cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
Analisis Zona Nilai Tanah Tahun 2022 di Kecamatan Genuk, Kota Semarang Zakiyatin, Irna; Firdaus, Hana Sugiastu; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39494

Abstract

Kota Semarang memiliki permasalahan yaitu banjir dan banjir rob yang memberikan dampak kerusakan lingkungan, terhambatnya mobilitas masyarakat dan turunnya harga lahan di wilayah terdampak rob pada tahun 2000-an. Penanggulangan banjir dan rob dilakukan dengan membangun pompa air Kali Sringin dan Kali Tenggang tahun 2018. Harga lahan dipengaruhi juga oleh kondisi fisik dan lingkungannya sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Zona Nilai Tanah (ZNT) di Kecamatan Genuk. Metode yang digunakan adalah analisis ZNT berdasarkan harga pasar wajar dengan pengambilan sampel melalui survei di lapangan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ZNT 2019, peta batas administasi Kecmatan genuk, peta jaringan jalan dan data survei harga tanah pasar wajar. Pada penelitian yang dilakukan Zona Nilai Tanah (ZNT) tahun 2022 terdiri dari 189 zona tetapi hanya 183 zona yang dilakukan pengambilan titik sampel sedangkan 6 zona lainnya tidak dapat diambil titik sampel karena wilayah zona tersebut merupakan kawasan perairan. Rata – rata zona nilai tanah tahun 2022 senilai Rp1.559.317. Nilai Indeks Rata – Rata (NIR) tertinggi berada di zona 78 senilai Rp6.321.200 dan nilai terendah di zona 171 senilai Rp521.900.
Analisis Kesesuaian Lahan Peruntukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Di Kota Pekalongan Berbasis Sistem Informasi Geografis Maharani, Raden Roro Kingkin; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41959

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak terhadap tingkat konsumsi dan membawa permasalahan baru berupa meningkatnya volume sampah. Menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, produksi sampah di Kota Pekalongan mencapai 140 ton per harinya. TPA Degayu merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir yang ada di Kota Pekalongan. Saat ini kapasitas dari TPA Degayu dengan luas 5,8 hektar telah melebihi standar yang ditetapkan. Selain itu, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup TPA Degayu dinilai sudah tidak memenuhi standar SNI 03-3241-1994 karena berada cukup dekat dengan permukiman yaitu < 500 meter dan badan air sejauh < 100 meter. Berdasarkan permasalah tersebut, perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian lahan peruntukkan TPA. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian lahan peruntukan TPA di Kota Pekalongan sehingga pemanfaatan lahan dapat lebih optimal. Terdapat 6 kriteria utama yang digunakan adalah fisik, penggunaan lahan, hidrogeologi, lingkungan, ekonomi dan sosial. diperoleh  Kriteria tersebut dibobotkan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) dan dianalisis menggunakan weighted overlay. Berdasarkan hasil judgement AHP, kriteria lingkungan dinilai memiliki prioritas utama dalam pemetaan kesesuaian lahan dengan nilai sebesar 36,79%. Hasil pengolahan AHP diperoleh 3 klasifikasi yaitu tidak sesuai seluas 1.967,267 hektar, kurang sesuai seluas 1.875,749 hektar dan sesuai memiliki luas 805,558 hektar.
Analisis Ancaman Zona Rawan Longsor Menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan Metode Index Storie dan Permen PU Aspek Fisik Alami (Studi Kasus: Kabupaten Magetan) Riyadi, Elnatan Vieno; Awaluddin, Moehammad; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39260

Abstract

Tanah longsor terjadi karena penguapan air di permukaan tanah, sehingga mengalami retakan dan rekahan yang kemudian menjadi tempat terkumpulnya air hujan. Kumpulan air hujan yang intens di bagian dasar lereng yang dapat memicu gerakan perpindahan massa tanah atau batuan yang lebih besar, sehingga memicu timbulnya kejadian longsor. Kejadian tanah longsor tahun 2021 di Indonesia, berjumlah sebanyak 1.321 total kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan wilayah ancaman zona rawan longsor berdasarkan metode Permen PU dan Index Storie untuk menemukan metode yang paling mendekati atau sesuai dengan kejadian longsor di Kabupaten Magetan. Analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan fitur overlay yaitu Weighted Overlay dengan keluaran raster ukuran grid 30x30m. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil pemetaan persebaran luas wilayah menggunakan metode Permen PU dan Index Storie. Hasil analisis metode Permen PU memiliki tiga kelas yaitu rendah sebesar 10.301,13 Ha, sedang sebesar 50.760,81 Ha, dan tinggi sebesar 9.378,27 Ha dengan akurasi sebesar 95,24%. Sedangkan metode Index Storie memiliki tiga kelas yaitu rendah sebesar 21.266,73 Ha, sedang sebesar 44.109,36 Ha, dan tinggi sebesar 5.064,12 Ha dengan akurasi sebesar 92,86%.
Analisis Penggunaan Metode Principal Component Analysis untuk Menentukan Travel Cost dan Contingent Value dalam Pembuatan Zona Nilai Ekonomi Kawasan (Studi Kasus : Waduk Cacaban, Kabupaten Tegal) Scantika, Irva; Janu Amarrohman, Fauzi; Putra Wijaya, Arwan
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41489

Abstract

Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki berbagai macam wisata alam maupun wisata buatan. Salah satu wisata yang terkenal yaitu Waduk Cacaban yang terletak di Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Tegal dengan luas 927,28 Ha. Awalnya Waduk Cacaban merupakan bendungan yang dibangun untuk mengairi lahan pertanian di wilayah tersebut, tetapi masyarakat sekitar memanfaatkan bendungan tersebut menjadi tempat wisata dan area pemancingan. Pada Oktober 2020 Waduk Cacaban ditutup karena akan direnovasi, kemudian Oktober tahun 2022 kembali dibuka dengan tampilan barunya yang jauh lebih menarik. Hal tersebut dibuktikan dengan bertambahnya fasilitas yang ada disekitar waduk sehingga menambah daya tarik bagi pengunjung. Oleh karena itu, perlu adanya analisis zona nilai ekonomi kawasan dengan metode regresi dan Principal Component Analysis (PCA) melalui perhitungan Travel Cost Method (TCM) dan Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengetahui nilai guna langsung serta nilai keberadaan kawasan tersebut yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai total ekonomi. Data yang digunakan berupa wawancara responden melalui kuesioner TCM dan CVM dengan menggunakan teknik insidental sampling di Kawasan Wisata dan Kawasan Bendungan. Dari penelitian tersebut menghasilkan nilai Total Economic Value (TEV) metode PCA diperoleh nilai TEV pada Kawasan Wisata Rp Rp 29.313.670.086,00 sedangkan pada Kawasan Bendungan sebesar Rp 352.183.601.528,00. Berdasarkan analisis PCA maka diperoleh variabel yang mempengaruhi masing-masing data TCM dan CVM di Kawasan Wisata dan Kawasan Bendungan dikelompokkan menjadi beberapa faktor yang tiap faktor terdapat beberapa variabel. Kata Kunci: Principal Component Analysis (PCA), Zona Nilai Ekonomi Kawasan (ZNEK), Waduk Cacaban
Analisis Kelurusan Di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong Menggunakan Metode Manual Dan Otomatis Asih, Nevi Tri Lestiyo; Sasmito, Bandi; Sabri, L.M.; Ansori, Chusni
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.38590

Abstract

Geopark Karangsambung-Karangbolong merupakan Kawasan yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia (ESDM) atas usulan Pemerintah Daerah Kebumen setelah mendapat rekomendasi dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KNGI). Geopark Karangsambung-Karangbolong terletak di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah dengan luas 543,599 km2. Kawasan ini memiliki bentang alam struktural di utara dalam bentuk lipatan, patahan, kekar, dan kombinasi struktur dengan proses denudasi. Serta bentang alam karst berada di wilayah selatan yaitu Gombong. Struktur geologi dan kenampakan morfologi yang beragam di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong memungkinkan untuk dilakukan identifikasi kelurusan. Ekstraksi kelurusan dapat dilakukan dengan menggunakan data penginderaan jauh dengan menggabungkan metode manual dan otomatis. Metode manual menggunakan data DEMNAS yang dilakukan hillshade sedangkan metode otomatis menggunakan data Citra Sentinel-1 yang dilakukan sobel directional filtering dan pengolahan dengan modul LINE. Kelurusan di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong yang didapat dengan mengkombinasikan metode ekstraksi manual dan otomatis menghasilkan jumlah kelurusan akhir 4.129. Kelurusan yang terekstraksi memilik arah barat laut – tenggara (NW – SE) dan arah timur laut – barat daya (NE – SW). Kelurusan di dominasi pada topografi kelerengan curam dan sangat curam. Perhitungan Total Accuracy (TA) didapat sebesar 23,547%. Kombinasi estraksi kelurusan secara manual dan otomatis dapat menghasilkan kelurusan yang saling melengkapi yang dapat digunakan untuk identifikasi struktur geologi. Dimana struktur patahan yang dapat diidentifikasi sejumlah 124, struktur lipatan sejumlah 5, dan struktur retakan sejumlah 4.001 yang tersebar di Kawasan tersebut.
Analisis Estimasi Zonasi Nilai Tanah Di Kawasan Banjir Rob Dan Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Fatimah, Bekty Nur; Wijaya, Arwan Putra; Yusuf, Muhammad Adnan
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.40991

Abstract

Kebutuhan terhadap tanah akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah termasuk di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Kecamatan Sayung merupakan wilayah yang rawan terjadi banjir rob. Pada tahun 2022 terjadi pembangunan jalan tol Semarang – Demak Seksi II di sebagian wilayah Kecamatan Sayung. Hal tersebut tentunya menjadi penyebab perubahan penggunaan tanah yang berpengaruh terhadap nilai tanah. Terdapat beberapa variabel bebas dalam pembentukan zona nilai tanah seperti aksesibilitas, penggunaan tanah, fasilitas umum, dan banjir rob. Variabel bebas tersebut kemudian diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan overlay intersect. Hasil perhitungan AHP diperoleh bobot tertinggi adalah banjir rob sebesar 25%, jalan arteri sebesar 12%, permukiman dan jalan kolektor sebesar 9%, tambak sebesar 8%, perdagangan, industri, perkantoran sebesar 7%, jalan lokal sebesar 6%, serta fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan sebesar 5%. Hasil zona yang terbentuk berdasarkan metode AHP dan persebaran sampel harga tanah sebanyak 15 zona yang diklasifikasikan menjadi 8 kelas. Zona yang memiliki nilai tanah tertinggi terdapat pada kelas Rp 1.809.501,00 – Rp 2.068.000,00 yang berada di sekitar jalan arteri sedangkan nilai tanah terendahnya terdapat pada kelas < Rp 285.500,00 yang sebagian besar wilayahnya berupa tambak. Rata-rata NIR tertinggi berdasarkan radius terhadap pintu keluar tol Sayung berada pada radius 250 m – 500 m sebesar Rp 992.230,00 sedangkan radius dengan rata-rata NIR terendah pada radius 0 – 250 m yaitu sebesar Rp 665.000,00.
Analisis Ancaman Bencana Longsor Wilayah Terbangun Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi kasus: Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Gunungpati) Rachmawati, Ekha; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42356

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat adanya 432 bencana alam pada tahun 2021 dengan tanah longsor memiliki frekuensi kejadian tertinggi di Semarang yaitu 146 kejadian. Banyaknya kejadian longsor dipengaruhi tidak hanya karena adanya gejala alam, namun juga adanya kegiatan penduduk yang tidak terkendali dalam memanfaatkan sumberdaya alam karena adanya peningkatan kebutuhan lahan sebagai tempat tinggal dan beraktivitas ekonomi sehingga dapat menyebabkan adanya aktivitas permukiman pada wilayah yang tidak sesuai. Diperlukan pemetaan ancaman bencana longsor wilayah terbangun untuk mengurangi jumlah kerugian material dan non-material. Pembuatan peta mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 menggunakan aspek fisik alami dengan tujuh indikator yaitu kemiringan lereng, kondisi tanah, batuan penyusun lereng, curah hujan, tata air lereng, kegempaan, dan vegetasi. Diperoleh hasil pemetaan Tipe C untuk Kecamatan Banyumanik didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu 1319,6 ha dan Kecamatan Gunungpati didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu seluas 3173,5 ha. Sedangkan untuk Tipe B, Kecamatan Banyumanik didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu 304, 8 ha dan Kecamatan Gunungpati didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu seluas 849,1 ha. Untuk hasil pemetaan wilayah terbangun dengan metode digitasi menghasilkan 1686,1 ha wilayah terbangun di Kecamatan Banyumanik dan 1494,5 ha di Kecamatan Gunungpati. Setelah dilakukan overlay didapatkan Kecamatan Banyumanik ancaman longsor tipe C didominasi oleh tingkat sedang yaitu 776,9 ha dan untuk tipe B didominasi tingkat seluas 96,9 ha. untuk Kecamatan Gunungpati dengan ancaman longsor tipe C didominasi ancaman tingkat sedang seluas 844,2 ha dan tipe B didominasi ancaman tingkat sedang seluas 64,9 ha.
Analisis Perubahan Tutupan Lahan Menggunakan Citra Sentinel-1 Multitemporal Aryatama, Muhammad Ghani; Sukmono, Abdi; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37187

Abstract

Perubahan tutupan lahan merupakan hal yang tak bisa dihindari akibat dari aktivitas manusia. Perubahan tutupan lahan dapat terjadi dimanapun sehingga perlu adanya monitoring. Salah satu daerah yang berpotensi mengalami perubahan tutupan lahan adalah Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Hal ini dikarenakan PT. Perkebunan Nusantara IX yang terdapat di wilayah Kecamatan Singorojo melakukan penebangan karet dari tahun pertengahan tahun 2019 hingga akhir 2020 yang mengindikasikan adanya fenomena perubahan tutupan lahan. Penelitian ini menggunakan data Citra Sentinel-1 multitemporal dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Citra Sentinel-1 yang digunakan berjumlah 15 Citra Sentinel-1 tiap tahunya sehingga total jumlah Citra Sentinel-1 adalah 45 Citra. Citra Sentinel-1 multitemporal dapat dilakukan ekstraksi fitur sehingga didapat nilai rata-rata, maksimum, minimum, dan standar deviasi. Hasil ekstraksi fitur kemudian dilakukan klasifikasi menggunakan metode supervised dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Hasil klasifikasi tersebut kemudian dilakukan overlay untuk memudahkan analisis perubahan tutupan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis perubahan tutupan lahan menggunakan data Citra Sentinel-1 multitemporal kurang maksimal. Hal ini karena adanya efek geometri yang mengakibatkan kesalahan klasifikasi pada area lereng. Selain itu, terdapat juga kesalahan klasifikasi akibat efek speckle dan kemiripan nilai piksel pada kelas vegetasi lain, jati campuran, dan karet. Akurasi keseluruhan dari hasil klasifikasi tiap tahun adalah 36,11% pada tahun 2018, 42,04% pada tahun 2019, dan 39,01% pada tahun 2020. Penambahan parameter slope hanya mampu mengeliminasi kesalahan akibat efek geometri saja sehingga akurasi keseluruhan meningkat menjadi 49,59% pada tahun 2018, 52,39% pada tahun 2019, dan 50,13% pada tahun 2020. Disisi lain, identifikasi perubahan tutupan lahan dapat dilakukan dengan melakukan analisis tambahan seperti menggunakan interpretasi hasil klasifikasi antar tahun, analisis dinamika backscatter, dan visualisasi komposit RGB multitemporal.
Analisis Potensi Penentuan Lahan Pembangunan Rumah Sakit Di Kabupaten Jepara Ditinjau Dari Aspek Fisik Dan Kebutuhan Demografis Gunawan, Andreas; Amarrohman, Fauzi Janu; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39497

Abstract

Kabupaten Jepara saat ini terdapat 6 rumah sakit baik negeri maupun swasta. Apabila didasari pada arahan World Health Organization (WHO), idealnya 1 unit rumah sakit melayani 100.000 penduduk. Saat ini dengan jumlah penduduk sebesar 1.205.800 jiwa, maka terdapat kekurangan kurang lebih 238 tempat tidur. Kekurangan jumlah tempat tidur terhadap jumlah penduduk menunjukan pelayanan rumah sakit masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan metode yang digunakan menentukan kebutuhan rumah sakit di Kabupaten Jepara. Data yang digunakan adalah peta kondisi wilayah Kabupaten Jepara, jumlah penduduk, data jumlah tempat tidur rumah sakit, data tingkat polusi udara, data tingkat kebisingan dan hasil survei kuesioner. Kriteria yang digunakan adalah jumlah penduduk, nilai tanah, luas tanah, kesesuaian lahan dengan tata guna lahan, kelas jalan, kemiringan jalan, tingkat kebisingan, bebas banjir, bebas longsor, jarak dengan TPA dan TPS. Kriteria tingkat polusi tidak digunakan dalam penelitian ini karena tidak banyaknya pengaruh terhadap lokasi pembangunan rumah sakit dengan dibuktikan adanya salah satu rumah sakit yang berdiri di daerah tingkat polusi tinggi seperti Rumah Sakit R. A. Kartini. Dalam menentukan lokasi peruntukan lahan rumah sakit, dilakukan perhitungan bobot dengan metode AHP dengan pertimbangan 9 kriteria yang berpengaruh terhadap penentuan lokasi rumah sakit di Kabupaten Jepara. Dari analisis menggunakan metode AHP menunjukan besar bobot untuk masing – masing kriteria sebesar 9,065% untuk jumlah penduduk, 12,547% untuk nilai lahan, 10,927% untuk tata guna lahan, 8,826% untuk kelas jalan, 20,070% untuk kemiringan lahan, 2,323% untuk potensi banjir, 2,532% untuk daerah potensi tanah longsor, 9,282% untuk tingkat polusi udara, 17,573% untuk tingkat kebisingan, dan 6,855% untuk jarak TPA dan TPS. Rasio tempat tidur Rumah Sakit Di Kabupaten Jepara yaitu 1 : 1.238 penduduk. Rasio ideal 1 tempat tidur : 1.000 penduduk maka dapat dikatakan bahwa Kabupaten Jepara membutuhkan tambahan pembangunan rumah sakit baru untuk menurunkan rasio 1 tempat tidur ideal dengan kebutuhan setiap satuan 1000 jiwa.
Analisis Kesesuaian Lahan Rumah Sakit Eksisting Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) di Kota Semarang Tristianti, Nova; Nugraha, Arief Laila; Sukmono, Abdi
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41747

Abstract

Kepadatan penduduk Kota Semarang yang terus meningkat membuat fasilitas kesehatan semakin penting dalam upaya mendukung kesejahteraan penduduk. Dinas Kesehatan Kota Semarang menyatakan bahwa rumah sakit yang terdapat di Kota Semarang masih belum mencukupi kebutuhan akan pelayanan kesehatan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur dan waktu tunggu yang panjang. Dalam pembangunannya, rumah sakit harus berada pada lokasi yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 agar dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, efisien, dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tingkat kepadatan penduduk, penggunaan lahan, fungsi jalan, daerah rawan banjir, daerah rawan longsor, tingkat polusi, tingkat kebisingan, dan jarak terhadap TPA dan TPS. Pembobotan Analitical Hierarchy Process (AHP) digunakan pada penelitian ini guna menentukan tingkat kepentingan dari tiap-tiap kriteria yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Semarang memiliki lokasi dengan klasifikasi sangat sesuai seluas 7921,271 ha (20,10%), klasifikasi sesuai seluas 22972,628 ha (58,28%), dan klasifikasi tidak sesuai seluas 8519,924 ha (21,62%). Dari hasil klasifikasi tersebut didapatkan empat zona dengan klasifikasi sangat sesuai yang tersebar pada tujuh kecamatan dan didapatkan delapan lokasi alternatif. Dari 26 rumah sakit umum yang ada, 12 rumah sakit berada pada lokasi sangat sesuai, 14 rumah sakit berada pada lokasi sesuai, dan tidak ada rumah sakit yang terdapat pada lokasi tidak sesuai.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue