cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
Aplikasi WebGIS Persebaran Petani Jambu Air di Kabupaten Demak Dwi Yulianti; Arief Laila Nugraha; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37732

Abstract

Kabupaten Demak dikenal sebagai penghasil jambu air terbanyak di Jawa Tengah. Luasnya lahan pertanian membuat masyarakat bermata pencaharian sebagai petani padi dan petani jambu. Jambu air merah delima dan jambu air citra yang memiliki rasa manis dan renyah banyak diminati masyarakat. Pemasaran produk jambu air  melalui beberapa pihak membuat masyarakat mendapatkan harga yang relatif lebih tinggi dari harga dari petani langsung. Akibat perbedaan harga dan lamanya produk jambu sampai dipasaran dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk melakukan pemetaan persebaran petani jambu air agar masyarakat dapat membeli langsung kepada petani dengan kualitas yag lebih segar dan harga yang lebih murah.Data yang digunakan  terdiri atas data petani jambu air dari hasil wawancara terhadap petani pada Bulan Maret dan April 2022 dan data administrasi Kabupaten Demak. Metode yang digunakan yaitu metode Bahasa pemrograman  PHP dengan Laravel Framework disebut aplikasi 1 dan ArcGIS Online disebut aplikasi 2. Hasil dari keua aplikasi akan dilakukan uji sistem untuk mengetahui kemampuan aplikasi yang berjalan pada perangkat lunak yang berbeda. Lalu dilakukan uji usability untuk mengetahui fungsi dan manfaat aplikasi dan perbandingan antara aplikasi 1 dan aplikasi 2.Hasil dari pemetaan persebaran petani jambu air dengan pengambilan sampel 30 petani yang tersebar di Desa Mranak dan Desa Betokan dengan hasil panen paling sedikit 8.000 Kilogram dan paling banyak adalah 500.000 Kilogram di setiap panen. Rata-rata hasil panen dari kedua Desa tersebut adalah 147.393,9 Kilogram. Perbandingan aplikasi persebaran petani jambu air berdasarkan dari hasil uji sistem adalah aplikasi 1 dan aplikasi 2 dapat berjalan lancar di smartphone dan desktop dengan menggunakan 3 platform browser. Sedangkan hasil uji usability dengan aplikasi 1 dan aplikasi 2 adalah aplikasi 1 memiliki nilai 4,049 dan aplikasi 2 memiliki nilai 4,176 yang artinya termasuk kategori Sangat Baik dalam tampilan serta isi yang ada dalam kedua aplikasi.Kata kunci : Demak, Jambu Air, Laravel Framework, ArcGIS Online
Desain Aplikasi Sistem Informasi Risiko Banjir Kecamatan Sayung Berbasis WebGIS Adi Wicaksono Raharjo; Arief Laila Nugraha; L.M. Sabri
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38408

Abstract

Kecamatan Sayung adalah kecamatan dengan kasus kejadian banjir tertinggi di Kabupaten Demak. Kejadian banjir di Kecamatan Sayung hampir terjadi setiap hari di sebagian besar wilayahnya pada setiap tahunnya. Banjir yang terjadi berupa banjir rob dan banjir sungai. Kepadatan penduduk dan penurunan tanah di daerah pesisir pantai utara yang diakibatkan oleh pembangunan di sekitar wilayah pesisir serta memiliki curah hujan tinggi yang tidak diiringi dengan saluran air yang mencukupi menjadi penyebab utama terjadinya bencana banjir. Pembuatan aplikasi sistem informasi risiko banjir berdasarkan penilaian risiko bencana banjir sebagai salah satu upaya penanggulangan bencana dengan penyebaran informasi risiko bencana banjir kepada masyarakat umum sehingga dengan harapan dapat mengurangi potensi terjadinya bencana disuatu wilayah dengan cara memicu kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap sebuah bencana yang akan terjadi. Pengembangan aplikasi sistem informasi risiko banjir memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Geografis berupa ArcGIS Online Web Application Builder. Aplikasi ini berbasis website dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai media penyampaian informasi yang menampilkan informasi dalam bentuk teks maupun peta digital melalui jaringan internet. Aplikasi ini mengintegrasikan Web Map kedalam Web Map Application agar dapat digunakan secara umum. Aplikasi sistem informasi risiko banjir dilengkapi dengan beberapa fitur pendukung penyampaian informasi dan juga dapat berfungsi untuk mempermudah pengguna dalam mengoperasikan aplikasi ini. Aplikasi ini telah dilakukan uji kelayakan aplikasi dan berhasil dioperasikan pada dua perangkat dan browser yang berbeda serta dalam pengujian usability dengan penilaian aspek learnability, efficiency, memorability, errors, satisfaction memperoleh kategori “Sangat Baik” dengan nilai 4,192 dari 5,0. Pada dasarnya aplikasi ini merupakan aplikasi sejenis prototype yang masih dalam masa pengembangan sehingga aplikasi ini memiliki keterbatasan akses karena hanya dapat menggunakan koneksi internet dan tidak dapat memberikan data yang bersifat dinamis yang berubah setiap saat sesuai dengan kejadian dilapangan.
Analisis Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P4T) Pada Tanah Garapan dan Tanah Timbul di Kabupaten Bekasi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Desa Hurip Jaya, Kecamatan Bebelan) Neil Raditya Budi susilo; Hana Sugiastu Firdaus; Nurhadi Bashit
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38078

Abstract

Kebutuhan akan lahan semakin meningkat setiap tahunnya, hal tersebut sangat mempengaruhi ketersediaan lahan yang ada di suatu wilayah. Masyarakat setempat berlomba-lomba untuk menguasai tanah timbul yang kemudian dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat tinggal atau sebagai tempat mata pencaharian. Desa Hurip Jaya berbatas langsung dengan Laut Jawa sehingga banyak bermunculan tanah-tanah baru ditepi pantai yang semakin menambah luas wilayah desa. Banyak kasus transkasi jual beli tanah garapan dan tanah timbul di Desa Hurip Jaya dikarenakan kurangnya informasi masyarakat tentang status tanah yang akan meraka beli atau jual. Guna untuk menambah informasi maka diperlukan kegiatan inventarisasi dan pemetaan persebaran tentang Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan tanah (P4T) di daerah Desa Hurip Jaya sesuai dengan peraturan yang ada dan kondisi dilapangan. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu peta administrasi Desa Hurip Jaya, citra satelit, sebaran persil BPN dan survei lapangan. Penelitian ini menggunakan metode identifikasi pada objek bidang tanah mengenai penggunaan, pemanfaatan, pemilikan dan penguasaan tanah khususnya pada tanah timbul dan tanah garapan. Hasil pengolahan menunjukkan jumlah bidang tanah sebanyak 800 bidang tanah, sebanyak 280 bidang tanah terdapat pada tanah milik warga dan sekitar 520 bidang tanah terdapat pada tanah garapan dan tanah timbul. 89,77% dari total luas wilayah Desa Hurip Jaya teridentivikasi sebagai tanah garapan dan tanah timbul dan sisanya merupakan tanah milik masyarakat. Pola hubungan P4T yang dihasilkan dalam penelitian ini sebanyak 27 pola dimana pola hubungan terbesar yaitu penguasaan tanah bukan pemilik secara legal, hak guna bangunan, perairan darat, dan pemanfaatan campuran yakni sebesar 57,74%.
Evaluasi Kelayakan Kawasan Industri di Kabupaten Demak Goodfried Samuel Syahputra; Hana Sugiastu Firdaus; Abdi Sukmono
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37978

Abstract

Pemerintah Kabupaten Demak mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah sebagai upaya dalam meningkatkan dan mengembangkan kawasan industri di Kabupaten Demak. Berdasarkan Perda Kabupaten Demak No. 1 Tahun 2020, terdapat perbedaan luas lahan yang dicanangkan sebagai kawasan industri dari Perda No. 6 Tahun 2011. Perubahan luas tersebut sebesar 1.800 hektar menjadi 7.646 hektar. Perubahan luas pada kawasan peruntukkan industri tersebut, semakin meningkatkan peran evaluasi lahan tersebut. Evaluasi kawasan industri berperan untuk mengetahui tingkat kelayakan sebuah kawasan industri agar dalam pengembangannya tidak berlawanan dengan peraturan yang sudah berlaku. Salah satu metode yang digunakan dalam pengevaluasian lahan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode weighted overlay dimana weighted overlay merupakan pemecah masalah multikriteria. Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) merupakan salah satu metode dari MCDM yang dapat digunakan untuk pengevaluasian lahan. Setelah didapat hasil pembobotan kemudian dilakukan proses intersect dengan kawasan peruntukan industri di Kabupaten Demak guna mengetahui klasifikasi tingkat kelayakannya. Sehingga didapatkan tingkat kelayakan dengan klasifikasi “Sangat sesuai” memiliki persentase 70,85% dengan luas sebesar 5.417,56 hektar dan klasifikasi “Cukup sesuai” memiliki persentase 29,15% dengan luas sebesar 2.228,44 hektar.
Analisis Perubahan Zona Nilai Tanah Tahun 2017-2022 Akibat Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (Studi Kasus: Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang) Chaerul Maefian Mustakim; Arwan Putra Wijaya; Muhammad Adnan Yusuf
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38081

Abstract

Kabupaten Batang terletak di Provinsi Jawa Tengah dan saat ini sedang melakukan beberapa pembangunan yang merupakan proyek strategis nasional. Pembangunan dalam berbagai bidang terjadi di beberapa kecamatan, salah satunya di Kecamatan Tulis yang menjadi salah satu tempat pembangunan dari program Kawasan Industri Terpadu Batang. Pembangunan ini mengakibatkan nilai tanah di Kecamatan Tulis ikut mengalami perubahan Sehingga diperlukan penelitian untuk menganalisis tentang pengaruh dari pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang terhadap nilai tanah. Penelitian ini menggunakan data NIR tahun 2017 dengan 34 zona dan tahun 2022 dengan 43 zona untuk mengetahui perubahan nilai tanah. Untuk perubahan penggunaan lahannya menggunakan peta penggunaan lahan tahun 2017 dan peta penggunaan lahan tahun 2020 yang selanjutnya dilakukan overlay. Tahap akhirnya dilakukan analisis tentang perubahan penggunaan lahan terhadap perubahan zona nilai tanah (ZNT) di Kecamatan Tulis. Hasil penelitian menunjukkan luas total penggunaan lahan di wilayah penelitian sebesar 1782,93 ha. Penggunaan lahan didominasi oleh perkebunan seluas 605,853 ha pada tahun 2017 dan pada tahun 2022 menjadi 509,05 ha. Berdasarkan NIR perubahan nilai tanah tertinggi terjadi pada zona 13 yaitu sebesar Rp2.784.300 per m2 dimana zona ini terletak di radius kurang dari 750m dari pembangunan Kawasan Industri dan perubahan nilai tanah terendah terjadi pada zona 30 yaitu sebesar Rp2.900 per m2. Hasil penelitian juga menyatakan bahwa terjadi pengaruh dari pembangunan Kawasan Industri terhadap ZNT tahun 2022 yang ditunjukkan dengan nilai R square sebesar 0,387 atau 36,7% dengan korelasi negatif, yang artinya semakin jauh jaraknya dari Kawasan Industri tanahnya akan semakin rendah.
Analisis Nilai Tanah Akibat Pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur Zezen Setiawan; Fauzi Janu Amarrohman; Hana Sugiastu Firdaus
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38020

Abstract

KSPN Borobudur merupakan sebuah kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata prioritas di Indonesia. Pengembangan KSPN Borobudur direncanakan mulai tahun 2014 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 58 Tahun 2014. Pengembangan tersebut dilakukan pada radius 5 kilometer dari pusat Candi Borobudur dan hal ini mempengaruhi nilai tanah di wilayah KSPN Borobudur. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis perubahan nilai tanah di Kecamatan Borobudur dari tahun 2017-2022. Penelitian ini juga menganalisis faktor aksesibilitas dan perubahan penggunaan lahan terhadap nilai tanah di Kecamatan Borobudur. Metode yang digunakan adalah analisis Zona Nilai Tanah (ZNT) berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dan survei harga pasar wajar. Data yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu data ZNT tahun 2017, data jaringan jalan tahun 2021, data NJOP tahun 2017 dan 2022, citra Spot-7, data survei harga pasar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Peningkatan NJOP tertinggi yaitu sebesar Rp1.376.000 tepatnya di Desa Borobudur peningkatan NJOP terendah yaitu sebesar Rp78.000 yang rata-rata terdapat di Desa Kenalan. NIR tertinggi terdapat pada zona 11 di Desa Borobudur dengan NIR sebesar Rp4.408.000 dan NIR terendah terdapat pada zona 67 di Desa Giritengah dengan NIR sebesar Rp278.000. Perubahan NIR tertinggi berdasarkan harga pasar wajar tahun 2017-2022 terletak pada zona zona 11 di Desa Borobudur dengan kenaikan sebesar Rp3.530.000. Perubahan NIR terendah teletak zona 53 di Desa Kebonsari dengan kenaikan sebesar Rp83.000. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa faktor aksesibilitas berpengaruh terhadap nilai tanah dengan hasil korelasi negatif yaitu jarak ke jalan kolektor dan jarak ke Candi Borobudur.KSPN Borobudur, Nilai Tanah, Zona Nilai Tanah (ZNT), NJOP, Faktor Aksesibilitas
Analisis Zona Nilai Ekonomi Kawasan Hutan Wisata TInjomoyo Berdasarkan Nilai Total Ekonomi Dengan Pendekatan Travel Cost Method Dan Contingent Valuation Method Bassam, Ahmad; Firdaus, Hana Sugiastu; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38523

Abstract

Kota Semarang merupakan kota di Jawa Tengah yang memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata yang bisa lebih dikembangkan. Kota Semarang memiliki beragam destinasi wisata dengan berbagai daya tarik, seperti Hutan Wisata Tinjomoyo. Hutan Wisata Tinjomoyo merupakan salah satu kawasan wisata di Kota Semarang yang memiliki daya tarik wisata alam. Kawasan Hutan Wisata Tinjomoyo memberikan pengaruh terhadap ekonomi disekitarnya karena terdapat masyarakat yang mengambil manfaat dari adanya kawasan wisata tersebut. Berdasarkan hal tersebut untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada kawasan wisata setelah di re-lokasi diperlukan analisis zona nilai ekonomi kawasan dengan menggunakan metode Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengetahui nilai total ekonomi kawasan wisata. Selain itu, untuk mengetahui potensi wisata dilihat dari nilai kesukaan pengunjung di kawasan tersebut digunakan Hedonic Pricing Method (HPM). Gravity Model juga digunakan untuk mengetahui  daya tarik dari kawasan wisata. Sampel yang digunakan pada Hutan Wisata Tinjomoyo, digunakan sampel sebanyak 112 untuk TCM, 109 untuk CVM, serta 112 untuk HPM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Hutan Wisata Tinjomoyo memiliki nilai total ekonomi Rp 115.208.813.523 dan nilai hedonik tertinggi 3,024. Berdasarkan pehirtungan nilai hedonik yang diperoleh potensi dari Hutan Wisata Tinjomoyo memiliki nilai kesukaan 3 (normal). Berdasarkan perhitungan interaksi spasial, menunjukkan bahwa daya tarik terbesar terhadap Hutan Wisata Tinjomoyo adalah Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.
Analisis Pengaruh Kerapatan Vegetasi Terhadap Suhu Permukaan Tanah Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 (Studi Kasus: Kabupaten Gresik Wilayah Daratan) Effendi, Anita Fatmawaty; Prabawa, Septa Erik; Mahardianti, Melisa Amalia
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.40876

Abstract

Kepadatan penduduk di Kabupaten Gresik pada tahun 2021 mengalami peningkatan. Peningkatan kepadatan penduduk akan memberikan dampak terhadap lingkungan seperti terjadinya penurunan persediaan air bersih, penurunan udara bersih, dan alih fungsi lahan untuk pemukiman. Kabupaten Gresik hanya memiliki Ruang Terbuka Hijau sebesar 13% dari keseluruhan luas wilayahnya pada tahun 2021. Suhu rata-rata tahunan di Kabupaten Gresik mencapai 28,17°C. Penentuan kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanah dapat diperoleh dari pengolahan Citra Satelit Landsat 8 dengan memanfaatkan metode penginderaan jauh menggunakan algoritma Normalized Difference Vegetation Index dan Land Surface Temperature. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi perubahan dan pengaruh kerapatan vegetasi terhadap suhu permukaan di Kabupaten Gresik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, nilai rata-rata kerapatan vegetasi di Kabupaten Gresik tahun 2018 sebesar 0,31; tahun 2019 sebesar 0,32; tahun 2020 sebesar 0,37; tahun 2021 sebesar 0,32; tahun 2022 sebesar 0,38. Nilai rata-rata suhu permukaan tanah di Kabupaten Gresik tahun 2018 sebesar 26,20°C; tahun 2019 sebesar 26,24°C; tahun 2020 sebesar 24,55°C; tahun 2021 sebesar 26,52°C; tahun 2022 sebesar 22,92°C. Berdasarkan perubahan rata-rata kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanah di Kabupaten Gresik, didapatkan persamaan regresi: y=-44,892x+40,635 dengan korelasi 87% (korelasi negatif). Jadi, jika semakin tinggi/rapat nilai kerapatan vegetasinya maka semakin rendah suhu permukaannya dan sebaliknya.
Analisis Ancaman Zona Rawan Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan Metode Index Storie dan Permen PU Aspek Fisik Alami (Studi Kasus: Kabupaten Magetan) Riyadi, Elnatan Vieno; Awaluddin, Moehammad; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.38863

Abstract

Tanah longsor terjadi karena penguapan air di permukaan tanah, sehingga mengalami retakan dan rekahan yang kemudian menjadi tempat terkumpulnya air hujan. Kumpulan air hujan yang intens di bagian dasar lereng yang dapat memicu gerakan perpindahan massa tanah atau batuan yang lebih besar, sehingga memicu timbulnya kejadian longsor. Kejadian tanah longsor tahun 2021 di Indonesia, berjumlah sebanyak 1.321 total kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan wilayah ancaman zona rawan longsor berdasarkan metode Permen PU dan Index Storie untuk menemukan metode yang paling mendekati atau sesuai dengan kejadian longsor di Kabupaten Magetan. Analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan fitur overlay yaitu Weighted Overlay dengan keluaran raster ukuran grid 30x30m. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil pemetaan persebaran luas wilayah menggunakan metode Permen PU dan Index Storie. Hasil analisis metode Permen PU memiliki tiga kelas yaitu rendah sebesar 10.301,13 Ha, sedang sebesar 50.760,81 Ha, dan tinggi sebesar 9.378,27 Ha dengan akurasi sebesar 95,24%. Sedangkan metode Index Storie memiliki tiga kelas yaitu rendah sebesar 21.266,73 Ha, sedang sebesar 44.109,36 Ha, dan tinggi sebesar 5.064,12 Ha dengan akurasi sebesar 92,86%.
Pemetaam Ancaman Bencana Banjir Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan) Nurmalasari, Cici; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37110

Abstract

Kabupaten Pekalongan adalah salah satu kabupaten yang rawan akan terjadinya bencana banjir. Dilansir dari Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) BNPB, banjir tersebut terus mengalami peningkatan.  Sepanjang bulan Januari s.d bulan Februari tahun 2022, Kabupaten Pekalongan telah mengalami 21 kejadian banjir. Sesuai dengan buku kajian bencana BPBD Kabupaten Pekalongan dengan unit kajian terkecil hingga tingkat kecamatan, wilayah Kecamatan Siwalan berada pada kelas risiko banjir tinggi. Sehinggi, penelitian ini bertujuan untuk membuat peta ancaman bencana banjir dengan skala yang lebih besar hingga tingkat RW. Adapun metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap indikator-indikator banjir seperti curah hujan, kemiringan lahan, tutupan lahan, Topographic Wetness Index (TWI), jenis tanah, dan data historis kejadian banjir. Curah hujan dengan bobot pengaruh sebesar 0,487; parameter penggunaan lahan memiliki pengaruh 0,278; jenis tanah 0,07; kemiringan lahan 0,052; Topographic Wetness Index (TWI) dengan bobot 0,054; dan historis kejadian banjir dengan bobot 0,059. Klasifikasi peta ancaman banjir menghasilkan tiga kelas, yaitu kelas ancaman banjir rendah, sedang, dan tinggi. Hasil pemetaan parameter ancaman banjir di Kecamatan Siwalan didominasi oleh kelas sedang dengan luas 16,627 km2 atau 59,777%, kelas rendah memiliki luas 1,260 km2 atau 4,528%, dan kelas tinggi memiliki luas 35,694% atau 9,928 km2.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue