cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
Analisis Pengaruh Perubahan Kawasan Terbangun Menggunakan Algoritma ENDISI Terhadap Suhu Permukaan Tanah (Studi Kasus: Kabupaten Bekasi Bagian Selatan) Kurniantoro, Ridhwan; Sasmito, Bandi; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38993

Abstract

Perubahan kawasan terbangun terus meningkat seiring dengan kepadatan penduduk dan urbanisasi yang pesat, karena kebutuhan tempat tinggal dan sarana penunjang aktivitas sosial ekonomi, umumnya terjadi karena peralihan penggunaan lahan yang terjadi di kota-kota metropolitan termasuk Kabupaten Bekasi. Perubahan kawasan terbangun di wilayah perkotaan meningkatkan suhu permukaan, sehingga perlu perencanaan dan pemantauan kawasan terbangun yang berkelanjutan dengan metode penginderaan jauh. Algoritma yang biasa digunakan untuk ekstraksi kawasan terbangun adalah NDBI, namun beberapa penelitian terkini menyatakan bahwa NDBI memiliki kesalahan signifikan jika dibandingkan dengan metode lain seperti ENDISI. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui pengaruh kawasan terbangun yang di ekstrak menggunakan ENDISI terhadap suhu permukaan tanah. Citra Sentinel-2 Level-1C digunakan untuk ekstraksi kawasan terbangun, sedangkan dalam ekstraksi suhu permukaan digunakan citra Landsat-8 Level-2 Science Product Surface Temperature. Sistem grid skala ragam ukuran 5”x5” digunakan dalam analisis regresi dari kedua parameter tersebut. Hasil ekstraksi kawasan terbangun menggunakan ENDISI memiliki akurasi lebih baik dibandingkan dengan NDBI. Hasil uji regresi sederhana menunjukan adanya pengaruh signifikan antara perubahan luas kawasan terbangun dan perubahan suhu permukaan rata-rata dan mendapatkan nilai R² sebesar 51.36%. Hasil uji regresi ini dapat digunakan karena telah memenuhi uji asumsi normalitas dan heteroskedastisitas.
Desain Repositori Publik Untuk Data Training Site Klasifikasi Tutupan Lahan Berbasis WebGIS Mahmudi, Fakhry Nur; Hadi, Firman; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41076

Abstract

Klasifikasi tutupan lahan membutuhkan data training site atau daerah contoh untuk melakukan sebuah klasifikasi. Data ini diambil secara langsung di lapangan atau melalui citra yang jelas. Peneliti berupaya merancang sebuah repositori yang menyimpan data tersebut untuk mempermudah dalam mendapatkan data training site dan mendorong para surveyor untuk berkolaborasi dalam pegumpulan data trainig site. Repositori ini dibangun menggunakan framework streamlit dengan Leaflet JavaScript mapping library. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode prototyping untuk pembuatan WebGIS dan menggunakan pengujian usability dengan menggunakan metode system usability scale (SUS). Hasil dari repositori ini terdiri atas 8 halaman yaitu: home, map, contact us, login, register, upload, profile, dan profile admin. Hasil rata-rata skoring dari SUS terhadap 36 responden adalah 60,277778 sehingga dari sisi curve grading SUS, acceptability ranges, grade scale, dan adjective rantings didapatkan hasil bahwa curve grading SUS pengguna terhadap https://datatrainigsite.streamlit.app/ berada pada grade D, tingkat acceptability ranges pengguna berada pada tingkat marginal low, tingkat grade scale berada pada kategori D, dan tingkat adjective rantings berada pada kategori OK sehingga dapat disimpulkan bahwa WebGIS masih perlu pengembangan dan evaluasi yang lebih lanjut agar dapat digunakan lebih optimal.
Perancangan Peta Infrastruktur Universitas Diponegoro Kampus Tembalang Pardjono, Muhammad Maghreza Eka; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan universitas yang terletak di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro memiliki berbagai macam program studi yang tersebar di 11 fakultas dan 2 sekolah vokasi. Kendala yang sedang dihadapi yaitu kurangnya informasi peta dan rambu penunjuk arah di kampus menyulitkan bagi mahasiswa yang menjadi hambatan dalam mencari lokasi dan informasi di area kampus. Dengan kebutuhan besar akan peta kampus, diperlukan sistem informasi yang mengintegrasikan data spasial dan non-spatial untuk mempermudah akses informasi tentang lokasi, navigasi, pengelolaan wilayah, dan pengembangan infrastruktur kampus. Pembuatan peta infrastruktur kampus Universitas Diponegoro diharapkan dapat memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Alur proses pembuatan peta tersebut terdiri dari wawancara mengenai saran dan masukan, hasil uji geometri, pembuatan peta, pembuatan WebGIS, dan formulir uji usability. Hasil dari penelitian ini berupa peta statis dan dinamis yang lebih terupdate dari sebelumnya. Peta ini nantinya menjadi dasar di dalam pembuatan web aplikasi melalui ArcGIS Online yang akan dikelola oleh pengembang. Untuk uji usability penggunaan Peta Infrastruktur Universitas Diponegoro Kampus Tembalang mendapatkan nilai 4,238 dari 5,0 yang masuk kategori “Sangat Baik” yang telah memenuhi aspek pengujian yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, satisfaction.
Analisis Zona Rawan Tanah Longsor Menggunakan Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) (Studi Kasus : Kabupaten Boyolali) Aminudin, Azam; Wijaya, Arwan Putra; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37331

Abstract

Pemodelan zona rawan tanah longsor merupakan hal yang penting dilakukan untuk mengetahui informasi mengenai persebaran zona rawan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan zona rawan tanah longsor di Kabupaten Boyolali berdasarkan analisis MCDM (Multi Criteria Decision Making) dan memberikan referensi metode dalam memodelkan zona rawan tanah longsor yaitu dengan menggunakan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) sebagai alat bantu pengambilan keputusan dari data kualitatif. Adapun parameter yang digunakan untuk memodelkan zona rawan tanah longsor di Kabupaten Boyolali yaitu kemiringan lereng, curah hujan, kepadatan drainase, tutupan lahan, geologi, jenis tanah, keberadaan sesar, kerapatan vegetasi (NDVI), dan arah kemiringan lereng (aspect). Berdasarkan hasil pembobotan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP), diperoleh nilai bobot diantaranya: kemiringan lereng (27,8%), curah hujan (20,7%), kepadatan drainase (20,1%), tutupan lahan (7,90%), geologi (8%), jenis tanah (5,6%), keberadaan sesar (5,5%), NDVI atau kerapatan vegetasi (3,9%), dan arah kemiringan lereng atau aspect (1%). Hasil peta zona rawan tanah longsor di Kabupaten Boyolali yaitu luas wilayah dengan kerawanan rendah sebesar 10.502,876 ha atau 9,66%, kelas kerawanan sedang sebesar 85.916,143 ha atau 79,03%, kelas kerawanan tinggi sebesar 11.774,626 ha atau 10,83%, dan kelas kerawanan sangat tinggi sebesar 518,016 ha atau 0,48%. Hasil uji akurasi peta zona rawan tanah longsor Kabupaten Boyolali berdasarkan titik kejadian longsor dan nilai kerugiannya adalah sebesar 94,37%. Adapun potensi zona rawan tanah longsor pada kawasan terbangun yaitu luas kawasan terbangun dengan kerawanan rendah sebesar 2,458 ha atau 0,01%, kerawanan sedang sebesar 27.908,549 ha atau 91,10%, kerawanan tinggi 2.357,629 ha atau 7,70% dan kerawanan sangat tinggi sebesar 367,001 ha atau 1,20%.
Analisis Perkembangan Kerapatan Hutan Mangrove di Kota Semarang dengan Metode Normalized Difference Vegetation Index Tahun 2017 - 2022 Kusuma, Hafiizh Mega; Sukmono, Abdi; Amarrohman, Fauzi Janu
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinamika  lingkungan di Pesisir Utara Kota Semarang mengakibatkan perubahan luas dan kerapatan mangrove pada kawasan tersebut. Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi. Namun, kerusakan dan degradasi hutan mangrove menjadi permasalahan serius sehingga diperlukan adanya pengelolaan yang tepat untuk menjaga keberadaan mangrove. Ekosistem mangrove merupakan salah satu objek yang dapat diidentifikasi menggunakan teknologi penginderaan jarak jauh. Teknologi tersebut dapat memantau perkembangan luas dan kerapatan mangrove menggunakan perhitungan algoritma  indeks vegetasi. Pada  penelitian  ini, data citra satelit yang digunakan yaitu citra Sentinel-2A multitemporal tahun 2017 dan tahun 2022. Sedangkan algoritma indeks vegetasi yang digunakan adalah Normalized Difference Vegetation Index. Algoritma tersebut bertujuan untuk mengetahui luas dan tingkat kerapatan mangrove khususnya di Pesisir Utara Kota Semarang. Klasifikasi yang digunakan untuk mengetahui tutupan lahan pada daerah tersebut yaitu menggunakan klasifikasi terbimbing Maximum Likelihood. Uji Akurasi yang digunakan untuk keakuratan tutupan lahan yaitu menggunakan plugin AcATaMa didapatkan Overall Accuracy sebanyak 90% pada citra tahun 2017 dan 92% pada citra tahun 2022. Berdasarkan hasil pengolahan luas mangrove pada citra sentinel-2A, luas mangrove selama tahun 2017 – 2022 mengalami penurunan. Luas mangrove berdasarkan hasil klasifikasi tahun 2017 dan tahun 2022 sebesar 960,953 dan 809,539 hektar. Selain itu hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi (R) antara nilai NDVI dengan validasi data kerapatan mangrove yang cukup kuat yaitu 0,6225. Kelas kerapatan mangrove terbagi menjadi 3 yaitu kerapatan jarang, sedang, dan rapat. Selama 5 tahun kerapatan jarang  berkurang sebanyak 2,831 ha, kerapatan sedang bertambah sebanyak 184,320 ha dan kerapatan rapat berkurang sebanyak 275,476 ha. Sehingga terjadi penurunan kerapatan mangrove dari tahun 2017 ke tahun 2022, terutama pada kelas kerapatan rapat seluas 275,476 ha yang berubah menjadi kelas kerapatan sedang seluas 184,324 ha.
Analisis Risiko Bencana Kebakaran Permukiman Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus : Kecamatan Banyumanik Dan Tembalang, Kota Semarang) Ayu Sulistyaningtyas, Sekar; Laila Nugraha, Arief; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42258

Abstract

Kebakaran permukiman merupakan salah satu bencana yang umumnya terjadi di wilayah perkotaan. Sebagai pusat pendidikan, Kecamatan Banyumanik dan Tembalang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dan memiliki wilayah dengan aktivitas tinggi. Beragamnya kegiatan penduduk ini dapat menjadikan Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik berisiko terhadap kebakaran permukiman. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis mengenai risiko kebakaran permukiman pada Kecamatan Banyumanik dan Tembalang sebagai upaya persiapan dan peringatan dini untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran. Analisis risiko kebakaran permukiman tersusun oleh variable ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Dalam proses analisis risiko memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan metode overlay antar parameter penyusunnya dengan metode perhitungan skoring dan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP) yang kemudian dilakukan penilaian risiko menggunakan perhitungan matriks Vulnerability Capacity Analysis (VCA), sehingga didapatkan tiga tingkatan risiko yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penilaian risiko di Kecamatan Banyumanik dan Tembalang didominasi oleh tingkat risiko rendah dengan persentase sebesar 59% atau 43,50 km2 dari luasan total, lalu tingkat risiko sedang dengan persentase 30% atau 21,62 km2 dari luasan total, dan tingkat risiko tinggi dengan persentase 11% atau 7,90 km2 dari luasan total.
Analisis Pengaruh Curah Hujan Dan Sebaran Titik Panas Terhadap Luas Area Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Kabupaten Bengkalis Menggunakan Indeks Normalized Burn Ratio Widayanti, Eko; Sukmono, Abdi; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38086

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia, yang menyebabkan banyaknya kerugian mulai dari kerusakan lingkungan hingga tercemarnya polusi udara yang mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar lokasi terjadinya kebakaran. Salah satu wilayah yang sering mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan adalah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Banyaknya kerugian yang didapat menuntut perlu adanya upaya penanggulangan bencana kebakaran untuk mengurangi dampak yang dihasilkan seperti melakukan analisis terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya kebakaran. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curah hujan yang menjadi salah satu factor alam yang dapat mempengaruhi peristiwa kebakaran, serta jumlah sebaran hotspot yang menjadi salah satu indicator dalam mendeteksi kebakaran pada suatu wilayah terhadap luasan area kebakaran yang dihasilkan. Proses identifikasi area terbakar dalam penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan teknik penginderaan jauh menggunakan Citra Sentinel-2 serta indeks kebakaran NBR (Normalized Burn Ratio) dengan lima model threshold dari pengambilan sampel area terbakar. Sedangkan proses analisis pengaruh antara curah hujan dan hotspot terhadap luas area kebakaran yang dihasilkan menggunakan pengujian regresi linier berganda. Hasil dari penerapan threshold  terbaik pada indeks dNBR yaitu model threshold µ - 2σ dengan tingkat akurasi mencapai 81,56% pada periode kebakaran Februari 2019, 73,53% pada periode kebakaran Maret 2019, 71,66% pada periode kebakaran Februari 2020, dan 68,76% pada periode kebakaran April 2020. Sedangkan pada hasil pengujian uji statistika regresi linier berganda menunjukkan bahwa curah hujan dan titik panas (hotspot) memberikan pengaruh sebesar 91,41% terhadap luas area kebakaran. Curah hujan berpengaruh negatif terhadap luas area kebakaran yang menunjukkan bahwa semakin rendah curah hujan di suatu wilayah maka semakin besar luas area kebakaran yang dihasilkan begitu pula sebaliknya, sedangkan hotspot berpengaruh positif terhadap luas area kebakaran yang menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah hotspot di suatu wilayah maka semakin besar luas area kebakaran yang dihasilkan begitu pula sebaliknya.
Pemetaan Kesesuaian Lahan Rumah Sakit Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Banyumas Alfreud, Carl Dylan; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41691

Abstract

Rumah sakit adalah salah satu fasilitas umum yang sangat diperlukan oleh penduduk. Pertumbuhan penduduk yang cepat di suatu daerah menunjukkan peningkatan kebutuhan akan rumah sakit. Penting bagi rumah sakit untuk berlokasi dengan tepat agar dapat memenuhi kebutuhan penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan rumah sakit dengan membandingkan jumlah penduduk di Kabupaten Banyumas dengan kapasitas tempat tidur rawat inap yang telah ada di rumah sakit. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat pentingnya kriteria dalam pemilihan lokasi rumah sakit yang sesuai. Adapun kriteria yang digunakan meliputi kriteria penggunaan lahan, tingkat kemiringan, klasifikasi jalan, terbebas dari banjir, terbebas dari longsor, jarak terhadap TPA dan TPS, tingkat polusi udara, tingkat kebisingan dan kepadatan penduduk. Dari analisis dengan menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot yang mempengaruhi untuk masing – masing kriteria sebesar klasifikasi jalan 22,003%, penggunaan lahan 19,727%, kerawanan tanah longsor 12,649%, kerawanan banjir 10,658%, untuk polusi udara sebesar 8,966%, untuk tingkat kebisingan sebesar 8,966%, kedekatan dengan pembuangan sampah 8,362% fasilitas (TPA dan TPS), 4,900% untuk kepadatan penduduk dan 3,770% untuk tingkat kemiringan lahan. Dari hasil overlay peta hasil pembobotan menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan prasyarat lokasi rumah sakit, dipilih 8 kecamatan yaitu Kecamatan Purwokerto Utara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kecamatan Purwokerto Barat, Kecamatan Cilongok, Kecamatan Sumbang, Kecamatan Baturraden, Kecamatan Kalibagor dan Kecamatan Kembaran. Adapun untuk 25 rumah sakit umum yang berada di Kabupaten Banyumas, analisis kelayakan lahan menunjukkan bahwa 10 rumah sakit masuk dalam klasifikasi sangat sesuai, 14 rumah sakit masuk dalam kategori sesuai dan 1 rumah sakit masuk dalam kelas tidak sesuai. Sedangkan untuk kebutuhan penduduk terhadap rumah sakit di Kabupaten Banyumas pun telah terpenuhi dengan jumlah tempat tidur sebanyak 3.437 untuk 1.842.582 jiwa penduduk di Kabupaten Banyumas.
Evaluasi Perkembangan Dan Kesesuaian Kawasan Ruang Terbuka Hijau Terhadap RTRW Kota Bekasi (Studi kasus: Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi) Putra, Muhammad Adisyah; Sasmito, Bandi; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39045

Abstract

Undang undang telah mengatur mengenai pemanfaatan lahan, namun masih banyak kota kota di Indonesia yang tidak menyediakan RTH yang memadai. Dikarenakan banyaknya pekerja dari Provinsi DKI Jakarta yang tinggal di Kota Bekasi membuat Kota Bekasi melakukan peralihan fungsi lahan yang ada. Maksud dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan ilmu geodesi yaitu penginderaan jauh dalam pengamatan perkembangan RTH di Kota Bekasi dan menganalisis kesesuaian luasan RTH yang ada di Kota Bekasi dengan RTRW Kota Bekasi Tahun 2011-2031. Penelitian ini membahas mengenai pemenuhan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Kota Bekasi, apakah sudah memenuhi aturan berdasarkan RTRW Kota Bekasi Tahun 2011-2031. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian luas RTH yang ada di Kota Bekasi dengan RTRW Kota Bekasi Tahun 2011-2031. Metode yang digunakan dalam pengklasifikasian tutupan lahan adalah Support Vector Machine, dan citra satelit yang digunakan adalah Sentinel 2 tahun 2017, 2019 dan 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketersediaan RTH di Kota Bekasi sebesar 22,6% yang berarti tidak memenuhi ketentuan RTRW yaitu 30%.
Analisis Lokasi Rawan Bencana Kekeringan Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (FAHP) di Kabup Dewa, Kusuma Hangga; Awaluddin, Moehammad; Sabri, Laode M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41090

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan satu dari lima kabupaten pada provinsi jawa tengah yang dilewati oleh gugusan Pegunungan Kendeng. Gugusan Pegunungan Kendeng merupakan pegunungan kapur yang membentang dibagian utara Pulau Jawa. Pegunungan kapur ini sendiri membentuk morfologi daerah yang dilewatinya bertanah gersang dan tandus. Pada tahun 2020 berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Grobogan permintaan bantuan air mencapai total 107 kasus pada 15 kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran kekeringan dan tingkat kesesuaian daerah rawan kekeringan berdasarkan hasil pengolahan di Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk membangun model kerentanan kekeringan dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Pada penelitian ini mempertimbangkan lima parameter untuk mendukung dalam analisis lokasi rawan bencana kekeringan, adapun kelima parameter tersebut antara lain jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, curah hujan dan jarak terhadap sungai. Tingkat kekeringan di Kabupaten Grobogan dibagi menjadi tiga kelas klasifikasi kekeringan yaitu kekeringan tinggi sebesar 25,74%, kekeringan sedang sebesar 40,69% dan kekeringan rendah sebesar 33,57%. Pola persebaran kekeringan berat berada dari timur ke arah barat Kabupaten Grobogan.   Kata Kunci: Kabupaten Grobogan, Kekeringan, FAHP, SIG

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue