activity diagram, class diagram dan perancangan user interface.Tahapan selanjutnya adalah pengkodean aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML5 menggunakan Framework Ionic. Tahapan akhir dari proses pembuatan aplikasi adalah dengan menguji coba aplikasi menggunakan emulator pada pc untuk memastikan aplikasi telah sesuai dengan rancangan, setelah uji coba tersebut berhasil dapat digunakan pada smartphone Android.     Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi mobileGIS tentang lembaga kursus bahasa Inggris di Desa Tulung Rejo dan Desa Pelem.Pada aplikasi ini terdapat informasi mengenai lembaga kursus, lokasi, fasilitas dan beberapa informasi pendukung. Hasil akhir dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi yang dapat dikembangkan untuk memberikan informasi- informasi lain dimasa yang akan datang.Kata kunci:Aplikasi  Mobile GIS, HTML5, Ionic, Kampung Inggris, Sistem Informasi Geografi,  ABSTRACTTulung Rejo village and Pelem village were located in Pare District, Kediri Regency, East Java. On these villages which were generally known as "Kampung Inggris", spreaded 104 english courses. By having wide-large area and large number of the courses, it still have less informations such as the names, locations, and facilities of those courses. In order to accomplish this problem, it was needed geographic information system to manage and provide spatial and non spatial data.This research used coordinate data which was gotten by GPS handheld. First step was by designing an application, which consisted of use case scenario, activity diagram, class diagram, and user interface. The second was by coding the application using HTML 5 by framework ionic. The last was by running the application using emulator of pc for ensuring the application was match with the first plan. After it perfectly fixed, it can be appropriately compatible on AndroidThe output of this research was a mobile GIS application which had an informations about the courses at Tulung Rejo Village and Pelem Village. It offered the names, locations, facilities, and some other supporting informations. It was expected this application can provide useful informations and hopefully this research can be developed in the future.Keywords: GIS, HTML5, Ionic, Kampung Inggris, Mobile GIS Application *) Penulis Penanggungjawab

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue