cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENGARUH POST WELD HEAT TREATMENT TERHADAP PENGELASAN SMAW PADA MATERIAL AISI 1045 TERHADAP LAJU KOROSI DI AIR LAUT Nurul Widiyanto; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dengan luas wilayah yang didominasi oleh lautan, tentu diperlukannya sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang aktivitas masyarakat. Salah satu material yang banyak digunakan untuk konstruksi tersebut adalah baja AISI 1045. Luasnya penggunaan pengelasan karena biayanya lebih terjangkau dan pelaksanaannya yang relatif lebih cepat. Namun dalam proses pengelasan, bagian yang dilas menerima siklus pemanasan setempat dan selama proses berjalan, suhunya berubah, sehingga distribusi suhu tidak merata. Tegangan sisa akibat pengelasan akan mengurangi umur pakai material karena akan memicu atau mempercepat timbulnya korosi. Tujuan penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui laju korosi dan nilai kekerasan pada material uji tanpa post weld heat treatment dengan spesimen uji lainnya yang diberikan variasi suhu post weld heat treatment 400°, 500°, 600° dengan holding time masing-masing 1, 2, dan 4 jam. Metode yang digunakan dalam pengujian laju korosi adalah elektrokimia, sesuai standar ASTM G102-89, 2015 dan metode kekerasan vickers sesuai standar ASTM E92. Dari hasil penelitian spesimen uji non post weld heat treatment memiliki nilai laju korosi yang paling tinggi yaitu 0,3040 mmpy; 0,3098 mmpy; dan 0,3066 mmpy. Sedangkan spesimen uji dengan post weld heat treatment variasi suhu 600° dan holding time 4 jam memiliki nilai laju korosi paling rendah yaitu adalah 0,1292 mmpy; 0,1256 mmpy; dan 0,1278 mmpy. Nilai rata-rata kekerasan pada daerah weld metal, HAZ, dan base metal yang paling tinggi yaitu pada variasi non post weld heat treatment dengan nilai kekerasan berurutan sebesar 228 HV, 391 HV, dan 333 HV. Sedangkan nilai kekerasan terendah yaitu pada variasi post weld heat treatment 600° dan holding time 4 jam, dengan nilai rata-rata kekerasan berurutan pada daerah weld metal, HAZ, dan base metal yaitu 155 HV, 239 HV, dan 217 HV.
ANALISIS PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PARTIKEL PADA PENGERINGAN SEMPROT BERTEMPERATUR RENDAH DENGAN MENGGUNAKAN KOMBINASI SUDUT SEMPROT Bisri Oktavia Usda; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya produksi teh di Indonesia harus diikuti dengan peningkatan kualitas dari teh tersebut. Proses pengolahan teh harus dilakukan secara baik guna menjaga kualitas teh. Metode spray drying merupakan salah satu metode pengolahan teh yang beroperasi dengan perpindahan panas konveksi. Spray drying merupakan operasi pengolahan untuk mengubah bentuk cairan menjadi bentuk partikel kering dengan media semprot pengering panas. Pada penelitian ini dilakukan simulasi menggunakan bantuan CFD (Computational Fluid Dynamics) untuk mengetahui pengaruh kombinasi sudut semprot dan variasi udara panas masuk pada ruang pengering terhadap distribusi H2O mass fraction, H2O (l) mass fraction, dan temperatur yang terjadi di dalam ruang pengering. Pada penelitian kali ini menggunakan variasi sudut semprot 20°, 25°, 32°, 41° dengan udara panas masuk yaitu 70°C. Karakteristik perpndahan panas dan massa dianalis dari parameter hasil berupa temperature, fraksi massa air, dan fraksi massa uap air. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variasi sudut semprot 41° memiliki nilai perpindahan panas dan massa yang paling baik, ditunjukkan oleh penurunan temperatur paling besar yaitu 38,9°C, sedangkan variasi sudut semprot 20° menjadi variasi dengan perpindahan massa yang paling rendah dengan penurunan temperatur udara panas 28,9°C.
PENGARUH SUHU PEMBUATAN FILAMEN BIOKOMPOSIT (PCL/PLA/HA) MENGGUNAKAN MESIN SCREW EXTRUDER Muhammad Rezha Assalam; Rifky Ismail; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Deni Fajar Fitriyana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan filamen biokomposit berbahan PLA, PCL dan hidroksiapatit cangkang rajungan dengan menggunakan alat single screw extruder secara keseluruhan berhasil dilakukan. Pembuatan filamen pada penelitian ini menggunakan suhu preheat 145°C. Suhu preheat pada proses pembuatan filamen biokomposit berpengaruh pada karakteristik filamen yang dihasilkan. Dengan suhu preheat menghasilkan densitas dan tensile strenght, dan degradation rate. Pada penelitian ini filamen dengan variasi suhu preheat 145°C memiliki nilai tensile strength sebesar 12,37 Mpa, nilai densitas sebesar 1,28 gr/cm3, dan degradation rate sebesar 0,37 % Semakin rendah densitas dari filamen juga berpengaruh pada tingkat biodegradable filamen yang dihasilkan semakin cepat filamen mengalami degradasi saat perendaman dengan campuran larutan NaCl dan aquades.
PERANCANGAN SISTEM PENDINGIN SUSU BERKAPASITAS 500L DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE COOLPACK Cleopaskah Davidson Elgogopril; Berkah Fajar TK; Khoiri Rozi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Susu murni merupakan salah satu hasil produk pangan yang sangat mudah mengalami kerusakan yang disebabkan kontaminasi bakteri. Kontaminasi ini sendiri dapat disebabkan oleh proses pemerahan yang tidak steril ataupun proses penyimpanan susu yang tidak sesuai dengan suhu aman dari kontaminasi bakteri perusak. Suhu penyimpanan ideal pada susu merupakan salah satu faktor penentu, agar susu dapat dijaga kualitasnya. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan penyimpan sistem pendingin pada susu. Pada perancangan kali ini dilakukan rancangan sistem pendingin susu berkapasitas 500L secara direct expansion method dengan menggunakan refrigerant R290. Tujuan utama dari perancangan ini adalah untuk merancang sistem kerja pendingin susu yang ramah lingkungan dan dapat menjadi pertimbangan untuk produksi. Analisis siklus, dimensioning, dan simulasi menggunakan software CoolPack dan desain 3D pendingin susu dilakukan dengan software Solidworks. Hasil analisis dan simulasi yang didapat menunjukkan bahwa perancangan pendingin susu berkapasitas 500L dengan refrigeran R290 memiliki kapasitas pendinginan 5.07 kW dengan daya kompresor 1.533 kW. Berdasarkan hasil simulasi dan pemilihan komponen tersebut, didapatkan sistem pendingin dengan spesifikasi kompresor 1.75 kW merk Bitzer, evaporator merk BAODE PVX-45 berkapasitas 5 kW, dan kondensor 7.6 kW merk Thermocoil.
DETEKSI DINI KERUSAKAN BEARING MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING PENDEKATAN SUPPORT VECTOR REGRESSION (SVR) Endhy Priambodo; Toni Prahasto; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bearing adalah sebuah komponen mekanis yang digunakan untuk mengurangi gesekan antara dua komponen yang bergerak relatif satu sama lain. Bantalan biasanya terdiri dari sebuah lingkaran luar dan lingkaran dalam yang dipisahkan oleh benda bulat yang disebut bola atau rol. Bantalan dapat digunakan pada berbagai jenis mesin dan peralatan, seperti mesin industri, kendaraan, dan alat berat. Kondisi yang buruk pada bantalan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan mengurangi umur pemakaian mesin. Oleh karena itu, pemantauan dan perawatan yang tepat pada bantalan sangat penting untuk memastikan kinerja mesin yang optimal dan menghindari kerusakan yang tidak diinginkan. Dalam rangka mencegah terjadinya kerusakan yang lebih serius, maka dibutuhkan suatu proses yang dapat memprediksi potensi terjadinya kegagalan dan menentukan estimasi sisa waktu operasi atau remaining useful life (RUL) dari suatu komponen sebelum terjadi kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja algoritma machine learning dalam memprediksi kondisi kerusakan bantalan NASA (National Aeronautics and Space Administration) menggunakan dataset NASA Bearing Data Set. Dataset ini kemudian diolah sehingga mempermudah dalam proses machine learning, serta dilakukan ekstraksi fitur. Setelah memilih fitur terbaik, langkah selanjutnya adalah melakukan beberapa tahapan untuk mempersiapkannya sebagai input untuk algoritma machine learning Support Vector Regression (SVR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 model yang dihasilkan dari proses tersebut dengan akurasi prediksi yang berbeda-beda namun mampu memberikan estimasi waktu kapan bantalan akan mengalami kegagalan, yang dihitung mulai dari saat terdeteksi adanya kerusakan. Dengan adanya model ini, diharapkan dapat membantu dalam melakukan prediksi kerusakan bantalan sehingga perawatan dan perbaikan dapat dilakukan lebih awal dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah.
SIMULASI NUMERIK PENAMBAHAN TURBULATOR PRISMA TUNGGAL PADA LALUAN UDARA FALLING FILM DEHUMIDIFIER Achmad Afinadi; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem air-conditioning merupakan salah satu perangkat yang mengatur temperatur dan kelembaban udara di dalam ruangan. Salah satu bagian dari prinsip kerja sistem air-conditioning adalah mengurangi tingkat kelembaban udara melalui proses dehumidifikasi. Falling film dehumidifier merupakan salah satu teknologi dehumidifikasi yang beroperasi dengan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mengalirkan liquid desiccant sebagai fluida kerjanya. Penulis melakukan analisis terhadap inovasi geometri falling film dehumidifier penambahan turbulator pada laluan udara lembab untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pola aliran terbentuk dan performa dehumidifikasi dehumidifier. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi menggunakan software CFD. Geometri yang digunakan dibuat dalam model 3D dengan ukuran 0,15 x 0,15 x 0,03 m dengan turbulator tunggal diposisikan pada ketinggian 0,037 m di atas sisi masuk udara lembab. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa penggunaan turbulator pada laluan udara dehumidifier mampu mengubah pola aliran udara membentuk pusaran dan menciptakan daerah dengan nilai intensitas turbulensi relatif tinggi. Modifikasi dengan turbulator meningkatkan penurunan fraksi massa uap air udara keluar sebesar 10,6% pada kecepatan alir udara 0,4 m/s, 13,8% pada kecepatan 0,8 m/s, dan 13,7% pada kecepatan 1,2 m/s. Modifikasi ini juga meningkatkan penurunan temperatur udara keluar sebesar 10,4% pada kecepatan aliran udara 0,4 m/s, 19,5% pada kecepatan 0,8 m/s, dan penurunan sebesar 25,4% pada kecepatan udara 1,2 m/s. Mengacu pada nilai penurunan massa uap air, maka performa dehumidifikasi meningkat 10,6%, 13,8%, dan 13,7% masing-masing pada kecepatan 0,4 m/s, 0,8 m/s, dan 1,2 m/s.
PENGARUH PENGGUNAAN PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) HASIL EKSTRAKSI ASPAL BUTON SEBAGAI FILLER KOMPOSIT POLIVINIL KLORIDA Fachri Adam; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asbuton atau aspal Buton merupakan jenis aspal alami yang terdapat dalam deposit batuan di pulau Buton dan sekitarnya. Limbah padat aspal buton yang melimpah ini mengandung mineral karbonat yang berguna, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Namun limbah aspal buton tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif untuk menghasilkan precipitated calcium carbonate (PCC) tanpa berpotensi merusak lingkungan. PCC tersebut juga biasa digunakan sebagai bahan pencampur atau filler dalam berbagai industri. Pemanfaatan sebagai filler tersebut dapat diaplikasikan pada polimer polivinil klorida. Polivinil klorida (PVC) merupakan salah satu polimer yang populer digunakan sebagai bahan konstruksi, elektronik dan lain-lain. Oleh sebab itu, penelitian ini memanfaatkan limbah asbuton yang digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan PCC. PCC yang dihasilkan kemudian dijadikan filler dalam proses pembuatan komposit PVC. Komposit PVC dikarakterisasi dengan pengujian XRD, SEM, pengujian densitas dan pengujian bending sehingga diketahuinya nilai indeks kristalinitas, ukuran kristal, morfologi serta mechanical properties dari komposit PVC yang dihasilkan. Proses pembuatan komposit PVC diawali dengan proses sintesis PCC yang dilakukan dengan pencampuran larutan HNO3 2M menggunakan magnetic stiring pada suhu 60°C dengan kecepatan 1200 rpm dalam waktu 30 menit yang kemudia dialirkan gas CO2 dengan kecepatan 3 L/min hasil PCC tersebut kemudian dicampur resin PVC sebanyak 100 phr, DOP sebanyak 55 phr, kalsium stearat sebanyak 3.5 phr, dan asam stearat sebanyak 0.3 phr yang kemudian dicetak sehingga menghasilkan komposit PVC. Hasil yang didapatkan penelitian ini menunjukan bahwa Komposit PVC dengan filler PCC ini memiliki compress strength paling kuat terjadi pada kandungan 180 phr yaitu sebesar 0.3 N/mm2. memiliki indeks kritalinitas yang 38.404% dan ukuran kristal sebesar 29.7857 nm. Setiap bertambahnya kandungan PCC dari setiap komposit PVC yang diformulasikan semakin besar juga nilai densitasnya dengan nilai densitas tertinggi didapatkan pada formulasi kandungan PCC 240 phr dengan nilai 1.78 gr/cm3.
PROSES PELAPISAN STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN SILIKA Mohammad Nur Kholis Majid; Sulistyo Sulistyo; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stainless steel 304 merupakan baja tahan karat yang banyak digunakan di industri. Meskipun memiliki ketahanan korosi yang baik, stainless steel 304 tetap dapat terkena korosi pada lingkungan yang korosif. Salah satu upaya meningkatkan ketahanan korosi tersebut contohnya dengan pelapisan keramik. Bahan logam berlapis keramik memiliki potensi besar dalam berbagai aplikasi karena sifatnya yang tidak biasa, seperti sifat mekanik yang baik, ketahanan korosi, maupun stabilitas termal. Salah satu jenis keramik adalah silika, yang dapat digunakan sebagai pelapis insulasi termal dan antikorosi. Silika dapat diperoleh dari ekstraksi abu sekam padi dengan NaOH dan titrasi dengan HCl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang dapat digunakan untuk melapiskan silika dari sekam padi pada stainless steel 304 yang sebelumnya telah dilakukan sandblasting dan direndam aseton. Proses pelapisan dilakukan dengan beberapa metode menggunakan binder PEG dan kuning telur yang kemudian disinter. Metode selanjutnya digunakan pelapisan dengan flame spraying. Metode terakhir adalah dengan pembuatan komposit PANi-SiO2 kemudian ditambahkan pada cat dan disemprotkan ke SS304. Pada pelapisan dengan binder  PEG, lapisan gagal menempel setelah penyinteran, sedangkan pelapisan dengan binder  kuning telur terjadi flaking karena suhu yang terlalu tinggi. Pelapisan menggunakan flame spraying, silika berhasil menempel, namun terjadi korosi. Lapisan cat/PANi-SiO2 berhasil menempel dengan baik.
PENGGUNAAN MATERIAL POLYVINYL CHLORIDE (PVC) PADA GRAVITY ROLLER CONVEYOR SEBAGAI PENGGANTI STAINLESS STEEL Bryan Setyawan; Toni Prahasto; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem conveyor atau biasa yang sering dikenal dengan ban berjalan merupakan sistem yang sangat sering ditemukan dan cukup penting dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk memindahkan obyek dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga manusia tidak perlu lagi bergerak, melainkan obyek tersebut yang bergerak pada jalur yang ada dan manusia bekerja di jalur tersebut. Ada banyak jenis conveyor, salah satunya adalah gravity roller conveyor yang menggunakan pipa gravity roller untuk memindahkan obyek. Pipa tersebut harus dibuat kuat agar tidak terjadi defleksi dan patah akibat beban obyek yang dipindahkan terlalu besar. Pada penelitian ini, disimulasikan dua jenis pipa gravity roller yang memiliki spesifikasi dan dimensi yang sama dan hanya berbeda di material pipanya saja. Satu jenis menggunakan polyvinyl chloride (PVC) dan satu jenis menggunakan material standar pada umumnya yaitu stainless steel. Penelitian ini ingin mencari tahu kapasitas dari pipa PVC dibandingkan dengan pipa stainless steel. Dari hasil simulasi, didapatkan bahwa beban maksimum pada pipa PVC adalah sebesar 30 N (sekitar 3 kg berat benda) dan untuk pipa stainless steel adalah sebesar 650 N (sekitar 65 kg berat benda). Selain itu, pemilihan material PVC juga mampu menekan biaya produksi dibandingkan dengan produksi pipa gravity roller stainless steel sehingga dapat dijadikan sebagai pilihan alternatif. Perbedaan biaya produksi untuk satu buah pipa gravity roller PVC adalah sebesar Rp 11.096,72 lebih murah daripada biaya produksi untuk satu buah pipa gravity roller stainless steel.
ANALISIS KEKUATAN TARIK KOMPOSIT SERAT RAMI BERPENGUAT MATRIKS GONDORUKEM DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL DAN PATI JAGUNG Kevin Andreas Sitompul; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gondorukem merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai matriks pada komposit karena memiliki sifat yang lengket pada fasa cair, sehingga dapat digunakan untuk mengikat serat. Gondorukem memiliki kelemahan yakni memiliki sifat yang getas apabila berada di fasa padat. Oleh sebab itu diperlukan upaya untuk membuat matriks gondorukem yang tidak getas dengan penambahan unsur plasticizer. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hasil proses manufaktur komposit dengan menggunakan metode hand lay-up dan hot compression serta mengetahui kekuatan tarik komposit yang menggunakan matriks gondorukem dengan penambahan plasticizer. Penelitian ini menggunakan fraksi massa serat 20% dan persentase plasticizer 10%,15%, dan 20%. Spesifikasi spesimen disesuaikan dengan ASTM D-3039. Metode hand lay-up digunakan dengan menggunakan pemanas magnetic stirr, dan metode compression molding dilakukan dengan alat hot compression. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan metode hand lay-up banyak ditemukan void dan serat yang belum terlapisi matiks, selain itu penambahan unsur plasticizer akan meningkatkan kesulitan dalam mengolesi matriks. Metode hot compression dapat mengurangi void yang terbentuk dan memaksimalkan keseragaman bentuk spesimen. Hasil pengujian tarik menunjukkan kekuatan tarik tertinggi yakni pada variasi persentase plasticizer 10% dengan beban tarik 896,21 N dan kekuatan tarik sebesar 12,62 MPa. Adapun urutan kekuatan tarik tertinggi ke terendah yakni dengan penambahan plasticizer 10%, 15% dan 20%.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue