cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK PELET BIOMASSA BERBAHAN DASAR KAYU DENGAN CAMPURAN ZAT PEREKAT ANORGANIK Akbar Firdhaus; Bambang Yunianto; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil membuat energi fosil semakin terbatas, contohnya dengan penggunaan minyak tanah dan bahan bakar gas. Oleh karena itu diperlukan energi alternatif lain, salah satunya dengan memanfaatkan energi alternatif yang berasal dari biomassa. Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintesis, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja, dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (bahan bakar). Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan pelet biomassa dari bahan kayu (ranting kayu, sengon laut, dan kayu limbah industri) yang telah disaring menggunakan mesh ukuran 20 dengan campuran bahan perekat anorganik (dekstrin dan bentonite) dan air, dengan jumlah sebanyak 10% dari bahan baku, kemudian dicetak dengan mesin pelet dengan kecepatan putaran 1660 rpm dan gap sebesar 1,5 mm
STUDI PER PERBANDINGAN INVESTIGASI MODULUS ELASTISITAS ANTARA METODE UJI TARIK DENGAN METODE INDENTASI PADA MATERIAL STYRENE BUTADIENE RUBBER 25 (SBR-25) Desano Indera Sakti; Budi Setiyana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap material memiliki sifat dan karakteristiknya masing-masing. Semisal ketika suatu material menerima beban dari luar berupa tekanan, regangan maupun gaya, hasilnya pun dapat menunjukan respon yang berbeda antara satu material dengan material lainnya. Salah satu respon sebuah material terhadap beban luar adalah hyperelastic yang umumnya dimiliki oleh material karet. Karet banyak digunakan dalam produksi barang maupun industri seperti mesin-mesin penggerak. Salah satu sifat karet yaitu elastis. Elastisitas suatu material harus diketahui khususnya pada karet yang dalam penggunaanya akan mengalami deformasi akibat dari perlakuan terhadap material tersebut, seperti penarikan dan penekanan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan nilai output modulus young antara Uji Tarik dan Simulasi Indentasi menggunakan software abaqus dengan metode Shore A Hardness. Dalam simulasi Abaqus, output yang didapat berupa gaya reaksi (reaction force) dari material untuk yang selanjutnya dihitung agar mendapat nilai modulus young. Pemodelan ini menggunakan program komputasi software Abaqus 6.14-5. Pemodelan kontak tekan antara material karet (elastomer) jenis Styrene Butadiene Rubber (SBR-25) dengan indenter dapat dilakukan dengan membuat parameter-parameter pemodelan berupa dimensi ketebalan elastomer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar ketebalan material, maka gaya reaksi yang dihasilkan semakin kecil. Selain itu modulus elastisitas yang dihasilkan oleh simulasi indentasi menggunakan Abaqus dengan metode Shore A Hardness memiliki rata-rata yang mendekati dengan uji Tarik.
ANALISIS RANGKA SEPEDA MOTOR JENIS MONOCOQUE DENGAN MATERIAL KOMPOSIT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Diego Okto Mando Sinaga; Djoeli Satrijo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kendaraan bermotor, rangka merupakan bagian terpenting yang akan menahan dan sebagai tempat dudukan berbagai macam komponen-komponen, serta mendukung beban komponen tersebut pada sistem kendaraan. Perhitungan kekuatan rangka merupakan hal yang sangat penting unuk memastikan rangka mampu menahan beban. Perhitungan kekuatan rangka dapat dilakukan secara manual (hand calculation) atau dengan menggunakan Finite Element Analysis (FEA). Banyak software yang bisa digunakan seperti Solidworks, Autodesk Inventor, CATIA, dan Ansys. FEA telah banyak digunakan sebagai tool analysis untuk memperoleh gambaran distribusi tegangan dan memprediksi kekuatan struktur. Penggunaan FEA dalam memprediksi kekuatan suatu konstuksi sistem  mekanikal dapat menekan biaya desain bila dibandingkan dengan eksperimen.
KARAKTERISTIK DAN PERFORMA CYCLONE SEPARATOR DENGAN PENAMBAHAN VORTEX FINDER (TAPPERED OUT – CYLINDER IN) DAN VARIASI PENDINGINAN PADA CONE CYCLONE DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI NUMERIK Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman; Bachtiar Kurnia Prakoso; Kwang Hwan Choi; Henry Charles
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Computational Fluid Dynamic menjadi referensi yang banyak digunakan dalam pemecahan masalah karena murah dan lebih cepat. Penelitian ini mengkaji mengenai pengaruh inovasi geometeri vortex finder (Tapered Out-Cylinder In). Tiga variasi panjang vortex finder 20%, 30%, dan 40% akan disimulasikan pada kondisi pendinginan dan tanpa pendinginan tambahan terhadap medan aliran kecepatan, performa cyclone, distribusi temperatur, dan perpindahan panas. Model turbulensi RSM digunakan untuk mensimulasikan aliran fluida. Pendekatan Eularian-Langrangian dipilih untuk memprediksi pergerakan fasa partikel. Lintasan partikel dalam aliran dilacak secara individual menggunakan metode DPM. Model pendinginan diaplikasikan dengan asumsi temperatur konstan pada permukaan cone cyclone. Hasil simulasi menunjukan kesamaan tren baik dengan kajian ekperimen maupun simulasi numerik. Hasil yang signifikan dapat terlihat pada nilai penurunan tekanan turun hingga 12% dengan penerapan kondisi pendinginan. Efisiensi pengumpulan cyclone menunjukan peningkatan yang tidak signifikan namun sebagain besar partikel yang terkumpul lebih kering disebabkan adanya peningkatan perpindahan panas pada semua kasus variasi.
ANALISIS ORC SEBUAH PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI DENGAN VARIASI FLUIDA KRJA R123, R141B, dan PENTANA Ditto Aryasena Pribadie; Berkah Fajar Tamtomo Kiono; Khoiri Rozi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan fluida kerja sekunder yang digunakan untuk mengetahui jenis fluida kerja yang memiliki efisiensi dan menghasilkan kerja paling tinggi. Fluida kerja yang digunakan adalah n-pentane, isopentane, R141b, dan R123. Standar operasional pembangkit didapatkan berdasarkan data laporan produksi pada lapangan. Metode yang dilakukan adalah dengan simulasi numerik dengan bantuan perangkat lunak Engineering Equation Solver. Persamaan yang digunakan lalu divalidasi dengan data lapangan. Setelah hasil sesuai keinginan, dilanjutkan dengan memvariasikan dengan fluida kerja lainnya. Dari hasil pembahasan didapatkan bahwa performa fluida kerja n-pentane memiliki nilai efisiensi dan kerja yang paling baik. Hasil lain dari penelitian ini adalah menganalisis sifat kimia fluida kerja yang digunakan yang memiliki pengaruh terhadapat lingkungan. Didapatkan data bahwa nilai Global Warming Potential dan Ozone Depletion Potential fluida kerja jenis pentane memiliki nilai terendah yaitu 0 dan 0,1. Sedangkan dari semua fluida kerja yang digunakan, fluida kerja R123 memiliki kelas B1 dimana kelas tersebut mengindikasikan bahwa fluida kerja ini memiliki tingkat racun rendah dan tidak mudah terbakar.
ANALISA TEGANGAN PADA BEJANA TEKAN BERSKALA INDUSTRI MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Kani Lihardo Nicholasta; Ojo Kurdi; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bejana tekan memainkan peran penting dalam berbagai aplikasi industri, termasuk pengolahan kimia, produksi minyak dan gas, dan pembangkit listrik. Integritas struktural dan keandalan bejana tekan tersebut sangat penting untuk memastikan keamanan baik bagi personel maupun lingkungan sekitarnya. Makalah ini menyajikan studi komprehensif tentang teknik analisis tegangan yang diterapkan pada tangki tekanan skala industri menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Metode elemen hingga adalah teknik numerik yang kuat yang memungkinkan insinyur untuk memprediksi dengan akurat perilaku struktur kompleks yang terkena berbagai kondisi beban. Dalam penelitian ini, model elemen hingga yang rinci dari bejana tekan skala industri dikembangkan dengan mempertimbangkan kekhususan geometri, sifat material, dan kondisi batas. Bejana tekan tersebut dikenai tekanan internal, gradien termal, dan beban eksternal untuk mensimulasikan kondisi operasi dunia nyata. Analisis tegangan dilakukan dengan memecahkan persamaan elastisitas menggunakan metode elemen hingga. Akurasi dan keandalan model elemen hingga diverifikasi dengan membandingkan hasilnya dengan solusi analitis dan data eksperimental yang tersedia dalam literatur.
ANALISIS RANGKA MOBIL GOLF DENGAN MATERIAL KOMPOSIT KARBON MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA KAPASITAS 4 PENUMPANG Daniel Sihombing; Djoeli Satrijo; Ojo Kurdi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobil listrik merupakan salah satu sarana transportasi yang bisa memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat namun tetap ramah lingkungan karena tidak memiliki polusi atau emisi gas buang.Rangka mempunyai peranan yang sangat vital khususnya sebagai bagian yang paling dasar dari kendaraan yang berfungsi sebagai penopang, terutama pada mobil listrik Garnesa yang termasuk mobil golf. Simulasi modal analysis yang dilakukan pada model rangka mobil bertujuan untuk mengidentifikasi frekuensi pribadi dan modus getar yang dimiliki oleh masing- masing model rangka yang akan dijadikan acuan untuk melakukan simulasi dinamik selanjutnya menggunakan Software Altair Hyperworks 2019. Kriteria ketidaknyamanan dan kesehatan memberikan batas getaran dalam standar ISO 2631. Analisis modal pada penelitian ini dilakukan dengan kondisi bebas free-free (tanpa tumpuan) untuk 10 modus pertama dari rangka mobil. Nilai frekuensi pribadi yang terjadi pada rangka adalah 9.8 Hz. Perhitungan nilai RMS acceleration dengan persamaaan tersebut menggunakan aturan frekuensi sentral 1/3 oktaf. Dari hasil perhitungan nilai RMS tegangan E10101 untuk material composite diperoleh nilai tegangan normal x maksimum sebesar 5,02 MPa pada frekuensi 12,5 Hz. Kemudian nilai tegangan normal y maksimum sebesar 2,71 MPa pada frekuensi 6.3 Hz. Nilai keamanan yang didapatkan dari hasil simulasi statik pada arah longitudinal sebesar 11,28.
ANALISIS KEGAGALAN KATUP BUANG PADA SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH KAPASITAS 155 CC Riski Maulana; Sri Nugroho; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katup adalah sebuah perangkat yang terpasang pada sistem penyaluran bahan bakar, yang berfungsi untuk mengatur, mengontrol dan mengarahkan laju aliran fluida dengan cara membuka atau menutup, dimana komponen ini mengalami kegagalan berupa timbulnya endapan kerak karbon dan terjadi bent valve. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kegagalan pada katup buang sepeda motor 4 langkah kapasitas 155 cc, yang mengalami deformasi plastis pada bagian leher katup. Metode analisis yang digunkan dengan melakukan pengamatan visual untuk mendapatkan hipotesis, pengujian spektrometri, pengujian metalografim dan pengujian kekerasan. Dari hasil pengamatan visual, didapatkan hipotesi katup mengalami kegalalan berupa adanya endapan kerak karbon pada kepala katup yang diakibatkan dari pembakaran yang tidak sempurna. Kemudian katup mengalami bengkok karena menerima beban yang berlebih sehingga terjadi deformasi plastis. Hasil uji spektrometi menunjukkan bahwa material katup buang dibuat dengan baja paduan tinggi jenis stainless steel 21-4N dengan kandungan Cr 20,8%, Mn 8,49%, dan Ni 3,36%. Sesuai dengan struktur mikronya, material ini memiliki fasa austenite yang didapatkan dari hasil pengujian metalografi. Dari hasil pengujian kekerasan dengan metode Vickers pada katup gagal menunjukkan nilai kekerasan 431 HV. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan katup gagal mengalami kegagalan akibat menerima beban berlebih. Hasil ini juga diperkuat dengan hasil hipotesis dari Riwayat pemakaian sepeda motor yang telah dimodifikasi dengan menaikkan kompresinya.
PENGEMBANGAN MODEL DAN SMULASI UAV (UNMANNED AREA VEHICLE) ANTENA PENJEJAK DRONE PADA PALTFORM BERGERAK Majenta Hendi Pratama; Mohammad Tauviqirrahman; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi angkasa yang sangat cepat dan dinamis sehingga membuat berbagai negara berlomba-lomba untuk membuat teknologi kendaraan luar angkasa (Spacecraft. Teknologi satelit merupakan teknologi yang sangat penting, karena begitu banyaknya fungsi satelit yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi manusia seperti satelit penginderaan jarak jauh, satelit pemantau cuaca pemanatau cuaca, satelit komunikasi, satelit komunikasi, satelit navigasi, dan satelit militer. Satelit buatan berdasarkan ketinggian atau altitude dapat dibedakan menjadi satelit GEO (geostasionery Earth Orbit) dengan altitude kurang lebih 36.000 km, MEO (Medium Earh Orbit) dengan altitude 3.000 – 35.000 km, dan LEO (Low Earth Orbit) dengan ketinggian kurang dari 3.000 km dan dapat mengelilingi bumi sebanyak 12-16 kali dalam sehari.Dengan demikian kita bisa memanfaatkan teknologi satelit yang sudah mengorbit dengan cara mentracking dengan harapan bisa mengambil data dar staelit yang ditracking. Dalam penelitian ini kami membuat alat demo kit yang bisa menjejak satelit otomatis dengan system inputan berupa posisi GPS GCS, NORAD ID satelit dengan data tersebut kita sudah bisa mentrackng satelit yang melintas di atas kita mulai dari AOS time hingga LOS time. Dalam proses perancangannya kami instalasi demo kit dari pembuatan skema wiring porese perangkaian perkabelan. Setelah system demo kit jadi kami melakukan uji coba padad alat demo kit dengan uji statis pada platform dengan mentracking satelit LAPAN A-2, untuk mereprenstasikan satelit yang kita tuju kami menggunakan dua konfigurasi sudut azimuth dan sudut elevasi. Pada kenyataan uji di lapangan pada alat demo kit terdapat error pada Gerakan azimuth sebesar 5 derajat dan elevasi maksimal sebesar 3 derajat
Analisis Kegagalan Boiler Tube PT. Pertamina Kilang Internasional Muhammad Fahmi Ilham Septiananda; Susilo Adi Widyanto; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boiler adalah salah satu komponen  komponen penting dalam dunia industri yang berfungsi sebagai pengehasil uap, yang nantinya uap tersebut dapat dikonversikan menjadi energi listrik untuk keperluan industri tersebut. Biasanya boiler digunakan pada industri pembangkit dan kilang minyak. Atas dasar pentingnya komponen ini maka diperlukan kondisi boiler yang optimal dan perawatan yang bagus untuk menghindari kerusakan dan kerugian pada saat pengoperasian. Pada penelitian ini  terdapat boiler yang mengalami kegagalan berupa  munculnya retak yang diakibatkan kelalahan material dan korosi yang terjadi di area tubenya, Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mencari tau mekanisme kegagalan yang terjadi pada boiler tube dengan beberapa metode diantaranya pengujian makrografi, mikrografi, komposisi kimia, Boiler yang diteliti adalah jenis material ASTM A178 dan ASTM A192. Hasil pengamatan visual didapati bahwa material mengalami kegagalan disebabkan adanya retak yang menjalar baik itu dari permukaan luar ataupun pada beberapa material dari permukaan dalam. Retak ini terjadi dikarenakan korosi yang awalnya berbentuk sumur dengan ukuran kecil ditambah beban kerja yang diterima oleh boiler merubah sumur tersebut menjadi retak yang menembus sisi lain dari material. Dari pengujian komposisi kimia terdapat beberapa komposisi yang diindikasikan sebagai senyawa korosif. Sedangkan pada pengujian kekerasan terdapat beberapa titik disepanjang material yang mengalami kenaikan kekerasan akibat pengaruh pengelasan. Dari pengujian metalografi menunjukkan bahwa fasa yang terbentuk adalah fasa ferit dan perlit.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue