cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
Perancangan WebGIS Persebaran Rumah Sakit Kota Semarang Rifqi, Muhammad Alifian; Awaluddin, Moehammad; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39265

Abstract

Pelayanan informasi kesehatan yang efisien dan dapat diandalkan memiliki peran penting di area perkotaan, seperti Kota Semarang, Indonesia, yang penduduknya mengalami pertumbuhan yang pesat. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah mengembangkan aplikasi WebGIS yang memanfaatkan perangkat lunak SuperMap untuk meningkatkan layanan kesehatan di kota tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi WebGIS yang memungkinkan penyediaan data, visualisasi, dan analisis, aplikasi ini berkontribusi pada kemajuan inisiatif kota cerdas, dengan penekanan khusus pada sektor kesehatan. Untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi WebGIS, dilakukan uji coba ketergunaan yang komprehensif. Uji coba tersebut mencakup berbagai dimensi, termasuk kemudahan pembelajaran, efisiensi, daya ingat, kesalahan, dan kepuasan pengguna secara keseluruhan. Hasil uji coba ketergunaan menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan aplikasi ini mendapatkan skor yang baik pada aspek-aspek yang dievaluasi. Uji coba ketergunaan menunjukkan skor yang memuaskan untuk kemudahan pembelajaran (4,425), efisiensi (4,325), peta dan informasi yang mudah dimengerti (4,45), fungsionalitas pencarian (4,55), dan kepuasan secara keseluruhan (4,625). Aplikasi ini berkinerja baik, namun perbaikan dapat dilakukan dalam hal daya ingat dan kemampuan pengguna untuk mengingat fitur-fitur tertentu. Temuan ini menyoroti pentingnya mengoptimalkan antarmuka dan ketergunaan aplikasi untuk pengalaman pengguna yang berkualitas tinggi.
Pemetaan Incidence Rate (IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang Tahun 2018-2022 Ar Rafi, Naufal Hisyam; Nugraha, Arief Laila; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42030

Abstract

Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada daerah perkotaan sangatlah tinggi, Kecamatan Tembalang menjadi kecamatan tertinggi di Kota Semarang dalam jumlah kasus kejadian DBD. Pada tahun 2018-2022, Kecamatan Tembalang mengalami 376 dari 2060 kasus kejadian DBD di Kota Semarang selama lima tahun, penggambaran penyebaran kasus DBD dapat dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). SIG nantinya dapat mengetahui bagaimana persebaran DBD dan hubungan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD yang terjadi di Kecamatan Tembalang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Puskesmas Kedungmundu dan Puskesmas Rowosari untuk mendapatkan data kasus dan alamat kejadian DBD dari tahun 2018- 2022 di Kecamatan Tembalang. Kemudian dengan melakukan perhitungan Incidence Rate (IR) untuk mengetahui tingkatan kasus kejadian DBD di setiap kelurahan, melakukan perhitungan kepadatan penduduk, melakukan digitasi titik kasus kejadian DBD, dan melakukan analisis buffer untuk zona terbang nyamuk sejauh 240 m dan 750 m. melakukan hubungan kepadatan penduduk dengan kasus kejadian DBD untuk mengetahui keterkaitan penduduk dengan kasus DBD dengan menggunakan peta hubungan dan analisis bivariat uji pearson product moment dan dilakukan pemodelan dengan menggunakan SIG. Hasil penelitian menghasilkan bahwa berdasarkan IR DBD Kelurahan Kramas menjadi kelurahan yang paling sering mendapatkan tingkat kejadian berkategori tinggi dengan nilai tertinggi 160/100.000 jiwa. Terdapat hubungan antara kepadatan penduduk dengan kasus DBD berdasarkan uji korelasi pearson product moment dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,341.
Pemantauan Kualitas Udara ISPU (PM10, SO2, NO2) Menggunakan Citra Landsat 8 dan 9 untuk Kecamatan Mijen Selama Pandemi Covid-19 Septiyana, Diah; Sukmono, Abdi; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38859

Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu kota besar di Jawa Tengah sebagai kota metropolitan mampu melatarbelakangi perkembangan kota dengan pesat. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya kawasan pemukiman dan kawasan perindustrian. Bukit Semarang Baru (BSB) yang berada di Kecamatan Mijen merupakan kota satelit yang memiliki sarana perumahan, kawasan industri, sarana rekreasi, dan pendidikan. Dengan meningkatnya kegiatan perindustrian, tentunya berdampak pada perubahan lingkungan, salah satunya adalah perubahan kualitas udara. Penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi kandungan polutan yang ada di udara. Citra satelit Landsat 8 dan Landsat 9 dapat dimanfaatkan untuk pemantauan sebaran PM10, SO2, dan NO2 dengan menggunakan kombinasi band 4-3-2 dan Mono Window Algorithm (MWA) dalam penentuan Land Surface Temperature (LST). Hasil pengolahan algoritma PM10 pada periode sebelum, selama, dan sesudah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) menunjukkan bahwa pada periode PKM sebaran PM10 mengalami penurunan di bulan April 2021 dan Juni 2021 dengan nilai luas yang sama yakni 57 km2 atau semua daerah di Kecamatan Mijen berada pada rentang yang sama yakni 0-19 µg/m3. Hasil pengolahan algoritma SO2 pada periode sebelum, selama, dan sesudah PKM menunjukkan sebaran SO2 terendah berada pada tanggal bulan 10 Mei 2020 dan 30 Juni 2021 (selama PKM) dengan masing-masing luas 56,509 km2 dan 56,503 km2. Kemudian pada masa setelah PKM pada tanggal 22 April 2022 dengan luas terendah yakni pada rentang 0-50 ppm sebesar 56,490 km2. Hasil pengolahan algoritma NO2 pada periode sebelum, selama, dan sesudah PKM menunjukkan hasil citra bulan Agustus memiliki nilai rentang tertinggi yang mencapai 179-180 µg/m3. Walaupun nilai rata-rata antara hasil pengolahan algoritma PM10 dan SO2 dengan hasil pengukuran Dinas Lingkungan Hidup berbeda, namun setelah dilakukan konversi masih sesuai karena berada pada satu kategori yang sama. Namun untuk hasil parameter NO2 tidak sesuai dengan pengukuran Dinas Lingkungan Hidup karena berada pada kategori yang berbeda.
Identifikasi Perubahan Lahan Terbangun dan Non Terbangun Menggunakan Metode Enhanced Built-Up And Berenecs Index (EBBI) di Kota Surabaya Wilayah Barat Rahmasari, Aurellia Nabilla; Prabawa, Septa Erik; Wijayanti, Regita Faridatunisa
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41010

Abstract

Perkembangan Kota Surabaya yang pesat mengakibatkan berkurangnya tutupan lahan. Sehingga, dibutuhkan pemetaan lahan terbangun dan non terbangun. Penelitian ini menggunakan 3 citra satelit Landsat 8 tahun perekaman 2018, 2020, dan 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan pemetaan yang akurat tentang lahan terbangun dan non terbangun di Kota Surabaya Wilayah Barat melalui penerapan algoritma EBBI dan mengetahui perubahan lahan terbangun dan non terbangun Tahun 2018, 2020 dan 2022. Metode yang digunakan untuk memetakan lahan terbangun dan non terbangun dapat menggunakan algoritma EBBI. Algoritma EBBI memiliki kelebihan dalam membedakan antara lahan terbangun dan non terbangun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari hasil pengolahan EBBI tahun 2018 untuk pemetaan kawasan terbangun seluas 5.259,81 Ha dan non terbangun seluas 6.236,94 Ha. Hasil pengolahan EBBI tahun 2020 untuk pemetaan kawasan terbangun seluas 5.080,18 Ha dan non terbangun seluas 6.416,57 Ha. Hasil pengolahan EBBI tahun 2022 untuk pemetaan kawasan terbangun seluas 5.093,27 Ha dan non terbangun seluas 6.403,47 Ha. Nilai akurasi hasil pengolahan EBBI tahun 2018 sebesar 86%, sedangkan nilai akurasi hasil pengolahan EBBI tahun 2020 sebesar 84%, dan nilai akurasi hasil pengolahan EBBI tahun 2022 sebesar 82%. Nilai akurasi yang didapat dari setiap tahun telah melebihi ketentuan yang disepakati yaitu ≥ 75% sehingga hasil klasifikasi tersebut dapat digunakan. Menurut penelitian yang dilakukan algoritma EBBI dapat diterapkan dalam memetakaan kawasan terbangun dan non terbangun, hal ini terbukti dengan presentase perubahan luasan dari kawasan terbangun dan non terbangun mulai tahun 2018, 2020, dan 2022 cukup sesuai dengan adanya penurunan dan kenaikan yang cukup berbeda.
Analisis Harga Tanah Pasar Wajar Terhadap Keberadaan Pusat Perdagangan Dan Jasa (Studi Kasus: Kelurahan Kauman Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang) Setiyanto, Nesta Untari; Firdaus, Hana Sugiastu; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42713

Abstract

Menurut Peraturan Daerah Kota Semarang No. 5 Tahun 2021 Tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031, Kecamatan Semarang Tengah masuk dalam BWK I. BWK I memiliki 3 pengembangan fungsi utama yaitu perdagangan dan jasa berskala internasional, pusat pemerintahan Provinsi, dan pusat pemerintahan Kota. Kawasan Masjid Agung Semarang yang sebagian berada di Kelurahan Kauman disebutkan sebagai salah satu kawasan strategis kota sosial dan budaya. Pasar Johar disebutkan sebagai salah satu pengembangan destinasi pariwisata. Perkembangan wilayah di pusat kota cenderung pesat dan cepat, hal ini menjadikan kebutuhan akan tanah dan ruang di Kota Semarang semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui harga tanah pasar wajar dan menganalisis keberadaan pusat perdagangan dan jasa dalam mempengaruhi harga tanah yang berada di Kelurahan Kauman. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan melihat fakta yang ada dilapangan dan data survei harga tanah yang disajikan dalam bentuk tabel dan digambarkan dalam bentuk peta, serta pendekatan analisis kernel density untuk melihat kepadatan pusat perdagangan dan jasa dalam mempengaruhi harga tanah pasar wajar di Kelurahan Kauman. Kelurahan Kauman terdapat 10 pusat perdagangan dan jasa. Berdasarkan survei harga tanah pasar wajar 2023 diperoleh NIR 2023 tertinggi terdapat pada zona 252 yaitu Rp 36.870.000, hal ini karena zona 252 terletak sangat strategis yaitu di Jl. Pemuda dan Jl. KH. Agus Salim yang dekat dengan kawasan Kota Lama Semarang. Sedangkan yang memiliki NIR 2023 paling rendah pasa zona 161 yaitu Rp 6.831.564, hal ini karena zona 161 merupakan area permukiman yang berada di pinggiran Kelurahan Kauman yang tidak terdapat pusat perdagangan dan jasa. Perubahan ZNT tahun 2018-2023 menunjukkan bahwa semua zona setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Perubahan ZNT pada tahun 2018-2020 tertinggi terdapat pada zona 496 yaitu sebesar Rp13.946.000,00 sedangkan perubahan ZNT terendah pada zona 268 yaitu sebesar Rp1.993.000,00. Perubahan ZNT tahun 2020-2023 tertinggi terdapat pada zona 252 yaitu sebesar Rp 6.742.000, sedangkan perubahan terendah pada zona 266 yaitu sebesar Rp133.600,00.
Analisis Distribusi Spasial Sektor Informal Kuliner Non Platform Super Apps di Ruang Publik (Studi Kasus : Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang) Annaafi, Raihan Deo; Wijaya, Arwan Putra; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37250

Abstract

Di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, masih banyak pelaku UMKM yang belum terintegrasi dengan platform jual-beli online seperti Gojek, Grab dan Shopee. Padahal dengan adanya platform jual-beli online, dapat memperluas pemasaran dari usaha tersebut. UMKM tersebut adalah pelaku ekonomi sektor informal bidang kuliner misalnya pedagang keliling, pedagang kaki lima dan pedagang angkringan. Beberapa tempat yang ada di Kecamatan Banyumanik seperti Pasar Rasamala Jati Banyumanik, Jalan Ngesrep Timur V dan Taman Tirto Agung merupakan beberapa tempat dimana para pelaku usaha sektor informal ini menggantungkan kehidupannya sehari-hari dengan berjualan di sekitar area tersebut. Sehingga dengan adanya hal tersebut, peneliti ingin mengetahui persebaran tempat usaha-usaha (UMKM) di tiga area penelitian yaitu Pasar Rasamala Jati, Jalan Ngesrep Timur V dan Taman Tirto Agung dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Pola persebaran sektor informal kuliner dianalisis dengan menggunakan metode average nearest neighbor dan standard deviation ellips. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui pengaruh kepadatan bangunan terhadap pemilihan rute dagang jaringan jalan dari pedagang keliling dengan menggunakan metode analisis regresi geographically weighted regression. Analisis pola persebaran yang dilakukan berdasarkan dari centroid di setiap area penelitian terhadap sebaran sektor informal kuliner dan analisis regresi pengaruh kepadatan bangunan terhadap rute dagang dari 15 pedagang keliling didasarkan persebaran rute dagang terhadap kepadatan bangunan dari daerah yang dilewatinya. Klasifikasi dan analisis pola persebaran sektor informal kuliner yang dilakukan berdasarkan keseluruhan sektor informal kuliner, kategori terintegrasi super apps, kategori usaha, kategori dagangan, dan kategori waktu usaha, dengan jumlah sektor informal kuliner keseluruhan 179 di ketiga area penelitian. Rute dagang pedagang keliling yang paling sering dilewati di sekitar area penelitian adalah permukiman di Sumurboto, permukiman Durian Raya - Tirto Agung dan permukiman Keruing Raya - Rasamala. Pengaruh kepadatan bangunan masih lemah terhadap pemilihan rute dagang dari 15 pedagang keliling, Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis regresi yang menghasilkan nilai R Square dibawah 0,5 yaitu 0,441 dan nilai R Square Adjusted sebesar 0,364.
Analisis Kekritisan Lahan Sub DAS Rawapening Periode 2017-2022 dengan Sistem Informasi Geografis Putri, Novita; Sukmono, Abdi; Wijaya, Arwan Putra
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39512

Abstract

Danau Rawapening merupakan bagian hilir dari Sub DAS Rawapening yang berada di Provinsi Jawa  Tengah. Danau Rawapening masuk kedalam danau prioritas I berdasarkan Kesepakatan Bali tahun 2009 tentang pengelolaan danau berkelanjutan. Permasalahan yang ada pada danau rawa pening adanya kerusakan lahan yang menyebabkan lahan kritis meluas, juga erosi yang semakin tinggi dan meningkat, penggunaan lahan yang tidak sesuai. Danau Rawapening termasuk dalam bagian Sub DAS Rawapening. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kekritisan lahan di wilayah Sub DAS Rawapening tahun 2017-2022 dan juga mengetahui perubahan dari parameter lahan kritis tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pembobotan dan overlay berdasarkan Peraturan Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Nomor P.3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018 tentang petunjuk teknis penyusunan data spasial lahan kritis dengan parameter penutupan lahan, tingkat bahaya erosi, kemiringan lereng dan fungsi kawasan hutan. Hasil dari analisis diperoleh terjadi penurunan kekritisan lahan di wilayah Sub DAS Rawapening. Kelas tidak kritis mengalami penurunan sebesar 345,721 ha, kelas potensial kritis mengalami peningkatan sebesar 418,953 ha, kelas agak kritis mengalami penurunan sebesar 86,866 ha, kelas kritis mengalami penurunan sebesar 418,441 ha dan kelas sangat kritis mengalami peningkatan sebesar 2,945 ha. Perubahan juga terjadi pada parameter lahan kritis yaitu tutupan lahan dan tingkat bahaya erosi. Perubahan tutupan lahan paling besar terjadi pada klasifikasi hutan yang mengalami peningkatan. Tingkat bahaya erosi di wilayah Sub DAS Rawapening juga mengalami peningkatan karena adanya peningkatan pada klasifikasi berat sebesar 601,343 ha. Perubahan tutupan lahan dan tingkat bahaya erosi tersebut yang menyebabkan terjadinya perubahan kekritisan lahan di Sub DAS Rawapening.
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH DI KELURAHAN PURWOSARI, KECAMATAN SEMARANG UTARA Fadilah, Risma; Firdaus, Hana Sugiastu; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42178

Abstract

Perkembangan sarana dan prasarana transportasi berperan penting dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat baik daerah maupun perkotaan. Kelurahan Purwosari yaitu salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semarang Utara yang memiliki beberapa prasarana transportasi seperti Stasiun Semarang Poncol, shelter/halte, dan pangkalan ojek Pembangunan prasarana berpengaruh terhadap harga tanah di wilayah tersebut. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penentuan sampel purposive. Prasarana transportasi di Kelurahan Purwosari tersebar di jalan arteri sekunder dan jalan kolektor sekunder. Jalan Imam Bonjol yang merupakan jalan arteri sekunder terdapat Stasiun Semarang Poncol, halte BRT, pangkalan ojek online dan pangkalan ojek offline. Sedangkan pada jalan kolektor sekunder yaitu Jalan Tambra terdapat pangkalan ojek offline. Melakukan analisis kernel density untuk mengetahui pengaruh keberadaan prasarana transportasi terhadap harga pasar tanah. Hasil perhitungan NIR tertinggi terletak di zona 625 yaitu sebesar Rp 32.701.600,00 yang terdiri dari ruko-ruko dan terletak di jalan arteri sekunder. Sedangkan NIR terendah terletak di zona 1898 yaitu sebesar Rp 2.096.000,00. Zona 626 dan 281 merupakan zona yang memiliki kepadatan prasarana transportasi yang tinggi. Hasil dari pengolahan perubahan ZNT dari tahun 2018 hingga 2020 yaitu NIR mengalami kenaikan. Perubahan ZNT tahun 2018-2023 berada di zona 625,626, dan 1383. Zona 626 mengalami penurunan dari kelas 2 menjadi kelas 2. Zona 625 mengalami perubahan dari kelas 2 menjadi kelas 5. Zona 1383  mengalami kenaikan dari kelas 1 menjadi kelas 2.
Analisis Ruang Terbuka Hijau Di Kampus Universitas Diponegoro Menggunakan Sistem Informasi Geografis Arkham, Ivan Fandilla Aulia Arkham; Nugraha, Arief Laila; Awalludin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro (UNDIP) merupakan salah satu universitas terbesar di Jawa Tengah. Kampus UNDIP terletak di Tembalang dengan luas sekitar 1.352,054 m2 dan di Pleburan dengan luas sekitar 87,522 m2 dan jumlah mahasiswa UNDIP paling banyak diantara universitas lain di jawa tengah yakni berjumlah 53.410 orang. Dalam pengelolaan lahan, harus dapat dibedakan secara seksama antara lahan sebagai sumber daya dan sebagai lingkungan. Sebagai sumber daya, lahan diberdayakan secara optimal (utilitarian dan anthropic). Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2008 ruang terbuka hijau (RTH) merupakan area memanjang dan mengelompok, yang penggunannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh tanaman secara alamiah maupun yang secara sengaja ditanam. Menurut (Ciftciglu dan Aydin, 2018) ruang terbuka hijau merupakan sebuah area bervegetasi yang ditemukan di suatu wilayah. Terdapat dua jenis uji akurasi dalam penelitian ini yaitu uji akurasi posisi dan uji akurasi tematik. Uji Geometrik posisi deilakukan dengan menyebar titik sampel pada wilayah penelitian dengan hasil RMSE sebanyak 0,964 dan didapatkan hasil CE90 sebesar 1,463 dan dapat dikatakan masuk kedalam kelas 1 ketelitian horisontal. Berdasarkan hasil perhitungan dari kebutuhkan Oksigen di kawasan kampus UNDIP dengan melakukan perhitungan berdasarkan rumus kebutuhan zona RTH mengunakan metode Gerarkis, didapatkan nilai sebanyak (44%) dari keseluruhan civitas akademik. Tahapan digitasi dilakukan pada penelitian ini, kemudian didapati zona RTH aktual UNDIP sebesar 48%. Hal tersebut memenuhi persyaratan untuk rasio yang dibutuhkan pada kawasan UNDIP dengan selisih lebih 4% dari perhitungan Gerarkis dan terdapat selisih lebih 18% berdasarkan nilai ambang batas peraturan yang dimana suatu kawasan harus memiliki 30% zona RTH. 
Komparasi Metode Buffer Dan Isochrones Dalam Visualisasi WebGIS Untuk Pemetaan Sebaran Dan Zonasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri Di Kota Bandung Prisecilia, Sisca
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42522

Abstract

Sistem zonasi terbukti kurang transparan dan akuntabel sehingga merugikan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan lebih banyak upaya untuk memanfaatkan teknologi geospasial untuk sosialisasi atau penyebaran pengetahuan mengenai penggunaan sistem zonasi. Visualisasi WebGIS ini menggunakan metode buffer dan isochrone. JavaScript, HTML, dan CSS digunakan untuk membuat WebGIS ini. WebGIS dikembangkan menggunakan kerangka ReactJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna lebih menyukai penggunaan metode isochrone untuk melihat visualisasi radius zonasi. Berdasarkan hasil uji usabilitas, kelima aspek memenuhi persyaratan atau mendapat nilai baik. Nilai baik tersebut diperoleh karena WebGIS seimbang dalam berbagai dimensi, perbedaan nilai antara satu aspek dengan aspek lainnya juga tidak signifikan secara statistik, yang membuktikan bahwa WebGIS berhasil.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue